Journal of Health and Medical Science
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles
185 Documents
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Di Bengkel Las Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022
Nia Luthfia, Alma Aletta, Fauzi Ali Amin
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 4 Oktober 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diharapkan yang dapat menimbulkan kerugian terhadap proses kerja, menimbulkan korban manusia dan harta benda, oleh karena itu harus dilakukan pencegahan dengan mengurangi faktor bahaya yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan, dengan memperhatikan unsafe action, unsafe condition, safety management system, kondisi mental pekerja dan kondisi fisik pekerja. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas bengkel las yang ada di Kecamatan Johan Pahlawan dengan sampel terdiri dari 45 responden, pengambilan sampel menggunakan teknik total populasi, analisa dalam penelitian ini meliputi Univariat, Bivariat dan Multivariat dengan uji statistik menggunakan uji regersi logistik menggunakan aplikasi stata versi 14. Hasil penelitian dapat disimpulkan dari beberapa faktor yang memiliki hubungan signifikan antara lain terdapat hubungan antara pengguna APD (P value = 0,001) sikap kerja (P value = 0,003) tindakan tidak aman (P value = 0,015) dan kondisi mesin/material (P value = 0,039) serta tidak ada hubungan antara masa kerja (P value = 0,295) dan umur (P value = 0,772) dengan kecelakaan kerja di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2022. Hasil multivariat menyatakan bahwa tidak menggunakan APD secara lengkap merupakan faktor paling dominan terjadinya kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat tahun 2022 dengan nilai (P value 0,001, OR= 13,14). Kepada pemilik bengkel las sebagai masukan agar dapat menyediakan alat pelindung diri yang lengkap bagi pekerjanya demi kenyamanan kerja, meningkatkan keselamatan kerja, dan meringankan potensi bahaya saat bekerja di bengkel las dan kepada pekerja las sebagai masukan agat dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja dengan cara meningkatkan rasa percaya diri sehingga dapat fokus dan hati-hati saat pengelasan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Resiko Jatuh Pada Lansia Di Desa Tegalsiwalan Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo
Riska Riffatul. M, Rizka Yunita, Shinta Wahyusari
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 4 Oktober 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i4.1501
Elderly is someone who is experiencing the final stage in the development of human life. The risk of falling is one of the problems caused by intrinsic and extrinsic factors. This study aims to analyze the factors that cause the risk of falls in the elderly. This study uses a correlational analytic study design with a cross sectional approach. The population 130 and the sample 98 elderly respondents at risk of falling in Tegalsiwalan Village, Tegalsiwalan who met the inclusion and exclusion criteria, they were taken by purposive sampling. The instruments used were BB and TB observation sheets, Bivariate test data using spearman rank. The results showed that the risk of falling low category was 41 ederly (41,8%), the risk of falling in the medium category was 8 ederly (9,2%), the risk of falling in the high category was 48 ederly (49,0%). Ederly with thin BMI are 32 ederly (32,7%), ederly with normal BMI are 11 ederly (11,2%) and ederly with fat BMI are 48 ederly (49,0%). The results of the relationship between fall risk and Body mass Index (BMI) OR = 0.389 with a significant value of <0.05 BMI, so it can be stated that H1 is accepted, meaning that there is a relationship between the risk of falling and BMI. The higher the BMI, there will be a buildup of changes in the center of mass of the body, therefore it will have an impact on the risk of falling. It is hoped that the elderly will pay more attention to the impact of the risk of falling.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Safety Driving Pada Sopir Otobus Di Terminal Tipe A Kecamatan Leung Bata Kota Banda Aceh Tahun 2022
Ayunda Riskiyatul Jannah, Dedi Andria, Tahara Dilla Santi
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 4 Oktober 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i4.1524
Sopir merupakan salah satu sumber yang langsung berhubungan dengan kegiatan mobilitas sosial ekonomi khususnya sebagai pengendara dan penggerak kendaraan. Sopir mempunyai peranan sangat penting untuk mengendalikan aktivitas sarana transportasi khususnya bus sehingga perilaku safety driving sangatlah di perlukan bagi setiap orang yang akan menjadi seorang sopir untuk kendaraan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah sopir otobus di terminal tipe A Kota Banda Aceh berjumlah 218 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik simple random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 68 orang responden. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 27 januari sampai dengan tanggal 07 bulan Februari tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa 60,3% sopir di terminal tipe A Kota Banda Aceh memiliki perilaku safety driving tidak baik, 45,6% sopir menjawab sopir tidak berperan, 66,2% sopir menjawab tidak ada safety briefing, 44,2% sopir tidak mengikuti pelatihan mengemudi dan 83,8% sopir kurang berpengalaman. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan antara peran atasan (p-value=0,015), safety briefing (p-value=0,028), pelatihan mengemudi (p-value=0,029), pengalaman kerja (p-value=0,006) dengan perilaku safety driving pada sopir otobus di terminal tipe A Kota Banda Aceh Tahun 2022. Diharapkan kepada pihak Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh agar lebih sering mengadakan penyuluhan, dan memasang media informasi seperti pamflet tentang pentingnya perilaku safety driving, agar sopir lebih paham tentang keselamatan dalam mengemudi.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Gandarusa (Justicia gendarussa Burm. F.) di Daerah Sibolga, Sumatera Utara Dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazil)
Harahap, Ade Try Atwinda;
Ridwanto, Ridwanto
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v3i1.1874
Tumbuhan gandarusa yaitu untuk pengobatan. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan akar baik yang segar ataupun yang telah dikerinbgkan. Daunnya berkhasiat untuk mengatasi batuk, asma, nyeri lambung, rematik sendi, nyeri pinggang (encok), obat pening dan obat untuk haid yang tidak teratur. Kegunaan yang lain untyuk obat luka trpukul (memar), patah tulang, reumatik pada persendian, bisul, borok dan korengan. Tujuan:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun Gandarusa dan untuk mengetahui golongan senyawa dalam daun gandarusa dan juga nilai IC50. Ekstrak didapat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode: Ekstrak etanol daun Gandarusa diuji menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazil), dan menggunakan spektrofotometri UV - Visible untuk menentukan panjang gelombangnya. Hasil skrining fitokimia bahwa serbuk simplisia daun Gandarusa mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid, dan tannin. Hasil pengujian aktivas antioksidan dalam meredam radikal bebas DPPH menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Gandarusa memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat dimana ekstrak etanol daun Gandarusa memiliki nilai IC50 sebesar 59,46 ppm. Kesimpulan:Hasil pengujian aktivasi antioksidan dalam meredam radikal bebas DPPH menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Gandarusa memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat.
Penentuan Kadar Vitamin C Pada Sediaan Krim Pemutih Wajah yang Beredar di Pasar Online Dengan Metode Titrasi 2,6-Diklorophenol Indophenol
Anugrah, Bayu;
Lubis, Minda Sari;
Dalimunthe, Gabena Indrayani;
Daulay, Anny Sartika
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v3i1.1963
Krim pemutih wajah merupakan produk yang tersusun dari beberapa bahan kimia atau bahan lainnya yang mampu memutihkan wajah dalam waktu yang singkat. Untuk mengetahui kadar Vitamin C yang terdapat pada sediaan krim wajah yang beredar di pasar online diuji dengan metode analisis kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Vitamin C pada sediaan krim pemutih wajah yang beredar di pasar online. Tujuan penggunaannya dalam jangka waktu lama agar dapat mengurangi hiperpegmentasi pada kulit. Tetapi penggunaan yang terus-menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 2,6-Diklorophenol Indophenol. Metode ini merupakan metode yang paling baik digunakan pada penetapan kadar Vitamin C karena spesifik sehingga tidak dipengaruhi oleh senyawa lainnya. Kelebihan metode ini yaitu reaksi yang terjadi secara kauntitatif sehingga dapat diketahui jumlah atau kadarnya. Dari hasil penelitian menunjukkan kadar Vitamin C pada sampel kosmetik pemutih wajah yaitu Amos Siang dan Amos Malam, Collagen Siang dan Collagen Malam, Walet Siang dan Walet Malam, Temulawak Siang dan Temulawak Malam. Perolehan kadar Vitamin C pada Amos Siang 0,0298% sedangkan kadar Vitamin C pada Amos Malam 0,0245% kadar Vitamin C pada Collagen Siang 0,0355% kadar Vitamin C pada Collagen Malam 0,0350% kadar Vitamin C pada Walet Siang 0,0298% kadar Vitamin C pada Walet Malam 0,0528% kadar Vitamin C pada Temulawak Siang 0,023% kadar Vitamin C pada Temulawak Malam 0,023%.
Efektifitas Perawatan Payudara Dengan Tehnik Pijat Oketani Terhadap Kelancaran Produksi ASI
Br Sembiring, Desi
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v3i1.2029
Permasalahan gizi di Indonesia merupakan salah satu persoalan utama dalam pembangunan manusia. salah satu permasalahannya adalah kurangnya pemenuhan gizi pada bayi disebabkan kurangnya pemberian ASI. United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) merekomendasikan sebaiknya anak hanya disusui ASI selama paling sedikit enam bulan. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam enam bulan pertama kehidupannya. Banyak Wanita dapat merasakan payudaranya terperas saat menyusui, itu menunjukkan bahwa ASI mulai mengalir dari alveoli ke ductus latiferous namun tidak semua ibu postpartum langsung mengeluarkan ASI. Untuk merangsang pengeluaran hormon prolaktin dan oksitosin di Indonesia ada banyak jenis metode yang dapat dijadikan pilihan bagi ibu yang mengalami masalah selama menyusui, seperti pijat oksitosin, pijat prolaktin, pijat marmet, perawatan payudara dan lain sebagainya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perawatan payudara dengan tehnik pijat oketani terhadap kelancaran produksi ASI. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian one groups pretest—posttest design. Sampel penelitian dijadikan sebagai accidental sampling sebanyak 16 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada perbedaan produksi ASI yang signifikan antara sebelum dan sesudah pijat oketani diperoleh nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oketani tehadap kelancaran produksi ASI.
Uji Antidepresan terhadap Perilaku Tikus Putih Menggunakan Metode Forced Swimming Test
Haryanto, Haryanto;
Rahayu, Nur Alam;
Khaerani, Husnul;
Haryanto Gite, Hasry Awlia;
Amalia, Nur Rezky;
Fatika, Irul;
Rahayu, Gita
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2781
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek sedatif dari beberapa sediaan obat psikotropika dan bahan herbal menggunakan metode Forced Swimming Test (FST) pada hewan uji tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini melibatkan enam kelompok perlakuan yaitu: Estazolam (1 mg), Na CMC 0,5% sebagai kontrol negatif, ekstrak daun jambu bol, Alprazolam(1 mg), Zolpidem (10 mg), dan Valeriana officinalis. Setiap kelompok terdiri dari dua ekor tikus yang diberi perlakuan secara oral dan diamati selama 30 menit di dalam wadah berisi air untuk mencatat durasi swimming dan floating dalam satuan detik. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan memberikan efek yang bervariasi terhadap aktivitas motorik tikus. Kelompok yang diberi Alprazolammenunjukkan rata-rata waktu floating tertinggi yaitu 1.194,05 detik, mengindikasikan adanya efek sedatif yang dominan. Namun, hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal, dan uji homogenitas menyatakan data tidak homogen. Uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan baik pada variabel swimming maupun floating . Ketidaksignifikanan ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor seperti ketidaktepatan dosis, perbedaan individu hewan uji, serta rute pemberian obat yang kurang efektif.
Uji Aktivitas Antipiretik Antara Obat Sintetis dan Bahan Alam (Daun Kelor dan Daun Nona) pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar
Haryanto, Haryanto;
Lestari, Nur Widya;
Maharani, Desvita;
Putri, Nur Antasasyah;
Aulia, Andi Latifa;
Ramadani, Fitri;
Hajir, Ramadhani
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2814
Demam merupakan respon fisiologis tubuh terhadap infeksi atau peradangan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh melebihi normal. Obat antipiretik sintetis, seperti paracetamol, natrium diklofenak, dan ibuprofen, terbukti efektif menurunkan suhu tubuh, tetapi penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas antipiretik sintetis dengan bahan alam berupa infusa daun kelor (Moringa oleifera) 10% dan daun nona (Annona reticulata) 5% pada tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi demam menggunakan suspensi ragi kering 20%. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group dengan enam kelompok perlakuan, yaitu kontrol (NaCMC), daun kelor 10%, daun nona 5%, ibuprofen, natrium diklofenak, dan paracetamol. Suhu tubuh diukur sebelum induksi, setelah induksi, serta satu jam setelah pemberian perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan paracetamol memberikan penurunan suhu tertinggi (5,0 °C; 12,89%), diikuti natrium diklofenak (4,8 °C; 12,40%) dan ibuprofen (2,4 °C; 6,22%). Infusa daun kelor dan daun nona menurunkan suhu masing-masing 1,7 °C (4,42%) dan 2,0 °C (5,19%), sedangkan kontrol hanya 1,5 °C (3,90%). Disimpulkan bahwa paracetamol dan natrium diklofenak lebih efektif dibandingkan ibuprofen maupun bahan alam.
Formulasi Dan Karakteristik Fisik Deodorant Stick Dari Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.)
Hutagalung, Riris Br;
Yuniarti, Rafita;
Nasution, Haris Munandar;
Lubis, Minda Sari
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2818
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu udara rata-rata yaitu ± 22-32°C yang menyebabkan tubuh berkeringat memicu bau badan yang menggangu. Deodorant sintetis berbahan aluminium dan Paraben kerap dihubungkan dengan iritasi bahkan risiko kanker payudara, sehingga diperlukan alternatif berbahan alam. Daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) ,kaya flavonoid, dipilih sebagai kandidat senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengetahui karakteristik fisik deodorant stick dari ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) Penelitian eksperimental dimulai dengan pengumpulan, identifikasi, simplisia daun beluntas, serta diikuti ekstraksi,secara maserasi, menggunakan etanol 96% selama lima hari. Ekstrak kental kemudian dimasukkan kedalam empat formula deodorant stick: FO (0%),F1 (1%),F2 (2%), dan F3 (3%). Basis padat terdiri atas Cera Alba, vaselin album, cetyl alcohol, propilen glikol, dan oleum citri. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, titik lebur, waktu leleh, serta uji iritasi metode open- test pada enam sukarelawan. Hasil uji sediaan deodorant berbentuk padat, berwarna hijau muda sampai hijau tua, mempunyai aroma yang khas, homogen, mempunyai pH kurang lebih 6,3-64 ,titik lebur kurang lebih 67,3-67,8°C, waktu leleh 23-25 menit serta aman digunakan karena tidak menyebabkan iritasi. Dengan demikian, sediaan deodorant stick ekstrak etanol daun beluntas telah memenuhi syarat karakteristik mutu fisik dan dinyatakan aman digunakan sebagai deodorant berbahan alam.
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Cempedak (Artocarpus Integer (Thunb.)Merr) Terhaap Mencit Putih Jantan (Mus Musculu)
Febiyani, Rica;
Mambang, Elysa Putri;
Dalimunthe, Gabena Indrayani;
Nasution, Haris Munandar
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2819
Tumbuhan cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr) merupakan tumbuhan dari family Moraceae. Daun cempedak memiliki kandungan flavonoid sehingga diduga memiliki potensi sebagai agen antipiretik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efek antipiretik ekstrak daun cempedak (Artocarpus integer (Thumb.) Merr.)terhadap mencit putih jantan yang diinduksi vaksin DPT-HB-HIB.Metode penelitian ini adalah eksperimental. Proses ekstraksi dilakukan secara maserasi. Hewan uji yang digunakan 25 ekor dan dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, kelompok 1 yaitu kontrol negatif CMC 1%, kelompok 2 kontrol positif parasetamol, kelompok 3, 4 dan 5 diberi ekstrak etanol daun cempedak (EEDC) dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 150 mg/kgBB. Pengamatan dilakukan dengan mengukur suhu tubuh mencit jantan dengan selang waktu 30 menit selama 3 jam, kemudian dilakukan analisis statistik dengan uji One Way ANOVA menggunakan Statistical Program Service Solution (SPSS) dilanjutkan dengan uji tukeyHasil uji One Way ANOVA pada menit 30 sampai 180 nilai signifikansi p<0,05 menunjukkan ada perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil uji tukey menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara parasetamol dengan ekstrak etanol daun cempedak dosis 150 mg/kgBB. Hasil dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun cempedak mempunyai aktivitas sebagai antipiretik.