cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 176 Documents
Occupational Drawing Therapy Dalam Menurunkan Gejala Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Gangguan Jiwa Revalina Abay; Nur Uyuun I. Biahimo; Pipin Yunus; Setiawan Setiawan
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.307

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan kesalahan dalam mempersepsikan suara yang didengar oleh orang dengan gangguan jiwa dan memerlukan pendekatan terapi komprehensif, termasuk intervensi nonfarmakologis. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi menggambar okupasi . Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi gambar okupasi terhadap gejala halusinasi pendengaran pasien di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest . Sampel berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) dan lembar observasi tanda dan gejala halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi okupasi menggambar , 44,4% responden mengalami halusinasi sedang, 44,4% responden mengalami halusinasi berat, 11,2% responden mengalami halusinasi sangat berat. Setelah diberikan terapi okupasi menggambar , 27,8% responden mengalami halusinasi ringan, 66,7% responden mengalami halusinasi sedang, 5,6% responden mengalami halusinasi sangat berat. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value 0,001 < a = 0,05, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh gejala okupasi drawing Therapy terhadap pasien halusinasi pendengaran di wilayah kerja puskesmas kota tengah, kota Gorontalo. Kesimpulan penelitian ini, intervensi okupasi terapi gambar efektif dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran sehingga perlu dipertimbangkan untuk dijadikan salah satu intervensi nonfarmakologis yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas perawatan penutup dan pemulihan pasien dengan gangguan halusinasi pendengaran.
Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang PMT Berbasis Pangan Lokal Menurunkan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Sitty Mifthayani Maaruf; Zuriati Mohamad; Harismayanti Harismayanti; Fahmi A. Lihu
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.308

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat pada anak balita. Salah satu upaya penanggulangannya dilakukan melalui Program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal, yang keberhasilannya dipengaruhi oleh pengetahuan kader kesehatan dalam pelaksanaan dan pemantauan konsumsi PMT di posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan kader kesehatan tentang PMT berbasis pangan lokal dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini terdiri atas 27 kader kesehatan dan petugas gizi yang terlibat dalam program PMT berbasis pangan lokal dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner untuk mengukur pengetahuan kader kesehatan dan lembar observasi kejadian stunting pada anak balita berdasarkan pengukuran TB/U. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader kesehatan tentang pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 11 responden (40,7%), kategori cukup sebanyak 9 responden (33,3%), dan kategori kurang sebanyak 7 responden (25,9%) dan hasil Kejadian Stunting anak kategori tidak stunting sebanyak 15 responden (56,6%) dan Kejadian Stunting anak kategori stunting sebanyak 12 responden (44,4%). Hasil Uji Statistik Korelasi Spearman Rank diperoleh nilai signifikansi p= 0,004 (< 0,05) dengan arah korelasi positif (+) menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan kader kesehatan tentang PMT berbasis pangan lokal, maka semakin rendah risiko terjadinya stunting. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program PMT berbasis pangan lokal sebagai salah satu upaya penurunan kejadian stunting pada anak balita.
Edukasi Audiovisual Personal Hygiene Saat Menstruasi Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Pruritus Vulva Pada Remaja Putri Feni Elda Fitri; Jihan Tri Rizky; Nurhayati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.310

Abstract

Pruritus vulva merupakan iritasi genetalia yang ditandai dengan rasa gatal pada area vulva, yang dapat dicegah melalui penerapan personal hygiene, khususnya saat menstruasi. Edukasi kesehatan berbasis audiovisual dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 52 siswi kelas VII dan VIII di SMP 17.1 Gedong Tataan. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, kemudian dianalisis dengan tabulasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi kesehatan melalui audiovisual tentang personal hygiene dalam pencegahan pruritus vulva saat menstruasi. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang adalah 43 responden (83%), cukup 6 responden (11,5%), baik 3 responden (5,77%), dengan nilai rata-rata keseluruhan 49,13 dan setelah edukasi pengetahuan meningkat menjadi baik adalah 47 responden (90,4%), cukup 5 responden (9,6%) dengan nilai rata- rata keseluruhan 84,80 dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruasi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penggunaan media audiovisual dalam edukasi kesehatan melalui penelitian kuantitatif dengan jumlah responden yang lebih besar dan bervariasi.
Korelasi Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Mental Remaja Asiah Asiah; Della Ayudia; Herlinawati Herlinawati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.315

Abstract

Perkembangan mental yang sehat akan menciptakan kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial yang komprehensif. Namun perkembangan mental dapat terganggu oleh beberapa faktor internal maupun eksternal, dimana salah satu faktor utamanya yaitu pola asuh orang tua yang akan membentuk perkembangan mental seorang anak dengan gaya pengasuhan yang diberikan oleh orang tuanya masing-masing. Maka dari itu, tujuan artikel ilmiah ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan mental pada remaja. Metode dalam artikel ilmiah ini analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasinya sebanyak 357 remaja dengan jumlah sampel 78 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik propotional random sampling. Instrumen artikel ilmiah ini menggunakan lembar kuesioner Parental Bonding Instrument (PBI) dan Mental Health Inventory (MHI-38) dengan cara ukur angket. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil analisa univariat menunjukan sebanyak 35 (44.9%) responden dengan pola asuh orang tua otoriter, dan sebanyak 55 (70.5%) responden memiliki perkembangan mental yang kurang baik. Hasil analisa bivariat menunjukan nilai p value sebesar 0.000 < 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan mental pada remaja di Desa Kertasari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka Tahun 2025. Penyuluhan kesehatan perlu diberikan kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan pola asuh orang tua yang tepat untuk mencegah terjadinya risiko gangguan perkembangan mental pada remaja.
Pemberian Kompres Bawang Merah Efektif Menurunkan Nyeri Sendi pada Lansia Gout Arthtritis Lidya Ananta Septiandari; Suci Amin; Tengku Isni Yuli Lestari; Rahmaniza Rahmaniza
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.330

Abstract

Arthritis gout merupakan peradangan pada sendi akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah yang ditandai dengan nyeri sendi, sehingga dapat mengganggu aktivitas penderita, prevalensi asam urat meningkat drastis pada lansia di populasi global, kondisi ini sangat umum terjadi pada lansia karna adanya penurunan fungsi tubuh pada lansia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres bawang merah terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia gout arthritis di UPT PSTW di Pekanbaru. Metode: penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan metode quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 15 pasien gout arthritis dengan nyeri sendi dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji statistik dengan menggunakan Wilcoxon signed Rank Test didapatkan nilai median pre test 2,00 dan post test 1,00 dengan p-value 0,001 < 0,05 memiliki arti bahwa hipotesis nol ditolak. Kesimpulan: bahwa terdapat pengaruh pemberian kompres bawang merah terhadap nyeri sendi pada lansia gout arthritis. Disarankan pada lansia untuk melakukan kompres bawang merah untuk nyeri sendi.
Implementasi Pemberian Jus Nanas ( Ananas Comosus) Untuk Menurunkan Nyeri Akut Pada Gout Arthritis Niken Ayu Suwandi; Tri Suraning Wulandari; Parmilah Parmilah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.348

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit inflamasi sendi akibat penumpukan kristal monosodium urat yang ditandai dengan nyeri hebat, pembengkakan, kemerahan, dan keterbatasan gerak sendi. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi gout arthritis di Indonesia sebesar 11,9%, sedangkan di Provinsi Jawa Tengah mencapai 6,78%. Nyeri akut merupakan masalah keperawatan utama pada pasien gout arthritis yang dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup pasien. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan nyeri akut adalah pemberian jus nanas. Buah nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik sehingga dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan pada penderita gout arthritis. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 2 responden laki-laki berusia 46 tahun dan 53 tahun yang mengalami gout arthritis dengan masalah keperawatan nyeri akut. Kriteria inklusi meliputi pasien dengan kadar asam urat >7 mg/dl, mengalami nyeri sedang berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS), dan bersedia menjadi responden. Intervensi dilakukan dengan pemberian jus nanas sebanyak 200 ml sekali sehari setelah makan selama 7 hari berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan kadar asam urat, dan pengukuran skala nyeri menggunakan NRS. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan kadar asam urat dan skala nyeri pada kedua responden setelah pemberian jus nanas selama 7 hari. Responden pertama mengalami penurunan kadar asam urat dari 8,9 mg/dl menjadi 7 mg/dl dan skala nyeri dari 5 menjadi 2, sedangkan responden kedua dari 8,3 mg/dl menjadi 6,9 mg/dl dan skala nyeri dari 6 menjadi 1. Pemberian jus nanas efektif menurunkan kadar asam urat dan memperbaiki nyeri akut pada penderita gout arthritis.