cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Taman alamanda III Blok T No.3 Karang Pule Mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Innovation Research and Knowledge
Published by bajang Institute
ISSN : 27983471     EISSN : 27983641     DOI : 10.53625
Journal of Innovation Research and Knowledge, published by Bajang Institute. Published in two formats, print and online, print version of ISSN: 2798-3471 and the online version of ISSN: 798-3641, both of which are published every month. The scope of the journal studies broadly includes: Culture (a unique study of performing arts and classical culture, traditional from various regions in Indonesia, and modern cultural arts such as dance, fine arts, and music art also includes the study of Indonesian literature on classical and contemporary literary issues) Religion (Study of comparative religion, study of pluralism and religious diversity in Indonesia) Sociopolitical Science/State Administration Media (Cultural studies and media, New Media and Contemporary Societies) Gender (Urban Culture, Gender bias, and gender inequality) Public policy (extractive public policies, distributive public policies, and regulative public policies) Development (economic and social development, urban and regional development) Environment (customs, social and environmental, land and natural resource utilization) Disaster (local wisdom and social culture, disaster management, community empowerment, survival and humanity, disaster and social emergency response organizations) Tourism (ecotourism, tourism management, religious tourism, urban tourism, and cultural tourism) Agriculture Economics Health Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 100 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4: September 2025" : 100 Documents clear
TINDAK PIDANA PENCABULAN DALAM PERSFEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM Dede Wildan Kurniawan; Ernu Widodo; Subekti, Subekti; Sri Astutik
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana pencabulan dalam perspektif hukum Islam dianggap sebagai tindakan yang sangat serius dan dapat merusak kesucian dan kehormatan seseorang. Dalam hukum Islam, pencabulan diartikan sebagai tindakan seksual yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain tanpa persetujuan atau tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah. Hukuman untuk pencabulan dalam hukum Islam dapat berupa rajam, cambuk, atau denda, tergantung pada syarat-syarat yang dipenuhi. Pelaku pencabulan yang telah menikah dan melakukan tindakan pencabulan dengan sengaja dapat dikenakan hukuman rajam. Dalam hukum Islam, pencabulan dianggap sebagai tindakan yang merusak kesucian dan kehormatan seseorang, serta dapat menyebabkan kerusakan pada masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menghormati hukum Islam dalam menghadapi tindakan pencabulan.
KEKUATAN HUKUM HASIL AUTOPSI SEBAGAI UPAYA PEMBUKTIAN DALAM DELIK PEMBUNUHAN M. Alvan Nur Rosyid; M. Syahrul Borman; Irawan Soerodjo; Sri Astutik
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Autopsi merupakan salah satu alat bukti yang memiliki kekuatan hukum yang signifikan dalam proses pembuktian dalam perkara delik pembunuhan. Hasil autopsi memberikan analisis ilmiah tentang jenis luka, sebab kematian, dan hubungan sebab-akibat dengan tindakan tersangka. Meskipun memiliki peran yang vital, hasil autopsi juga memiliki keterbatasan, seperti potensi kesalahan dalam pelaksanaannya atau interpretasi yang berbeda dari ahli. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kekuatan hukum hasil autopsi dalam mendukung proses pembuktian dalam delik pembunuhan dan untuk menilai bagaimana hasil tersebut dapat mempengaruhi proses peradilan. Hasil otopsi memiliki kekuatan hukum yang signifikan sebagai alat bukti sah dalam proses peradilan pidana, khususnya dalam kasus pembunuhan. Sebagai keterangan ahli, hasil otopsi dapat menjadi bukti yang memperkuat atau membantah penyebab kematian korban. Otopsi harus dilakukan oleh ahli yang kompeten, dan prosedurnya harus sesuai dengan ketentuan hukum untuk dianggap sah dan memiliki nilai pembuktian yang kuat. Otopsi berperan penting dalam menentukan penyebab kematian korban dalam kasus pembunuhan. Melalui pemeriksaan medis yang menyeluruh, otopsi dapat mengungkap jenis kekerasan yang dialami korban, serta memberikan petunjuk tentang apakah kematian tersebut disebabkan oleh tindak kekerasan yang disengaja atau tidak. Hasil otopsi menjadi bukti yang sangat berharga dalam pembuktian delik pembunuhan, cara pembunuhan, dan apakah ada perencanaan di balik tindakan tersebut.
VISUM ET REPERTUM PENGGUGURAN KANDUNGAN TERHADAP PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA Moch. Haristian Kusuma; Wahyu Prawesthi; Nur Handayati; Dudik Djaja; Ernu Widodo
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peranan visum et repertum sebagai alat bukti dalam pemeriksaan perkara pidana terkait pengguguran kandungan di Indonesia. Visum et repertum berfungsi sebagai dokumen medis yang menyajikan fakta objektif mengenai kondisi fisik dan psikologis korban, serta menjadi dasar dalam menentukan apakah tindakan pengguguran kandungan tersebut memenuhi unsur pidana menurut peraturan perundang-undangan. Penelitian ini juga mengkaji prosedur pembuatan visum et repertum yang harus dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten dan berwenang sesuai standar medis yang berlaku. Selain itu, penelitian ini menelaah bagaimana visum et repertum digunakan dalam proses persidangan untuk mendukung dakwaan dan membantu hakim dalam mengambil keputusan yang adil. Dengan adanya visum et repertum, pembuktian tindak pidana pengguguran kandungan menjadi lebih jelas, sehingga dapat mendorong penegakan hukum yang efektif dan memberikan perlindungan hukum bagi korban. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya visum et repertum sebagai bukti medis yang sah dan strategis dalam proses peradilan pidana pengguguran kandungan.
ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM TINDAK PIDANA KORUPSI BAGI ANGGOTA PARTAI POLITIK Senja Dwi Prasetyo; Noenik Soekorini; M. Syahrul Borman; Siti Marwiyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pertanggungjawaban hukum terhadap anggota partai politik yang terlibat dalam tindak pidana korupsi. Korupsi yang dilakukan oleh anggota partai politik memiliki dampak serius terhadap kepercayaan publik, integritas sistem politik, dan efektivitas pemerintahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dasar hukum, bentuk pertanggungjawaban, serta hambatan dalam penegakan hukum terhadap anggota partai politik yang terbukti melakukan korupsi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota partai politik yang melakukan tindak pidana korupsi dapat dikenai pertanggungjawaban pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, mereka juga dapat dikenai sanksi administratif dan etik melalui mekanisme internal partai atau lembaga etika publik. Namun, implementasi penegakan hukum kerap menghadapi kendala, seperti intervensi politik, lemahnya integritas lembaga penegak hukum, serta kurangnya keberanian partai politik dalam menindak tegas kadernya yang terlibat. Oleh karena itu, dibutuhkan reformasi kelembagaan dan penguatan independensi aparat penegak hukum untuk menjamin akuntabilitas politik dan supremasi hukum.
ANALISIS PUTUSAN PN TANJUNG KARANG Nomor 101/Pid.Sus/2024/PN Tjk TERKAIT TINDAK PIDANA PENCABULAN ANAK Yulis Fransepontri; Noenik Soekorini; M. Syahrul Borman; Siti Marwiyah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam putusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang Nomor 101/Pid.Sus/2024/PN Tjk terkait tindak pidana pencabulan terhadap anak. Kasus ini menjadi penting dikaji karena menyangkut perlindungan hukum bagi anak sebagai korban kejahatan seksual, serta bagaimana hukum diterapkan untuk memberikan keadilan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach). Data diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam menjatuhkan putusan telah mempertimbangkan alat bukti yang sah, keterangan saksi, keterangan korban, serta keterangan terdakwa. Selain itu, hakim juga mempertimbangkan keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa dalam menentukan besarnya pidana. Putusan ini dinilai telah mencerminkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak, meskipun masih terdapat ruang evaluasi terhadap aspek perlindungan korban dan rehabilitasi pelaku. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam mengkaji penerapan hukum pidana terhadap kejahatan seksual pada anak.
PENGARUH TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) DAN MOBILIZATION WITH MOVEMENT TERHADAP PENINGKATAN LINGKUP GERAK SENDI PADA LANSIA KONDISI OSTEOARTHRITIS LUTUT Rahma Sheri Ramadhani; Fitri Yani; Dewi Suci Mahayati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Osteoarthritis (OA) lutut merupakan salah satu masalah muskuloskeletal degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan penurunan lingkup gerak sendi (LGS), nyeri, serta keterbatasan aktivitas fungsional. Kombinasi terapi fisioterapi seperti Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Mobilization with Movement (MWM) telah digunakan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan LGS. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh pemberian TENS dan MWM terhadap peningkatan LGS pada lansia dengan OA lutut. Metode: menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang lansia usia 50–70 tahun yang didiagnosis OA lutut di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Intervensi TENS dan MWM diberikan selama 4 minggu, sebanyak 3 kali per minggu. Pengukuran LGS dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan goniometer. Hasil: analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. asil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan LGS yang signifikan setelah pemberian intervensi TENS dan MWM dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan pemberian TENS dan Mobilization with Movement terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada lansia dengan osteoarthritis lutut. Kombinasi kedua intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi untuk meningkatkan fungsi gerak sendi lutut pada lansia dengan Osteoarthritis
PENGARUH EMERGENCY TRAINING TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK MEDICAL FIRST RESPONDER PADA KESIAPSIAGAAN BENCANA DI KOTA DENPASAR Pramayanti Putri Sayu Made Ardhia; Purwadhi Purwadhi; Handayani Nining
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i4.11226

Abstract

Indonesia is one of the countries prone to disasters. Most areas in Indonesia are at high risk of natural disasters. This is due to the geographical, geological, hydrological, social, and demographic conditions of Indonesia. Fast and appropriate first aid for disaster victims is very important to anticipate further severity of injuries. MFR (Medical First Responder) is a trained first responder who first arrives at the scene to provide medical treatment in emergency situations before the victim is taken to a health facility. MFR is part of the public service program in terms of disaster preparedness in each region. The factor that supports success in disaster management is disaster management activities. Emergency training is a training program that aims to provide knowledge, skills, and understanding to SPGDT personnel in responding to emergency situations, so that they can take appropriate steps to protect lives, minimize losses, and restore security and normal conditions after an emergency occurs. This study aims to determine the effect of emergency training on the knowledge, attitudes, and practices of medical first responders in disaster preparedness in Denpasar City. This type of research is quantitative research with 63 respondents. This study used an instrument in the form of a Knowledge, Attitude, Practice of Disaster Management (KAP-DM) questionnaire with 42 questions. The data collection technique used purposive sampling. The data analysis method in this study used the Wilcoxon test using SPSS tools. The results of the bivariate analysis obtained p = 0.01 in knowledge, p = 0.03 in attitude, and p = 0.03 in medical first responder practices after being given emergency training. The results of the study concluded that emergency training has a significant influence on the knowledge, attitudes, and practices of medical first responders in disaster preparedness in Denpasar City.
PENGARUH KEPERCAYAAN PASIEN DAN LINGKUNGAN FISIK PUSKESMAS TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN DENGAN PATIENT ENGAGEMENT SEBAGAI MEDIASI DI PUSKESMAS “X” KOTA JAMBI Titania Az Zahra; Purwadhi, Purwadhi; Kahar Mulyani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i4.11227

Abstract

A common issue faced by Puskesmas is the low rate of patient revisit intention, which can impact the quality of healthcare services. One of the factors that may influence this issue is patient trust in the services provided, as well as the physical environment of the Puskesmas, which can create comfort for patients. However, few studies have examined the relationship between patient trust and the physical environment of Puskesmas with revisit intention, especially with patient engagement as a mediating factor. This study aims to examine the influence of patient trust and the physical environment of Puskesmas on patient revisit intention, with patient engagement as a mediator, at Puskesmas “X” , Jambi City. This quantitative study uses a survey design and purposive sampling of 100 patients who have received services at the Puskesmas. Data were collected using questionnaires measured with a Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results of the study show that patient trust has a positive and significant effect on patient engagement, which in turn influences patient revisit intention. Furthermore, the physical environment of the Puskesmas also has a direct influence on patient engagement and revisit intention. Patient engagement serves as a mediator that links the influence of patient trust and the physical environment of Puskesmas on patient revisit intention. These findings indicate the importance of managing patient trust and the physical environment to enhance patient involvement and their intention to revisit the Puskesmas. This study contributes to policies for improving the quality of healthcare services at Puskesmas to increase patient satisfaction and revisit intention
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB PENGULANGAN CITRA RADIOGRAFI SEBAGAI UPAYA MENJAGA KESELAMATAN PASIEN DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH PONOROGO Fasya Fouris Falentin; Fisnandya Meita Astari; Muhammad Za’im
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pengulangan citra radiografi (repeat) merupakan pengambilan ulang gambar karena hasil radiograf tidak optimal. Hal ini dapat meningkatkan dosis radiasi yang diterima pasien dan menurunkan mutu layanan radiologi. Menurut Permenkes No.129/Menkes/SK/II/2008, standar pengulangan citra radiografi ≤ 2%. Dari hasil observasi yang telah dilakukan, menunjukan bahwa masih banyak terjadi pengulangan citra dan tidak ada perhitungan yang sistematis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem perhitungan pengulangan citra radiografi, dampak keselamatan pasien, serta upaya untuk mengurangi terjadinya repeat. Metode: Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 hingga Januari 2025 dengan pendekatan metode campuran (mix-method) yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan analisis data. Data kualitatif didapatkan dari data primer yaitu informan, wawancara, observasi dan data sekunder diperoleh dari sumber lain yaitu dari, peraturan mentri kesehatan, artikel, buku, naskah publikasi, dan catatan mandiri. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak dilakukan perhitungan serta pencatatan pengulangan citra radiografi di setiap bulannya. Terdapat 460 kali repeat citra radiografi dari bulan November 2024 hingga Januari 2025 dari total 6.892 pemeriksaan. Faktor-faktor yang menyebabkan repeat yaitu posisi pasien 73,36%, artefak sebesar 14,13%, pergerakan sebesar 9,56%, faktor eksposi sebesar 1,95%, dan faktor peralatan sebesar 1%. Sehingga dosis yang diterima pasien menjadi lebih besar dan dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan serta keselamatan pasien. Solusi untuk mengurangi repeat yaitu lebih berhati-hati, teliti saat pemeriksaan agar tidak terjadi pengulangan citra di masa mendatang. Kesimpulan: Sistem perhitungan serta pencatatan pengulangan citra radiografi tidak dilakukan setiap bulannya. Dampak pengulangan dosis yang diterima oleh pasien menjadi lebih besar. Solusi untuk mengurangi terjadinya repeat yaitu lebih berhati-hati dan teliti dalam melakukan pemeriksaan. Sebaiknya instalasi radiologi melakukan pencatatan pengulangan di setiap bulan guna mengontrol jumlah pengulangan citra radiografi tidak mengalami kenaikan dari standar yang telah ditentukan untuk menjaga kualitas layanan radiologi dan keselamatan pasien
ANALYSIS OF THE LINGUISTIC LANDSCAPE OF NAKULA STREET SIGN IN SEMINYAK, BALI Rofi Ardiansyah; Agustinus Hary Setyawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the use of language on signs along Nakula Street in Seminyak, Bali, an area known as an international tourist destination. The purpose of this study is to identify the dominant language types used on the signs and to analyze the creative linguistic devices employed to attract attention. Data from 118 signs were collected through virtual documentation using Google Maps Street View. The results show that the majority of the signs (66.95%) are monolingual, with English being the most dominant language (50.83%). Bilingual signs (32.20%) often combine Indonesian and English. In addition, various linguistic devices such as code-mixing, transliteration, and slang were also found. These language choices reflect business owners' strategies to communicate with international tourists while maintaining local cultural identity. This study provides a deeper understanding of how language in public spaces can reflect identity, culture, and commercial goals in a multicultural tourism environment

Page 4 of 10 | Total Record : 100


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026 Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: Februari 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: November 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue