cover
Contact Name
Titis Bayu Widagdo
Contact Email
jurnalcerdik@gmail.com
Phone
+6285204266300
Journal Mail Official
editor.jurnalcerdik@gmail.com
Editorial Address
Fakutas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya Jl. MT Haryono 169 Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2809414X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jcerdik
Topik artikel ilmiah yang akan diproses dan diterbitkan adalah bidang pendidikan dan pengajaran. Topik ini tidak dibatasi pada satu bidang pendidikan dan pengajaran saja, tetapi pada seluruh jenjang pendidikan dan pengajaran. Lingkup Topik Berdasarkan Tingkat Pendidikan: Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) TK SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA Perguruan Tinggi Lingkup Topik Pengajaran Berdasarkan Bidang Studi: Bahasa IPA IPS Olahraga Seni Budaya Matematika BK Lingkup Topik Lain: Pembelajaran Inklusi Teknologi Pembelajaran Manajemen pendidikan
Articles 81 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA BERBANTUAN ADOBE PREMIERE PRO DALAM PEMBELAJARAN TEKS PUISI PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMA Nur Aziz, Muhammad; Hermanto, Hermanto; Himawan, Riswanda
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.04

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, menuntut segala aspek kehidupan untuk bergerak maju, sesuai perkembangan teknologi tersebut. Salah satu aspek yang dituntut adalah pendidikan. Media pembelajaran sebagai perantara alternatif bahan yang diajarkan guru kepada peserta didik saat ini harus mengedepankan teknologi pada setiap media pembelajaran yang digunakan. Selaras dengan uraian tersebut, penelitian ini akan mencoba mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis ADOBE Premier dalam mata pelajaran teks puisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Devlopment (R&D) dengan model ADDIE. Model ADDIE digunakan sebagai prosedur dalam mengembangkan produk. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuisioner. Wawancara dan kuisioner digunakan sebagai instrument untuk mengetahui hasil analisis kebutuhan, aspek kelayakan produk yang dikembangkan, serta respons siswa berkaitan dengan produk yang dikembangkan. Pada tahapan akhir, dilakukan uji respons siswa dilakukan untuk mengetahui kualitas produk. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penelitian ini berhasil mengembangkan produk dengan kategori sangat layak perolehan skor kelayakan sebesar 88,265. Kajian produk akhir menunjukkan bahwa produk ini siap dan layak digunakan.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR KIMIA SENYAWA HIDROKARBON MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5 FASE (LC5F) rukisworo, lilik
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.05

Abstract

ABSTRACT Rukisworo, Lilik. 2021. Increasing Motivation and Learning Outcomes in Chemistry of Hydrocarbon Compounds through the Learning Cycle 5 Phase Learning Model. Journal.  Abstract: Based on observations during teaching in class XI MIPA 2 SMA Negeri 5 Malang, students tend to experience difficulties in learning hydrocarbons. During learning, students are less motivated to do questions from the teacher, and are often confused in naming alkanes, alkenes, and alkynes if the structural formula is known. A learning model that can involve students to be active in learning and able to construct knowledge properly and correctly is needed in this case. Leraning Cycle learning model to increase students' motivation and learning outcomes. Because in learning using the Learning Cycle learning model, students can be actively involved in the learning process and students must construct their own knowledge. So in this case students are required to find their own concepts. The impact of the application of this learning model has been able to improve the learning outcomes of students in studying hydrocarbon compound material from 44% before the application of the model to 96% in cycle I and 100% in cycle II. The significant increase in cognitive learning outcomes is because in learning using the Learning Cycle learning model, students are required to find their own concepts with the guidance of LKPD, handouts, and guidance from the teacher. This is what makes the concept of hydrocarbons obtained by students really stick in the brain (good retention). The application of the Learning Cycle 5 Phase learning model in this study also increases the learning motivation of XI MIPA 2 class students in learning the material of hydrocarbon compounds. In cycle I there were 48% of students had motivated criteria and 52% of students had very motivated criteria. In cycle 2 there were 35% of students who had motivated criteria, and 65% of students had very motivated criteria. This shows an increase in the number of learners who are highly motivated. The increase in the number of motivated learners in the study was due to the use of interesting media (mollymood), interesting LKPD and handouts, providing contextual apperception, giving points to active learners, and giving exploration and elaboration time to learners. Keywords: Improvement, Motivation, Learning Outcomes, Learning Cycle 5 Phase     ABSTRAK Rukisworo, Lilik. 2021. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Kimia Senyawa Hidrokarbon Melalui Model Pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Journal.  Abstrak: Berdasarkan hasil observasi selama mengajar di kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 5 Malang, peserta didik cenderung mengalami kesulitan dalam belajar hidrokarbon. Pada saat pembelajaran, peserta didik kurang termotivasi untuk mengerjakan soal-soal dari guru, dan sering bingung dalam memberi nama alkana, alkena, dan alkuna jika diketahui rumus strukturnya. Suatu model pembelajaran yang dapat melibatkan peserta didik agar aktif dalam pembelajaran dan mampu mengkonstruk pengetahuan dengan baik dan benar sangat diperlukan dalam hal ini. model pembelajaran Leraning Cycle untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Karena dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Learning Cycle, peserta didik dapat dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran dan peserta didik harus mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Jadi dalam hal ini peserta didik dituntut untuk menemukan sendiri konsep yang ada. Dampak dari penerapan model pembelajaran ini telah dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mempelajari materi senyawa hidrokarbon dari 44% sebelum penerapan model menjadi 96% pada siklus I dan 100% pada siklus II. Naiknya hasil belajar kognitif yang sangat signifikan tersebut karena pada pembelajaran menggunakan model pembelajaran Learning Cycle, peserta didik dituntut harus menemukan konsep sendiri dengan bimbingan LKPD, handout, maupun bimbingan dari guru. Hal tersebut yang menjadikan konsep hidrokarbon yang didapat oleh peserta didik benar-benar melekat di otak (retensinya bagus). Penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase pada penelitian ini juga meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI MIPA 2 dalam mempelajari materi senyawa hidrokrabon. Pada siklus I terdapat 48% peserta didik memiliki kriteria termotivasi dan 52% peserta didik memiliki kriteria sangat termotivasi. Pada siklus 2 terdapat 35% peserta didik memiliki kriteria termotivasi, dan 65% peserta didik memiliki kriteria sangat termotivasi. Hal tersebut menunjukkan kenaikan jumlah peserta didik yang sangat termotivasi. Naiknya jumlah peserta didik yang termotivasi pada penelitian disebabkan karena penggunaan media yang menarik (mollymood), LKPD dan handout yang menarik, pemberian apersepsi yang kontekstual, pemberian point untuk peserta didik yang aktif, serta pemberian waktu exploration dan elaboration kepada peserta didik. Kata Kunci : Peningkatan, Motivasi, Hasil Belajar, Learning Cycle 5 Fase
Analisis Kesalahan Penulisan Hiragana Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 5 Kota Malang Nahriyah, Ihda Tis'atun
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan dalam penulisan huruf hiragana yang dilakukan oleh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 5 Kota Malang dan mengidentifikasi jenis dari kesalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrument tes. Tes berupa tes tulis, siswa menuliskan kosakata dalam bahasa Jepang dengan huruf hiragana. Hasil tes tersebut kemudian dilakukan analisis kesalahan dengan menggunakan metodologi yang dikemukakan oleh Ellis. Kesalahan-kesalahan yang telah diidentifikasi, kemudian akan diklasifikasikan dalam beberapa kategori kesalahan. Menurut Imelda, Chandra, dan Adimihardja, kesalahan penulisan huruf hiragana terdapat 3 kategori, yaitu (1) Ketidak tepatan penulisan, (2) Ketidak sesuaian bentuk huruf, (3) Kesalahan dalam pemilihan huruf. Hasil dari penelitian ini adalah dari hasil analisis data yang dilakukan, terdapat kesalahan yang termasuk dalam 3 kategori kesalahan penulisan huruf hiragana. Kategori kesalahan yang banyak ditemui adalah kategori ketidak tepatan penulisan.
Analisis Kesalahan Penulisan Sokuon dan Yo’on pada Anggota Klub Bahasa Jepang MAN 2 Kota Malang Ramadhanty, Tarisa Nur
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.08

Abstract

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan dalam penulisan yo’on dan sokuon dalam kosakata benda yang dilakukan anggota klub bahasa Jepang MAN 2 Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dan data yang dianalisis adalah hasil tes. Analisis data pada penelitian ini diklasifikasikan menggunakan teori milik tarigan tentang kesalahan menurut perspektif siasat permukaan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini juga menggunakan teori milik Ellis dalam buku milik Tarigan. Penelitian ini dilakukan dengan dilatarbelakangi adanya beberapa kesalahan yang ditemukan dalam penulisan kosakata dalam huruf hiragana oleh siswa. Pada penelitian ini difokuskan meneliti kesalahan pada bentuk yo’on dan sokuon dalam kosakata kata benda. Berdasarkan hasil tes yang telah dianalisis, kesalahan bentuk yo’on lebih sering terjadi daripada kesalahan bentuk sokuon. Dari 5 kosakata bentuk yo’on, pada seluruh kosakata, ada beberapa siswa yang melakukan kesalahan pada setiap butir kosakata. Sedangkan dari 5 kosakata bentuk sokuon, siswa hanya melakukan kesalahan pada 2 kosakata, 3 kosakata lainya seluruh siswa menjawab dengan tepat. Kemudian jenis kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa adalah jenis kesalahan salah formasi. Dari hasil yang telah dianalisis kesalahan salah formasi terdapat 14 bentuk kesalahan, sedangkan untuk kesalahan penghilangan hanya ada 2 bentuk dan kesalahan penambahan 1 bentuk kesalahan.
PERAN PENDIDIKAN DALAM BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK Wulandari, Herlina
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.09

Abstract

Learning is a form of assistance provided by the teacher so that the process of obtaining knowledge and knowledge can occur, mastering skills and character, forming attitudes and beliefs in students. in the educational environment problems for students who experience delays in the power of thinking, delays in writing, and reading. The teacher in this teaching and learning process becomes a facilitator for students who have difficulty reading and writing. In the guidance and counseling process, if there are children who have difficulty reading and writing, the teacher can identify the problems and needs of students, besides that the teacher diagnoses what causes the child to experience delays in reading and writing.Learning difficulties can also occur in children who under standard abilities, does not only occur in students with low abilities. Learning difficulties can also befall students and students who have normal or average academic standards. The steps for solving student learning difficulties in counseling guidance, namely talking to the principal in advance about having students with problems. Then look for ways that need to be done to deal with these problems, it can be concluded that the role of the homeroom teacher acts as a guide so that students can achieve educational goals that are directed to be good in the entire educational process, the guidance counselor collaborates with the subject teacher or homeroom teacher with work The same between the three can make it easier for students to increase learning motivation. The homeroom teacher also acts as a guide who always directs the behavior of students, by showing students things that are not done correctly and asking them to do it again correctly and as well as possibleKeyword: learning motivation, counseling guidance
FENOMENA BULLYING DAN UPAYA PREVENTIF UNTUK MEMINIMALISIR EKSES PSIKOLOGIS PESERTA DIDIK RIFIANI, DWI
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.10

Abstract

In many cases, generally the phenomenon of bullying leaves a psychological impact that is quite lasting and seems to be a nightmare for a person's life, especially for victims who do have social adjustments and are unable to adapt well. The negative impact experienced by someone who has been a victim of bullying is the main locus and becomes an accent and will be further elaborated by researchers. It is hoped that this effort will become a starting point for determining preventive steps that can be taken so that bullying in its various forms, even though it cannot be completely eliminated from the face of this earth, can at least be minimized so that the perpetrators of bullying think thousands of times about the negative impact if they do this. -, and students in general can determine the right steps if the action is indicated to happen to them. At least the policy holders are able to provide appropriate steps as a form of adult responsibility for the psychological and academic development of the future generation of the nation. Key word: Bullying Phenomenon,  Preventive Efforts, Psychological Impact.
IMPLEMENTASI PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KUTOARJO Widyati, Septy
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.03

Abstract

Personal guidance and counseling refers to the efforts given by the counselor to counseling so that the counseling can understand, accept, direct himself to be an optimal person. Many counseling problems experienced by students. Problems experienced due to lack of attention from parents, because they are busy working. Then students also experience difficulties in participating in teaching and learning activities in class, seniority. It can hinder child development. To deal with this problem, it is necessary to collaborate between class teachers and parents to provide guidance and counseling. Guidance. This counseling guidance includes, mental attitude, independence, direction in education. To develop the potential of students and help solve the problems they face. Purpose of Counseling Guidance. the purpose of guidance and counseling services is to try to help counselees to: a. Planning study completion activities, career development in the future, b. Develop all its potential and strengths, c. Adjusting to the educational environment, community environment and work environment, d. Overcoming obstacles and difficulties encountered in study, adjustment to the educational environment, society, and work environment Teachers must provide special handling and more attention to students who have difficulties in learning than students who do not experience difficulties in learning. By providing additional hours at the end of learning hours.Keyword: counseling guidance, problems, goals
Penerapan Konsep Multiple Inteligence Dalam Pembelajaran Pai Di SD Wijaya, Krisna
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.07

Abstract

Label siswa cerdas dan bodoh merupakan label yang sedari dahulu telah bersemayam dalam dunia pendidikan di Indonesia. Telah jelas bahwa siswa yang cerdas biasanya identik dengan nilai ujian akhir yang tinggi di rapornya. Hal ini tentunya merupakan sebuah kesalahan yang fatal. Perlu ditegaskan sedari dini bahwa corak karakteristik kecerdasan peserta didik itu berbeda-beda dan tidak bisa dipaksakan untuk sama. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha menjelaskan mengenai pengaplikasian konsep multiple intelligence dalam pembelajaran PAI untuk memaksimalkan pertumbuhan setiap kecerdasan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode library research di mana data primer bersumber dari buku, jurnal, majalah yang terdapat di perpustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlu dirumuskan 9 bentuk model pembelajaran PAI yang bersumber  dari konsep multiple intelligent yang digagas oleh Gardner.
“Analisis Perbandingan Frekuensi Gelombang Bunyi dengan Tangga Nada pada Alat Musik menggunakan Aplikasi Phypox” Habibah, Ni'mah Nur
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.02

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan percobaan membandingkan frekuensi gelombang bunyi yang dihasilkan dari tangga nada pada alat musik tiup dengan menggunakan aplikasi phypox pada smartphone. Data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan adalah frekuensi setiap tangga nadanya pada alat musik tiup pada suling dan pianika. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data yang telah diperoleh, terlihat bahwa dari kelima data nilai frekuensi, empat diantaranya memiliki jumlah nilai yang relatif sama, dan hasil data yang diperoleh pada F1 memiliki nilai yang berbeda. Perlu diketahui bahwasannya, data yang diambil tidak pada waktu yang sama dan dengan kondisi yang berbeda. Hal tersebut memungkinkan adanya perbedaan hasil nilai frekuensi yang diperolehBerdasarkan hasil percobaan yang dilakukan pada penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa frekuensi pada setiap tangga nada yang dihasilkan oleh alat musik suling dan pianika, oleh lima mahasiswa memiliki besar nilai yang relatif sama. Adapun perbedaan nilai frekuensi diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya kemampuan menghasilkan getaran suara dari peneliti, suhu ruangan serta keheningan ruangan.Kata Kunci: Frekuensi, tangga nada, phypoxAbstractThis research is an experiment to compare the frequency of sound waves generated from scales on wind instruments using the Phypox application on a smartphone. The data obtained from the research that has been done is the frequency of each scale on wind instruments like the flute and piano. The method used is descriptive-quantitative. Based on the data that has been obtained, it can be seen that of the five sets of frequency value data, four of them have relatively the same number of values, and the results of the data obtained in F1 have different values. It should be noted that the data were not collected at the same time and under the same conditions. This allows for differences in the results of the frequency values obtained. The difference in frequency values is caused by several factors, including the researchers' ability to produce sound vibrations, room temperature, and room silence.Keywords : Frequency, scales, and phypox 
PENDIDIKAN METODE PEMBELAJARAN PRESFEKTIF IBNU KHALDUN mahmudi, Nurmahmudi Nur
Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universita Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jcerdik.2023.002.02.01

Abstract

In thinking about the learning of a great figure, Ibnu Khaldun, the author will describe what is meant by learning or education for Ibn Khaldun, what are the methods of learning or education for Ibn Khaldun, and how is the application of learning from Ibn Khaldun? the learning method used by Ibnu Khaldun, how is the relevance of learning methods at the present time. In this study using study library, the benefits of this discussion can provide knowledge as well as understanding to readers and as a scientific contribution for educators and students regarding learning education methods according to Ibnu Khaldun as inspiration in upholding quality education in Indonesia.