cover
Contact Name
Moh. Ashif Fuadi
Contact Email
moh.ashiffuadi@iain-surakarta.ac.id
Phone
+6285645920566
Journal Mail Official
spi.fab@iain-surakarta.ac.id
Editorial Address
Published by Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168 Website: https://uinsaid.ac.id/
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
ISSN : 2798186X     EISSN : 27983110     DOI : https://doi.org/10.22515/isnad.v3i1
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities aims to serve research report of various topic relating to Islamic Civilization History and Humanities. The articles published would refer not only directly to the Islamic Civilization History itself, but also to the various perspectives, in terms of social sciences and humanities. Embodies research articles including: History of Islamic Civilization and its development Humanities studies and its development Teaching of the Islamic Civilization History
Articles 74 Documents
Budaya Marosok Pasar Ternak Cubadak Batusangkar Kabupaten Tanah Datar 2004-2022 Kori Lilie
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i1.6364

Abstract

Dalam pembahasan ini mengkaji bagaimana budaya marosok di pasar ternak Cubadak dan juga menggali tradisi marosok. Tradisi marosok di pasar ternak Cubadak dari awal berdiri sampai zaman sekarang yang teknologinya sudah canggih, di zaman kontemporer ini masih dipraktekkan dan dibudayakan pada daerah setempat. Melalui metode studi pustaka, penelitian in menghasilkan kesimpulan bahwa budaya marosok ini adalah sebuah kearifan lokal yang dimiliki masyarakat nagari Cubadak. Dalam cara marosok menggunakan media penutup dapat berupa handuk, kain sarung, topi atau bahkan baju yang digunakan oleh penjual atau pembeli. Cara pelaksanaannya yaitu secara non verbal maksudnya yaitu saat melakukan tawar menawar harga, penjual dan pembeli hewan ternak menggunakan gerakan jemari dalam sebuah penutup untuk menjaga kerahasiaan harga ternak yang ditawarkan. Adapun faktor penyebab eksisnya transaksi jual beli hewan ternak menggunakan cara marosok yaitu: faktor nilai yang terkandung dalam tradisi marosok: saling menghargai, saling percaya, yang kedua, diajarkan dari generasi ke generasi: pengalaman orang tua, yang ketiga faktor identitas: karena kegiatan ini sudah mendarah daging, suatu kebiasaan dari dahulu, yang keempat faktor ekonomi dan yang kelima faktor wisata. Kata Kunci: Sosial-historis; Budaya: Marosok
Modernisasi Pemikiran Maulana Syaikh Zainudin Abdul Madjid Dalam Pengembangan Ajaran Islam Pada Suku Sasak Muhammad Hilmi Ajjahidi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i1.6491

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang modernisasi pemikiran maulana Syaikh Zainudin Abdul Madjid dalam pengembangan ajaran islam pada suku sasak. Dalam mengkaji pemikiran Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Madjid penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan merupakan penelitian kepustakaan atau library research. Adapun mengenai teknik analisis data dilakukan dengan metode pengumpulan (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan serta verifikasi (conclusion drawing or verivication). Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Kehidupan manusia tidak akan pernah terlepas dari permasalahan pembaharuan, hal tersebut dikarenakan semakin maju dan pesatnya perkembangan zaman yang ada. Dalam hal ini Maulana Syaikh Zainuddin selaku ulama’ dan juga tokoh karismatik melakukan pembaharuan ajaran Islam dalam beberapa aspek dalam kehidupan masyarakat. Pembaharuan dilakukan dalam beberapa aspek yang menurut Maulana Syaikh Zainuddin sangat penting di antara dalam hal pendidikan, sosial dan dakwah. Berubahnya sistem pendidikan menuju yang lebih modern dengan menganut sistem formal agar pendidikan lebih terarah sesuai dengan perkembangan zaman, dalam hal sosial organisasi kemasyarakatan didirikan sebagai bentuk wadah bernaungnya pendidikan tersebut dan dakwah dilakukan dengan sistem lebih modern. Kata Kunci: Modernisasi; Pemikiran; Ajaran Islam.
MEMBANGUN KARAKTER BANGSA DI ERA MILENIAL: Kontribusi Konsep Pendidikan Tasawuf dan Pengaruh Gerakan Spiritual Emha Ainun Najib Muhamad Basyrul Muvid
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i1.7092

Abstract

Budaya luar dan pengaruh ideologi serta perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab munculnya degradasi moral masyarakat. Di mana agama sudah tidak lagi dijadikan sebagai benteng dan juga alat untuk menyaring antara kebaikan dan keburukan. Oleh sebab itu, diperlukan pemikian cendekiawan Muslim yang bisa mengobati dan menjadi rujukan dalam mengentaskan problem tersebut dan bidang pemikirannya terkait dengan sisi ruhani sebagai sumber utama dari pembentukan karakter seseorang. Metode penelitian dalam artikel ini ialah studi kepustakaan dengan bersumber dari buku karya Cak Nun dan berbagai referensi, buku, jurnal yang sesuai dengan topik kajin. Hasil menunjukkan bahwa konsep pendidikan tasawuf Cak Nun berbasis kemanusiaan dan kebudayaan, bagaimana manusia bisa membangun peradaban dan kebersamaan di tengah perbedaan sebagai aktualisasi dari spiritualnya yang mendalam sebagai usaha mendidik manusia yang religius yang memahami makna sosial secara tepat, yang mana bisa dijabarkan ke dalam tiga aspek Pertama, konsep pendidikan tasawuf Cak Nun memberikan daya humanis kepada kehidupan manusia, sehingga bisa mempraktikkan sikap-sikap mulai untuk mewujudkan kebersamaan, persatuan, dan kerjasama yang baik. Kedua, kontribusi pemikiran sufistik Emha Ainun Najib dapat dilihat dari isi ceramah, karya dan konsep pendidikan tasawufnya yang memang memusatkan pada perbaikan diri, dan penguatan karakter sehingga bisa menerima segala yang ada termasuk perbedaan. Dan ketiga, relevansi konsep pendidikan tasawuf Emha Ainun Najib dalam membangun karakter bangsa di era milenial ialah usaha Cak Nun menguatkan semangat keummatan; kemanusiaan yang dapat menjunjung tinggi semangat ukhuwah yang tidak hanya berdimensi keIslaman, tetapi kemanusiaan. Di sini Cak Nun berusaha memberikan alternatif melalui konsepsi sufistiknya bahwa merajut koneksi dengan Tuhan harus diiringi dengan perilaku baik kepada segala ciptaan-Nya, sehingga dapat melahirkan sebuah peradaban yang mulia. Kata Kunci: Pendidikan Tasawuf; Cak Nun; Karakter; Masyarakat
KAJIAN HISTORIS TAREKAT QADIRIYAH NAQSYABANDIYAH AL-MANDHURIYAH TEMANGGUNG: Eksistensi dan Pengaruh Sosial Keagamaannya Muhammad Husna Rosyadi; Moh. Ashif Fuadi; Latif Kusairi; Martina Safitry; Qisthi Faradina Ilma Mahanani
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i1.7428

Abstract

Abstrak Penelitian ini menjelaskan tentang dinamika tarekat qodiriyah wa naqsyabandiyah di Temanggung yang disebarkan oleh K.H. Mandhur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan sejarah. Penulis menitikberatkan pada sumber primer berupa peninggalan catatan-catatan K.H. Mandhur, dan wawancara terhadap keturunan K.H. Mandhur serta data pendukung penelitian terdahulu dari sumber buku, artikel, atau berita online. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa: K.H. Mandhur merupakan seorang kiai yang berpengaruh di Temanggung, sehingga pesatnya perkembangan tarekat qodiriah wa naqsyabandiyah di Temanggung tak lain adalah karena perannya dalam menyebarkan tarekat tersebut. Adapun sanad tarekat K.H. Mandhur berasal dari Kiai Umar Payaman yang juga merupakan murid Syekh Zarkasi Berjan murid Syekh Abdul Karim al-Bantani. K.H. Mandhur mulai mengenalkan tarekat sebelum Indonesia merdeka yakni sekitar tahun 1920 di daerah Ngebel dan mulai berpindah tahun 1950 mengajarkan tarekat tersebut di pusat Kota Temanggung sampai wafatnya pada tahun 1980. Sepeninggal K.H. Mandhur, kepemimpinan tarekat diteruskan oleh putranya yaitu K.H. Ahmad Bandnudji sampai sekarang. Eksistensi TQN al-Mandhuriyah terbukti membawa dampak sosial-keagamaan dengan adanya interaksi sosial antar jamaah dari berbagai daerah dengan saling bersilaturahmi dan kegiatan para jamaah seperti manakiban, sewelasan, tawajjuhan, peringatan haul K.H. Mandhur, khalwat, selapanan badal. Kata Kunci: Tarekat, TQN al-Mandhuriyyah, K.H. Mandhur, Temanggung.
STRATEGI EKONOMI HAJI DI HINDIA BELANDA AWAL ABAD 19 Eka Yudha Wibowo
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i1.7430

Abstract

Ibadah haji yang dilakukan para jemaat haji dari wilayah hindia Belanda pada awal abad 19 tidak hanya berkontribusi dalam bidang keagamaan maupun politik. Ibadah haji juga berkontribusi besar dalam bidang ekonomi. Para haji ini selain mendapatkan pengalaman spritual dan keterbukaan dalam bidang pemikiran Pan Islamisme di Timur Tengah, mereka juga turut mendukung kemajuan ekonomi di wilayah mereka masing-masing ketika kembali ke tanah air. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah yang meliputi tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Kajian ini diteliti dengan melihat strategi ekonomi yang dijalankan oleh para haji ketika mereka kembali ke tanah air dan kontribusinya terhadap berbagai bidang sosial masyarakat di Indonesia. Haji dalam hal ini haji berperan dalam mengembangkan etos bagi umat Islam yaitu kerja keras dan hemat, rajin menabung, adanya perubahan budaya ekonomi dari jasa ke uang, dan menciptakan lapangan pekerjaan serta pengenalan transaksi ekonomi antar daerah yang berjauhan. Munculnya para haji ini turut menguntungkan pemerintah kolonial yang di kemudian hari mendapatkan pas jalan (reispas) dari calon haji. Kata Kunci: Haji; Ekonomi; Etos Kerja; Hindia Belanda.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Materi Sejarah Reformasi di SMA Sabilillah Sampang Fathu Shodiqur Rohman; Namira Choirani Fajri
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 1 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i1.6890

Abstract

Reformasi telah dimulai sejak 25 tahun lalu, tetapi hingga saat ini sikap demokratis yang menjadi salah satu penciri reformasi belum juga terbentuk. Untuk itu, diperlukan peninjauan ulang terhadap komponen-komponen yang sudah berjalan. Salah satu komponen yang mengambil peran penting dalam pendidikan adalah bahan ajar yang digunakan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran sejarah reformasi untuk meningkatkan sikap demokratis siswa di SMA Sabilillah Sampang. Adapun langkah yang digunakan pada penelitian ini meliputi observasi dan penyebaran angket. Angket dibagikan pada 60 siswa kelas 12 di SMA Sabilillah Sampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan siswa menghadapi perbedaan kultur belum baik; (2) kemampuan berpikir kritis siswa belum baik; (3) Siswa belum berpartisipasi aktif; (4) kemampuan komunikasi intrapersonal siswa belum mumpuni; dan (4) kemampuan guru dalam proses pembelajaran masih dapat ditingkatkan. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar yang ada saat ini belum efektif. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembaruan pada bahan ajar yang menunjang peningkatan sikap demokratis siswa. Pembaruan ini bukan hanya berkaitan dengan teknologi, melainkan juga konten yang terdapat dalam bahan ajar agar melahirkan siswa yang memiliki sikap demokratis. Kata kunci: bahan ajar; sejarah; reformasi; sikap demokratis.
Peranan Masyarakat Kartasura dalam Menjaga Keututuhan Bekas Keraton Kartasura Tahun 1998-2022 Dandy Efrida Putra; Wanda Putri Ningtyas
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.6923

Abstract

Keraton Kartasura merupakan bekas keraton dan ibu kota Kerajaan Mataram Islam pada tahun 1680-1745, setelah Keraton Plered. Bekas Keraton Kartasura sekarang terletak di wilayah asministratif Kabupaten Sukoharjo, di daerah yang kini disebut Kecamatan Kartasura. Di Kecamatan Kartasura ada 10 desa dan 2 kelurahan, dengan Desa Pucangan sebagai desa terbesar di kecamatan tersebut. Penelitian ini akan membahas peranan masyarakat Kecamatan Kartasura dalam menjaga keutuhan bekas Keraton Kartasura pada tahun 1998-2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja peran-peran masyarakat Kecamatan Kartasura dalam menjaga keutuhan bekas Keraton Kartasura dalam kurun waktu tahun 1998-2022. Metode penelitian yang digunakan pada penilitian ini adalah dengan metode penelitian sejarah. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan beberapa masyarakat sekitar lingkungan keraton dan sedikit mengutip beberapa artikel yang masih berkaitan dengan judul penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran masyarakat Kartasura dalam menjaga keutuhan bekas keraton bermacam-macam, mulai dari membersihkan masjid keraton, membersihkan rumput yang menempel di sekitar benteng, ikut melaksanakan shalat berjamaah di masjid bekas keraton, dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pihak keraton dan takmir masjid. Kata Kunci: Kartasura; Keraton; Keutuhan; Masyarakat; Peranan.
Gerakan Sosial Sarekat Islam di Klaten Tahun 1912-1913 Muhammad Cahyo Gumelar
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7363

Abstract

Klaten menjadi wilayah yang strategis untuk mengembangkan organisasi Sarekat Islam karena letaknya yang dekat dengan pusat organisasi di Solo. Sarekat Islam memiliki kecenderungan sebagai organisasi sosial modern dimana perkembangannya diawali di lingkungan masyarakat perkotaan. Meskipun demikian, Sarekat Islam dapat mengembangkan gerakannya di Klaten yang unsur mayarakatnya adalah masyarakat pedesaan. Menarik untuk melihat bagaimana dinamika Sarekat Islam di Klaten dengan diawali penelitian mengenai bagaimana situasi sosial masyarakat Klaten, kemudian dilanjutkan kajian tentang bagaimana dinamika gerakan sosial Sarekat Islam di Klaten dan faktor yang menyebabkan gerakan tersebut terjadi. Proses penelitian hingga penulisan sejarah yang dilakukan dalam kajian ini dilakukan secara urut mulai dari pengumpulan sumber, pengujian keabsahan sumber, penelaahan data di dalamnya hingga pada proses penulisannya. Proses ini dilaksanakan agar fakta sejarah dapat terungkap dan diperoleh kualitas yang maksimal pada tulisan sejarah. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa situasi sosial masyarakat Klaten terdiri dari mayoritas masyarakat pribumi serta sebagian golongan Cina dan Eropa. Berdasarkan kondisi sosial, geografis dan tradisi-tradisi keagamaan telah dilakukan membuat Klaten bercirikan sebagai masyarakat pedesaan agraris. Pertanian dan pegawai menjadi mata pencaharian utama masyarakat pribumi Klaten. Dinamika Sarekat Islam di Klaten mengalami perkembangan dari segi anggota gerakan sosial yang dilakukan. Faktor yang menyebabkan gerakan sosial tersebut adalah mengangkat kesejahteraan para buruh dan memperbaiki kondisi sosial tempat para buruh itu bekerja. Kata Kunci: Gerakan Sosial; Klaten; Sarekat Islam.
Waduk Gajah Mungkur dalam Surat Kabar: Propaganda dan Wacana Keberhasilan Pemerintah Orde Baru Dennys Pradita
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7479

Abstract

Waduk Gajah Mungkur merupakan program pemerintah pusat untuk menjinakkan beberapa aliran Sungai Bengawan Solo. Proses pembangunan waduk ini berdampak besar pada masyarakat sekitar karena wilayahnya akan digenangi air serta adanya rencana pemindahan penduduk dalam jumlah yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui narasi media mengenai pembangunan dan dampak pembangunan waduk. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan fokus kajian pada analisa media masa. Pembangunan Waduk Gajah Mungkur selama pembangunan banyak digambarkan sebagai proses kemajuan ekonomi dan pemindahan pendudukan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di daerah yang baru, namun proses pemindahan dan suara masyarakat yang dipindahkan tidak banyak mendapat perhatian dari media. Model pemberitaan dalam media masa cenderung mengikuti narasi yang dikeluarkan oleh pemerintah yang cenderung bersifat positif dan mengikuti narasi yang dibuat oleh pemerintah pusat. Pasca pembangunan waduk, terdapat narasi yang cenderung negatif mengenai dampak pembangunan waduk. Kata Kunci: Narasi media, Orde Baru, Waduk Gajah Mungkur.
KEHUTANAN DALAM LITERASI LISAN JAWA: Sebuah Tinjauan Sejarah Kehutanan Mangkunegaran Nina Witasari; Nanda Julian Utama Julian; Diah Ayu Oktaviani
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7497

Abstract

Konsep konservasi bukan hal baru dalam khasanah sejarah lingkungan di Indonesia, sebab telah ada seiring pembukaan hutan secara massif, baik yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan Nusantara maupun yang kemudian dijadikan komoditas oleh pemerintah kolonial. Diatas semua itu, kerajaan-kerajaan tradisional juga telah menyusun peraturan tentang penjagaan hutan, baik yang tertulis maupun yang sengaja dibagun melalui mitos. Tulisan ini bertujuan untuk menggali kembali kisah dan mitos yang masih dipelihara oleh masyarakat yang khususnya tinggal di sekitar hutan, terutama yang berkaitan dengan penjagaan hutan. Metode yang digunakan adalah kolaborasi antara metode penelitian sejarah dan metode sejarah lisan. Metode ini dirasa paling tepat untuk menggali sumber dan data, sebab Sejarah lisan diakui mampu mengungkap banyak hal yang tidak tertuang dalam tulisan, namun tersimpan dalam tradisi tutur Masyarakat tradisional. Pemilihan praja Mangkunegaran sebagai objek penulisan, didasari oleh pertimbangan bahwa praja tersebutlah yang masih menyimpan data-data terkait pemerintahan dengan sangat baik, dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan lain di Jawa maupun di luar Jawa. Kata Kunci : Konservasi; Hutan Mangkunegaran; Mitos; Sejarah Lisan.