cover
Contact Name
Muhamad Ibtissam Han
Contact Email
mibtissamhan@ptiq.ac.id
Phone
+6282119020222
Journal Mail Official
elmadani@ptiq.ac.id
Editorial Address
https://journal.ptiq.ac.id/index.php/elmadani/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Published by Institut PTIQ Jakarta
ISSN : 26205998     EISSN : 27217167     DOI : doi.org/10.53678/elmadani
El Madani Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam is a scientific journal with a focus on the study of dakwah and islamic communication.
Articles 103 Documents
Etika Komunikasi Pejabat Publik dalam Penanganan Pandemi Covid-19 Fahruddin, Ahmad
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 (2021): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/7jc0e284

Abstract

Komunikasi pejabat publik sangat memengaruhi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan berkorelasi positif dengan efektivitas penanganan Covid-19. Sayangnya, sebagaimana ditemukan penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data dari media online yang credible, terdapat sejumlah pejabat publik yang sering melontarkan pernyataan kontroversial tentang Covid-19 yang tidak sepenuhnya berbasis ilmiah, data akurat, dan fakta empirik. Selain menimbulkan problem etika komunikasi, hal ini telah memunculkan tanggapan pro kontra, kegaduhan, kesimpangsiuran, dan menggangu serta menghambat percepatan dalam penanganan pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar pejabat publik memperhatikan dan mengedepankan etika komunikasi dalam penanganan pandemi Covid-19 agar pandemi Covid-19 dapat dikendalikan, dan cepat dienyahkan dari bumi Indonesia.
Tolerant and Intolerant Messages: Phenomenology Study of Ulama in West Jakarta Riswandi; Rizani, Hadian; Mukkaraga, Afdal
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 (2021): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/h6t1n191

Abstract

Messages that are communicated textually and erroneously are then received by individuals whose lack of religious knowledge encourages tolerant and intolerant behavior, resulting in interfaith violence as happened in Indonesia in the 90s. The research focused on the experience and meaning of the cleric in West Jakarta regarding tolerance and intolerance. The method to conduct this research is qualitative method with a phenomenological approach, through in-depth interviews with ten participants, then analyzed through horizonalization to form a general meaning and in-depth description of tolerance and intolerance.The results show that religious tolerance is interpreted as the freedom of every person to practice worship in accordance with their beliefs on the basis of mutual respect with other people of different religions to create an atmosphere conducive to the common good. This freedom is limited to the scope of each religion which manifests through mutual assistance in helping social and cultural issues.Religious intolerance is characterized by an attitude of disrespect for the worship activities of adherents of other religions arising from understanding textual teachings of religion, blind fanatics, and injustice that inhibits national and state unity. Religious intolerance is perceived not to happen if every religious adherent is willing and able to carry out their respective religious teachings. Forms of intolerance through disagreement and conflicting, destructive, hateful and envious in dealing with religious differences. This research has implications for the expansion of the implementation of the concepts of tolerance and intolerance, and policy changes in multi-religious countries.
Pengaruh Tayangan Indonesia Bagus NET TV terhadap Kebudayaan Siswa-Siswi MAN Baturaja Sumatera Selatan Marini
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 (2021): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/fvks4b44

Abstract

The rise of television programs has an impact on the audience who watch them. This influence can have a positive or negative impact depending on the type of impression itself. If a show is watched for a long enough period of time and repeatedly, it will have an impact on the audience. This study aims to determine whether there is an influence watching the Indonesian Bagus program on NET TV with the level of knowledge about culture and cultural attitudes of the students of MAN Baturaja, South Sumatra. This study uses a quantitative explanatory approach with an experimental design. The theory used is cultivation which was developed to explain the impact of watching television for heavy viewers. George Gerbner stated that for heavy viewers of television, it will essentially monopolize and include information sources. The result of this research is if a show will not affect the heavy viewers audience. However, a show can have an impact, depending on the quality of the show itself.
Manajemen Media TV9: Telaah Perkembangan Bisnis Dakwah di Era Media Baru Pamungkas, Anggit; Halwati, Umi
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 4 No. 2 (2023): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/0f6vr264

Abstract

Dakwah Islam dengan menggunakan media, merupakan salah satu bentuk aplikasi strategis bagi kaum muslim tentang perlunya melakukan syi’ar Islam dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga diharapkan mampu untuk menarik animo masyarakat umum untuk mendengarkan seruan-seruan ajaran Islam. Proses penggunaan media dalam dakwah, sejatinya merupakan proses inovatif dalam melakukan dakwah agar “pesan hikmah” yang disampaikan bisa tersampaikan dengan baik dan maksimal. Seiring perkembangan teknologi informasi dan globalisasi, industri media massa juga mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan tersebut terlihat jelas pada aspek struktur, mekanisme kerja dan operasional maupun konten media massa. Hal ini, pada akhirnya mendesak berbagai institusi media untuk mengikuti pola-pola persaingan bisnis industri media agar tetap bertahan. Ketatnya iklim persaingan dalam industri media massa pada akhirnya berpengaruh pada makin kuatnya nilai-nilai kepentingan ekonomi (profit) terhadap nilai-nilai idealisme media. Metode penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Manajemen media yang di terapkan pada TV9 ini sama seperti perusahaan media-media yang lain, yang membedakan di TV9 ini masih adanya kultur pesantren yang melekat, dikarenakan merupakan TV religi yang spirit kelahirannya dari para kaum santri. Mengenai aktivitas manajemen media terkait isu-isu dorongan pasar dan isu-isu kepentingan publik diantara kepentingan bisnis dan dakwah lebih condong pada orientasi dakwah dikarenakan dakwah merupakan visi dan misi dari TV9 dan kebanyakan program acaranya adalah program dakwah.
Diskursus Pluralisme Agama dalam Perspektif Aksi Komunikatif Soedjono, Sri Rosmalina
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 (2021): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/fp6s7d11

Abstract

Discourse on religious pluralism emerged in the west along with the demands of globalization. Where the owner of power over the modern world wants an order that can bring together the various inhabitants of the world by removing various religious barriers and a single claim to the truth. But this current of view becomes problematic when it collides with the truth by various existing religions. The rejection is very strong, especially from within the Islamic religion. Although the concept of pluralism meets equality in Islam which means diversity, but the fundamental paradigm on which pluralism is built is very different, Western Pluralism departs from the value of secularism while Pluralism in Islam's view is built on the truth value of the revelation of the Qur'an and Hadith. Diversity according to Islam does not require that there is a truth that must be recognized together, but the truth of each religion must be defended. Furthermore, even though humans have different religions and views of life, according to Islam, fellow human beings must be able to work together within the boundaries of worldly affairs to create a just and compassionate life together with fellow human beings, while still holding fast to their respective religions. Although the atmosphere of interfaith dialogue does not need to be prevented and hindered each other, all in an atmosphere of freedom and harmony.
Strategi Komunikasi Forum Kerukunan Umat Beragama dalam Pengembangan Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Sleman Rahman, Wildan Adi
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 2 (2021): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/bmd1aj09

Abstract

Sleman Regency is one of the districts that has the highest level of religious diversity in Yogyakarta Province which is ideally vulnerable to harmony conflict between religious people, but in the last four years it is suspected that there is no conflict of religious harmony in the district. The method used in this study is qualitatively descriptive. After research was conducted it was found that, 1) the communication strategy implemented by FKUB Sleman in determining communicators is to choose a trustee of harmony (sub-district level) which is part of the religious organization in accordance with the religion embraced by the guardian of the harmony, the harmony (village level) chosen by the community itself, 2) communication strategies applied in determining the analysis of audience needs by conducting a joint review of four community groups including, permission groups, support groups, opposition groups, and evaluation groups, 3) communication strategies in the preparation of messages used are persuasive, coercive, and educative techniques, 4) communication media used by FKUB Sleman, namely print media such as newspapers,  books, and brochures, 5) as for the dynamics of harmony of diverse people in Sleman Regency is currently in a harmonious state.
Penguatan Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat pada Pesantren Al-Hilal Bandung melalui Pendekatan Social Marketing Kuswara, R. Nanang; Muzayanah, Agustriani; Muhasyim; Lubis, Yasser Muda
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2022): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/tytggh43

Abstract

Di tengah persoalan  pesantren di era milenial ini yang kerapa menuai citra yang kurang positif di tengah masyarakat, karena manajemen dan aktivitas penggalangan dana bagi pembangunan pesantren yang diambil melalui penyebaran santri atau pengurusnya ke jalan-jalan dan ke rumah-rumah. Namun, Ponpes Al-Hilal di Bandung menunjukkan keberhasilannya dengan penguatan program mandiri dan kewirausahaan para pengurusnya dalam memajukan pesantren. Kajian ini menggunakan pendekatan  social marketing melalui produk sosial dan praktik sosial, juga dakwah bil hal sebagai pilar program bagi kemaslahantan umat. Metode yang pakai adalah focus group discussion (FGD) pada para pimpinan, pengurus, dan santri Ponpes al-Hilal dilengkapi para partisipan dan donatur dari berbagai instansi. Hasil kajian melaporkan bahwa penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat tercapai dengan menjalankan social marketing seperti mengelola produk sosial, Ponpes Al-Hilal dengan menerbitkan Al-Qur’an Jabal dan penerbitan media, sedangkan praktik sosial yaitu pembagian waqaf Al-Qur’an, Sumur Waqaf, pembagian beras keliling, qurban, LAZIZWAF, dan lainnya. Untuk media informasi Ponpes Al-Hilal melalui ceramah  kiai/ustaz, publikasi   media   massa dan media online di facebook, Whatsapp group, instagram dan website,  penulisan karya,   penyebaran   brosur,  kalender,  bulletin;   pemasangan   spanduk,   pelibatan  peran serta masyarakat,  alumni,  dan  siaran radio dan TV. Secara dakwah bil hal, Ponpes Al-Hilal memegang prinsip Islam merupakan agama yang memperhatikan hubungan personal seseorang terhadap masyarakat dan orang-orang yang hidup di sekitarnya.
Pencegahan Perundungan di Sekolah melalui Character Building dalam Pendekatan Al-Qur’an Awwaliansyah, Ibnu; Shunhaji, Akhmad
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2022): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/bbkcxa17

Abstract

Persoalan perundungan (bullying) sebagai perilaku komunikasi di Indonesia pada siswa yang semakin meningkat di sekolah. Berdasarkan banyak penelitian yang telah dilakukan penyebabkan adalah absennya character building yang terinternalisasi dalam diri siswa, sehingga perlunya pencegahan yang komprehensif, efektif dan tepat. Karena, sudah banyak strategi, metode, model, dan teknik yang dilakukan berbagai ahli sepertinya belum begitu efektif menuntaskan perilaku perundungan di sekolah yang sudah sangat kritis ini. Pendekatan Al-Qur’an menjadi pilihan yang tepat dan akurat dalam memberikan solusi penegahan perundungan di sekolah tanpa menegasikan teori, model dan konep perundunggan dan pendidikan karakter yang sudah digagas dan dilakukan para ahlinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pencegahan perundungan di sekolah melalui pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an. Kerangka teori yang digunakan yaitu humiliation theory dalam perundungan dan teori humanistik dalam pendidikan karakter. Sedangkan untuk metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, teknik analisis yaitu analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan pendidikan karakter dalam perundungan telah dijelaskan secara mendalam dan komprehensif, baik dalam ayat-ayat-Nya, para mufasir dan hadis. Perundungan adalah perbuatan yang tidak manusiawi (insaniyah) dan merupakan dosa besar sebagaimana terdapat dalam surah dan al hamz dan al lamz artinya mencela (Al Humazah/104:1), as sukhriyah artinya merendahkan (Al Hujurat/49:11), yadhhakûn dari adh dhahak artinya menertawakan ((Al Mutaffifin/83:29), al-ghamz artinya memberi isyarat dengan matanya bertujuan merendahkan (Al Mutaffifin/83:30), dan lainnya.
Mendedahkan Keberagamaan dalam Kebersamaan: Bentuk Pengejawantahan Spiritualitas Lokal Sedulur Sak Lawase di Kalasan Setiawan, Johannes; Masroer
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2022): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/dm2g8f11

Abstract

Artikel riset yang berjudul, “Mendedahkan Keberagamaan dalam Kebersamaan: Bentuk Pengejawantahan Spiritualitas Lokal Sedulur Sak Lawase di Kalasan”, disusun dengan maksud untuk memberikan gambaran komprehensif sekaligus mendedah secara analitik berkenaan dengan jalinan relasi dari masyarakat beragama yang berada dalam wilayah yang menyatu dalam satu bingkai kebudayaan Jawa sebagai kebudayaan lokal yang memiliki pengaruh signifikan dalam proses pembentukan kebudayaan nasional Indonesia saat ini. Dengan menggunakan penelitian model grounded research dan menyertakan metode, observasi, interview, FGD dan dokumentasi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip Seduluran sak lawase yang hidup pada masyarakat kampong (lokal) Kalasan terjadi melalui perjalanan sosio-historis dari generasi ke generasi selama berabad-abad, terutama sejak masa pembangunan candi-candi Hindu dan Buddha di masa Mataram Kuno hingga kehadiran agama Islam dan Kekristenan. Hal itu yang kemudian menjadi pondasi nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan (seduluran sak lawase) yang kokoh yang dipraktikkan oleh masyarakat kampong Kalasan hingga saat ini sehingga membentuk nilai spiritualitas yang mengakar kuat. Adapun bentuk dari prinsip seduluran sak lawase adalah menanamkan rasa persaudaraan (kekeluargaan) yang bersifat ikatan batiniah kepada siapapun tanpa membeda-membedakan suku, ras, asal daerah, bahkan agama. Modal kebersamaan tersebut kemudian terus mengalami rekontekstualisasi sesuai kebutuhan zaman, seperti untuk pembangunan fasilitas umum (jalan, selokan, pos ronda, dan sebagainya) serta memberikan penghormatan pada tiga momentum sakral dalam kehidupan orang Jawa, yaitu kelahiran, pernikahan dan kematian yang sebenarnya juga menjadi siklus dasar kehidupan umat manusia sejagad.
Rekonsepsi Komunikasi Gender dalam Al-Qur’an Pambayun, Ellys Lestari; Umar, Nasaruddin
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2022): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/p9vc0d28

Abstract

Tujuan kajian adalah mengeksplorasi komunikasi gender melalui pemahaman pada tafsir-tafsir yang non misoginis sehingga terwujud masyarakat Muslim yang liberatif, adil, dan harmoni. Berdasarkan penelusuran secara kualitatif dan studi literatur pada tafsir-tafsir klasik maupun kontemporer bahwa komunikasi gender secara umum dideskripsikan memiliki potensi yang setara dalam menjadi perilaku destruktif maupun konstruktif, baik di ruang privat maupun ruang publik. Temuan menariknya dalam penelitian ini adalah, dalam perspektif Al-Qur’an masing-masing karakter komunikasi laki-laki dan perempuan dideskripsikan memiliki dimensi oposisi biner – positif-negatif, kuat-lemah, rasional-emosional, subjektif-objektif, dan privat-publik yang kemudian menjadi pemantik perdebatan mulai dari kalangan ulama sampai akademis yang berimplikasi pada fungsi dan posisi kedua jenis kelamin ini di muka bumi. Perspektif Al-Qur’an pada wilayah komunikasi gender dalam kaitannya dengan aksi kekerasan atau diskriminasi, ditemukan komparasi dan solusinya dalam dua syarat komunikasi, yaitu: a) verbal (qawlan ma’rufa, qawlan baligha, qawlan maysura, qawlan layina, qaulan karima, qawlan sadida, qawlan tsakila, dan qawlan adhima) dan b) nonverbal (facial/ekspresi (ghadul bashar), proksemik (ikhtilat, ‘ijtima, nfishal), kinestetik (khithab), artifisial/performans (tabaruj), sensitivitas sentuhan, dan lainnya. Kajian ini memiliki kesamaan pandangan dengan: al-Maraghi, as-Suyuthi, al-Zuhaili, Wadud (1999), Umar, Hamka, Shihab dan lainnya yang mengungkapkan perbedaan potensial beberapa jenis verbal dan nonverbal manusia menentukan perbedaan komunikasi secara jenis kelamin, namun dalam kedudukan, posisi, dan peran tidak memiliki perbedaan secara intelektual, emosional, dan transendental.

Page 8 of 11 | Total Record : 103