cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,279 Documents
Analisis Performa Sistem Refrigerasi dan Karakteristik Termal Cold Storage Vaksin PCV13 Aria Ambara; Sumeru; Apip Badarudin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7166

Abstract

Keandalan cold storage menentukan keberlangsungan rantai dingin vaksin PCV13 yang dipersyaratkan berada pada suhu 2–8◦C. Penelitian ini mengevaluasi sistem refrigerasi gudang vaksin melalui analisis siklus kompresi uap, pemetaan suhu tiga dimensi, uji gangguan operasional, dan perhitungan beban pendinginan aktual. Tekanan dan suhu refrigeran diukur pada dua unit R134a, sedangkan 27 pencatat suhu dipasang dalam susunan 3×3×3 dan direkam selama 72 jam. Uji pemadaman dilanjutkan dengan pemulihan sistem untuk menentukan holding time dan recovery time. Kapasitas pendinginan termodinamik mencapai 23,54 kW dengan COP rata-rata 2,85 dan efisiensi terhadap Carnot 50,15%. Seluruh sensor selama pemetaan berada pada rentang 2–8◦C; rata-rata tertinggi terdapat pada SP15 sebesar 6,35◦C dan terendah pada SP02 sebesar 4,96◦C, dengan deviasi ekstrem 3,7 K. Holding time tercatat 43 menit dan recovery time 32 menit. Beban pendinginan aktual sebesar 22,64 kW menghasilkan margin kapasitas 0,90 kW dan utilisasi 96,2%. Sistem dinilai mencukupi pada kondisi pengujian, tetapi margin yang terbatas memerlukan pemantauan dan rencana kontingensi yang disiplin.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Indikasi Maintenance AC Split Berdasarkan Performa Sisi Udara dan Konsumsi Daya Berbasis IOT Ilham Purnama; Pratikto; Ismail Wellid
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7167

Abstract

Pemeliharaan AC split yang bersifat reaktif tanpa data kondisi operasional aktual menyebabkan penurunan performa tidak terdeteksi dan pemborosan energi. Penelitian ini merancang dan membangun sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) untuk indikasi maintenance AC split yang mengintegrasikan analisis performa sisi udara dan konsumsi daya secara real-time. Sistem menggunakan arsitektur dual ESP32 yang berkomunikasi melalui protokol ESP-NOW, dilengkapi sensor SHT31 (outlet evaporator), DHT22 (inlet evaporator dan ruangan), serta SCT-013 (arus listrik). Cooling capacity aktual dihitung melalui pendekatan psikrometrik entalpi udara, sedangkan hasil monitoring ditampilkan melalui aplikasi Blynk, Google Spreadsheet, SD Card, dan LCD I2C lokal dengan indikator LED dan buzzer. Diagnosis kondisi AC menggunakan algoritma Decision Tree multi-parameter berdasarkan selisih temperatur evaporator, konsumsi daya, temperatur, dan kelembaban ruangan, menghasilkan empat klasifikasi status. Hasil kalibrasi menunjukkan MAE sensor DHT22 sebesar 0,26°C, SHT31 sebesar 0,13°C, dan SCT-013 sebesar 0,02 A. Pengujian 60 menit pada set point 20°C menghasilkan cooling capacity aktual rata-rata 2,4 kW (8.260,8 BTU/h) dari kapasitas nominal 3,75 kW dengan performance ratio 58,4%. Distribusi status menunjukkan 58% data berstatus NORMAL, 29% PERLU OBSERVASI, dan 13% AC OFF, tanpa satu pun data berstatus kritis.
Perancangan dan Evaluasi Kinerja High Temperature Heat Pump Berkapasitas 2.100 kW Sebagai Pengganti Boiler Gas Moch Gaduh Pribadi; Windy Hermawan Mitrakusuma; Luga Martin Simbolon
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7168

Abstract

Kebutuhan air panas industri masih didominasi boiler berbahan bakar fosil yang berkonsumsi energi tinggi dan berkontribusi terhadap emisi karbon. High Temperature Heat Pump (HTHP) berkembang sebagai alternatif yang memanfaatkan panas buang sebagai sumber energi untuk menghasilkan air panas dengan efisiensi lebih tinggi. Penelitian ini merancang dan mengevaluasi sistem HTHP berkapasitas 2.100 kW sebagai pengganti boiler gas berdasarkan Engineering Selection Report (ESR) menggunakan perangkat lunak COMP2, melalui pendekatan engineering design: identifikasi Customer Requirement, Engineering Selection, Engineering Verification, serta analisis energi, lingkungan, dan ekonomi. Customer Requirement meliputi kapasitas pemanasan 2.100 kW, temperatur air keluar 75°C dari 56°C, sumber panas cooling tower (36/26°C), dan target Coefficient of Performance (COP Heating) minimum 4,5. Hasil ESR menunjukkan sistem dua tingkat dengan Heating Capacity 2.100 kW, Compressor Power 434 kW, dan COP Heating 4,84. Engineering Verification melalui perhitungan independen titik-titik keadaan termodinamika menghasilkan deviasi 0,47-2,60% terhadap nilai ESR, membuktikan hasil ESR taat asas terhadap hukum kekekalan energi. Penerapan HTHP berpotensi menurunkan konsumsi energi 81,4%, emisi CO2 36,8%, dan biaya operasi 76,1% dibandingkan boiler gas, dengan Simple Payback Period sekitar 10 bulan. Hasil ini menunjukkan bahwa ESR yang divalidasi melalui Engineering Verification dapat digunakan sebagai dasar andal untuk merancang dan mengevaluasi sistem HTHP industri.
Rancang Bangun Air Handling Unit 10 PK Type Direct Expansion pada Ruang Operasi (Studi Kasus: Ruang Operasi di RSUD. Pagelaran Cianjur) Raden Muhammad Hadi Nur Falah; Cecep Sunardi; M. Nuriyadi
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7169

Abstract

Air Handling Unit (AHU) merupakan komponen utama sistem tata udara yang berfungsi mengondisikan dan mensirkulasikan udara untuk menjaga kualitas lingkungan ruang operasi. Penelitian ini bertujuan merancang AHU berkapasitas 10 PK dengan cooling capacity 100.000 Btu/h menggunakan sistem Direct Expansion (DX) untuk ruang operasi RSUD Pagelaran Cianjur. Perancangan dilakukan menggunakan pemodelan tiga dimensi (3D) untuk menghasilkan desain yang akurat dan memudahkan proses fabrikasi. AHU dilengkapi casing double skin, cooling coil DX, electric heater, EC fan, sistem filtrasi (pre-filter, medium filter, dan HEPA filter), serta drain pan. Sistem dirancang untuk memenuhi temperatur 22 ± 2°C, kelembapan relatif 55 ± 5%, dan standar kebersihan udara ISO 14644-1:2015 Class 6. Hasil pengujian menunjukkan temperatur rata-rata 19,25°C dengan RH 59,96% pada pengujian pertama, serta 22,7°C dengan RH 57,1% pada pengujian kedua. Pengujian jumlah partikel pada enam titik menunjukkan seluruh konsentrasi partikel masih berada di bawah batas maksimum ISO 14644-1:2015 Class 6. Dengan demikian, AHU yang dirancang mampu memenuhi kebutuhan pengondisian udara ruang operasi sesuai standar rumah sakit.
Uji Eksperimental Pengaruh Modifikasi Pendinginan Kondenser Menggunakan Sistem Kabut Air Sekar Ayu Nurdianti; Parisya Premeira Rosulindo; Aindri Yuliane
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7170

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan sistem kabut air pada kondenser terhadap performa AC split non-inverter berkapasitas 0,5 PK melalui parameter konsumsi daya listrik, kapasitas pendinginan, Coefficient of Performance (COP), COP Carnot, efisiensi sistem, dan Energy Efficiency Ratio (EER). Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan tiga variasi pengujian, yaitu tanpa sistem kabut air, sistem kabut air dengan jarak nozzle 30 cm, dan sistem kabut air dengan jarak nozzle 50 cm dari permukaan kondenser. Analisis performa dilakukan menggunakan diagram tekanan–entalpi (P–h) pada sisi refrigerasi dan diagram psikrometrik pada sisi tata udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem kabut air meningkatkan performa AC split non-inverter. Konfigurasi nozzle 30 cm memberikan hasil terbaik dengan menurunkan konsumsi daya listrik total dari 404,5 W menjadi 396,1 W, meningkatkan kapasitas pendinginan dari 1264,6 W menjadi 1463,5 W, meningkatkan COP aktual dari 5,44 menjadi 5,78, serta meningkatkan EER dari 10,67 menjadi 12,61 (Btu/h)/W. Berdasarkan hasil tersebut, sistem kabut air berpotensi diterapkan sebagai metode retrofit yang sederhana untuk meningkatkan efisiensi energi AC split non-inverter tanpa memodifikasi komponen utama sistem refrigerasi.
Rancang Bangun Sistem Kendali Aliran Refrigeran Berbasis IoT Pada Prototipe Cold Storage Rayval Gumilar; Wirenda Sekar Ayu; Muhammad Akmal; Yedi Wiguna
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7171

Abstract

Pemahaman mengenai mekanisme distribusi refrigeran pada sistem cold storage tipe multi-room seringkali terkendala oleh minimnya alat peraga visual. Penelitian ini bertujuan merancang bangun sistem kendali otomatis solenoid valve pada prototipe cold storage dan anteroom, serta mengembangkan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 untuk menggantikan fungsi termostat mekanik konvensional. Sensor SHT20 dan SHT31 digunakan untuk membaca suhu ruang dan memicu modul relay dalam mengatur status aktuator berdasarkan batas setpoint. Hasil pengujian menunjukkan bahwa integrasi perangkat keras dan kontrol telah berfungsi sesuai dengan rancangan. Infrastruktur IoT yang dibangun mampu menampilkan data suhu serta status aktuator. Sistem ini juga dapat menjalankan instruksi setpoint, melalui integrasi tersebut, aliran refrigeran dapat didistribusikan secara otomatis mengikuti batas suhu yang telah ditentukan, yaitu dengan mengeksekusi aktuator secara tepat pada target setpoint 4–7°C untuk ruang cold storage dan 15–17°C untuk ruang anteroom. Dengan demikian, prototipe ini dapat digunakan untuk menyimulasikan logika kendali sistem refrigerasi dan memfasilitasi pemantauan jarak jauh.
Perancangan Gudang Beku Portabel Kapasitas 10 Ton untuk Produk Ikan Tenggiri di Karawang Mochamad Rikki Firmansyah; Annisa Syafitri Kurniasetiawati; Ismail Wellid
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7172

Abstract

Penelitian ini merancang gudang beku portabel berkapasitas 10 ton untuk penyimpanan ikan tenggiri di Karawang pada temperatur −20 ± 2 °C. Rancangan terdiri atas ruang penyimpanan 4,95 × 2,90 × 2,80 m dan anteroom 3,00 × 2,90 × 2,80 m dengan panel polyisocyanurate masing-masing 100 dan 50 mm. Beban pendinginan dihitung dari transmisi, infiltrasi, produk, pekerja, lampu, kipas evaporator, dan beban listrik, kemudian dikoreksi terhadap faktor keamanan 15% dan waktu operasi. Hasil perhitungan menunjukkan kapasitas refrigerasi yang diperlukan sebesar 2,695 kW pada cold storage dan 2,324 kW pada anteroom. Komponen yang dipilih menggunakan refrigeran R404A, yaitu condensing unit Copeland ZXL025BE dan evaporator EDEN FEME 0280P.302 untuk cold storage serta Copeland ZX020BE dan EDEN FEME 0260P.301 untuk anteroom. Verifikasi berbasis data katalog menunjukkan kapasitas komponen melampaui beban desain, dengan COP estimasi masing-masing 1,37 dan 2,10. Set point cold storage juga memenuhi ketentuan penyimpanan ikan beku pada −18 °C atau lebih rendah. Nilai COP tersebut bukan hasil pengukuran; kinerja aktual perlu dikonfirmasi melalui pengujian prototipe.
Pengaruh Return Duct Dan Plenum Terhadap Kualitas Udara PM10 dan PM2.5 pada Sistem AC Klinik Haikal Raid Raziqin; Andriyanto Setyawan; Listya Utari
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7173

Abstract

Kualitas udara dalam ruang merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat pada fasilitas pelayanan kesehatan. Konfigurasi return air pada sistem VRF, yaitu return duct dan return plenum, memengaruhi distribusi partikulat di dalam ruangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedua konfigurasi tersebut terhadap kualitas udara berdasarkan parameter PM2.5 dan PM10 di Klinik Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif komparatif melalui pengukuran selama lima hari pada tiga variasi fan speed (low, medium, dan high). Data dianalisis menggunakan nilai rata-rata, ISPU, uji Shapiro–Wilk, dan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 pada sistem return plenum berada pada rentang 3,71–3,96 µg/m³, sedangkan sistem return duct menghasilkan konsentrasi 0.76–6.25% lebih rendah. Konsentrasi PM10 pada sistem return plenum berada pada rentang 5,73–7,07 µg/m³, sedangkan sistem return duct menghasilkan konsentrasi 0.31–12.16% lebih rendah. Seluruh hasil pengukuran termasuk kategori Baik berdasarkan ISPU, sedangkan uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05).
Analisis Kinerja Water Chiller System Pada Inert Gas Generator Akibat Retrofit Kompresor Di Kapal LNG Martua Jambak; Andriyanto Setyawan; Luga Martin Simbolon; Utami Nuri Adilah
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7174

Abstract

Sistem Inert Gas Generator (IGG) pada kapal Liquefied Natural Gas (LNG) berfungsi menghasilkan gas lembam berkandungan oksigen rendah dan Dew Point sesuai spesifikasi untuk mencegah kebakaran dan ledakan pada tangki muatan. Kinerja IGG sangat dipengaruhi oleh Water Chiller System yang mendinginkan gas hasil pembakaran sebelum memasuki dehumidifier. Data historis operasi menunjukkan Water Chiller System mengalami penurunan performa berupa high pressure alarm berulang, penurunan kapasitas pendinginan, serta kompresor Hartford tipe 1218NHF6W4K yang telah berstatus obsolete. Penelitian ini menganalisis pengaruh retrofit kompresor terhadap kinerja Water Chiller System dan kualitas gas lembam pada IGG kapal LNG berkapasitas 163.392 GT. Retrofit dilakukan dengan mengganti kompresor Hartford screw full-hermetic (436 kW) dengan Bitzer CSH9563-210Y-40D screw semi-hermetic (399 kW), serta mengganti refrigeran R404A menjadi R407C. Analisis dilakukan terhadap data operasi sebelum dan sesudah retrofit menggunakan diagram tekanan-entalpi (P-h). Hasil penelitian menunjukkan kapasitas pendinginan meningkat dari 112 kW menjadi 414 kW dan COP meningkat dari 1,27 menjadi 2,9. Temperatur gas keluaran Gas Cooler menurun dari 0,5°C menjadi −4,5°C, Dew Point turun dari −66°C menjadi −69,6°C, dan kandungan oksigen turun dari 0,89% menjadi 0,68%. Retrofit kompresor terbukti meningkatkan keandalan operasional Water Chiller System pada sistem IGG kapal LNG.
Sistem Kontrol pada Portable Blood Cooler dengan Module Thermoelectric dan Data Logger Berbasis IOT Dimas Fachrian Qintara; Muhammad Anda Falahuddin; Pratikto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7176

Abstract

Penyimpanan dan transportasi darah memerlukan rentang temperatur 2°C–10°C untuk menjaga kualitas sel darah, namun cooler box berbasis termoelektrik konvensional masih sulit mencapai kestabilan temperatur tersebut secara konsisten, sementara proses monitoring masih dilakukan secara manual sehingga rawan keterlambatan penanganan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem kontrol dan monitoring pada portable blood cooler backpack berbasis modul termoelektrik TEC1-12710 yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor DS18B20 untuk pembacaan temperatur kabin dan lingkungan, serta relay 12V untuk mekanisme cut-in dan cut-off. Data temperatur ditampilkan secara real-time melalui LCD dan dashboard online berbasis MQTT serta Firebase, dilengkapi fitur data logger yang dapat diekspor ke Excel. Hasil pengujian menunjukkan sensor DS18B20 memiliki akurasi tinggi terhadap termometer air raksa (R² = 0,9972 untuk sensor kabin dan 0,9968 untuk sensor lingkungan), dengan rata-rata error menurun setelah kalibrasi. Sistem berhasil menurunkan temperatur kabin dari 23,71°C menjadi 5,72°C dalam 145 menit pada tahap precooling, serta mempertahankannya pada rentang aman 2°C–10°C selama pendinginan lanjutan. Pengujian cut-in/cut-off pada tiga variasi differential membuktikan sistem bekerja secara konsisten dan andal sesuai setpoint yang ditentukan.