Kronologi
Kehadiran Jurnal Kronologi sebagai bagian penting dari usaha untuk mengembangkan pengetahuan. Selama ini banyak penelitian hanya tersimpan pada perpustakaan, berdebu dan lapuk serta hilang begitu saja. Lebih lebih hasil penelitian mahasiswa, disamping kuantitasnya yang banyak juga cukup variatif dan menginspirasi. Jurnal Kronologi berusaha menjembatani hal ini. Hasil riset akhir mahasiswa baik yang berkaitan sejarah murni dan penelitian berhubungan dengan pendidikan sejarah. Semuanya dipandang layak untuk dipublikasikan. Jurnal kronologi sebagai wadahnya. Bukan saja hasil penelitian mahasiswa sejarah Universitas Negeri Padang akan tetapi secara luas hasil penelitian akhir mahasiswa dari seluruh universitas yang terdapat di Indonesia.
Articles
583 Documents
Perjuangan Kemerdekaan di Lembah Anai dan Sekitarnya di Kecamatan X Koto (1945-1949)
Amanda, Rara;
Hardi, Etmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i2.941
Penelitian ini membahas tentang perjuangan kemerdekaan di Lembah Anai Kecamatan X Koto pada masa revolusi fisik di Indonesia yaitu pada tahun 1945-1949. Penulisan artikel ini bertujuan untuk (1) Mengetahui siapa sajakah yang terlibat dalam Perjuangan Kemerdekaan di Lembah Anai dan Sekitarnya di Kecamatan X Koto (1945-1949) dan (2) Mengetahui proses perjuangan kemerdekaan yang dilakukan di Lembah Anai dan Sekitarnya di Kecamatan X Koto (1945-1949) serta (3) Mengetahui dampak perjuangan kemerdekaan di Lembah Anai dan Sekitarnya di Kecamatan X Koto (1945-1949). Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian sejarah yang dimulai dengan kegiatan Heuristik, kritik sumber, interpretasi, penyajian atau penulisan laporan, dan historiografi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Perjuangan kemerdekaan di Lembah Anai dan Sekitanya di Kecamatan X Koto pada tahun 1945-1949 memiliki peranan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Sumatera Barat. Seluruh lapisan masyarakat terlibat dalam menghadang pergerakan Belanda, dengan banyak pertempuran sengit, Lembah Anai yang merupakan basis pertahanan strategis di Kecamatan X Koto. Peristiwa tragis, seperti pembantaian 37 pemuda pada 25 Maret 1949, menggambarkan betapa besar pengorbanan yang terjadi. Mengkaji peristiwa ini membantu kita untuk lebih menghargai perjuangan kemerdekaan yang telah diraih.
Pengembangan Media Posse (Poster Sejarah) untuk Melatih Analisis Berpikir Kronologis Siswa SMA dalam Pembelajaran Sejarah
Putri, Dini Eka;
Hastuti, Hera
Jurnal Kronologi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i2.942
This research is motivated by the low level of chronological thinking skills among students at SMA Negeri 5 Solok Selatan, causing them difficulty in understanding the sequence of time in historical events, even though history is closely related to time. Moreover, history teachers only use powerpoint, printed textbooks, and student worksheets (lks) that are dominated by text as the main media in history learning. This study aims to determine the development procedure and analyze the feasibility, practicality, and effectiveness of the posse media (poster sejarah) to train students' chronological thinking analysis in high school history learning. The method used in this study is Research and Development (R&D) with the ADDIE model. Data analysis techniques used both qualitative and quantitative approaches with measurements based on the Likert Scale. The results of this study show: (1) The development procedure of posse (poster sejarah) begins with the analysis stage, design stage, development stage, implementation stage, and evaluation stage. (2) The feasibility of posse media (poster sejarah) based on validation tests by material and media expert validators falls into the very feasible category with an average score of 3.89 for material and 3.62 for media. (3) The practicality of posse media (poster sejarah) is in the very practical category with a score of 4.00 from the history teacher and 3.86 from students. (4) The effectiveness test of posse media (poster sejarah) based on interviews with the history teacher and six students shows that this media is very effective. It can be concluded that the posse media (poster sejarah) is highly feasible, practical, and effective for training high school students’ chronological thinking analysis.
Perkembangan Atraksi Wisata Destinasi Wisata Alam Ngalau Indah dan Dampaknya Terhadap Pelestarian Budaya Kota Payakumbuh Tahun 2014-2023
Armanda, Mutiara Izzati;
Fitrisia, Azmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i3.944
Destinasi wisata alam Ngalau Indah merupakan destinasi wisata yang terletak di Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Destinasi wisata ini merupakan wisata unggulan yang potensial untuk dikembangkan di Kota Payakumbuh. Hal ini dibuktikan dengan ditetapkannya Ngalau Indah sebagai Kawasan Potensial Pengembangan Pariwisata (KPPP) tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan destinasi wisata alam Ngalau Indah yang dilihat dari aspek atraksi wisata dalam rentang waktu 2014-2023 dan dampaknya terhadap pelestarian budaya Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa atraksi wisata yang terdapat di destinasi wisata alam Ngalau Indah mengalami perkembangan yang dibuktikan dengan event-event yang terus diselenggarakan setiap tahunnya. Penyelenggaraan event-event ini berperan dalam melestarikan budaya lokal Kota Payakumbuh karena event yang diselenggarakan lebih bersifat tradisional dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya Kota Payakumbuh baik dalam bentuk pakaian, makanan khas, kerajinan tangan masyarakat setempat, maupun tradisi.
Pengembangan Sumber Belajar Terintegrasi Infografis Sejarah Lokal untuk Meningkatkan Kesadaran Sejarah Siswa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban
Pratama, Sapel Putra;
Yefterson, Ridho Bayu
Jurnal Kronologi Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i3.945
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan siswa mengenai sejarah lokal dan kurangnya sumber belajar sejarah yang berdampak pada rendahnya kesadaran sejarah siswa. Tujuan dari penelian ini untuk 1) mengembangkan produk sumber belajar terintegrasi infografis sejarah lokal untuk meningkatkan kesadaran sejarah siswa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban, 2) mengetahui seberapa layak sumber belajar terintegrasi infografis sejarah lokal untuk meningkatkan kesadaran sejarah siswa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban, 3) mengetahui hasil uji praktikalitas dan efektifitas penggunaan sumber belajar terintegrasi infografis sejarah lokal untuk meningkatkan kesadaran sejarah siswa di SMAN 1 Lareh Sago Halaban. Sejarah lokal pada penelitian ini adalah peritiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia di Sumatera. Penelitian ini menggunakan metode Reseach and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian ini dilakukan terhadap 31 orang siswa di SMA N 1 Lareh Sago Halaban. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sumber belajar terintegrasi infografis memperoleh nilai rata-rata kelayakan materi sebesar 3,68 dan sumber belajar sebesar 3,31. Pada uji praktikalitas oleh guru memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,41 dan siswa sebesar 3,55, serta hasil uji efektivitas sumber belajar yang dilihat dari analisis jawaban wawancara terhadap siswa menunjukkan bahwa sumber terintegrasi infogarfis efektif untuk meningkatkan kesadaran sejarah lokal siswa dalam proses pembelajaran sejarah.
Eksistensi Kampung Tua Nongsa Pantai di tengah Modernisasi Kota Batam 2004-2023
Alfarisy, Salman;
Erniwati, Erniwati
Jurnal Kronologi Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i3.949
Penetapan Batam menjadi kota industri tahun 1973 berdampak luas terhadap kehidupan tradisional masyarakat Batam secara keseluruhan. Tatanan sosial masyarakat yang terdiri dari kampung-kampung tradisional mengalami perubahan bahkan ada yang hilang. Nongsa Pantai merupakan salah satu kampung tua mampu mempertahankan eksistensinya sebagai kampung tradisional dengan adat istiadat dan potensi alamnya hingga saat ini. Bagaimana Nongsa Pantai mampu eksis menjadi fokus pembahasan artikel ini. Sumber sekunder berupa studi terdahulu, buku, artikel dan karya lainnya diperoleh melalui studi pustaka di perpustakaan yang ada di Kota Padang dan di Kota Batam serta melalui media online. Selanjutnya, sumber primer berupa dokumen, foto, berita diperoleh melalui studi arsip di Dinas Pertanahan Kota Batam, Dinas Perpustakaan dan Kearsifan Kota Batam, Kantor Badan Pengusahaan (BP-Batam) dan website resmi lainnya yang diakses secara online. Observasi lapangan dan wawancara kepada ketua dan masyarakat Kampung Tua Nongsa Pantai beserta instansi terkait dilakukan untuk melengkapi data. Temuan artikel menunjukkan bahwa Kampung Nongsa Pantai yang berubah nama menjadi Kampung Tua Nongsa Pantai pada tahun 2004 merupakan salah satu dari 37 Kampung Tua yang ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Batam. Penetapan ini bertujuan melestarikan keberadaan kampung tradisional masyarakat asli Pulau Batam sebagai upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal di tengah perubahan Batam menjadi kota metropolitan. Letak geografis Kampung Tua Nongsa Pantai yang strategis berada di pantai utara Batam dan berbatasan dengan Selat Singapura serta adat-istiadat Melayu yang masih dipertahankan menjadikan kawasan ini berkembang menjadi objek wisata bahari dan kuliner.
Pengembangan Bahan Ajar Flipbook Digital dalam upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran Sejarah di SMAN 1 Lengayang
Aisyah, Siti;
Afriani, Rini
Jurnal Kronologi Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i3.950
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Bahan ajar yang inovatif dan menarik untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah, pada materi kolonialisme dan imperialisme bangsa barat di Indonesia. Penelitian ini memberikan solusi melalui pengembangan Bahan ajar flipbook digital. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, terdiri dari lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Teori yang digunakan yaitu teori behaviorisme yang menekankan pentingnya interaksi antara stimulus dan respon dalam proses belajar. Uji validasi Bahan ajar flipbook digital dilakukan oleh beberapa ahli dibidangnya yaitu ahli materi, konten dan bahan ajar. Tahap praktikalitas dilakukan oleh guru dan siswa di SMAN 1 Lengayang kelas XI F2 dengan memberikan angket. Analisis hasil uji validitasi ahli materi mendapatkan rata-rata 3,43 dan uji validitas ahli bahan ajar mendapatkan rata-rata 3,50. Analisis uji praktikalitas oleh guru dan siswa di SMAN 1 Lengayang menunjukan hasil sangat layak dengan rata-rata 4,00 dan 3,58. Analisis uji efektifitas Bahan ajar flipbook digital dari jawaban siswa menujukan Bahan ajar flipbook digital efektif digunakan dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan stimulus dan minat belajar. Kata Kunci: Pembelajaran sejarah, Bahan ajar flipbook digital, Minat belajar
Pengaruh Penggunaan Metode Aktif Debat Terhadap Critical Thinking Siswa dalam Pembelajaran Sejarah
Putri, Dhea Mardalia;
Hastuti, Hera
Jurnal Kronologi Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i3.952
This study aims to analyze the effect of implementing the active debate method on students’ critical thinking skills in history learning for grade X at SMK N 4 Padang. The background of this study is the los level of students’ critical thinking skills in understading historical material, caused by less interactive teaching methods. The active debate method was chosen because it is considered capable of stimulating students to analyze historical events from various perspectives. This research uses an experimental method with a Posttest-Only Control Group Design. The sample consisted of class X Animasi A as the experimental group and class X Desain Batik Kriya dan Tekstil as the Control Group, selected through cluster random sampling technique. Data were collected through a 20-item multiple-choice post-test and analyzed using normality tests, homogenety tests, and independent sample t-test with the help of IBM SPSS STATISTIC software. The results showed that the average post-test score of the experimental class was 69.00 and the control class was 75.33. The Hypothesis test significance improvementi in students critical thinking skill after implementing the active debate method. These findings indicate that the effectiveness of the active debate method needs to be suppoerted by other factors such as learning duration, student readiness, and material suitablity. Nevertheless, observation of the debate process shows the potential of this method in training students analysis and argumentation skills.
Industri Rumah Tangga Aren di Nagari Labuah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota (2000-2020)
Fachry, Ahmad Zaky;
Asri, Zul
Jurnal Kronologi Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i3.954
This study discusses the Sugar Palm Home Industry in Nagari Labuah Gunuang, Lareh Sago Halaban District, Lima Puluh Kota Regency in 2000-2020. The processing of sugar palm plants as a home industry in Nagari Labuah Gunuang has been carried out by the community since the time of their ancestors, even since the Dutch colonial era which continues to this day. The purpose of this study is to determine the development of the sugar palm home industry in Nagari Labuah Gunuang in 2000-2020. This study uses a historical research method with the following steps: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study show that the sugar palm home industry in Nagari Labuah Gunuang has experienced changes and developments in terms of products and processing. Initially, the palm sugar home industry only produced molded palm sugar, along with the development of the times, the palm sugar industry in Nagari Labuah Gunuang experienced developments that began with the experiment of making palm sugar but was hampered by marketing so it stopped, which caused the community to return to processing molded palm sugar and start seriously planting and cultivating palm plants, then the emergence of the palm wine industry but in the end it was stopped by the government because it had a negative impact on the community, then the community returned to producing palm sugar until the government built a factory for processing palm sugar which was managed by a group of palm farmers in Jorong Talaweh and succeeded in producing products such as molded palm sugar, palm sugar and fresh sap as superior products as well as small block molded sugar products and liquid sugar were developed.
Sistem Pemerintahan Adat Tigo Luhah Semurup Kabupaten Kerinci pada Tahun 1979 – 2019
Febriensa, Refolta;
Erniwati, Erniwati
Jurnal Kronologi Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i3.969
The background of this study is the change in the customary government system in the Tigo Luhah Semurup area, Kerinci Regency, as an impact of the implementation of Law No. 5 of 1979. The law abolished the existence of customary government and replaced it with a village government system. This change gave rise to dualism of power between customary institutions and village governments, and raised concerns about the erosion of local cultural identity. The purpose of this study is to examine the process of transformation of the customary government system to village government, the institutional role of customary post-transformation, and how the community adapts customary values in the modern government structure. This study uses a qualitative approach with historical methods as explained by Sjamsudin and Kartodirjo, which includes the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study show that although administratively the Kemendapoan system was abolished, customary values and practices persisted through the process of cultural adaptation and symbolic resistance. Changes occurred gradually through the influence of the dominant state on the government system in Tigo Luhah Semurup. However, the community still maintains customary institutions as a source of social legitimacy. In conclusion, the transformation of the government system does not completely eliminate the role of custom, but creates a new space for negotiation between tradition and modernity.
Transformasi Perayaan Tabut Bengkulu : dari Ritual Keagamaan menjadi Agenda Tahunan Tahun 1998-2022
Bintang, Kharisma;
Salam, Abdul
Jurnal Kronologi Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jk.v7i3.975
This study examines the transformation of the Tabut Festival in Bengkulu from a sacred religious ritual into a publicly celebrated annual cultural agenda between 1998 and 2022. The transformation involves not only changes in form and implementation but also shifts in meaning, social function, and the actors involved. Utilizing historical research methods including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography this study finds that internal factors such as modernization within the traditional custodian community, and external influences like government initiatives (e.g., the Visit Indonesia Year program) and the growth of cultural tourism, have contributed to the evolution of Tabot. While commercialization has become increasingly prominent, sacred elements are still preserved within the core rituals. The findings affirm that religious traditions can adapt to modern contexts and become instruments of local cultural identity without entirely losing their historical roots and spiritual significance.