GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
312 Documents
Hubungan Kadar Hematokrit dengan Angka Kejadian Stroke
Muh. Ulil Albaab;
Achmad Harun Muchsin;
Anastasia Juliana;
Sri Julyani;
Erni Pancawati
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i1.26422
Stroke adalah kelainan pada sistem serebrovaskular (pembuluh darah otak), yang ditandai dengan berkurang atau terhambatnya aliran darah dan oksigen ke otak. Hematokrit merupakan jumlah sel darah merah di dalam darah oleh karena itu dilakukan pemeriksaan hematokrit untuk mengetahui hasil perbandingan jumlah sel darah merah (eritrosit) terhadap volume darah yang ditulis dengan satuan persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hematokrit dengan angka kejadian stroke. Penelitian menggunakan studi kepustakaan atau literature review. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistematik literatur review mengenai hubungan kadar hematokrit dengan angka kejadian stroke. 10 jurnal dikumpulkan untuk ditelaah oleh peneliti dan disintesis menjadi satu data yang komprehensif untuk dilaporkan. Hasil yang didapatkan berdasarkan artikel-artikel penelitian yang dikumpulkan menunjukkan bahwa hematokrit merupakan parameter yang penting dalam evaluasi risiko, prognosis, dan manajemen pasien stroke. Kadar hematokrit yang abnormal baik tinggi maupun rendah, dapat mempengaruhi hasil klinis melalui mekanisme yang berkaitan dengan viskositas darah, oksigenasi jaringan, dan gangguan mikrosirkulasi. Kesimpulan dari penelitian ini mengenai hubungan antara kadar hematokrit dan risiko stroke bersifat non-linear, di mana kadar terlalu tinggi maupun terlalu rendah sama-sama meningkatkan risiko. Faktor seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan komorbiditas turut memengaruhi hubungan tersebut. Pemantauan kadar hematokrit secara rutin dan upaya menjaga nilainya dalam batas normal dinilai penting untuk pencegahan dan deteksi dini stroke.
Clinical Predictors of Hearing Preservation in Ménière Disease
Fitria Waffi Nur Aini;
Mahatma Sotya Bawono;
Agus Surono;
Feri Trihandoko
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i1.26438
Hearing outcomes in Ménière disease are heterogeneous, ranging from prolonged fluctuation to irreversible decline and bilateral involvement. Because hearing level influences counselling and follow up planning, clinicians need practical predictors that are available from history taking and routine audiometry. This review summarises evidence published between 2016 and 2025 on clinical predictors associated with hearing preservation in Ménière disease. Across contemporary cohorts and meta analytic data, older age and longer disease duration are repeatedly associated with poorer hearing and a lower likelihood of maintaining serviceable thresholds. Baseline audiometry is the most actionable predictor, earlier stages and low frequency predominant loss show a greater probability of stable or improved thresholds with conservative management, while broader frequency involvement and early high frequency loss are linked to progression and increased risk of bilateral disease. Comorbid migraine and specific clinical phenotypes at onset have also been associated with bilateral involvement. Overall, age, disease duration, baseline stage, frequency pattern of loss, migraine history, and onset phenotypes form a framework for risk stratification and hearing follow up in Ménière disease.
Regulasi Emosi Remaja Yang Terdampak Banjir
Febriani Rahma;
Yulia Nanda Safitri;
Maya Lestari;
Zahrina;
Anis En Nabiilah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i1.26526
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi remaja yang terdampak banjir. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 242 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria remaja berusia 15–18 tahun, berdomisili di kecamatan Matangkuli dan pernah terdampak banjir. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang disusun berdasarkan lima strategi regulasi emosi dari teori Gross (2024), yaitu situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, dan response modulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi remaja yang terdampak banjir lebih didominasi pada kategori adaptif dibandingkan maladaptif. Strategi adaptif yang dominan digunakan adalah situation modification, cognitive change, dan response modulation, sedangkan situation selection dan attentional deployment cenderung berada pada kategori maladaptif. Berdasarkan jenis kelamin, remaja perempuan lebih dominan menggunakan strategi regulasi emosi adaptif, sedangkan pada regulasi emosi maladaptif lebih didominasi oleh laki-laki. Dari sisi usia, regulasi emosi adaptif lebih dominan. ditemukan pada remaja berusia 15 tahun, sedangkan regulasi emosi maladaptif lebih dominan pada usia 17 tahun. Tingginya regulasi emosi adaptif dipengaruhi oleh pengalaman berulang menghadapi banjir serta dukungan keluarga, teman sebaya, dan masyarakat, yang berperan sebagai sumber kekuatan psikologis dalam menghadapi tekanan akibat bencana. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai upaya penguatan regulasi emosi remaja dalam konteks bencana alam.
Efektivitas Psikoedukasi Personal Safety Skills dalam Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua tentang Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak di Desa Blang Pulo Lhokseumawe
Maya Lestari;
Ella Suzanna;
Febriani Rahma;
Leni Maszura;
Rahmia Dewi
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 1 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i1.26773
Kekerasan seksual pada anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak anak yang dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. Upaya pencegahan penting dilakukan melalui peningkatan pengetahuan orang tua mengenai personal safety skills sebagai bentuk perlindungan diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi mengenai personal safety skills dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pencegahan kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 19 orang tua yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Blang Pulo, Kota Lhokseumawe. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan psikoedukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan peserta setelah mengikuti psikoedukasi. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi personal safety skills efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pencegahan kekerasan seksual pada anak. Program edukasi mengenai personal safety skills perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi perlindungan anak berbasis keluarga dan masyarakat.
Adenotonsilektomi pada Anak dengan Obstructive Sleep Apnea Berat yang disertai Obesitas Grade 2 : Tantangan Perioperatif dan Pendekatan Multidisiplin
Eva Miranda Fitri;
Wira Mondana;
Beatrice Cynthia Walter;
Lily Setiani;
Audita Natasya Br. Batu Bara
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.26555
Hipertrofi adenotonsilar merupakan penyebab tersering Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada anak, sementara obesitas berperan sebagai komorbid penting yang dapat meningkatkan derajat keparahan penyakit, risiko perioperatif, serta kemungkinan terjadinya OSA residual pascaoperasi. OSA pada anak berdampak signifikan terhadap kualitas tidur, fungsi kognitif, dan prestasi belajar, serta dapat meningkatkan morbiditas bila tidak ditangani secara adekuat. Adenotonsilektomi merupakan terapi lini pertama pada OSA pediatrik, namun pada pasien dengan obesitas diperlukan penilaian komprehensif dan modifikasi gaya hidup untuk mengoptimalkan hasil klinis. Tujuannya untuk mengetahui penilaian klinis OSA pada anak serta risiko komplikasi selama dan setelah tindakan adenotonsilektomi pada pasien OSA dengan komorbid obesitas. Kasus dilaporkan seorang anak perempuan berusia 8 tahun dengan OSA akibat hipertrofi adenotonsilar dan obesitas grade 2. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pasien menjalani tindakan adenotonsilektomi dengan anestesi umum, disertai pengaturan nutrisi untuk mencegah terjadinya OSA residual. Hasil yang didapatkan selama dan setelah tindakan tidak dijumpai komplikasi pernapasan maupun perdarahan. Nyeri pascaoperasi tergolong ringan dengan nilai Numeric Rating Scale (NRS) sebesar 2. Gejala OSA menunjukkan perbaikan yang bermakna setelah tindakan. Kesimpulannya Adalah denotonsilektomi merupakan tindakan yang aman dan efektif pada OSA pediatrik dengan obesitas apabila didukung oleh penilaian risiko perioperatif yang cermat dan pendekatan multidisiplin. Intervensi nutrisi sejak dini berperan penting dalam mencegah OSA residual dan meningkatkan luaran klinis.
Analisis Penyebab Pending Klaim BPJS Rawat Inap Berdasarkan Aspek Pengkodean Diagnosis di Rumah Sakit X
Sali Setiatin;
Rahma Aulia
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.24420
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan bertujuan memberikan perlindungan kesehatan melalui sistem klaim berbasis INA-CBGs. Namun, dalam praktiknya masih sering terjadi pending klaim, terutama pada layanan rawat inap. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab pending klaim BPJS rawat inap di Rumah Sakit X dengan fokus pada aspek pengkodean diagnosis. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menelaah dokumen rekam medis pasien periode Agustus–Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total pengajuan klaim sebesar 5.032, terdapat kasus pending klaim masing-masing 70 pada Agustus, 91 pada September, dan 77 pada Oktober. Faktor utama penyebab pending klaim adalah dokumentasi medis yang tidak lengkap, diagnosis utama yang tidak tepat, ketidaksesuaian penggunaan kode ICD-10 dengan kondisi klinis pasien, kurangnya hasil penunjang diagnostik, serta ketidakpatuhan terhadap pedoman INA-CBGs. Kesalahan administrasi dan kendala teknis sistem turut memperparah permasalahan. Temuan ini menegaskan pentingnya pencatatan diagnosis yang rinci, koordinasi antara dokter dan koder, serta peningkatan kompetensi pengkodean. Disarankan agar rumah sakit memperbaiki kualitas dokumentasi medis, menyelenggarakan pelatihan pengkodean secara rutin, dan memperkuat sosialisasi regulasi BPJS untuk meminimalisasi klaim tertunda serta menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit.
Analisis Kadar Timbal (Pb) pada Rambut Petani yang Terpapar Pestisida di Dusun Maesan Kelurahan Wahyuharjo Desalendah Kabupaten Kulonprogo
Sofyan Ensa La Sungku;
Isnin Aulia Ulfah Mu'awanah;
Sri Martuti
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.24479
Timbal (Pb), yang juga dikenal sebagai timbal hitam merupakan logam berat toksik yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, pencernaan, dan penyerapan melalui kulit. Paparan timbal yang berlebihan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan yang serius. Timbal umumnya digunakan dalam bahan bakar, cat, dan pestisida di bidang pertanian. Beberapa pestisida yang digunakan oleh petani mengandung logam berat, termasuk timbal, yang dapat terakumulasi dalam tubuh seiring waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal pada rambut petani yang terpapar pestisida di Dusun Maesan, Desa Wahyuharjo, Kabupaten Kulon Progo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh petani yang beraktivitas di wilayah tersebut, dan sampel dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kadar timbal pada rambut dalam batas normal (≤ 12 ppm). Tidak ada responden yang menunjukkan akumulasi timbal yang melebihi ambang batas aman bagi kesehatan. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun petani terpapar petisida, kadar paparan timbal masih dalam batas normal.
Gambaran Karakteristik Pasien Geriatri dengan Penyakit Kulit pada Poliklinik Rawat Jalan RSP Ibnu Sina Makassar Tahun 2022-2024
Nurul Fadillah;
Lisa Yuniati;
Hanna Aulia Namirah;
Sri Vitayani;
Arina Fathiyyah Arifin
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.25022
Kulit adalah organ terbesar dan memainkan peran penting sebagai pelindung tubuh. Pada populasi geriatri, perubahan fisiologis pada kulit karena penuaan meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit kulit. Data lokal tentang karakteristik pasien geriatri dengan penyakit kulit masih terbatas, khususnya di Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ciri-ciri pasien geriatri dengan penyakit kulit di RSUD Ibnu Sina Makassar. Desain penelitian adalah studi deskriptif cross-sectional dengan total sampel 54 pasien geriatri (≥60 tahun) yang dirawat di Poliklinik Rawat Jalan Kulit dan Venerean RSP Ibnu Sina Makassar periode 2022–2024. Data diperoleh melalui rekam medis, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS dan Excel. Sebagian besar pasien berusia 60–74 tahun (74,1%), laki-laki (51,9%), dan PNS/pensiunan (57,4%). Sebanyak 74,1% pasien tidak memiliki komorbiditas; Diabetes Melitus adalah yang paling komorbid (13%). Penyakit kulit non-menular didominasi (50%), diikuti oleh infeksi jamur (25,9%), bakteri (16,7%), dan virus (7,4%). Diagnosis yang paling umum adalah pruritus pikun (20,4%), diikuti oleh tinea corporis (13%), serta dermatitis seboroik, lumut simpleks, dan herpes zoster masing-masing 7,4%. Pasien geriatri dengan penyakit kulit di Poliklinik Rawat Jalan RS Ibnu Sina Makassar periode 2022–2024 didominasi oleh usia 60–74 tahun, laki-laki, dan sebagian besar pekerjaan adalah PNS/pensiunan. Penyakit kulit non-menular, terutama pruritus senilis, adalah diagnosis yang paling umum. Edukasi tentang perawatan kulit lansia dan pendekatan pencegahan diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien geriatri.
Strain Probiotik yang Efektif dalam Pengelolaan Stunting sebagai Terapi Adjuvan: Kajian Komprehensif dan Implikasi Neuropsikiatri melalui Gut-Brain Axis
Suci Indah Sari;
Riski Hakiki;
Hedya Nadhrati Surura
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.25381
Timbal (Pb), yang juga dikenal sebagai timbal hitam merupakan logam berat toksik yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, pencernaan, dan penyerapan melalui kulit. Paparan timbal yang berlebihan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan yang serius. Timbal umumnya digunakan dalam bahan bakar, cat, dan pestisida di bidang pertanian. Beberapa pestisida yang digunakan oleh petani mengandung logam berat, termasuk timbal, yang dapat terakumulasi dalam tubuh seiring waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal pada rambut petani yang terpapar pestisida di Dusun Maesan, Desa Wahyuharjo, Kabupaten Kulon Progo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh petani yang beraktivitas di wilayah tersebut, dan sampel dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kadar timbal pada rambut dalam batas normal (≤ 12 ppm). Tidak ada responden yang menunjukkan akumulasi timbal yang melebihi ambang batas aman bagi kesehatan. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun petani terpapar petisida, kadar paparan timbal masih dalam batas normal.
The Perbandingan Hasil Pemeriksaan Bakteri Tahan Asam Mycobacterium Tuberculosis Metode Mikroskopis dengan Metode Test Cepat Molekuler
Fadhail Vinzaky;
Sri Martuti;
Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 5 No. 2 (2026): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2026
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v5i2.26127
Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Bakteri Tahan Asam (BTA) yaitu Mycobacterium tuberculosis, dapat menyerang organ kaya oksigen seperti paru-paru. Diagnosis TBC di Indonesia, masih banyak bergantung pada pemeriksaan mikroskopis pewarnaan Ziehl Neelsen yang meskipun ekonomis, memiliki sensitivitas rendah. Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) GeneXpert hadir sebagai alternatif modern yang menawarkan deteksi lebih cepat dan akurat serta mampu mendeteksi resistensi terhadap rifampisin. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan 30 sampel sputum pasien diagnosa TBC yang diperiksa menggunakan pewarnaan Ziehl Neelsen dan metode TCM GeneXpert di Laboratorium RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Pemeriksaan Ziehl Neelsen menunjukkan 25 sampel negatif, 1 scanty, 1 sampel 1+, dan 3 sampel 3+. Sementara itu, pemeriksaan TCM GeneXpert menunjukkan 15 sampel negatif dan 15 lainnya positif dengan berbagai tingkat sensitivitas rifampisin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua metode (p = 0,003). Pemeriksaan TCM GeneXpert terbukti memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih tinggi dibandingkan pewarnaan Ziehl Neelsen dalam mendeteksi Mycobacterium tuberculosis. TCM juga lebih aman dan efisien karena seluruh proses dilakukan dalam sistem tertutup. Oleh karena itu, TCM layak dijadikan metode utama dalam diagnosis TBC di fasilitas layanan kesehatan.