cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,239 Documents
Analisis Performansi Centifugal Water Cooled Chiller Di Grand Indonesia Mall (West Mall) Andriansyah, Al Wahyudi; Badarudin, Apip; Lukitobudi, Arda Rahardja
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5426

Abstract

Semakin meningkatnya pusat perbelanjaan di kota-kota besar maka akan semakin banyak juga pendingin yang dibutuhkan sesuai dengan kapasitas, seperti mall dan plaza yang memiliki pengunjung dengan jumlah ratusan hingga ribuan dalam satu ruangan. Maka dari itu mall dan plaza menggunakan pendingin water cooled chiller yang menyesuaikan dengan beban penghuni yang tinggi, dan jam operasional hingga 12 jam dalam sehari. karena memiliki waktu running time yang panjang sehingga harus diperhatikan dalam performansi unit pendingin water cooled chiller seperti melakukan performance test secara berkala agar mengetahui bahwa unit bekerja secara maksimal dan mencegah kerusakan komponen yang tidak diinginkan. Water cooled chiller yang dianalisis di Grand Indonesia Mall adalah untuk mendinginkan lalu di supply ke AHU untuk mengkondisikan udara dan di supply langsung ke ruangan-ruangan. Grand Indonesia Mall memiliki 3 buah chiller pada gedung West Mall masing-masing 2090 TR dan chiller A3 dengan kapasitas yang sama digunakan sebagai back up. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui performansi chiller yang beroperasi di Grand Indonesia Mall (West Mall) dengan metode pengambilan data dilakukan selama 3 hari pada tanggal 27, 28, dan 29 Januari 2020, hasil analisa yang dilakukan bahwa chiller A1 memiliki performansi COP dengan nilai 7,16 serta efisiensi sebesar 73,5 %, sedangkan chiller A2 memiliki performansi COP dengan nilai 7,89 serta efisiensi sebesar 68,8 %. Dari hasil performansi tersebut terlihat bahwa kondisi chiller memiliki performansi yang baik.
Analisis Pengaruh Setting Temperatur Berbeda Terhadap Produksi Air Kondensat Pada Mini Freezer Pre-Cooler Rismaya, Rela; Pramudantoro, Triaji Pangripto; Khakim, Nur
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5427

Abstract

Ketika terjadi proses pre-cooling oleh pre-cooler, air kondensat harus dalam keadaan mengenai seluruh permukaan saluran discharge. Pada penelitian ini dilakukan percobaan dengan melakukan setting temperatur berbeda pada kabin mini freezer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan pengaruh temperatur kabin yang berbeda terhadap kuantitas air kondensat yang diproduksi oleh mini freezer serta konsumsi daya listriknya. Hasil penelitian ini menunjukan kuantitas air kondensat yang diperoleh setelah 60 menit, adalah sebanyak 7 ml dengan setting temperatur -10°C, 5 ml dengan setting temperatur -5°C, dan 3,8 ml dengan setting temperatur 0°C. Kuantitas air kondensat yang dihasilkan selama 60 menit ketika waktu defrost tidak dapat mengalir ke pre-cooler, sehingga tidak dapat terjadi proses pre-cooling. Konsumsi daya listrik selama 60 menit pada setting temperatur kabin -10°C adalah sebesar 0,958 kWh, pada setting temperatur kabin -5°C adalah sebesar 0,501 kWh dan pada setting temperatur kabin 0°C adalah sebesar 0,185 kWh.
Uji Performansi Sistem Heat Recovery Untuk Pemanas Air Dengan Variasi Tekanan Kerja Nurhazizah, Meylinda; Prasetyo, Bowo Yuli; Margana, Ade Suryatman
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5428

Abstract

Heat Recovery merupakan suatu sistem yang cara kerjanya berbanding terbalik dengan sistem refrigerasi dikarenakan energi yang dimanfaatkan ialah energi panas yang terbuang. Di dalam sistem refrigerasi, terdapat beberapa komponen inti salah satunya adalah ekspansi. alat ekspansi berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Alat ekspansi yang biasa digunakan dalam sistem refrigerasi salah satunya ialah pipa kapiler. Pada penelitian ini refrigeran yang digunakan adalah R22. Topik penelitian ini merupakan uji performansi berdasarkan variasi panjang pipa kapiler. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mencari nilai performansi dari sistem heat recovery yaitu daya input, kapasitas pemanasan, Performance Factor (PF). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin panjang pipa yang digunakan maka akan semakin baik kinerja sistem. Pada sistem ini nilai performansi yang paling bagus ada pada variasi 2 (panjang pipa 2.4m) dengan nilai PF 5.47 dan nilai kapasitas pemanasan 1.56 kW dengan waktu pemanasan selama 750 detik serta nilai daya input sebesar 0.509 kW.
Rancang Bangun Sistem Heat Pump Untuk Pemanas Air Prasetyo, Yosafat Dwi; Prasetyo, Bowo Yuli; Lukitobudi, Arda Rahardja
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5429

Abstract

Heat Pump merupakan suatu mesin yang dapat difungsikan baik untuk pendinginan maupun pemanasan dengan memanfaatkan panas dari kondenser. Kondenser biasanya didinginkan menggunakan fan, tetapi disini didingankan melalui air dan panas airnya dimanfaatkan. Pada tugas akhir ini, Heat Pump difungsikan sebagai pemanas air, sistem ini akan memanfaatkan kompresor sebagai pemeran utama dan mengefisienkan energi panas yang dihasilkan lewat kondenser, pipa kondenser berada di dalam air yang ingin dipanaskan. Pemanasan air sebanyak 20 liter dapat dipanaskan sampai 40 °C dengan waktu 14 menit, sedangkan dari hasil perancangan didapat 16 menit. Secara keseluruhan hasil data yang diambil maka dapat disimpulkan sistem heat pump ini berhasil.
Uji Performansi Sistem Miniatur Ice Skating Brine Cooling Menggunakan Konsentrasi 50% Dan 40% Propylene Glycol Rabbani, Faiz Ahmad; Badarudin, Apip
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5430

Abstract

Sistem Refrigerasi Ice skating Brine Cooling merupakan sistem komersial yang dipakai pada industri besar dan memiliki tujuan sebagai sarana rekreasi dan olahraga. Dalam sistem ini, cairan propelyne glycol 50% dan 40% sebagai secondary refrigerant akan disirkulasikan melalui rangkaian jalur pemipaan yang mendinginkan permukaan arena es yang memiliki temperatur rendah hingga -10°C. Temperatur permukaan arena es tersebut membutuhkan waktu pendinginan hingga 6 jam lamanya. Dalam waktu tersebut sistem dapat memperoleh nilai rata-rata COPa sebesar 3,08 untuk konsentrasi propylene glycol 50% dan untuk konsentrasi 40% memiliki rata-rata COPa sebesar 3.11. Dari hasil pengamatan ini konsentrasi propylene glycol 40% memiliki efisiensi sedikit lebih tinggi daripada propylene glycol 50%. Yaitu 74% untuk propylene glycol 40% dan untuk propylene glycol 50% memiliki nilai efisiensi sebesar 70%.
Analisis Pengaruh Annealing yang Dikombinasikan Dengan Repetitive Hammering Terhadap Nilai Kekerasan Pada Baja AISI 201 Novitasari, Annisa; Muliastri, Destri
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5432

Abstract

Baja AISI 201 termasuk kedalam baja tahan karat austenitik (austenitic stainless steel) dengan kandungan Cr 16-18% dan C 0,15%. Material ini memiliki sifat mekanik yang rendah sehingga dipelukan peningkatan kekuatan pada material dengan rekayasa material. Salah satu teknik rekayasa material yang dilakukan yaitu kombinasi antara perlakuan panas dengan deformasi plastis. Penelitian ini menganalisis kekerasan dari AISI 201 yang dilakukan annealing yang dikombinasikan dengan repetitive hammering. Proses annealing dilakukan dengan temperatur 1050°C dan waktu penahanan 19 menit. Proses repetitive hammering dilakukan dengan menjatuhkan beban pada sampel secara berulang. Menggunakan beban seberat 5 Kg dengan ketinggian 1 meter, variasi pemukulan beban adalah 20 kali, 40 kali, dan 60 kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kekerasan meningkat seiring dengan deformasi yang diberikan. Nilai kekerasan secara berurutan yaitu 148,7 VHN ; 237,9 VHN ; 322,7 VHN ; 328,7 VHN dan 290,9 VHN. Hasil pengujian kekerasan diketahui bahwa semakin banyak jumlah variasi pukulan yang dilakukan, maka akan semakin tinggi nilai keras yang didapatkan. Hal ini dapat disebabkan karena slip line yang semakin rapat dan bertambah seiring dengan bertambahnya deformasi berupa pukulan yang diberikan. adanya twinning dan slip line dapat menghambat gerakan dislokasi sehingga meningkatkan sifat mekanik dan ketahanan korosi.
Sintesis Asam Levulinat Melalui Metode Esterifikasi dengan Etanol 96% menggunakan Katalis Heterogen Berbasis Biomassa untuk Pembuatan Zat Aditif Bahan Bakar Suminar, Dian Ratna; Anindita, Faradila; Fajriati, Ramadhana Suci; Sihombing, Rony Pasonang
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5433

Abstract

Indonesia menjadi negara dengan polusi udara terbesar di asia tenggara, penyebab polusi udara salah satunya ialah asap kendaraan, oleh karena itu perlu dilakukannya solusi untuk mengurangi masalah tersebut. Etil levulinat merupakan senyawa kimia yang dihasilkan dari lignoselulosa yang dapat digunakan di berbagai bidang khususnya sebagai zat aditif bahan bakar yang bagus untuk mengurangi emisi gas Cox dan NOx. Pembuatan etil levulinat dari asam levulinat dan etanol dilakukan melalui metode esterifikasi menggunakan katalis heterogen karbon sulfonat. Katalis didapat dari sekam padi yang telah melalui proses karbonisasi dengan suhu 550oC selama ± 75 menit, yang dilanjutkan dengan proses sulfonasi menggunakan asam sulfat 98% dengan suhu 150oC selama 4 jam. Proses sintesis dilakukan dengan variasi waktu 3 jam, 6 jam, dan 9 jam, rasio molar asam levulinat dan etanol (1:4, 1:8, dan 1:12), dan jumlah katalis (5%,10%, dan 15%). Dihasilkan konversi optimum sebesar 85% Pada waktu 6 jam perbandingan rasio mol 1:12 dengan katalis loading 10%.
Rancang Bangun Pengembangan Modul Praktikum Pengujian Relai Arus Lebih Menggunakan Relai Spaj 140c Ramandani, Aulia; Hikmat, Yudi Prana; Sunarto, Sunarto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5434

Abstract

Dalam jaringan saluran udara tegangan menengah (SUTM) sering terjadi gangguan hubung singkat dan arus lebih. Pada jaringan SUTM dipasang relai arus lebih untuk memproteksi terjadinya gangguan tersebut. Relai ini dipasang pada sisi sekunder trafo gardu induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat praktikum proteksi sistem tenaga terhadap gangguan arus lebih dan hubung singkat menggunakan OCR (Over Current Relay) dan GFR (Ground Fault relay). Tahapan pada penelitian ini terdiri dari perancangan, pembuatan, hasil dan pelaporan. Penelitian ini menggunakan relai arus lebih tipe SPAJ 140 C, yang disimulasikan melalui simulator current injection dan sistem distribusi SUTM dengan cara membandingkan hasil pengujian dan perhitungan. Ketika adanya arus gangguan relai SPAJ 140 C akan bekerja dengan mensinyalir arus yang melebihi batas dari nilai settingannya. Pengujian arus lebih dilakukan dengan mengatur arus gangguan pada simulator dari arus 1,32 A - 10,1 A. Pengujian hubung singkat dilakukan dengan mengatur tahanan pentanahan yaitu 0, 12, 40, dan 500 ohm. Kedua pengujian tersebut menggunakan standard inverse. Hasil dari pengujian menunjukkan relai dapat bekerja secepat mungkin dalam menangani gangguan, karena hasil dari pengujian sudah mendekati nilai perhitungan, dengan error rata-rata ±1%.
Sistem Monitoring Temperatur Dan Kelembaban Berbasis Arduino Dengan Menggunakan LoRa Pada Gedung Kuiah Politeknik Negeri Bandung Prasetyo, Adam Imam; Arman, Muhammad; Susilawati, Susilawati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5435

Abstract

LoRa merupakan suatu teknologi komunikasi berdaya rendah yang menggunakan frekuensi radio sebagai media transmisinya. Teknologi ini memiliki keunggulan bagi penggunanya karena dapat mempermudah suatu perkerjaan secara jarak jauh seperti sistem monitoring. Pada perancangan sistem ini dibagi menjadi dua jenis yaitu hardware dan software. Sistem ini menggunakan arduino uno sebagai mikrokontroler, sensor DHT11 untuk mengukur temperatur dan kelembaban serta menggunakan modul LoRa SX1278 dengan frekuensi 433Mhz sebagai komunikasinya hasil pembacaan temperatur dan kelembaban akan ditampilkan di oled display. Pengkodingan software dilakukan menggunakan Arduino uno. Pada proses pengujian dilakukan dengan dua tahap yaitu verifikasi data dan uji performansi. Pada pengujian performansi terbagi menjadi dua jenis yaitu line of sight dan barrier. Hasil yang didapatkan adalah perbedaan pembacaan nilai temperatur sebesar 2℃ dan 1% nilai RH dengan alat ukur Luthron HT-3007SD dan tidak ada perbedaan nilai temperatur dan RH pada end node dan master node. Nilai rata-rata RSSI yang didapatkan pada pengujian barrier sebesar -89,85 dB dan -78,93 dB yang dapat diartikan kekuatan sinyal berada pada kategori cukup baik.
Kaji Eksperimental Perbandingan Penggunaan Pipa Tembaga Dan Pipa Multilayer Terhadap Kinerja Refrigerator R134a Adzim, Ali Rahmatul; Margana, Ade Suryatman; Mitrakusuma, Windy Hermawan
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 14 No. 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Semina
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5436

Abstract

Refrigerator merupakan alat rumah tangga untuk menyimpan dan membekukan produk makanan dan minuman dengan cepat. Pada penelitian ini alat yang digunakan yaitu refrigerator dengan jenis refrigeran adalah R134a dan dilakukan pengujian untuk mengetahui kinerja sistem dengan suction line dan liquid line berbeda yaitu pipa tembaga dan pipa multilayer. Setelah melakukan pengumpulan data dan analisis bahwa Penggunaan pipa tembaga pada sistem memiliki perbedaan terhadap waktu pendinginan sistem refrigerator. Sistem menggunakan pipa tembaga cut-off pada menit ke 85 sedangkan sistem menggunakan pipa multilayer yaitu cut-off pada menit ke 92. Nilai COPaktual, COPcarnot, dan effisiensi pada saat menggunakan pipa tembaga lebih besar dibandingkan sistem menggunakan pipa multilayer di suction line dan liquid line. COPaktual yang dihasilkan saat menggunakan pipa tembaga sebesar 2,44 dan COPcarnot yaitu 3,90 dan effisiensi sebesar 62,5% sedangkan COPcarnot ketika sistem menggunakan pipa multilayer sebesar 2,35 dan COPcarnot sebesar 3,83 dengan effisiensi sebesar 61%. Energi listrik yang digunakan pipa tembaga lebih rendah daripada menggunakan pipa multilayer. Ketika menggunakan pipa tembaga sebesar 0,168 kWh sedangkan sistem menggunakan pipa multilayer sebesar 0,204 kWh.