cover
Contact Name
Taufik Mustofa
Contact Email
taufik.mustofa@fai.unsika.ac.id
Phone
+6289618302729
Journal Mail Official
hawari@unsika.ac.id
Editorial Address
Jl. HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Indonesia - 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
ISSN : 27233936     EISSN : 27236439     DOI : https://doi.org/10.35706/hw.v3i1
Core Subject : Religion, Education,
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi S1 Pendidikan Agama Islam, Universitas Singaperbangsa Karawang yang bertujuan untuk memfasilitasi para akademisi dan praktisi pendidikan khususnya bidang keagamaan untuk mempublikasikan hasil pemikiran ataupun penelitiannya. Ruang lingkup jurnal ini mempublikasikan artikel terkait Pendidikan Agama Islam dan Ilmu Keagamaan Islam.
Articles 54 Documents
Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Keluarga melalui Bimbingan Pra-Nikah bagi Calon Pengantin Yayah Nurasiah
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v3i1.7070

Abstract

Moderasi beragama atau sikap moderat dalam beragama secara umum merupakan sebuah proses untuk memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang. Memahami dan mengamalkan agama secara adil dan seimbang dalam keluarga berguna agar pasangan yang sudah menikah dapat terhindar dari perilaku yang dapat merusak kehormatan dan martabat keluarga. Salah satu penguatan meoderasi agama berbasis keluarga yang bimbingan pranikah. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa cara pandang dan sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat. Terutama jika hal tersebut dimulai dari keluarga. Ada beberapa materi yang sangat penting untuk penguatan moderasi beragama dalam keluarga, diantaranya: toleransi, kepemimpinan dalam keluarga, pembagian peran dalam keluarga, relasi berkualitas antara kepala dan anggota rumah tangga, membudayakan musyawarah dalam pengambilan keputusan.
Implementasi Metode Sedayu dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Membaca Al-Qur’an Intan; Masykur H Mansyur
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merumuskan tiga permasalahan, yakni :1. Bagaimana penerapan metode Sedayu dalam meningkatkan kemampuan anak membaca Al-Qur’an di pondok pesantren Tarbiyatul Wildan Nihayatul Amal. 2. Bagaimana peningkatan kemampuan anak membaca Al-Qur’an di pondok pesantren Tarbiyatul Wildan Nihayatul Amal. 3. Apa saja factor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan anak membaca Al-Qur’an di pondok pesantren Tarbiyatul Wildan Nihayatul Amal. Tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui penerapan metode Sedayu dalam meningkatkan kemampuan anak membaca Al-Qur’an di pondok Pesantren Tarbiyatul Wildan Nihayatul Amal. Metode penelitian yang di gunakan adalah Metode Penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitain yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis maupun lisan dan perilaku yang dapat diamati. Dalam penelitain ini yang menjadi responden adalah pengasuh, guru dan anak. Adapun prosedur pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitain tesebut maka dapat diketahui bahwa penerapan metode Sedayu dalam meningkatkan kemampuan anak membaca Al-Qur’an di pondok Pesantren Tarbiyatul Wildan Nihayatul Amal cukup baik, hal ini terbukti bahwa guru sudah menrapkan metode Sedayu sehingga siswa dapat meningkatkan kekmapuan membaca Al-Qur’an dengn baik dan benar, dengan factor pendukung 1. Guru, harus benar-benar faham dengan pola piker anak dan berkualitas ketika mengajar dan 2. Orang tua, mendukung, memberi semangat, dan memperhatikan anaknya, sehingga yang diharapkan oleh pihak sekolah dan guru dapat berjalan.
SIKAP ADIL PENDIDIK DALAM PRESPEKTIF HADITS Anna Nofita Anna
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v3i2.7191

Abstract

Pendidik memiliki peran yang penting dalam memberikan pengaruh terhadap peserta didiknya. Oleh karena itu perlu adanya kepribadian baiklah yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, salah satunya yaitu dengan bersikap adil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui salah satu etika pendidik yaitu adil berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Penelitian yang dipakai adalah dengan metode kepustakaan (library research). Data tersebut diperoleh dari kitab yang relevan, kitab-kitab hadits, dan buku-buku pendidikan islam buku pendidikan. Kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Dalam penemuan haditsnya penulis menggunakan metode takhrij hadits. Dari hasil penelitian, hadits riwayat Imam Bukhari tentang salah satu etika pendidik yaitu adil jika dilihat dari segi kualitas dapat dinilai mempunyai kualitas yang shahih, dikarenakan sanadnya bersambung kepada Rasulullah dan terhindar dari syudzuz atau suatu kejanggalan karena adanya perbedaan ulama.
A Trilogy of Islamic Teachings in Sufism: Trilogi Ajaran Islam dalam Tasawuf Arifah Salastiani Intan Intan
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v3i2.7788

Abstract

ABSTRACT Every adherent of Islam knows for sure that Islam (al-Islam) is not valid without faith (al-Iman), and faith is imperfect without Ihsan (al-Ihsan). On the other hand, Ihsan is not possible without faith, nor is faith possible without Islamic initials. In further studies by experts, the meanings of the three terms are interrelated, even overlapping, so each contains the importance of the other two terms. In faith, there is Islam and Ihsan; in Islam, there is faith and Ihsan; in Ihsan, there is faith and Islam. From this perspective, we see faith, Islam, and Ihsan as a trilogy of divine teachings. Keywords: âqîdah, shariah, fiqh, ihsân, sufism ABSTRAK Setiap pemeluk Islam mengetahui dengan pasti bahwa Islam (al-Islam) tidak absah tanpa Iman (al-Iman), dan iman tidak dapat sempurna tanpa Ihsan (al-Ihsan). Sebaliknya, Ihsan adalah mustahil tanpa Iman, dan Iman juga tidak mungkin tanpa inisial Islam. Dalam telaah lebih lanjut oleh para ahli, lanjut oleh para ahli, ternyata pengertian antara ketiga istilah itu terkait satu dengan yang lain, bahkan tumpang tindih sehingga setiap satu dari ketiga istilah itu mengandung makna dua istilah yang lainnya. Dalam Iman terdapat Islam dan Ihsan, dalam Islam terdapat Iman dan Ihsan, dan dalam Ihsan terdapat Iman dan Islam. Dari sudut pengertian inilah kita melihat Iman, Islam dan Ihsan sebagai trilogi ajaran Ilahi.
Peserta Didik dalam Pandangan Teori Empirisme, Naturalisme, Konvergensi Naturalisme dan Tinjauan Pendidikan Islam Makbul M.; Nur Aini Farida; Ajat Rukajat
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v3i2.8417

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep terkait peserta didik, Pandangan aliran nativisme, empirisme, dan konvergensi tentang peserta didik serta tinjauan pendidikan Islam terkait faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian kepustakaan yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan membaca artiekel yang relevan, buku-buku serta majalah dan sumber data lainnya untuk menghimpun data dari berbagai literatur, baik perpustakaan maupun di tempat-tempat lain yang menyediakan rujukan baik daring dan luring. Hasil bacaan tersebut kemudian dikumpulkan dikodifikasi kemudian dianalisis sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan untuk mendapatkan gambaran terkait konsep peserta didik dalam pandangan teori empirisme, naturalisme, konvergensi dan tinjauan pendidikan Islam. Merujuk pada hasil penelitian yang telah dilakukan dikemukakan bahwa Peserta didik itu adalah anggota masyarakat yang yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu yang memiliki karakteristik dan ciri-ciri tertentu. Pandangan aliran nativisme oleh Schopenhauer berkeyakinan bahwa anak yang baru lahir membawa bakat, kesanggupan, dan sifat-sifat tertentu. Bakat, kemampuan dan sifat-sifat yang dibawa sejak lahir menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak manusia. Pendidikan dan lingkungan tidak berpengaruh terhadap perkembangan anak, Empirisme John Lock perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau oleh pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil, Naturalisme oleh J.J Rousseau bahwa semua anak yang dilahirkan berpembawaan baik, dan pembawaan baik, anak akan menjadi rusak karena dipengaruhi oleh lingkungan. Konvergensi dengan Wiliam Stem bahwa pendidikan sangat bergantung pada faktor pembawaan atau bakat dan lingkungan Tinjauan Pendidikan Islam terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik yakni terkait dengan konsep fitrah yang terdiri dari: fitrah sebagai khalifah dan fitrah tauhid.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN PADA SMP IBNU SINA BANDUNG Nurhasan Nurhasan
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v3i2.8460

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui realitas pembelajaran Al-Qur’an di SMP Ibnu Sina Bandung, mengetahui problematika pembelajaran Al-Qur’an di SMP Ibnu Sina Bandung, dan mengetahui solusi dalam menyelesaikan problematika pembelajaran Al-Qur’andi SMP Ibnu Sina Bandung. Metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah metode kualitatif yang dalam teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview (wawancara) dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa realitas program keagamaan yang berkaitan dengan peningkatan pelaksanaan pembelajaran keagamaan, yaitu: Pembelajaran Al-Qur’an metode UMMI, ODOA (One Day One Ayat), Shalat Dhuha dan Zikir Al Matsurat, Klinik Qur’an, Qur’an Plus, Mengadakan Qurban tiap tahun ketika Hari Raya Idul Adha, Mengadakan program Shalat Jum’at bagi putra dan mentoring bagi putri. Problematika pembelajaran Al-Qur’an secara umum masih menghadapi beberapa kendala yang muncul dari beberapa komponen, yaitu: a. komponen guru, b. komponen siswa, c. komponen sarana dan prasarana, d. komponen metode, e. komponen regulasi. Solusi dari problematika, yaitu: a. komponen guru, b. komponen siswa, c. komponen metode, d. komponen sarana dan prasarana, dan e. komponen regulasi.
Studi-studi tentang Al-Qur’an dalam Konteks Keindonesiaan menurut Pandangan Howard Federspiel Nur Aini Farida; M Makbul
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v3i2.8576

Abstract

The development of the interpretation of the Qur'an in Indonesia is certainly different from the developments in the Arab world. These differences are mainly due to differences in cultural and linguistic backgrounds. The interpretation of the Qur'an in Indonesia goes through a longer process when compared to that which applies in its place of origin. This study is a library research with historical approach. Howard analyzed one aspect of the scientific tradition of Indonesian Muslims, namely the study of the Qur'an as the main source of Islamic teachings. The Sunni Islamic tradition is important to Indonesian Muslim writers because it consistently draws on the sources of this tradition, namely the Qur'an, the Sunnah of the Prophet, and the works of scholars throughout Islamic history. Models of works on the exegesis of the Qur'an in Indonesia are basically derived from the works of Egyptian writers one hundred years ago.
Moderasi Beragama Berbasis Masjid Zainul Hakim; Yayah Nurasiah
HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjalin keharmonisan antar sesama. Keberagaman atau kebhinnekaan adalah sunatullah, hal ini bisa menjadi potensi tapi bisa menjadi pemicu adalanya perseteruan dan permasalahan. Hal ini terjadi di lingkungan masjid, yang notabene pusat pembinaan umat, keharmonisan dan kebersamaan bermula dari masjid dalam memakmurkan rumah Allah, malah permasalahan bermula dari sini. Melalui pendidikan moderasi beragama diharapkan intoleran, merasa paling benar sendiri, mengklaim yang lainnya salah, permasalahan amalan yang bersifat furuiyah yang tidak kunjung selesai bisa dikondisikan melalui sifat tawazun dan wasathiyah salah sifat moderasi yang dikenalkan dalam Islam, dengan harapan tidak terlalu ektrim juga tidak sampai liberal. Moderasi ini dilakukan di kota Depok seiring dengan hasil penelitian bahwa Depok kota intoleran menurut Direktur Riset SETARA Institute Halili Hasan, padahal motto Depok adalah religious.
PENGEMBANGAN LIFE SKILLS SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL MUMTAZ JAYANTI TANGERANG Mumu Zainal Mutaqin Zainal Mutaqin
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v4i1.8917

Abstract

This study aims to explore the Al Mumtaz Islamic boarding school which focuses on the life skills of the students, namely the students' ability to speak Arabic and English. This is stated in the vision of Islamic boarding schools to prepare a generation of quality Muslims with a learning process approach. This study uses a qualitative research method with a type of descriptive research intended to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects, for example behavior, perceptions, motivations, actions, etc., holistically and by means of descriptions in the form of words and language in a particular context. naturally and by utilizing various natural methods. Al Mumtaz Islamic Boarding School in improving the life skills of students in Arabic and English, including. First, personal skills through a program of routine recitation of books, this activity is carried out routinely at dawn. Second, social skills through organizations in the field of language. Third, academic skills through educational programs, namely the Santri scientific forum. Fourth, vocational skills through language extracurricular activities. In addition, one of the supporting and inhibiting factors is the extracurriculars that are applied in Islamic boarding schools to support and add insight to students. While the inhibiting factors, the persistence of means and motivation within the students
IMPLEMENTATION OF THE MERDEKA CURRICULUM IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION SUBJECTS IN GRADE VII OF SMP IT INSAN HARAPAN KARAWANG ACADEMIC YEAR 2022 – 2023: IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VII SMP IT INSAN HARAPAN KARAWANG TAHUN AJARAN 2022 – 2023 Ayu; Rahmawati Rahmawati; Selawati Selawati; Tiara Sri Rahayu; Nur Aini Farida
Hawari: Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/hw.v4i1.9292

Abstract

The independent curriculum or what is known as independent learning is a form of government response to the condition of Indonesian education after the Covid-19 pandemic. This policy was launched as an effort by the government to help restore learning in Indonesia. This research was conducted at SMP IT Insan Harapan, Karawang. This study aims to explore the effectiveness of the independent curriculum in improving students' cognitive in PAI subjects using a cognitive learning theory approach. The method used in this study is descriptive qualitative to provide field notes regarding the implementation of the independent curriculum with data collection techniques through observation and interviews. The results of this study, SMP IT Insan Harapan has not fully implemented the new independent curriculum implemented in class VII. While grades VIII and IX are still using the 2013 curriculum, or it can be said that SMP IT Insan Harapan is still in the independent stage of change. But until now the implementation is very effective and can improve student learning outcomes. The implementation of the independent curriculum at SMP IT Insan Harapan is supported by students, teachers and school infrastructure. Keywords: Independent curriculum, learning outcomes, PAI