cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
INDIKATOR BANTUAN HIDUP DASAR UNTUK MENOLONG KORBAN TENGGELAM Galih Priambodo; Anita Istiningtyas; Egar Rahardiantomo
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 7 No. 2, Juli 2016
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.754 KB)

Abstract

ABSTRAKHampir 90 persen kejadian tenggelam di Indonesia tidak mendapat pertolongan secara cepat. Halini banyak disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya tingkat pengetahuan terhadappertolongan pertama pada korban tenggelam dan kurangnya sosialisasi tentang manfaat pertolonganpertama pada korban tenggelam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui indikator bantuan hidupdasar pada wisatawan tenggelam. Penelitian kualitatif menggunakan analisa Miles and Huberman,dengan desain Grounded Theory. Penelitian menggunakan desain penelitian Grounded Theory untukmencari indikator bantuan hidup dasar korban tenggelam. Jumlah informan dalam penelitaian tigaorang. Informan adalah lifeguard yang ahli dalam penyelamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwaProsedur BHD melakukan evakuasi korban ke tepi pantai, kemudian melakukan airway, breathing, dancircuation. Evaluasi tindakan BHD ialah memposisikan korban pada posisi recovery kemudian merujukke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk penaganan lebih lanjut. Hambatan pelaksanaan BHDberupa keadaan laut, keadaan geografis serta sarana yang kurang atau tidak memadahi. Kesimpulanpenelitian menunjukkan bahwa indikator bantuan hidup dasar pasien tenggelam adalah melakukanevakuasi korban ke tepi pantai, kemudian melakukan airway, breathing, dan circuation.Kata kunci : lifeguard, bantuan hidup dasar, tenggelamABSTRACTAlmost 90% incidences of drowning in Indonesia do not get a help quickly. This is often caused byseveral factors, such as the lack knowledges of the first aid in handling the drowning victims, and thelack guidances of the benefits of the first aid to the victims drowned. This study aims to determine theindicators on basic life support or help on tourists drowning. This qualitative study uses analysis Milesand Huberman with grounded theory desaign. This study uses a Grounded Theory research designbecause to look for indicators of basic life support victims drowned. The number of informants in thisresearch is three people. The informant is a lifeguard who are experts in rescue. The results showthat the procedures of BLS are first, evacuate the victim to the beach, then do the airway, breathing,and circulation. The evaluation of BLS action is positioned the victim in recovery position and thenaccompany them to the clinic or the nearest hospital for further treatment. The lacks of BLS action aresea conditions, geographic and the less facilities. The conclucion of the study shows that indicators ofbasic life support victims drowned is evacuate the victim to the beach, then do the airway, breathing,and circulation.Key word : lifeguard, basic life support, drowning
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI SELAMA KEHAMILAN Anis Nurhidayati; E Ernawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 7 No. 2, Juli 2016
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.32 KB)

Abstract

ABSTRAKPengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku atautindakan seseorang (overt behavior). Apabila perubahan perilaku didasari dengan pengetahuan dansikap yang positif maka akan menyebabkan langgengnya perilaku (long lasting). Pemenuhan kebutuhannutrisi pada ibu hamil berkaitan erat dengan tinggi rendahnya pengetahuan ibu tentang nutrisi padasaat hamil. Ibu hamil dengan pengetahuan gizi baik diharapkan dapat memilih asupan makanan yangbernilai gizi baik dan seimbang bagi dirinya sendiri, janin dan keluarga. Pengetahuan gizi yang baikdapat membantu seseorang belajar bagaimana menyimpan, mengolah serta menggunakan bahan makananyang berkualitas untuk dikonsumsi. Pengetahuan yang kurang menyebabkan bahan makanan bergizi yang tersediatidak dikonsumsi secara optimal. Metode penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan crosssectional study, di BPS Mitra Ibu Sragen selama 6 bulan. Populasi penelitian adalah 30 ibu hamildengan teknik sampling quota sample. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik analisis dataadalah Spearman’s Rho dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 5%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik dengan perilaku pemenuhan nutrisi baik sebanyak2 orang (6.67%), cukup 7 orang (23.33%) dan kurang 1 orang (3.33%). Ibu hamil yang memilikipengetahuan cukup dengan perilaku pemenuhan nutrisi baik sebanyak 1 orang (3.33%), cukup 13orang (43.33%) dan kurang 1 orang (3.33%). Ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang denganperilaku pemenuhan nutrisi baik sebanyak 1 orang (3.33%), cukup 3 orang (10.00%) dan kurang 1orang (3.33%). Berdasarkan hasil analisis Spearman’s Rho dengan tingkat kepercayaan 5% diperolehnilai p hitung 0.146 < p tabel 0.364 dan p-value 0.442 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidakada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku pemenuhan kebutuhan nutrisi selamakehamilan.Kata Kunci: tingkat pengetahuan, perilaku, nutrisi, kehamilanABSTRACTCognitive is very important domain knowledge for the formation of a person’s behavior or actions(overt behavior). If the behavior changes based on the knowledge and a positive attitude will leadto the perpetuation of behavior (long lasting). Meeting the needs of nutrition in pregnant women isclosely related to the level of knowledge of mothers about nutrition during pregnancy. Pregnant womenwith the knowledge of good nutrition is expected to choose the food intake of good nutritional valueand balance for himself, fetus and family. Knowledge of good nutrition can help a person learn howto store, process and use a quality foodstuffs for consumption. The knowledge that they cause lessnutritious food available is not optimally consumed. The research method is analytic survey with crosssectional approach, in BPS Mitra Ibu Sragen for 6 months. The study population was 30 pregnant women with quota sampling technique sample. The research instrument was a questionnaire. The dataanalysis technique is Spearman’s Rho with a confidence level of 95% or α = 5%. The results showed thatpregnant women who have a good knowledge of nutrition with good behavior as much as 2 (6.67%), just7 people (23:33%) and less than 1 (3:33%). Pregnant women who have sufficient knowledge of nutritionwith good behavior as much as 1 (3:33%), just 13 people (43.33%) and less than 1 (3:33%). Pregnantwomen who have less knowledge of nutrition with good behavior as much as 1 (3:33%), just 3 votes(10.00%) and less than 1 (3:33%). Based on the analysis of Spearman’s Rho with a confidence levelof 5% calculated p values obtained 0146 <p table and the p-value 0.364 0.442> 0.05. This shows thatthere is no relationship between the level of knowledge of mothers with behavioral fulfilling nutritionalneeds during pregnancy.Keywords: level of knowledge, behavior, nutrition, pregnancy
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WUS DI SURAKARTA JAWA TENGAH Arista Apriani; Mei Lina Fitri Kumalasari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.568 KB)

Abstract

ABSTRAK   Jenis kanker di Indonesia didominasi kanker payudara. Deteksi dini belum populer di Indonesia, oleh karena itu diberikan pendidikan kesehatan untuk peningkatan pengetahuan atau sikap masyarakat. Metode   pendidikan kesehatan merupakan salah satu jawaban terhadap beberapa masalah yang dihadapi dalam pendidikan kesehatan  yaitu salah satunya dengan booklet. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan booklet terhadap pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini kanker payudara.Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan before and after with control experiment design. Populasi sumber (populasi terjangkau) yaitu wus di Kelurahan Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel secara purposive. Kelompok kontrol jumlah sampel 30 subjek dan kelompok eksperimen (booklet) jumlah sampel 30 subjek. Pengumpulan data pengetahuan dan sikap diukur dengan kuesioner. Analisis data dengan analisis regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan wus yang mendapatkan pendidikan kesehatan dengan booklet memiliki pengetahuan tentang kanker payudara 6,66 poin lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (b = 6,66; CI 95%; 5,11 hingga 8,22; p < 0,001). Wus yang mendapatkan pendidikan kesehatan dengan booklet memiliki sikap tentang deteksi dini kanker payudara 14,00 poin lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (b = 14,00; CI 95%; 9,88 hingga 18,12; p < 0,001). Kesimpulan ada perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan dengan booklet dibandingkan dengan kelompok kontrol (tanpa perlakuan) terhadap pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini kanker payudara dengan mengendalikan tingkat pendidikan formal serta pengetahuan dan sikap sebelum perlakuan. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Kanker Payudara, Pengetahuan, Sikap, Booklet.   ABSTRACT   The types of cancer in Indonesia is dominated by breast cancer. Early detection has not been popular; for that reason, health education is given to improve the society’s knowledge or attitude. Health education method is an answer to several problems encountered in health education, one of which is booklet. The objective of research was to analyze the effect of health education with lecturing method compared with booklet on the knowledge and attitude about Early Detection of Breast Cancer. This type of research was a quasi-experiment using before and after with control experiment design. The source population (targeted population) was all productive women in Kelurahan Mojosongo, Surakarta, Central Java. The sampling technique used was purposive sampling. The control group consisted of 30 subject samples and the experiment group (booklet) consisted of 30 subject samples. The collection of knowledge and attitude data was measured using questionnaire. The data analysis was conducted using aanalysis of covariance. The research finding showed that, the productive age women obtaining health education with booklet had knowledge about breast cancer 6.66 points higher than control group (b = 6,66; CI 95%; 5,11 hingga 8,22; p < 0,001). The productive age women obtaining health education with booklet had attitude on early detection of breast cancer 14.00 points higher than control group (b = 14,00; CI 95%; 9,88 hingga 18,12; p < 0,001). Conculsion There are differences in the effect of health education booklets as compared with the control group (no treatment) on knowledge and attitudes about early detection of breast cancer by controlling the level of formal education as well as knowledge and attitudes before treatment. Keywords: Health Education, Breast Cancer, Knowledge, Attitude, Booklet.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III MENUJU PROSES MENYUSUI Rahajeng Putriningrum; Annisaul Khoiriyah; Tresia Umarianti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.893 KB)

Abstract

ABSTRAK   Proses menyusui merupakan aktivitas yang sangat penting bagi seorang ibu, karena dengan lancarnya produksi ASI seorang wanita dapat memberikan kontribusi bagi negara. Cikal bakal suatu negara adalah bayi yang sehat dan tumbuh berkembang dengan sempurna. Untuk mencapai optimalisasi kesehatan bayi kunci utamanya adalah kesuksesan seorang ibu dalam memberikan ASI ekslusive, sedangkan kesuksesan ASI ekslusif diawali dengan kesuksesan dalam proses menyusui. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada Ibu Hamil Trimester III menuju proses menyusui. Metode penelitian menggunakan deskripsi observasi. Hasil yang dicapai pada penelitian ini secara univariat yaitu pada variabel pengetahuan didapatkan bahwa pengetahuan ibu hamil trimester III tentang menyusui berkategori baik terdapat 56% dan yang berpengetahuan kurang terdapat 44%. Kata kunci: tingkat pengetahuan, ibu hamil, trimester III, proses menyusui   ABSTRACT Breastfeeding is a very important activity for the mother, because of the smoothness of a woman’s breast milk production can contribute to the country. Forerunner of a country is a healthy baby and grow perfectly. To achieve the optimization of the baby’s health is the main key to the success of a mother in exclusive breastfeeding, while success of exclusive breastfeeding begins with success in breastfeeding. The study aims to determine the level of knowledge in Pregnancy Trimester III towards breastfeeding. The research method uses observation description. The results achieved in this study is the variable univariate knowledge gained that knowledge of third trimester pregnant women about breastfeeding either category are 56% and 44% are less knowledgeable. Key words: level of knowledge, pregnant women, the third trimester, breastfeeding  
KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG ICU RUMAH SAKIT PERMATA MEDIKA SEMARANG Dwi Retnaningsih; Dwi Nur Aini; Ita Yulianti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.328 KB)

Abstract

ABSTRAK Kepuasan keluarga pasien merupakan ungkapan perasaan senang atau kecewa yang muncul setelah membandingkan  antara  persepsi  terhadap  kinerja  pelayanan.  Kepuasan  keluarga  menjadi  pusat dari hasil yang sedang diakui sebagai ukuran kualitas pelayanan perawatan di ICU. Ketidakpuasan terhadap pelayanan keperawatan di ICU RS Permata Medika Semarang sering terjadi seperti penampilan perawat yang membosankan, informasi yang sulit dipahami, pemberian informasi yang kurang jelas, tanggapan yang tidak baik ketika keluarga bertanya, ketidaksigapan dalam memberikan informasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan keluarga pasien di ruang ICU. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel diambil secara consecutive sampling sebanyak 32 keluarga penunggu pasien kritis di Ruang ICU. Alat penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat uji Kendall’s tau-b. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan keluarga pasien di Ruang ICU Rumah Sakit Permata Medika Semarang (pvalue = 0,000). Profesi keperawatan diharapkan lebih meningkatkan kualitas pelayanan untuk menghadapi kompetisi dimasa yang akan datang, dengan mengikuti pelatihan-pelatihan untuk mewujudkan kualitas pelayanan.   Kata kunci : kualitas pelayanan keperawatan, kepuasan keluarga pasien, ICU   ABSTRACT Satisfaction of the patient’s family is an expression of feeling happy or disappointed that emerged after comparing the perceptions of service performance. Satisfaction family became the center of a result that is being recognized as a measure of quality of care in the ICU. Dissatisfaction with nursing care in ICU RS Permata Medika Semarang often occurs as a nurse dull appearance, the information difficult to understand, providing information that is less clear, the response was not good when the family asked, ketidaksigapan in providing information. The purpose of this study to determine the relationship between the quality of nursing care with the patient’s family satisfaction in the ICU. This research uses a correlational descriptive design with cross sectional method. Samples taken as many as 32 families consecutive sampling watchman critically ill patients in the ICU. Research tool using a questionnaire and analyzed univariate and bivariate test using Kendall’s tau-b. The results showed no relationship between the quality of nursing care with the patient’s family satisfaction in the ICU Hospital Permata Medika Semarang (pvalue = 0.000). The profession of nursing is expected to further improve the quality of services to face competition in the future, following the training to realize the quality of service   Keywords: quality of nursing care, family satisfaction, ICU
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG ALAT KONTRASEPSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SANGKRAH KOTA SURAKARTA H Hardiningsih; Agus Eka Nurma Yuneta; Fresthy Astrika Yunita
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.798 KB)

Abstract

  ABSTRAK Keluarga Berencana (KB) adalah suatu program yang dicanangkan Pemerintah dalam upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Ada berbagai macam alat kontrasepsi dan yang paling banyak diminati adalah suntik. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan para wanita tentang macam-macam alat kontrasepsi. Penyuluhan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang alat kontrasepsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pre test and post test design dalam satu kelompok. Sampel adalah wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan analisis data uji t didapatkan hasil nilai p = 0,000 < á = 0,05. Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi.   Kata kunci : penyuluhan, wanita usia subur, alat kontrasepsi       ABSTRACT Family Planning is a program launched by the government in an effort to increase awareness and public participation under Maturation Age Marriage (MAM), birth control, fostering family resilience, improving the welfare of small family, happy and prosperous. There are different kinds of contraceptives and the most preferred is a syringe. This is due to lack of knowledge of women about the various contraceptives. Counseling is one way to improve knowledge about contraceptives. The aim of research to determine the effect of extension of the level of knowledge of women of childbearing age about contraception in Puskesmas Sangkrah Surakarta. The research method using pre-experimental design with one group pre test and post test design in one group, the sample was women of childbearing age in Puskesmas Sangkrah and sampling techniques with purposive sampling. The results based on the analysis of the t test data showed the value of p = 0.000 <á = 0.05. The conclusion of research is no influence of illumination on the level of knowledge of women of childbearing age about contraception.   Keywords: counseling, women of childbearing age, contraception
HUBUNGAN KADAR ASAM URAT DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA WANITA PREDIABETES Hari Saktiningsih; Anastasia Rina Sulistyowati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.622 KB)

Abstract

ABSTRAK Prediabetes adalah subyek yang mempunyai kadar glukosa plasma meningkat akan tetapi peningkatannya masih belum mencapai nilai minimal untuk kriteria diagnosis diabetes mellitus. Kriteria prediabetes adalah individu yang tergolong Glukosa Darah Puasa Terganggu (GDPT) dan Toleransi Glukosa Terganggu (TGT), yakni Glukosa puasa 100-125 mg/dl dan glukosa 2 jam post prandial (GD2PP) 140- 199 mg/dl. Metode penelitian adalah metode analitik observasional dengan pendekatan cros-sectional. Instrumen penelitian menggunakan UASure Blood Uric Meter untuk pemeriksaan kadar asam urat dan glukoSure Blood Gluko Meter untuk pemeriksaan kadar glukosa darah. Hasil penelitian diuji korelasi Spearman diperoleh nilai p = 0.008, atau lebih kecil sama dengan α (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan kadar asam urat dengan kadar glukosa darah pada wanita prediabetes. Peningkatan kadar glukosa darah sejalan dengan peningkatan kadar asam urat.   Kata kunci: Prediabetes, asam urat, glukosa darah.       ABSTRACT Prediabetes is subject with increased plasma glucose level but not high enough to reach minimal level for criteria of diabetes mellitus diagnosis. Prediabetes criteria are those who classified as Impaired Fasting Blood Glucose (IFBG) and Impaired Glucose Tolerance (IGT) with Fasting Glucose of 100-125 mg/ dl and 2-hours postprandial glucose of 140-190 mg/dl. The method was conducted by using analytical observational with cross sectional approach. Instruments used in this study were UASure Blood Uric Meter to examine uric acid level and glucoSure Blood Glucose Meter to examine blood glucose level. The results of this study tested with Spearman’s correlation test which showed p value = 0,008, because p value was less than or equal to α (0,05) therefore Ho was rejected and H1 was accepted. There was significant association between uric acid level and blood glucose level in prediabetes women. The increase of blood glucose level was in line with uric acid level.   Keywords: prediabetes, uric acid, blood glucose
PENGARUH FAKTOR PREDISPOSITION, ENABLING DAN REINFORCING TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT PERKOTAAN MENGELOLA SAMPAH RUMAH TANGGA YANG DI MEDIASI OLEH VARIABEL MOTIVASI (STUDI KASUS DI RW V DAN VI KELURAHAN JOYOTAKAN, KECAMATAN SERENGAN, KOTA SURAKARTA) Yonathan Suryo Pambudi; Agerippa Yanuranda Krismani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.749 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini tentang pengaruh faktor predisposition, enabling, dan reinforcing terhadap perilaku masyarakat perkotaan mengelola sampah rumah tangga yang dimediasi oleh variabel motivasi. Penelitian ini dilaksanakan di RW V dan VI Kelurahan Joyotakan, Kota Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor predisposition, enabling, dan reinforcing terhadap motivasi masyarakat mengelola sampah; bagaimana pengaruh faktor predisposition, enabling, reinforcing dan motivasi terhadap perilaku mengelola sampah; bagaimana pengaruh variabel motivasi memediasi hubungan antara faktor predisposition, enabling, dan reinforcing terhadap perilaku mengelola sampah; serta bagaimana model keterkaitan antara faktor predisposition, enabling, dan reinforcing terhadap perilaku mengelola sampah yang di mediasi oleh variabel motivasi. Penelitian ini merupakan penelitian konfirmatori yang bertujuan mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel (hubungan kausalitatif) yang telah dikembangkan dari penelitian-penelitian terdahulu dengan fakta atau kejadian yang sesungguhnya di lapangan. Populasi penelitian adalah seluruh warga RW V dan VI Joyotakan. Jumlah populasi sebanyak 765 Kepala Keluarga (KK), sedangkan jumlah sampel sebanyak 150 KK. Data yang digunakan adalah data primer. Teknik analisis data dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan bantuan software Amos Versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model keterkaitan antara faktor predisposition, enabling, dan reinforcing terhadap perilaku mengelola sampah rumah tangga yang di mediasi oleh variabel motivasi dapat diterima. Hasil perhitungan dengan software Amos versi 21 diperoleh nilai Chi Square 575,861 < c2 (5%;676) = 737,596 dan nilai probability 0,998 > á = 0,05. Faktor predisposition, dan enabling berpengaruh terhadap motivasi masyarakat mengelola sampah, sedangan faktor reinforcing tidak berpengaruh terhadap motivasi masyarakat mengelola sampah. Faktor predisposition, enabling, dan motivasi berpengaruh terhadap perilaku masyarakat mengelola sampah, sedangkan faktor reinforcing tidak berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perilaku masyarakat mengelola sampah. Motivasi mengelola sampah rumah tangga memediasi hubungan antara faktor enabling terhadap perilaku mengelola sampah, tetapi tidak memediasi variabel predisposition, dan reinforcing. Kata Kunci : Sampah rumah tangga, Predisposition, Enabling, Reinforcing, Motivasi, Perilaku. ABSTRACT This study was examined the effect of predisposition, enabling and reinforcing to the behavior of urban communities in household waste managing that was mediated by motivational variables. This research was conducted in RW V and VI Joyotakan, Surakarta. This study objectives were known the effect of predisposition, enabling and reinforcing factors to the motivation in managing household waste; the effect of predisposition, enabling, reinforcing and motivation to wastemanaging behavior; the effect of motivation variables mediated the association between predisposition, enabling and reinforcing factors to the behavior of wastemanaging; and determined the relationship model between the predisposition, enabling and reinforcing factors to the behavior of waste managing mediated by motivational variables. This is confirmatory study aimed determined the variables interrelationship (causal correlation) which has been developed from previous studies with actual facts or events on the ground. The study populations are all of residents in RW V and VI Joyotakan.Population total are 765 households, while the number of study samples are 150 households.The study data was used primary data.Data analysis technique was used quantitative methods using statistical software Amos Version 21. The results were showed that the model of the relationship between the factors of predisposition, enabling and reinforcing to behavior of household waste managing that is mediated by motivational variables are acceptable.The calculations results by Amos version 21 software was obtained Chi Square values of 575.861 < X2 (5%; 676) = 737.596 and probability value of 0.998 > á = 0.05. The factors of predisposition and enabling were affected to the motivation of people in household waste managing, while reinforcing factors do not affected to motivation of people in household waste managing.Factors of predisposition, enabling, and motivation were affected the behavior of household waste managing, while reinforcing factors do not affected either directly or indirectly to the behavior of household waste managing. Motivation of household waste managing was mediated the relationship between the enabling factor to the waste managing behavior, but does not mediated the variables of predisposition and reinforcing. Keywords: household waste, predisposition, enabling, reinforcing, motivation, behavior.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK SARANGSEMUT (MYRMECODIA PENDANS) DAN EKSTRAK KELADI TIKUS (TYPHONIUM FLAGELLIFORME LODD.) DENGAN METODE DPPH (1,1-DIPHEYL-2-PICRILHIDRAZIL) W Wimpy; Tri Harningsih
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.209 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanaman sarang semut dan keladi tikus digunakan sebagai tanaman obat. Sarang semut memiliki kandungan tokoferol, fenolik dan flavonoid. Keladi tikus memiliki kandungan alkaloid, saponin, steroid, glikosida dan RIP (Ribosome Inacting Protein) efektif sebagai antioksidan dan penyembuhkan kanker. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi tanaman sarang semut dan keladi tikus dibandingkan dengan bentuk tunggalnya dalam menangkal radikal bebas metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrilhidrazyl). Metode penelitian adalah metode analitik ekperimental dengan tekhnik quota sampling. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS (Spectrofotometer AES-80). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tanaman sarang semut dan keladi tikus 2:1 termasuk paling aktif dengan IC50 91,7234 ppm dan dikategorikan kuat. IC50 bentuk tunggal keladi tikus sebesar 369,2582 ppm termasuk kategori sangat lemah. Bentuk tunggal sarang semut sebesar 99,0533 ppm termasuk dalam kategori kuat. Kombinasi sarang semut dan keladi tikus 1:2 sebesar 262,4262 ppm termasuk dalam kategori sangat lemah. Aktivitas antioksidan kombinasi sarang semut dan keladi tikus lebih kuat pada fraksi butanol dibandingkan dengan bentuk tunggalnya. Kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrak keladi tikus 2:1 memiliki aktivitas antioksidan paling kuat. Kata kunci: antioksidan, DPPH, keladi tikus, sarang semut, radikal bebas, quota sampling ABSTRACT The Sarang semut plants and keladi tikus use as a medicinal plant. Sarang semut plants contains tocopherol, phenolic and flavonoid. Keladi tikus contains alkaloids, saponins, steroids, glycosides and RIP (Ribosome Inacting Protein) are effective as an antioxidant and cancer healing. This study aims to find out the antioxidant activity of the combination of Sarang semut plant and Keladi tikus compared to the singular in counteracting free radical DPPH(2,2-diphenyl-1-picrilhidrazyl) method. The study used an experimental analytical method with quota sampling technique. Test of the antioxidant activity using UV-VIS spectrophotometry (Spectrophotometer AES-80). The results of research assigmed that combination Sarang semut plants and Keladi tikus 2:1 with with IC50 91,7234 ppm included in the strong category. IC50 singular Keladi tikus at 369,2582 ppm including very weak category. Singular Sarang semut of 99,0533 ppm is included in the strong category. The combination of Sarang semut plants and Keladi tikus 1:2 at 262,4262 ppm included in the category of very weak. The antioxidant activity of the combination of the two extracts is stonger on buthanol than of the singular extract. Combination extract sarang Semut and keladi tikus with ratio 2:1 has the highest antioxidant activity. Keywords: antioxidant, DPPH, keladi tikus, sarang semut, free radical, quota sampling
PENGARUH VARIASI KOMBINASI REBUSAN KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) DAN MADU TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Yusianti Silviani; Susanti Handayani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 1, Januari 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.223 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai pengaruh variasi kombinasi rebusan kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan madu terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus telah selesai dilakukan. Hasil yang dicapai diperoleh dengan desain analitik eksperimental dan pendekatan pre-post test without control. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar perbandingan penambahan rebusan kayu secang pada madu yang dikombinasikan, maka semakin besar pula daya hambat yang dihasilkan, yaitu dari 10,2 mm pada kombinasi kayu secang dan madu perbandingan 0:10 sampai 26,4 mm pada kombinasi 10:0. Uji One- way Anova didapatkan nilai p (value) sebesar .000. Kombinasi optimal rebusan kayu secang dan madu dalam penelitian ini adalah 6:4. Kata kunci : Rebusan kayu secang, madu, Staphylococcus aureus, difusi sumuran ABSTRACT The research about Influence of various combination of Secang wood (Caesalpinia sappan L.)’s stew and Honey on the Growth of Staphylococcus aureus had finished. The results obtained by an analytic experimental design on a pre-post without control approach. This research showed that the greater ratio of addition of secang wood’stew to honey, the greater inhibition zones resulted that was 10,2 mm on the combinationof 0:10 of secang wood and honey to 26,4 mm on the combination of 10:0. One-way Anova test showed the p (value) was .000. The optimum combination ofsecang wood’s stew and honey in this research was 6:4 Keywords : Secang wood’s stew, honey, Staphylococcus aureus, well-diffusion method