cover
Contact Name
Fatimah Nur Hidayah
Contact Email
fatimahnur.h@sttw.ac.id
Phone
+6285652004006
Journal Mail Official
fatimahnur.h@sttw.ac.id
Editorial Address
Kantor Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta Jl. Raya Solo Baki Km.2 Kwarasan, Solo Baru, Sukoharjo.
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknika
ISSN : 16936329     EISSN : 23373148     DOI : https://doi.org/10.52561/teknika
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknika merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi riset dan pengembangan terkini dalam bidang teknologi. Ruang lingkup Jurnal Teknika meliputi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Sistem Informasi, Teknik Industri dan Kimia Tekstil. Design Manufacture Konversi Energi Material Data analysis Artificial Intelligence Virtual Reality Information System Data mining Dessision Support System Instrumentation and Control Electrical (Power) Electronics Engineering Industrial Engineering Optimasi Sistem Produksi Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan Penjadwalan dan Manajemen Operasi/Proyek Computer-Integrated Manufacturing System Sustainable Product Design and Manufacturing Penelitian Operasional dan Decision-Making Model Manajemen Teknologi Pengukuran Kerja, Faktor-Faktor Manusia dan Ergonomi Rekayasa dan Pengendalian Kualitas Sistem Logistik dan Supply Chain Management Perancangan dan Pengembangan Produk Concurrent Engineering Analisis Ekonomi Teknik Pemodelan Sistem dan Analisis Simulasi Perancangan Layout Fasilitas Reliability and Maintenance Engineering Sistem dan Teknologi Informasi Rekayasa Pelayanan (Service Engineering) Technopreneurship dan Inovasi Aplikasi Model Stokastik dalam Teknik Industri Aplikasi Metode Metaheuristik dalam Teknik Industri Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi karya riset dan pengembangannya di bidang teknologi. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan ke kantor editor. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bestari dan/atau editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan Oktober).
Articles 115 Documents
PENGARUH VARIASI JUMLAH LILITAN TERHADAP KESENSITIFITASAN SENSOR SERAT OPTIK BERBASIS TEKANAN Fatimah Nur Hidayah; Ilham Bagas Indaryanto; Kusnanto Mukti Wibowo
Teknika Vol 6 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.626 KB)

Abstract

ABSTRAK Teknologi optoelektronika saat ini sangat berkembang pesat terutama dalam suatu pengukuran beban. Tujuan dari penelitian ini yaitu membangun sistem sensor serat optik. Hal ini digunakan untuk menentukan tingkat kesensitifitasan yang paling optimal berdasarkan variasi jumlah lilitan. Selain hal itu, tujuan dari penelitian untuk menentukan karakteristik dari perubahan atenuasi cahaya serat optik di dalam spesimen komposit yang diberi tekanan. Target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian adalah penentuan tingkat sensitifitas paling optimal berdasarkan banyaknya lilitan. Metode yang digunakan ialah tekanan (pressure), perlakuan tekanan spesimen komposit yang didalamnya terdapat lilitan serat optik menggunakan Compression Testing Machine (CTM). Adanya perlakuan tekanan tersebut maka akan membuat spesimen komposit mengalami keretakan. Keretakan spesimen akan terdeteksi dengan menggunakan sensor serat optik yang telah terhubung dengan komputer. Fungsi komputer dalam penelitian ini yaitu mendeteksi adanya perubahan transmisi cahaya serat optik. Jumlah lilitan serat optik yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5, 10 dan 15 lilitan. Hasil data yang diperoleh ialah 5 lilitan dengan tekanan maksimal sebesar 4,5 x 105 N/mm2 menghasilkan atenuasi 23,01 dB;10 lilitan dengan tekanan maksimal 4,3 x 105 N/mm2 menghasilkan atenuasi sebesar 26,02 dB; serta 15 lilitan dengan tekanan maksimal sebesar 3,8 x 105 N/mm2 menghasilkan atenuasi sebesar 33,8 dB. Kesenstifitasan sensor serat optik terdapat pada variasi 5 lilitan dengan nilai tekanan 1.8 x 105 N/m2 menghasilkan nilai atenuasi 2.67 dB
OPTIMASI VARIASI KOMPOSISI BAHAN GESEK KAMPAS REM NON ASBESTOS UNTUK MENCAPAI KEKERASAN DAN KEAUSAN OPTIMAL MNEGGUNAKAN METODE TAGUCHI MULTI RESPON Martinus Heru Palmiyanto; Agung Supriyanto
Teknika Vol 6 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.384 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bahan-bahan alternatif untuk bantalan rem diperlukan karena bantalan rem asbes yang menyebabkan efek karsinogenik ini telah dilarang. Komponen utama kampas rem adalah penguat, pengikat, pengisi dan abrasive aditif. Pemanfaatan serbuk cangkang (filler), serbuk skrap aluminium (penguat), dan resin fenolik (pengikat) sebagai bahan alternatif pelapis rem pengganti serbuk asbes. Variasi komposisi pengisi, penguat dan pengikat dioptimalkan dengan metode eksperimental Taguchi menggunakan array ortogonal L9(4 faktor, 3 level). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara variasi komposisi pengisi, penguat dan pengikat terhadap ketahanan aus komposit kampas rem. Pengujian keausan menggunakan metode pin on-pin. Uji kekerasan brinell digunakan untuk menentukan sifat mekanik permukaan partikel dan kekerasan partikel dari komposit rem yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan ukuran partikel dan permukaan mempengaruhi ketahanan aus. Ukuran partikel kecil memiliki kepadatan yang lebih tinggi yang mempengaruhi keausan. Perbedaan untuk mendapatkan respon angka kekerasan dan angka keausan dari kombinasi faktor-level yang optimal adalah A2 B3 C1 D3 artinya Serbuk kulit mete 50%, Resin phenol 10% , Geram aluminium 30% dan Carbon 10%.
PENGUJIAN RESISITIVITAS SUBSTRAT SILIKON TERHADAP BEBERAPA SAMPEL AIR UNTUK PEMANFAATAN SEBAGAI SENSING LAYER PADA SENSOR BAKTERI Kusnanto Mukti Wibowo; Fatimah Nur Hidayah
Teknika Vol 6 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.119 KB)

Abstract

ABSTRAK Keberadaan bakteri fekal coliform dalam lingkungan perairan menandakan bahwa sanitasi telah terkontaminasi dengan kotoran manusia atau hewan. Keberadaan faecal coliform dalam air juga merupakan indikator bahwa air itu terkontaminasi dan ada risiko kesehatan bagi manusia yang terpapar air ini. Baru-baru ini bnayak sekali dikembangkan sensor bakteria. Bagian terpenting dari sensor bakteri yaitu sesing layer itu sendiri. Hal ini karena sensing layer akan langsung berinteraksi dengan bakteri sebagai target sensor. Pengunaan material yang salah untuk sensing layer bisa mengakibatlan bakteri yang akan dideteksi justru terbunuh. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian resistivitas pada silikon sebagai sensing layer untuk sensor bakteri dengan menggunakan alat IV-meter. Sampel air yang digunakan berasal dari beberapa sumber air yaitu air parit/sungai, air dari pipa (PDAM) dan air terdeionisasi (DI water). Hasilnya menunjukkan sampel DI water memiliki resitivitas tertinggi sebesar 3.7 x 106 ohm, dan air sungai memiliki resistivitas paling rendah yaitu sebesar 2.1 x 104 ohm.
STUDI KONDUKTIVITAS TERMAL KOMPOSIT GEOPOLIMER DENGAN MATRIKS HDPE DAUR ULANG SEBAGAI BAHAN INTERIOR DOOR TRIM KENDARAAN Arif Hidayat Purwono; Kaleb Priyanto; Krisna Saka Aji Pangestu
Teknika Vol 6 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.456 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang studi konduktivitas termal komposit geopolimer dengan matriks High Density Polyethylene (HDPE) daur ulang dan unsaturated polyester sebagai bahan interior door trim kendaraan. Pemilihan bentonit karena dapat menghambat suhu panas sehingga dapat diaplikasikan pada door trim mobil. Pemilihan metode dalam pembuatan sampel menggunakan alat hotpress pada komposit clay bentonit matriks HDPE, karena ini merupakan metode yang paling sederhana dan tidak memerlukan banyak biaya. Alat untuk menguji spesimen adalah mesin uji Thermal Conductivity model HVS – 40 – 200 SE, dengan standar uji ASTM D 5470 – 06 Standard Test Method for Thermal Transmission Propertiesvof Thermally Conductive Electrical Insulation Materials. Hasil dari pengujian konduktivitas termal menunjukan bahwa komposit bentonite berpengaruh sebagai bahan penghambat panas dengan hasil pengujian yang mendapatkan harga konduktivitas termal paling maksimal pada fraksi volume 0% yaitu sebesar 0,206 W/m.K, sedangkan yang terendah berada pada fraksi volume 15% yaitu sebesar 0,151 W/m.K. Hal ini menunjukan bahwa semakin bertambahnya jumlah serbuk bentonit yang digunakan maka nilai konduktivitas termal menjadi semakin kecil. This study discusses the study of the thermal conductivity of geopolymer composites with recycled High Density Polyethylene (HDPE) matrices and unsaturated polyester as vehicle interior door trim materials. The choice of bentonite because it can inhibit the temperature of the heat so that it can be applied to the car door trim. The choice of method in making samples using the hotpress tool on HDPE clay bentonite matrix composites, because this is the simplest method and does not require a lot of cost. The instrument for testing specimens is the Thermal Conductivity testing machine model HVS - 40 - 200 SE, with ASTM D 5470 - 06 test standard Standard Test Method for Thermal Transmission Properties of Thermally Conductive Electrical Insulation Materials. The results of the thermal conductivity test showed that the bentonite composite had an effect as a heat retardant with the results of the test which obtained the maximum thermal conductivity value at the volume fraction of 0% at 0.206 W / mK, while the lowest was at the 15% volume fraction at 0.151 W / mK This shows that the increasing number of bentonite powders used, the smaller the value of thermal conductivity.
KETANGGUHAN IMPAK DAN KEKUATAN TARIK KOMPOSIT FIBERGLASS/CLAY FILLER BERMATRIKS UNSATURATED POLYESTER BQTN-EX 157 Kaleb Priyanto; Arif Hidayat Purwono; Daniel Agung Cristanto
Teknika Vol 6 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.165 KB)

Abstract

Komposit berpenguat fiberglass memiliki kekuatan yang tinggi, kaku, ringan, serta tahan terhadap korosi sehingga cukup potensial apabila dikembangkan sebagai material alternatif untuk aplikasi bodi kendaraan bermotor. Pada penelitian sebelumnya, peningkatan ketahanan termal komposit diupayakan dengan penambahan 5% fraksi volume clay filler yang memiliki kemampuan hambat bakar cukup baik. Di sisi lain, berkurangnya fraksi volume resin akibat penambahan clay filler mengurangi kemampuan matriks dalam mengikat material penyusun lainnya. Hal tersebut menjadi alasan dilakukannya studi lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan clay filler terhadap sifat mekanis komposit fiberglass bermatriks polimer. Fiberglass jenis Chopped Strand Mat (CSM) dipilih sebagai penguat, resin unsaturated polyester dengan merk dagang BQTN-EX 157 sebagai pengikat, serta clay jenis bentonit sebagai filler. Metode kombinasi close mold dipilih pada pembuatan sampel uji. Jenis pengujian mekanis yang dilakukan meliputi uji impak dan uji tarik. ASTM D4812 dipilih sebagai standar uji impak sedangkan ASTM D638-02 dipilih sebagai standar uji tarik. Hasil dari pengujian impak menunjukan bahwa komposit fiberglass tanpa penambahan 5% fraksi volume clay filler memiliki nilai ketangguhan impak dan kekuatan tarik lebih tinggi bila dibandingkan dengan komposit fiberglass dengan penambahan 5% fraksi volume clay filler. Pengamatan kegagalan mekanis ditinjau dari foto makro patahan spesimen pada pengujian impak dan tarik. Hasil dari analisa foto makro menunjukan bahwa komposit fiberglass dengan clay filler yang telah diuji impak mengalami patahan ulet dan getas. Sedangkan hasil pengujian tarik menunjukkan terjadinyafiber pull out, void, matrik cracking yang menjadi sebab melemahnya sifat mekanis komposit. Fiberglass reinforced composites have high strength, stiffness, lightweight, and good resistance to corrosion so that they have the potential to be developed as an alternative material for motor vehicle body applications. In previous studies, an increase in the thermal resistance of composites was attempted by the addition of 5% volume fraction of clay filler which has a fairly good fire resistance capability. On the other hand, the reduced matrix volume fraction due to the addition of clay fillers reduces the ability of the matrix to bind to other constituent materials. This is the reason for further studies on the effect of adding clay filler to the mechanical properties of polymer matrix composites. Chopped Strand Mat (CSM) type fiberglass was chosen as reinforcement, thermoset resin with trademark BQTN-EX 157 as the binder, and bentonite type clay as a filler. A close mold combination method was chosen in making the test sample. The types of mechanical testing carried out include Impak and tensile. ASTM D4812 was chosen as the Impak test standard while ASTM D638-02 was chosen as the tensile test standard. The results of the Impak testing show that fiberglass composites without the addition of 5% volume fraction of clay filler have higher Impak toughness and tensile strength compared to fiberglass composites with the addition of 5% volume fraction of clay filler. Observation of mechanical failure in terms of macro photographs of spesimen fractures in Impak and tensile testing. The results of the macro-photo analysis showed that the fiberglass composite with clay filler that had been tested had experienced ductile and brittle fracture. While the results of tensile testing show the occurrence of fibers pull out, voids, matrix cracking which is the cause of the weakening of the mechanical properties of the composite.
PENGUJIAN KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA SPESIMEN TOOTH BUCKET EXCAVATOR PC 2000 BERBASIS METODE QUENCHING DAN TEMPERING Fredy Haryatmoko; Fatimah Nur Hidayah
Teknika Vol 6 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.324 KB)

Abstract

Penelitian ini dilkukan dengan tujuan untuk mencari nilai kekerasan dan mikro struktur dari spesimen Tooth Bucket Excavator. Hal ini dilakukan karena umur dari spesimen ini tidak bisa bertahan lama. Karena spesimen ini bekerja pada area tambang yang langsung bersentuhan dengan batuan, pasir dan kerikil diarea tambang. Semakin lama bersentuhan dengan batuan, pasir dan kerikil spesimen akan mengalami keausan pada waktu yang dekat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quenching dan tempering. Quenching adalah sebuah metode pendinginan dengan cepat yang terjadi pada spesimen dari temperatur tinggi ke temperatur rendah. Quenching menggunakan suhu 840oC dan 900oC dengan holding time 10 menit. Cairan yang digunakan adalah oli dengan volume 60 L. Selanjutnya, melakukan proses tempering pada spesimen dengan suhu 250oC dan 350oC, serta holding time 1 jam. Kedua metode ini dilakukan dengan alat yang bernama Furnace yang mampu bekerja hingga temperatur 1000oC. Setelah melakukan kedua metode tersebut, selanjutnya menentukan nilai kekerasan dan uji struktur mikro. Nilai kekerasan ditentukan dengan menggunakan alat Mikro Hardness Vickers Machine dengan satuan HVN. Untuk mengetahui nilai kekerasan spesimen dapat mencari belah ketupat pada spesimen. Setelah pengambilan 3 titik dilanjutkan dengan menghitung rata-rata. Hasil yang didapat pada pengujian setelah quenching suhu 840oC adalah 426,5 HVN dan suhu 900oC bernilai 420,5 HVN. Quenching tersebut menggunakan holding time 10 menit. Untuk tempering 250oC holding time 1 jam mendapatkan nilai HVN sebesar 439,0 HVN pada suhu 840oC dan 432,7 HVN pada suhu 900oC. Struktur mikro dilihat dengan alat Mikroskop Metalurgi dengan perbesaran 20X dan 50X. Pengambilan struktur mikro dilakukan dengan tujuan mencari unsur yang berada didalam spesimen. unsur yang berada di dalam spesimen adalah martensite, cementite dan bainite. This research was conducted with the aim of finding the hardness and microstructure values ??of the Tooth Bucket Excavator specimens. This is done because the age of these specimens cannot last long. Because these specimens work in the mine area which is directly in contact with rocks, sand and gravel in the mine area. The longer contact with rock, sand and gravel the specimen will experience wear in the near future. The method used in this research is quenching and tempering. Quenching is a method of rapid cooling that occurs in specimens from high temperatures to low temperatures. Quenching uses a temperature of 840oC and 900oC with a holding time of 10 minutes. The liquid used is oil with a volume of 60 L. Furthermore, the process of tempering the specimen with temperatures of 250oC and 350oC, and holding time is 1 hour. Both methods are carried out with a tool called Furnace which is able to work up to temperatures of 1000oC. After doing both methods, then determine the value of hardness and microstructure test. The hardness value is determined using a Micro Hardness Vickers Machine with HVN units. To find out the value of hardness of the specimen, you can look for rhombus in the specimen After taking 3 points proceed with calculating the average. The results obtained in testing after quenching at 840oC were 426.5 HVN and 900oC at 420.5 HVN. The quenching uses a holding time of 10 minutes. For 250oC tempering holding time 1 hour get an HVN value of 439.0 HVN at 840oC and 432.7 HVN at 900oC. The microstructure is seen with a Metallurgical Microscope with a magnification of 20X and 50X. Intake of microstructure is carried out with the aim of finding elements that are in the specimen. the elements inside the specimen are martensite, cementite and bainite.
RANCANGAN SISTEM MONITORING SUHU DAN KELEMBAPAN RUANG SERVER BERBASIS INTERNET OF THINGS Emanuel Budi Raharjo; Stefanus Marwanto; Alfian Romadhona
Teknika Vol 6 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.733 KB)

Abstract

Suhu dan kelembapan ruang server perlu dijaga sesuai dengan standar untuk menjamin server tidak mengalami gangguan atau kerusakan. Untuk mengetahui adanya permasalahan pada kondisi lingkungan dan mengantisipasinya lebih cepat maka faktor suhu dan kelembapan ruang server perlu dimonitor secara real time. Tujuan penelitian ini adalah membuat sistem monitoring suhu dan kelembapan ruang server secara real time yang hasilnya dapat diakses secara offline maupun online dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) berbasis modul NodeMCU ESP8266 dan sensor DHT11. NodeMCU ESP8266 dalam sistem monitoring berperan sebagai pengendali utama dengan tugas membaca data suhu dan kelembapan dari sensor DHT11 dan mengirimkannya ke penampil LCD karakter maupun ThingSpeak melalui koneksi jaringan internet wireless. Data akuisisi suhu dan kelembapan diambil secara kontinyu setiap jeda satu menit untuk selanjutnya dibandingkan dengan hasil pembacaan perangkat ukur standar Hygrometer HTC-1 guna mengetahui tingkat kesalahan rata-ratanya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kesalahan pembacaan suhu ruang server sebesar 2,0°C dan kelembapannya 3,1%RH. ABSTRACT The stable and reliable server operation is achieved by maintaining the server room’s humidity and temperature according to standards. Using a real-time monitoring system to record the two factors will ensure future error identification and give better anticipation. In this work real-time server room’s humidity and temperature monitoring system is designed to be accessible both online and offline using Node MCU ESP8266, DHT11, character LCD Display and Thing Speak. DHT11 sensor data are displayed in LCD while simultaneously transferred to the Thing Speak server through the wireless internet connection by Node MCU ESP8266. Acquisition data is sampled continuously in a one-minute sample rate for ten minutes and then recorded and compared with the standard Hygrometer HTC-1 to obtain the reading error rate of humidity and temperature. The result shows 2,3°C and 3,3%RH error rate for the server room’s temperature and humidity readings.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI MORDAN DAN WAKTU FIKSASI PADA PENCAPAN KAIN KAPAS DENGAN ZAT WARNA ALAM KAYU TEGER (Cudrania javanensis) Oktavia Dewi Astuti; Subiyati Subiyati
Teknika Vol 6 No 3 (2020): March 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.45 KB)

Abstract

Ekstrak kayu teger terdapat senyawa pigmen tanin yang dapat memberikan warna kuning hingga coklat cerah. Pencapan dengan menggunakan zat warna alam belum banyak dilakukan di kalangan industri tekstil. Pemanfaatan zat warna alam untuk pewarnaan bahan tekstil memiliki keunggulan diantaranya warna yang dihasilkan natural dan memiliki nilai jual tinggi. Kelemahan zat warna alam adalah ketuaan warna rendah, ketahanan luntur warna terhadap pencucian maupun gosokan rendah, dengan demikian perlu adanya proses mordan yang berfungsi sebagai jembatan antara zat warna alam dan serat supaya dapat berikatan dengan baik, sehingga meningkatkan ketuaan warna dan sifat tahan luntur warnanya. Proses fiksasi merupakan proses ikatan antara zat warna dengan serat, waktu fiksasi sangat mempengaruhi kekuatan ikatan zat warna dengan serat, dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi tawas dalam proses mordan dan waktu fiksasi pada nilai ketuaan warna, ketahanan luntur warna terhadap pencucian dan gosokan. Pada proses mordan digunakan variasi konsentrasi 10, 20 dan30 gr/l dengan waktu fiksasi 10, 20 dan 30 menit. Hasil dari pengujian ketuaan warna didapatkan nilai ketuaan warna yang paling baik pada penggunaan mordan 20 gr/l dan waktu fiksasi 30 menit dengan arah warna kuning dan merah, dapat dikatakan bahwa warna yang dihasilkan kuning kecoklatan. Nilai uji perubahan warna terhadap pencucian paling baik pada penggunaan konsentrasi mordan 20 gr/l dan waktu fiksasi 30 menit dengan nilai 4-5 (Baik), penodaan warna terhadap pencucian rata-rata didapatkan nilai 5 (Sangat baik), uji penodaan warna pada gosok kering didapatkan nilai rata-rata 5 (Sangat baik) dan gosok basah 4-5 (Baik). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan variasi konsentrasi mordan berpengaruh terhadap nilai ketuaan warna dan perubahan bahan terhadap pencucian dan tidak berpengaruh pada nilai uji penodaan warna terhadap pencucian dan uji gosok kering maupun basah. ABSTRACT Tense wood extract contains tannin pigment compounds that can give a yellow to bright brown color. Labeling using natural dyes has not been done much in the textile industry. Utilization of natural dyes for coloring textile materials has advantages including natural color produced and has a high selling value. Weaknesses of natural dyes are low color aging, color fastness to washing and low rubbing, thus the need for a mordan process that functions as a bridge between natural dyes and fibers in order to bind well, thereby increasing color aging and color fastness. The fixation process is a bonding process between dyes and fibers, fixation time greatly affects the strength of the dye bond with fibers, thus this study aims to determine the effect of variations in alum concentration in the mordan process and fixation time on the value of color aging, color fastness to washing and rubbing. In the mordan process variations of 10, 20 and 30 gr / l are used with fixation times of 10, 20 and 30 minutes. The results of the color aging test showed that the best color aging value was the use of mordan 20 gr / l and the fixation time of 30 minutes in the direction of the yellow and red colors, it can be said that the resulting color was brownish yellow. The color change test for washing is best for the use of mordan concentration of 20 gr / l and a fixation time of 30 minutes with a value of 4-5 (Good), the color staining of washing on average is obtained a value of 5 (Very good), color staining test on rubbing dry values ??obtained an average of 5 (Very good) and wet rub 4-5 (Good).This study can be concluded that the use of variations of mordan concentration affects the value of color aging and changes in the material on washing and does not affect the value of color staining test for washing and dry or wet scrub test.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH JUMLAH LUBANG NOSEL INJEKTOR TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR Muhammad Vendy Hermawan; Angga Eka Winarta
Teknika Vol 6 No 3 (2020): March 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.613 KB)

Abstract

Penggunaan teknologi injeksi bahan bakar pada mesin sepeda motor sudah banyak diaplikasikan oleh perusahaan otomotif untuk meningkatkan efisiensi kendaraan. Teknologi injeksi bahan bakar (Full injection System) merupakan teknologi yang digunakan untuk mencampur bahan bakar dengan udara sebelum masuk ke ruang bakar dan selanjutnya menyemprotkannya dengan tekanan tertentu. Sistem ini menggunakan beberapa sensor untuk menakar jumlah bahan bakar dan mengatur waktu penyemprotan yang tepat. Sehingga lebih meningkatkan tenaga mesin jika dibandingkan dengan mekanisme karburator. Komponen penting dalam sistem injeksi bahan bakar adalah Injektor. Injektor berfungsi untuk menyemprotkan dan membuat bahan bakar tercampur secara homogen sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi polusi serta memberikan tenaga yang lebih besar. Performa sepeda motor yang tangguh dapat dilihat dari seberapa besar dan efisiensi tenaga dan torsi kendaraan. Untuk meningkatkan performa sepeda motor salah satu caranya adalah dengan memperbaiki proses injeksi bahan bakar dalam proses pembakaran sehingga terjadi pembakaran yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lubang pada nosel injektor terhadap nilai tenaga dan torsi pada sepeda motor berdasarkan putaran mesin. Objek penelitian adalah sepeda motor 4 langkah dengan sistem injeksi bahan bakar, bahan bakar menggunakan pertalite Ron 90. Variasi penelitian adalah perbedaan jumlah lubang pada nosel injektor meliputi nozel 6 lubang (original bawaan pabrik), 4 lubang dan 8 lubang. Pengujian dilakukan menggunakan dynotest. Data yang diperoleh berupa grafik yang memuat nilai tenaga dan torsi masing-masing nosel injektor pada setiap putaran mesin.. Hasilnya, penggunan nosel injektor 8 lubang menghasilkan daya maksimum sebesar 5,00 hp pada putran 5500 rpm dan torsi maksimum sebesar 4,84 ft-lbs pada putaran 5000 rpm. Untuk injector 6 lubang menghasilkan daya maksimum sebesar 7,42 hp pada putran 6500 RPM dan torsi maksimum sebesar 5,89 ft-lbs pada putaran mesin 6500 RPM. Nosel injektor 4 lubang memiliki daya maksimum 6,3 Hp pada putaran 6500 rpm dan torsi maksimum 5,8 ft-lbs pada putaran 6000 rpm. ABSTRACT The application of fuel injection technology in motorcycle engines has been widely applied by automotive companies to improve vehicle efficiency. Fuel injection technology (Full injection System) is a technology used to mix fuel with air before entering the combustion chamber and then spray it with a certain pressure. This system uses several sensors to measure the amount of fuel and set the correct spraying time. So as to increase engine power when compared with the carburetor mechanism. An important component in a fuel injection system is the injector. The injector sprays and makes the fuel mixed homogeneously so as to increase fuel efficiency, reduce pollution and provide more power. Robust motorcycle performance can be seen from how big of the power and torque efficiency of the vehicle. One way to improve motorcycle performance is to improve the fuel injection process in the combustion process so that good combustion occurs. This study aims to determine the effect of the number of holes on the injector nozzle on the value of power and torque on a motorcycle based on engine rotation speed. The object of research is a 4-step motorcycle with a fuel injection system, fuel using the Ron 90 pertalite. Variation of the study is the difference of the holes number in the injector nozzle including 6-hole nozzles (factory default), 4 holes and 8 holes. Testing is done using dynotest. The data obtained in the form of a graph that contains the value of power and torque of each injector nozzle at each engine speed. As a result, the use of an 8 holes injector nozzle produces a maximum power of 5.00 hp at 5,500 rpmand a maximum torque of 4, 84 ft-lbs at 5,000 rpm. For 6-holes injector produces a maximum power of 7.42 hp at 6500 rpm and maximum torque of 5.89 ft-lbs at 6,500 rpm. The 4-holes injector produces a maximum power of 6,3 hp at 6500 rpm and maximum torque of 5.8 ft-lbs at 6,000 rpm.
PREDIKSI TEGANGAN DAN DISPLACEMENT PADA DESAIN ULANG POINT RIPPER DOZER D85E-SS-2 OLEH BEBAN VERTIKAL DENGAN SIMULASI METODE ELEMEN HINGGA Agung Supriyanto; Muhammad Vendy Hermawan
Teknika Vol 6 No 3 (2020): March 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.267 KB)

Abstract

Dozer memiliki komponen point ripper yang berfungsi untuk menembus ke dalam tanah berupa cakar yang dipasang di belakang unit. Penggarukan merupakan metode pembongkaran massa batuan secara mekanis. Prinsip kerjanya adalah menembus ripper ke dalam massa batuan. Kondisi kekerasan tanah dan batuan ini menyebabkan point riper mengalami gesekan, gaya tekan dan beban kejut yang menyebabkan kerusakan berupa keausan. Penggunaan metode Computer Aided Engineering (CAE) dapat menganalisis perilaku mekanik model desain untuk memahami dan menguji kemampuan kinerja dari desain yang dibuat. CAE dapat menggambarkan distribusi tegangan dan perpindahan baik secara grafis maupun numerik. Tegangan von miss maksimum yang bekerja pada model untuk sudut 160o adalah 1,73.107 N / m2, sudut 165o adalah 1,72.107 N / m2, dan sudut 170o adalah 1,73.107 N / m2. Perpindahan maksimum yang bekerja pada model untuk sudut 160o adalah 2,14 mm, sudut 165o adalah 2,12 mm, dan sudut 170o adalah 0,00704 mm. Distribusi tegangan terkecil disepanjang titik pengamatan adalah desain dengan sudut 160o sebesar 2,38.103 N / m2 dan tegangan terbesar adalah desain dengan sudut 170o sebesar 2,83.103 N / m2. Distribusi displasemen terkecil sepanjang titik pengamatan adalah desain dengan sudut 170o sebesar 1, 82.10-6 mm dan tegangan terbesar adalah desain dengan sudut 165o sebesar 4.61.10-4 mm. ABSTRACT Dozers have a point ripper component that serves to penetrate into the ground in the form of claws that are attached behind the unit. Scratching is a method of dismantling rock mass mechanically. the principle works is to penetrate the ripper into the rock mass. This hardness of soil and rock conditions causes the point riper to experience friction, compressive force and shock loads which cause damage in the form of wear and tear. The use of Computer Aided Engineering (CAE) methods can analyze the mechanical behavior of a design model to understand and test the performance capabilities of the designs created. CAE can describe the distribution of stresses and displacments both graphically and numerically. Maximum von misses stress acting on the model for 160o angle is 1,73.107 N / m2, 165o angle is 1,72.107 N / m2, and 170o angle is 1,73.107 N / m2. The maximum displacement acting on the model for 160o angle is 2,14 mm, 165o angle is 2,12 mm, and 170o angle is 0,00704 mm. The smallest stress distribution along the observation point is a design with an angle of 160o of 2,38.103 N / m2 and the largest stress is a design with an angle of 170o of 2,83.103 N / m2. The smallest displacement distribution along the observation point is a design with an angle of 170o of 1, 82.10-6 mm and the biggest stress is the design with an angle of 165o of 4.61.10-4 mm.

Page 2 of 12 | Total Record : 115