cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 126 Documents
Simulasi Pencampuran Konsentrat Timah untuk Memenuhi Standar Produk di Pabrik Peleburan PT XYZ Sofie Nur’aini; Dono Guntoro; Yuliadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.10343

Abstract

Abstrak. PT XYZ merupakan perusahaan peleburan timah di Belitung yang memiliki empat lokasi IUP, yaitu PT A, PT B, PT C, dan PT D. Bijih timah dari masing-masing IUP diolah menjadi konsentrat sebagai bahan baku peleburan untuk produk SIM300, SIM200, SIM100, dan SIM50. Bahan baku harus memenuhi standar kadar Sn ≥ 72% serta batas unsur pengotor tertentu. Perbedaan kadar dan karakteristik konsentrat dari tiap IUP menyebabkan perlunya pencampuran yang optimal agar memenuhi standar peleburan. Konsentrat mengandung unsur utama Sn dengan berbagai unsur pengotor seperti Pb, Bi, Sb, Cu, Zn, Ag, Al, As, Cd, Co, Fe, In, Ni, dan S. Konsentrat PT A memiliki kadar Sn dibawah standar dan beberapa unsur pengotor melebihi batas. PT B memiliki Sn memenuhi sedangkan PT C tidak, dengan keduanya memiliki unsur pengotor diatas standar. PT D memenuhi standar Sn, namun ada unsur yang melebihi batas. Hasil simulasi menunjukkan bahwa komposisi pencampuran optimal pada skenario pertama menggunakan kombinasi konsenstrat PT B, C dan D untuk produk SIM300 dan SIM200. Pada skenario kedua menghasilkan komposisi optimal, pencampuran dua bahan baku C dan D untuk SIM300 serta B dan D untuk SIM200. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis pencampuran bahan baku untuk meningkatkan efisiensi peleburan dan mutu produk timah. Abstract. PT XYZ is a tin smelting company in Belitung that has four IUP locations, namely PT A, PT B, PT C, and PT D. Tin ore from each IUP is processed into concentrate as a smelting raw material for SIM300, SIM200, SIM100, and SIM50 products. Raw materials must meet the standard Sn content ≥ 72% as well as certain impurity element limits. The difference in the levels and characteristics of the concentrate of each IUP leads to the need for optimal mixing to meet the melting standards. The concentrate contains the main element Sn with various impurity elements such as Pb, Bi, Sb, Cu, Zn, Ag, Al, As, Cd, Co, Fe, In, Ni, and S. PT A concentrate has substandard Sn levels and some impurities exceed the limit. PT B has a Sn that meets while PT C does not, with both having impurities above the standard. PT D meets the Sn standard, but there are elements that exceed the limit. The simulation results show that the optimal mixing composition in the first scenario uses a combination of PT concentrations B, C and D for SIM300 and SIM200 products. In the second scenario, the optimal composition is produced, mixing the two raw materials C and D for SIM300 and B and D for SIM200. This research provides strategic recommendations for mixing raw materials to improve the smelting efficiency and quality of tin products.
Rekonsiliasi Spasial Mine to Plan Penambangan Batubara Menggunakan Rainbow Analysis Fernanda Primaniyarta; Tedy Agung Cahyadi; Singgih Saptono; Shofa Rijalul Haq; Nurkhamim
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.7670

Abstract

Abstrak. Rekonsiliasi spasial dalam industri pertambangan merupakan proses penting untuk mengevaluasi kesesuaian antara rencana penambangan dan realisasi aktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian spasial (sequence accuracy) antara rencana dan realisasi penambangan batubara bulan Januari 2025 menggunakan metode rainbow analysis. Analisis dilakukan melalui perbandingan elevasi permukaan rencana dan aktual serta perhitungan volume menggunakan metode cut and fill berbasis block strip berukuran 100 × 100 m dengan batas toleransi kesesuaian 90–110% sesuai standar perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sequence accuracy sebesar 87,39% untuk overburden dan 59,99% untuk batubara, sehingga masih berada di bawah target perusahaan. Deviasi spasial didominasi oleh kategori undercut sebesar 8,91% pada overburden dan 37,61% pada batubara. Analisis akar penyebab menunjukkan bahwa deviasi tersebut dipengaruhi oleh tingginya downtime alat, perpindahan unit, kondisi jalan yang licin akibat hujan, keterbatasan area kerja (no front), serta kendala pada area ROM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rainbow analysis dapat juga dimanfaatkan sebagai alat monitoring kemajuan tambang dalam mendukung pengambilan keputusan pada short-term mine planning. Abstract. Spatial reconciliation in the mining industry is an essential process for evaluating the compliance between mine plans and actual mining progress. This study aims to analyze the spatial compliance (sequence accuracy) between the planned and actual coal mining progress in January 2025 using the rainbow analysis method. The analysis was conducted by comparing the planned and actual surface elevations and calculating volumes using the cut-and-fill method based on 100 × 100 m block strips, with a spatial compliance tolerance of 90–110% in accordance with the company's operational standard. The results indicate that the *sequence accuracy reached 87.39% for overburden and 59.99% for coal, both of which remain below the company's compliance target. Spatial deviations were dominated by the undercut category, accounting for 8.91% of the overburden and 37.61% of the coal mining areas. Root cause analysis revealed that these deviations were primarily associated with equipment downtime, unit relocation, slippery haul road conditions caused by rainfall, limited mining working faces (no front), and operational constraints in the Run-of-Mine (ROM) area. The findings demonstrate that rainbow analysis can also serve as a practical monitoring tool to support decision-making in short-term mine planning.
Karakteristik Geologi, Alterasi Hidrotermal, dan Anomali Geokimia Sedimen Sungai (BLEG) sebagai Indikator Mineralisasi Emas Epitermal Sulfidasi Rendah di Daerah Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu Muhammad Eval Juni Wijaya; Sakilla Gia Mentari; Fajar Saputra Mulia Lubis; Michael Leonard Panjaitan; Muhammad Rachmad Hidayat; Ajeng Diah Palupi; Aritonang Salwa Aulia Chairunnisa; Emmia Febrina Sinuraya; Laila Syifa Fadilah; Sri Windawati
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.9396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi mineralisasi emas epitermal sulfidasi rendah di daerah Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, melalui integrasi pemetaan geologi permukaan, kajian alterasi hidrotermal, dan survei geokimia sedimen sungai menggunakan metode Bulk Leach Extractable Gold (BLEG). Daerah penelitian tersusun atas satuan andesit, breksi, dan basalt yang dipengaruhi oleh struktur geologi berupa sesar, serta menunjukkan perkembangan alterasi argilik dan propilitik yang umum pada sistem epitermal. Analisis geokimia terhadap tujuh sampel sedimen sungai menunjukkan kadar Au berkisar antara 0,2 hingga 8,2 ppb, dengan nilai rata-rata 1,9 ppb dan indikasi anomali lemah hingga menengah pada beberapa lokasi. Keberadaan anomali tersebut mengindikasikan kontribusi sumber emas primer yang belum tersingkap, kemungkinan berkaitan dengan sistem urat kuarsa atau zona alterasi hidrotermal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daerah Muara Sahung cukup prospektif dan layak untuk ditindaklanjuti melalui kegiatan eksplorasi lanjutan yang lebih detail.
Optimasi Rancangan Sequence Penambangan Batupasir untuk Pencapaian Target Produksi Achmed Alfarizi Gerard; Yunus Ashari; Sri Widayati
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.10325

Abstract

Abstrak. Kegiatan penambangan batupasir memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan material konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan aktivitas pembangunan menyebabkan permintaan batupasir terus meningkat, sehingga perusahaan tambang dituntut untuk mencapai target produksi secara berkelanjutan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan perencanaan tambang terbuka yang tersusun dengan baik, meliputi penentuan tahapan penambangan, perencanaan kemajuan tambang, dan pengendalian produksi. Penelitian ini dilakukan di CV Bumi Pasir Makmur yang berlokasi di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, dengan luas wilayah izin usaha pertambangan sebesar 16,2 hektar. Metode penelitian meliputi analisis model geologi dan estimasi sumber daya batupasir menggunakan metode geofisika geolistrik, serta kajian geoteknik untuk menentukan geometri lereng yang stabil. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam perancangan mine sequence yang efektif guna mendukung keselamatan dan kelancaran operasi penambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan batupasir yang dapat ditambang sebesar 4.555.125 BCM. Dengan target produksi tahunan sebesar 1.152.858,14 BCM, umur tambang diproyeksikan selama lima tahun. Perencanaan tambang yang terstruktur dan terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta mendukung keberlanjutan dan kelayakan operasi penambangan. Abstract. Sandstone mining plays an important role in supplying construction materials for infrastructure development. The increasing intensity of construction activities has led to higher demand for sandstone, requiring mining companies to achieve production targets in a sustainable manner. This condition emphasizes the need for well-structured open-pit mine planning, including mining sequence design, mine advance planning, and production control. This study was conducted at CV Bumi Pasir Makmur, located in Leles District, Garut Regency, West Java Province, covering a mining area of 16.2 hectares. The research involved geological modeling and sandstone resource estimation using geoelectrical resistivity methods, supported by geotechnical analysis to determine stable slope geometry. The results were integrated into an optimized mine sequence design aimed at improving operational efficiency and maintaining mining safety. The analysis identified mineable sandstone reserves of 4,555,125 BCM. With an annual production target of 1,152,858.14 BCM, the projected mine life is approximately five years. The proposed integrated mine planning approach is expected to enhance productivity while supporting the sustainability and technical feasibility of the mining operation.
Analisis Kinerja Rockbolt pada Area K2-SB14D-UC1 dan Hubungannya terhadap Kestabilan Terowongan Ali Marwan Asyikin; Yuliadi; Dono Guntoro
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.10763

Abstract

Abstrak. Operasi penambangan bawah tanah memiliki tingkat risiko yang tinggi karena sangat rentan terhadap keruntuhan massa batuan. Untuk meminimalkan risiko tersebut, diperlukan penerapan sistem penyanggaan yang tepat, di mana ground control support system berfungsi sebagai lini pertahanan utama. Salah satu metode yang paling efektif dan ekonomis adalah penggunaan rock bolt (Grasselli, 2004), yang juga telah diterapkan oleh PT Nusa Halmahera Minerals dalam operasi bawah tanahnya. Pengambilan data dilakukan berdasarkan dua data yaitu data primer dan data sekunder. Data sekunder yang digunakan yaitu seperti data literatur ilmiah, dokumen teknik perusahaan, dan data geoteknik batuan dari hasil uji laboratorium serta pengujian lapangan sebelumnya. Dilanjut dengan data primer yaitu berupa lokasi pengujian, geometri rock bolt yang digunakan, hasil pull out test, dan hasil simulasi numerik. Setelah data cukup, maka dilakukan analisis data dari hasil modelling. Setelah dilakukan pengolahan data, didapatkan hasil bahwa sistem penyanggaan yang digunakan pada area penambangan penelitian sudah diterapkan dengan cukup baik, karena sistem penyanggaan yang digunakan oleh perusahaan mendapatkan strength reduction factor sebesar 8.05 dan nilai total displacement  yang diperoleh yaitu sebesar 0,0156 m – 0,0536 m. Abstract. Underground mining operations carry a high level of risk due to their high susceptibility to rock mass collapse. To minimize this risk, the implementation of an appropriate support system is necessary, with the ground control support system serving as the primary line of defense. One of the most effective and economical methods is the use of rockbolts (Grasselli, 2004), which has also been implemented by PT Nusa Halmahera Minerals in its underground operations. Data collection was based on two sets of data: primary and secondary data. The secondary data used included scientific literature, company engineering documents, and rock geotechnical data from previous laboratory and field tests. The primary data consisted of the test location, the geometry of the rockbolts used, pull-out test results, and numerical simulation results. Once sufficient data was collected, the modeling results were analyzed. After data processing, the results showed that the support system used in the research mining area was implemented quite well. The company's support system achieved a strength reduction factor of 8.05 and a total displacement value of 0.0156 m – 0.0536 m.
Kinerja Rockbolt Terhadap Kelas Massa Batuan dan Hubungannnya Terhadap Kestabilan Terowongan Salman Al Farizy; Iswandaru; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.10768

Abstract

Abstrak. PT Nusa Halmahera Minerals memiliki beberapa tambang bawah tanah. Tambang bawah tanah Kencana menggunakan metode penambangan cut and fill underground. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis kinerja rockbolt terhadap kelas massa batuan menggunakan RMR dan hubungannya terhadap kestabilan terowongan pada heading kencana link-sub10-under cut 3 pada tambang bawah tanah. Hasil penelitian langsung di lapangan kondisi masaa batuan yang terdapat pada heading dibagi menjadi 4 section face mapping yang memiliki 2 kelas massa batuan berdasarkan nilai RMR dan Q-System. Nilai section A ; RMR 50 (fair rock), B ; RMR 43 (fair rock), C ; RMR 39 (poor rock), D ; RMR 37 (poor rock) dan Q-System section A ; 10 (good), B ; 7,8 (fair), C ; 3,5 (poor), dan D ; 0,2 (very poor). Hubungan kondisi massa batuan terhadap kekuatan rockbolt dapat ditinjau dari nilai hasil pull out test. Nilai Faktor Keamanan section A ; left wall 1,76, right wall 1,80 section B ; wall 1,7 section C ; wall 1,71 section D ; left wall 1,66, right wall 1,69 (Berdasarkan Analisis Balik Kualitas Massa Batuan Berdasarkan Penyanggaan Eksisting yang Terpasang). Abstract. PT Nusa Halmahera Minerals operates several underground mines, including the Kencana Underground Mine which applies the cut and fill underground mining method. This study aims to analyze rockbolt performance based on rock mass classification using the Rock Mass Rating (RMR) method and its relationship to tunnel stability at the Kencana Link Sub-10 Under Cut 3 heading. Field investigations were conducted through face mapping, and the rock mass conditions at the heading were divided into four sections based on RMR and Q-System classifications. The RMR values are 50 (fair rock) for section A, 43 (fair rock) for section B, 39 (poor rock) for section C, and 37 (poor rock) for section D. Q-System values indicate section A as good (Q = 10), section B as fair (Q = 7.8), section C as poor (Q = 3.5), and section D as very poor (Q = 0.2). The relationship between rock mass conditions and rockbolt strength was evaluated using pull-out test results. The Factor of Safety (FoS) values for all sections range from 1.66 to 1.80, indicating that the installed rockbolt support system provides adequate tunnel stability based on back analysis of existing ground support.

Page 13 of 13 | Total Record : 126