GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh
The focus of interest include but are not limited to: 1. Biomedical sciences: anatomy and physiology, cell biology, biochemistry, microbiology, genetics and molecular biology, immunology, mathematics and statistics, and bioinformatics. 2. Clinical medicine: internal medicine, general surgery, pediatrics, obstetrics and gynecology, orthopedics, psychiatry, radiology, pulmonary medicine, dermatology and venereology, infectious diseases, anesthesiology, cardiology, cancer research, endocrinology, urology, neurosurgery, geriatric medicine, gastroenterology, neurology, nephrology, ophthalmology, dentistry, immunology, infertility, hematology, medical genetics, laboratory medicine, medical statistics, clinical psychology, clinical pharmacy, pharmaceutical sciences and biotechnology. 3. Global, international and public health: climate change, reduction of disparities, and protection against global threats, tropical medicine, travel medicine, epidemiology, biostatistics, social sciences and management of health services, maternal and child health, environmental health, community health, behavioral health, health economics, public policy, mental health, health education, occupational safety, gender issues in health, and sexual and reproductive health. 4. Health profession education/ Medical Education. 5. Interdisciplinary research articles that are found appropriate by the editor.
Articles
283 Documents
Penggunaan Kalsineurin Inhibitor Topikal pada Dermatitis Atopik
Putra, Aji Prima;
Mellaratna, Wizar Putri
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 5 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i5.9920
Kalsineurin inhibitor topikal dengan cepat menjadi alternatif populer untuk kortikosteroid topikal dalam mengobati Dermatitis Atopik (DA). Kalsineurin inhibitor topikal, tacrolimus dan pimecrolimus telah disetujui FDA AS untuk pengobatan DA pada pasien yang tidak responsif, tidak toleran, atau tidak cocok untuk terapi kortikosteroid topikal. Disamping besarnya manfaat dan efek samping, belum ada penelitian yang mendukung penggunaak kalsineurin inhibitor sebagai lini pertama pengobatan dermatitis atopi.
Metode Amenore Laktasi sebagai Metode Kontrasepsi : Tinjauan Literatur
Agustiawan, Agustiawan;
Sari, Sonia Novita
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 4 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i4.12677
Sampai saat ini belum ada konrtasepsi yang dapat memuaskan semua orang, tetapi ada beberapa syarat agar kontrasepsi dapat dikatakan ideal. Kontrasepsi yang ideal harus mempunyai efektivitas yang tinggi, minimal efek samping, dapat dengan mudah dipulihkan, dapat melindungi penggunanya dari infeksi menular seksual (IMS), mudah didapatkan serta tidak ada kontraindikasi. Metode amenore laktasi (MAL) merupakan metode kontrasepsi di mana ibu menjalani konseling dan didukung untuk memberikan air susu ibu (ASI) sebagai bagian dari upaya kontrasepsi. Metode amenore laktasi merupakan metode yang tersedia dan dapat diakses secara luas oleh banyak wanita. Kami melakukan tinjauan litelatur yang kami susun untuk menunjukkan efektifitas dari metode amenorea laktasi dalam mencegah kehamilan. Kami menemukan enam studi yang berkaitan dengan MAL, dimana tiga penelitian berasal dari Indonesia dan masing-masing satu penelitian berasal dari Amerika Serikat, India, dan Nigeria. Laktasi merupakan adaptasi evolusioner yang memberi seseorang kesempatan untuk memberikan pengasuhan yang andal kepada keturunannya dalam menghadapi akses yang tidak pasti terhadap makanan. Metode amenorea laktasi merupakan kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI. Metode amenorea laktasi dapat menjadi kontrasepsi bila mnyusui secara penuh (full breast feeding), belum haid dan umur bayi <6 bulan. Memberikan ASI setidaknya lima kali sehari dengan durasi >65 menit dapat mempertahankan keadaan amenore.
Manajemen Epistaksis
Nazirah, Jihan;
Putri, Baluqia Iskandar;
Maulina, Nora;
Herlina, Nina;
Fauzan, Ahmad
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i1.14853
Epistaksis adalah perdarahan akut yang berasal dari lubang hidung, rongga hidung atau nasofaring. Epistaksis bukan merupakan suatu penyakit, melainkan gejala atau manifestasi penyakit lain, epistaksis dibagi menjadi epistaksis anterior dan epistaksis posterior. Epistaksis anterior sangat umum dijumpai pada anak dan dewasa muda, sementara epistaksis posterior sering ditemukan pada orang tua dengan riwayat penyakit hipertensi dan arteriosclerosis. Epistaksis merupakan kegawat daruratan di bidang THT-KL. Diperkirakan, sekitar 60% penduduk pernah mengalami epistaksis dan 6% diantaranya mencari bantuan medis. Prinsip manajemen epsitaksis adalah melakukan pemberhentian darah dan mencari tahu sumber perdarahan, perdarahan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya namun terkadang diperlukan tatalaksana, kompresi hidung berfungsi dalam menangani epistaksis pada pasien yang memerlukan pengobatan, pengepakan hidung juga dianjurkan untuk penatalaksanaan dasar epistaksis. Jika perdarahan masih tidak berhenti, obat topikal, seperti oxymetazoline, phenylephrine hydrochloride, epinefrin, dan lidokain, dapat digunakan. Selain itu, asam traneksamat, sebagai agen anti-fibrinolitik yang digunakan pada trauma besar dan pembedahan, juga dapat digunakan untuk meningkatkan hemostasis. Manajemen epistkasis lainnya bila perdarahan tidak berhenti bisa dilakukan tampon anterior, tampon posterior, kauterasisasi, hingga ligasi arteri.
Manifestasi Klinis dan Penatalaksanaan Vaskulitis
Aprilita, Rani;
Topik, Mohamad Mimbar
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.13109
Vaskulitis merupakan suatu peradangan pembuluh darah. Kerusakan pembuluh darah dapat disebabkan oleh mekanisme imunologi dan/atau inflamasi. Peradangan ini dapat terjadi pada arteri maupun vena, namun yang paling umum adalah vaskulitis pada arteri. Vaskulitis dikelompokkan menjadi vaskulitis primer dan sekunder. Penyebab vaskulitis masih idiopatik, namun telah diketahui bahwa sistem imun mempunyai peranan yang besar pada kerusakan jaringan akibat vaskulitis. Sistem imun pada orang dengan vaskulitis biasanya menjadi hiperaktif karena diransang oleh stimulus yang belum diketahui mengakibatkan terjadikan inflamasi. Manifestasi dari vaskulitis sangat erat hubungannya dengan klasifikasi vaskulitis. Klasifikasi vaskulitis ada tiga bagian besar yaitu vaskulitis pada pembuluh darah besar, sedang dan kecil. Klasifikasi tersebut nantinya akan bermanifestasi tergantung kepada arteri apa yang terjadi peradangan. Gejala klinis umum berupa demam, penurunan berat badan dan fatique. Gejala spesifik dari vaskulitis tergantung kepada organ yang di suplai oleh arteri yang terjadi peradangan yang nantinya akan terjadi iskemia pada organ target tersebut. Penatalaksanaan dari vaskulitis pada umumnya sama, yaitu dengan pemberian glukokorticoid. Glukokorticoid yang digunakan berupa Prednison dengan dosis awal 0,5-1 mg/kg per hari atau 40-60 mg per hari. Penatalaksanaan lain meliputi antihistamin H1 untuk mengurangi keluhan dan mengurangi deposit kompleks imun, pilihan lain adalah obat anti inflamasi non steroid antara lain indometasin, kolkisin, dapson dan hidroksiklorokuin. Pada kasus yang tidak berespons dengan pengobatan tersebut dapat dipertimbangkan pemberian kortikosteroid sistemik, azatioprin, metotreksat, siklosporin, mofetil mikofenolat, siklofosfamid, imunoglobulin intravena, plasmaferesis atau agen biologis.
Morbus Hansen (Kusta)
Idris, Fitria;
Mellaratna, Wizar Putri
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 6 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i6.11582
Morbus Hansen (MH) yang disebut lepra atau kusta adalah suatu penyakit menular yang menimbulkan masalah dalam dunia kesehatan di seluruh dunia. Kusta tersebar di seluruh dunia terutama daerah tropis dan subtropis serta menyerang semua umur dengan frekuensi tertinggi pada kelompok umur 20 hingga 30 tahun. Tn. AB, laki-laki, berusia 33 tahun datang keluhan mati rasa dan sering kesemutan. Tangan dan kaki mulai bengkak dan luka-luka. Beberapa kuku kaki terlepas tanpa disadari. Pemerikasaan fisik didapatkan kesadaran komposmentis. Status generalis pasien didapatkan madarosis pada kedua bulu mata, mata tampak anemis. Telinga didapatkan infiltrat pada kedua cuping telinga. Status dermatologis pada regio fasialis dan ekstremitas superior didapatkan makula dan patch hiperpigmentasi multipel batas tegas, bentuk geografika, ukuran bervariasi. Pemerikasan bakterioskopis sdengan Slit Skin Smear pada cuping telinga ditemukan 1-10 kuman Basil Tahan Asam (BTA) / 100 lapang pandang (+1). Indeks Bakteriologis didaptkan +1.
Analisis Faktor Resiko Kontaminasi Entamoeba Histolytica pada Air Sumur Masayarakat Desa Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Nasution, Syifa Albi;
Sofia, Rizka;
Zubir, Zubir
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 5 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i5.11037
Entamoeba histolytica adalah penyebab kematian nomor dua tertinggi yang disebabkan oleh parasit pada manusia setelah malaria. Sumber infeksi Entamoeba histolytica adalah dari air minum atau makanan terkontaminasi dengan kotoran yang mengandung kista Entamoeba histolytica. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (DinKes) Kabupaten Lhokseumawe tentang penduduk dengan akses jamban sehat pada bulan November 2020 bahwa di Kelurahan Ujong Blang terdapat 47 dari 1022 keluarga yang masih buang air besar sembarangan (BABS), dan 601 dari 1022 keluarga yang memiliki jamban sehat permanen (JSP), hal ini menjadi salah satu faktor tercemarnya air oleh feses yang terkontaminasi kista Entamoeba histolytica. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karateristik air sumur di Desa Ujong Blang, kontaminasi Entamoeba histolytica serta hubungannya dengan pH air, suhu air dan jarak sumur ke septic tank. Penelitian non-eksperimental ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 57 sumur yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Sampel air sumur dan data karakteristik air diperoleh dengan melakukan observasi langsung ke dusun dusun di Desa Ujong Blang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik air sumur memiliki pH <8, suhu <32 ËšC, jarak sumur ke septic tank mayoritas <10 m dan tidak didapatkan kontaminasi kista Entamoeba histolytica pada seluruh sampel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hubungan antara faktor resiko dengan kontaminasi Entamoeba histolytica tidak dapat ditentukan karena data pada penelitian ini bersifat konstan.
Upaya Pengelolaan Hipertensi dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga pada Pasien Perempuan Usia 61 tahun di Puskesmas Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara
Humairah, Helma;
Zara, Noviana;
Debbyousha, Maulina;
Nadira, Cut Sidrah;
Putri, Baluqia Iskandar;
Saputra, Andi;
Akbar, Teuku Ilhami Surya;
Novalia, Vera;
Utariningsih, Wheny;
Herlina, Nina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.10015
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang adalah ‰¥ 140 mmHg (tekanan sistolik) dan/atau ‰¥ 90 mmHg (tekanan diastolik). Pasien perempuan usia 61 tahun datang ke puskemas dengan keluhan nyeri kepala yang sudah dirasakan sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan dirasakan pasien ketika melakukan aktivitas fisik sehari-hari seperti menyapu dan memasak. Nyeri kepala dirasakan sepanjang hari dan terkadang hilang saat pasien tidak melakukan aktifitas apapun. Keluhan tersebut disertai dengan pusing. Pasien mengatakan keluhan pusing yang dialami hilang timbul dan memberat jika pasien melakukan aktifitas. Pasien mengatakan keluhan muncul tidak menentu. Pasien juga mengatakan sering nyeri tengkuk yang membuat pasien merasa tidak nyaman. Pad pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah pasien adalah 160/90 mmHg. IMT pasien didapatkan 20,34 kg/m2 dan ini terkategori normal. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Intervensi yang dilakukan diantaranya adalah edukasi mengenai penyakit yang dialami, edukasi mengenai pentingnya kontrol tekanan darah, edukasi pola makan pada penderita Hipertensi, dan edukasi peran keluarga dalam tatalaksana penyakit pasien, edukasi untuk tetap melakukan aktivitas fisik dan olahraga serta menjelaskan komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit pasien agar pasien lebih menjaga diri.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Pasien TB Paru di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara
Irawan, Rizki;
Sawitri, Harvina;
Herlina, Nina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i1.13022
Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit infeksi menular yang menyerang parenkim paru-paru disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien tb paru di rumah sakit Cut Meutia Aceh Utara. Jenis peneitian ini meruapakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan (cross sectional). Karakteristik responden menunjukan bahwa mayoritas responden merupakan laki-laki yaitu sebanyak 45 responden (68,2%) sedangkan responden jenis kelamin perempuan sebanyak 21 responden (32,8%). Karakteristik responden menunjukkan sebagian besar reponden merupakan kelompok usia lansia awal yaitu sebanyak 22 responden (33,3%). Tingkat kecemasan responden menunjukkan mayoritas responden mengalami kecemasan berat yaitu berjumlah 18 pasien (27,3%), mayoritas responden mengalami kecemasan yaitu berjumlah 19 pasien (86,4%) pada usia lansia awal dan tidak terdapat responden tidak cemas pada usia masa remaja akhir, sebagian besar responden dari seluruh responden mengalami kecemasan pada jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 33 responden (73,3%) dan responden terendah yaitu pada jenis kelamin perempuan yang tidak cemas yakni sebanyak 2 responden (9,5%)
Hubungan Status Gizi dengan Hipertensi pada Lanjut Usia di Puskesmas Rantang Kota Medan
Rumahorbo, Novynsqi;
Dalimunthe, Anita Rosari;
Fibrini, Dewi
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.19555
Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia, terutama pada lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan hipertensi pada lansia di Puskesmas Rantang Kota Medan. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 100 responden lanjut usia yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui pengukuran status gizi menggunakan Mini Nutritional Assessment (MNA) dan pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan derajat hipertensi (p-value = 0,000), dengan prevalensi hipertensi tertinggi pada lansia dengan status gizi malnutrisi. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan status gizi sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia. Disarankan agar Puskesmas Rantang meningkatkan edukasi terkait pola makan sehat dan pengelolaan indeks massa tubuh untuk mencegah kejadian hipertensi pada lansia.
Perdarahan Uterus Abnormal
Albin, Iskandar;
Handayani, Melina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 6 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jkkmm.v2i6.10676
Perdarahan uterus abnormal (PUA) merupakan kelainan di bidang ginekologi yang paling sering dialami oleh perempuan usia produktif yang ditandai dengan adanya perubahan pada siklus menstruasi baik dari interval atau panjang siklus, durasi maupun jumlah perdarahan. Dampak perdarahan uterus abnormal pada usia produktif diseluruh dunia cukup banyak dengan prevalensi sekitar 3-30%. Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO) mengklasifikasikan PUA menurut etiologinya menjadi struktural dan nonstruktural menggunakan PALM-COEIN: Polip, Adenomiosis, Leiomioma, Malignansi Dan Hiperplasia, Coagulopathy, Disfungsi Ovarium, Endometrial, Iatrogenik, dan Not Yet Classified. Klasifikasi PALM-COEIN dapat ditegakkan apabila terdapat riwayat pasien yang lengkap dikombinasikan dengan tes pencitraan yang tepat, analisis histopatologis ataupun pemeriksaan laboratorium untuk memastikan pendekatan diagnostik dan pengobatan yang akurat. Pada dasarnya tujuan penatalaksanaan PUA adalah memperbaiki keadaan umum, menghentikan perdarahan, dan mengembalikan fungsi hormon reproduksi. Menghentikan perdarahan dapat dilakukan dengan medikamentosa, dilatasi dan kuretase, maupun tindakan operatif.