cover
Contact Name
Yahyah
Contact Email
yahyahrachim@gmail.com
Phone
+628113828906
Journal Mail Official
baharipapadak00@gmail.com
Editorial Address
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL BAHARI PAPADAK
ISSN : -     EISSN : 27236536     DOI : -
Jurnal Bahari Papadak adalah sebuah jurnal nasional dalam bidang ilmu-ilmu kelautan dan perikanan yang di kelolah oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan utamanya adalah menyajikan artikel-artikel hasil riset atau penelitian yang berkualitas yang meliputi semua sub-bidang kajian dalam lingkup ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini menyediakan ruang publikasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan kalangan professional lainnya. Artikel ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan dalam jurnal ini harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, merupakan paper asli (bebas plagiarisme), tidak dipublikasikan atau tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Lingkup topik Jurnal Bahari Papadak meliputi manajemen sumberdaya perairan, perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, ilmu kelautan, bioteknologi perikanan, biologi dan ekologi biota perairan, serta penilaian dan pengelolaan ekosistem perairan.
Articles 193 Documents
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI DESA TESABELA, KECAMATAN KUPANG BARAT Malensang, Aryati D.; Paulus, Chaterina A.; Boikh, Lebrina I.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.455 KB)

Abstract

Abstrak - Ekosistem mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang mampu tumbuh dan berkembang di daerah pasang surut pantai berlumpur. Kabupaten Kupang adalah salah satu wialyah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki ekosistem mangrove di sepanjang garis pantai. Keberadaan ekosistem mangrove memberikan banyak manfaat secara ekologi dan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di daerah sekitar mangrove. Penduduk disekitar Pantai Batu Bao Desa Tesabela merupakan salah satu masyarakat yang mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) persepsi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove, 2) partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove, dan 3) mengetahui hubungan antara persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan September tahun 2021, dengan jumlah responden sebanyak 33 orang. Metode yang digunakan adalah metode skala likert dan analisis rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Desa Tesabela tergolong cukup kuat dengan skor tertinggi 4,96 dan skor terendah 1,96. Partisipasi masyarakat Desa Tesabela dalam pengelolaan ekosistem mangrove cukup baik dengan skor tertinggi 4,72 dan skor terendah 1,96. Tingkat korelasi cukup kuat antara persepsi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Tesabela dengan nilai 0,402, sedangkan tingkat korelasi antara partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Tesabela dikategorikan rendah dengan nilai 0,301. Kata Kunci: Persepsi dan Partisipasi, Pengelolaan Ekosistem Mangrove, Masyarakat Desa Abstract - Mangrove ecosystem is a tropical coastal vegetation community that can grow and develops in muddy coastal tidal areas. Kupang Regency is one of the areas in East Nusa Tenggara Province which has a mangrove ecosystem along the coastline. The existence of the mangrove ecosystem provides many ecological and economic benefits for people living in areas around mangroves. Residents around Batu Bao Beach in Tesabela Village are some of the people who get direct benefits from the existence of the mangrove ecosystem. This study aims to determine 1) community perception in mangrove ecosystem management, 2) community participation in mangrove ecosystem management, and 3) Knowing the relationship between community perception and participation in mangrove ecosystem management. This research was conducted from August to September 2021, with a total of 33 respondents. The method used is the Likert scale method and Spearman rank analysis. The results showed that the perception of the Tesabela Village community was quite strong with the highest score of 4.96 and the lowest score of 1.96.. The participation of the Tesabela Village community in managing the mangrove ecosystem is quite good with the highest score of 4.72 and the lowest score of 1.96. The level of correlation is quite strong between people's perceptions of mangrove ecosystem management in Tesabela Village with a value of 0.402, while the correlation level between community participation in mangrove ecosystem management in Tesabela Village is categorized as low with a value of 0.301. Keywords : Perception and Participation, Mangrove Ecosystem Management, Rural communities
PENDAPATAN DAN POLA PENGELUARAN RUMAH TANGGA NELAYAN DI KAMPUNG WURING KECAMATAN ALOK BARAT KABUPATEN SIKKA G. Gato, Agnes Novalita Klaudia; Tallo, Ismawan; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.562 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan pengeluaran rumah tangga serta rasio perbandingan nilai tukar nelayan. Penelitian ini dilakukan Di Kampung Wuring Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat nelayan yang berjumlah 715 KK dan sampel yang diambil berjumlah 87 KK. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wawancara dengan menggunakan daftar kuisioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan 75 orang (86,21%) nelayan memiliki pendapatan hampir sesuai UMR dan sebanyak 12 orang (13,79%) memiliki penghasilan diatas UMR. Perbandingan indikator pendapatan dan pengeluaran, diketahui bahwa nilai tukar nelayan sebesar 1,25 atau >1 artinya bahwa nelayan di Kampung Wuring Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka tergolong sejahtera. Kata Kunci: Pendapatan, Pengeluaran Rumah Tangga, Kampung Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka Abstract - This study aims to determine household income and expenditure as well as the ratio of the fisherman's exchange rate comparison. This research was conducted in Wuring Village, West Alok District, Sikka Regency. The population in this study was the fishing community, amounting to 715 families and the samples taken were 87 families. The data collection technique used in this study was an interview using a list of questionnaires. Analysis of the data used in this research is by using quantitative descriptive analysis. The results showed that 75 people (86.21%) of fishermen had incomes that were close to the minimum wage and 12 people (13.79%) had incomes above the minimum wage. Comparison of income and expenditure indicators, it is known that the fisherman's exchange rate is 1.25 or > 1, meaning that fishermen in Wuring Village, West Alok District, Sikka Regency are classified as prosperous. Keywords: Income, Household Expenditure, Wuring Village, West Alok District, Sikka Regency
KOMPOSISI DAN PRODUKSI IKAN HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DI PERAIRAN DESA UMATOOS Fahik, Arnoldina Eno; Sine, Kiik G.; Tallo, Ismawan
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.143 KB)

Abstract

Abstrak - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil tangkapan dari alat tangkap jaring insang di perairan Desa Umatoos yang dilihat dari komposisi jenis ikan, produksi hasil tangkapan serta nilai CPUEnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi dengan mengikuti nelayan ke lokasi operasi penangkapan ikan untuk memperoleh data. Selanjutnya hasil dari penelitian ini menemukan bahwa jenis ikan dari hasil tangkapan jaring insang yang dioperasikan di perairan Desa Umatoos terdiri-dari ikan tembang (Sardinella gibbosa), ikan terubuk (Sardinella aurita), ikan peperek (Leiognathus equulus), ikan layur (Trichiurus lepturus), ikan kerong-kerong (Terapon jarbua), ikan cendro (Tylosurus crocodillus) dan ikan terbang (Hirundichthys oxycephalus) yang mana untuk famili Clupeidae terdiri dari 2 jenis ikan yaitu Sardinella gibbosa dan Sardinella aurita dengan komposisi sebesar 28,571% dan untuk famili Leiognathidae (Leiognathus equulus), Trichiuridae (Trichiurus lepturus), Terapontindae (Terapon jarbua), Belonidae (Tylosorus crocodiles) dan Exocoetidae (Hirundichthys oxycephalus) memiliki 1 jenis ikan dengan komposisi sebesar 14,286% kemudian untuk hasil tangkapan sampingan (non ikan) terdiri dari 1 famili (Portunidae) dan 1 jenis yaitu Rajungan (Portunus sanguinolentus) dengan komposisi sebesar 100%. Total jumlah produksi hasil tangkapan per trip adalah 3,5619 kg/trip, kemudian jumlah produksi hasil tangkapan non ikan sebesar 13,6 kg/trip. Kata Kunci: Produksi Hasil Tangkapan, Komposisi Ikan, Jaring Insang, Perairan Desa Umatoos. Abstract - The purpose of this study was to determine the catch of gill net fishing gear in the waters of the Umatoos Village as seen from composition of fish species, catch production and CPUE value. The data collection technique in this study was to use observation techniques by following fishermen to the location of fishing operation to obtain data. Furthermore the result of this study found that the types of fish caught by gill nets operated in the waters of the Umatoos Village consist of Sardinella gibbosa, Sardinella aurita, Leiognathus equulus, Trichiurus lepturus, Terapon jarbua, Tylosurus crocodiles, Hirundichthys oxycephalus which for the clupeidae family consists of two types fish with a composition of 28,571% and for the family Leiognathidae, Trichiuridae, Teranpotidae, Belonidae and exocoetidae have one types fish a composition of 14,286 then for bycatch (non fish) consists of one family (portunidae) and one species namely crab (Portunus sanguinolentus) with a composition of 100%. Total production of catches per trip is 3,5619 kg/trip, then the total production of non fish catches 13,6 kg/trip. Keywords: Catch Production, Fish Composition, Gill nets, Village Waters Umatoos.
PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP PADA PENDEKATAN EKOSISTEM MELALUI DOMAIN TEKNIK PENANGKAPAN IKAN DI KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU Bete, Serviana; Tallo, Ismawan; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.108 KB)

Abstract

Abstrak - Pengelolaan perikanan dalam pendekatan ekosistem atau Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) merupakan sebuah konsep pendekatan yang menyeimbangkan antara tujuan sosial ekonomi dalam pengelolaan perikanan dengan tetap mempertimbangkan segala aspek pengelolaan dalam ekosistem perairan melalui sebuah pengelolaan perikanan yang terpadu, dan berkelanjutan. Potensi perikanan yang cukup besar di Kecamatan Kalkuluk Mesak dan kegiatan penangkapan yang dilakukan nelayan yang berlangsung secara terus-menerus, bahkan penambahan armada penangkapan dan alat tangkap dapat menyebabkan penangkapan ikan yang berlebihan dan tidak terukur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status pengelolaan perikanan tangkap berbasis pendekatan ekosistem pada domain teknik penangkapan ikan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui kegiatan survey, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan skoring sederhana yaitu menggunakan skor likert ordinal berbasis 1, 2, dan 3 dimana semakin besar skor maka semakin baik status indikatornya, dan untuk penilaian indikator mengacu pada panduan essential EAFM. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan perikanan tangkap pada domain teknik penangkapan ikan di Kecamatan Kakuluk Mesak dari segi teknis cukup memadai dan sedang menerapkan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem dengan nilai agregrat komposit sebesar 200. Kata kunci: Pendekatan Ekosistem, Pengelolaan Perikanan, Domain Teknik Penangkapan Ikan. Abstract โ€“ Fisheries management in an ecosystem approach or Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) is a conceptual approach that balances socio-economic objectives in fisheries management while still considering all aspects of management in aquatic ecosystems through an integrated and sustainable fisheries management. The potential for fisheries is quite large in Kalkuluk Mesak Sub-District and fishing activities carried out by fishermen are carried out continuously, even the addition of fishing fleets and fishing gear can lead to excessive and unmeasured fishing. The purpose of this study was to determine the status of capture fisheries management based on an ecosystem approach in the domain of fishing techniques in Kakuluk Mesak sub-district, Belu Regency. The research was conducted using qualitative and quantitative methods. The data is taken in the form of primary data and secondary data collected through survey activities, observation, and documentation. Data analysis in this study used a simple scoring approach, namely using an ordinal Likert score based on 1, 2, and 3 where the greater the score, the better the status of the indicator, and indicator assessment, refers to the EAFM essential guidelines. The results of the study show that the management of capture fisheries in the domain of fishing techniques in Kakuluk Mesak sub-district is technically adequate and is currently implementing ecosystem-based fisheries management with a composite aggregate value of 200. Keywords: Ecosystem Approach, Fisheries Management, Fishing Technique Domain
ANALISIS KESESUAIAN KAWASAN WISATA PANTAI PASIR PUTIH DI KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU Belmo, Theresia Virginia; Kangkan, Alexander L.; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.727 KB)

Abstract

Abstrak - Kegiatan wisata pantai Pasir Putih di Kecamatan Kakuluk Mesak mampu menunjang perekonomian masyarakat sekitar pantai, namun jika tidak dikelola berdasarkan kesesuaian dan daya dukung kawasan maka akan memberikan dampak yang tidak berkelanjutan baik pada sisi lingkungan, aktivitas wisata maupun pendapatan masyarakat. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kesesuaian wisata pantai Pasir Putih di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni-Juli 2021 di kawasan wisata pantai Pasir Putih dengan pembagian lokasi pengambilan data menjadi empat lokasi pengamatan dan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan lokasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu memberikan gambaran terhadap keadaan yang sebenarnya. Parameter kesesuaian yang dinilai dalam penelitian ini diantaranya kedalaman perairan, kecerahan perairan, kecepatan arus, tipe pantai, lebar pantai, substrat dasar perairan, penutupan lahan, kemiringan pantai, biota berbahaya, dan ketersediaan air tawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi satu dan lokasi empat termasuk dalam kategori sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai dengan memiliki nilai kesesuaian wisata yang sama sebesar 86%; sedangkan lokasi dua dan lokasi tiga dikategorikan sesuai (S2) untuk dilakukan kegiatan wisata pantai dengan masing-masing nilai kesesuaian wisata sebesar 75% dan 81%. Dengan demikian, kegiatan wisata pantai yang ada di pantai Pasir Putih sudah sesuai dengan parameter kesesuaian wisata pantai. Kata Kunci: Kesesuaian, Wisata Pantai, Aktivitas Wisata. Abstract - Pasir Putih beach tourism activities in the Kakuluk Mesak Sub-district can support the economy of the community around the coast, but if it is not managed based on the suitability and carrying capacity of the area, it will have an unsustainable impact on the environment, tourism activities, and community income. For this reason, this study aims to determine the suitability value of Pasir Putih beach tourism in the Kakuluk Mesak Sub-district, Belu Regency. Data collection was carried out in June-July 2021 in the Pasir Putih beach tourist area by dividing the data collection locations into four observation locations and using the purposive sampling technique in determining the location. The method used in this research is a descriptive quantitative method, which is to provide an overview of the actual situation. The suitability parameters assessed in this study include water depth, water brightness, current velocity, beach type, beach width, bottom substrate, land cover, coastal slope, hazardous biota, and freshwater availability. The results showed that location one and location four were included in the very suitable category (S1) for beach tourism activities with the same tourism suitability value of 86%; while location two and location three are categorized according to (S2) for beach tourism activities with tourism suitability values โ€‹โ€‹of 75% and 81%, respectively. Thus, beach tourism activities on Pasir Putih beach are under the parameters of suitability of beach tourism. Keywords: Suitability, Beach Tourism, Tourism Activities
PENGARUH AKTIFITAS EKONOMI PENDUDUK TERHADAP KERUSAKAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KELURAHAN OESAPA BARAT, KECAMATAN KELAPA L1MA, KOTA KUPANG Berek, Yesi Anggriani Lonia; ., Yahyah; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.082 KB)

Abstract

Abstrak - Ekosistem mangrove adalah ekosistem yang terdiri dari komunitas tumbuhan pesisir tropis yang didominasi oleh beberapa jenis mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang di daerah intertidal pantai berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas ekonomi penduduk terhadap kerusakan ekosistem hutan mangrove di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara, pengamatan (observasi), jumlah sampel yang diambil dari penelitian ini sebanyak 48 orang. Hasil Penelitian yang diperoleh aktivitas ekonomi penduduk yang dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem hutan mangrove di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima dari hasil penelitian berupa pengalihfungsian ekosistem hutan mangrove menjadi lahan pertambakan (seperti tambak ikan dan tambak garam) dan lahan untuk pembagunan seperti (perumahan, pemukiman, sarana dan prasarana). Serta pemanfaatan sumber daya hutan mangrove yang ada disana (seperti memanfaatkan bagian dari pohon mangrove maupun biota laut yang ada di sana) untuk digunakan langsung untuk kebutuhan sendiri yang menyebabkan luas/penutupan dan kepadatan vegetasi mangrove di pantai telah mengalami penurunan. Sementara itu akibat yang ditimbulkan antara lain: tidak adanya habitat untuk bertelur dan tempat asuhan biota, tidak adanya supply tambahan nutrient pada ekosistem terumbu karang dan ekosistem padang lamun, dan hilangnya pertahanan fisik pantai dari gelombang dan arus pasang surut, dan padatnya permukiman penduduk di sekitar areal pesisir berdampak terhadap abrasi dan erosi, serta pembuangan limbah rumah tangga langsung ke laut. Kata kunci: Mangrove, Metode , Analisis Data, Aktifitas Ekonomi Penduduk Abstract - Mangrove forest ecosystem is an ecological system consisting of Coastal tropical communities are dominated by mangrove species that can grow and thrive in large areas of coastal. This study aims to determine the effect of population economic activity on the damage to the mangrove forest ecosystem in Oesapa Barat Village, Kelapa Lima District. The research method used in this research is descriptive research method by collecting data through interviews, observations (observation), the number of samples taken from this study as many as 48 people. The results of the research obtained are the economic activities of the population that can cause damage to the mangrove forest ecosystem in Oesapa Barat Village, Kelapa Lima District from the results of research in the form of conversion of mangrove forest ecosystem areas into ponds (such as fish ponds and salt ponds) and land for development such as (housing, settlement, facilities and infrastructure). As well as the utilization of mangrove forest resources that are there (such as utilizing part of the mangrove tree and marine life there) to be used directly for their own needs which has caused a decrease in the area/coverage and density of mangrove vegetation on the coast. Meanwhile, the consequences include: the absence of habitats for laying eggs and nurseries for biota, the absence of additional supply of nutrients in coral reef ecosystems and seagrass ecosystems, and the loss of physical defense of the coast from waves and tidal currents, and the densely populated settlements around the coastal areas have an impact on abrasion and erosion, as well as the disposal of household waste directly into the sea. Keywords: Mangrove, Method , Data Analysis, Population Economic Activity
PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP BERBASIS PENDEKATAN EKOSISTEM PADA DOMAIN SUMBERDAYA IKAN DI KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU Sose, Maria Filomena; Paulus, Chaterina A.; Tallo, Ismawan
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.153 KB)

Abstract

Abstrak โ€“ Pengelolaan perikanan tangkap di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu masih belum dilaksanakan secara terintegrasi dalam suatu wadah yang mampu menyeimbangkan kepentingan dari berbagai komponen penting didalamnya. Kepentingan sosial dan ekonomi dilihat lebih mendominasi dari pada kesehatan ekosistem yang menjadi wadah sumberdaya ikan sebagai target penangkapan. Hal ini dilihat dari hasil produksi perikanan tangkap yang meningkat selama 5 tahun terakhir. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang status atau kondisi terkini pengelolaan perikanan tangkap di Kecamatan Kakuluk Mesak berdasarkan pendekatan ekostem atau Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) pada domain sumberdaya ikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data dari setiap indikator domain sumberdaya ikan dianalisis dari hasil skoring yang didapatkan dari hasil wawancara dan survei untuk mengetahui nilai dan status dari setiap indikator dengan ketentuan semakin besar nilai indikator maka semakin baik status pengelolan perikanan dan juga sebalikanya semakin kecil nilai indikator maka semakin buruk status pengelolaannya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa status atau kondisi terkini pengelolaan perikanan tangkap di Kecamatan Kakuluk Mesak saat ini berada pada status baik dalam menerapkan EAFM, dengan nilai agregat komposit sebesar 215. Kata Kunci: Pengelolaan Perikanan Tangkap, Domain Sumberdaya Ikan, CPUE. Abstract - Capture fisheries management in Kakuluk Mesak Sub-District, Belu Regency has not yet been implemented in an integrated manner in a container that can balance the interests of the various important components in it. Social and economic interests are seen as more dominating than the health of the ecosystem which serves as a container for fish resources as fishing targets. This can be seen from the increase in capture fisheries production over the last 5 years. The purpose of this study was to find out about the current status or condition of capture fisheries management in Kakuluk Mesak Sub-District based on the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) in the fish resource domain. The method used in this study is the observation and interview method using a questionnaire containing 6 assessment indicators from the fish resource domain. Data from each fish resource domain indicator is analyzed from the scoring results obtained from interviews and surveys to determine the value and status of each indicator with the provision that the greater the indicator value, the better the status of fishery management and vice versa, the smaller the indicator value, the worse the management status. The results of this study indicate that the current status or condition of capture fisheries management in Kakuluk Mesak Sub-District is currently in good status in implementing EAFM, with a composite aggregate value of 215. Keywords: Capture Fisheries Management, Fish Resource Domain, CPUE.
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK RUMPUT LAUT KERING (Eucheuma cottonii) Saraswati, Suprabadevi A.; Toruan, Lumban N. L.; Ayubi, Aludin Al; Huky, Rut Kristiani; Malelak, Gusti Aplisia
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.745 KB)

Abstract

Abstrak - Rumput laut di Indonesia merupakan salah satu sumberdaya perikanan di Indonesia yang dapat dijadikan salah satu sumber andalan ekonomi perikanan nasional. Salah satu jenis rumput laut yang banyak diproduksi di Indonesia adalah jenis Eucheuma cottonii. Mutu atau karakteristik suatu produk sangat penting, hal ini karena dengan adanya mutu produk suatu makanan maka produk tersebut akan aman dan konsumen akan lebih banyak memilih produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisitik organoleptik rumput laut kering (Eucheuma cottonii). Lokasi penelitian dilaksanakan di laboratorium LPPMHP Kupang. Uji organoleptik yang dilakukan adalah uji deskripsi (uji scoring), dimana panelis diminta untuk menilai produk dengan menggunakan skor 1-9 untuk masing-masing atribut sensori. Hasil dari pengujian organoleptik adalah 7,02-7,24. Hasil akhir dari uji organoleptik dipengaruhi oleh penilaian panelis terhadap rumput laut yang dinilai. Panelis dalam uji organoleptik terdiri atas panelis terlatih dan panelis tidak terlatih. Rumput laut (Eucheuma cottonii) kering memiliki warna kemerahan dan tekstur yang kaku. Warna kemerahan terjadi karena saat penjemuran, klorofil yang terkandung dalam rumput laut tergredasi karena terkena cahaya matahari sehingga warna hijau atau cokelat pada rumput laut berubah menjadi kemerahan. Berdasarkan hasil uji organoleptik (uji scoring) rumput laut kering (Eucheuma cottonii) masih memenuhi standar. Kata kunci: Rumput laut, Eucheuma cottonii, Karakterisitik, Penjemuran Abtract - Seaweed in Indonesia is one of the fisheries resources in Indonesia which can be used as a mainstay source of the national fisheries economy. One type of seaweed that is widely produced in Indonesia is Eucheuma cottonii. The quality or characteristics of a product is very important, this is because with the quality of a food product, the product will be safe and consumers will choose the product more. The purpose of this study was to determine the organoleptic characteristics of dried seaweed (Eucheuma cottonii). The research location was carried out in the Kupang LPPMHP laboratory. The organoleptic test carried out was a description test (scoring test), where the panelists were asked to rate the product using a score of 1-9 for each sensory attribute. The results of organoleptic testing were 7.02-7.24. The final result of the organoleptic test is influenced by the panelist's assessment of the seaweed being assessed. The panelists in the organoleptic test consisted of trained panelists and untrained panelists. Dried seaweed (Eucheuma cottonii) has a reddish color and a stiff texture. The reddish color occurs because when drying, the chlorophyll contained in seaweed degrades due to exposure to sunlight so that the green or brown color of the seaweed turns reddish. Based on the results of the organoleptic test (scoring test), dried seaweed (Eucheuma cottonii) still meets the standard. Keywords: Seaweed, Eucheuma cottonii, Characteristics, Drying
CIRI-CIRI MORFOMETRIK HASIL TANGKAPAN LAMPARA MILIK NELAYAN DI KELURAHAN NAMOSAIN, KECAMATAN ALAK, KOTA KUPANG Bita, Fitriani; ., Yahyah; Saraswati, Suprabadevi A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.501 KB)

Abstract

Abstrak - Morfometrik adalah cirri- ciri yang berkaitan dengan ukuran tubuh atau bagian tubuh ikan seperti panjang total. Ukuran ini adalah salah satu yang dapat di gunakan sebagai ciri taksonomi saat mengidentifikasi ikan hasil tangkapan. Hasil pengukuran biasanya dinyatakan dalamsatuan militer atau centimeter, ukuran di sebut mutlak.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik morfometrik dan mendeskripsikan karakter morfometrik ikan tongkol (Euthynnus affnis), dan ikan kombong (Rastrellyger kanagurata), di kelurahan Namosain,kecamatan Alak,kota Kupang.Metode yang di gunakan adalah metode observasi,dokumetasi dan studi pustaka untuk mengidentifikasi spesies berdasarkan ciri morfomeriknya. Kata kunci: Metode, Prosedur Kerja, Identifikasi, Proses Identifikasi Analisis Data Asbtract - Morphometrics are characteristics related to body size or body parts of fish such as total length. This measure is one that can be used as a taxonomic feature when identifying caught fish. The measurement results are usually expressed in military units or centimeters, the size is called absolute. The purpose of this study was to determine the morphometric characteristics and describe the morphometric characters of tuna. (Euthynnus affnis), and kombong fish (Rastrellyger kanagurata), in Namosain sub-district, Alak sub-district, Kupang city. The method used is observation, documentation and literature study to identify species based on their morphomeric characteristics. Keywords: Method, Work Procedure, Identification, Identification Process of Data Analysis
PREVALENSI DAN INTENSITAS INFEKSI ANISAKIS SP. PADA HASIL TANGKAPAN THUNNUS SP. DI PERAIRAN LAUT FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR Guntur, Saldi; Soewarlan, Lady Cindy; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.45 KB)

Abstract

Abstrak - Tuna (Thunnus sp.) merupakan ikan dengan tujuan ekspor. Negara yang menjadi tujuan utama adalah Amerika Serikat dan Jepang. Nilai ekspor TTC selama periode 2016 sampai 2017 mengalami kenaikan sebesar 16,57%. Tuna merupakan salah satu jenis makanan yang dapat dikonsumsi mentah, yang menjadi makanan favorit bagi beberapa negara seperti Jepang, Korea, Cina, Malaysia, Indonesia (restoran Jepang). Penyakit Anisakiasis sering terjadi di negara-negara yang sering mengkonsumsi ikan mentah. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui Infeksi Anisakis sp, distribusi prevalensi, intensitas infeksi dan Pengaruh hubungan berat ikan dengan intensitas infeksi Anisakis sp pada Thunnus sp yang tertangkap di perairan laut Flores. Kata Kunci : Identifikasi Morfologi, Distribusi, Prevelensi dan Intensitas Infeksi, Hubungan Berat Ikan dengan Intensitas Infeksi Abstract - Tuna (Thunnus sp.) is a fish with the main export destination. The main export destinations are the United States and Japan. The export value of TTC during the period 2016 to 2017 increased by 16.57%. Tuna is one type of food that can be consumed raw, which is a favorite food for several countries such as Japan, Korea, China, Malaysia, Indonesia (Japanese restaurant). Anisakiasis disease often occurs in countries that often consume raw fish. This study aims to determine the infection of Anisakis sp, distribution of prevalence, intensity of infection and the effect of the relationship between fish weight and intensity of Anisakis sp infection on Thunnus sp caught in Flores sea waters. Keywords : Identification morphology , distribution, Prevalence d an intensity of infection, Relationship Weight Fish With Infection Intensity

Page 7 of 20 | Total Record : 193