cover
Contact Name
Muhammad Rayhan Bustam
Contact Email
muhammad.rayhan@email.unikom.ac.id
Phone
+6285314016609
Journal Mail Official
mahadaya@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Lantai 11 Smart Building UNIKOM Jl. Dipati Ukur No.114, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
MAHADAYA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 27972143     DOI : -
Ruang lingkup penelitian /artikel yang dapat diterbikan di MAHADAYA Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya antara lain : (1) Kebahasaan; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesusasteraan (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Budaya (deskripsi budaya, perbandingan budaya) (4) Pendidikan Bahasa, pembelajaran dan media pembelajaran bahasa, sastra, dan budaya.
Articles 155 Documents
Conceptual Metaphor in SZA's Song Lyrics Nugraheny, Amanina; Yuwita, Mia Rahmawati
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v3i2.11289

Abstract

The purpose of this study is to examine how conceptual metaphors are used by SZA in her song lyrics. Finding the source domain and target domain of the conceptual metaphors used in song lyrics is the main goal of this study. A descriptive qualitative research approach is used, which includes semantic analysis and conceptual metaphor mapping in song lyrics. The information used consists of five well-known SZA songs that were specifically chosen. The author defines conceptual metaphors in 5 lyrics from SZA's song. In the “Kill Bill” song there is 1 conceptual metaphor, in the “Snooze” song there are 2 conceptual metaphors, in the “The Weekend” song there 3 conceptual metaphors, in the “Nobody Gets Me” song there are 4 conceptual metaphors, and in the “Open Arms” song there is 1 conceptual metaphor. The research provides our understanding of how conceptual metaphor is used in song lyrics and shows the depth of creativity and artistic expression found in SZA's songs. The findings of this study may be helpful for future semantics and cultural studies research, as well as for developing a deeper understanding of both the complexity and the beauty of SZA's song lyrics. Keywords: Conceptual metaphor, Lyrics, Songs, Semantics
Fungsi Alih Kode pada Lirik Lagu Styx Helix dan Cold Rain Pamungkas, Dimas Bima; Ali, Mohammad
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v4i1.8289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dari fenomena alih kode yang ada pada lirik lagu Styx Helix dari musisi Myth&roid dan Cold Rain dari musisi Aimer yang berjudul . Metode yang digunakan adalah metode deskriptif pendekatan kualitatif dengan objek berupa lirik lagu yang berjumlah 5 data yang mengandung fenomena alih kode. Penulis akan mengidentifikasi lirik lagu dari versi asli dan mendata lirik yang terdapat unsur alih kode. Hasil penelitian menunjukan hasil berupa analisis dari penulis yaitu fungsi dari terjadinya fenomena alih kode dalam lirik lagu sebagai mengalihkan sudut pandang, hal tersebut telah ditandai dengan kata berbahasa Inggris “you”, “your”, dan ”us” pada lirik lagu Styx Helix, lalu kata berbahasa Jepang 「あなた」yang tabu bila menggunakan satu sudut pandang pada lirik lagu Cold Rain. Kata kunci: Alih Kode, Lirik Lagu, Sosiolinguistik, Fungsi
Pengaruh Anime yang Ditayangkan dalam Situs Legal terhadap Sikap Anak Muda Nugraha, Rifky Dimas; Haryanti, Pitri
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v4i1.8338

Abstract

Dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini penayangan anime dalam situs legal di Indonesia telah resmi hadir. Sejak penayangannya dalam situs legal legal ini anime yang ditayangkan itu selalu muncul sebagai trending topik pembahasan di berbagai media sosial di Indonesia terutama pada kalangan remaja dan orang dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana pengaruh yang muncul setelah menonton anime yang ditayangkan dalam situs legal. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian deksriptif kualitatif . Tahapan yang akan dilakukan dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, penyimpulan data. Penelitian ini dilakukan secara daring dengan target respondennya itu remaja dan orang dewasa dengan rentang umur 15-25 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebanyakkan responden yang menjawab bahwa mereka sangat senang akan kehadiran anime secara legal karena tidak harus khawatir lagi untuk menonton anime dan juga dapat mengapresiasi tim pembuat anime tersebut. Kata kunci : Pengaruh, Anime, Situs Legal, Sikap, Anak Muda
Representasi Kecantikan Orang Jepang pada Geisha Ramadhianti, Dilla Alicia; Haryanti, Pitri
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v4i1.9397

Abstract

Dalam pandangan masyarakat umum, khususnya orang Barat, geisha sering diartikan sebagai sosok wanita Jepang yang memiliki kecantikan dan keanggunan dengan ciri khas tersendiri, seperti berwajah putih dengan lipstik merah dan dihiasi rambut wig yang besar dan menjadi simbol kecantikan wanita asia. Berdasarkan konsep tersebut penulis tertarik untuk meneliti makna yang tersirat dalam riasan makeup geisha dan keterkaitan symbol-simbol dalam riasan tersebut dengan kontens kecantikan wanita Jepang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada pola make up geisha sebagai representasi kecantikan orang Jepang yang dipelajari dengan jelas dan sistematis. Studi deskripsi secara analisis symbol digunakan karena studi ini bertujuan untuk menganalisis kecantikan orang Jepang. Hasil studi menunjukkan adanya keselarasan antara pola makeup Geisha dengan kecantikan orang Jepang yang berupa 3 warna yang dimiliki geisha yaitu putih, merah, dan hitam yang merepresentasikan kecantikan pada geisha, seperti kulit putih pucat, bibir mungil seperti kuncup bunga, dan hitam tegas. Hal tersebut direpresentasikan dalam bentuk riasan yang menciptakan kecantikan terhadap geisha itu sendiri. Kata kunci: Geisha, Budaya Jepang, Riasan, Kecantikan
Analisis Karakter Tokoh Utama dalam Film Surat Kecil Untuk Tuhan (2011) Putri, Zahra Meidina; Harini, Yostiani Noor Asmi
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v4i1.9802

Abstract

Dalam film terdapat karakter yang dibangun oleh setiaptokoh. Tokoh utama dalam film memiliki karakter yang harusmenarik minat penonton. Hal ini perlu adanya gambarankarakteristik dari watak tokoh tersebut. Seperti dalam film Surat Kecil Untuk Tuhan (2011) yang membawakan karaktertokoh utama dengan suasana kesedihan. Karakter sosok Gita Sesa Wanda Cantika (Keke) membuat semua yang menontonfilm tersebut akan terbawa suasana dan turut merasakan apayang tokoh rasakan. Tujuan menganalisis karakter tokohutama ini yaitu untuk mengetahui watak atau karakter Keke. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian inidengan metode kualitatif. data yang diambil dalam penelitianini berupa percakapan tokoh yang berasal dari film Surat Kecil Untuk Tuhan (2011). Objek yang pada penelitian inisudah pasti mengenai karakter tokoh utama itu sendiri. Dari hasil penelitian ini Keke memiliki karakter baik, pintar, bersemangat, tabah, pantang menyerah, dan dipenuhi kasihsayang. Hal itu tergambarkan bagaimana tokoh utama lakukanpada dirinya dan tanggapan tokoh lain mengenai tokoh utama. Kata kunci: Film, Karakter, Tokoh utama
Bentuk Onomatope dalam Komik Fumetsu No Anata E Volume 1 Karya Yoshitoki Ooima Rachmadhani, Risa; Ali, Mohammad
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v4i1.10850

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk onomatope yang ada dalam komik berjudul Fumetsu No Anata E Volume 1. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya onomatope dalam komik yang memiliki bentuk berbeda dengan yang ada pada kamus. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah onomatope dari komik yang berjudul Fumetsu No Anata E Volume 1 yang berada diluar dialog percakapan baik itu di dalam balon percakapan maupun diluar balon percakapan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu 380 buah onomatope yang diklasifikasikan menjadi 158 ragam onomatope, dengan 9 bentuk onomatope diantaranya yaitu onomatope bentuk dasar, bentuk pengulangan, bentuk pemadatan suara (sokuon), bentuk pemanjangan bunyi (chouon), bentuk penasalam suara (hatsuon), bentuk perubahan sebagian bunyi, bentuk pengulangan kata + sokuon, bentuk sokuon + pengulangan, dan bentuk hatsuon + pengulangan. Kata kunci: Onomatope, Bahasa Jepang, Komik, Fumetsu No Anata E
Tindak Tutur Direktif pada Film Hachinengoshi No Hanayome Hamirza, Rafdani
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v4i1.10964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan tuturan–tuturan pada film Hachinengoshi no Hanayome yang termasuk ke dalam tindak tutur ilokusi dengan makna direktif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode desktiptif kualitatif. Data yang digunakan adalah tuturan yang diucapkan pada film Hachinengoshi no Hanayome. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 18 data yang termasuk ke dalam tindak tutur direktif. Data tersebut diurai menjadi beberapa makna, diantaranya 8 data dengan makna memerintah, 4 data dengan makna menasihati, dan 6 data dengan makna memohon. Tindak tutur ilokusi direktif dengan makna memerintah adalah yang paling banyak muncul pada film. Hal tersebut sesuai dengan alur film yang banyak menggunakan percakapan sehari-hari sehingga banyak tuturan bermakna memerintah yang muncul. Kata kunci: Linguistik, Pragmatik, Tindak tutur, Ilokusi, Direktif, Film
Speech Acts on Women's Double Standards in Barbie's Monologue (2023) Gunawan, Ake Putri; Prihandini, Asih
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v3i2.11411

Abstract

This research aims to examine the speech act on Gloria Vaughn's monologue utterances from the 2023 Barbie film, concentrating on the distribution of expressive, assertive, directive, and commissive utterances. The analysis aims to carefully examine the verbal techniques employed in Gloria's speech, elucidating its emotional impact, advocacy for change, and cultural importance. Descriptive, statistical and interpretative methods were used to examine the data in accordance with J.L. Austin's speech act theory. The results demonstrate that 31.58% of Gloria's monologue consists of expressive utterances, 26.32% of assertive utterances, 26.32% of directive utterances, and 15.79% of commissive utterances. These figures highlight the emotional impact, call for change, and individual dedication intertwined within Gloria's persuasive speech. The analysis underscores the educational, artistic, and societal import of deconstructing Gloria's speech acts, accentuating its function as an instructive implement, a refraction instigator, and a potent artistic and emotive medium. The analysis results provide a more profound comprehension of the intricacies of womanhood and the resonant significance conveyed in Gloria's monologue. These insights are vital for academics, learners, and individuals engaging with societal challenges and self-recognition. Keywords: Pragmatics, Speech Acts, Utterance, Barbie 2023
Understanding Speech Acts According to Betty J. Birner Through Corpse Bride Movie Emily's Dialogue Adilayasmin, Avie; Juanda, Juanda
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v3i2.11440

Abstract

This research aims to examine Emily's dialogue in Corpse Bride movie (2005), focusing on pragmatic speech acts, locution acts, illocution acts, and perlocution acts according to Betty J. Birner (2012). This analysis aims to find out what types of speech acts are dominant and the meaning of each dialogue used by Emily in Corpse Bride 2005. The result of this research shows that most of Emily's dialogues consist of 28 data on locution, 13 data on illocution, and 12 data on perlocution. Each type of speech act gives a different meaning and purpose. The results of this study were taken from the script of a character named Emily in the Corpse Bride movie (2005). Keywords: Pragmatics, Betty J. Birner, Speech Act, Corpse Bride 2005
The Function of Dramatic Persona in the Film “The Menu” (2022) Munawaroh, Silvi; Heriyati, Nungki
Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya Vol 3 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/mhd.v3i2.11455

Abstract

This study aims to determine the portrayal of characters in the film The Menu 2022. In examining the characters in the film, The Menu, researcher conducted a characterization analysis which was classified into seven functions of dramatic characters through the theoretical framework of Vladimir Propp. This study is used because narratology theory can focus on the actions of a character who is limited in terms of meaning. Through this classification, researchers can find out the depiction of characters and the limits of their actions. The data collection method is carried out by qualitative methods and narrative analysis by collecting research results in the form of descriptions accompanied by screenshots. This study produced findings in the form of depictions of seven-character functions contained in the film "The Menu". The resulting conclusions, based on the data and analysis conducted in this research, reveal a deeper understanding of the narrative structure character’s function using dramatic persona analysis in the film "The Menu" and identify the roles and functions of the characters in the film. The result of this research, researcher found 7 dramatic persona function in the film. Such as, the villain, the donor, the helper, the dispatcher, princess/prize, the hero, and the false hero. Keywords: The Menu Movie, Vladimir Propp, Dramatic Persona, Narratology

Page 10 of 16 | Total Record : 155