cover
Contact Name
Alan Alfiansyah Putra Karo Karo
Contact Email
duniapendidikan9@gmail.com
Phone
+6285206640908
Journal Mail Official
duniapendidikan9@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.stokbinaguna.ac.id/index.php/JURDIP/about/editorialTeam
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dunia Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27468674     DOI : https://doi.org/10.55081/jurdip.v1i1.605
Core Subject : Education,
Jurnal Dunia Pendidikan adalah jurnal penelitian peer review akses terbuka yang diterbitkan oleh LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna. Jurnal Dunia Pendidikan menyediakan platform yang menyambut dan mengakui makalah penelitian empiris asli tentang pendidikan yang ditulis oleh peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi dari seluruh dunia.
Articles 549 Documents
Psychometric Evaluation of Tangney's The 10-Item Brief Self-Control Scale: Evidence from Indonesian Adolescence Nanda Alfan Kurniawan; Destanika Dhiffa Ralianti; Syarifudin; Muhaimin Abdillah; Kmas M. Eka Fhitrah; Aisyi Salsabila Hanum
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5281

Abstract

Kontrol diri merupakan keterampilan psikologis kunci yang berpengaruh terhadap keberhasilan akademik, kesehatan mental, dan penyesuaian diri remaja. Brief Self-Control Scale (BSCS) banyak digunakan secara internasional, namun belum memiliki bukti psikometrik yang kuat dalam konteks Indonesia. Variasi bahasa, norma sosial, dan pola regulasi diri pada remaja Indonesia berpotensi memengaruhi akurasi pengukuran, sehingga uji validitas dan reliabilitas ulang menjadi penting untuk memastikan kesesuaian instrumen bagi penelitian dan asesmen berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi validitas dan reliabilitas BSCS 10 item pada 97 siswa Sekolah Menengah Atas menggunakan analisis korelasi item-total dan Cronbach’s Alpha. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar item memenuhi kriteria validitas, sementara satu item menunjukkan performa lemah. Reliabilitas keseluruhan berada pada α = 0,669, yang memadai untuk penelitian eksploratif. Temuan ini memberikan dasar empiris bahwa BSCS dapat digunakan dalam studi kontrol diri pada populasi Indonesia, namun diperlukan penyempurnaan dan pengujian lanjutan untuk penerapan yang lebih akurat dalam pendidikan karakter, promosi kesehatan mental, serta program intervensi yang selaras dengan tujuan SDG 3 dan SDG 4.
Tren Pembelajaran Klasifikasi Makhluk Hidup dan Keterlibatannya dalam Pembangunan Berkelanjutan: Analisis Bibliometrik Eka Ariyati; Reni Marlina; Nur Salsabila
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5352

Abstract

Masalah lingkungan global yang semakin kompleks menuntut adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Pendidikan berkelanjutan memainkan peran penting dalam membangun kesadaran ini, salah satunya melalui materi klasifikasi makhluk hidup yang dapat mengaitkan konsep keanekaragaman hayati dengan konservasi. Penelitian ini mengkaji tentang tren publikasi materi klasifikasi makhluk hidup pada rentang tahun 2014 – 2024 menggunakan analisis bibliometrik. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari Scopus dengan kata kunci “Classifiaction” dan “Learning”. Analisis data menggunakan analisis bibliometric dengan bantuan Vosviwer. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi tren publikasi, penulis produktif, kolaborasi internasional, serta kontribusi penelitian dalam berbagai bidang ilmu. Hasil menunjukkan bahwa topik ini baru dipublikasikan pada tahin 2017 dan mengalami peningkatakan paling tinggi pada tahun 2021. Peneliti paling profuktif dalam mengkaji topik ini adalah Carlos Alberto Reyes-García (6 publikasi), negara paling prouktif adalah Meksiko (22 publikasi), dengan topik kajian paling banyak pada bidang Biokimia, Genetika dan Molekular (43,4%). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa klasifikasi makhluk hidup memiliki peran penting dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pendidikan berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya integrasi yang lebih erat antara materi klasifikasi dalam pendidikan dengan prinsip konservasi untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan di kalangan peserta didik.
Peran Pemerintahan Desa Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat: Studi Kasus Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Ida Nurjana Tamba; Vinolya Lidevia Br Manik; Rian Simanjuntak; Halking
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5354

Abstract

Pemerintahan desa merupakan lembaga pemerintahan terdepan yang berperan penting dalam penyelenggaraan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa diberikan kewenangan yang lebih luas untuk mengatur dan mengelola potensi lokal berdasarkan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintahan desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengidentifikasi program dan kebijakan yang dijalankan, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menjelaskan bahwa pemerintah desa telah melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes), berbagai aspirasi, kebutuhan, dan keluhan masyarakat disampaikan secara langsung, dengan keterlibatan tokoh agama, tokoh pendidikan, pemuda, dan perwakilan masyarakat lainnya. Keterlibatan ini tidak hanya terjadi pada tahap perencanaan, tetapi juga pada tahap pengawasan pembangunan, sehingga tercipta transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kegiatan desa. Pembangunan desa dijalankan sesuai prioritas yang disepakati dalam Musrembangdes dan disesuaikan dengan kapasitas anggaran desa, sementara evaluasi pembangunan masih mengandalkan monitoring dari pihak kecamatan yang kemudian menjadi dasar perbaikan program. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berperan optimal sebagai lembaga pengawas dalam setiap musyawarah dan pelaksanaan program desa.
Pengembangan dan Validasi Perangkat Instrumen Praktikum Metode Replika Stomata Materi Jaringan Tumbuhan Rusdeviani; Entin Daningsih; Reni Marlina
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5375

Abstract

Praktikum jaringan tumbuhan, khususnya pengamatan stomata, membutuhkan perangkat pembelajaran yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami agar siswa dapat melakukan prosedur kerja dengan tepat. Namun, ketersediaan perangkat yang lengkap untuk mendukung praktikum, seperti modul, LKPD, serta penilaian psikomotorik dan afektif, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi perangkat instrumen pembelajaran praktikum pembuatan preparat stomata menggunakan metode replika, terdiri atas modul ajar, LKPD, penilaian psikomotorik, penilaian afektif, dan angket respons peserta didik. Validasi perangkat dilakukan oleh dua validator ahli menggunakan skala Guttman, dan hasil validitas dianalisis dengan rumus persentase serta kriteria kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perangkat berada pada kategori sangat valid. Modul memperoleh nilai validitas 98,96%, sedangkan LKPD, penilaian psikomotorik, penilaian afektif, dan angket respons peserta didik masing-masing mencapai 100%. Hasil ini mengindikasikan bahwa perangkat yang dikembangkan telah memenuhi kelayakan isi, tampilan, dan bahasa, serta sesuai digunakan sebagai pendukung pembelajaran praktikum pembuatan preparat stomata pada materi jaringan tumbuhan.
Peran Sport Massage dalam Pencegahan dan Pemulihan Cedera Otot Adit Sidabutar; Jonaldus Sinaga
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5411

Abstract

Sport massage merupakan salah satu teknik terapi yang banyak digunakan dalam dunia olahraga untuk mencegah dan menangani cedera, namun pemahaman masyarakat mengenai penerapannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran sport massage dalam pencegahan cedera dan pemulihan kondisi fisik atlet berdasarkan studi kasus dari artikel Media Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan instrumen analisis dokumen melalui lembar telaah isi, serta teknik analisis data berupa content analysis yang meliputi reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sport massage memberikan manfaat signifikan dalam menurunkan risiko cedera, mengurangi ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi darah, dan mempercepat pemulihan cedera ringan. Teknik-teknik pijat seperti effleurage, petrissage, dan friction terbukti mendukung peningkatan kesiapan fisik atlet sebelum melakukan aktivitas intensif. Temuan ini didukung oleh berbagai teori fisiologi olahraga dan penelitian terdahulu yang menegaskan bahwa sport massage merupakan intervensi yang efektif dan perlu diintegrasikan dalam program latihan atlet. Kesimpulannya, sport massage memiliki peran penting dalam menjaga kondisi fisik dan performa atlet, sehingga penerapannya perlu dilakukan secara profesional dan terstruktur dalam lingkungan olahraga maupun pendidikan jasmani.
Efektivitas Penggunaan Model Game based learning Berbantuan Zep quiz dalam Pembelajaran Statistika Jurusan Pemasaran Kelas XI di SMK Negeri 3 Pontianak Risky Anggreini; Hamdani; Ade Mirza
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5445

Abstract

Rendahnya motivasi, aktivitas, dan respons siswa dalam matematika, ditambah dengan hasil belajar formatif yang belum maksimal, mengindikasikan kebutuhan akan model pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Studi ini dilakukan untuk menggambarkan efektivitas penerapan model game based learning yang didukung aplikasi zep quiz dalam pengajaran statistika pada 35 siswa kelas XI Pemasaran. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan angket motivasi, lembar observasi aktivitas, tes hasil belajar, dan angket respons sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model game based learning berbantuan zep quiz terbukti efektif. Capaian motivasi belajar siswa berada di kategori tinggi (75%), aktivitas siswa tergolong sangat aktif (92%), ketuntasan hasil belajar klasikal mencapai kategori baik sekali (86%), dan respons siswa terhadap pembelajaran berada di kategori positif (81%). Dengan demikian, model game based learning yang memanfaatkan zep quiz efektif dalam mendorong peningkatan motivasi, aktivitas, hasil belajar, dan respons positif siswa dalam materi statistika.
Pengaruh Latihan Variasi Berpasangan Terhadap Keterampilan Dasar Sepak Sila Peserta Ektrakurikuler di Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Pontianak Rionaldi; Mimi Haetami; Doni Pranata
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan variasi berpasangan terhadap keterampilan dasar sepak sila peserta ekstrakurikuler sepak takraw di SMA Negeri 7 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 15 siswa yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan sepak sila sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa latihan variasi berpasangan sebanyak 12 kali pertemuan dengan frekuensi latihan tiga kali dalam seminggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan dasar sepak sila setelah diberikan latihan variasi berpasangan. Hasil uji t (Paired Sample t-Test) melalui SPSS menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dengan t hitung sebesar 14,64 lebih besar dari t tabel 2,145, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan variasi berpasangan terhadap keterampilan dasar sepak sila peserta ekstrakurikuler sepak takraw. Peningkatan rata-rata keterampilan dasar sepak sila mencapai 70% setelah perlakuan diberikan. Dengan demikian, latihan variasi berpasangan terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan teknik dasar sepak sila serta dapat diterapkan sebagai metode latihan pada kegiatan ekstrakurikuler sepak takraw di sekolah
Pengaruh Pembelajaran Sport Olahraga Berbasis Iptek (Smartphone) Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Meylin Olivia Putri Manik; Aridho Mursalin; Ipo Makarios
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5464

Abstract

Pembelajaran konvensional kurang begitu diminati mahasiswa mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat serta dianggap lebih variatif dan interaktif. Pembelajaran IPTEK dirasa mampu meningkatkan pembelajaran dan kemampuan mahasiswa. Oleh sebab itu, pembelajaran berbasis IPTEK harus ditingkatkan mengingat manusia tidak terlepas dari perkembangan teknologi dan hidup berdampingan dengan teknologi dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Berdasarkan analisis data yang diperoleh bahwa rata-rata nilai Posttest keterampilan sport massage kelompok uji coba adalah 92,27 yang artinya keterampilan sport masase mahasiswa setelah mendapatkan perlakuan adalah sangat baik. Perbandingan Nilai Pretest dan Posttest Keterampilan Sport massage Kelompok Uji Coba Untuk memperoleh data tingkat kontribusi perlakuan terhadap hasil belajar mahasiswa, maka peneliti melakukan analisis gain score dengan mencari kategori selisih nilai Pretest dan Posttest mahasiswa kelompok uji coba. Berikut data analisis gain score keterampilan sport massage mahasiswa kelompok uji coba adalah 0,82 yang artinya adalah perbandingan antara nilai Pre-Test dan Post-Test mengalami perbedaan dalam kategori tinggi. Perlakuan pembelajaran sport massage berbasis IPTEK (Smartphone) pada kelompok uji coba memiliki kontribusi yang tinggi pada keterampilan mahasiswa.
Pendekatan Terstruktur Guna Meningkatkan Keterampilan Sport Massage Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani Dino Baskara; Elias Ben Yuda AR
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5468

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan sport massage melalui pendekatan terstruktur mahasiswa pendidikan jasmani. Pendekatan terstruktur cara memecahkan masalah yang kompleks menjadi bagian-bagian yang diatur lebih kecil, lebih mudah dalam segi pengaturan, saling berkaitan. Pendekatan terstruktur ini sering dikaitkan dengan proses dan aliran data dengan memecahkan masalah dari atas ke bawah (top-down). Karakteristik utama pada pendekatan terstruktur ini adalah berorientasi pada proses, pendekatan dari atas ke bawah, sistematis dan logis, menggunakan alat pemodelan. Jadi, dalam konteks sport massage, pendekatan terstruktur membantu mahasiswa memahami secara teoritis melalui paparan materi, melalui teknik-teknik sport massage, dan yang terakhir melalui praktik langsung dengan pemodelan dan media pembelajaran yang dapat menunjang keterampilan dan kecakapan mahasiswa. Peningkatan persentase ketuntasan belajar 87,5% mendapat nilai kategori baik pada pendekatan terstruktur menunjukkan bahwa dapat diadaptasi secara efektif untuk menghasilkan calon tenaga pendidik dan pelatih olahraga yang kompeten di bidang sport massage.
Pengaruh Pembelajaran Demonstrasi Sport Massage 9pada Tingkat Pemahaman Pemulihan Cidera Olahraga Ridhodyuli Cahaganta Obahna Ginting; Habib Rifaldi Chaniago
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dari pembelajaran demonstrasi mata kuliah sport massage pada bagian tingkat pemahaman reposisi Cidera Olahraga sebagai bahan kajian mahasiswa Pendidikan kesehatan jasmani, kesehatan, dan Rekreasi. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tidakan kelas (PTK). Metode yang digunakan dalam peneitian adalah Penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan fenomena – fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif yang bertujuan yaitu untuk meneliti pada suatu objek secara alamian sebagain intrumen yang dilakukan. Maksimalisasi desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka – angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol. Hasil penelitian posttest yang dilakukan bahwa pengetahuan responden mengenai mata kuliah sport massage pada pemulihan cedera olahraga sesudah menggunakan metode demonstrasi dengan kategori baik hanya sebagian saja yakni 90%, kategori baik, sebanyak 10% cukup. Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh mahasiswa mampu menguasai teknik dan keterampilan pemulihan cedera olahraga dan sebagian kecil mahasiswa belum mengetahui teknik dan keterampilan pemulihan cedera olahraga.