cover
Contact Name
Taufik Muhammad Fakih
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrf@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Farmasi
ISSN : 28083121     EISSN : 27986292     DOI : ttps://doi.org/10.29313/jrf.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Farmasi Jurnal Riset Farmasi (JRF) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian farmasi. JRF ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6292 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 110 Documents
Analisis Perbandingan Edible Film: Warna, Antioksidan, Kekuatan Tarik, Indikator Bunga Telang Siti Nur Adila; Dea Aisyah Rusmawati; Azwin Jahid Al farizhi; Alifa Fatimatun Nazar; Aura Suci Amelia; Oktafi Ramanda Maelani
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.5733

Abstract

Abstract. This research discusses edible films made from anthocyanin-rich telang flower (Clitoria ternatea) extract, used as environmentally friendly and smart food packaging. Anthocyanins function as strong antioxidants and indicators of pH changes. Edible films showed antioxidant activity between 3.2062% to 87.4859%, capable of capturing free radicals and extending food shelf life. The film color changes from purple-blue at neutral pH to green at high pH, indicating the interaction of anthocyanins with volatile compounds from food ingredients such as fish and chicken meat. The tensile strength of edible film depends on the ingredient formulation, with the optimum strength reaching 11.417 N/mm². The addition of excessive ingredients can reduce mechanical stability, although anthocyanins increase the flexibility of the film. This study concludes that bay flower-based edible film has great potential as a functional packaging with high biodegradability, antioxidant ability, color indicator, and good mechanical properties, making it an innovative solution to support a sustainable food industry. Abstrak. Penelitian ini membahas ediblfilm berbahan ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) yang kaya antosianin, digunakan sebagai kemasan pangan ramah lingkungan dan cerdas. Antosianin berfungsi sebagai antioksidan kuat dan indikator perubahan pH. Edible film menunjukkan aktivitas antioksidan antara 3,2062% hingga 87,4859%, mampu menangkap radikal bebas dan memperpanjang umur simpan pangan. Warna film berubah dari ungu-biru pada pH netral menjadi hijau pada pH tinggi, menunjukkan interaksi antosianin dengan senyawa volatil dari bahan pangan seperti ikan dan daging ayam. Kekuatan tarik edible film bergantung pada formulasi bahan, dengan kekuatan optimal mencapai 11,417 N/mm². Penambahan bahan berlebihan dapat mengurangi stabilitas mekanis, meskipun antosianin meningkatkan fleksibilitas film. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edible film berbasis bunga telang memiliki potensi besar sebagai kemasan fungsional dengan biodegradabilitas tinggi, kemampuan antioksidan, indikator warna, dan sifat mekanis yang baik, sehingga menjadi solusi inovatif untuk mendukung industri pangan yang berkelanjutan.
Efektivitas Penyembuhan Luka Sayat Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Daun Mahkota Dewa Inka Siti Rabiah, Inka Siti Rabiah; Suwendar; Bambang Tri Laksono
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6741

Abstract

Abstract. Wounds are a condition characterized by damage to body tissue. This study was motivated by the high prevalence of wounds based on Riskesdas 2018 showing the prevalence of cuts in Indonesia at 20.1% of the population. This study aims to determine the wound healing activity of the extract and fraction of the mahkota dewa leaf extract (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) and to determine the effectiveness of the extract and fraction of mahkota dewa leaf extract on wound healing using male Swiss webster gallus mice. The method used in this test is incision induction with a length of 1.5 cm. In this study, the wound healing activity of the extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and water fraction were tested with successive concentrations of 5%. The results showed that the extract and fraction of the extract had wound healing activity, seen based on wound closure on the 3rd to 14th day. The n-hexane fraction had the best effect on wound healing because it was detected to have metabolite compounds, namely alkaloids, flavonoids, polyphenols, quinones, and steroids. Based on statistical tests, there was a significant difference (P<0.05) against the comparison group. Abstrak. Luka merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kerusakan pada jaringan tubuh. Penelitian dilatar belakangi oleh tingginya prevalensi luka berdasarkan Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi luka sayat di indonesia sebesar 20,1% jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aktivitas penyembuhan luka dari ekstrak dan fraksi ekstrak daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) dan mengetahui efektivitas antara ekstrak dan fraksi ekstrak daun mahkota dewa terhadap penyembuhan luka dengan menggunakan mencit jantan galus swiss webster. Metode yang digunakan pada pengujian ini yaitu induksi sayat dengan panjang 1,5 cm. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas penyembuhan luka pada ekstrak, fraksi n-hexan, fraksi etil asetat, dan fraksi air dengan konsentrasi berturut-turut 5%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi ekstrak memiliki aktivitas penyembuhan luka, dilihat berdasarkan adanya penutupan luka pada hari ke-3 hingga hari ke-14. Adapun fraksi n-hexan memiliki efek paling baik dalam penyembuhan luka karena terdeteksi memiliki senyawa metabolit yaitu alkaloid, flavonoid, polifenol, kuinon, dan steroid. Adapun berdasarkan uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan (P<0,05) terhadap kelompok pembanding. 
Studi Interaksi Monomer Fungsional dengan Senyawa Ritonavir Luthfina Adhwa Safitri; Hilda Aprilia Wisnuwardhani; Taufik Muhammad Faqih
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6804

Abstract

Abstract. Ritonavir (RTV) is a Human Immunodeficiency Virus (HIV) drug that has a narrow therapeutic window so its use requires monitoring of drug levels in the blood. Currently, there is no optimal Ritonavir analysis method for determining Ritonavir levels in preparations and biological matrices. Therefore, it is necessary to develop an analytical method using molecularly imprinted polymer (MIP) which is expected to increase the specificity of the RTV analytical method. In this study, functional monomers were determined, which are important components in the synthesis of MIPs. The selection of functional monomers was determined computationally by the Density Functional Theory (DFT) method using Gaussian®16 and GFN2-xTB software. Visualization was performed with BIOVIA Discovery Studio software. Functional monomers wereِ determined basedِ onِ theِ values ِofِ binding energy (∆E)ِ and ِGibbsِ freeِ energyِ (∆G). The number of hydrogen bonds formed between RTV and functional monomers was also used as a basis for determination. The results showed that the functional monomers that interacted best with RTV were vinylglycine ِwithِ ∆Eِ valuesِ ofِ -71.7299 kcal/mol and -8,5781 kcal/mol. Abstrak. Ritonavir (RTV) adalah obat Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang memiliki jendela terapi yang sempit sehingga penggunaannya memerlukan pemantauan kadar obat dalam darah. Saat ini, belum ada metode analisis Ritonavir yang optimal untuk menentukan kadar Ritonavir dalam sediaan dan matriks biologis. Oleh karena itu, perlu dikembangkan metode analisis dengan menggunakan molecularly imprinted polymer (MIP) yang diharapkan dapat meningkatkan spesifisitas metode analisis RTV. Pada penelitian ini dilakukan penentuan monomer fungsional yang merupakan komponen penting dalam sintesis MIP. Pemilihan monomer fungsional ditentukan secara komputasi dengan metode Density Functional Theory (DFT) menggunakan perangkat lunak Gaussian®16 dan GFN2-xTB. Visualisasi dilakukan dengan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio. Monomer fungsional ditentukan berdasarkan nilai energi ikat (∆E) dan energi bebas Gibbs (∆G). Jumlah ikatan hidrogen yang terbentuk antara RTV dan monomer fungsional juga digunakan sebagai dasar penentuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monomer fungsional yang berinteraksi paling baik dengan RTV adalah vinilglisin dengan nilai ∆E sebesar -71,7299 kkal/mol dan -8,5781 kkal/mol.
Produksi Hidrolisat Protein Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) dengan Menggunakan Enzim Tripsin Cahyaning Pertiwi; Vinda Maharani Patricia; Bertha Rusdi
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6812

Abstract

Abstract. Protein hydrolysate is a protein breakdown product in the form of small peptide fragments obtained through enzymatic hydrolysis. This study aims to determine the yield of protein hydrolysate from Black Soldier Fly (BSF) maggot using trypsin enzyme. The results indicate that enzymatic hydrolysis of BSF maggot protein with trypsin produced an average yield of 37.33 mg/g. The use of trypsin did not exhibit a statistically significant difference compared to the control group, with a P-value of 0.130, which exceeds the significance threshold (α = 0.05). Abstrak. Hidrolisat protein adalah produk pemecahan protein berupa fragmen kecil peptida yang diperoleh melalui reaksi hidrolisis enzimatik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rendemen hidrolisat protein dari maggot BSF (Black Soldier Fly) dengan menggunakan enzim tripsin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrolisis enzimatik protein maggot BSF dengan menggunakan enzim tripsin mampu menghasilkan rendemen dengan rata-rata bobot sebesar 37,33 mg/g. Penggunaan enzim tripsin tidak menunjukkan perbedaan bermakna dibanding kelompok kontrol dengan P-value sebesar 0.130 yang lebih besar dari tingkat signifikansi (α = 0,05).
Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Pengujian Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 96% Biji Pepaya (Carica Papaya L.) Varietas Bangkok Pradini Shulistiya; Yani Lukmayani; Vinda Maharani Patricia
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6813

Abstract

Abstract. Bangkok papaya (Carica papaya L.) seeds contain flavonoid compounds that are thought to have antioxidant activity. This study aims to determine the total flavonoid content and determine the antioxidant activity of 96% ethanol extract of Bangkok papaya seeds. The extraction of Bangkok papaya seeds was done using the maceration method. Determination of total flavonoid content was done by colorimetric method using AlCl3 reagent with quercetin comparator and antioxidant activity testing was done by DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method using vitamin C comparator. The results showed that the total flavonoid content was 192,80 mgQE/gr extract and the IC50 value of 96% ethanol extract of papaya seeds (Carica papaya L.) Bangkok variety was 2.374,79 ppm which is included in the category of very weak antioxidant activity. Abstrak. Biji pepaya (Carica papaya L.) varietas Bangkok mengandung senyawa flavonoid yang diduga memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% biji pepaya varietas Bangkok. Ekstraksi biji pepaya varietas Bangkok dilakukan dengan metode maserasi. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan pereaksi AlCl3 dengan pembanding kuersetin dan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazil) menggunakan pembanding vitamin C. Dari hasil penelitian didapatkan kadar flavonoid total sebesar 192,80 mgQE/gr ekstrak dan nilai IC50 ekstrak etanol 96% biji pepaya (Carica papaya L.) varietas Bangkok sebesar 2.374,79 ppm yang termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat lemah.
Keamanan Proton Pump Inhibitor (PPI) pada Kehamilan : Kajian Literatur Sistematik Tria Septiani, Tria Septiani; Fetri Lestari; Bambang Tri Laksono
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6742

Abstract

Abstract. Proton pump inhibitors (PPIs) are commonly used drugs in the management of chronic diseases such as GERD, gastritis, and peptic ulcers. However, physiological changes in pregnant women lead to changes in the long-term safety of PPI use. The purpose of this study was to review the safety of PPIs in pregnancy to identify potential adverse drug reactions (ROTDs) that can be taken into consideration in clinical practice. The method used was a systematic literature review conducted by searching for articles in the last 10 years using the PubMed and Science Direct databases. Then filtering articles using Mendeley and critical appraisal with JBI tools to identify potential bias in each article. Three were a total of 3 articles that discussed the use of PPIs in pregnant patients that met the inclusion and exclusion criteria. The results of the literature study from the three articles discussed ROTD due to the use of PPIs during pregnancy, namely preeclampsia, eclampsia, and congenital malformations due to esomeprazole. Abstrak. Proton Pump Inhibitor (PPI) merupakan obat yang umum digunakan dalam penanganan penyakit kronis seperti GERD, gastritis, dan tukak lambung. Namun, perubahan fisiologis pada ibu hamil menyebabkan perubahan keamanan jangka panjang dari penggunaan PPI. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menelaah keamanan PPI pada kehamilan sehingga dapat mengidentifikasi potensi reaksi obat tidak diinginkan (ROTD) yang dapat menjadi pertimbangan pelaksanaan praktik klinis. Metode yang digunakan yaitu kajian literatur sistematik yang dilakukan dengan pencarian artikel dalam 10 tahun terakhir menggunakan database PubMed dan Science Direct. Kemudian dilakukan penyaringan artikel menggunakan Mendeley dan critical apprisal dengan tools JBI untuk mengidentifikasi potensi bias pada setiap artikel. Terdapat total 3 artikel yang membahas mengenai penggunaan PPI pada pasien ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil studi literatur dari ketiga artikel membahas mengenai ROTD akibat penggunaan PPI selama kehamilan yaitu preeklampsia, eklampsia, dan malformasi kongenital akibat esomeprazole.
Uji Efektivitas Penyembuh Luka Ekstrak Etanol Daun Wortel Terhadap Mencit Jantan Muhamad Ilham Hidayat; Siti Hazar; Bambang Trilaksono
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6740

Abstract

Abstract. Wounds result from damage to the skin's protective function, characterized by loss of tissue continuity due to injury or surgery. Carrot leaves (Daucus carota L.), usually considered waste, contain flavonoids that can accelerate wound healing. This study evaluated the effectiveness of ethanol extract of carrot leaves in gel on incision wound healing in male Swiss Webster mice, and studied the effect of extract concentration on the healing process and gel evaluation. Pharmaceutical gels are favored by the public because they look attractive and are easy to clean. The results showed that carrot leaf extract with concentrations of 1%, 2%, and 4% effectively healed wounds, with 2% concentration being the most effective. The group of test animals using 2% carrot leaf ethanol extract gel showed significant results compared to Bioplacenton® gel (p-Value <0.05). The carrot leaf ethanol extract gel made meets the preparation evaluation standards, so it is suitable for use. This study shows the potential of carrot leaves as an alternative ingredient for the formulation of effective wound healing gels. Abstrak. Luka terjadi akibat kerusakan fungsi perlindungan kulit, ditandai hilangnya kontinuitas jaringan akibat cedera atau pembedahan. Daun wortel (Daucus carota L.), biasanya dianggap limbah, mengandung flavonoid yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol daun wortel dalam gel terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit jantan galur Swiss Webster, serta mempelajari pengaruh konsentrasi ekstrak pada proses penyembuhan dan evaluasi gel. Gel farmasi disukai masyarakat karena tampilannya menarik dan mudah dibersihkan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun wortel dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 4% efektif menyembuhkan luka, dengan konsentrasi 2% paling efektif. Kelompok hewan uji yang menggunakan gel ekstrak etanol daun wortel 2% menunjukkan hasil signifikan dibandingkan gel Bioplacenton® (p-Value < 0,05). Gel ekstrak etanol daun wortel yang dibuat memenuhi standar evaluasi sediaan, sehingga layak digunakan. Penelitian ini menunjukkan potensi daun wortel sebagai bahan alternatif untuk formulasi gel penyembuh luka yang efektif.
Pengaruh Ekstraksi Terhadap Kadar Alkaloid Buah Mengkudu dan Penghambatan Enzim α-Amilase Sulistia Rahmawati; Kiki Mulkiya Yuliawati; Vinda Maharani Patricia
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6815

Abstract

Abstract. Noni fruit (Morinda citrifolia L.) is one of the plants used by ancient to prevent various diseases such as diabetes mellitus. The alkaloid compound group in noni fruit is known to be able to provide activity to reduce blood sugar levels so that it can prevent diabetes mellitus. This study aims to determine the total alkaloid content and the inhibition of α-amylase enzyme in noni fruit extracts on maceration method (EBMM) and reflux method (EBMR). Total alkaloid content of noni fruit extracts was measured using BCG (Bromocresol Green) method. The activity of reduce blood sugar levels was measured by inhibition α-amylase enzyme. The results showed that total alkaloid content in EBMM was 3,8271 mg RE/g, while in EBMR it was 3,6931 mg RE/g. The α-amylase enzyme inhibition of noni fruit extract was expressed based on IC50 value, The EBMM showing an IC50 value of 488.5 µg/mL and EBMR showing an IC50 value of 527.6 µg/mL. Based on this analysis, it was showed that there was no significant between EBMM and EBMR on total alkaloid content or inhibition of α-amylase enzyme. Abstrak. Buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan masyarakat untuk mencegah berbagai penyakit salah satunya ialah diabetes mellitus. Golongan senyawa alkaloid pada buah mengkudu diketahui mampu memberikan aktivitas penurunan kadar gula darah sehingga dapat mencegah penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar alkaloid total dan aktivitas penghambatan enzim α-amilase secara in-vitro pada ekstrak buah mengkudu yang diesktraksi dengan metode maserasi (EBMM) dan metode refluks (EBMR). Pengujian kadar alkaloid total pada ekstrak buah mengkudu dilakukan berdasarkan metode BCG (Bromocresol Green). Aktivitas penurunan kadar gula darah dilakukan dengan pengujian ekstrak buah mengkudu secara in-vitro berdasarkan metode penghambatan enzim α-amilase. Hasil Penelitian menunjukkan kadar alkaloid total pada EBMM sebesar 3,8271 mg RE/g dan kadar alkaloid total pada EBMR sebesar 3,6931 mg RE/g. Aktivitas penghambatan enzim α-amilase ekstrak buah mengkudu dinyatakan berdasarkan nilai IC50, Pada EBMM diperoleh nilai IC50 sebesar 488,5 µg/mL dan pada EBMR diperoleh nilai IC50 sebesar 527,6 µg/mL. Berdasarkan analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada tidak ada pengaruh signifikan antara EBMM dan EBMR terhadap kadar alkaloid total maupun aktivitas penghambatan enzim α-amilase.
Karakterisasi Kandungan dan Uji Aktivitas Antijamur Minyak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) Terhadap Candida albicans Annisa Khansa Pratiwi; Sani Ega Priani; Ratih Aryani
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6937

Abstract

Abstract. Oral candidiasis is an infection of the oral mucosa caused by the fungus Candida albicans, characterized by the formation of complex biofilm lesions on the mucosal surface. One natural substance with antifungal activity is cinnamon bark (Cinnamomum burmanii), which contains cinnamaldehyde. This study aims to determine the characteristics of cinnamon bark oil and evaluate its antifungal activity against C. albicans by determining its minimum inhibitory concentration (MIC). Cinnamon oil was characterized according to the quality standards of SNI 06-3734-2006, including organoleptic testing (light yellow color and characteristic aroma), determination of specific gravity (1.030 g/mL), solubility testing in 70% ethanol (1:3), and determination of cinnamaldehyde content (62.63%). The antifungal activity of cinnamon bark oil was tested using the agar diffusion well method with test concentration variations of 0.025, 0.05, 0.1, 0.2, 0.4, and 0.8%. The antifungal activity was indicated by the presence of an inhibition zone, marked by a clear area around the well. Cinnamon bark oil produced a minimum inhibitory concentration (MIC) of 0.05%, which falls into the moderate inhibition response category. Abstrak. Kandidiasis oral adalah infeksi mukosa mulut akibat jamur Candida albicans, ditandai dengan terbentuknya lesi biofilm kompleks pada permukaan mukosa. Salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas antijamur adalah kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmanii), mengandung sinamaldehid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik minyak kulit kayu manis serta mengetahui aktivitas antijamur minyak kayu manis terhadap jamur C. albicans melalui penentuan konsentrasi hambat minimum (KHM). Minyak kayu manis di karakterisasi sesuai dengan standar mutu SNI 06-3734-2006 meliputi uji organoleptis (kuning muda dan bau khas), penetapan bobot jenis (1,030 g/mL), penentuan kelarutan dalam etanol 70% (1:3), dan penentuan kadar sinamaldehid (62,63%). Uji aktivitas antijamur minyak kulit kayu manis dengan metode difusi agar cara sumuran dilakukan pada variasi konsentrasi uji sebesar 0,025; 0,05; 0,1; 0,2; 0,4; dan 0,8%. Parameter pengujian aktivitas antijamur ditunjukkan dengan adanya zona hambat yang ditandai oleh zona bening disekitar sumuran.  Minyak kulit kayu manis menghasilkan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 0,05%, yang termasuk kategori respon hambatan moderat.
Pengaruh Konsentrasi Minyak, Surfaktan dan Kosurfaktan Terhadap Karakteristik Snedds Minyak Almond Hilmi Fauzan Nurhakim; Sani Ega Priani; Hanifa Rahma
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6938

Abstract

Abstract. Almond oil is believed to be able to lower LDL levels in the blood so that it is beneficial for hyperlipidemia conditions, but its absorption is low due to its solubility. Therefore, an effective delivery system such as SNEDDS is needed to maximize the absorption of almond oil. This study aims to determine the effect of SNEDDS components (oil, surfactant and cosurfactant) on its characteristics using d-optimal mixture design where the independent variables are oil (X1), surfactant (X2), and cosurfactant (X3), and the response variables are emulsification time (Y1) and percent transmittance (Y2). The results show that each component of SNEDDS has an effect on the characteristics of SNEDDS, especially on emulsification time and percent transmittance, where the results show that the greater the concentration of surfactant and the smaller the concentration of oil and cosurfactant, the faster the emulsification time and the higher the percent transmittance. Abstrak. Minyak almond dipercaya mampu menurunkan kadar LDL dalam darah sehingga bermanfaat untuk kondisi hiperlipidemia, namun penyerapannya rendah karena sifat kelarutannya. Untuk itu, diperlukannya sistem penghantaran yang efektif seperti SNEDDS untuk memaksimalkan penyerapan minyak almond. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komponen SNEDDS (minyak, surfaktan dan kosurfaktan) terhadap karakteristiknya dengan menggunakan d-optimal mixture design dimana variabel bebas berupa minyak (X1), surfaktan (X2), dan kosurfaktan (X3), serta variabel respon berupa waktu emulsifikasi (Y1) dan persen transmitan (Y2). Hasilnya menunjukkan bahwa setiap komponen SNEDDS memiliki pengaruh terhadap karakteristik SNEDDS terutama terhadap waktu emulsifikasi dan persen transmitan, dimana diperoleh hasil bahwa semakin besar konsentrasi surfaktan dan semakin kecil konsentrasi minyak serta kosurfaktan maka akan semakin cepat waktu emulsifikasi dan semakin tinggi persen transmitannya.

Page 10 of 11 | Total Record : 110