Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora accomodates original research, or theoretical papers. We invite critical and constructive inquiries into wide range of fields of study with emphasis on interdisciplinary approaches: Humanities and Social sciences, that include: Educational and social humaniora
Articles
447 Documents
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SDM DI SEKOLAH DASAR
Herawati, Herawati;
Lisa Safitri, Lisa Safitri;
Safitri, Melinda Dwi;
Arita Marini
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The study examines the impact of human resource management (HRM) on secondary schools, focusing on the challenges and opportunities in implementing SDM. It reveals that primary schools are more organized due to well-structured training programs and advanced facilities, but high pressure and insufficient support for teachers remain issues. Secondary schools face more serious problems, such as lack of resources, teachers, and educational facilities. The study also highlights the importance of school leadership in the success of SDM implementation. Schools with clear goals and the ability to coordinate all activities are more effective in implementing MDM. Active participation in the planning and evaluation process is crucial. The study emphasizes the importance of government support for teachers in vocational training and development, especially at district headquarters. The study contributes to the ongoing debate about HRM in education and emphasizes the need for a holistic and supportive approach to human resource management in schools.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 16 CELLU MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING
Sudarto, Sudarto;
Satriani DH;
Nurul Hazizah
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research is a Classroom Action Research which aims to see the increasing of science learning motivation for the 5th Grade Students at SD Negeri 16 Cellu through the application of the Guided Note Taking Learning Model. This research was carried out over two cycles and each cycle was held in two meetings through four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The focus of this research is the application of the guided note taking learning model by teachers and student learning motivation. The subjects of this research were 18 of the 5th Grade students at SD Negeri 16 Cellu. The data analysis technique used in this research is a quantitative descriptive. The results of the research showed that the percentage increasing in the number of students whose motivation to learn science increased from cycle 1 to cycle 2 was 83.33%. Thus, it can be concluded that the application of the Guided Note Taking learning model can increase the science learning motivation of th 5th Grade students at SD Negeri 16 Cellu
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA KELAS V SD INPRES 4/82 WAJI DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREASURE HUNT
Sudarto, Sudarto;
Asriadi, Asriadi;
Risma Febriani Syam
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This research is a classroom action research which aims to find out whether the Treasure Hunt learning model can or cannot increase the activity of the 5th grade students at SD Inpres 4/82 Waji in learning of science. The subjects of this research were of the 5th grade students at SD Inpres 4/82 Waji in totally of 15 students. The data collection techniques used were observation and documentation techniques and the data analysis techniques were of quantitative descriptive techniques. Research results: In Cycle I there were of 40% of the number of students who were active, while 60% of the number of students were inactive and in the Cycle II there were 80% of the number of students who were active, while 20% of the number of students appeared to be inactive. Conclusion: The application of the Treasure Hunt learning model can increase the activeness of the 5th grade students at SD Inpres 4/82 Waji, Tellu Siattinge District in their science learning
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA GURU
Putri, Ashilla Oktaviana;
Salsabila, Relia Fauziyyah;
Marini, Arita
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menyajikan hasil dan pembahasan tentang peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah. Kepemimpinan dalam konteks pendidikan didefinisikan sebagai upaya pemimpin untuk mempengaruhi individu dan kelompok dalam mencapai tujuan tertentu. Penelitian Ini menggambarkan kepemimpinan sebagai faktor krusial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan profesional guru. Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manajer administratif, tetapi juga sebagai pemimpin visioner yang mampu memotivasi, memberdayakan, dan memberikan arahan strategis kepada stafnya. Melalui peran multi-fasetnya, kepala sekolah dapat mengelola sumber daya manusia dengan efektif, memfasilitasi pengembangan profesional, dan menciptakan budaya kerja yang positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menyoroti bahwa kepemimpinan kepala sekolah bukan hanya tentang memimpin, tetapi juga tentang membimbing dan menginspirasi seluruh komunitas sekolah menuju kesuksesan bersama.
MANAJAMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Dea Nurshadrina Sausan;
Naya Aulia Kamil;
Zulfa Amalia Hasyim;
Arita Marini
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Education is used as a basis for human action, this makes everyone entitled to education. According to Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2003 concerning the National Education System, it is explained that education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength. , self-control, personality, intelligence, noble character, and skills needed by himself, society, nation and state. Facilities and infrastructure management can be defined as a collaborative process of utilizing all educationalManagement of educational facilities and infrastructure is tasked with arranging educational facilities and infrastructure so that they can contribute optimally and meaningfully to the course of the educational process. Facilities and infrastructure play an important role in the continuity of learning activities in schools. Having adequate facilities and infrastructure will certainly increase the comfort and success of student learning outcomes at school.
HUBUNGAN MANUSIA, MASYARAKAT, DAN BUDAYA DI LINGKUNGAN GANG ETAM, RT 35 SANGATTA UTARA
Gita Astria;
Dia Yunanda Putri;
Adityo Harjo Winoto P.;
Muhammad Yasin
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Disebabkan kebutuhan ini, manusia dapat membuat sekumpulannya untuk proses interaksi yang disebut masyarakat. Interaksi dan komunikasi yang terbentuk di masyarakat inilah yang kemudian memainkan peran kunci dalam penciptaan, perubahan, dan pemeliharaan budaya. Dalam penelitian ini dibahas mengenai dinamika interaksi manusia dalam konteks masyarakat multikultural Di Gg Etam RT 35 Sangatta Utara , pengaruh budaya terhadap identitas sosial masyarakat multikultural, dan pengaruh globalisasi terhadap budaya lokal Di Gg Etam RT 35 Sangatta Utara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika interaksi manusia dalam konteks masyarakat multikultural di lingkungan Gg Etam RT 35 Sangatta Utara , memahami pengaruh budaya terhadap identitas sosial masyarakat di lingkungan Gg Etam RT 35 Sangatta Utara, dan juga mengetahui pengaruh globalisasi terhadap budaya lokal di Lingkungan Gg Etam RT 35 Sangatta Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara kepada narasumber ketua RT. 35 Gg. Etam Sangatta Utara dan menggabungkan informasi dari kajian pustaka. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana masyarakat saling hidup berdampingan dengan harmonis. Dalam melakukan Penelitian ini yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan melalui wawancara dengan narasumber yang merupakan ketua RT. 35 Gg. etam sangatta utara dan menambahkan informasi melalui kajian pustaka. Penelitian yang dilakukan membuahkan hasil berupa paparan pengetahuan tentang adanya dinamika dalam proses interaksi masyarakat multikultural, budaya yang memiliki pengaruh terhadap identitas sosial, serta pengaruh Globalisasi terhadap budaya lokal
PENYELESAIAN WANPRESTASI ATAS PERJANJIAN KREDIT JAMINAN FIDUSIA DI BADAN PERKREDITAN RAKYAT BANK KREDIT KECAMATAN (BPR BKK) KARANGMALANG SRAGEN (PERSERODA)
Agde Nova Wulan Kencana;
Yudhi Widyo Armono;
Fatma Ayu Jati Putri
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tanggungjawab debitur wanprestasi dalam perjanjian kredit dengan jaminan fidusia di BPR BKK Karangmalang Sragen (Perseroda) dan untuk mengetahui penyelesaian debitur wanprestasi dalam perjanjian kredit dengan jaminan fidusia di BPR BKK Karangmalang Sragen (Perseroda). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empris. Dengan menggunakan pendekatan undang-undang. Data yang digunakan menggunakan data primer dan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Tanggung jawab debitur wanprestasi pada perjanjian kredit dengan jaminan fidusia yaitu pemberi fidusia wajib menyerahkan benda yang objek jaminan fidusia dalam rangka pelaksanakan eksekusi jaminan fidusia. Kedua, upaya penyelesaian yang dilakukan oleh pihak BPR BKK Karangmalang Sragen (Perseroda) terhadap kredit bermasalah dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu Negosiasi dan Litigasi. Bentuk Negosiasi penyelamatan kredit bermasalah dapat ditempuh sebagai berikut: Penjadwalan kembali; Mengubah persyaratan. Kapitalisasi bunga, yakni dengan cara bunga dijadikan sebagai hutang pokok; Penundaan pembayaran bunga sampai waktu tertentu, maksudnya bunga yang dapat ditunda pembayaraannya sedangkan pokok pinjaman harus tetap di bayar; Penurunan suku bunga agar meringankan debitur; Pembebasan bunga diberikan kepada debitur yang tidak mampu lagi membayar kredit, akan tetapi wajib bagi debitur membayar pokok pinjamaan sampai lunas; Penataan Kembali. Sedangkan Penyelesaian secara Litigasi, dengan dua cara, yaitu Mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri atau permohonan ekskusi grosse akta dan Penyelesaian melalui Panitia Urusan Piutang Negara bagi Kredit yang menyangkut kekayaan Negara
PERLINDUNGAN HUKUM DALAM KEGIATAN EKSPOR DENGAN PENGGUNAAN LETTER OF CREDIT DI PT. JAYA ASRI GARMINDO KARANGANYAR
Puji Susanto;
Susilowardani, Susilowardani
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum dalam penggunaan Letter of Credit dalam kegiatan Ekspor di PT. Jaya Asri Garmindo Karanganyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris. Data yang digunakan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan dalam hal ini berupa wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: perlindungan hukum bagi penggunaan metode letter of credit dalam kegiatan ekspor di PT. Jaya Asri Garmindo yaitu berupa perlindungan hukum preventif berupa perlindungan yang diberikan untuk mencegah kerugian yang dapat dialami oleh PT. Jaya Asri Garmindo Karanganyar. Sedangkan perlindungan hukum represif diberikan apabila kerugian telah terjadi. Perlindungan hukum represif apabila terjadi kerugian dalam transaksi ekspor yang menggunakan Letter of Credit, pihak PT. Jaya Asri Garmindo memiliki beberapa opsi untuk mengambil upaya hukum atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Langkah-langkah yang dapat diambil akan sangat tergantung pada sifat dan penyebab kerugian tersebut. Perlindungan hukum represif tersebut berupa penyelesaian secara litigasi dan non litiasi. Penyelesaian secara litigasi diambil dengan mengajukan gugatan kepengadilan. Sedangkan penyelesaian secara non litigasi dengan cara perdamaian atau mediasi ataupun penyelesaian melalui arbitrase internasional
PERAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENANGGULANGAN PENGEMIS, GELANDANGAN DAN ORANG TERLANTAR DI KABUPATEN KARANGANYAR
Aziz Taufik Rohman;
Arie Purnomosidi
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penegakan hukum terhadap pedagang kaki lima yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja di wilayah Kabupaten Karanganyar Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum empiris, yang berfokus pada perilaku (behavior) yang berkembang dalam masyarakat, atau bekerjanya hukum dalam masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan menggunakan data primer yang berupa wawancara dan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Penegakan hukum yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karanganyar terkait dengan Pedagang Kaki Lima dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan preventif dan pendekatan represif. Tindakan Preventif berarti melakukan tindakan sebelum terjadinya suatu kejadian. Tindakan preventif tersebut berupa komunikasi antara Satuan Polisi Pamong Praja dengan Pedagang kaki lima, selain itu tindak preventif juga dilakukan dengan cara patroli rutin. Sedangkan represif melakukan tindakan setelah terjadi kejadian yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong dalam melakukan penertiban pedagang kaki lima. Adapun tindak represif tersebut berupa pemberian sanksi administrative maupun penggusuran, bahkan bagi pihak PKL yang terus melakukan pelanggaran juga dituntut untuk bertanggungjawab di hadapan pengadilan
IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI IPS TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN SALE KABUPATEN REMBANG
Suci Wulan Ningsih, Suci Wulan Ningsih;
Erik Aditia Ismaya
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 9: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam membentuk warga negara yang baik, maka pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Studies), sangatlah penting pada jenjang pendidikan dasar dimana pendidikan dasar merupakan keletakan dasar/pondasi pemahaman dan keilmuan tentang bagaimana hidup bersosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai implementasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam membentuk karakter siswa dan mengetahui pelaksanaan/penerapan pendidikan karakter siswa SD Negeri 1 Wonokerto Rembang dan SD Negeri 2 Wonokerto Rembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitin ini adalah Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Siswa SD Kelas V dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan content analysis, validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses implementasi atau penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional kemudian melaksanakan pendidikan karakter atau membentuk karakter siswa sekolah dasar sesuai dengan karakter budaya masyarakat daerah setempat.