cover
Contact Name
Achmad Chusnun Ni'am
Contact Email
ach.niam@itats.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lingkungan.dept@itats.ac.id
Editorial Address
Jl. Arief Rahman Hakim 100 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Environmental Engineering Journal ITATS
ISSN : -     EISSN : 28082052     DOI : -
Jurnal Teknik Lingkungan ITATS (ENVITATS) adalah artikel ilmiah yang didedikasikan untuk menyediakan platform dalam teknik lingkungan dan masalah lingkungan. ENVITATS bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya yang tepat dalam implementasi teori, eksperimen, studi kasus, simulasi, aplikasi, dan ulasan studi sebelumnya terkait lingkungan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut : Pengelolaan air minum Pengelolaan limbah cair Sampah dan B3 Pengelolaan kualitas udara Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Teknik remediasi Sanitasi lingkungan Pengelolaan dan monitoring lingkungan Penerapan Reuse, reduce, recycle, recovery, refuse
Articles 94 Documents
PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATIK HOME INDUSTRY DI SIDOARJO SECARA FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN KAYU APU (Pistia stratiotes L.) DALAM MENURUNKAN PARAMETER BOD, COD & TSS DENGAN METODE HIDROPONIK RAKIT APUNG Dewi, Sarah Puspita; Alfiah, Taty
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 2 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i2.3738

Abstract

Limbah cair batik adalah limbah yang dihasilkan dari proses pemutihan, pewarnaan, percetakan, pencelupan, pengeringan, dan pencucian yang menyebabkan limbah tersebut memiliki karakteristik pH, BOD, COD dan TSS. Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengukur kualitas limbah batik; (2) menguji kemampuan tanaman; (3) menganalisis pengaruh jumlah tanaman; (4) menganalisis pengaruh lamanya waktu tinggal Tanaman Kayu Apu (Pistia stratiotes L.) dalam menurunkan kadar BOD, COD dan TSS pada air limbah batik menggunakan metode hidroponik rakit apung. Variasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu, 0 tanaman, 4 tanaman dan 8 tanaman dengan waktu kontak 1 hari, 3 hari dan 7 hari. Konsentrasi awal BOD, COD dan TSS sebelum perlakuan adalah 542 mg/L, 1043 mg/L dan 664 mg/L. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah tanaman dan lama waktu tinggal berpengaruh terhadap penurunan kadar pencemar pada limbah cair batik. Penurunan kadar pencemar yang paling efektif terjadi pada hari ke 3 dengan jumlah 4 tanaman dengan persentase BOD sebesar 96,31% ; COD sebesar 96,07% ; TSS sebesar 97,74%. Hasil pengukuran juga menunjukkan bahwa efektifitas penurunan kadar pencemar ditentukan oleh jumlah tanaman dan waktu tinggal semakin sedikit jumlah tanaman dan singkatnya waktu tinggal maka semakin efekif dalam menurunkan BOD, COD dan TSS.
Cover dan Kelengkapan Jurnal Envitats, Redaksi
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2895

Abstract

Cover, Tim Redaksi, dan Daftar Isi
Efisiensi Terhadap Pemenuhan Ketersediaan Air Bersih dengan Recycle Effluent dari Proses IPAL menggunakan Teknologi Reverse Osmosis di PT. Bumi Menara Internusa Industri Pengolahan Hasil Laut Ervina, Dea Febrica; Purnomo, Yayok Suryo
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 3, No 2 (2023): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2023.v3i2.4484

Abstract

AbstrakPemenuhan ketersediaan air untuk menunjang proses produksi pada perusahaan sangatlah penting. Pada umumnya perusahaan untuk memenuhi ketersediaan air mengguankan suplai dari pihak PDAM. Namun kuantitas yang berasal dari pihak PDAM masih kurang untuk memenuhi kebutuhan proses produksi. Dengan permasahaan yang ada mengenai kekurangan air dan demi menjaga kuantitas ketersediaan air bersih maka perusahaan ini melakukan recycle hasil efluen IPAL menjadi air minum. Pengolahan yang dilakukan yaitu menggunakan teknologi reverse osmosis. Penelitian ini dilakukan dnegan tujuan mengetahui proses recycle air limbah menggunakan teknologi RO dan mendapatkan efisiensi biaya air bersih di perusahaan dengan membandingkan antara biaya operasional RO dan biaya operasional pembelian air bersih dari pihak PDAM. Diperoleh hasil bahwa pengolahan efluen IPAL dapat di recycle menjadi air minum dengan teknologi RO. Parameter yang dihasilkan oleh hasil teknologi ini juga telah memenuhi standar baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 492/MENKES/Per/IV/2010. Unit yang digunakan pada pengolahan ini yaitu sistem DAF dengan penambahan koagulan PAC, sand filter,  carbon filter, ultrafiltration, dan reverse osmosis. Perhitungan efisiensi biaya setiap m3 air yang diperoleh dari pengolahan teknologi reverse osmosis dan suplai dari PDAM pada 5 bulan terakhir dapat mencapai rata-rata Rp78.503.990,47.Kata Kunci : Reverse Osmosis, Air Minum, Efisiensi.
EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH RSUD DR. MOHAMMAD ZYN Arfani, Nabila Nur; Purnomo, Yayok Suryo
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 3, No 1 (2023): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2023.v3i1.3789

Abstract

Kegiatan rumah sakit tentu tak lepas dari berjalannya suatu pengolahan limbah dimana hal ini berguna untuk mencegah adanya gangguan kesehatan. Berdasarkan hasil observasi dan monitoring yang telah dilakukan di lapangan, diketahui RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), namun belum adanya kegiatan evaluasi IPAL tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini, ialah untuk mendapat suatu hasil analisis efektivitas dari kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang dalam menurunkan berbagai kadar pencemar yang terkandung dalam air limbah hasil kegiatan rumah sakit. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa hasil outlet bangunan IPAL yang dimiliki RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang termasuk dalam kategori efisien. Kinerja bangunan IPAL tersebut dapat dilihat dari penurunan suhu dari 31oC menjadi 30.7oC, kandungan BOD dari 30 mg/L menjadi 7 mg/L, kandungan COD dari 60 mg/L menjadi 13 mg/L, kandungan TSS dari 8 mg/L menjadi 4 mg/L, kandungan NH3-N Bebas 2.71 mg/L menjadi 0.09 mg/L, PO4 dari 0.31 mg/L menjadi 0.02 mg/L, kandungan MPN-Kuman Gol. Koli 9140 mg/L menjadi 722 mg/L, dan kandungan pH dari 7.9 menjadi 8.1. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan evaluasi dan saran perbaikan kinerja IPAL RSUD dr. Mohammad Zyn dengan memperhatikan hasil effluent dan presentase efisiensi IPAL.
Evaluasi Sistem Instalasi Pengolahan Air Minum Di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Maja Tirta Kota Mojokerto Reynaldi, Bagus; Radityaningrum, Arlini Dyah
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2900

Abstract

Wilayah pelayanan Perusahaan Umum Derah Air Minum (Perumdam) Maja Tirta mencakup Kecamatan Kranggan, Magersari, dan Prajurit Kulon, serta sebagian wilayah pada Kecamatan Puri. Panjang total jaringan perpipaan mencapai 235.484 m. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam Maja Tirta menggunakan Sungai Brantas sebagai sumber air baku. Kapasitas produksi IPA Perumdam Maja Tirta mencapai 110 L/detik dan kapasitas distribusi mencapai 70 – 80 L/detik.Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan. mengetahui bagaimana kualitas air hasil produksi dan efektivitas / efisisensi dalam proses Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumdam Maja Tirta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya operasional pada unit koagulasi yang belum memenuhi kriteria. Gradien kecepatan pada unit koagulasi adalah 543,5/detik, dimana nilai ini di bawah minimum gradien kecepatan dalam unit koagulasi (750/detik). Unit sedimentasi memiliki sudut kemiringan settler 60°, tinggi 1 m, luas 72 m2 dan jarak settler 0.055 m. Beban permukaan 0.0063 cm/detik, kecepatan horizontal 0.0807 cm/detik dan waktu detensi (td) 1,54 menit, Namun belum mencukupi nilai standar minimum sesuai SNI 6774-2008. Filtrasi IPA Perumdam Maja Tirta menggunakan media antrasit dengan tebal 40 cm dan pasir dengan tebal 30 cm, serta lapisan penyangga kerikil dengan tebal 60 cm dengan kecepatan penyaringan 0.0083 m/detik masih belum sesuai dengan SNI 6774-2008 tentang tata cara perencanaan unit paket instalasi pengolahan air. Unit desinfeksi menggunakan gas klor dengan dosis rata-rata yang digunakan sebanyak 0,67 mg/l. Sedangkan unit reservoir telah sesuai dan memenuhi standar SNI 6774:2008.
Perancangan Tudung Isap Debu untuk Sistem Dust Collector pada Suction Point Area Press di PT XYZ Stalis, Ahmad Nazil; Cahyonugroho, Okik Hendriyanto
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 3, No 2 (2023): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2023.v3i2.4550

Abstract

Pengendalian debu dalam sektor industri melibatkan proses penghapusan partikel padat dari aliran udara untuk mengatasi masalah debu yang dapat berdampak pada keamanan dan kesehatan. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem dust collector yang diterapkan di area Press PT XYZ, di mana sistem tersebut belum optimal dalam mengendalikan debu yang bertebaran di lingkungan kerja. Penelitian ini melibatkan studi literatur, pengamatan lapangan, pengumpulan dan analisis data, serta perancangan desain untuk merancang solusi yang tepat. Perancangan fokus pada desain tudung isap dengan memodifikasi bentuk, lokasi, kecepatan tangkap dan laju aliran yang melaluinya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa untuk laju aliran udara 703,925 cfm, kecepatan tangkap yang dibutuhkan adalah 726,631 fpm. Sedangkan untuk bentuk tudung berdiri bebas dengan flensa, kecepatan tangkap yang dibutuhkan adalah 167,864 fpm. Berdasarkan perbandingan dengan kondisi eksisting, bentuk tudung booth dengan luas bukaan 0,969 ft2 terhubung ke saluran dengan luas bukaan 0,313 ft2 merupakan pilihan yang sesuai. Lokasi tudung isap ditempatkan di bagian atas bukaan bin dengan jarak 0,656 ft dari bukaan tudung. Implementasi desain tudung ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja sistem dust collector dalam mengendalikan emisi debu di PT XYZ.
Kajian Pengelolaan Air Limbah Domestik Industri Manufaktur dan Pelengkap Sepeda Wulandari, Bella Meitha; Firdaus, Nisa Afyfh; Novembrianto, Rizka
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 3, No 1 (2023): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2023.v3i1.3839

Abstract

Kegiatan industri ialah salah satu penyebab utama meningkatnya pencemaran air limbah yang cukup besar. Air limbah industri dihasilkan dari aktivitas pekerja dan fasilitas penunjang yang harus diolah agar tidak mencemari lingkungan. Sistem biofilter anaerob-aerob merupakan salah satu cara dalam mengolah limbah domestik skala industri. Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi beban pencemar yang terkandung dalam air limbah sebagai upaya pemanfaatan air limbah domestik untuk kegiatan penyiraman. Wawancara, studi pustaka, observasi langsung, dan analisa input-output pengolahan limbah domestik merupakan metode yang dipakai dalam penelitian ini. Hasil reduksi pengolahan air buangan domestik berkisar 56,73-97,65% dan telah memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Sehingga efisiensi pemanfaatan kembali air limbah domestik untuk kegiatan penyiraman mencapai 99%, dengan manfaat yang didapatkan antara lain mampu menekan biaya pembelian air bersih dan mengurangi volume serta beban pencemar pada badan air.
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH KULIT BUAH NANAS (Ananas Comosus) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMANCABAI BESAR (Capsicum Annuum L.) Pracoyo, Muntiatun Nisa; Hayati, Rina Noor; Rahendaputri, Chandra S.
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 2 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i2.3739

Abstract

Limbah kulit nanas masih sedikit pemanfaatannya, padahal limbah tersebutmemiliki kandungan bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Salah satu upayapengelolaan limbah kulit nanas adalah mengolah limbah tersebut menjadi PupukOrganik Cair (POC). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan tanaman cabai besar dengan POC dari limbah kulit nanas. Metode pemilihanvariasi komposisi dilakukan secara acak. Pengukuran karakteristik POC dilakukanoleh pihak ketiga. Pengamatan pertumbuhan cabai besar dilakukan secara langsung.Variasi sampel perbandingan (limbah kulit nanas, EM4, gula aren) antara lain yaituNA1 (3 kg, 50 ml, -); NA2 (3kg, 50 ml, +); NA3 (3 kg, 90 ml, -); NA4 (3 kg, 90ml, +). Hasil penelitian C-Organik, N, P, K, diketahui bahwa tidak ada yang memenuhi standar baku mutu.Namun sampel yang paling tinggi yaitu NA1 dengan nilai C-Organik 0,89 dan N,P, K 0,13. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan nilaiC-Organik, N, P, Kyang diperoleh dari limbah kulit nanas berdasarkan uji laboratoriumdengan variasi aktivator EM4 dan gula aren berada dibawah standar baku mutuPOC. Berdasarkan hasil tinggi tanaman, jumlah daundan jumlah bunga, yang paling optimal adalah sampel yang diberikan POC NA3 dengan jumlah limbahnanas 3 Kg, dan jumlah EM4 90 ml tanpa gula aren.
Manajemen Industri Dalam Penerapan Kedaruratan B3 Dan Limbah B3 Di PT. X Alala, Pratama Sandi; Rifaldin, Handy; Subroto, Gatot
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 2, No 1 (2022): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2022.v2i1.2896

Abstract

Sebagai Perusahaan atau Industri yang besar dan berkejutan memerlukan sistem manajemen yang baik. Sistem manajemen yang dimaksud disini adalah pengelolaan sumber daya manusia, perawatan sekaligus pengoperasionalan alat/mesin, pemenuhan dokumen perizinan dan administrasi. Manajemen adalah inti dari administrasi dikarenakan manajemen merupakan alat pelaksana administrasi dan memiliki peran atau kemampuan sebagai alat untuk mencapai hasil melalui aktivitas orang lain. PT. X adalah pemimpin global dalam solusi pengemasan yang bertanggung jawab, melayani pelanggan terkemuka pasar di beberapa benua, dengan strategi pertumbuhan yang pasti. PT. X mengutamakan keamanan, keselamatan kerja dan kesejahteraan pegawai dengan berbagai protokol keamanan dan kesehatan. Tujuan dalam manajemen kedaruratan B3 dan LB3 adalah untuk menganalisa kesiapsiagaan dan tanggap darurat terhadap B3 dan LB3 serta prosedur kedaruratan pada PT. X. Terdapat alasan dalam penerapan kedaruratan B3 dan LB3 yaitu untuk menaati peraturan yang diberlakukan, peraturan tersebut adalah Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3 mengenai Sistem Tanggap Darurat B3, serta diperkuat dengan PERMEN LH 74 Tahun 2019 tentang pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanggulangan kedaruratan serta pemulihan kualitas lingkungan hidup akibat kejadian Kedaruratan Pengelolaan Limbah B3 merupakan upaya pemerintah dalam penanganan limbah bahan beracun dan berbahaya (LB3) serta bahan beracun dan berbahaya (B3) yang dapat terjadi di Industri. Upaya dalam memanajemen kondisi kedaruratan yang berkemungkinan untuk dapat terjadi di PT. X memanfaatkan SDM yang dimiliki untuk menjadi tim khusus darurat, Tim tanggap darurat akan menanggapi dan menentukan jika perlu bantuan tambahan dan memperingatkan pihak lain yang bisa membantu. Koordinator kedaruratan menjadi orang pertama yang dihubungi untuk memperoleh informasi tentang prosedur kedaruratan dan prosedur aksi tanggap darurat. Dalam menerapkan peraturan dan meminimalisir potensi kedaruratan B3/LB3 dan kondisi darurat PT. X telah mengoptimalkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat yang telah di manajemen secara baik dan optimal.
Penentuan Program Pendukung Pengendalian Perubahan Iklim Untuk Usia Sekolah Melalui Kegiatan Kompetisi Wawasan (Studi Kasus Proklim RW 07 Gunung Anyar Tambak, Kota Surabaya) Sholikhah, Mar'atus; Mirwan, Mohamad
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 3, No 2 (2023): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2023.v3i2.4500

Abstract

RW 07, Kelurahan Gunung Anyar Tambak merupakan salah satu lokasi ProKlim. Di wilayah tersebut terdapat kelembagaan ProKlim bernama Kelompok Tani Wisma Indah. Dalam sistem kaderisasinya, ProKlim memiliki program yang mendukung pengendalian perubahan iklim untuk usia sekolah/pelajar. Namun dalam kelembaagaan ProKlim RW 07 Kelurahan Gunung Anyar Tambak masih belum ada program tersebut. Sehingga dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat wawasan anak usia sekolah di RW 07 Kelurahan Gunung Anyar mengenai upaya pengendalian perubahan iklim, sehingga nantinya dapat ditentukan program pendukung pengendalian perubahan iklim yang tepat untuk dilaksanakan. Metode yang digunakan yaitu melalui kompetisi dengan beberapa tahapan penelitian yakni membagikan kuesioner, menentukan skoring, melakukan penilaian, serta menentukan persentase pemahaman (%) dan saran rekomendasi. Materi kuesioner terbagi menjadi tiga yakni PHBS, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan air. Hasil penelitian menggambarkan bahwa tingkat wawasan dari sebagian besar subjek penelitian yaitu berwawasan sedang pada materi pengelolaan sampah. Sehingga rekomendasi yang diharapkan yaitu dijalankannya program yang berfokus pada sosialisasi dan penerapan aksi pengelolaan sampah.

Page 5 of 10 | Total Record : 94