cover
Contact Name
Imam Faisal Hamzah
Contact Email
jurnalpsychoidea@ump.ac.id
Phone
+6281326678470
Journal Mail Official
jurnalpsychoidea@ump.ac.id
Editorial Address
Fakultas Psikologi - Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH Ahmad Dahlan, PO Box 202 Purwokerto 53182
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Psycho Idea
ISSN : 16931076     EISSN : 26543516     DOI : 10.30595/PSYCHOIDEA
Psycho Idea merupakan Jurnal ilmiah yang diperuntukkan bagi akademisi, praktisi, profesional, mahasiswa, maupun kalangan masyarakat lainnya di bidang : - Psikologi Klinis - Psikologi Pendidikan - Psikologi Perkembangan - Psikologi Sosial - Psikologi Industri dan Organisasi dalam konteks kearifan lokal yang bisa diimplementasikan untuk pemberdayaan individu dan masyarakat.
Articles 232 Documents
GOWOKAN, PERSIAPAN PERNIKAHAN LAKI-LAKI BANYUMAS (Perspektif Etic dan Emic pada Kesejajaran dengan Praktek Prostitusi) Dyah Siti Septiningsih
Psycho Idea Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.953 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v8i2.230

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan sebuah tradisi gowokan, yaitu interaksi terutama dalam hal hubungan seksual antara seorang “pelatih” yang disebut gowok dengan remaja laki-laki yang akan menikah. Untuk mendiskusikan gowokan ini, penulis menggunakan perspeksif etic yaitu sebuah kajian yang berbasis subjektivitas penulis, dan perspeksif emic yaitu sebuah kajian yang berbasis subjektivitas pelaku tradisi. Kajian etic dibahas berdasarkan teori-teori tentang prostitusi dan pertentangan antara penganjur dan penentang seks bebas. Kajian emic dibahas berdasarkan novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Thohari. Hasil diskusi penulis: pada perspektif etic, gowokan dapat disejajarkan dengan praktek prostitusi sebab telah memenuhi unsur-unsurnya, yaitu ada transaksi harga berupa kesepakatan antara orangtua calon pengantin dengan gowok, ada penjual jasa yaitu gowok, ada pengguna jasa yaitu laki-laki yang akan memasuki pernikahan, ada hubungan seks berupa “pelatihan” sampai mahir, dan adanya spirit yang mendukung pada penentang seks bebas. Pada perspektif emic, gowokan ditempatkan pada posisi karena bersifat solutif bagi calon pengantin laki-laki yang harus memerankan tugas suami dengan sempurna. Hal itu berkaitan dengan budaya masyarakat yang permisif serta adanya spirit yang mendukung pada penganjur seks bebas. Kata Kunci : Gowokan, Perspeksif emic, Kajian etic
PENGARUH KOMUNIKASI DOKTER PASIEN TERHADAP KECEMASAN PASCA MELAHIRKAN DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Inke Pratiwi; Suwarti Suwarti
Psycho Idea Vol 11, No 1 (2013): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.502 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v11i1.253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi dokter-pasien terhadap kecemasan pasca melahirkan dengan tindakan sectio caesarea di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Pengambilan subjek penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling yang berjumlah 88 ibu pasca melahirkan dengan tindakan sectio caesarea. Pengambilan data penelitian menggunakan Skala Komunikasi Dokter Pasien dan Skala Kecemasan Pasca Melahirkan Dengan Tindakan Sectio Caesarea. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi linier. Hasil analisis menunjukkan Fhitung 112,904, (Fhitung > Ftabel) yaitu 112,904>3,95. Hal ini berarti ada pengaruh komunikasi dokter-pasien terhadap kecemasan pasca melahirkan dengan tindakan sectio caesarea. Variabel komunikasi terbukti memberikan sumbangan sebesar 56,8% terhadap kecemasan, sedangkan 43,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci : komunikasi dokter-pasien, kecemasan dan pasca sectio caesarea
Terapi Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Kemampuan Penetapan Tujuan pada Narapidana yang Menjelang Bebas di Lembaga Pemasyarakatan Ni Made Putri Ariyanti; Hamidah Hamidah; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Psycho Idea Vol 18, No 1 (2020): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.95 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v18i1.5919

Abstract

Narapidana yang menjelang bebas cenderung mengalami masalah psikologis. Masalah ini disebabkan kekhawatiran dalam menghadapi masa depan yang tidak jelas dan sulitnya mendapatkan pekerjaan setelah bebas. Memiliki tujuan seperti mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, ingin membahagiakan keluarga, ingin meraih cita-cita setelah bebas dapat meningkatkan optimisme dan perasaan positif menjelang bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas terapi singkat berfokus solusi untuk meningkatkan penetapan tujuan narapidana menjelang bebas di Lapas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian ekspresimen one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah narapidana menjelang bebas sebanyak 13 orang. Instrumen yang digunakan adalah skala personal goal setting dari Brunstein (1993) yang berfungsi untuk mengukur penetapan tujuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor pretest dan posttest dengan sig. 0,022 (< 0,05) yang berarti bahwa terapi singkat berfokus solusi dapat meningkatkan kemampuan penetapan tujuan narapidana menjelang bebas di Lapas. 
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI TERHADAP INISIASI MENYUSU DINI DI PUSKESMAS JATILAWANG BANYUMAS Yenni Bahar; Sitti Rokhayah
Psycho Idea Vol 13, No 1 (2015): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.336 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v13i1.1558

Abstract

Keberhasilan seorang ibu untuk menyusui juga memerlukan dukungan dari semua pihak, baik suami, keluarga, masyarakat, lingkungan kerja, dan sistem pelayanan kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh tingkat pengetahuan dan sikap suami terhadapinisiasi menyusu dini.Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data melalui kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis yang digunakan yaitu Spearman Rank dengan α=0,05. Dan desain penelitian menggunakan Observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan sampel suami dari ibu hamil tiga bulan yang melakukan kunjungan antenatal care selama Agustus-Oktober 2014 di Puskesmas Jatilawang Banyumas sebanyak 40 responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan suami tentang IMD di Puskesmas Jatilawang Banyumas sebagian besar adalah cukup (57,9%) dan suami memiliki sikap positif (57,8%). Hasil analisis bivariat diperoleh nilai r sebesar 0,470 dan p sebesar 0,003. Sebagai kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang positif dengan korelasi sedang antara tingkat pengetahuan dan sikap suami terhadap inisiasi menyusu dini di Puskesmas Jatilawang Banyumas. Kata kunci: pengetahuan, sikap, inisiasi menyusu dini (IMD), puskesmas jatilawang
Perbedaan Kecenderungan Adiksi Gadget Siswa Sekolah Dasar Ditinjau dari Jenis Kelamin Ni Putu Rizky Arnani; Fatiya Halum Husna
Psycho Idea Vol 19, No 1 (2021): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.386 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v19i1.7489

Abstract

This study examines whether there are differences in the tendency of gadget addiction in terms of gender in elementary school students. The research subjects were 60 elementary school students grade 4,5 and 6 who were selected using purposive sampling. . The data analysis technique used is independent sample t-test. Statistical analysis result with independent samples t-test showed that there was significant difference in the tendency of gadget addiction in terms of the sex of male and female students (t = 3,229, p = 0.002, p <0.05). This shows that the research hypothesis is accepted which means that there are differences in the tendency of gadget addiction in terms of gender. Men have an average tendency of gadget addiction tendencies that is higher at 51.53 compared to female students at 47.62.
Dinamika Kenakalan Remaja pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen Erie Khutbawanti; Yoan Tricylia Dewi; Eko Taris Wicaksono
Psycho Idea Vol 15, No 1 (2017): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.166 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v15i1.2239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika kenakalan remaja dan apa saja faktor yang mempengaruhi munculnya kenakalan remaja pada siswa SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Informan dari penelitian ini dipilih secara purposive sampling.Jumlah dari informan adalah 4 orang yaitu 3 orang santri putra dan 1 orang pengurus pondok sebagai informan pendukung. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dinamika kenakalan remaja pada siswa SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen muncul dalam empat aspek, yaitu: (a) orientasi, (b) emosi, (c) interaksi sosial, dan (d) aktivitas. Temuan yang menarik dari penelitian ini adalah dua faktor utama yang menyebabkan munculnya perilaku kenakalan remaja pada siswa SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen yaitu waktu dan pengawasan.Kata Kunci :Faktor penyebab, Kenakalan remaja, Siswa sekolah berbasis Islam
ANALISIS KRITIS TENTANG PERLINDUNGAN PSIKOSOSIAL PEMBANTU RUMAH TANGGA Retno Dwiyanti; Nur&#039;aeni Nur&#039;aeni
Psycho Idea Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.993 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v7i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk perlakuan yang diterima pembantu rumah tangga dan untuk mengetahui apakah pembantu rumah tangga mendapatkan perlindungan psikologis maupun sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu suatu pendekatan penelitian dengan menyajikan data-data yang bersifat deskriptif kualitatif. Informan berjumlah lima orang pembantu rumah tangga yang berusia antara 18 sampai 52 tahun. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bentuk-bentuk perlakuan yang dialami informan sebagai pembantu rumah tangga diantaranya: menyerahkan semua pekerjaan rumah dan pengasuhan anak, sering dimarahi apabila pekerjaan tidak beres, tidak empati pada pembantu rumah tangga, upah yang tidak sesuai, dan tidak adanya jam istirahat. Permasalahan-permasalahan psikologis dan sosial dari informan adalah : (a) adanya relasi kekuasaan yang tidak seimbang yaitu memposisikan pembantu rumah tangga sebagai subordinat dihadapan majikan; (b) tidak dihargainya profesi pembantu rumah tangga dan minimnya upah yang mereka terima; (c) Penempatan pembantu rumah tangga yang cenderung mengarah pada suatu kondisi perbudakan yaitu diharuskan mengabdi secara mutlak dengan segenap totalitas mereka; (d) Kontribusi ekonomi yang diberikan oleh pembantu rumah tangga sangat besar dan nyata, tapi tidak ada penghargaan. Kata Kunci : Perlindungan Psikososial, Pembantu Rumah Tangga
APLIKASI KONSELING KELUARGA ISLAM UNTUK MENGATASI MASALAH PSIKOSOSIAL AKIBAT KEMISKINAN Tri Na&#039;imah
Psycho Idea Vol 9, No 2 (2011): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.912 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v9i2.244

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan islam dalam konseling keluarga untuk mengatasi masalah psikososial akibat kemiskinan. Hal ini dilatar belakangi suatu fenomena bahwa kemiskinan membawa berbagai macam dampak bagi keluarga. Dampak itu tidak hanya berkaitan dengan masalah kurangnya pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga tetapi juga munculnya berbagai macam masalah psikologis dan masalah sosial pada keluarga miskin itu. Masalah psikologis yaitu : orientasi hidup tidak ke masa depan, lemahnya fungsi edukasi keluarga, dan munculnya kekerasan psikologis kepada anak. Adapun masalah sosial yang muncul adalah pemenuhan kebutuhan ekonomi dengan berbagai macam cara termasuk perbuatan kriminal, prostitusi anak, dan semakin bertambahnya anak jalanan. Untuk itu upaya penanganan masalah tersebut dapat berbasis pada keluarga, karena keluarga miskin memiliki potensi untuk mengembalikan fungsi edukasinya. Pendekatan islam dapat diterapkan dalam konseling keluarga miskin, yaitu pendekatan dalam konseling keluarga yang berusaha menggunakan sumber Al Qur’an dan Hadist sebagai pondasi dalam pelaksanaan konseling. Konseling keluarga dengan pendekatan islam memiliki keunggulan karena berusaha menyeimbangkan hubungan manusia secara horizontal dan vertikal. Secara horizontal, konseling keluarga islami merekomendasikan pentingnya teknik kelompok atau pendekatan jamaah dalam menyelesaikan masalah. Secara vertikal konseling keluarga islami merekomendasikan teknik terapi sholat, puasa, berdoa dan berdzikir sebagai upaya mengatasi masalah. Kata kunci : Konseling Keluarga Islam, masalah psikososial, kemiskinan
The Role of Depression, Anxiety And Stress Against Hypertension In The Elderly Noviana Dewi; Faqih Purnomosidi
Psycho Idea Vol 17, No 2 (2019): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.656 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v17i2.4429

Abstract

The purpose of this research is to determine the correlation of depression, anxiety and stress to blood pressure in the elderly. Hypertension has been treated with drug therapy and control of food intake so far, but there are not many treatments related to psychological factors that can cause hypertension. Psychological factors have a role in influencing the emergence of physical illness. This research uses a quantitative correlation method design with data collection using DASS Test to measure the level of depression, anxiety, and stress with validity of 0.266-0.769 and reliability of 0.939 while blood pressure measurements were measured using sphygmomanometer. The research results showed that there was a very strong correlation between depression, anxiety and stress on blood pressure in the elderly with a correlation of 0.875 which means that the higher the level of depression, anxiety, and stress in the elderly, the higher the tendency of hypertension.
STUDI TENTANG DISIPLIN BELAJAR PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN Dhini Ahadya Cahyaningsih; Nur&#039;aeni Nur&#039;aeni
Psycho Idea Vol 12, No 2 (2014): PSYCHO IDEA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.309 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v12i2.1541

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tingkat disiplin belajar pada santri di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan subjek santri yang berada di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes yang berjumlah 160 subjek.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian adalah skala disiplin belajar yang terdiri dari 44 aitem. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas, koefisien validitas skala disiplin belajar bergerak dari 0,346 sampai 0,506.Hasil uji reliabilitas skala disiplin belajar diperoleh 0,895.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis prosentase dengan tujuan untuk memberikan deskripsi mengenai subyek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari subyek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan dari 160 santri yang diteliti memiliki tingkat disiplin belajar yang sedang sebanyak 68 santri (42,50%), yang memiliki tingkat disiplin belajar sangat rendah sebanyak 4 santri (2,50%), yang memiliki tingkat disiplin belajar rendah sebanyak 42 santri (26,25%), yang memiliki tingkat disiplin belajar tinggi sebanyak 38 santri (23,75%), yang memiliki tingkat disiplin sangat tinggi sebanyak 8 santri (5,00%). Meliputi aspek tertib dengan kategori sangat tinggi sebanyak 6 santri (3,75%), tinggi sebanyak 36 santri (22,50%), sedang sebanyak 71 santri (44,38%), rendah sebanyak 44 (27,50%), sangat rendah sebanyak 3 (1,88%). Aspek teratur dengan kategori sangat tinggi sebanyak 2 santri (1,25%), tinggi sebanyak 41 santri (25,63%), sedang sebanyak 75 santri (46,88%), rendah sebanyak 35 santri (21,88%), sangat rendah sebanyak 7 santri (4,38%). Aspek tanggungjawab dengan kategori sangat tinggi sebanyak 7 santri (4,38%), tinggi sebanyak 34 santri (21,25%), sedang sebanyak 72 santri (45,00%), rendah sebanyak 41 santri (25,63%), sangat rendah sebanyak 6 santri (3,75%). Kata kunci : Disiplin Belajar, Santri