cover
Contact Name
Sofyan Hasanudin Nur
Contact Email
edubiologica_spsbio@uniku.ac.id
Phone
+6285771467557
Journal Mail Official
edubiologica_spsbio@uniku.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan - Jl. Cut Nyak Dhien No. 36 A Cijoho Kuningan Jawa Barat 45512 Telepon/Fax. (1232) 878702
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 23552352     DOI : https://doi.org/10.25134/edubiologica
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes: Teaching and Learning in Biology Education Curriculum Depelopment on Biology Education Evaluation of Biology Learning Biology Learning Media
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 82 Documents
Penerapan Model Bleended Learning Berbasis Web Blog Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Batuthoh, Fatih Ibnu; Wahidin, Wahidin; Lesmanawati, Ina Rosdiana
Edubiologica Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.32 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v8i1.2981

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas belajar siswa, peningkatan keterampilan berpikir kritis siwa, respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Bleended Learning. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif komparatif dengan dua kelas yakni XI MIA 1 kelas eksperimen dan XI MIA 3 kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, soal test, serta lembar angket. Hasil penelitian menunjukkan (1) aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari 3 pertemuan dengan presentase 74%, 77%, kriteria baik dan 83% sangat baik. ditinjau dari tiga pertemuan dilakukan secara umum dalam penerapan model (Bleended Learning) yang diterapkan dalam pembelajaran mayoritas disetiap indikator tiap pertemuan mengalami peningkatan. (2) Terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa antara eksperimen dan kontrol dengan nilai rata-rata N-gain 0,43 dan 0,21 terutama pada indikator KBK 3 dan 4 sig. <0,05. (3) Presentase rata-rata angket respon siswa secara keseluruhan sebesar 84% dengan kriteria sangat baik. Disimpulkan bahwa (1) penerapan model (Bleended Learning) meningkatkan aktivitas belajar siswa selama pembelajaran. (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas menggunakan model Bleended Learning dengan kelas yang tidak menggunakan Bleended Learning. (3) respon siswa membuktikan peserta didik tertarik dalam proses pembelajaran dinilai lebih mudah dalam memahami, berpendapat, dan menyimpulkan materi dengan pembelajaran Bleended Learning.
Penerapan Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Berbasis Scienstific Approach Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Kreativitas Dalam Memecahkan Masalah Sugono Sugono; Sofyan Hasanudin Nur; Asep Ginanjar Arip
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.746 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v6i2.2370

Abstract

The background of this study is that the learning process still uses conventional learning (lecture method) so that there are problems with the ability of creative thinking and student creativity in solving problems. The purpose of this study is to find out the implementation of Scientific Problem Solving (CPS) based Learning to improve the ability to think creatively and Creativity in solving problems.This research method used an experiment with prepostes control group design which was carried out in Kapetak State Middle School SMP2 with 39 students in the experimental class and 38 students in the control class.The results of this study concluded that (1) The implementation of learning using the CPS-based scientific model seemed that the teacher was able to carry out good learning. This is indicated by the implementation of all the CPS-based scientific model syntax indicators by teachers with an average total implementation of the learning process of 87.78% with a very good category. (2) Implementation of the application of scientific-based CPS learning model in teaching and learning activities can improve students' creative thinking skills. This is reflected in the average value of creative thinking achieved by the control class is 65.33, and the average value of creative thinking in the experimental class is 78.89 in the good category. Hypothesis test results are sig. 0.000 0.05, then the initial hypothesis (H0) is rejected. This means that there are differences in the average creative thinking of students between the experimental class and the control class. (3) There are differences and enhancements in students' creativity in solving problems between those who use the Scientific Creative CPS learning model and those who use learning material lectures on the Excretion System in human students where the experimental class has increased from a pretest value of 55.13 to 75.43, with a value normalized gain 0.43 which is Medium. Whereas in the mean control class from pretest 52.85 it rose to 60.96 in the posttest average, with the normalized gain value of 0.16 which included the low criteria (4) Student responses Regarding creative thinking skills and creativity solving problems after the science learning activities with the CPS learning model Scientific based through questionnaires obtained an average value of 55.18 and categorized as good. This means that the learning model has an influence on the skills of creative thinking and creativity in solving problemsKeywords: Creative thinking; Creativity solving problems; Creative Problem Solving (CPS)
Analisis Kemampuan Mahasiswa Calon Guru Biologi Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Dan Keterampilan Dasar Mengajar (KDM) Melalui Simulasi Pembelajaran Triana Ahriza; Sulistyono Sulistyono; Asep Ginanjar Arip
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.375 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v7i1.2396

Abstract

This research is entitled "Analysis of the Capability of Prospective Teachers of Biology in Developing Learning Implementation Plans (LIP) and Teaching Basic Skills (TBS) Through Learning Simulation on the Concept of the Human Circulatory System". This study aims to analyze the completeness of the components in the LIP, the suitability of the contents of LIP, TBS, and learning outcomes or learning outcomes in the subject of Teaching and Learning Strategies (TLS) and Animal Physiology. The research method used is descriptive research method using a qualitative descriptive research design. The population or social situation in this study are prospective students of Biology teacher at Galuh Ciamis University in semester IV of Academic Year 2017/2018 who follow the subject of Teaching and Learning Strategies and Animal Physiology. The results of the study show that (1) the completeness of the components in the LIP compiled by biology prospective students is dominant in the criteria of "Good" or declared "Competent" that is equal to 65.72% and the criteria of "Good" or "Excellent" is 34.28%, (2) the suitability of the LIP content compiled by biology prospective students is dominant in the criteria of "Enough" or "Must Be Improved" that is equal to 62.86% and the criteria of "Good" or "Competent" are 37.14%, (3) TBS owned by biology prospective student students is stated dominant in the criteria of "Enough" or "Beginner" that is equal to 62.86% and criteria "Good" or "Competent" of 37.14%, (4) Learning Outcomes or learning outcomes TLS subjects dominant on the criteria "Good" that is equal to 77.14%, on the criteria "Enough" of 20%, and on the "Very Good" criteria of 2.86%. Whereas for the academic value of Animal Physiology, it is dominant in the criteria of "Good" that is equal to 85.71%, the criteria for "Enough" is 8.57%, and the criteria for "Very Good" is 5.72%Keywords: Learning Implementation Plan; Basic Teaching Skills; Teaching and Learning Strategies
Pembelajaran Blended Learning Berbasis PBL Untuk Meningkatkan Penalaran Dan Kualitas Argumentasi Siswa Tiwi Puji Astuti; Sulistyono Sulistyono; Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.07 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v6i1.2364

Abstract

Paradigma pendidikan sains sudah mengalami perkembangan dalam proses pembelajaran salah satunya kemampuan penalaran dan keterampilan berargumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran dan kualitas argumentasi siswa pada konsep sistem pencernaan. Metode penelitian yang digunakan quasi eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian secara umum siswa pada kelas eksperimen memiliki kemampuan penalaran dan kualitas argumentasi memiliki korelasi positif yaitu 0,614. Sebagian besar kualitas argumentasi siswa memiliki rata- rata skor 1,37 yang berarti kualitas argumentasi siswa berada pada level 1 sampai dengan 2, hal ini disebabkan karena siswa hanya dapat memecahkan masalah dasar dan belum dapat mengemukakan argumentasi yang baik secara tertulis. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran Blended Learning berbasis PBL dapat melatih kemampuan penalaran siswa pada indikator seeing analogy, qualification, structure analysis, dan classification namun belum dapat mengemukakan argumentasi yang baik secara tertulisKeywords: Blended Learning; PBL; Penalaran; Argumentasi
Penerapan Model Jigsaw Terhadap Keterampilan Menjelaskan Konsep Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Sri Tuti Widiarsari; Adun Rusyana; Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.362 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v7i1.2391

Abstract

Penelitian bertujuan untuk untuk menggambarkan keterlaksanaan pembelajaran dengan penerapan model jigsaw pada materi ekosistem di kelas VII SMP Negeri 1 Banjaran, untuk memperoleh data pengaruh penerapan model jigsaw terhadap keterampilan menjelaskan dan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi ekosistem di kelas VII salah satu SMP Negeri di Banjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII disalah satu SMP Negeri di Banjaran Kabupaten Majalengka yang berjumlah 136 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sehingga sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII F yang berjumlah 22 siswa sebagai kelas eksperimen menerapkan model jigsaw. Instrumen penelitian yang digunakan adalah task dan rubric, tes essay dan lembar observasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah uji normalitas, uji t perlakuan dan uji N-Gain. Berdasarkan hasil analisis data uji t satu perlakuan diperoleh nilai statistik uji hipotesis memperoleh nilai t = 63,997 dengan Sig. 0,000 0,05 artinya terdapat pengaruh penerapan model problem based learning terhadap keterampilan menjelaskan pada materi ekosistem di kelas VII SMP Negeri 1 Banjaran. Berdasarkan hasil analisis data uji t satu perlakuan pada keterampilan menjelaskan dengan perolehan rata-rata nilai 81,00 diperoleh nilai statistik uji hipotesis yang menunjukan bahwa penerapan model jigsaw dapat meningkatkan keterampilan menjelaskan konsep pada materi ekosistem di kelas VII salah satu SMP Negeri di Banjaran. Hasil analisis uji hipotesis keterampilan pemecahan masalah dengan nilai rata-rata post test 79,91 menunjukkan bahwa penerapan model jigsaw dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi ekosistem di kelas VII salah satu SMP Negeri di Banjaran. Rerata  N-Gain kemampuan pemecahan masalah siswa dengan penerapan model jigsaw 0,43 termasuk kriteria sedang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penerapan model jigsaw dapat meningkatkan keterampilan menjelaskan dan kemampuan pemecahan masalah pada materi ekosistem di kelas VII salah satu SMP Negeri di  BanjaranKeywords: Model jigsaw; Keterampilan menjelaskan konsep; Kemampuan pemecahan masalah
Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E Untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Kreativitas Siswa dalam Memecahkan Masalah Juju Juheti; Sofyan Hasanudin Nur; Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.859 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v6i1.2359

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya literasi sains dan kreativitas siswa  dalam memecahkan  masalah  yang merupakan  hasil proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menekankan pada kemampuan  siswa  untuk mencari  pengetahuan  atau pengalaman  belajar  adalah Siklus Belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment)  dengan  desain  pretest  and posttest  control  group design.  Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Darma Kabupaten Kuningan dan sampel diambil dengan menggunakan dua kelas dengan teknik simple random sampling.  Kelompok  eksperimen  diberi  perlakuan  model  pembelajaran  siklus belajar,   sedangkan   kelompok  kontrol  menggunakan   pembelajarannya   secara konvensional. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, tes literasi sains, lembar  kerja  kreativitas  siswa,  dan  angket  respon  siswa.  Berdasarkan  hasil penelitian dan analisis data, diperoleh rata-rata N-gain literasi sains sebesar 0,276 untuk kelas kontrol termasuk kategori rendah dan 0,439 untuk kelas eksperimen termasuk kategori sedang.   Sedangkan rata-rata N-gain  kreativitas  siswa dalam memecahkan masalah sebesar 0,547 untuk kelas kontrol termasuk kategori sedang dan  0,695  untuk  kelas  eksperimen  termasuk  kategori  sedang.  Hasil  pengujian hipotesis literasi sains dengan menggunakan uji Paired Samples t Test, diperoleh thitung   =  13,397   kelas   eksperimen      thitung   =  8,966   kelas   kontrol,   hal  ini menunjukkan  bahwa  literasi  sains  siswa  dengan  menggunakan  model  siklus belajar  lebih  baik  daripada  penggunaan  model  konvensional.  Sedangkan  hasil perhitungan kreativitas siswa diperoleh thitung = 41,869 kelas eksperimen thitung = 23,370   kelas  kontrol,   hal  ini  menunjukkan   bahwa   kreativitas   siswa  dalam memecahkan  masalah  menggunakan  model  siklus  belajar  lebih  baik  daripada penggunaan model secara konvensionalKeywords: Siklus Belajar; Literasi Sains; Kreativitas Siswa 
Analisis Hakikat Sains Siswa Melalui Praktikum Uji Potensi Bakteri Penghasil Hormon Iaa Berbantu Lks Berbasis Diagram Vee Emay Rahmayani; Anna Fitri Hindriana; Asep Ginanjar Arip
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.743 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v7i2.2996

Abstract

Penemuan Bakteri penghasil hormon IAA (Indole-3-Acetic Acid) merupakan bukti bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga pengintegrasian aspek–aspek hakikat sains dalam pembelajaran perlu dilakukan supaya sistem pembelajaran tidak kaku dan hanya mengacu pada informasi dari buku teks. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hakikat sains siswa melalui praktikum uji potensi bakteri penghasil Hormon IAA berbantu LKS berbasis diagram vee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif. Desain penelitian yang digunakan adalah the posttest only control group design. Penelitian ini dilakukan di MA Darul ‘Ulum kelas XII tahun ajaran 2019/2020, dengan sampel sebanyak satu kelas yang diambil dengan tehnik purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat tiga aspek hakikat sains yang difahami siswa secara baik yaitu pada aspek kreativitas dan imajinasi dalam sains (64,17%), pengetahhuan ilmiah terikat dengan aspek sosial budaya (61.15%) dan perbedaan antara teori ilmiah dan hukum ilmiah (56,77%). Sementara untuk empat aspek hakikat sains yang lain dapat difahami siswa dengan kategori cukup seperti aspek pengetahuan ilmiah bersifat tentatif (46,15%), pengetahuan ilmiah bersifat empiris (47,73%), teori-laden / subjektivitas dan objektivitas (44,64%) dan metode ilmiah beragam (42,36%). (2) Adapun perolehan persentase nilai rata-rata tertinggi berada pada aspek kreativitas dan imajinasi dalam sains sebesar (64,17%) dan perolehan persentase terendah yaitu pada aspek metode ilmiah beragam sebesar (42,36%)
Pengaruh Kadar Konsentrasi Saccharomyces cereviciae Terhadap Sifat Organoleptik Dan Sifat Kimia (Alkohol Dan Gula) Pada Brem Cair Ipomea batatas L Udin, Johan; Nurlaelah, Ilah; Priyanto, Agus
Edubiologica Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.411 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v8i1.2982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar konsentrasi Saccharomyces cerevisiae terhadap sifat organoleptik dan sifat kimia (alkohol dan gula) brem cair ubi ungu (Ipomea batatas L). Dalam penelitian ini terdapat 5 perlakuan eksperimen dan 1 kontrol, perlakuan A (0,1%), B (0,25%), C (0,50%), D (0,75%) dan E (1%). Data kadar alkohol dan gula Brem cair ubi ungu dianalisis dengan menggunakan uji analisis sidik ragam RAL yaitu F hitung lebih besar dari pada F tabel yaitu 7,30 > 2,77; dan 13,84 > 2,77 sedangkan data nilai organoleptik brem cair ubi ungu dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh perbedaan konsentrasi Saccharomyces cerevisiae terhadap kadar alkohol, kadargula dan nilai organoleptik brem cair ubi ungu. Kadar alkohol terbaik yaitu pada perlakuan A(0,1%), kadar gula yang terbaik pada perlakuan A(0,1%), dan tingkat kesukaan panelis menyukai kontrol untuk aroma, tingkat kesukaan panelis menyukai perlakuan A(0,1%) untuk rasa dengan nilai rerata 3,42. 
Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Literasi Sains Dan Teknologi Sulis Winasti; Usep Soetisna; Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.873 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v6i2.2373

Abstract

The literacy skills of science and technology in Indonesia is still low, and results from study science in Indonesia is still categorized as low. One of the efforts is the use of effective learning media that can ultimately improve the quality of learning outcomes. This study aims to determine the increase of science and technology literacy through interactive multimedia-based learning on the material of pollution impact for life. This study is Quasi Experiment with one group pretest-posttest design. The population in this study are all students of class VII of MTsN 7 Majalengka. The research sample is class VII E as many as 40 people. Analysis of the data used is normality test, homogeneity Wilcoxon test data from pretest and posttest. From this research found: 1) Characteristic of interactive multimedia based learning is video displays, video content, animations, contains questions, and narration to clarify video displays. 2) Characteristics of interactive multimedia is to have more than one media convergent (in the form of images, animation and video), interactive which is able to accommodate a user response, and be independent ie interactive multimedia provide convenience and completeness of the content so that it can use it without the guidance of others. 3) interactive multimedia-based learning can improve students' science literacy and technology in the material impact of pollution for life, by giving the conclusion increase is being considered. 4) Based on the results of questionnaires given to students after learning science by using interactive multimedia, student responses to the use of interactive multimedia, including in the medium category, meaning that most of the students in the experimental class had a good response to the interactive multimedia-based learning in science subjectsKeywords: Interactive Multimedia; Based Learning;  Literacy of Science; Technology
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Dan Kreativitas Siswa Melalui Model Inkuiri Terbimbing Wiwin Trisnawati; Sulistyono Sulistyono; Anna Fitri Hindriana
Edubiologica Jurnal Penelitian Ilmu dan Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.16 KB) | DOI: 10.25134/edubiologica.v7i1.2397

Abstract

One of alternative way to improve science process skills and student creativity is by using guided inquiry learning model. Improvement science process skills research and student creativity in the excretion system material concept was carried out in  SMP Negeri 1 Cigandamekar. This research was carried out by quasi-experimental method. The research was conducted on the eighth grade students of junior high school. The research  used two classes, there are class VIIIA as control and VIIIB as experimental classes. In control class  the learning process is carried out by conventional methods namely lectures and information discussions. While in the learning experimental class using guided inquiry models with discussion learning methods.The result shows that studied with guided inquiry models is increasing value of 96 % from learning I to learning II. The students who studied using guided inquiry learning models have higher values of science process skills than the control classes that using conventional learning models. This is proved by the average value of N-Gain in the assessment of science process skills in the experimental class which is 0.35 while in the control class the value of N-Gain is 0.23. The average value of science process skills in the control class was 53,48 and in the experimental class the value was 64,33. There is increasing value of students' science process skills after learning with a guided inquiry model of 10.22% The average value of creativity in the control class was 62.96 and in the experimental class the value was 83.28. And there is increasing in the value of students' creativity with indicators of fluency, flexibility, elaboration and originality with a cumulative value of 24.39%. Student responses toward learning with guided inquiry models value was 32,06 and students was agreeKeywords: Science Process Skill; Creativity; Excretion; Guided Inquiry