cover
Contact Name
Maisevli Harika
Contact Email
ijatr@polban.ac.id
Phone
+6222-2013789
Journal Mail Official
irwns@polban.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Bandung Jl. Gegerkalong Hilir, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Industrial Research Workshop and National Seminar
ISSN : -     EISSN : 27752003     DOI : https://doi.org/10.35313/irwns
Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) adalah forum diseminasi hasil-hasil penelitian sains terapan yang dilakukan setiap tahun di Politeknik Negeri Bandung. Forum ini merupakan ajang untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman antara pihak praktisi industri, akademisi, dan pemerintahan. Adanya interaksi antar perspektif yang berbeda ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan kesinambungan dan perkembangan teknologi yang tepat guna untuk diterapkan di industri dan masyarakat.
Articles 1,279 Documents
Pembuatan Biodiesel dari Minyak Serangga Black Soldier Fly dan Katalis Biochar Insect Frass Muhamad Fadillah Ramdhani; Muhamad Arya Putra Pratama; Teguh Taufiqurohim; Gita Nur Sajida
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7179

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif terbarukan yang dapat diproduksi dari minyak nabati maupun lemak hewani. Minyak larva Black Soldier Fly (BSF) berpotensi sebagai bahan baku biodiesel karena memiliki kandungan lemak tinggi dan tidak bersaing dengan kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu reaksi (65°C, 75°C, dan 80°C) dan konsentrasi katalis biochar berbahan insect frass (1%, 2%, dan 3% b/v) terhadap karakteristik biodiesel hasil transesterifikasi. Karakterisasi meliputi densitas,viskositas, kadar air, yield, gliserol total, gliserol bebas, dan gliserol terikat sesuai SNI 7182:2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu reaksi 80oC menghasilkan konversi trigliserida terbaik yang ditunjukan oleh kadar gliserol terikat terendah sebesar 0,163 wt.% dengan konversi gliserol 28,78%. Konsentrasi katalis biochar 3% menghasilkan karakterstik fisik terbaik dengan viskositas 5,25 cSt, kadar air 0,062-0,082%. Meskipun demikian, biodiesel yang dihasilkan belum memenuhi seluruh persyaratan mutu SNI 7182:2024, terutama pada parameter densitas, kadar air, gliserol total, dan gliserol bebas. Oleh karena itu, diperlukan optimasi kondisi operasi dan proses pemurnian biodiesel.
Rancang Bangun Kolom Adsorpsi Fixed-Bed Transparan dengan Adsorben Silika Gel Untuk Keperluan Praktikum Pengamatan Dinamika Mass Transfer Zone Muhammad Nazriel Al Farizy; Mada Arka Al'Malik Fazri; Adam Malik Maulana; Muhammad Zulfan Zuliana Makmur; Nurcahyo; Dianty Rosirda Dewi Kurnia; Saripudin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7180

Abstract

Dehumidifikasi udara menggunakan silika gel merupakan metode yang efektif pada suhu ruang, tetapi pemahaman terhadap dinamika mass transfer zone (MTZ) secara visual terbatas karena unit praktikum umumnya menggunakan kolom logam opaque. Penelitian ini merancang, membangun, dan menguji fungsi kolom adsorpsi fixed-bed skala laboratorium berbahan akrilik transparan untuk keperluan praktikum menggunakan adsorben silika gel biru dan jingga, menganalisis kurva breakthrough, dan mengamati pergerakan MTZ secara visual melalui perubahan warna adsorben. Kolom dirancang dalam dua variasi diameter (2,5 dan 5 cm) dengan tinggi total 50 cm, dan telah memenuhi rule of thumb yang disyaratkan. Diameter kolom teridentifikasi sebagai variabel paling berpengaruh terhadap waktu breakthrough pada kedua adsorben, dengan silika gel jingga secara konsisten menunjukkan waktu breakthrough dan waktu jenuh yang lebih lama dibandingkan biru pada diameter yang sama. Panjang MTZ hasil perhitungan (48–53 cm) melampaui tinggi unggun aktual (30 cm), konsisten dengan karakteristik isoterm unfavourable yang menyebabkan MTZ melebar progresif. Perubahan warna adsorben dari biru menjadi merah muda dan jingga menjadi hijau tua bergerak sejalan arah aliran, mengonfirmasi bahwa alat berfungsi sebagai kolom adsorpsi fixed-bed sekaligus mampu memvisualisasikan MTZ. Hasil uji fungsi awal ini menunjukkan potensi alat sebagai modul praktikum adsorpsi, meskipun validasi lebih lanjut diperlukan.
Studi Komparatif Metode Pengeringan Biodrying, Termal, dan Solar dalam Optimalisasi Kualitas Refuse-Derived Fuel (RDF): Sebuah Tinjauan Literatur Muhammad Akmal Muzakkiy; Rita Anggraeni; Saskia Amelia Setiawan; Arsya Naovarrahma; Hilda Hasanah; Firya Naurah Triadika; Halimah Nisa Tauqida; Aqila Ramadhani Syafiqa Wahab; Teguh Taufiqurohim
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7181

Abstract

Peningkatan timbulan sampah dan tingginya ketergantungan terhadap bahan bakar fosil mendorong pengembangan Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai bahan alternatif yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus penyediaan energi. Kualitas RDF sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan, karena kadar air yang tinggi dapat menurunkan nilai kalor dan efisiensi pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan karakteristik berbagai metode pengeringan RDF, meliputi biodrying, pengeringan termal, dan pengeringan solar. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan dan mengevaluasi berbagai artikel ilmiah nasional maupun internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa biodrying memiliki efisiensi energi yang baik karena proses ini mampu mencapai rentang suhu 40–70°C secara internal melalui pemanfaatan panas dari aktivitas mikroorganisme aerob. Pengeringan termal memberikan laju pengeringan paling cepat yang dapat selesai dalam hitungan menit hingga jam, namun menuntut konsumsi energi termal eksternal serta biaya operasional yang mahal. Pengeringan solar menawarkan biaya operasional yang paling ekonomis dan bebas emisi gas buang, akan tetapi durasi kinerjanya sangat fluktuatif karena bergantung pada intensitas panas matahari dan kondisi cuaca. Oleh karena itu, pemilihan metode pengeringan perlu disesuaikan dengan karakteristik bahan baku, kebutuhan produksi, ketersediaan energi, dan kondisi operasional untuk menghasilkan RDF yang memenuhi standar kualitas sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan SNI 9313:2024.
Studi Potensi Sampah Padat Politeknik Negeri Bandung Sebagai Bahan Baku Refuse-Derived Fuel (RDF): Pengaruh Variasi Komposisi Sampah terhadap Waktu Pengeringan dan Kualitas Produk Faza Nabilah Yusuf; Zahira Hasna Adjani; Novan Fauzan Risvanza; Reza Sopian; Teguh Taufiqurohim; Dianty Rosirda Dewi Kurnia
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7182

Abstract

Politeknik Negeri Bandung (Polban) menghasilkan sampah padat berupa organik dan residu yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan Refuse-Derived Fuel (RDF). Pemanfaatan sampah menjadi RDF mendukung konsep Waste to Energi yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar batu bara. Penelitian ini bertujuan melakukan studi potensi sampah padat Polban sebagai bahan baku RDF berdasarkan variasi komposisi sampah serta pengaruhnya terhadap waktu pengeringan dan kualitas produk. Metode penelitian dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara koordinator pengelola sampah, dan eksperimen laboratorium untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik, sistem pengelolaan sampah, dan efektivitas pengolahan sampah menjadi RDF. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel, pemilahan jenis sampah, proses pengeringan, serta pengujian yang meliputi kadar air, nilai kalor, kadar abu, dan sulfur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah terbaik yaitu diperoleh pada 20% organik : 80% residu dengan penurunan kadar air paling cepat hingga diperoleh kadar air 19,19% dengan waktu pengeringan 270 menit. Kualitas produk yang dihasilkan memliki nilai kalor sebesar 5307,06 kcal/kg, kadar abu 8,94%, dan sulfur 0,11% sesuai dengan SNI 9313:2024. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sampah Polban memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku RDF. Pengaturan rasio komposisi sampah organik dan residu menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan waktu pengeringan dan kualitas RDF.
Rancang Bangun dan Uji Karakteristik Simulator untuk Keperluan Praktikum Pengamatan Kavitasi Mohammad Rangga Saputra; Gilang Pandya Rahman; Fauzi Hadian; Taufik Rizky; Mariam Busra Al-Abrar; Syaren Desca; Nurcahyo; Saripudin; Muhammad Nurfauzi Rizal; Dianty Rosirda Dewi Kurnia
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7183

Abstract

Kavitasi merupakan fenomena terbentuknya gelembung uap akibat penurunan tekanan fluida hingga mencapai tekanan uap jenuh yang dapat menyebabkan kebisingan, getaran, penurunan efisiensi, dan kerusakan komponen pada sistem perpipaan maupun pompa. Penelitian ini bertujuan merancang, membangun, dan menguji karakteristik simulator pengamatan kavitasi skala laboratorium sebagai media praktikum dengan mengintegrasikan suction cavitation, discharge cavitation, valve cavitation, dan sudden enlargement cavitation dalam satu sistem sirkulasi tertutup. Simulator menggunakan air sebagai fluida kerja dan dilengkapi pipa transparan untuk pengamatan visual. Pengujian meliputi fungsi komponen, kestabilan sistem, kemampuan menghasilkan fenomena kavitasi, serta respons getaran. Hasil menunjukkan bahwa simulator beroperasi stabil tanpa kebocoran, seluruh komponen berfungsi sesuai rancangan, dan fenomena kavitasi pada keempat konfigurasi berhasil diamati secara visual. Pengukuran getaran menunjukkan bahwa variasi kondisi operasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap amplitudo getaran, sehingga kavitasi yang terbentuk diindikasikan masih berada pada tahap incipient cavitation. Simulator yang dikembangkan layak digunakan sebagai media praktikum untuk mendukung pembelajaran mekanika fluida dan fenomena kavitasi.
Rancang Bangun Pesawat Udara Tanpa Awak Sayap Tetap Bermesin Potong Rumput: Kajian Propulsi Ferdi Sriwahyuda; Kobilah Alfariza Abdillah Sopiyan; Retno Aulya; Adrifalni; Saskiani Fatimah Putri; Syam Husaini Ardiansyah; Singgih Satrio Wibowo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7184

Abstract

Penggunaan mesin pemotong rumput sebagai sistem propulsi pada UAV fixed wing memerlukan data performa berupa thrust dan torque yang akurat. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun alat ukur kinerja mesin untuk mengukur thrust dan torque, serta menentukan propeler yang paling sesuai untuk UAV fixed wing. Alat ukur menggunakan tiga load cell, modul HX711, dan Arduino. Pengujian dilakukan pada mesin pemotong rumput Matrix BG 431 dengan variasi propeler 17×8, 18×8, dan 19×8 pada bukaan throttle 30%, 50%, dan 100%. Hasil kalibrasi menunjukkan seluruh sensor memiliki error di bawah 1%. Namun, pengujian mengalami gangguan electromagnetic interference (EMI) dari sistem pengapian mesin yang menyebabkan Arduino mengalami reset, sehingga thrust dan torque ditentukan melalui perhitungan berdasarkan data RPM yang diukur menggunakan tachometer. Hasil penelitian menunjukkan propeler 17×8 menghasilkan thrust maksimum sebesar 44,09 N dan torque sebesar 0,92 Nm, sehingga memiliki performa terbaik dan paling sesuai untuk diaplikasikan pada UAV fixed wing.
Simulasi Numerik Pengaruh Sirip Sayap Delta terhadap Perpindahan Panas dan Pressure drop pada Double Pipe Heat exchanger Permata Alya Jasmine; Windy Hermawan Mitrakusuma; Bowo Yuli Prasetyo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7185

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan kinerja perpindahan panas pada Double Pipe Heat exchanger (DPHE) yang digunakan sebagai Liquid Suction Heat exchanger (LSHX) pada sistem refrigerasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan performa perpindahan panas adalah dengan menambahkan sirip dua sisi sayap delta pada pipa bagian dalam untuk menghasilkan vortex yang dapat memperkuat pencampuran aliran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan sirip sayap delta dua sisi terhadap karakteristik perpindahan panas dan pressure drop menggunakan simulasi numerik berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi dilakukan menggunakan refrigeran R290 dengan konfigurasi counter-flow pada kondisi steady-state. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sirip sayap delta dua sisi mampu meningkatkan intensitas perpindahan panas melalui pembentukan aliran sekunder dan gangguan lapisan batas termal sehingga menghasilkan heat transfer rate sebesar 290.96 W. Namun, peningkatan perpindahan panas tersebut diikuti oleh kenaikan pressure drop pada sisi gas sebesar 10324.70 Pa akibat bertambahnya hambatan aliran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sirip sayap delta dua sisi berpotensi meningkatkan performa termal DPHE sebagai LSHX, meskipun perlu mempertimbangkan konsekuensi terhadap kebutuhan daya pompa akibat meningkatnya pressure drop.
Studi Eksperimental Sistem Bahan Bakar Vaporizer Kerosene pada Mini Gas Turbine Engine Berbasis Turbocharger Muhammad Ar Rohim; Radi Suradi Kartanegara
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7186

Abstract

Mini Gas Turbine Engine (MGTE) hasil modifikasi turbocharger kerap mengalami kendala pada fase starting akibat karakteristik kerosene yang memiliki flash point tinggi (>38°C) dan viskositas yang relatif besar, sehingga atomisasi mekanik konvensional menghasilkan droplet berukuran besar dan sulit menguap secara instan pada ruang bakar yang berdimensi terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang, membuat, dan menguji sistem pemanas bahan bakar (fuel pre-heater) eksternal berbasis vaporizer untuk mengubah fasa kerosene dari cair menjadi uap sebelum diinjeksikan ke ruang bakar Mini Gas Turbine Engine berbasis turbocharger Garrett GT2259LS. Elemen pemanas menggunakan nichrome ribbon berdaya 72 W (resistansi 2 Ω) yang dikendalikan melalui PID controller, MOSFET modul, dan SMPS, dengan thermocouple tipe K sebagai sensor umpan balik. Hasil pengujian menunjukkan temperatur tube meningkat dari 30°C hingga 185°C dalam waktu 30 detik, dan mampu memanaskan kerosene hingga 80°C, sesuai target rentang 80–100°C. Perhitungan teoritis menghasilkan temperatur 78,98°C. Analisis diagram fasa menunjukkan bahwa pada kondisi pengujian kerosene tetap berada pada fase liquid, namun sistem berhasil menginduksi Flash Vaporization Parsial yang meningkatkan kualitas atomisasi bahan bakar sehingga proses starting menjadi lebih mudah dan stabil.
Manufaktur Engine Cowling Pesawat Cessna 172N Skyhawk Berbahan Komposit Glassfiber dengan Metode Vacuum Bagging Ega Pratama; Favian Kahlil Nurdany; Syarif Hidayat
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7187

Abstract

Engine cowling pada pesawat latih Cessna 172N Skyhawk milik Politeknik Negeri Bandung mengalami kerusakan fisik berupa retak dan penurunan kualitas material sehingga tidak layak digunakan pada kegiatan praktikum mahasiswa. Penelitian ini bertujuan merancang dan memanufaktur ulang komponen upper engine cowling menggunakan material komposit glassfiber melalui dua tahap kerja yang saling berkaitan, yaitu perancangan digital dan manufaktur fisik. Tahap perancangan dilakukan dengan metode rekayasa balik menggunakan perangkat lunak SolidWorks untuk membentuk model tiga dimensi, dilanjutkan simulasi elemen hingga berupa uji statis dan uji kelelahan material terhadap beban bongkar pasang. Tahap manufaktur dilakukan dengan membuat cetakan dari komponen asli, kemudian mencetak replika menggunakan serat E-Glass dan resin epoxy melalui metode laminasi vacuum bagging, serta pengujian tarik spesimen mengacu pada standar ASTM D3039. Hasil simulasi statis menunjukkan tegangan Von Mises maksimum sebesar 56,06 MPa dengan faktor keamanan 4,15, sedangkan simulasi kelelahan pada 10.000 siklus menghasilkan kerusakan kumulatif sebesar 6,48% dengan umur pakai minimum 137.600 siklus. Hasil manufaktur menunjukkan replika memiliki kekuatan tarik maksimum rata-rata 217,01 MPa dan berat 7 kg.
Meja Kalibrasi untuk Alat Uji Propeler Muhammad Fadillah; Zaim Sidqi Islami
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah meja kalibrasi alat uji propeler yang dapat digunakan sebagai kalibrasi propeler. Meja kalibrasi ini dirancang untuk kegiatan pengujian secara aman, stabil, dan efisien. Metode yang digunakan dalam pengerjaan Penelitian ini meliputi tahap perancangan, pemilihan material, proses pembuatan, serta pengujian fungsi meja kalibrasi. Meja kalibrasi dibuat dengan menggunakan baja. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap mulai dari desain CAD hingga perakitan komponen Hasil dari Penelitian ini berupa sebuah meja kalibrasi propeler yang dapat digunakan untuk 2 sikap pengujian yang berbeda, sehingga meningkatkan fleksibilitas dalam proses kalibrasi alat uji propeler. Meja kalibrasi yang dihasilkan berfungsi sesuai dengan tujuan perancangan. Kebaruan yang diperoleh dari Penelitian ini adalah terciptanya meja kalibrasi propeler dengan desain sederhana namun fungsional