cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
salimnahdi@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418 Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Pendas
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24427470     EISSN : 25794442     DOI : https://doi.org/10.31949/jcp
Core Subject : Education,
Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims to provide researchers with scholarly discourses, theories, research methods, and findings. Therefore, the journal accepts manuscripts related to all aspects of Elementary Education. It is also keen to help make connections among researchers. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) is intended to contribute to the field with academic research outcomes and disseminate knowledge about elementary education, including theories, quality of instruction, instructional planning, design, and technology from a disciplinary and/or interdisciplinary holistic approach, but it is not limited with these subjects. Jurnal Cakrawala Pendas (JCP) aims at: (1) Disseminating research findings, either in qualitative or quantitative inquiry; (2) Proposing new discussion directions and issues through literature reviews; (3) Emphasizing creative solutions to the existing problems and issues in the field; (4) Contributing to professional development by discussing research findings in a systematic way.
Articles 130 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 4 (2022)" : 130 Documents clear
PENGEMBANGAN SOAL TEMATIK HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Febrian Riski Kurniawan; Yulia Eka Yanti
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.3290

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan soal tematik higher order thinking skill (HOTS) yang valid dan reliabel untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif siswa kelas V sekolah dasar dan mengetahui efek potensial yang muncul ketika siswa mengerjakan soal tematik HOTS untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development). Model R & D formative research (Tessmer). Pengembangan soal ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahap pendahuluan, tahap proses evaluasi formatif (peneltian diri, penilaian ahli, uji satu-satu, kelompok kecil), dan tahap uji lapangan. Subjek penelitian digunakan 23 orang siswa kelas V SD Negeri 2 Tlogorejo Pagak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, tes, wawancara, dan angket. Penelitian ini membuat 10 soal tematik HOTS untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif siswa meliputi indikator berpikir kreatif yaitu berpikir lancar, berpikir luwes, berpikir orisinil, dan berpikir elaboratif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh instrumen tes valid, nilai validasi sebesar 87,5% dan nilai sangat layak, reliabel dengan interprestasi sangat tinggi dengan nilai 0,85 dan efek potensial yang dicapai siswa adalah hasil persentase melalui indikator berpikir kreatif berikut berpikir lancar 65,16%, berpikir luwes 49,6%, dan berpikir elaboratif 13%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVIS BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Astri Sutisnawati; Okta Rosfiani; Cecep Rahman Hermawan; Muhammad Iqbal Fahrezi; Ibnu Azie; Sri Wahyuni; Aina Mardiyah; Assyifa Kamila
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.3326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran Konstruktivis Berbasis Proyek serta mendeskripsikan peningkatan Keterampilan Literasi Siswa menggunakan model pembelajaran Konstruktivis Berbasis Proyek.  Metode   penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan dengan 4 tahapan yang terdiri dari perencanaan, Tindakan, observasi dan refleksi. Partisipan kelas V SDN Margawangi Kabupaten Sukabumi yang berjumlah 26 orang dengan 12 perempuan dan 14 orang Laki-laki. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi kelas dan tes tertulis berupa soal. Alat pengumpul data memggunakan lembar wawancara, lembar observasi dan soal tes tertulis. Teknis analisis data yang dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian yang sudah dilaksanakan menunjukan terjadinya peningkatan aktivitas guru maupun siswa selama dilakukan penelitian Tindakan kelas di sekolah. Hal tersebut sejalan dengan nilai rata-rata Keterampilan Literasi Siswa yang mengalami peningkatan setelah dilaksanakan pembelajaran dengan model Konstruktivis Berbasis Proyek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajara Konstruktivis Berbasis Proyek dapat  meningkatkan  Keterampilan Literasi Siswa sekolah dasar.
MODEL RESOLUSI KONFLIK BERBANTUAN WAYANG SUKURAGA UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS Yona Wahyuningsih; Ani Oktavia
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.3331

Abstract

Perilaku negatif siswa seperti mengejek fisik teman, kemampuan teman, mengganggu teman, dan berbicara kasar menandakan rendahnya sikap empati pada diri. Pembelajaran IPS dengan model resolusi konflik, menuntut keterampilan siswa dalam menentukan, memecahkan, dan merefleksikan masalah dari berbagai sudut pandang sebagai cerminan individu yang mengasihi orang-orang sekitarnya. Dengan bantuan wayang sukuraga yang tokoh-tokohnya merupakan representasi anggota tubuh manusia, siswa lebih mudah memahami peran anggota tubuh seperti dalam timbulnya suatu masalah serta penyelesaian masalah. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari enam siklus, dengan satu tindakan setiap siklus nya. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas II SD Negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap indikator sikap empati siswa mengalami peningkatan setiap siklus nya. Pengambilan perspektif menjadi indikator dengan peningkatan paling tinggi, itu berarti perilaku siswa yang mengejek temannya sudah tidak terdengar lagi, dan perilaku mengganggu temannya sudah berkurang dari sebelumnya. Dengan begitu, model resolusi berbantuan wayang sukuraga dapat meningkatkan empati siswa pada pembelajaran IPS.
PENGGUNAAN MODEL RESOLUSI KONFLIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN IPS SD Tuti Istianti; Mira Mutiara Hanudin; Yona Wahyuningsih; Tin Rustini; Muh. Husein Arifin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.3378

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya keterampilan pemecahan masalah sosial siswa SDN 180 Prakarsa Nugraha pada siswa kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model resolusi konflik pada pembelajaran IPS di Kelas IV Sekolah Dasar serta mendeskripsikan peningkatan keterampilan pemecahan masalah sosial siswa setelah menggunakan model resolusi konflik pada pembelajaran IPS di Kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas desain model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari enam siklus pembelajaran. instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi keterampilan pemecahan masalah sosial siswa, lembar observasi guru, lembar evaluasi, catatan lapangan dan angket. Berdasarkan hasil peneliiian yang diperoleh, pelaksanaan pembelajaran menggunakan model resolusi konflik dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah sosial siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata keterampilan pemecahan masalah sosial siswa yang mengalami peningkatan dari setiap siklusnya dalam proses pelaksanaan model resolusi konflik dengan indikator memahami masalah, merencanakan solusi, memilih solusi bersama, dan mengevaluasi. Pada siklus satu, nilai rata-rata keterampilan pemecahan masalah sosial siswa berada pada kategori perlu bimbingan yaitu 41,25. Pada siklus dua, nilai rata-ratanya meningkat  4,5 menjadi 45,75. Pada siklus tiga, nilai rata-ratanya meningkat 18,94 menjadi 64,69. Pada siklus empat, nilai rata-ratanya meningkat 5,31 menjadi 70. Pada siklus lima, nilai rata-ratanya meningkat 6,19 menjadi 76,19. Dan pada siklus enam, nilai rata-ratanya meningkat 5,06 menjadi 81,25 dan berada pada kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model resolusi konflik dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah sosial siswa pada pembelajaran IPS di kelas IV SD.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA JARAK JAUH BAGI BIPA ANAK BERBASIS KONSEP HIPERMEDIA Mochamad Whilky Rizkyanfi; Anggi Saputra Simorangkir; Nuri Novianti Afidah
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.3680

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menuntut pemelajar untuk dapat menggunakan empat keterampilan berbahasa (membaca, berbicara, menulis, mendengarkan) dengan cepat. Pembelajaran yang dilakukan pada penelitian ini berbasis konsep hipermedia dalam pembelajaran BIPA jarak jauh bagi BIPA anak di KBRI Kopenhagen, Denmark. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data-data berupa hasil observasi terhadap pemelajar BIPA anak. Selain menjadi sarana pembelajaran jarak jauh, hipermedia mempermudah penyampaian materi dan informasi yang akan diberikan. Keefektifan pembelajaran BIPA jarak jauh menggunakan berbasis konsep hipermedia ini dapat dikatakan berhasil diterapkan pada BIPA anak. Konsep hipermedia dalam pembelajaran BIPA dapat diterapkan kepada pemelajar di kelas daring guna mengakomodasi semua kebutuhan pemelajar. Penggunaan hipermedia menjadi satu di antara cara yang dapat dilakukan dalam pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran e-learning dapat dilakukan dengan menggunakan konsep hipermedia sehingga pembelajaran jarak jauh menjadi fleksibel.
DAMPAK KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP PERUBAHAN KEPRIBADIAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR Rahman Wahid; Yusuf Tri Herlambang; Ani Hendrayani; Sigit Vebrianto Susilo
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang dampak keluarga broken home terhadap perubahan kepribadian anak. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kajian pustaka. Hasil penelitian yang ditemukan antara lain menjelaskan bahwa pada dasarnya keluarga memiliki peranan yang besar dalam membina dan mengembangkan potensi anak. Akan tetapi, ketika keluarga tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya terutama pada keluarga broken home, hal tersebut akan berdampak pada anak. Terdapat beberapa dampak yang akan dialami oleh anak ketika berada pada situasi broken home antara lain adalah, (1) rentan terhadap gangguan psikis; (2) membenci orang tua; (3) mudah terpapar pengaruh buruk lingkungan; (4) memandang hidup tidak lagi berarti; (5) tidak mudah bergaul; dan (6) mengalami permasalahan moral.
PEMBUATAN KARYA MONTASE DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KERJA SAMA PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR Putri Hidayatin Nisa; Pebrian Tarmizi; Dwi Anggraini
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2626

Abstract

Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya pada bidang seni rupa sering terjadi pembelajaran yang monoton dan kurangnya kerja sama peserta didik khususnya pada pembelajaran seni rupa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan karya montase dan sikap kerja sama peserta didik dalam pembuatan karya montase pada pembelajaran SBdP kelas IV SD Negeri 17 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IV A SD Negeri 17 Kota Bengkulu. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian ini adalah semua kelompok telah menyiapakan alat dan bahan sesuai dengan yang digunakan pada pembuatan karya montase, hampir semua kelompok mengalami kesulitan saat memotong gambar yang berukuran kecil, semua kelompok mengumpulkan potongan gambar pada satu tempat, hanya kelompok 2 dan 4 yang mengoleskan lem terlalu banyak, semua kelompok telah memberi pewarnaan pada karya montase, peserta didik banyak menggunakan warna biru dan hijau. Pada proses pembuatan karya montase telah menumbuhkan sikap kerja sama peserta didik melalui observasi berdasarkan indikator kerja sama yang terdiri dari 4 aspek diantaranya saling berkontribusi, keterampilan koordinasi, bertanggung jawab, dan bekerja secara produktif dengan yang lain.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) TERHADAP KEMAMPUAN MUSIKALITAS SISWA SEKOLAH DASAR Euis Aminah Qodarwati; Resa Respati; Akhmad Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2657

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih rendahnya kemampuan musikalitas peserta didik dikarenakan guru yang hanya menggunakan model pembelajaran konvensional dan hanya terdapat 90% siswa dalam kategori kurang musikal dan 10% siswa dalam kategori tidak musikal. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimental. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, rubrik penilaian dan observasi. Data yang diperoleh berupa data hasil tes dan rubrik penilaian sebagai data primer dan hasil observasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data  yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Hipotesis penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik.  Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik.
ANALISIS KEMAMPUAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MEMBUAT PERTANYAAN PRA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL RADEC Jajang Bayu Kelana; Wahyu Sopandi; Anugrah Ramadhan Firdaus; Yusup Maulana; Linda Hania Fasha; Ida Fiteriani
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2688

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauhmana kemampuan guru sekolah dasar dalam membuat pertanyaan pra pembelajaran menggunakan model RADEC. Metode yang digunakan adalah Survey. Partisipan penelitian adalah guru sekolah dasar yang ada di wilayah Kabupaten Purwakarta dan sekitarnya dengan jumlah 32 orang. Data penelitian diperoleh secara online menggunakan angket melalui media google form. Analisis kemampuan guru sekolah dasar dalam membuat pertanyaan pra pembelajaran menggunakan model RADEC  terbagi menjadi 4 indikator yaitu dengan (1) pengetahuan guru tentang pertanyaan prapembelajaran dalam model RADEC, (2) pengetahuan guru tentang pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pertanyaan prapembelajaran, (3) respon guru dalam membuat pertanyaan prapembelajaran, (4) kendala pembuatan pertanyaan prapembelajaran. Berdasarkan rata-rata porsentasi tiap indikator menunjukan porsentasi yang tinggi Adapun Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru bukan hanya bertugas sebagai penyampaikan materi saja melainkan harus mampu mengembangkan segala potensi yang ada pada diri siswa. Sebagai bagian dari model RADEC, Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat pertanyaan prapembelajaran.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN PINTAR (SMART BOARD) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASAR Rosalina Putri; Kasriman
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2716

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 di SDN Pulau Harapan 01 Pagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran papan pintar (smart board) terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas 1 SDN pulau harapan 01 pagi semester 2 tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen dengan jenis post-test only control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Alat pengumpul data menggunakan tes kemampuan membaca permulaan. Analisis data yang digunakan yaitu uji beda dan effect size. Hasil penelitian ini diperoleh data sebagai berikut Uji hipotesis menggunakan rumus uji t-test diperoleh thitung > ttabel yaitu 3,228 > 2,002. Dengan demikian H0 di tolak dan H1 diterima, yang berarti bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran papan pintar (smart board) terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas 1 SDN pulau harapan 01 pagi. Uji effect size mendapatkan hasil 0,986 yang berarti berpengaruh sangat tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa papan pintar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan.

Page 7 of 13 | Total Record : 130