cover
Contact Name
I Nyoman Laba Jayanta
Contact Email
info.ejournal@undiksha.ac.id
Phone
+62817350209
Journal Mail Official
info.ejournal@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl Udayana Kampus Tengah Singaraja Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar Pendidikan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27458601     DOI : https://doi.org/10.23887/mpi
Core Subject : Social,
Mimbar Pendidikan Indonesia (MPI) dalah salah satu jurnal yang menjadi wadah untuk mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan hasil peneitian yang berkaitan dengan ilmu pendidikan. jurnal ini akan terbit sebanyak 3 kali dalam waktu setahun. Januari, Mei, dan September
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023): May" : 20 Documents clear
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas VII Puji Hartono; Julita; Ahmad Syarifuddin; Minuk Riyana; Yonarlianto Tembang
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.55543

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya perolehan hasil belajar, rendahnya kinerja belajar siswa, dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Inovasi model pembelajaran inkuiri terbimbing diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan jenis kualitatif. Adapun subjek pada penelitian ini adalah 20 siswa kelas VII di salah satu sekolah menengah pertama Provinsi Papua Selatan. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas 4 tahap yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes berupa evaluasi akhir siklus. Sementara, metode non tes dilakukan dengan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskripsi komparatif yaitu membandingkan hasil belajar prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Pada prasiklus nilai rata-rata kelas 58.5 dengan ketuntasan belajar 40 %, pada siklus 1 meningkat menjadi 72 dan 70 % dan pada siklus 2 menjadi 82 dengan ketuntasan 90%. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa meingkat. Implikasi penelitian ini adalah dapat dijadikan tolak ukur pelaksanaan pembelajaran IPA.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI A Tahun Ajaran 2022/2023 pada Mata Pelajaran Matematika melalui Penerapan Metode Pemberian Tugas Pujo Warsito; Dewi Puji Rahayu; Yonarlianto Tembang
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.55545

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni melalui penerapan metode pemberian tugas dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika siswa kelas VI pada salah satu SD di provinsi Papua Selatan. Metode pemberian tugas merupakan suatu cara mengajar dengan kegiatan perencanaan antara siswa dan guru mengenai suatu pokok bahasan yang harus diselesaikan oleh siswa dalam waktu tertentu yang telah disepakati. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akan dilaksanakan minimal dalam dua siklus dimana terdapat tiga kali pertemuan dalam satu siklus dan terdapat tujuh jam pelajaran dalam satu pertemuan. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas VI A. Prosedur penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu prencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan pada penelitian tindakan kelas ini adalah Jika sebanyak 90% siswa mampu mencapai hasil belajar sesuai KKM yang ditentukan yakni 70 dan jika hasil observasi aktivitas siswa dan guru menunjukkan nilai ≥ 90. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa kelas VI SD di salah satu sekolah di Merauke berhasil meningkat setelah menerapkan metode pemberian tugas. Penelitian ini memberikan implikasi pada pemahaman bahwa untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa khususnys kelas VI SD, salah satu solusinya bisa dengan menerapkan metode pemberian tugas.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Statistika Menggunakan Model Problem Based Learning pada Siswa Kelas VI Sulistiani; Susi Sampelobo; Yonarlianto Tembang
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.55546

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi peserta didik kurang begitu aktif dan minat terhadap penjelasan guru dalam mata pelajaran matematika membuat hasil belajar siswa belum maksimal dan masih banyak yang mendapatkan nilai dibawah KKM. Adapun tujuan penelitian ini yaitu, melalui Model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika materi Statistik kelas VI. Desain penelitian ini merupakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI/C tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa sebanyak 19 orang. Dalam pelaksanaannya, penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kurt Lewin yang menyatakan bahwa dalam satu siklus terdiri dari empat langkah pokok yaitu: (1) perencanaan (planning), (2) aksi atau tindakan (acting), (3) observasi (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Pengumpulan data dilakukan pada setiap siklus dimulai dari awal sampai akhir pembelajaran. Dalam pengumpulan data ini peneliti menggunakan beberapa teknik yaitu: observasi, dokumentasi, tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I adalah sebesar 78% sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mencapai 94,7%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based  Learning (PBL) dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas VI SD. Penelitian ini memberikan implikasi pada pelaksanaan pembelajaran bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) bisa menjadi solusi meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Mapping untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Aritmatika Sosial Kelas VII C di SMP Ahmad Syarifuddin; Puji Hartono; Julita; Sadrack L Pagiling; Minuk Riyana
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.55548

Abstract

Menciptakan prestasi belajar yang maksimal guru harus bijaksana dalam menentukan model pembelajaran salah satunya yaitu dengan memahami karakteristik dari peserta didik dan juga permasalahan yang dialami oleh peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk meningkatan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas dengan menggunakan model Kemmis & Mc. Taggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik di kelas VII C pada salah satu SMP. Dimana peneliti dilakukan oleh guru mata pelajaran serta observer dilakukan oleh teman sejawat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan pengambilan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada materi aritmatika sosial dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping untuk siklus I diperoleh persentase sebesar 66,67% dan untuk siklus II diperoleh persentase sebesar 79,17%. Sikap peserta didik pada siklus I dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping diperoleh persentase sebesar 58,33% dan pada siklus II diperoleh persentase sebesar 70,83%. Sedangkan untuk keterlaksanaan pembelajaran di siklus I sebesar 88,89% dan siklus II sebesar 94,44%. Hasil penelitian ini penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Mind Mapping pada materi aritmatika sosial di kelas VII C SMP Negeri Buti Merauke telah terlaksana dengan sangat baik dan meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Dialog dalam Berbicara Efektif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Herlina Zoolanu; Mena Eka Wijaya
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.55551

Abstract

Keterampilan berbicara di muka umum merupakan aspek yang sangat penting dalam berbagai konteks, termasuk dalam lingkup profesional, akademis, dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia menggunakan model pembelajaran berbicara efektif pada siswa kelas VII SMP Negeri. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan desain Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan tes. Sedangkan analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 70 % dan pada siklus II meningkat menjadi 90 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbicara efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Implikasi dari penerapan model pembelajaran dialog dalam berbicara efektif bagi siswa kelas VII sangat signifikan. Dengan adanya pendekatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan berbicara secara langsung, meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif serta kolaboratif.
Model Pembelajaran Talking Stick Berbantuan Media Mystery Box terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar Ayuni, Ni Made Novi
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.63229

Abstract

Keterampilan berbicara siswa saat ini cenderung berada pada kategori rendah. Hal itu disebabkan karena kurangnya penerapan model pembelajaran yang dapat mendorong siswa berani berbicara. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh model pembelajaran talking stick berbantuan media mystery box terhadap keterampilan berbicara siswa SD. Kebaruan media mistery box dalam model pembelajaran talking stick diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa SD. Penelitian ini berjenis kuantitatif, desain quasi experiment, dan bentuk desain rancangan penelitiannya non-equivalent control group design. Populasi penelitian 194 siswa SD Negeri Gugus Ki Hajar Dewantara dengan sampel 62 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan teknik penilaian unjuk kerja. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung sebesar 3,224 dan ttabel 2,000. Artinya, nilai thitung (3,224) lebih besar dibandingkan ttabel (2,000), sehingga H0 ditolak. Terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Maka disimpulkan bahwa model pembelajaran talking stick berbantuan media mystery box berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa sekolah dasar. Implikasi penelitian ini yaitu model pembelajaran talking stick berbantuan media mystery box sebagai alternatif untuk mengkreasikan pembelajaran inovatif sebagai upaya meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Model Project Based Learning Berbantuan Media Visual Berpengaruh terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas V Suartini, Ni Komang Ayu
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.63295

Abstract

Pelajaran yang kurang menarik cenderung menyebabkan peserta didik bosan sehingga pelajaran yang diberikan tidak akan dapat dipahami dengan baik, sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media Visual terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Klungkung. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan desain penelitian yakni Nonequivalent Control Group Design. Data kompetensi pengetahuan IPA diperoleh melalui metode tes dengan instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda sebanyak 30 butir soal. Data yang telah terkumpul dilakukan analisis menggunakan statistik inferensial dengan uji-t independent sampel. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dengan menggunakan uji-t diperoleh thitung sebesar 12,3 sedangkan ttabel sebesar 1,99. Hal ini berarti thitung lebih besar dari ttabel, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model Project Based Learning berbantuan media visual terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD gugus II Kecamatan Klungkung.
Komik Digital Berbasis Problem Based Learning Efektif Digunakan dalam Pembelajaran Matematika di Kelas IV Ni Putu, Revina Apriyani
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.65137

Abstract

Matematika adalah pembelajaran yang terkenal sulit, yang membutuhkan kemampuan berpikir tinggi, namun dalam pembelajaran masih kurang media yang membantu proses pembelajaran matematika bagi siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan media pembelajaran komik digital berbasis problem based learning (PBL) yang efektif digunakan dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan dalam pengembangan media ini adalah model ADDIE. Subjek pada penelitian ini diantaranya ahli rancang bangun, ahli isi, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, dan siswa kelas IV. Hasil penelitian ini yaitu media komik digital matematika yang dikembangkan layak dan efektif diterapkan dalam proses pembelajaran dibuktikan dengan hasil uji ahli rancang bangun 90%, ahli isi 90%, ahli desain pembelajaran 90%, ahli media pembelajaran 92%, uji perorangan 88%, uji kelompok kecil 91%,. Sementara itu hasil perhitungan uji efektifitas berdasarkan hasil uji-t univariat menunjukkan bahwa thitung > ttabel (4.640 > 1,967), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti rata-rata nilai kompetensi matematika lebih dari KKM yang telah ditentukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media komik digital berbasis problem based learning efektif diterapkan pada muatan Matematika materi pecahan untuk siswa kelas IV. Penelitian ini memberikan implikasi pada jenis media pembelajaran yang digunakan pendidik untuk meningkatkan proses dan juga hasil pembelajaran.
Model Kooperatif Tipe Time Token terhadap Kemampuan Komunikasi dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Ni Made, Gayatri Dewi; I Ketut Gading; I Gusti Ayu Tri Agustiana
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.65404

Abstract

Kemampuan komunikasi siswa khususnya di SD yang masih terbilang rendah menyebabkan banyak siswa yang terlihat kesulitan dalam berdiskusi baik dengan teman maupun guru, sehingga siswa juga kesulitan dalam menjelaskan kesimpulan dari hasil diskusi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model kooperatif tipe Time Token terhadap kemampuan komunikasi dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD yang berjumlah 304 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik random sampling dan didapatkan 2 sekolah yang mana kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa dan kelas kontrol dengan jumlah 31 siswa. Metode yang digunakan yakni metode non test (lembar observasi) dan test (soal pilihan ganda). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan inferensial berupa Uji-T dan MANOVA. Hasil penelitian ini dikuatkan berdasarkan perhitungan Uji-T pada hipotesis I dan II yang seluruhnya memperoleh hasil nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dan berdasarkan perhitungan uji MANOVA pada hipotesis III memperoleh hasil nilai F=211,211 serta nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model kooperatif tipe Time Token terhadap kemampuan komunikasi dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Implikasi penelitian ini adalah model kooperatif tipe Time Token dapat efektif meningkatkan kemampuan komunikasi dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD.  
Kesulitan Membaca Siswa Kelas II Sekolah Dasar Pasca Pandemi Covid-19 Ni Made Juni Ariastini, Juni Ariastini; Ni Ketut Suarni
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i2.65415

Abstract

Banyak siswa mengalami masalah kesulitan membaca sebagai imbas Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan membaca peserta didik pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.  Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SD Gugus I sejumlah 133 siswa. Teknik sampling dalam penelitian ini dilakukan dengan cara teknik purposive sampling, sehingga penelitian ini hanya dilakukan di tiga sekolah dasar yang ada di Gugus I. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yakni tes, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis non-statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kesulitan terendah siswa dalam membaca adalah kesulitan dalam membaca nyaring dan membaca pemahaman dengan rata-rata 17%. Sedangkan kesulitan membaca kalimat menghasilkan rata-rata 35%, kesulitan membaca kata dengan rata-rata 48%, dan tidak ada kesulitan bagi siswa pada aspek mengenal huruf. Dengan demikian, diketahui bahwa siswa masih kesulitan dalam membaca kata, kalimat, dan membaca nyaring, dan membaca pemahaman. Hasil penelitian dapat memberikan informasi terbaru berkaitan analisis kesulitan membaca siswa. Implikasi pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan diri guna mengatasi masalah kesulitan membaca siswa sekolah dasar.

Page 1 of 2 | Total Record : 20