cover
Contact Name
Yahyah
Contact Email
yahyahrachim@gmail.com
Phone
+628113828906
Journal Mail Official
baharipapadak00@gmail.com
Editorial Address
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
JURNAL BAHARI PAPADAK
ISSN : -     EISSN : 27236536     DOI : -
Jurnal Bahari Papadak adalah sebuah jurnal nasional dalam bidang ilmu-ilmu kelautan dan perikanan yang di kelolah oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana. Tujuan utamanya adalah menyajikan artikel-artikel hasil riset atau penelitian yang berkualitas yang meliputi semua sub-bidang kajian dalam lingkup ilmu kelautan dan perikanan. Jurnal ini menyediakan ruang publikasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan kalangan professional lainnya. Artikel ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan dalam jurnal ini harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu, merupakan paper asli (bebas plagiarisme), tidak dipublikasikan atau tidak sedang diajukan ke jurnal lain. Lingkup topik Jurnal Bahari Papadak meliputi manajemen sumberdaya perairan, perikanan tangkap, pengolahan hasil perikanan, sosial ekonomi perikanan, ilmu kelautan, bioteknologi perikanan, biologi dan ekologi biota perairan, serta penilaian dan pengelolaan ekosistem perairan.
Articles 198 Documents
PERAN IBU RUMAH TANGGA NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DI DESA KOLBANO KECAMATAN KOLBANO KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN) Tlonaen, Idamina; Soewarlan, Lady Cindy; Eoh, Crisca B.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.236 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini adalah untuk menegetahui bentuk profil kegiatan dari rumah tangga nelayan, jumlah curahan waktu kerja berdasarkan peran istri nelayan, Kontribusi pendapatan istri nelayan terhadap pendapatan rumah tangga. Untuk mengetahui peran istri nelayan terhadap pendapatan rumah tangga diukur dari tiga kegiatan yaitu kegiatan produktif, reproduktif, dan juga sosial kemasyarakatan. Penelitian ini dilaksankan di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, pada bulan Februari-Maret tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat nelayan yang berada di Desa Kolbano yang berjumlah 58 KK. Sampel yang digunakan adalah 50% dari jumlah populasi nelayan yaitu 25 KK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data primer dan data sekunder yaitu dengan teknik dokumentasi dan teknik wawancara dengan daftar kuesioner, kemudian data penelitian diolah dan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa istri memiliki kontribusi pada kegiatan produktif sebesar (maksimal 56%), (minimal 16,67%), dan (rata-rata 34,58%), untuk kegiatan reproduktif ( Suami 45,14%), (Istri 53,33%), (Anak 44,38%), dan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan (Suami 13,61%), (Istri 18,7%), (Anak 0%). Maka, dapat disimpulkan bahwa istri di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan, memiliki peran yang cukup besar dalam membantu pendapatan rumah tangga. Kata kunci: Istri, Rumah Tangga, Desa Kolbano Abstract - The purpose of this study was to determine the form of the activity profile of the fishermen household, the amount of time spent working based on the role of the fishermen's wife, the contribution of fishermen's wife's income to the fishermen's household income. Kolbano District. South Central Timor Regency. To find out the contribution of fishermen's wives to fishermen's household income, it is measured from three activities, namely productive, social reproductive and social activities. This research was carried out in Kolbano Village, Kolbano District, South Central Timor Regency, in February-March 2020. The population in this study were all fishing communities in Kolbano Village, amounting to 54 families. The sample in this study was 10% of the total fishermen population, namely 25 families. The method used in this research is quantitative descriptive analysis method. Primary data collection techniques and secondary data, namely by documentation techniques and interview techniques with a list of questionnaires, then the research data is processed and presented in the form of pictures and tables. The results showed that the wife contributed to productive activities by (maximum 56%), (minimum 16.67%), and (average 34.58%), for social reproductive activities (husband 45.14%), (Wife 53.33%), (Children 44.38%), and for social activities (Husbands 13.61%), (Wife 18.7%), (Children 0%). So, it can be concluded that the fishermen's wife in Kolbano Village, Kolbano District, South Central Timor Regency, has a significant contribution in helping fishermen household income (RTN). Keywords: Wife, Fisherman Household, Kolbano Village
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI DESA TANAH MERAH KECAMATAN KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG Talan, Ani; Soewarlan, Lady Cindy; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.081 KB)

Abstract

Abstrak - Partisipasi yaitu keikutan masyarakat da1am kegiatan program penge1o1aan ekosistem mangrove untuk menjaga sumber daya pesisir tersebut agar tetap 1estari. Pene1itian bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk partisispasi masyarakat da1am penge1o1aan hutan mangrove di wi1ayah pesisir Desa Tanah Merah Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Pelaksanaan penelitian pada Juli-Agustus 2021, Pengumpulan data menggunakan teknik observasi meliputi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove di dasarkan atas 7 indikator utama yaitu (1) Partisipasi pasif/manipulatif, (2) Partisipasi informasi, (3) Partisipasi konsultasi, (4) Partisipasi insentif materiil, (5) Partisipasi fungsional, (6) Partisipasi interaktif dan (7) Partisipasi self mobilization serta wawancara dengan menggunakan ku esione secara terstuktur. Data dari hasil observasi dan wawancara dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan skala Likert. Daerah yang termasuk dalam kawasan pesisir dan yang menjadi lokasi pengambilan data peneltian yaitu pada kawasan RT 19 dan RT 20. Pene1itian ini ditemukan bahwa bentuk partisipasi masyarakat da1am penge1o1aan ekosistem mangrove di Desa Tanah Merah dapat di kelompokan atas dua tipe yaitu partisipasi pasif dengan indeks presentasi 78% berada pada kategori baik sedangkan partisipasi aktif berada pada kategori sangat tidak baik dengan indeks presentasi 22%. Kata Kunci: Partisipasi, Masyarakat, Penge1o1aan Ekosistem Mangrove Abstract- Participation is the involvement of local communities in mangrove ecosystem management activities to keep these coastal resources sustainable. The research aims to find out the forms of community participation in mangrove forest management in the coastal area of Tanah Merah Village, Central Kupang District, Kupang Regency. The study in July-August 2021, data collection using observation techniques includes community participation in mangrove forest management based on 7 main indicators namely (1) Passive participation / manipulative, (2) Information participation, (3) Consultation participation, (4) Participation of material incentives, (5) Functional participation, (6) Interactive participation and (7) Self mobilization participation and interviews using structured questionnaires. Data from observations and interviews are analyzed using qualitative descriptive analysis using the Likert scale. Areas included in coastal areas and which are the locations for data collection are in the RT 19 and RT 20 areas. This research found that the form of community participation in the management of mangrove ecosystems in Tanah Merah Village can be grouped into two types, namely passive participation with a presentation index of 78% is in the good category while active participation is in the category is very bad with a presentation index of 22%. Keywords: Participation, Community, Mangrove Ecosystem Management
IDENTIFIKASI SENYAWA EKSTRAK KASAR PADA RUMPUT LAUT ULVA LACTUTA DARI PANTAI SERANGAN BALI ., Suleman; Andayani, Sri; Yuniarti, Ating
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Rumput laut merupakan salah satu komoditas hasil laut yang penting, serta tumbuh dan tersebar hampir di seluruh perairan laut Indonesia. Ulva lactuta atau selada laut merupakan salah satu jenis rumput laut hijau yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang banyak ditemukan di perairan Indonesia. Kandungan senyawa Ulva lactuta berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya banyak digunakan sebagai imunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif pada rumput laut Ulva lactuta yang diambil di perairan Serangan, Bali menggunakan FTIR. Berdasarkan hasil FTIR menunjukkan terdapat beberapa senyawa pada ekstrak kasar rumput laut Ulva lactuta adanya senyawa fenolik yang berasal dari gugus fungsi -OH dan ikatan polisakarida Kata Kunci: Rumput laut, Ulva lactuta, bioaktif, senyawa, Ekstrak kasar Abstract - Seaweed is one of the important seafood commodities and grows and is spread almost throughout Indonesia's sea waters. Ulva lactuta or sea lettuce is a type of green seaweed that contains bioactive compounds that are found in many Indonesian waters. The content of ulva lactuta compounds based on several previous studies is widely used as an immunostimulant. This study aims to determine the content of bioactive compounds in Ulva lactuta seaweed taken in the waters of Serangan, Bali using FTIR. Based on the results of FTIR, it shows that there are several compounds in the crude extract of Ulva lactuta seaweed, the presence of phenolic compounds derived from the -OH functional group and polysaccharide bonds Keywords: seaweed, Ulva lactuta, bioactive, crude extract, compound
TINJAUAN BAHAN ALAM MAKROALGA DI INDONESIA: STATUS DAN POTENSIAL Turupadang, Welem
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Potensi sumberdaya kelautan Indonesia sangatlah besar ditunjang oleh keanekaragaman biologi dan kimia (biochemo-diversity) untuk penemuan berbagai bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan farmasi, nutrisi, maupun bahan baku industri lainnya. Tinjauan ini akan memaparkan sejarah bahan alam laut, lalu diikuti dengan deskripsi kekayaan biologi dan kimiawi Indonesia dari organisme laut, dan diakhiri dengan uraian tentang status dan potensi bahan alam dari makroalga Indonesia. Sudah terdapat minimal enam bahan alam yang sudah secara komersil sebagai antivirus, anti cancer, dan anti HIV. Sejak awal dekade 90-an, terdapat beberapa bahan alam laut Indonesia yang berasal dari organisme seperti, spons, intertebrata laut, maupun jamur. Makroalga laut masih menyimpan potensi lebih jauh karena eksplorasi yang masih terbatas pada zona intertidal. Kata Kunci: Bahan alam laut, Biokimia diversitas, Makroalga Abstract – The potential of Indonesia's marine resources is very vast, supported by biological and chemical diversity (biochemo-diversity), for the discoverying of various natural materials that can be used as a source of pharmaceutical, nutritional, and other industrial raw materials. This review will describe the history of marine natural materials, followed by a description of Indonesia's biological and chemical richness of marine organisms, and ends with a description of the status and potential of Indonesian macroalgae natural products. There are already at least six natural products that have been commercially used as antiviral, anti-cancer, and anti-HIV. Since the early 90s, there have been several Indonesian marine natural materials derived from organisms such as sponges, marine invertebrates, and fungi. Marine macroalgae still have further potential because exploration is still limited to the intertidal zone. Keywords: Biochemo diversity, Macroalgae, Marine natural products
PENAMBAHAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI (ISP) UNTUK MENINGKATKAN NUTRISI KAMABOKO IKAN LELE (Clarias gariepenus) Djonu, Asriati; Nursyam, Happy; ., Yahya
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kamaboko adalah salah satu produk olahan dengan memanfaatkan ikan sebagai raw material. Kamaboko ikan lele dengan metode pengukusan mengandung protein sebesar 8%. Sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan kadar protein dengan penambahan isolat protein kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan isolat protein kedelai dan untuk mendapatkan konsentrasi penambahan isolat protein kedelai yang menghasilkan kualitas kamaboko ikan lele terbaik. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) sederhana. Perlakuan penambahan isolat protein kedelai pada kamaboko ikan lele yaitu (6;6.5;7;7.5;8%). Perlakuan penambahan isolat protein kedelai berbeda terhadap kamaboko ikan lele memberikan pengaruh terhadap nutrisi produk. Perlakuan terbaik diperoleh pada kosentrasi isolat protein kedelai 7,5 %. Kadar protein sebesar 12,79%, kadar air 71,27%, kadar lemak 6,61%, kadar abu 1,73%. Kata Kunci : Clarias gariepenus, Isolat Protein Kedelai, Kamaboko, Nutrisi. Abstract - Kamaboko is one of the processed products by utilizing fish as raw material. Catfish kamaboko by steaming method contains 8% protein. So it is necessary to increase the protein content by adding isolate soy protein. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of isolate soy protein and to obtain the concentration of the addition of isolate soy protein that produced the best quality of catfish kamaboko. The research method used is an experimental method using a simple completely randomized design (CRD). The treatment of adding isolate soy protein to catfish kamaboko was (6;6.5;7;7.5;8%). The addition of different isolates soy protein to catfish kamaboko had an effect on the nutrition of the product. The best treatment was obtained at the soy protein isolate concentration of 7.5%. Protein content is 12.79%, water content is 71.27%, fat content is 6.61%, ash content is 1.73%. Keywords : Clarias gariepenus, Isolat Soy Protein, Kamaboko, Nutrition.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI YANG BEROPERASI DI WPP 712 Boikh, Lebrina Ivantry; Siregar, Jhon Septin Mourisdo; ., Rasdam
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan alat tangkap bouke ami di WPP-RI 712. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari bulan Februari sampai dengan Maret 2019 di perairan Laut Jawa yang terletak pada WPP 712 dengan metode observasi. Hasil pengamatan pada pengoperasian alat tangkap bouke ami meliputi tahapan persiapan, setting dan Hauling. Alat tangkap bouke ami yang digunakan memiliki panjang 14.5 meter dengan bentuk jaring menyerupai kerucut. Hasil tangkapan terbesar pada alat tangkap bouke ami yang dioperasikan di WPP-RI 712 yaitu cumi – cumi (Loligo sp.) sebanyak 12.910 kg dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebanyak 1.400 kg. dengan nilai komposisi jenis terbesar pada jenis Loligo sp. sebesar 76,99% diikuti jenis Euthynnus affinis sebesar 8.32%, jenis Sepia sp. sebesar 5.59%, jenis Decapterus sp. sebesar 5.33% dan Scomberomorus sp. sebesar 3.98%. Kata kunci: Bouke Ami, WPP-RI 712, Cumi-Cumi, Laut Jawa Abstract - This study aims to determine the composition of the catch of bouke ami fishing gear in WPP-RI 712. This research was carried out for two months, from February to March 2019 in the Java Sea waters located in WPP 712 with the observation method. The results of observations on the operation of bouke ami fishing gear include the stages of preparation, setting and hauling. The bouke ami fishing gear used has a length of 14.5 meters with a net shape resembling a cone. The biggest catch on bouke ami fishing gear operated in WPP-RI 712 were squid (Loligo sp.) as much as 12,910 kg and tuna (Euthynnus affinis) as much as 1,400 kg. with the highest species composition value in Loligo sp. by 76.99% followed by Euthynnus affinis at 8.32%, Sepia sp. by 5.59%, Decapterus sp. by 5.33% and Scomberomorus sp. by 3.98%. Key words: Bouke Ami, WPP-RI 712, squid, Java Sea
KARAKTERISTIK BIOFISIK LOKASI BERSARANG PENYU DI PANTAI LOANG, KABUPTEN LEMBATA Beto, Anastasia; Kangkan, Alexander L.; ., Yahyah
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penyu merupakan salah satu fauna yang dilindungi karena populasinya yang terancam punah. Reptil laut ini mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Asia Tenggara. Pantai Loang merupakan salah satu pantai yang dipilih penyu secara naluriah untuk melakukan aktivitas peneluran dengan panjang pantai ± 2,5 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biofisik Pantai Loang sebagai tempat peneluran penyu secara alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan. Lebar intertidal berkisar antara 25-38,20 meter dengan rata-rata 32,87 meter dan lebar supratidal berkisar antara 3,70-14,70 meter, dengan rata-rata 7,37 meter. Rata-rata kemiringan pantai adalah 3,16° dengan dominasi tekstur substrat adalah pasir kasar. Posisi sarang berada pada zona supratidal dan zona vegetasi. Hasil pengamatan menunjukan sepanjang pantai ditumbuhi vegetasi yang membentuk formasi pescaprae dan formasi barringtonia. Vegetasi yang menyususn formasi pescaprae antara lain Spinifex littoreus, Ischaemum muticum, Ipoema pes-caprae. Vegetasi yang menyusun formasi barringtonia antara lain Pandanus tectorius, Gliricidia sepium. Hewan predator penyu yang ditemukan di lokasi peneluran yakni anjing (Canis lupus familiaris), burung gagak (Corvus enca), burung elang (Nisaetus floris), kepiting pantai (Ocypoda sp), biawak (Varanus salvator), semut (Formicdae). Aktivitas manusia yang terjadi di Pantai Loang antara lain, pengambilan pasir pantai berakibat pada perubahan topografi pantai yang dapat menyebabkan perubahan karakteristik pantai peneluran seperti perubahan kemiringan dan hilangnya vegetasi, aktivitas wisata pantai menyebabkan peningkatan jumlah sampah pantai. Timbunan sampah pada pasir pantai dapat menjadi penghalang bagi penyu betina yang menuju ke daerah / titik lokasi peneluran. Kata kunci: Penyu, Karakteristik Biofisik, Pantai Loang Abstract - Turtles are one of the protected fauna due to their endangered population. These marine reptiles are able to migrate over long distances along to the oceanic region the Indian Ocean, the Pasific Ocean, and Southeast Asia. Loang Beach is one of the beaches that turtles instinctively choose to carry out nesting activities, with the length of the beach is ± 2,5 km. This study aims to determine the biophysical characteristics of Loang Beach as a natural nesting places for turtles. The method used in this study is descriptive survey method. Data collection is done by direct observatio in field. The width of the intertidal zone ranges from 25-38,20 meters with an average of the intertidal zone is 32,87 meters, and supratidal width ranges from 3,70-14,70 meters with an average of the supratidal zone is 7,37 meters. The average of beach slope is 3,16°, with the dominance of substrate texture is coarse sand. The position of the nest is in the supratidal and vegetation zones. Observations show along the beach, overgrown with vegetation that forms the pescaprae formations and the barringtonia formations. Formations of pescaprae consists of Spinifex littoreus, Ischaemum muticum, Ipoema pes-caprae. Formations of barringtonia consists of Pandanus tectorius, Gliricidia sepium. Turtle predators found at the turtle nesting site are dogs (Canis lupus familiaris), crows (Corvus enca), eagles (Nisaetus floris), beach crabs (Ocypoda sp), lizard ((Varanus salvator), ant (Formicdae). Human activities in Loang Beach consists of the taking of beach sand resulted in changes in the topography of the beach that can cause changes in the characteristics of the beach such as changes in beach slope and loss of vegetation. Coastal tourism activities cause increase in the amount of beach litter. Landfills on beach sand can be barriers for female turtles heading to the area or point of location where turtles lay their eggs. Keywords: Turtle, Biophysical Characteristics, Loang Beach
PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN DARI KONTRIBUSI EKONOMI DAN PERAN PEREMPUAN PESISIR DI DESA HUNDIHUK, KABUPATEN ROTE NDAO Dahul, Maria Novia; Paulus, Chaterina A.; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Desa Hundihuk merupakan desa di wilayah pesisir yang sebagian besar pendapatan masyarakat bersumber dari produksi hasil perikanan tangkap. Profil jumlah penduduk Desa Hundihuk menunjukkan bahwa populasi perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Tenaga kerja wanita di Desa Hundihuk banyak melakukan kegitan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan rumah tangga seperti bekerja pada usaha penangkapan ikan dan udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan perempuan nelayan dan kontribusi perempuan pesisir terhadap peningkatan ekonomi rumah tangga nelayan di Desa Hundihuk, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai bulan Desember tahun 2021. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan peran perempuan pesisir. Hasil penelitian yang diperoleh pendapatan perempuan pesisir berasal dari usaha penangkapan ikan sebesar Rp.26.000.000,- per tahun dan usaha penangkapan udang sebesar Rp. 3.800.000,- per tahun. Kata Kunci: Kontribusi Ekonomi Perempuan Pesisir, Pendapatan Perempuan Pesisir Abstract - Hundihuk Village is a village in a coastal area where most of the community's income comes from the production of capture fisheries. The population profile of Hundihuk Village shows that the female population is more than the male population. The female workers in Hundihuk Village carry out many economic activities that can improve household welfare, such as working in fish and shrimp-catching businesses. The purpose of this study was to determine the income of women fishermen and the contribution of coastal women to the economic improvement of fishermen's households in Hundihuk Village, Northwest Rote Sub-district, Rote Ndao Regency. This research was conducted from November to December 2021. The data analysis used was an analysis of the income and roles of coastal women. The results of the study obtained that the income of coastal women came from the fishing business of IDR26,000,000 per year, and shrimp catching business of IDR3,800,000 per year. Keywords: Economic Contribution of Coastal Women, Increasing Income of Coastal Women
PENILAIAN EKONOMI DARI MANFAAT LANGSUNG DAN MANFAAT TIDAK LANGSUNG EKOSISTEM MANGROVE DI DESA NANGA LABANG KECAMATAN BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Kota, Beatrix; Paulus, Chaterina A.; ., Yahyah
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Peran ekosistem mangrove terhadap aspek kehidupan masyarakat dan lingkungan sangat penting sehingga perlu dilakukan penilaian ekonomi. Penilaian ekonomi adalah suatu upaya untuk memberikan nilai kuantitatif terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumber daya alam dan lingkungan. Total penilaian ekonomi ekosistem mangrove dilakukan dengan menghitung manfaat langsung dan manfaat tidak langsung ekosistem mangrove. Wilayah pesisir indonesia yang di tumbuhi mangrove adalah wilayah pesisir Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis fauna yang ada di kawasan ekosistem mangrove desa nanga labang seperti kepiting, siput merupakan jenis yang paling dominan jenis reptil dan amfibi. Lahan tambak udang di kawasan hutan mangrove di kelolah oleh masyarakat setempat sebagai bentuk upaya pelestarian hutan mangrove serta menambah perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pemanfaatan dan menghitung total nilai ekonomi ekosistem mangrove di Desa Nanga Labang Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Responden adalah masyarakat lokal yang melakukan aktivitas sehari-hari berkaitan dengan hutan mangrove secara langsung maupun tidak langsung, teknik penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini dari perhitungan total nilai manfat langsung dan manfaat tidak langsung. Hasil penelitian nilai ekonomi ekosistem mangrove di Desa Nanga Labang seluas 4 ha sebesar Rp 1.320.423.440/tahun, diperoleh dari total manfaat langsung sebesar Rp. 348.465.000/tahun atau 26% dan manfaat tidak langsung sebesar Rp. 971.958.440/tahun atau 74%. Kata Kunci : Penilaian ekonomi, manfaat ekosistem mangrove, sumberdaya pesisir. Abstract- The role of the mangrove ecosystem on aspects of community life and the environment is very important, so it is necessary to carry out an economic assessment. Economic appraisal is an attempt to give a quantitative value to the goods and services produced by natural resources and the environment. The total economic assessment of the mangrove ecosystem is carried out by calculating the direct and indirect benefits of the mangrove ecosystem. The coastal area of Indonesia that is overgrown with mangroves is the coastal area of Nanga Labang Village, Borong Sub-District, East Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Province. The types of fauna that exist in the mangrove ecosystem area of the village of Nanga Labang such as crabs, and snails are the most dominant types of reptiles and amphibians. The shrimp ponds in the mangrove forest area are managed by the local community in an effort to preserve the mangrove forest and increase the community's economy. This study aims to determine the type of utilization and calculate the total economic value of the mangrove ecosystem in Nanga Labang Village, Borong Sub-District, East Manggarai Regency. This study uses primary data and secondary data. Respondents are local people who carry out daily activities related to mangrove forests directly or indirectly, the technique of determining respondents uses the purposive sampling technique. The analysis used in this research is the calculation of the total value of direct benefits and indirect benefits. The results of the study on the economic value of the mangrove ecosystem in Nanga Labang Village, covering an area of 4 ha, amounted to Rp. 1,320,423,440/year, obtained from the total direct benefit of Rp. 348,465,000/year or 26% and indirect benefits of Rp. 971,958,440/year or 74%. Keywors: Economic assessment, benefits of mangrove ecosystems, coastal resources.
TINGKAT RAMAH LINGKUNGAN ALAT TANGKAP BAGAN TANCAP DAN BAGAN APUNG DI KELURAHAN OESAPA, KECAMATAN KELAPA LIMA, KOTA KUPANG Ilan, Maria Veronika; Paulus, Chaterina A.; Sine, Kiik G.
Jurnal Bahari Papadak Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kelurahan Oesapa merupakan salah satu wilayah kegiatan perikanan tangkap dalam kawasan perairan Teluk Kupang. Alat tangkap yang digunakan untuk melakukan kegiatan penangkapan adalah bagan tancap dan bagan apung. Salah satu upaya dalam menjaga kelestarian dan keberlanjutan dari suatu ekosistem perairan adalah menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis hasil tangkapan utama dan sampingan dari alat tangkap bagan tancap dan bagan apung, serta mengetahui gambaran tingkat ramah lingkungan dari kedua alat tangkap yang digunakan di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan menggunakan kriteria tingkat ramah lingkungan berdasarkan pedoman FAO 1995. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis hasil tangkapan utama bagan tancap dan bagan apung adalah ikan teri dan ikan tembang, sedangkan tangkapan sampingan yang didapatkan antara lain ikan paperek, ikan kembung dan cumi-cumi dengan memiliki bentuk ukuran panjang dan berat yang beragam. Hasil analisis dari 9 kriteria alat tangkap ramah lingkungan diperoleh bahwa bagan tancap memiliki tingkat ramah lingkungan sebesar 25,1 lebih rendah dari bagan apung sebesar 28,3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa baik bagan tancap maupun bagan apung merupakan alat tangkap ramah lingkungan bahkan termasuk dalam sangat ramah lingkungan. Kata kunci: Alat Tangkap Ramah Lingkungan, Bagan Tancap, Bagan Apung, Kota Kupang. Abstrak - Oesapa urban village is one of the areas for capturing fisheries activities in the waters of the Kupang Bay. The fishing gear used to carry out fishing activities are embedded and floating lift nets. One of the efforts to maintain the sustainability and sustainability of an aquatic ecosystem is to use environmentally friendly fishing gear. This study aims to determine the types of main and by-catch catches from the embedded and floating lift nets, as well as to describe the environmental friendliness of the two fishing gears used in Oesapa Urban village, Kelapa Lima Sub-district, Kupang City. The research method uses a qualitative descriptive approach, while the data collection technique uses an interview method using environmentally friendly level criterias based on the 1995 FAO guidelines. The results showed that the main types of catches of embedded and floating lift nets were Anchovies and Sardinella, while the by-catch obtained included Ponyfish, Mackerel and Squids with various shape, length and weight. The results of the analysis of 9 criteria for environmentally friendly fishing gear showed that the embedded lift net has an environmentally friendly level of 25.1 which is lower than the floating lift net of 28.3. Thus, it can be concluded that both the embedded and floating lift nets are environmentally friendly fishing gear and are even classified as very environmentally friendly. Keywords : Environmentally Friendly Fishing Equipment, Embedded and Floating Lift Nets, Kupang City.

Page 8 of 20 | Total Record : 198