cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
mijisiregar@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
assingkily27@gmail.com
Editorial Address
Jln. Willem Iskandar Ps. V, Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27769305     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat Aim and focus scope journal 1. Education 1. Community service and Digital Technology in Education
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 30 Documents clear
Upaya Pencegahan Gadget Pada Santri Sejak Dini di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Al-Hidayah Suryadi, Suryadi; Adison, Joni; Risa Nanda, Helmi
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.729

Abstract

Di era globalisasi yang menuntut manusia harus mampu untuk mengetahui dan paham mengenai banyaknya perubahan yang tengah dan akan terjadi pada saat ini dan masa yang akan datang, sangatlah menjadi perhatian bagi seluruh sumber daya manusia saat ini. Kemajuan teknologi membuat perubahan yang begitu besar dalam kehidupan manusia pada berbagai bidang dan memberikan dampak yang begitu besar. Sekarang ini setiap orang diseluruh dunia rata-rata sudah memiliki Gadget. Bahkah tak jarang jika sekarang ini banyak orang yang memiliki lebih dari satu Gadget sesuai dengan kebutuhannya. Penggunaan gadget sudah tidak asing lagi bagi santri pada zaman sekarang. Tentunya dengan berkembangan IPTEK, hal ini sangat mempengaruhi pola kehidupan manusia baik dari segi pola pikir maupun perilaku. Dengan adanya bantuan teknologi seperti gadget ini dapat mempermudah kegiatan manusia agar tidak memakan waktu yang lama dalam hal apapun yang dilakukan oleh manusia seperti dalam belajar. Gadget kini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat modern, mulai dari laptop, tablet, ponsel atau ponsel pintar. Gadget adalah Semua perangkat teknologi canggih tersebut tak sekadar menjadi alat komunikasi dan hiburan, tetapi juga untuk mengetahui berbagai informasi dan pengetahuan. Karenanya tak mengherankan bila banyak orang asyik menggunakan Gadget hingga lupa waktu.Pengguna Gadget tidak hanya berasal dari kalangan pekerja, tetapi sekarang ini hampir semua kalangan menggunakan Gadget dalam kegiatan yang mereka lakukan setiap harinya. Hampir setiap orang yang menggunakan Gadget menghabiskan sebagian waktu mereka dalam sehari untuk menggunakan Gadget. Kemajuan teknologi juga sangat berpengaruh bagi anak remaja yang selalu ingin tahu hal-hal yang baru dan unik. Kondisi mereka merupakan usia paling rawan terhadap pengaruh-pengaruh dari luar. Seringkali dengan mudah orang mendefinisikan remaja sebagai periode transisi antara masa anak-anak ke masa dewasa atau masa usia belasan tahun, atau seseorang yang menunjukkan tingkah laku tertentu seperti susah diatur, mudah terangsang perasaannya, dan sebagainya.
Perbedaan Qawaid Fiqhiyah Dengan Dhawabith Fiqhiyah, Nazariyah Fiqhiyah, dan Kaidah Ushuliyah Bayu Suhairi, Mhd. Arbi; Tanjung, Dhiauddin
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.730

Abstract

Artikel ini mengkaji pengertian dan perbedaan antara qawaid fiqhiyah dengan dhawabit fiqhiyah, nazariyah fiqhiyah, dan kaidah ushuliyah. Qawaid fiqhiyah merujuk pada prinsip-prinsip umum dalam fiqh yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah hukum Islam secara praktis, sementara dhawabit fiqhiyah berkaitan dengan kaidah-kaidah yang lebih spesifik dan memiliki ruang lingkup yang lebih terbatas dalam konteks fiqh. Nazariyah fiqhiyah adalah teori-teori fiqh yang bersifat lebih konseptual dan bersifat dasar dalam memahami hukum Islam, sedangkan kaidah ushuliyah merujuk pada prinsip-prinsip dalam ushul fiqh yang menjadi dasar dalam proses ijtihad dan penalaran hukum. Dalam artikel ini, penulis membahas secara rinci perbedaan karakteristik dan aplikasi dari masing-masing kaidah tersebut, serta relevansinya dalam memahami dan mengembangkan hukum Islam. Dengan analisis ini, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai struktur pemikiran fiqh dan kontribusinya dalam pengembangan hukum Islam yang lebih aplikatif dan kontekstual.
ANALISIS HUKUM ATAS WAKAF BENDA BERGERAK DI INDONESIA: Tinjauan Perundang-Undangan dan Implementasinya Arif, Zuhri
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum wakaf benda bergerak di Indonesia, dengan fokus pada tinjauan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan implementasinya di lapangan. Wakaf yang selama ini identik dengan benda tidak bergerak, kini mulai berkembang dalam bentuk benda bergerak, seperti uang, kendaraan, dan aset lainnya. Namun, keberadaan wakaf benda bergerak ini menimbulkan berbagai permasalahan hukum terkait status, pengelolaan, dan pendistribusiannya. Melalui pendekatan yuridis, penelitian ini mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang wakaf, seperti Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan peraturan pelaksanaannya. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji implementasi peraturan-peraturan tersebut di lapangan, serta tantangan-tantangan yang dihadapi oleh para pihak yang terlibat dalam pengelolaan wakaf benda bergerak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan hukum wakaf di Indonesia, khususnya dalam hal pengaturan dan penanganan wakaf benda bergerak yang lebih efektif dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Transformasi Barang Bekas Menjadi Kerajinan Kreatif Hasbi, Sakinah; Almeida, Annisa; Maulida Rambe, Rahma; Srg, Nurul Syakirah; Zuhra, Cut Farida; Syahrani Panjaitan, Suci Mawar; Permatasari, Lutfia; Rahmadani, Rahmadani; Siregar, Raja; Nasution, Abdul Gani Jamora
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.842

Abstract

Penggunaan plastik sekali pakai telah menyebabkan masalah lingkungan yang serius di Indonesia, dengan tingkat daur ulang yang rendah dan banyaknya sampah yang mencemari lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, Oleh karena itu Mahasiswa/i dari Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah menerapkan program kerja tentang bagaimana cara Tranformasi Barang Bekas Menjadi Kerajinan Kreatif ,Yang mana program kerja ini dilaksanakan pada saat Pengabdian Masyarakat di Kampung setia tawar barat, maligas bayu, kec Huta Bayu Raja, kabupaten simalumgun, sumatera utara di Desa Setia Tawar Barat. Yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah plastik melalui pembuatan kerajinan tangan. Metode yang digunakan melibatkan pelatihan intensif, penyampaian materi, dan praktik langsung dalam membuat kerajinan dari sampah plastik. Sebanyak 15 anak terlibat dalam kegiatan ini, dengan hasil berupa produk kerajinan seperti lampion dan kotak pensil dari botol plastik bekas, balon, sedotan, dan kardus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang berguna dan estetis, sekaligus meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan mereka. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga berpotensi sebagai sumber penghasilan di masa depan, serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pengembangan potensi kreatif anak-anak.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Modeling the Way Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas IV SDN 010139 Perk. Gunung Melayu Siregar, Ainurrizkani; Aziz, Mursal; Napitupulu, Dedi Sahputra
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.712

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi 1. Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI, 2. Tidak tersedianya media yang dapat dilihat oleh siswa, 3. Metode mengajar guru masih terpaku kepada metode ceramah, 4. Guru belum melibatkan siswa dalam prosaes belajarĀ  aktif. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian PTK dengan melihat secara langsung bagaimana proses yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran di Kelas IV SDN 010139 Perk. Gunung Melayu dalam meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakanModeling the Way mata pelajaran pendidikan agama Islam. Selain itu untuk menambah informasi lebih peneliti menggunakan metode wawancara sebagai media dalam pengumpulan informasi lainnya. Berdasarkan analisi data pada penelitian ini, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1). Hasil belajar PAI pada materi mengenal ketentuan shalat sebelum menggunakan model pembelajaran Modeling The Way sangat rendah. Terbukti hanya 4 siswa atau 16% yang tuntas di atas KKM. 2). Hasil belajar siswa meningkat, hasil penelitian ini berupa peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI materi Mengenal Ketentuan Shalat. Pada saat pre-test diperoleh hasil persentase ketuntasan belajar siswa sebesar (52%) dengan nilai rata-rata (61,6%) dengan jumlah siswa yang tuntas 13 orang dan siswa yang belum tuntas 12 orang atau (48%). Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 83,6% dengan tingkat ketuntasan 88%. 3). Dengan diterapkannya model pembelajaran Modeling The Way siswa lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran dibanding dengan sebelum diberinya tindakan.
Sekularitas dan Spiritualitas : Mencari Format Integrasi Ilmu Untuk Konstruksi Kurikulum Pendidikan Islam Ciptadi, Ikhwan; Hasibuan, Fitri Diana; OK, Azizah Hanum
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.713

Abstract

Pemisahan ilmu di lembaga pendidikan Islam telah menimbulkan berbagai permasalahan kemanusiaan. Pemisahan antara ilmu agama dan ilmu sains umum telah lama menjadi perdebatan, dan sebagian umat Islam masih mempertahankan pandangan bahwa keduanya tidak dapat digabungkan karena perbedaan domainnya. Hal ini sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan barat yang bersifat sekuler dinilai tidak sesuai dengan konsep ajaran Islam yang menitikberatkan pada kepercayaan wahyu. Atas dasar ini muncul para ilmuan dengan gagasan pemikiran islamisasi ilmu pengetahuannya pada awal tahun 60-an. Ide awal ini dicetuskan oleh Naquib Al-attas dan dipopulerkan oleh Ismail Raji al-Faruqi. Konsep islamisasi yang mereka usung adalah untuk mengintegrasikan prinsip, konsep dan nilai-nilai Islam dalam kerangka pengembangan disiplin ilmu modern sehingga tidak ada lagi ilmu yang bersifat sekuler atau bebas nilai dengan begitu dapat selaras dengan pandangan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kepustakaan berupa data sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana integrasi ilmu dalam Islam berhasil membentuk karakteristik unik suatu institusi pendidikan serta kontribusinya dalam menjawab tantangan kompleksitas permasalahan dunia nyata serta melahirkan para lulusan yang unggul yang memiliki kompetensi akademik yang berlandaskan kepada nilai-nilai Islam.
Implementasi Model Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran IPS Siswa Sekolah Dasar Khairani Dalimunthe, Anazwa; Khairiyah, Anis; Khairani Harahap, Aulia; Nanda Pertiwi, Kamila; Fadil Azhari, Muhammad; Yusnaldi, Eka
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.720

Abstract

Kompetensi IPS siswa sekolah dasar menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap sosial yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat global. Model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based-Learning/PBL) menawarkan pendekatan yang inovatif untuk meningkatkan kompetensi tersebut melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berbasis penyelesaian masalah nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi model PBL dapat meningkatkan kompetensi IPS siswa sekolah dasar, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan metode Library research, mengkaji berbagai jurnal, buku, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep IPS, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan membangun sikap tanggung jawab sosial. Dengan model ini, pembelajaran IPS tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa untuk menjadi individu yang mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Oleh karena itu, penerapan model PBL direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk menciptakan generasi pembelajar yang kompeten dan berdaya saing.
Peran Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Yusnaldi, Eka; Sihotang, Ayu Sania; Rizqi, Ika Husnul; Anggraini, Nia; Daulay, Nur Hasanah; Wulandari, Yesi
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran media pembelajaran dalam meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui pendekatan studi pustaka. Dalam konteks pendidikan, media pembelajaran berfungsi sebagai alat yang dapat memperjelas dan memperkaya pengalaman belajar siswa, sehingga materi yang dianggap sulit dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Melalui analisis berbagai sumber literatur, penelitian ini mengidentifikasi berbagai jenis media, termasuk media visual, audio-visual, dan teknologi digital, yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan media yang tepat sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan interaktif. Media yang sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, serta membantu mereka memahami konsep-konsep abstrak dalam IPS. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dan media digital terbukti mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, menjadikannya lebih relevan dan menarik.
Peran Pembelajaran IPS Dalam Membentuk Karakter Bangsa Siregar, Alfauji; Khairani, Anisa; Amalia, Dwi Rizki; Khairunnisa, Khairunnisa; Siregar, Sarah Syafitri; Yusnaldi, Eka
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.722

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa yang produktif, toleran, dan berintegritas. Sebagai mata pelajaran multidisipliner, IPS memadukan konsep-konsep dari sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi untuk memberikan wawasan yang komprehensif tentang kehidupan bermasyarakat. Proses pembelajaran IPS bertujuan tidak hanya untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga untuk membangun nilai-nilai moral, etika, dan kesadaran sosial. Melalui pendekatan kontekstual, pembelajaran IPS dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, empati, dan keterampilan berkolaborasi. Hal ini penting untuk menciptakan generasi yang memiliki rasa kebangsaan, menghargai keberagaman, dan mampu menghadapi tantangan global. Dengan demikian, pembelajaran IPS berperan sebagai fondasi dalam menanamkan nilai-nilai kebhinekaan, keadilan, dan rasa tanggung jawab yang esensial untuk menciptakan bangsa ya.
Upaya Identifikasi Minat Dan Bakat Peserta Didik Dalam Rangka Pengenalan Aspirasi Karir dan Action Plant Pelayanan Konseling Lanjutan oleh Guru BK di SMP N 1 VII Koto Sungai Sarik Nita, Rahma Wira; Chandra, Yarial; Oktaria, Misi
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.766

Abstract

Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam mempersiapkan generasi muda di era globalisasi. Tuntutan dunia kerja yang dinamis menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang minat, bakat, dan aspirasi karir. Identifikasi minat dan bakat sejak dini menjadi krusial dalam memaksimalkan potensi peserta didik. Pengabdian masyarakat ini menjadi urgen karena kebutuhan untuk membantu peserta didik SMP N 1 VII Koto Sungai Sarik dalam mengenali potensi diri mereka dan merencanakan masa depan yang lebih baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman peserta didik tentang minat dan bakat, (2) memberikan informasi tentang berbagai peluang karir, (3) membantu peserta didik menyusun action plant untuk mencapai tujuan karir mereka, (4) meningkatkan kapasitas guru BK dalam memberikan layanan konseling karir, dan (5) meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendukung perencanaan karir anak. Permasalahan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya informasi karir, peran guru BK yang belum optimal, motivasi dan kesadaran peserta didik, serta kurangnya keterlibatan orang tua. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi orientasi kegiatan PKM, presentasi tentang minat dan bakat, pengisian instrumen identifikasi minat dan bakat, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang cukup bagi peserta didik untuk meraih kesuksesan di bidang yang mereka minati, serta meningkatkan kapasitas guru BK dan keterlibatan orang tua dalam mendukung perencanaan karir anak.

Page 2 of 3 | Total Record : 30