cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Taman alamanda III Blok T No.3 Karang Pule Mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Innovation Research and Knowledge
Published by bajang Institute
ISSN : 27983471     EISSN : 27983641     DOI : 10.53625
Journal of Innovation Research and Knowledge, published by Bajang Institute. Published in two formats, print and online, print version of ISSN: 2798-3471 and the online version of ISSN: 798-3641, both of which are published every month. The scope of the journal studies broadly includes: Culture (a unique study of performing arts and classical culture, traditional from various regions in Indonesia, and modern cultural arts such as dance, fine arts, and music art also includes the study of Indonesian literature on classical and contemporary literary issues) Religion (Study of comparative religion, study of pluralism and religious diversity in Indonesia) Sociopolitical Science/State Administration Media (Cultural studies and media, New Media and Contemporary Societies) Gender (Urban Culture, Gender bias, and gender inequality) Public policy (extractive public policies, distributive public policies, and regulative public policies) Development (economic and social development, urban and regional development) Environment (customs, social and environmental, land and natural resource utilization) Disaster (local wisdom and social culture, disaster management, community empowerment, survival and humanity, disaster and social emergency response organizations) Tourism (ecotourism, tourism management, religious tourism, urban tourism, and cultural tourism) Agriculture Economics Health Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,651 Documents
SINERGITAS BEA CUKAI DAN BAHARKAM POLRI DALAM MENGATASI PEREDARAN BARANG-BARANG ILLEGAL DAN BERBAHAYA Prasetyo, Heny; Yuhelson, Yuhelson; Dedy Ardian Prasetyo
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i1.7847

Abstract

Maraknya peredaran barang-barang illegal dan berbahaya, dalam konteks ini adalah peredaran rokok illegal yang banyak beredar dan berproduksi di berbagai daerah di wilayah Indonesia dan diedarkan pada beberapa kota besar terutama kota Jakarta, merupakan suatu bentuk pelanggaran hukum terhadap Undang-Undang Cukai dan Undang-Undang Kesehatan. Di sisi lain, maraknya peredaran rokok illegal dapat merugikan keuangan negara atau setidak-tidaknya menurunkan pendapatan negara dari pajak karena pajak dari cukai ataupun tembakau memberikan hasil yang menunjang pembangunan di Indonesia. Untuk menekan maraknya peredaran rokok illegal ini diperlukan sinergitas yang kontinu antar aparat penegak hukum, terutama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Baharkam Polri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme kerjasama antara Bea Cukai dan Baharkam Polri dalam menekan peredaran rokok illegal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Yuridis Normatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama yang saling bersinergi dengan kuat dan berkomitmen tinggi antara Bea Cukai dan Baharkam Polri, memperoleh hasil yang maksimal dengan digagalkannya penyelundupan dan peredaran rokok illegal sebanyak 9,4 juta batang rokok yang disita dari berbagai wilayah di Indonesia terutama Jawa Timur. Keberhasilan ini ditunjang dengan adanya MoU yang merupakan perpanjangan kedua dari kerjasama sebelumnya. Selain itu, keberhasilan ini ditunjang dengan adanya pengawasan yang optimal terhadap peredaran rokok illegal yang beredar di lingkungan masyarakat. Selain itu, untuk menekan peredaran rokok illegal ini, Bea Cukai dan Baharkam Polri serta instansi samping lainnya, melakukan kegiatan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat terutama para pedagang rokok eceran ataupun agen rokok terkait dengan sanksi pidana penjara dan denda yang akan diberlakukan bagi masyarakat yang melanggar Undang-Undang Cukai dan Undang-Undang Kesehatan.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MASYARAKAT DALAM TRANSAKSI PEMBELIAN PERHIASAN EMAS DITINJAU DARI ASPEK FILOSOFIS HUKUM Nera, La Wawan La; Achmad Fitrian; Wira Franciska
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i1.7848

Abstract

Maraknya persaingan usaha diperburuk lagi dengan daya beli yang semakin menurun, mendorong pelaku usaha untuk melakukan itikad tidak baik (bermain curang) dalam menjalankan kegiatan usahanya. Salah satunya adalah pelaku usaha (pedagang emas) yang secara sengaja (itikad tidak baik) melakukan kecurangan dengan mengurangi “kadar emas” dari setiap bentuk perhiasan emas yang dijualnya. Tentunya perbuatan ini jelas-jelas merugikan pembeli perhiasan emas tersebut. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan sosiologi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek mengurangi “kadar emas” tersebut ditinjau dari ranah hukum bisnis merupakan suatu pelanggaran hukum terhadap KUHPerdadta pasal-pasal perjanjian. Ditinjau dari ranah hukum pidana, merupakan pelanggaran terhadap Pasal 378 KUHP. Perlindungan hukum yang dapat diberikan oleh pemerintah terutama aparatur penegak hukum, mengacu pada Pasal 4, Pasal 7, Pasal 8 dan Pasal 9 sampai Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
KONSEP FITRAH DALAM AL-QUR’AN Sadali, Sadali
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i1.7849

Abstract

Al-Qur’an telah memberikan ajaran kepada manusia untuk mengenal Allah swt., karena itu merupakan sesuatu hal yang fitri. Fitrah dalam al-Qur’an telah menjelaskan bahwa manusia lahir dalam keadaan suci tidak ada dosa. Manusia sejak lahir itu telah membawa tauhid, dan pada dasarnya itu ada kecenderungan untuk mentauhidkan Allah dan kecenderungan untuk berusaha mencari untuk mencapai tauhid. Kata fitrah yang berada dalam diri manusia itu berasal dari Allah swt., maka dari itu fitrah manusia dapat dipandang dari dua sisi. Pertama, fitrah dalam hubungan dengan Allah swt. Kedua, fitrah dalam hubungan dengan manusia, yang pada dasarnya fitrah manusia merupakan landasan penciptaan manusia, dengan kata lain merupakan pola dasar ciptaan manusia. fitrah manusia itu memiliki beberapa unsur dan sistem yang telah dianugerahkan oleh Allah swt kepada manusia. di antaranya unsur yang dimiliki manusia mencakup jasmani, rohani, nafs, dan iman. Iman kepada Allah sebenarnya menjadi dasar dan dari tiga fitrah lainnya. Fitrah iman dipandang sebagai dasar dan inti jika dapat berkembang dan berfungsi dengan baik, maka fitrah jasmani, rohani, dan nafs akan berkembang dan berfungsi dengan baik pula
PROTOTYPE SISTEM MONITORING, DETEKSI KEBAKARAN DAN NOTIFIKASI BERBASIS IoT (Internet of Things) Irfan; Akhlis Munazilin; Abdul Ghofur
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.7877

Abstract

: Fire is a situation where a building in a place such as a house/settlement, factory, market, building and so on is being hit by fire which causes casualties and/or losses, therefore fire is categorized as a disaster. There were 17,768 fire cases that occurred in Indonesia throughout 2021, of which 5,274 were caused by electrical short circuits or around 45%. The source of the fire itself is an electrical short circuit (70% of residential fires), gas cylinder/gas stove leaks, cigarette butts, and hot weather. From several previous studies, the system/equipment created was indoors and would only focus on certain houses/buildings. The difference that researchers made was using the Smart Village concept. Halim Iskandar defines Smart Village as village development based on the application of appropriate technology. By implementing this technology, it is hoped that villages can achieve various breakthrough achievements so that they meet the qualifications to enter the independent village category. Therefore, an outdoor system is needed to monitor, detect and provide warnings before a fire grows, so that the community works together to extinguish the fire while waiting for the fire brigade to arrive.
KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN KELAMBU BERINSEKTISIDA UNTUK PENCEGAHAN MALARIA DI DESA MBATAKAPIDU Melkisedek Landi; Nayamanto Namu Natu; Yeni Soli Liku
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 12: Mei 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i12.7883

Abstract

Latar Belakang : Program eliminasi malaria masih menjadi tantangan yang terus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat karena banyak daerah masih menjadi daerah endemis malaria. Program Kelambunisasi menjadi salah satu Program prioritas untuk pencegahan malarian selain lingkungan dan perilaku. Tujuan untuk mengetahui Karakteristik Pengetahuan dan kepatuhan penggunaan kelambu pada keluarga dalam upaya pencegahan malaria di Desa Mbatakapidu Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik dengan desain studi Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel adalah Puposive sampling pada 96 Responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil : Umur responden 30%, 50%, 19,8%. Pekerjaan 11,5%, 83,3%, 5,2%. Pendidikan Dasar 55,2%, Pendidikan Menengah 38,5, PT 6,3%. Pengetahuan Baik 11,5%, baik 36,5% dan kurang 52,1%. Kepatuhan Penggunaan kelambu, Baik 22,9%, Cukup 50% dan Kurang 27,1%. Uji Korelasi Kendal tau, Korelasi Pengetahuan dan Kepatuhan didapatkan Koefisien 0,247, dengan Signifikansi 0,008 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan keluarga tentang penggunaan kelambu di dominasi pengetahuan kurang sebanyak 53%, Tingkat kepatuhan penggunaan kelambu di dominasi pengetahuan baik 62%. Ada hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan penggunaan kelambu pada keluarga dalam upaya pencegahan malaria di Desa Mbatakapidu. Saran : Edukasi lewat Promosi kesehatan lebih ditingkatkan. Peningkatan Koordinasi dalam Penyampaian edukasi termasuk kreatifitas promosi kesehatan penggunaan Kelambu dan pencegahan malaria
PERAN PENTING TAHAP PERSIAPAN DALAM PROSES PENYELENGGARAAN PELESTARIAN KAWASAN CAGAR BUDAYA DAN BANGUNAN GEDUNG CAGAR BUDAYA periksubmit, Aristia Kusuma; Dian Kusumowardani; Tri Wahyuni
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i1.7900

Abstract

Pelaksanaan proyek pekerjaan terkait penyelenggaraan pelestarian, terdiri atas: tahap persiapan, tahap perencanaan termasuk persetujuan (perizinan); dan tahap pelaksanaan termasuk pengawasan dan pengendalian. Dalam proses kegiatan penyelenggaraan pelestarian Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Gedung Cagar Budaya (dalam hal ini termasuk situs, kawasan, bangunan dan struktur Cagar Budaya), tim penyelenggara termasuk tim teknis dan/ atau tim pelaksana konstruksi didalamnya, sering mengabaikan peran penting tahap persiapan sebagai landasan dalam melakukan proses perencanaan teknis, pelaksanaan konstruksi hingga pemanfaatan berkelanjutan. Hal tersebut, tidak jarang, menyebabkan timbulnya masalah dalam proses penyelenggaraan pelestarian secara keseluruhan; terutama terkait perencanaan teknis hingga pelaksanaan konstruksi. Masalah yang terjadi paling sering berkenaan dengan proses penyelenggaraan yang tidak sesuai dengan kaidah pelestarian, diantaranya: banyak melakukan perubahan atau penambahan elemen baru, tidak berupaya mempertahankan keaslian, tidak dilakukan dengan hati-hati dan bertanggungjawab, tidak didasari kajian identifikasi dan studi kelayakan serta pendokumentasian, serta tidak dilaksanakan oleh tenaga ahli pelestarian yang memperhatikan etika pelestarian. Masalah yang terjadi, karena biasanya tim penyelenggara tidak memahami proses penyelenggaraan pelestarian yang benar, kurang didukung oleh tenaga ahli pelestarian yang terampil, sering menghadapi kondisi yang tidak ideal diantaranya: keterbatasan waktu, sumber daya termasuk biaya. Mengingat pentingnya peran tahap persiapan dalam proses penyelenggaraan pelestarian Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Gedung Cagar Budaya ini, maka kita perlu memahami apa yang termasuk dalam tahap persiapan tersebut, agar kemudian dapat diimplemantasikan dalam setiap kegiatan penyelenggaraan sesuai dengan kaidah pelestarian
THE ROLE OF TEACHERS IN ISLAMIC EDUCATION: FOUNDATIONS, DUTIES AND CHALLENGES Pajala, Kiflin
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.7904

Abstract

This article discusses the important role of teachers in Islamic education, outlining the foundations, tasks and challenges faced in this context. The research method used in this article is using a qualitative method using the form of library research to obtain data. This research uses library data sources in the form of books, journals and other sources collected from several references related to the title of this article. The technique used in collecting data is by looking for reference sources related to the discussion of this article, then analyzing the content of the data that has been collected. The results of this research show that the foundation of the teacher's role in Islamic education includes a deep understanding of religious teachings, the ability to transfer Islamic values, and acting as a moral role model for students. The teacher's main task is to develop students' potential holistically, including spiritual, intellectual and emotional aspects, as well as instilling noble morals in accordance with Islamic principles. The challenges faced by teachers in Islamic education include limited resources, rapid technological developments, and complex social and cultural dynamics. Through a comprehensive and adaptive approach, teachers are expected to be able to overcome these various obstacles and continue to carry out their role effectively in forming a generation with morals and broad knowledge within the Islamic framework.
ANALISIS PENGUKURAN VOLUME TIMBUNAN STOCKWASH MENGGUNAKAN METODE FOTOGRAMETRI DAN TERESTRIS PADA PENAMBANGAN BAUKSIT Santoso, Andyono Broto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.7905

Abstract

Pengukuran volume timbunan stockwash pada penambangan bauksit merupakan aspek yang penting untuk efisiensi proses penambangan. Optimalisasi ruang penyimpanan stockwash dan pemanfaatannya menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Penelitian ini dikembangkan untuk menganalisis pengukuran volume timbunan stockwash menggunakan metode fotogrametri dan terestris pada penambangan bauksit di Daerah Tayan, Kalimantan Barat, Indonesia. Metode fotogrametri melibatkan pengambilan gambar dari udara dan pengolahan datanya menggunakan perangkat lunak khusus untuk menghasilkan model 3D dari timbunan stockwash menggunakan drone dengan tipe Aerial DJI Mavic 2 pro. Sementara, metode terestris melibatkan pengukuran langsung menggunakan alat total station untuk menghitung volume timbunan. Penelitian ini membandingkan hasil pengukuran volume timbunan dan menganalisis akurasi, efisiensi, serta kelebihan dan kekurangan dari kedua metode tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran fotogrametri menggunakan drone menghasilkan volume timbunan sebesar 14.524,50 m3 dengan tonase sebesar 24.546,40 ton. Pengukuran terestris menggunakan total station menghasilkan volume timbunan sebesar 14.307,45 m3 dengan tonase sebesar 24.179,59 ton dengan deviasi volume timbunan sebesar 1,5%. Berdasarkan analisis hasil volume timbunan dan biaya yang dikeluarkan, metode pengukuran dengan menggunakan fotogrametri terbukti lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan metode pengukuran terestris, terutama untuk timbunan dengan area yang luas dan lokasi yang sulit dijangkau.
EFFECTIVE COMMUNICATION PRINCIPLES IN THE QURAN: FOSTERING HARMONIOUS INTERPERSONAL RELATIONSHIP Surasman, Otong; Ganiem, Leila Mona
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.7908

Abstract

This study aims to identify the principles of effective communication found in the Quran and evaluate their application in daily life to build harmonious interpersonal relationships. While extensive research has been conducted on effective communication, studies specifically examining Quranic communication principles and their practical implementation remain limited. The Quran, as the holy book of Islam, not only provides spiritual guidance but also offers communication principles that can address contemporary communication challenges. This study uses a qualitative approach to explore these principles. Primary data is derived from Quranic verses related to communication, while secondary data includes Quranic tafsirs, books on Islamic communication, and academic articles on effective communication theories. Text analysis is conducted to categorize verses based on themes such as honesty (qaulan sadidan), kindness (qaulan ma’rufan), wisdom (qaulan balighan), empathy and compassion (qaulan layyinan), and respect (qaulan kariman). The findings reveal that Quranic communication forms align closely with the effective communication theories of Stewart L. Tubbs and Sylvia Moss, and the interpersonal communication theories of Muhammad Budyatna and Leila Mona Ganiem. These principles emphasize understanding, honesty, clarity, respect, and gentleness, which collectively enhance communication quality and interpersonal relationships. This study provides practical solutions for improving communication in a complex and diverse society, recommending the adoption of Quranic communication forms in daily practices to foster understanding, build trust, and create a harmonious communication environment.
KARAKTERISTIK WISATAWAN YANG BERKUNJUNG KE DESA WISATA BONJERUK Muhammad Jayadi; Isdar Wahim; I.A.Y.S.D Utami Pidada
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i1.7912

Abstract

Desa Wisata Bonjeruk tidak hanya di dominasi oleh wisatawan manca negara dari Eropa dan Australia, tetapi juga wisataan dari asia timur, khususnya wisatawan Korea selatan, china, dan jepang serta perlu di ketahui tiga negara tersebut sangat mencintai budayanya yang sulit untuk menerima budaya luar. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kondisi Aktual wisatawan yang berkunjung ke Wisata Bonjeruk dan untuk menganalisa apa saja Karakteristik Wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Bonjeruk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara (terstruktur, Wawancara semi terstruktur, Wawancara tidak terstruktur), Dokumentasi. Teknik Analisis Data meliputi: Data collection, Data reduction, Display data, Verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Karaktristik wisatawan domestik dibedakan menjadi 5 yaitu, a) berdasarkan jenis kelamin,b) umur, c) pekerjaan, d) tingkat pendidikan dan e) intensitas kunjungan wisatawan domestik. Sedangkan respon wisatawan domestik diantaranya adalah tentang lingkungan di objek wisata, keadaan jalan, Atraksi yang disuguhkan, budaya, aksesbilitas menuju ke objek wisata, fasilitas umum di objek wisata, pemandangan di objek wisata dan keamanan di objek wisata. Kendala wisatawan berdasarkan respon wisatawan domestik terhadap Desa Wisata Bonjeruk , diantaranya adalah Lokasi parkir, aksesbilitas menuju ke objek Desa Wisata Bonjeruk dan keamanan. Kendala tersebut perlu peran aktif Pemerintah beserta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah

Page 93 of 266 | Total Record : 2651


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: Februari 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: November 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue