cover
Contact Name
I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika
Contact Email
jayantika@mahadewa.ac.id
Phone
+6285739639728
Journal Mail Official
jayantika@mahadewa.ac.id
Editorial Address
https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/emasains/about/editorialTeam
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains
ISSN : 23022124     EISSN : 26228688     DOI : -
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains is a mathematics and science education journal which published and managed by the FKIP Education University PGRI Mahadewa Indonesia. This journal is published twice a year, namely March and September. Contains Indonesian-language writings derived from the results of research, theoretical studies and application of theory with studies of mathematics, science and environmental education issues. Emasains : Jurnal Edukasi Matematika contains research papers in the fields of mathematics and science education. The scope of this journal study is as follows: Mathematics education Biology education Living environment Assement in Science and Mathematics Education Evaluation in Science and Mathematics Education
Articles 287 Documents
Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMK Negeri 1 Tuhemberua Iwan Berkat Zega; Sadiana Lase; Yakin Niat Telaumbanua; Netti Kariani Mendrofa
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026 (On Progres)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i2.6076

Abstract

Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMK Negeri 1 Tuhemberua Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kemampuan penalaran matematis siswa yang ditandai dengan lemahnya kemampuan dalam menganalisis soal, menarik kesimpulan, dan menyelesaikan masalah secara logis serta sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan penalaran matematis siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuhemberua. Rendahnya penalaran matematis tersebut diduga berkaitan dengan rendahnya kemandirian belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 22 siswa kelas X TKJ yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket kemandirian belajar dan tes uraian kemampuan penalaran matematis yang telah melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Uji t menunjukkan nilai thitung = 9,106 > ttabel = 1,725, selain itu variabel X (kemandirian belajar) mempengaruhi variabel Y (penalaran matematis) sebesar 80,5%. Sehingga kemandirian belajar terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemandirian belajar siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan penalaran matematis siswa.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN ICE BREAKING BERMAIN CHALLENGE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPAS TOPIK EKOSISTEM PESERTA DIDIK KELAS V DI SD NEGERI 22 DAUH PURI DENPASAR IDA AYU NYOMAN TERISNA DEWI; I KOMANG WISNU BUDI WIJAYA; I Made Wiguna Yasa
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.6078

Abstract

Penelitiani inii membahasi pengaruhi penerapani modeli problemi basedi learningi berbantuani icei breakingi bermaini challengei terhadapi motivasii belajari IPASi pesertai didiki kelasi Vi dii SDi Negerii 22i Dauhi Purii Denpasar.i Pembelajarani IPASi menuntuti keterlibatani aktifi pesertai didiki agari mampui memahamii konsepi yangi berkaitani dengani fenomenai alami dani sosiali secarai bermakna.i Namun,i motivasii belajari yangi rendahi masihi menjadii kendalai dalami prosesi pembelajaran.i Penelitiani inii menggunakani pendekatani kuantitatifi dengani metodei quasii experimenti dani desaini non-equivalenti groupi design.i Subjeki penelitiani melibatkani 60i pesertai didiki yangi terbagii kei dalami kelasi eksperimeni dani kelasi kontrol.i Pengumpulani datai dilakukani melaluii angketi motivasii belajari yangi diberikani padai tahapi pretesti dani posttest.i Analisisi datai meliputii analisisi deskriptif,i ujii normalitas,i ujii homogenitas,i dani ujii hipotesisi menggunakani ujii t-test.i Hasili penelitiani menunjukkani bahwai motivasii belajari IPASi padai kelasi eksperimeni mengalamii peningkatani yangi sangati signifikani dibandingkani kelasi kontrol.i Nilaii rata-ratai posttesti kelasi eksperimeni jauhi lebihi tinggii daripadai kelasi kontrol,i sertai hasili ujii hipotesisi menunjukkani nilaii signifikansii lebihi kecili darii 0,05.i Temuani tersebuti mengindikasikani bahwai penerapani modeli problemi basedi learningi berbantuani icei breakingi bermaini challengei mampui menciptakani suasanai belajari yangi aktif,i menyenangkan,i dani bermaknai sehinggai berdampaki positifi terhadapi motivasii belajari IPAS.i Modeli pembelajarani inii dinilaii efektifi dani relevani untuki diterapkani padai pembelajarani IPASi dii sekolahi dasar.
ANALISIS KESALAHAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONSEP BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN NEWMAN I Komang Adi Wiguna; Putu Kartika Dewi
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026 (On Progres)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i2.6149

Abstract

Matematika sebagai mata pelajaran berjenjang menuntut pemahaman konsep yang mendalam, khususnya pada materi bangun ruang sisi datar yang membutuhkan keterampilan visualisasi dan transformasi representasi. Observasi di SMP Negeri 1 Baturiti mengindikasikan banyak siswa kesulitan menyelesaikan soal pemahaman konsep sehingga perlu analisis kesalahan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep pada materi bangun ruang sisi datar berdasarkan tahapan Newman. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 32 siswa kelas IX G. Data dikumpulkan melalui tes uraian dan wawancara tidak terstruktur, dianalisis secara kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan) serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan kesalahan terjadi pada semua tahapan Newman, membaca (7,50%), memahami (28,75%), transformasi (36,25%), keterampilan proses (16,25%), dan penulisan jawaban akhir (11,25%); kesalahan transformasi paling dominan. Faktor penyebab meliputi rendahnya pemahaman konseptual, ketergantungan pada hafalan rumus, kecenderungan memilih berdasarkan pertimbangan visual tanpa dasar konseptual, serta kurangnya ketelitian pada proses perhitungan.
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Mazo Aristarkhus Hulu; Sadiana Lase; Ratna Natalia Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanuad
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026 (On Progres)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i2.6154

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh salah satu permasalahan pada pembelajaran matematika di SMP Negeri 3 Mazo yakni kurangnya self efficacy dalam belajar matematika sehinggga hasil belajar matematika siswa rendah. Salah satu penyebab hasil belajar matematika siswa rendah yaitu kurangnya self efficacy. Dimana self efficacy yang dimaksud dapat di artikan keyakinan dan kepercayaan kemampuannya sendiri. Rendahnya self efficacy diantaranya, siswa sering kali mengalami kegagalan dalam memahami konsep matematika atau menyelesaikan soal-soal yang kompleks, sehingga kegagalan ini dapat mempengaruhi keyakinan diri siswa dan menyebabkan rendahnya tingkat self efficacy. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh self efficacy terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Mazo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan paradigma kuantitatif. Pelaksanaan penelitian berlokasi di SMP Negeri 3 Mazo khususnya di kelas IX-B. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui pengaruh self efficacy adalah angket tertutup dan tes hasil belajar. Angket ini berisi sejumlah pernyataan yang dirancang untuk mengevaluasi tingkat keyakinan siswa dalam kemampuan mereka dalam memahami dan berhasil dalam matematika. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh nilai thitung = 3,301 dan nilai ttabel = 2,093. Karena thitung = 3,301 > ttabel = 2,093, maka dapat di simpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Yang berarti “Adanya pengaruh self efficacy terhadap hasil belajar matematika siswa di SMP Negeri 3 Mazo”.
Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Dengan Penilaian Teman Sebaya Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasi Siswa SMA Sudarmini, Luh; Mahayukti, Gusti Ayu; Dewi, Putu Kartika
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.6162

Abstract

Abstrak. Berdasarkan studi pendahuluan, penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir komputasi siswa yang disebabkan oleh terbatasnya pemberian latihan soal berbasis computational thinking, pembelajaran belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa, serta belum melibatkan penilaian antar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan penilaian teman sebaya terhadap kemampuan berpikir komputasi siswa. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain post-test only control group design. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Singaraja Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 yang mengikuti mata pelajaran pilihan kelompok sains. Sampel penelitian ini terdiri dari tiga kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dan ditetapkan kelas XI B sebagai kelas eksperimen, kelas XI A sebagai kelas pembanding, serta kelas XI C sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian kemampuan berpikir komputasi. Data post-test dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, kerena data tersebut tidak memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil uji hipotesis menunjukkan H(2) = 22,173 dengan nilai Asymp. Sig. kurang dari 0,05, artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi siswa antara kelas eksperimen, kelas pembanding, dan kelas kontrol. Karena terdapat perbedaan, dilakukan uji lanjut menggunakan uji Mann-Whitney U berpasangan dengan koreksi Bonferroni dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi siswa pada kelas eksperimen dan kelas pembanding, (2) terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, (3) tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir komputasi siswa pada kelas pembanding dan kelas kontrol. Kata Kunci: Berpikir Komputasi, Pembelajaran Berdiferensiasi, Penilaian Teman Sebaya
Analisis Tingkat Kemampuan Numerasi Mahasiswa pada Pembelajaran Himpunan sunita, wayan; N.Putri Sumaryani; Putu Gede Subhaktiyasa
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.6178

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki mahasiswa dalam mempelajari matematika. Numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan perhitungan, tetapi juga kemampuan memahami informasi berbasis angka, menafsirkan data, serta memecahkan masalah secara logis dalam berbagai konteks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan numerasi mahasiswa pada pembelajaran himpunan. Kemampuan numerasi penting dalam memahami konsep matematika dasar, termasuk operasi dan representasi himpunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek 10 mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Instrumen penelitian yaitu berupa tes numerasi pada materi himpunan yang mencakup indikator memahami konsep himpunan, menggunakan operasi himpunan, menafsirkan diagram venn, soal konseptual dan menarik kesimpulan logis. Data dianalisis menggunakan persentase dan kategori kemampuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan numerasi mahasiswa berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 71,3. Mahasiswa cukup baik dalam mengidentifikasi informasi, tetapi masih mengalami kesulitan pada soal himpunan kompleks dan penarikan kesimpulan logis. Penelitian ini menyarankan penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah dan diskusi kelompok untuk meningkatkan kemampuan numerasi mahasiswa.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prevalence of Undernourishment (PoU) di Indonesia Menggunakan Model Spatial Autoregressive (SAR) Annisa, Rahmatul; Ervi Dayana Putri; Chairina Wirdiastuti
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026 (On Progres)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i2.6191

Abstract

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) merupakan kerangka pembangunan global yang dirancang untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030. Di Indonesia, tingkat kerawanan pangan nasional mencapai 8,27 persen pada tahun 2024, menurun sekitar 0,26 poin dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 8,53 persen. Meskipun terjadi penurunan secara nasional, prevalensi kekurangan gizi di beberapa provinsi di Indonesia masih tergolong tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Spatial Autoregressive (SAR) memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan model Ordinary Least Squares (OLS) dan Spatial Error Model (SEM). Dengan demikian, model SAR merupakan model terbaik dalam menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi prevalensi kekurangan gizi antar provinsi di Indonesia tahun 2024. Hasil uji signifikansi model menunjukkan bahwa pendapatan per kapita, persentase rumah tangga dengan sanitasi layak, serta persentase rumah tangga dengan akses air bersih merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kerawanan pangan di Indonesia. Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 75,56%, yang menunjukkan bahwa variabel independen dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependen secara cukup kuat.