cover
Contact Name
Yahyah
Contact Email
yahyahrachim@gmail.com
Phone
+628113828906
Journal Mail Official
baharipapadak00@gmail.com
Editorial Address
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL BAHARI PAPADAK
ISSN : -     EISSN : 27236536     DOI : -
Jurnal Bahari Papadak adalah sebuah jurnal nasional dalam bidang ilmu-ilmu kelautan dan perikanan yang di kelolah oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan utamanya adalah menyajikan artikel-artikel hasil riset atau penelitian yang berkualitas yang meliputi semua sub-bidang kajian dalam lingkup ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini menyediakan ruang publikasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan kalangan professional lainnya. Artikel ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan dalam jurnal ini harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, merupakan paper asli (bebas plagiarisme), tidak dipublikasikan atau tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Lingkup topik Jurnal Bahari Papadak meliputi manajemen sumberdaya perairan, perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, ilmu kelautan, bioteknologi perikanan, biologi dan ekologi biota perairan, serta penilaian dan pengelolaan ekosistem perairan.
Articles 193 Documents
KAJIAN KESESUAIAN WISATA DI PANTAI KOLBANO, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Benu, Ronli; Kangkan, Alexander L.; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.803 KB)

Abstract

Abstrak - Kesesuaian lahan dapat diartikan sebagai tingkat kecocokan suatu lahan untuk suatu kegunaan tertentu. Salah satunya di lakukan untuk menentukan kesesuaian lahan wisata. Penelitian mengenai kesesuaian wisata pantai telah dilakukan di Pantai Kolbano. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian wisata Pantai Kolbano. Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah observasi. Metode yang diggunakan dalam penentuan stasiun penelitian ini adalah metode Purposive Sampling. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka tingkat kesesuaian wisata Pantai Kolbano berdasarkan parameter kesesuaian yaitu lebar pantai, jenis pantai, substrat dasar perairan, penutupan kawasan, ketersediaan air tawar dan kemiringan pantai pada stasiun I, II, III memiliki nilai indeks kesesuaian wisata berada pada kategori S1 (Sangat Sesuai) dengan nilai 80%-100%. Kata Kunci: Kesesuaian, Wisata, Pantai Kolbano Abstract - Land suitability can be defined as the level of suitability of a land for a particular use. One of them is done to determine the suitability of tourist land. Research on the suitability of coastal tourism has been carried out at Kolbano Beach. This study aims to anlayze the suitability of Kolbano Beach tourism. The method used in this research is observation. The method used in determining the station of this research is the Purposive Sampling method. Based on the research conducted, the level of suitability of Kolbano Beach tourism based on suitability parameters, namely beach width, beach type, bottom substrate, are closure, fresh water availability and beach slope at stations I, II, III has a tourism suitability index value in the SI category (Very Appropriate) with a value of 80-100%. Key words: Suitability, Tourism, Kolbano Beach
PERSENTASE TUTUPAN VEGETASI HUTAN MANGROVE DI PESISIR PANTAI DESA OETETA, KECAMATAN SULAMU, KABUPATEN KUPANG Ude, Yohana Febrina; Kangkan, Alexander L.; Toruan, Lumban N. L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.872 KB)

Abstract

Abstrak - Desa Oeteta adalah salah satu desa di Kecamatan Sulamu yang memiliki garis pantai terpanjang yaitu 4.370 m dan banyak ditumbuhi oleh vegetasi mangrove. Hutan mangrove di Desa Oeteta sebagian besar telah digunakan sebagai sumber penghidupan diantaranya pembukaan lahan tambak garam, pengambilan kayu bakar maupun pembangunan pemukiman, dan penebangan hutan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mangrove yang ada di pesisir pantai Desa Oeteta dan persentase penutupannya. Pengambilan data mangrove dilakukan pada tanggal 11 November, 23 November, 30 November, dan 7 Desember 2019 pada pukul 10.00-15.00 Wita. Pengukuran parameter lingkungan dilakukan ketika pengambilan sampel mangrove pada pukul 08.00-09.00 Wita. Transek sepanjang 100 meter diperlukan untuk melakukan pengamatan jenis dan penutupan mangrove. Penentuan penutupan mangrove menggunakan teknik hemisperichal photography yaitu menghitung luasan tutupan kanopi dengan menggunakan kamera dari bawah kanopi pohon untuk menentukan jumlah penutupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis mangrove di pesisir pantai Desa Oeteta yaitu Avicennia alba, Rhizophora apiculata dan Avicennia officinalis. Persetanse penutupan mangrove di pesisir Desa Oeteta memiliki kisaran nilai <50% dan termasuk dalam kriteria jarang dan kategori rusak berat. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis mangrove yang ditemukan di pesisir pantai Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu terdapat dua famili yaitu Avicenniaceae dan Rhizophoraceae dengan persentase penutupan tertinggi mangrove didominasi oleh jenis Rhizophora apiculata dengan nilai sebesar (49,70%), kemudian diikuti spesies mangrove Avicennia alba dengan nilai sebesar (46,45%). Kata kunci: Mangrove, Penutupan, Oeteta, Sulamu Abstract - Oeteta Village is the one of village in Sulamu district which have the longest coastline namely 4.370 m and is overgrown by mangrove vegetation. Most of mangrove forest in Oeteta village have been used as a source of livelihood including the opening the field of salt ponds, taking firewood and building the settlement, and clearing mangrove forest. The purpose of this study was to determine the types of mangrove on the coast of Oeteta village and the percentage of their mangrove cover. Mangrove data collection was carried out on November 11, November 23, November 30, and December 7, 2019 at 10.00-15.00 WITA. Measurement of environmental parameters was carried out when sampling mangroves at 08.00-09.00 WITA. The 100 meter long transect is needed to observe mangrove species and cover. Determination of mangrove cover using hemisperichal photography technique, namely calculating the area of canopy cover using a camera from under the tree canopy to determine the amount of cover. The results showed that there were three types of mangroves on the coast of Oeteta Village, namely Avicennia alba, Rhizophora apiculata and Avicennia officinalis. The percentage of mangrove cover on the coast of Oeteta Village has a value range of <50% and is included in the criteria for rare and heavily damaged cate gories. Based on the results of this study, it can be concluded that the types of mangroves found on the coast of Oeteta Village, Sulamu District, there are two families namely Avicenniaceae and Rhizophoraceae with the highest percentage of mangrove cover being dominated by Rhizophora apiculata with a value of (49.70%), followed by species Avicennia alba mangrove with a value of (46.45%). Keywords: Mangrove, Closure, Oeteta, Sulamu
PENGEMBANGAN WISATA PANTAI TANJUNG BASTIAN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Manehat, Maria E.; Paulus, Chaterina A.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.352 KB)

Abstract

Abstrak - Pantai Tanjung Bastian merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang terletak di Desa Humusu, Kec. Insana Utara, Kab. TTU. Pantai ini memiliki daya tarik khas berupa pemandangan laut, pasir, dan gunung. Dalam rangka pengembangannya sebagai wisata pantai, diperlukan strategi pengembangan wisata pantai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi pantai Tanjung Bastian saat ini dan mengetahui bentuk strategi yang dibutuhkan dalam pengembangan wisata pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kesesuaian wisata kategori rekreasi dan analisis SWOT. Penelitian menunjukkan hasil bahwa nilai kesesuaian wisata pada dua stasiun pengamatan di pantai Tanjung Bastian termasuk kategori sangat sesuai. Strategi yang diperlukan untuk pengembangan wisata pantai Tanjung Bastian adalah (1) meningkatkan promosi, (2) melengkapi dan merawat fasilitas wisata yang ada untuk menunjang kegiatan pengembangan pantai, dan (3) mengembangkan alternatif kegiatan wisata yang beragam pada satu lokasi yang sama. Kata Kunci: Destinasi Wisata Pantai, Nilai Kesesuaian, Strategi Pengembangan. Abstract - Tanjung Bastian Beach is one of the coastal tourist destinations located in Humusu Wini Village, North Insana District, North Central Timor Regency. This beach has a distinctive attraction in the form of views of the sea, sand, and mountains. To develop it as coastal tourism, a strategy for developing coastal tourism is needed. This study aims to determine the current condition of the Tanjung Bastian beach and determine the form of strategy needed in the development of coastal tourism. This research was conducted from July to August 2021. The research method used was a tourism suitability analysis for the recreation category and SWOT analysis.The results showed that the value of tourism suitability at the two observation stations on the Tanjung Bastian coast was in the very suitable category. The strategies needed for the development of Tanjung Bastian beach tourism are (1) increasing promotions, (2) equipping and maintaining existing tourism facilities to support beach development activities, and (3) developing various alternative tourism activities at the same location. Keywords: Coastal Tourism Destinations, Suitability Value, Development Strategy.
ANALISIS KUALITAS BAHAN BAKU PEMBUATAN GARAM KONSUMSI BERIODIUM DI CV. RAJA BARU, KOTA KUPANG Dawa, Umbu P. L.; Lakapu, Mada M.; Snae, Arianto; Gadi, Dewi S.; Teffu, Yunialdi H.; Bessie, Donny M.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.298 KB)

Abstract

Abstrak - Pembuatan garam rakyat merupakan kegiatan yang dilakukan oleh rakyat yang telah menjadi rutinitas tahunan sebagai usaha mata pencaharian. CV. Raja Baru yang berlokasi, di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang melakukan produksi menggunakan bahan baku garam krosok. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui proses pembuatan garam konsumsi beriodium di CV. Raja Baru, Kota Kupang dan untuk menganalisis nilai Organoleptik (warna dan bau), kadar air, NaCl dan iodium pada bahan baku pembuatan garam konsumsi beiodium di CV. Raja Baru, Kota Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember sampai bulan Januari 2021 bertempat di CV. Raja Baru, Kota Kupang sebagai lokasi survei dan pengambilan sampel. Sedangkan pengujian kadar air, NaCl, iodium untuk garam iodium di Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Baristand Industri Surabaya, pengujian kadar air, NaCl, iodium untuk garam rakyat di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor dan organoleptik (warna dan bau) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh dideskripsikan dengan membandingkan menurut literatur-literatur yang tersedia tentang produk garam. Hasil penelitian yaitu untuk pengujian organoleptik warna pada garam bahan baku 70% putih normal dan 30% putih kecokelatan sedangkan garam konsumsi 100% putih normal, pengujian bau pada garam bahan baku 60% normal tidak berbau dan 40% bau tidak normal sedangkan garam konsumsi 100% normal tidak berbau, pengujian kadar air garam bahan baku 4,58% sedangkan garam konsumsi 1,75%, pengujian NaCl garam bahan baku 88,04% sedangkan garam konsumsi 96,93% dan pengujian kadar iodium garam bahan baku 0,73 mg/kg sedangkan garam konsumsi 50,84 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan yaitu untuk menganalisis bahan baku pembuatan garam konsumsi beriodium di CV. Raja Baru, Kota Kupang meliputi: bahan baku, pembakaran, iodisasi, penghalusan, pengemasan, pengemasan dalam bal, packing dalam dos, penyimpanan produk jadi dan distribusi/pemasaran. Serta pengujian organoleptik pada bahan baku pembuatan garam konsumsi beriodium untuk parameter warna dengan kriteria putih kecokelatan dan untuk parameter bau dengan kriteria bau tidak normal, kadar air untuk garam bahan baku : 4,58%, NaCl untuk garam bahan baku : 88,04% serta iodium untuk garam bahan baku : 0,73 mg/kg. Kata Kunci : Garam, Iodium, Kualitas, NaCl, Organoleptik.
TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR DI PPI OEBA, KECAMATAN KELAPA LIMA, KOTA KUPANG Johan Engge, Edwin Samuel; ., Yahyah; Tallo, Ismawan
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.398 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan yang tertangkap oleh alat tangkap pancing ulur, pendapatan yang di peroleh nelayan tradisional pancing ulur dan tingkat pendapatan yang diperoleh nelayan pancing ulur di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba, Kota Kupang. Parameter yang diukur yaitu pendapatan nelayan tradisional pancing ulur. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey dengan teknik wawancara (kuisioner). Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan jumlah responden sebanyak 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jenis ikan yang tertangkap oleh nelayan tradisional pancing ulur adalah Ikan Kerapu Tikus (Cromeleptes altivelis), Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson), Ikan Kakap Merah (Lutjanus argentimaculatus), Ikan Tuna (Thunnus sp.) dan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis). Sedangkan rata-rata pendapatan nelayan tradisional pancing ulur adalah Rp. 55.536.875. Dan rata-rata tingkat pendapatan nelayan tradisional pancing ulur adalah Rp. 61.623.687. Nelayan tradisional pancing ulur di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba, Kota Kupang berada pada tingkatan sejahtera karena rata-rata tingkat pendapatan nelayan tradisional pancing ulur di atas Upah Minimum Regional (UMR) Kota Kupang yaitu Rp. 2.007.500. Kata kunci: Tangkapan, Tingkat Pendapatan, Hand Line, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Abstract - This study aims to determine the types of fish caught by hand line fishing gear, the income earned by traditional hand-line fishermen and the level of income earned by hand line fishermen at the Fish Landing Base (PPI) Oeba, Kupang City. The parameter measured is the income of traditional hand line fishermen. The research was conductedusing a survey method with an interview technique (questionnaire). Sampling was done randomly with the number of respondents as many as 16 people. The results showed that the types of fish caught by traditional hand line fishermen were grouper rat (Cromeleptes altivelis), panggiri fish (Scomberomorus commerson), red snapper (Lutjanus argentimaculatus), tuna (Thunnus sp.) and mackerel (Euthynnus affinis). Meanwhile, the average income of hand-lined traditional fishermen is Rp. 55.536.875 and the average income level of traditional hand-lined fishermen is Rp. 61.623.687. Traditional hand line fishermen at the Oeba Fish Landing Base (PPI), Kupang City are at a prosperous level because the average income level of traditional hand-line fishermen is above the Regional Minimum Wage of Kupang City, which is Rp. 2.007 500. Key word: Catch, Income Level, Hand Line, Fish Landing Base (PPI) Oeba
ZONA POTENSI PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DI PERAIRAN KABUPATEN ALOR Ena, Odie Susanti; Tallo, Ismawan; Al Ayubi, Aludin
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.018 KB)

Abstract

Abstrak - Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dalam perikanan sangat membantu nelayan untuk mempermudah dalam operasi penangkapan ikan guna meningkatkan hasil tangkapan ikan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui zona potensi penangkapan ikan berdasarkan sebaran suhu permukaan laut di perairan Kabupaten Alor. Zona potensi penangkapan ikan diperolah berdasarkan kejadian thermal front dari suhu permukaan laut. Data citra yang digunakan adalah data citra Ocean Color level 3, data yang diambil selama 1 tahun yaitu dari bulan Agustus 2020 sampai Juli 2021. Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai suhu permukaan laut di perairan Kabupaten Alor berkisar nilai 25,59 ⁰C – 31 ⁰C dan informasi zona potensi penangkapan ikan yang dihasilkan sekitar 67 titik. Titik terbanyak terdapat pada bulan Maret 2021 sebanyak 21 titik dan titik paling sedikit terdapat pada bulan April 2020 sebanyak 2 titik. Kata Kunci: Titik Penangkapan Ikan, Suhu Permukaan Laut Abstract - Utilization of remote sensing technology in fisheries greatly helps fishermen to facilitate in fishing operations to improve optimal fish catches. The purpose of this study was to find out the potential fishing zone based on the spread of sea surface temperature in the waters of Alor Regency. The potential zone of fish captivity is processed based on the thermal front event of sea surface temperature. The image data used is Ocean Color level 3 image data, data taken for 1 year from August 2020 to July 2021. The results showed that the average value of sea surface temperature in the waters of Alor Regency ranged from 25,59 ⁰C – 31 ⁰C and information on the potential fishing zone generated around 67 points. The most points are in March 2021 as many as 21 points and the fewest points in April 2020 as many as 2 points. Keywords: Fishing Groud, Sea Surface Temperature
JENIS - JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP POLE AND LINE DI PERAIRAN FLORES TIMUR, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Kein, Fulgensius Willem; ., Yahyah; Ayubi, Aludin Al
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.85 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini berguna agar memahami jenis-jenis ikan apa saja yang tertangkap pada alat tangkap pole and line, jumlah ikan per jenis yang tertangkap pada alat tangkap pole and line, dan produksi hasil tangkapan ikan yang tertangkap pada alat tangkap pole and line di perairan Flores Timur. Penelitian ini menggunakan metode mengumpulkan data observasi yaitu dengan mengikuti nelayan ke lokasi penangkapan ikan, dan data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan analisis komposisi jenis dan analisis CPUE. Pengambilan data lapangan dilakukan selama 12 kali trip pengoperasian kapal pada bulan Oktober, November, dan Desember tahun 2020. Hasil penelitian menunjukan komposisi jenis hasil tangkapan dari alat tangkap pole and line terdiri dari ikan cakalang dan ikan baby tuna. Dengan hasil tangkapan tertinggi terdapat pada spesies ikan cakalang, tangkapan paling rendah spesies ikan baby tuna. Jumlah komposisi jenis ikan hasil tangkap tertinggi menggunakan alat tangkap pole and line yang di operasikan di perairan Flores Timur adalah spesies ikan cakalang memiliki nilai komposisi sebesar 91,899%, dan spesies ikan baby tuna dengan nilai komposisi sebesar 8,1000%. Hasil analisis CPUE memperlihatkan bahwa nilai CPUE ikan cakalang sebesar 1966,9, ikan baby tuna sebesar 141,4 dan total 2108,5. Rata – rata jumlah produksi per trip didapat dari jumlah produksi selama tiga bulan penelitian dari dua spesies ikan dibagi banyaknya trip yaitu 12 trip selama 3 bulan penelitian. Kata kunci: Perairan Flores Timur, Pole and Line, Ikan Cakalang Abstract -This study aims to determine what types of fish are caught in pole and line fishing gear, the number of fish per type caught in pole and line fishing gear, and the production of fish caught on pole and line fishing gear in East Flores waters. This study used the method of collecting observational data by following fishermen to fishing locations, and the data obtained were analyzed using type composition analysis and CPUE analysis. Field data collection was carried out during 12 ship operation trips in the months (October, November, and December) of 2020. The results showed the composition of the types of catch from the pole and line fishing gear consisted of skipjack and baby tuna. With the highest catch is found in skipjack fish species, and the lowest catch is in the baby tuna fish species. The highest number of fish species composition using Pole and Line fishing gear which is operated in the waters of East Flores is the skipjack tuna species which has a composition value of 91.899%, and the baby tuna species with a composition value of 8.100%. The CPUE analysis results show that the CPUE value of skipjack / Katsuwonus pelamis is 1966.9, baby tuna (Thunnus albacares) is 141.4 and the total is 2108.5. The average number of production per trip is obtained from the amount of production during the three months of the study of the two fish species divided by the number of trips, namely 12 trips during the 3 months of the study. Key words: East Flores Waters, Pole and Line, Skipjack Fish
JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN PANCING ULUR DI PERAIRAN TELUK KUPANG BERDASARKAN PERBEDAAN MATA PANCING Kolo, Antonius R.; ., Yahyah; Al Ayubi, Aludin
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.183 KB)

Abstract

Abstrak - Perairan Teluk Kupang memiliki sumberdaya kelautan yang dimanfaatkan sebagai lokasi penangkpan ikan. Penngkapan ikan dilakukan menggunakan berbagai alat tangkap salah satunya adalah pancing ulur. Pancing ulur merupakan alat tangkap yang umumnya digunakan oleh masyarakat pesisir Teluk Kupang untuk menangkap ikan demersal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis – jenis ikan hasil tangkapan menggunakan alat tangkap pancing ulur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2021 di perairan Teluk Kupang. Metode dalam penelitian ini adalah observasi dan menggunakan analisis deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis ikan target yang tertangkap menggunakan alat tangkap pancing ulur yaitu ikan biji nangka (Upeneus mullocensin), ikan kerapu lumpur (Epinephelus coioides), ikan kakap merah (Lutjanidae campechanus), ikan Ekor Kuning (Caesionidae), dan ikan lencam (Lethrinidae). Jumlah komposisi hasil tangkapan ikan tertinggi berdasarkan mata pancing nomor 16 adalah ikan biji nangka dan kakap merah sebesar 20%, mata pancing nomor 17 adalah ikan lencam sebanyak 40% dan mata pancing nomor 18 adalah ikan lencam sebanyak 38% Kata Kunci: Jenis Ikan, Pancing Ulur, Teluk Kupang Abstract - Kupang Bay has marine resources that are used as a location for fishing activities. Fishing activities are carried out using various fishing gear, one of which is hand line. Hand line is a fishing gear that is generally used by the coastal community of Kupang Bay to catch demersal fish. This study aims to determine the types of fish caught using handline fishing gear. This research was conducted in April – May 2021 in the waters of Kupang Bay. The method in this research is observation and using qualitative descriptve analysis. The results of this study indicate that there are 5 types of target fish caught using handline fishing gear, namely Jackfruit Seed fish (Upeneus mullocensin), Mud grouper fish (Epinephelus coioides), Red Snapper (Lutjanidae campechanus), Yellowtail fish (Caesionidae), and Lencam fish (Lethrinidae). The highest number of fish catch compositions based on hook number 16 was Jackfruit Seed fish and Red Snapper by 20%, hook number 17 is Lencam fish as musch as 40% and hook number 18 is Lencam fish as much as 38%. Keywords: Fish Species, Handline, Kupang Bay
CURAHAN WAKTU KERJA IBU RUMAH TANGGA PEDAGANG PENGECER IKAN DI KECAMATAN ALAK, KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Buan, Trofimus; Soewarlan, Lady Cindy; Paulus, Chaterina A.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.539 KB)

Abstract

Abstrak – Rendahnya pendapatan yang dihasilkan suami serta tuntutan ekonomi yang cukup besar merupakan faktor yang mendorong ibu rumah tangga nelayan dan non nelayan ikut mengambil peran produktif dalam membantu suami. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai curahan waktu kerja ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pedagang pengecer ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai Juli tahun 2021 di Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi yang diambil adalah seluruh wanita yang berprofesi sebagai pedagang pengecer ikan yang aktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Curahan waktu kerja untuk satuan waktu jam: Bagi istri non nelayan pada musim timur, barat dan peralihan yaitu minimal rata-rata 12 jam. Sedangkan bagi istri nelayan, persamaan hanya pada musim timur dan peralihan yaitu minimal rata-rata 10 jam, kemudian pada musim barat minimal rata-rata 6 jam. Curahan waktu kerja untuk satuan waktu hari: Bagi istri non nelayan pada musim timur, barat dan peralihan yaitu 30 hari. Sedangkan bagi istri nelayan, terdapat perbedaan untuk tiap musimnya yaitu musim timur rata-rata 17 hari; musim barat rata-rata 15 hari; kemudian musim peralihan rata-rata 16 hari. Kata Kunci: Kecamatan Alak, Ibu Rumah Tangga, Pedagang Pengecer, Curahan Waktu Kerja. Abstract - Low income generated by the husband and considerable economic demands are factors that encourage fishermen and non-fishermen housewives to take a productive role in helping the husband. The purpose of this study is to provide information about the outpouring of working time housewives who work as fish retailers. This research was conducted from June to July 2021 in Alak District, Kupang City. The method used is using the case study method using a qualitative approach. The population taken is all women who work as active fish retailers. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. Outpouring of working time for hour time units: for non-fisherman wives in the eastern, western and transitional seasons that is at least an average of 12 hours. As for the fisherman's wife, the equation is only in the eastern season and the transition is at least an average of 10 hours, then in the Western season at least an average of 6 hours. The outpouring of working time for the unit time of day: for non-fisherman wives in the east, west and transitional seasons is 30 days. As for the fisherman's wife, there is a difference for each season, namely the eastern season on average 17 days; the Western season on average 15 days; then the transitional season on average 16 days. Keywords: Alak District, Housewives, Retailers, Outpouring Of Working Time.
HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP RAWAI DASAR PADA KEDALAMAN PEMASANGAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN DESA RIANGRITA KECAMATAN ILEBURA KABUPATEN FLORES TIMUR Blolon, Antonius Mario G. N.; Tallo, Ismawan; Boikh, Lebrina I.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.943 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis ikan hasil tangkapan, komposisi jumlah jenis dan perbandingan jumlah ikan hasil tangkapan alat tangkap rawai dasar pada kedalaman pemasangan yang berbeda. Waktu pelaksanaan dimulai dari bulan Juni sampai Juli 2021, yang bertempat pada perairan Desa Riangrita Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur. Metode yang digunakan adalah pengamatan (observasi) dan percobaan penangkapan (experimen). Hasilnya menunjukan jenis ikan hasil tangkapan dari alat tangkap rawai dasar (bottom long line) berdasarkan 3 perlakuan perbedaan kedalaman pemasangan yaitu pada kedalaman 20 meter - 30 meter, 30 meter – 40 meter, 50 meter – 60 meter secara keseluruhan tergolong dalam 12 family yang terdiri dari 8 family ikan demersal yaitu: Lutjanidae, Lethrinidae, Serranidae, Dasyatidae, Balistidae, Haemulidae, Mullidae, dan Nemipteridae, kemudian 4 family dari ikan pelagis, yaitu: Istiophoridae, Scombridae, Sphyraenidae, dan Belonidae. Komposisi jenis ikan hasil tangkapan dari yang tertinggi adalah spesies ikan lencam kaisar telinga merah (Lethrinus rubrioperculatus) dengan nilai komposisi terbesar yaitu 33,33% dan jumlah komposisi jenis terendah adalah ikan gorara gigi anjing (Lutjanus olatus) sebesar 2,22%, serta hasil analisis nilai CPUE tertinggi terdapat pada ikan layaran/ jangilus (Istiophorus platypterus) sebesar 12,42 kg/trip, dan yang terendah terdapat pada ikan gorara gigi anjing (Lutjanus olatus) sebesar 0,14 kg/trip, dan ikan todak nipis (Ablennes hians) sebesar 0,14 kg/trip. Jumlah total dari hasil analisis CPUE adalah 24,2 kg/trip. Kata kunci : Rawai Dasar, Perbedaan Kedalaman Pemasangan, Ikan Hasil Tangkapan. Abstract - The research aims to find out the type of fish caught, the composition of the number of types and the comparison of the number of fish caught by basic swamp fishing gear at different installation depths. The implementation time starts from June to July 2021, which is located in the waters of Riangrita Village, Ilebura District, East Flores Regency. The methods used are observation (observation) and attempted capture (experimen). The results showed that the types of fish caught from the bottom long line fishing gear based on 3 treatments of the difference in installation depth, namely at a depth of 20 meters - 30 meters, 30 meters – 40 meters, 50 meters – 60 meters as a whole belong to 12 families consisting of 8 demersal fish families, namely: Lutjanidae, Lethrinidae, Serranidae, Dasyatidae, Balistidae, Haemulidae, Mullidae, and Nemipteridae, then 4 families of pelagic fish, namely: Istiophoridae, Scombridae, Sphyraenidae, and Belonidae is a type of red-ear emperor lencam fish (Lethrinus rubrioperculatus), the composition of the fish species caught from the highest is the red ear emperor lencam fish species (Lethrinus rubrioperculatus) with the largest composition value of 33.33% and the lowest number of species compositions is the dog tooth gorara fish (Lutjanus olatus) by 2.22%, and the results of analysis of the highest CPUE value are found in sailfish / jangilus (Istiophorus platypterus) of 12.42 kg / trip, and the lowest is found in the dog tooth gorara fish (Lutjanus olatus) by 0.14 kg / trip, and the thin swordfish (Ablennes hians) by 0.14 kg / trip. The total number of CPUE analysis results is 24.2 kg/trip. Keywords: Basic swamp, difference in installation depth, catched fish.

Page 6 of 20 | Total Record : 193