cover
Contact Name
Muhamad Ibtissam Han
Contact Email
mibtissamhan@ptiq.ac.id
Phone
+6282119020222
Journal Mail Official
elmadani@ptiq.ac.id
Editorial Address
https://journal.ptiq.ac.id/index.php/elmadani/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 26205998     EISSN : 27217167     DOI : doi.org/10.53678/elmadani
El Madani Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam is a scientific journal with a focus on the study of dakwah and islamic communication.
Articles 108 Documents
Implementasi Dakwah Bil-Lisan dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Masyarakat Sinambela, Fachrul Rozy; Mutiawati
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2022): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/am91z444

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi dakwah Bil-Lisan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Jenis penelitian ini disebut penelitian kualitatif, dan mengumpulkan data dari lapangan, menganalisisnya menggunakan data, dan kemudian membentuk data tersebut menjadi hipotesis, frasa, atau kalimat. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dalam upaya mengkarakterisasi dan menjelaskan hal-hal berdasarkan fakta lapangan yang relevan. Menurut temuan penelitian, metode dakwah lisan atau dikenal juga dengan dakwah bil-lisan adalah yang paling sering digunakan dan salah satu teknik yang digunakan untuk menyebarluaskan dakwah Islam. Melaksanakan dakwah bil-lisan kepada masyarakat luas.
Analisis Wacana Kritis Konten Youtube Caknun.com pada Playlist Jurnal Medsos dan Rahmatan Lil’alamin Romeli; Ni'amah, Luthfi Ulfa
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/v1zdvs53

Abstract

Penelitian ini berusaha menjelaskan tentang pesan dakwah Cak Nun terkait dengan media sosial. Pendekatan yang digunakan yaitu teori analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk yang menguraikan tiga tingkatakan yaitu ada isi teks, kognisi sosial serta konteks sosial. Hasil penelitian menerangkan bahwa Cak Nun mengajak seluruh masayarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan dapat menggunakan media sosial dengan baik untuk menumbuhkan rahmat bagi seluruh umat manusia. Hal ini dimulai dari diri sendiri menerapkan perilaku atau sikap tanggung jawab dan penuh kesadaran dalam menggunakannya sehingga dapat menyebar manfaat bagi sesamanya. Media sosial sangat bisa memengaruhi manusia untuk memperoleh asupan pikiran tentang keagamaan lewat konten dakwah yang ada di media sosial. Dengan hal ini pemanfaatan media sosial untuk kebaikan dapat menjadikan salah satu alat untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan supaya terciptanya masyarakat yang rukun serta salah satu wujud untuk menciptakan perdamaian dunia.
Analisis Framing pada Pemberitaan Pengaturan Pengeras Suara Masjid di Media Online Akurat.co Han, Muhamad Ibtissam; Fatih, Muhammad; Kadri, Wahab Nur
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/s4kpwt13

Abstract

Munculnya regulasi pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid tampak menimbulkan banyak polemik, khususnya ketika adanya pernyataan dari Ketua Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Polemik ini tentu banyak mendapatkan sorotan dari berbagai media berita dengan cara pemberitaan yang sesuai dengan ideologi dan kepentingan media. Setiap teks berita yang terdapat dalam media cetak, maupun online merupakan hasil konstruksi dengan cara membingkai sudut pandang suatu peristiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi berita akurat.co mengenai aturan Menteri Agama tentang pengeras suara di masjid. Bagian apa saja yang akan dihilangkan dan ditonjolkan oleh Akurat.co untuk menyampaikan realita berita yang telah dikonstruksikan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksivisme dengan metode analisis framing media model Zhong Dang Pan dan Gerald M. Kosicki. Model analisis framing ini terbagi dalam empat stuktur analisis, yaitu: struktur suntaksis, struktur skrip, struktur tematik, dan struktur retoris. Penelitian ini menemukan adanya pembingkaian berita yang mengarah pada unsur keberpihakan media akurat.co pada aturan kemenag tentang aturan pengaras suara di masjid. Konstruksi realitas dalam teks berita yang dilakukan oleh media akurat.co dilakukan sebagai usaha untuk mengarahkan opini publik bahwa pernyataan Yaqut Cholil Qoumas sebagai ketua Menteri bukanlah untuk membandingkan suara adzan dan suara gonggongan anjing, namun sebagi permisalan bahwa suara yang keras dapat mengganggu toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
The Challenges of Pancasila Socio-Democracy in The Era of Networked Society: Liberal Democracy and Religious Fundamentalism Sugiarto, Toto; Asnawi, Naupal
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/9t0s1a67

Abstract

Sosio-demokrasi beserta gaya literaturnya adalah jantung bangsa Indonesia yang merupakan intisari dari Pancasila. Nilai-nilai filosofis fundamental sosio-demokrasi Indonesia adalah demokrasi khas bangsa Indonesia. Sosial-demokrasi ini merupakan bagian dari ideologi Pancasila. Sosial-demokrasi dalam Pancasila diperkenalkan oleh Sukarno, presiden pertama Indonesia untuk menghadapi dan menjawab dua tantangan besar, fundamentalisme pasar, dan fundamentalisme agama. Nilai fundamentalisme pasar meningkatkan kepuasan individu dengan mengorbankan masyarakat dan pelayanan publik, dan menempatkan imbalan uang sebagai satu-satunya ukuran. Sosial-demokrasi ingin melawan ini sambil membuka jalan bagi nilai-nilai bersama dan kemakmuran bersama. Fundamentalisme agama mengacu pada interpretasi dan praktik keagamaan yang tertutup dan eksklusif yang mengasingkan kehidupan bersama dan berbagi dan ingin memaksa semua orang untuk berada di bawah praktik ini. Sosial-demokrasi ingin membangun sebuah platform untuk semua orang berbahagia dan berbagi kehidupan publik, dan ini menghindari jebakan fundamentalisme agama. Dalam melihat konsep dan praktik sosiodemokrasi, kajian ini menggunakan metode kualitatif dan literatur. Berbagai bahan bacaan terkait topik ini diulas dan kemudian menjadi bahan analisis penelitian. Pemikiran Sukarno tentang sosio-demokrasi dan Manuel Castells tentang masyarakat jaringan adalah dua contoh pemikiran. Mereka menyediakan kerangka kunci dari makalah ini. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan dua tantangan besar yang dihadapi bangsa ini, yakni demokrasi liberal dan fundamentalisme agama. Artikel ini menilai atau bahkan mengantisipasi apakah kedua tantangan besar tersebut dapat mejadi alat memecah belah bangsa dalam dekade-dekade mendatang.
Communication Style of Imigrant Dai in Da’wah Kulsum, Ummi; Santoso, Bobby Rachman
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/2rheve59

Abstract

Islam adalah agama dengan persentase terbesar di Indonesia. Mayoritas ini menjadikan Indonesia rumah bagi banyak dai, masing-masing dengan gaya dan caranya sendiri. Selain da'i lokal, ada dai yang berasal dari luar negeri yaitu Syekh Ali Jaber. Ia berdakwah dengan memperhatikan kearifan lokal dan toleransi. Syekh Ali Jaber yang berasal dari Arab memiliki jumlah ma'du yang besar di Indonesia. Popularitas dakwahnya karena Syekh Ali Jaber memiliki metode dakwah yang unik dibandingkan dai lokal di Indonesia. Namun, ia sempat menjadi kontroversi setelah insiden penikaman oleh seseorang saat berdakwah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustakaresearch untuk mengungkap gaya komunikasi dan implikasi dakwah Syekh Ali Jaber. Data primer yang digunakan adalah literatur, media sosial, berita, dan jurnal tentang Syekh Ali Jaber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyampaikan dakwahnya, Syekh Ali Jaber menggunakan qaulan layyinan, qaulan kariman, dan qaulan balighan. Sedangkan dakwah disampaikan dengan cara hikmah, mauidhah hasanah, dan mujadalah. Masyarakat menilai bahwa dakwah yang dilakukan Syekh Ali Jaber bersifat moderat, mencerminkan kedamaian, dan santun (tidak memihak ormas atau lembaga dakwah). Syekh Ali Jaber dalam menjalankan dakwahnya lebih terbuka dan juga berasimilasi dengan seluruh kalangan umat Islam tanpa membedakan ormas dan aliran keagamaan lainnya.
Dakwah Digital dalam Komik Line Webtoon Laa Tahzan: Don’t Be Sad dalam Perspektif Semiotika Syamsuri, Ahmad Rofi; Sunaryanto; Helmy, Afnan Nadjib
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 2 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/7kaqjx35

Abstract

Komik Line Webtoon bisa digunakan sebagai sarana dakwah digital yang menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pendekatan budaya. Tetapi yang menjadi masalah, meskipun dapat digunakan sebagai sarana dakwah digital, Komik Line Webtoon kenyataannya berkembang melalui kepentingan industri dan kapitalisme media. Proses industrialiasi Komik Line Webtoon ini bisa berkembang dengan baik sebab prosesnya menggunakan yang disebut sebagai glokalisasi. Penelitian ini menganalisis makna dakwah digital dalam Komik Line Web Ton Laa Tahzan: Don’t be Sad episode #88 #89# 90 dan #116. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis tekstual dengan teori semiotik. Penelitian ini menemukan dakwah digital dalam The Line Webtoon: Laa Tahzan Jangan Sedih dalam empat episode yaitu menggunakan tanda korek api, kacamata, hijab, pantai, teks terjemahan Al-Qur'an dan hadits. Penanda yang digunakan dalam empat episode tersebut adalah Arno, Hatta, Uda Sheng, Aliya dan Aya. Petanda yang digunakan adalah pembelajaran, kedisiplinan, ilmu, kesabaran, kejujuran, tidak berbohong, kekuatan Allah SWT, ketakwaan, aqidah, kekuasaan Allah SWT, pasrah kepada Allah SWT, kekhilafan kepada Allah SWT, kezaliman terhadap Allah SWT. Jika disimpulkan makna dakwah digital komik ini terbagi menjadi tiga poin penting yaitu aqidah, akhlak dan muamalah. Makna denotasinya adalah pentingnya ilmu, pentingnya puasa, pengertian rakaat shalat tarawih, dan larangan syirik terhadap Allah SWT. Makna konotasinya saat ini umat Islam belum membangun ilmu pengetahuan, puasa yang belum diamalkan dengan baik, konflik karena perbedaan rakaat shalat tarawih, dan kesyirikan kepada Allah SWT.
Analisis Metode Dakwah pada Suku Anak Dalam (SAD) Jambi Hambali, M.
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 2 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/qg2zas13

Abstract

Suku Anak Dalam di Jambi memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme yang turun menurun diwariskan oleh nenek moyang. Dalam perkembangan Suku Anak Dalam, mereka mulai meninggalkan kepercayaan nenek moyang dan lebih memilih memeluk agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode dakwah dengan menerapkan prinsip komunikasi Islam (Dakwah), tablîgh, taghyîr, takwîn al-ummah/amar makruf nahi munkar, dan khairiyah al-ummah/akhlâq sebagai upaya menyebarkan agama Islam di Suku Anak Dalam.Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori Komunikasi Islam oleh Andi Faisal Bakti dan Edi Amin. Teori ini mengatakan bahwa dakwah dilakukan dalam empat tahapan, yaitu tablîgh, taghyîr, takwîn al-ummah/amar makruf nahi munkar, dan khairiyah al-ummah/akhlâq. Selain itu penelitian ini juga terdapat teori pendukung, yaitu teori atribusi Fretz Heider yang mengungkapkan beberapa hambatan yang dihadapi pendakwah dalam menyebarkan agama Islam di Suku Anak Dalam meliputi hambatan ekologi, psikologi, dan semantik. Penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah yang dilakukan di Suku Anak Dalam sudah sesuai dengan tahapan teori komunikasi Islam dan telah mengalami perubahan berlanjut hingga mencapai pembangunan secara fisik dan nonfisik puncaknya Suku Anak Dalam membentuk komunitas yang mana nilai-nilai agama dipedomani dengan baik.
Dinamika Dakwah Islam dalam Era Digital: Kajian terhadap Strategi Implementasi dan Tantangan yang Dihadapi Muzayanah, Agustriani; Lubis, Yasser Muda
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 2 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/6n1zcq66

Abstract

Tulisan ini membahas tentang strategi dan tantangan dakwah pada zaman digital. Saat ini, media teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat. Hal tersebut tentu harus diikuti dengan berkembangnya perangkat atau sarana dakwah yang digunakan. Sekarang ini, aktivitas dakwah tidak hanya dilakukan dengan metode tatap muka langsung, akan tetapi bisa juga dilaksanakan dengan metode jarak jauh menggunakan sarana media digital seperti media internet dan media sosial. Perkembangan teknologi ini menjadi sebuah tantangan besar bagi setiap masyarakat Muslim dalam menjalankan aktivitas dakwahnya, dikarenakan belum semua mampu dan bisa beradaptasi dengan perkembangan media teknologi tersebut. Maka setiap masyakat Muslim perlu untuk memahami dan menentukan langkah-langkah strategis apa yang diterapkan dan tantangan dakwah apa yang bakal dihadapi. Langkah-langkah strategis yang harus dimiliki setiap muslim dalam berdakwah antara lain memperkaya diri dengan wawasan kelimuan, mengedepankan sikap kritis akan infomasi-informasi yang diterima, memanfaatkaan kemajuan teknologi informasi sebagai sarana dalam berdakwah, mempunyai kreatifitas yang tinggi dalam membuat konten-konten dakwah yang berkualitas, dan memberikan contoh yang baik dengan mengedepankan nilai-nilai etika yang baik. Tantangan dakwah pada zaman digital berupa kemampuan dalam digitalisasi buku-buku agama, menciptakan aplikasi yang memuat konten-konten keagamaan berbasis Android, memperbanyak media podcast yang berisi tentang pemahaman keagamaan sebagai media dalam dakwah.
Fenomena Gerakan Hijrah Virtual: Studi Grup WhatsApp Kelas Cewe Hijrah (September) Natasari, Nofia
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 2 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/sbvf3148

Abstract

Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, gerakan hijrah virtual menjadi fenomena menarik yang mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam menghadapi tantangan dunia modern. Penelitian ini mengeksplorasi Gerakan Hijrah Virtual pada Kelas Cewe Hijrah (September), sebuah komunitas online yang mengadopsi gaya hidup berbasis agama, khususnya Islam, dalam konteks digital. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali motivasi, pemaknaan hijrah, dan dampaknya pada kehidupan sehari-hari anggota. Hasil wawancara menunjukkan perubahan positif dalam kualitas ibadah, peningkatan ilmu, dan pembentukan relasi positif. Dalam kerangka teoretis interaksionisme simbolik, penelitian ini melihat bagaimana anggota kelompok menciptakan makna melalui interaksi sosial virtual. Kesimpulan penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi dan tantangan Gerakan Hijrah Virtual dalam konteks perkembangan sosial dan spiritual masyarakat modern.
Meme sebagai Media Dakwah: Analisis Konten Memeislam.id di Kalangan Milenial Muhasyim; Putra, Abdul Azhar
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 5 No. 1 (2024): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/geh2m168

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah fenomena dakwah menggunakan meme di Instagram, yang berbeda dari dakwah tradisional seperti di masjid, majelis, dan halaqoh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten Memeislam.id sebagai media dakwah di kalangan milenial serta penerapan metode dakwah dalam kontennya. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi virtual Joseph Walther yang mengkaji pengembangan hubungan dalam format Computer Mediated Communication (CMC). Teori ini mencakup tiga perspektif: komunikasi impersonal, interpersonal, dan hyperpersonal. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode observasional online dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Memeislam.id berkomunikasi dengan komunikan melalui tiga tahapan CMC: impersonal, interpersonal, dan hyperpersonal. Pada tahapan impersonal, emotikon dan meme digunakan untuk menggantikan bahasa nonverbal. Pada tahapan interpersonal, meme yang relevan dengan masyarakat digunakan untuk membuka diri dan mendapatkan respon berupa like, comment, follow, dan share. Pada tahapan hyperpersonal, variabel sender, receiver, channel, dan feedback digunakan secara efektif. Konten Memeislam.id juga menerapkan tiga metode dakwah dalam QS. An-Nahl 125: hikmah, mauidhah hasanah, dan mujadalah, menjadikan dakwah lebih mudah diterima dan dipahami oleh kalangan milenial. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami strategi dakwah digital dan mengusulkan arah baru bagi penelitian lanjutan tentang penggunaan media sosial sebagai platform dakwah yang efektif.

Page 9 of 11 | Total Record : 108