GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
283 Documents
Studi Kasus Stunting dan Underweight pada Anak Usia 48 Bulan di Gampoeng Rayeuk Naleung Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara
Zara, Noviana;
Agiara, Lisna;
Aragibinafika, Aragibinafika;
Muzainy, Nurhafizah;
Chairina, Nanda;
Siregar, Sarah Rahmayani;
Fona, Tischa Rahayu;
Syafridah, Anita;
Nasution, Muhammad Husni Fansury;
Sari, Bungsu Keumala
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.10040
Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang pada balita. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Stunting diukur sebagai status gizi dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, umur, dan jenis kelamin balita. Kebiasaan tidak mengukur tinggi atau panjang badan balita di masyarakat menyebabkan kejadian stunting sulit disadari. Hal tersebut membuat stunting menjadi salah satu fokus pada target perbaikan gizi di dunia sampai tahun 2025. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang anak balita An. R laki-laki berusia 48 bulan di Gampoeng Rayeuk Naleung tahun 2023. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien melalui pendekatan home visit. Diagnosis stunting dan gizi kurang ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan tatalaksana secara komprehensif. Dilakukan edukasi dan pemantauan pada anak dan keluarga. Studi ini juga menganalisis faktor-faktor yang menjadi permasalahan penyebab terjadinya masalah gizi pada An.R dengan pendekatan fish bone. Kesimpulan studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting dan gizi krang pada anak tersebut, diantaranya adalah tingkat pendidikan orang tua yang rendah, faktor ekonomi rendah, faktor biologis berkaitan dengan usia ibu saat melahirkan anak, faktor perilaku seperti pengetahuan dan penerapan terkait gizi dan PHBS yang kurang, kerentanan anak mengalami sakit batuk, pilek dan diare, serta pelayanan kesehatan.
General Anestesi dengan ETT pada Tindakan Turbinektomi Pasien Konka Hipertrofi
Amirah, Amirah;
Fachrurrazi, Fachrurrazi
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.16312
Anestesi merupakan suatu tindakan untuk menghilangkan rasa sakit ketika dilakukan pembedahan dan berbagai prosedur lain yang menimbulkan rasa sakit, dalam hal ini rasa takut perlu ikut dihilangkan untuk menciptakan kondisi optimal bagi pelaksanaan pembedahan. General anestesi merupakan tindakan menghilangkan rasa sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran (reversible). Pada kasus ini pasien perempuan berusia 19 tahun datang ke Poliklinik THT RSU Cut Meutia dengan keluhan hidung tersumbat pada bagian kanan dan kiri. Keluhan tersebut dirasakan sejak 1 tahun ini dan memberat 1 bulan ini. Pasien mengatakan keluhan ini sering timbul setelah pasien terpapar debu. Pasien juga mengatakan biasanya hidung tersumbat disertai dengan adanya hidung berair, bersin-bersin, nyeri kepala, sehingga aktivitas pasien menjadi terganggu. Pada pemeriksaan fisik dijumpai adanya konka hipertrofi, mukosa pucat, sekret mucoid. Pada pasien dilakukan pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dimana didapatkan hasil laboratorium secara keseluruhan normal, pada pasien juga dilakukan pemeriksaan rontgen dada dengan hasil tak tampak adanya kelainan. Pada pasien ini dilakukan tindakan pembedahan berupa turbinektomi dengan general anestesi. Pasien dengan keluhan dan pemeriksaan tersebut didiagnosis dengan konka hipertropi dan dilakukan tindakan turbinektomi. Tindakan anestesi yang dilakukan adalah General anestesi dengan intubasi endotracheal tube.
Hubungan Derajat Lesi Radiografi Toraks pada Pasien TBC Paru Dewasa disertai DM Tipe II Terkontrol dengan Status Gizi Menggunakan Parameter Indeks Massa Tubuh di Rumah Sakit Umum Royal Prima Kota Medan
Cahyadi, Muhamad Ridwan;
Soekardi, Adi;
Pratama, Irza Haicha
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.18773
Tuberkulosis paru (TBC) adalah penyakit infeksi menyerang paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Pada seorang dengan komorbiditas seperti Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), penyakit ini bisa saja menjadi kompleks sehingga dapat mempengaruhi pada gambaran radiografi toraks. Status gizi, yang diukur dengan indeks masa tubuh (IMT), juga dapat berperan dalam kondisi klinis pasien TBC paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat lesi radiografi toraks dengan status gizi pada pasien TBC paru dewasa dengan DMT2 terkontrol. Jenis penelitian menggunakan observasional analitik deskriptif bersifat retrospektif dengan pendekatan Cross sectional. Dari 70 sampel mayoritas adalah laki-laki 47 atau 67,1%. Usia rata-rata diatas 45 tahun, dan berdasarkan status gizi sebanyak 26 atau 37,1% normal. Derajat lesi paling mendominasi Far-Advanced sebanyak 34 atau 48,6%, dan radiogarfi yaitu konsolidasi 27 atau 38,6%. Hasil anlisis pada status gizi terhadap derajat lesi menunjukan p-value <0,05. Pada status gizi terhadap radiografi menunjukan p-value >0,05. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan status gizi terhadap derajat lesi pada pasien TBC-DMT2 terkontrol. Namun tidak ditemukan hubungan status gizi rehadap radiografi, dari hasil melainkan adanya efek pengaruh dari TBC paru komorbiditas DM itu sendiri.
Abortus Inkomplit
Albin, Iskandar;
Koto, Muhammad Adryan
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.15911
Abortus inkomplit merupakan suatu peristiwa pengeluaran hasil konsepsi di usia kehamilan kurang dari 20 minggu dengan masih terdapatnya sisa hasil konsepsi yang tersisa dalam uterus. Rata-rata terjadi 114 kasus abortus per jam. Studi menyatakan bahwa kejadian abortus antara 15-20 % dari semua kehamilan dengan hampir 50% kehamilan berakhir dengan abortus. Pasien wanita berusia 39 tahun datang ke Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSU Cut Meutia dengan keluhan perdarahan dari dari jalan lahir disertai nyeri perut bawah. Pasien diketahui saat ini hamil dengan G5P4A0 UK 12-13 minggu. Pemeriksaan tanda vital normal. Dilakukan pemeriksaan obstetri dan ginekologi. Pemeriksaan Obstetri: pada inspeksi dijumpai bekas operasi pada abdomen, distensi (-), pada palpasi meliputi Leopold I didapatkan TFU tidak teraba, Leopold II-III-IV tidak dapat dinilai. Pemeriksaan Ginekologi: inspeksi dijumpai lendir darah pada vulva dan pembalut, pada palpasi didapatkan uterus anteflexi, portio tebal, OUE tertutup, pembukaan 0 cm. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb: 11,82 g/dL, RBC: 4.11 Juta/uL, WBC: 8.47 ribu/uL, PLT: 209 ribu/uL, HbsAG Qualitative: negatif, Anti HIV: non reaktif, VDRL: non reaktif. Pada pemeriksaan USG Transabdominal menunjukan kantung kehamilan dengan batas tidak beraturan dan terdapat sisa hasil konsepsi beserta gumpalan darah, DJJ (-). Pasien dirawat inap untuk dilakukan tindakan kuretase. Prognosis pada pasien adalah dubia ad bonam.
Volvulus
Karim, Angga Wibatsu;
Maulana, M. Ridha
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 6 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i6.19104
Volvulus berasal dari bahasa latin volvo yang artinya bergelung. Volvulus terjadi ketika usus berputar di sekitar dirinya sendiri dan mesenterium yang menopangnya, menciptakan obstruksi. Mesenterium dapat menjadi sangat terpelintir sehingga aliran darah ke bagian usus yang terkena terputus. Situasi ini dapat menyebabkan kematian jaringan yang kekurangan darah dan robeknya dinding usus. Ada 4 mesenterium primer yang ditemukan di dalam perut. Sebagai hasil dari 4 tipe utama mesenterium, terdapat 4 tipe utama volvulus yang sesuai : volvulus gaster, midgut, cecal, dan sigmoid. Volvulus dapat disebabkan oleh malrotasi atau kondisi medis lainnya seperti : usus besar yang membesar, penyakit hirschsprung, penyakit usus besar yang menyebabkan sembelit parah atau obstruksi usus, perlengketan perut atau pita jaringan parut yang terbentuk sebagai bagian dari proses penyembuhan setelah cedera perut, infeksi atau pembedahan.
Ensefalopati Hepatik
Damanik, Ridhowan;
Sari, Herlina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.16446
Ensefalopati merupakan gangguan pada struktur dan fungsi otak dengan ciri utama berupa perubahan statu mental. Pasien dengan ensefalopati dapat mengalami kemunduran dalam fungsi kognitif, prestasi akademis dan fungsi neuropsikologis. Ensefalopati dapat muncil disegala usia, angka kejadian ensefalopati pada negara maju adalah kejadian hypoxic ensefalopati dengan persentase 30% sedangkan pada negara bekembang yaitu hepatic ensefalopati sekitar 60%. Diagnosis Ensefalopati merupakan keputusan klinis bedside dengan modalitas seperti pemeriksaan amonia darah pemeriksaan lokomotor, evaluasi psikometrik, pemeriksaan neurofisiologis (EEG), MRI dan Positron Emission Tomography (PET).
Neurobiologi pada Penderita Bulimia
Putri, Raudah Novita;
Zulaikha, Afrina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.12686
Bulimia Nervosa adalah suatu perilaku makan menyimpang yang memiliki karakteristik makan berlebihan yang berulang (binge eating) diikuti oleh perilaku kompensasi untuk mencegah penambahan berat badan dan perhatian yang berlebihan terhadap berat badan dan bentuk tubuh. Tingkat prevalensi untuk bulimia nervosa berkisar antara 0,3% sampai 4,6% pada wanita dan dari 0,1% sampai 1,3% pada laki-laki pada tahun 2020. Berdasarkan DSM-5 tingkat kejadian bulimia nervosa antara usia 10 dan 20 tahun adalah 95% (60-190) per 100.000 orang per tahun secara keseluruhan. Bulimia nervosa terjadi karena interakasi faktor biologis, faktor sosial dan faktor psikologis yang merupakan kombinasi dari kondisi biologis dan peristiwa kehidupan seseorang. Neurobiologi memiliki peran penting pada penderita bulimia. Tujuan aspek neurobiologi penting untuk dibahas karena dapat mencegah terjadinya komplikasi dan terapi yang optimal.
Studi Kasus Gizi Buruk dan Stunting pada Anak Usia 9 Bulan di Desa Ranto Puskesmas Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara
Ayuna, Della Vega Nisha;
Rozi, Dwi Novlita;
Humairah, Helma;
Zara, Noviana;
Nadira, Cut Sidrah;
Husna, Cut Asmaul;
Herlina, Nina;
Akbar, Teuku Ilhami Surya;
Saputra, Andi;
Putri, Baluqia Iskandar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.10045
Gizi buruk adalah kondisi kekurangan energi dan protein tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menderita sakit yang begitu lama. Gizi buruk umumnya terjadi pada anak usia di bawah lima tahun (Balita) yang disebabkan oleh banyak faktor. Gambaran dari status gizi buruk yang kronik sejak awal kehidupan dapat menyebabkan stunting. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia, sehingga penurunan prevalensi balita stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Faktor kurangnya asupan makanan dan penyakit infeksi menjadi resiko utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, dalam upaya penatalaksaan penyakit dibutuhkan peran keluarga untuk mencapai tujuan terapi yang maksimal. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang anak balita An. F laki-laki berusia 9 bulan di Desa Ranto tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien melalui pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk dan stunting ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan tatalaksana secara komprehensif. Dilakukan edukasi dan pemantauan pada anak dan keluarga dengan hasil perbaikan di akhir kunjungan. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 4,6 kg, kunjungan kedua 4,6 kg, kunjungan ketiga 4,7 kg. Kesimpulan studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian gizi buruk dan stunting pada anak tersebut, diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pola asuh ibu, ekonomi keluarga, dan kurangnya promosi kesehatan.
Miringitis Bullosa
Nur, Afifah;
Putri, Baluqia Iskandar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i1.20360
Miringitis Bulosa (BM) merupakan suatu keadaan nyeri akut pada telinga yang disebabkan oleh pembentukan bula pada membran timpani. Seorang pasien bernama Nn.X berusia 22 tahun datang ke Poliklinik THT dengan keluhan telinga kanan terasa nyeri sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Nyeri dirasakan terus menerus disertai telinga berdenging dan penurunan pendengaran. Pasien mengaku memiliki kebiasaan mengorek telinga dan terdapat keluhan demam serta pilek sebelum keluhan nyeri telinga muncul. Pada pemeriksaan telinga kanan didapatkan membrane timpani hiperemis, refleks cahaya menghilang serta terdapat bula soliter dengan diameter 1,5 cm berisi cairan serosa. Pemeriksaan audiometri didapatkan tuli konduktif kanan. Pasien didiagnosis dengan myringitis bulosa auris dextra. Pasien mengalami perbaikan setelah mendapatkan terapi. Prognosis pada kasus pada laporan kasus baik selama etiologi dapat diketahui dan dikontrol baik dengan terapi farmakologi dan non farmakologi
Penurunan Kesadaran et causa Ensephalitis
Rovi, Ami Dhania;
Mauliza, Mauliza
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.16281
Ensefalitis adalah penyakit dengan onset akut, gejala dapat berkembang dengan cepat dan anak-anak yang sebelumnya sehat menjadi lemah. Selain itu, dokter bahkan mengalami kesulitan untuk mengetahui penyebab, terapi yang tepat dan prognosis. Kasus ini pasien perempuan usia 4 tahun 6 bulan dengan keluhan penurunan kesadaran 2 jam SMRS disertai dengan adanya kejang selama 2-3 menit dan demam sejak 1 bulan yang lalu. Ibu pasien juga mengatakan bahwa pasien memiliki keluhan mual muntah yang secara tiba tiba setelah membeli jajanan. Pasien juga memiliki keluhan berupa adanya keluar cacingan di selang NGT saat selang NGT dipasangkan kepada pasien. Pada pemeriksaan fisik dijumpai adanya distensi pada area abdomen dan peristaltik yang meningkat. Pada hasil antropometri pasien yaitu gizi kurang pada perhitungan berat sesuai usia pasien. Pada pasien dilakukan pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dimana didapatkan hasil berupa peningkatan leukosit yaitu 17.27 ribu/uL dan trombosit yaitu 467 ribu/uL. Pasien juga dengan dengan IgG positif. Pada pasien ini diberikan penatalaksanaan berupa oksigen oksigen dan terapi farmakologi yaitu antibiotik, antihelmintik, antikejang, antipiretik, steroid, antifungal. Pasien dengan keluhan dan pemeriksaan tersebut didiagnosis dengan penurunan kesadaran ec ensephalitis dan ascariasis serta demam dengue.