cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
Pengaruh stres kerja terhadap kepuasan hidup pada buruh garmen perempuan di Cicurug Kabupaten Sukabumi Multazam Al Akbar; Vinaya Vinaya
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 2 (2020): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.231 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i2.10751

Abstract

Objektif: Banyaknya industri pengolahan garmen yang ada di Cicurug, Kabupaten Sukabumi membuat sebagian besar perempuan di sana bekerja di pabrik garmen.  Salah satu masalah pekerjaan yang dialami oleh buruh di Cicurug adalah target kerja dan jam kerja yang berlebihan. Masalah tersebut sering menjadi pemicu stress sehingga terkadang berdampak pada kepuasan hidup terutama pada buruh garmen perempuan yang sudah menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh stres kerja terhadap kepuasan hidup pada buruh garmen perempuan di Cicurug, Kab. Sukabumi.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur stres kerja dari Parker dan DeCotiis (1983) dan untuk mengukur kepuasan hidup dari Diener dan Pavrot (dalam Diener, 2008). Sampel penelitian ini adalah 152 buruh garmen perempuan yang sudah menikah. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah accidental sampling. Metode analisis data dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana.Temuan: Hasil pengolahan data menujukkan bahwa stres kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan hidup buruh garmen di Cicurug, Kab. Sukabumi. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden buruh garmen wanita memiliki tingkat stress kerja yang rendah dan tingkat kepuasan hidup yang juga rendah.Kesimpulan: Hipotesis penelitian diterima.
Hallo Traveler, How Happy Are You? Psychological Well-Being Traveler Ditinjau Dari Big-Five Personality Dan Traveling Type Lusy Asa Akhrani; Muhammad Afif Alhad; Asalia Najib; Hanna Almira; Chintya Fatima Dewi; Syarifah Ayu Maulida; Candrika Yolanda
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 2 (2020): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.484 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i2.11281

Abstract

Berwisata telah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang dimana aktivitas tersebut dapat menghilangkan kejenuhan, meningkatkan daya kreatif serta memberikan relaksasi bagi individu (Kalebos, 2016). Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, menyampaikan bahwa wisata tak hanya memberikan stimulasi untuk kesehatan tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian (Farhan, 2012). Aktivitas pariwisata di Indonesia mulai berkembang dan telah menjadi gaya hidup tersendiri dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran personality dan tipe traveling yang dipilih traveler dengan psychological well-being traveler. Penelitian ini menggunakan tiga skala penelitian yaitu skala personality yang merujuk pada big five personality milik McCrae dan Costa, skala tipe traveling milik Scott dan Mowen dan skala psychological well-being milik Ryff. Penelitian dilakukan secara online disebarkan pada 1558 traveler. Analisis hasil menggunakan multiple linier regression. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa big-five personality secara simultan berperan terhadap psychological well-being. Sedangkan psychological well-being bila dikaitkan pada tipe traveling menunjukan hasil bahwa secara simultan traveling type memiliki peran terhadap psychological well-being.
Remaja perempuan yang menikah melalui perjodohan: Studi fenomenologis tentang penyesuaian diri Yusandi Rezki Fadhli
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 2 (2020): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.568 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i2.11301

Abstract

Abstrak. Perjodohan (arranged marriages) adalah suatu pernikahan yang diatur oleh orang tua atau kerabat dekat untuk pasangan, dan biasanya dilakukan pada perempuan remaja akhir yang nantinya akan memerlukan banyak penyesuaian setelah menikah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mendesripsikan secara utuh gambaran penyesuaian diri yang dialami oleh perempuan yang menikah di usia remaja akhir khususnya individu yang dijodohkan dengan calon suaminya. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 porang perempuan yang menikah pada usia remaja akhir melalui proses perjodohan. Tekinik pengambilan sampel dalam penelitian in adalah teknik purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis yang dilakukan melalui wawancara langsung dengan subjek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki penyesuaian diri baik terhadap pernikahan yang dijalani meskipun pernikahan tersebut merupakan pilihan orangtua dan bukan keinginan sendiri (perjodohan). Penelitian ini dapat bermanfat bagi subjek dan pembaca untuk mengevaluasi pernikahan yang mereka jalani.Kata kunci: penyesuaian diri, Remaja akhir, Perjodohan
Penerapan backward chaining untuk meningkatkan keterampilan berpakaian pada anak dengan disabilitas intelektual Maria Jessica Alexandra Soebroto; Efriyani Djuwita
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.019 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.11542

Abstract

Objektif: Seorang anak berusia 8 tahun berinisial A dengan diagnosis Disabilitas Intelektual taraf sedang selalu membutuhkan bantuan dalam memakai seragam sekolahnya setiap hari yang merupakan kemeja berkancing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas modifikasi perilaku dengan teknik backward chaining dalam meningkatkan keterampilan mengenakan kemeja berkancing pada anak dengan Disabilitas Intelektual.Metode: Merupakan penelitian kuantitatif eksperimental dengan desain single-subject menggunakan tipe A-B-A’. Backward chaining dan token economy menjadi teknik modifikasi perilaku yang digunakan dalam penelitian ini.Temuan: Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik backward chaining mampu meningkatkan keterampilan memakai kemeja berkancing secara efektif, didukung dengan adanya sesi pra-intervensi yang berupa aktivitas latihan motorik halus.Kesimpulan: Mengetahui efektivitas modifikasi perilaku dengan teknik backward chaining dapat menjadi salah satu wawasan baru bagi para orangtua dengan anak berkebutuhan khusus untuk menstimulasi kemampuan motorik anak dengan cara memecah suatu rangkaian perilaku menjadi tahapan-tahapan kecil.
Upaya meminimalisasi kecemasan siswa saat berbicara di depan umum dengan metode expressive writing therapy Balawan Aliman Amali
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 2 (2020): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.102 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i2.12306

Abstract

Objektif: Expressive writing therapy adalah terapi yang menggunakan aktivitas menulis sebagai sarana untuk merefleksikan pikiran dan perasaan terdalam terhadap peristiwa yang dapat menimbulkan trauma. Pada penelitian ini expressive writing therapy dilakukan secara berkelompok dan merupakan terapi utama untuk membantu subjek mengembangkan mental yang lebih kuat tentang diri dan situasi di depan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan siswa saat berbicara di depan umum dan mengetahui upaya meminimalisasi kecemasan saat berbicara di depan umum.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas  dengan instrumen pengambilan data menggunakan angket. Analisa menggunakan editing dan scoring. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 32 orang.Temuan: Dengan menggunakan expressive writing therapy terlihat perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan saat berbicara di depan umum sebelum expressive writing therapy dan sesudahnya.Kesimpulan: Expressive writing therapy efektif untuk siswa, karena memiliki keunggulan untuk mengatasi kecemasan berbicara di depan umum.
Ketidakpuasan tubuh dan internalisasi media pada remaja Paramita Hartati; Anita Novianty
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.559 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.12444

Abstract

Objektif: Pesan yang disampaikan oleh media mengenai bentuk tubuh kurus dan atletis yang dianggap sebagai tubuh ideal dan dijadikan sebagai prinsip penampilan dapat meningkatkan ketidakpuasan terhadap tubuh pada remaja. Ketidakpuasan tubuh merupakan perasaan dan pikiran negatif seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya yang banyak dialami oleh remaja perempuan serta berdampak negatif (kecemasan dan depresi). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara ketidakpuasan tubuh dengan pesan yang disampaikan oleh media pada remaja.Metode: Merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Body Dissatisfaction Scale dan Sociocultural Attitudes Towards Appearance Scale-3 sebagai instrumen alat ukur. Partisipan penelitian merupakan kelompok remaja dengan jumlah partisipan 188 orang (43 laki-laki, 145 perempuan) dengan rentang usia 18-24 tahun.Temuan: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara ketidakpuasan tubuh dengan internalisasi media.Kesimpulan: Dapat menjadi acuan dalam membentuk program prevensi terhadap ketidakpuasan tubuh dengan merefleksikan diri dan membuka sudut pandang baru mengenai hal positif yang dimiliki oleh orang dengan berbagai bentuk tubuh, serta menyediakan konten, iklan dan sampul produk yang memberikan makna positif terhadap berbagai bentuk tubuh.
Mengelola peran sebagai ibu sekaligus mahasiswa yang melanjutkan studi ke luar negeri Army Triasari; Retno Hanggarani Ninin
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.516 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.12664

Abstract

Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ibu yang melanjutkan studi di luar negeri dalam mengelola peran gandanya sebagai ibu dan mahasiswa. Metode: Partisipan adalah dua orang ibu berusia 20-30 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis. Pengambilan data dilakukan dengan teknik semi-structured interview dimana panduannya menggunakan model in-depth, phenomenological interviewing. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematis dalam Interpretative Phenomenological Analysis. Temuan: Berdasarkan hasil analisis terdapat tiga tema utama yang ditemukan dari penelitan ini yakni (1) tantangan menjadi ibu yang melanjutkan studi ke luar negeri, (2) perencanaan dalam pengelolaan peran ganda, dan (3) dukungan dari lingkungan. Kesimpulan: Terdapat tantangan secara eksternal maupun internal pada wanita yang mengelola peran ganda menjadi seorang ibu sekaligus mahasiswa di institusi pendidikan di luar negeri. Dalam menjawab tantangan tersebut secara konstruktif, diperlukan utamanya adalah sistem dukungan dari lingkungan terdekat.
Adaptasi alat ukur prosocial tendencies measure (PTM) versi bahasa Indonesia pada anak usia sekolah di Bandung Nabhilla Armadhita; Afra Hafny Noer; Esti Wungu
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 9 No. 1 (2021): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.693 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v9i1.12704

Abstract

Objektif: Perilaku prososial penting untuk diukur pada anak usia sekolah karena sangat rentan untuk munculnya perilaku bermasalah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengadaptasi alat ukur PTM versi bahasa Indonesia dengan psychometric property yang baik.Metode: Metode penelitian kuantitatif dilakukan dalam 2 tahap yaitu studi translasi dan validasi. 373 partisipan berusia 9-12 tahun (M = 10.31) dipilih melalui cluster sampling untuk mengisi kuesioner untuk mengukur validitas dan reliabilitas melalui internal consistency. Temuan: Hasil perhitungan internal consistency alat ukur PTM menunjukkan α = 0.881 dan hasil uji validitas dengan menggunakan CFA menunjukkan model good fit (RMSEA = 0.045, CFI = 0.94). Hasil uji reliabilitas di setiap dimensi yaitu altruism (α = 0.623), compliant (α = 0.496), emotional (α = 0.582), public (α = 0.482), dan dire (α = 0.361). Hanya dimensi anonymous yang sudah reliable (α = 0.729).Kesimpulan: Alat ukur PTM versi bahasa Indonesia valid dan reliable. Meskipun begitu, sebagian besar dimensi masih memiliki reliabilitas yang rendah.
Empati Dan Religiusitas Sebagai Prediktor Agresivitas Suami Pada Pasangan: Studi Pada Jamaah Pengajian Nurussalam Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Endang Prastuti; Yulia Ratri Nurhayati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 2 (2020): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.211 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i2.12730

Abstract

AbstrakObjektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh; (1) empati terhadap agresivitas suami Jamaah Pengajian Nurussalam Kediri; (2) religiusitas terhadap agresivitas suami Jamaah Pengajian Nurussalam Kediri; (3) empati dan religiusitas terhadap agresivitas suami pada Jamaah Pengajian Nurussalam Kediri.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan metode non probability sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan jumlah subjek 48 orang. Data analisis menggunakan teknik analisis regresi linier berganda.Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) sebagian besar empati suami pada Jamaah Pengajian Nurussalam Semen Kediri tergolong tinggi; (2) sebagian besar religiusitas suami pada Jamaah Pengajian Nurussalam Kediri tergolong tinggi; (3) sebagian besar agresivitas suami pada Jamaah Pengajian Nurussalam Kediri tergolong rendah; (4) ada pengaruh empati terhadap perilaku agresivitas suami pada Jamaah Pengajian Nurussalam Kediri; (5) ada pengaruh religiusitas terhadap perilaku agresivitas suami pada Jamaah Pengajian Nurussalam Kediri; (6) ada pengaruh empati dan religiusitas terhadap perilaku agresivitas suami pada Jamaah Pengajian Nurussalam Kediri.Kesimpulan: Hipotesis penelitian diterima, artinya terdapat pengaruh empati dan religiusitas terhadap perilaku agresi suami pada Jamaah Pengajjian Nurussalam Kediri.
Hubungan Masalah Perilaku Internalisasi dan Eksternalisasi Dengan Tingkat Kecerdasan Pada Remaja Di Kota Bandung Eka Fauziyya Zulnida
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 2 (2020): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.991 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i2.12735

Abstract

Abstrak. Masa remaja merupakan masa transisi.Banyak perubahan-perubahan pada individu baik secara biologis, kognitif, emosi, dan sosial. Perubahan-perubahan yang terjadi membuat remaja rentan mengalami masalah-masalah perilaku seperti perilaku internalisasi dan eksternalisasi. Tujuan penelitian ini adalah menemukan hubungan antara masalah perilaku internalisasi dan perilaku eksternalisasi dengan tingkat kecerdasan pada remaja. Subjek penelitian berjumlah 150 remaja berusia 13 - 18 tahundi Kota Bandung. Data dikumpulkan menggunakanChild Behavior Checklist (CBCL) dan Standard Progressive Matrices (SPM). Hasil penelitian menunjukkan masalah perilaku internalisasi berkorelasi negatif dengan kecerdasan (r=0.169, p=0.01), yang berarti remaja dengan tingkat kecerdasan tinggi, ditemukan sedikit menunjukkan masalah perilaku internalisasi. Sebaliknya, remaja dengan tingkat kecerdasan rendah, ditemukan banyak menunjukkan masalah perilaku internalisasi. Masalah perilaku eksternalisasi remaja tidak memiliki hubungan dengan tingkat kecerdasannya.