cover
Contact Name
Moh. Ashif Fuadi
Contact Email
moh.ashiffuadi@iain-surakarta.ac.id
Phone
+6285645920566
Journal Mail Official
spi.fab@iain-surakarta.ac.id
Editorial Address
Published by Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168 Website: https://uinsaid.ac.id/
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
ISSN : 2798186X     EISSN : 27983110     DOI : https://doi.org/10.22515/isnad.v3i1
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities aims to serve research report of various topic relating to Islamic Civilization History and Humanities. The articles published would refer not only directly to the Islamic Civilization History itself, but also to the various perspectives, in terms of social sciences and humanities. Embodies research articles including: History of Islamic Civilization and its development Humanities studies and its development Teaching of the Islamic Civilization History
Articles 74 Documents
The Movement of Women's Thoughts from Pesantren: Study of the Jam'iyyah Pengasuh Pesantren Putri and Muballighah (JP3M) Abdul Aziz; Mamluatun Nurrohmah
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.481 KB) | DOI: 10.22515/isnad.v3i1.5274

Abstract

Bu Nyai is a figure who is not much different from kiai, because they have a big role in shaping the knowledge, attitudes and activities of students in the pesantren. In this case, the pesantren which is the center of the activity has a vital position, especially with regard to gender, because here it is the basis which is considered the center of patriarchal teachings. But as time went on, this assumption was dismissed and crushed by the JP3M Movement. This movement represents the courage of Bu Nyai in their efforts to review and revise their cynical assumptions. This movement contributes to highlighting the role of women in the dimensions of community life, especially for science, gender and brotherhood or ukhuwah. This is a great strength, because with their charisma they can influence students, especially female students, to be proactive in improving the image of women as agents of change. This important effort also became the forerunner of pesantren circles, especially for women to create a meeting movement to give birth to women with dignity in accordance with ethics, religious morals, and social life.
Dialog antara Islam dan Yunani Masa Dinasti Umayyah-Dinasti Abbasiyah Ahmad Syafi'i Mufadzilah Riyadi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.808 KB) | DOI: 10.22515/isnad.v3i1.5306

Abstract

Masa Dinasti Abbasiyah mempunyai sistem kebijakan pemerintah yang berbeda dengan masa Dinasti Umayyah. Perbedaan itu terletak pada prinsip arabisasi yang dilakukan Dinasti Umayyah. Dearabisasi menjadi karakteristik Dinasti Abbasiyah menjadikan banyak perubahan dalam sistem pemerintahan. Kebangkitan Dinasti Abbasiyah tidak bisa lepas dari pengaruh asing seperti Indo-Persia, suriah maupun Yunani. Kemenangan Islam atas Bizantium pada masa al Mahdi dan Harun al Rasyid yang melatarbelakangi kebangkitan peradaban Islam periode itu. Kebangkitan Islam terlihat dari adanya kontak dialog antara Islam dan Yunani baik berupa intelektual maupun budaya. Penelitian ini menekankan pada bentuk-bentuk dialog Islam dan Yunani serta hasil dari dialog antar keduanya. Periode Dinasti Umayyah dengan sistem monarchi lebih mengedepankan perluasan wilayah Islam, sedangkan Dinasti Abbasiyah terkenal akan the golden age dengan ciri khas kemajuan dibidang intelektual dan budaya. Peradaban Islam masa yang terbentuk tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Yunani. Hal ini terlihat seperti karya-karya filsafat Aristoteles, neo-Platonis dan ilmu kedokteran karya Galen sudah menjamur dalam dunia Intelektual Islam saat itu. Penelitan ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis diskriptif kualitatif. Jenis penelitian in merupakan penelitian sejarah dengan menggunakan sumber kepustakaan. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metodologi sejarah yaitu heuristik, verifikasi, intepretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa proses dialog antara Islam periode Dinasti Abbasiyah dan Yunani merupakan kelanjutan dari hubungan pemerintahan Islam sebelumnya, yaitu Dinasti Umayyah. Proses dialog tersebut terlihat dari gerakan penerjemahan buku-buku Asing salah satunya dari keilmuan Yunani. Hasil dari kegiatan tersebut memberikan wajah baru dalam dunia intelektual Islam serta budaya masyarakat. Pengaruh Asing dalam dunia Islam bukan menjadi lemahnya dunia Islam akan tetapi menjadi corak baru dalam peradaban Islam. Kata kunci: dialog Islam dan Yunani, Gerakan penerjemahan,
Tari Glipang Probolinggo: Kesenian Akulturatif Islam, Simbol Perlawanan, Hingga Media Hiburan Hendra Afiyanto; Risa Winanti
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.94 KB) | DOI: 10.22515/isnad.v3i1.5369

Abstract

This study is to reconstruct the Probolinggo Glipang Dance during the Dutch colonialism. The long life span makes Glipang Dance live in several different periods of time. It is interesting to study why this Glipang Dance is able to exist through several changes in the times. Is the existence of Glipang Dance related to its ability to negotiate its functions against the times? Does Glipang Dance have a different function according to the needs of the community in each changing era? For analysis, Malinowski's theory of Functionalism was used in looking at the function of Glipang Dance in each period. Historical methods are also used to help analyze Glipang Dance in the past. There are 3 (three) findings in this study. First, the beginning of Glipang Dance's entry into Probolinggo was identified as Islamic-Culture or Islamic acculturative art. The people of Probolinggo, which is majority Islamic, make Glipang Dance have to adapt itself to the religious conditions of the community. Second, in the period of colonialism, Glipang Dance served as a medium for spreading the ideology of resistance. Third, the existence of Glipang Dance until now because of its ability to add to its function in society, namely as an entertainment medium. Key Words: Arts; Existence; Function Changes; Glipang  
Islam and Politics in Indonesia : Historical Perspective Qisthi Faradina Ilma Mahanani; Mega Alif Marintan; Irma Ayu Kartika Dewi; Moh Ashif Fuadi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.164 KB) | DOI: 10.22515/isnad.v3i1.5395

Abstract

This research explains the dynamic perspective of Islam and politics in Indonesia. The relationship between Islam and the political situation in Indonesia is not always harmonious. With qualitative methods through the study of literature, this research resulted in the conclusion that Islamic and political ndication are two aspects that converge in its development that has never been interrupted from the previous period. The existence of Islam in Indonesia is largely determined by the objective conditions built by the Muslims themselves through qualifications and political capacities that are insightful in the formation of the intellectuality of their people. The condition of Muslims today has indeed progressed, but institutionally politically it has regressed. Therefore, discussing Islamic and political issues is felt increasingly urgently by Muslims themselves. The engineering of the conversation and its implementation includes a doctrinal Understanding of Islam that is contextual to the political growth of the nation, a coaching system that can liberate people from material and spiritual backwardness, and leadership that is not only charismatic, but also dedicative and professional. Keywords: Islam, Politic, Perspective, Historical
DARI EKSPANSI HINGGA EKSPLOITASI: Perkembangan Perkebunan Swasta Barat di Way Lima Lampung 1800-1932 Hanif Risa Mustafa Hanif; Septi Utami
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v3i2.5627

Abstract

Perkembangan tanaman perkebunan telah membawa modal swasta barat untuk ikut andil dalam kancah ekonomi Lampung. Salah satu daerah yang menjadi fondasi terbesar modal swasta barat untuk datang ke Lampung adalah Way Lima. Komoditas yang dikembangkan di Way Lima kala itu berupa kopi. Beberapa tahun kemudian komoditas ini diganti dengan tanaman karet. Muncul pertanyaan bagaimana perkembangan perusahaan swasta barat di Way Lima Lampung dan apa penyebab perusahaan mengalihkan komoditas perkebunan dari kopi ke karet. Menurut Sartono Kartodirjo dan Djoko Suryo, perkembangan perkebunan di Indonesia tidak terlepas dari proses kolonialisme yang dilakukan oleh bangsa barat. Eksploitasi tanah dilakukan untuk mendapatkan tanaman budidaya yang merupakan komoditas ekspor, Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah Penilitian ini membahas tentang ekspansi kolonial serta perkembangan perkebunan di Way Lima. Kemudian tentang perubahan kepemilikan atas tanah perkebunan di Way Lima. Selanjutnya membahas perkembangan perkebunan kopi hingga beralih menjadi perkebunan karet. Pada akhirnya disimpulkan perkembangan perkebunan swasta barat di Way Lima dimulai dari upaya Belanda melakukan kolonialisme di Lampung. Way Lima dieksploitasi untuk menanam komoditas kopi, namun karena harga kopi jatuh dan untuk memenuhi kebutuhan ekspor, maka komoditas kopi diganti dengan tanaman karet. Kata Kunci: Karet; Kopi; Perkebunan; Way Lima.
Dinamika Nahdlatul Ulama Cabang Blambangan Pada Tahun 1944-1966 Muhammad Wahyudi; Fara sari Nur Bayani; Akhmad Ryan Pratama; Kayan Swastika
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v3i2.5638

Abstract

Nahdlatul Ulama Cabang Blambangan didirikan pada tahun 1944. Pembentukan Cabang Blambangan tidak dipicu oleh konflik seperti yang sering terjadi di organisasi lain. Pendirian cabang tersebut dilakukan untuk memaksimalkan jangkauan NU di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Banyuwangi yang luas. Alasan ini juga dikuatkan oleh pernyataan PBNU yang menyebutkan keberadaan dua cabang tersebut dilakukan untuk meningkatkan kinerja kader-kader NU. Dengan pendekatan kualitatif penelitian ini menghasilkan kesimpulan: Pendirian NU Cabang Blambangan dilatarbelakangi oleh dua hal: Pertama, NU Cabang Banyuwangi yang sudah berdiri sejak 2 Februari 1930 dinilai masih terlalu berkutat di wilayah bagian utara. Padahal diwilayah bagaian selatan banyak berdiri madrasah dan pesantren. Kedua, keinginan untuk mempercepat perkembangan NU di Banyuwangi yang notabene merupakan Kabupaten terluas di Jawa Timur. Daerah-daerah yang tergabung dalam NU cabang Blambangan adalah kecamatan Srono, Cluring, Genteng, Gambiran, Tegaldlimo, Bangorejo, Pesanggaran. Pemilihan umum tahun 1955 di Banyuwangi menjadi ajang pembuktian bagi NU dalam pentas politik. NU Banyuwangi berhasil mendapatkan suara terbanyak pada pemilu tahun 1955 yaitu 160.989 suara. Hal ini membuktikan bahwasanya NU menjalankan komunikasi politiknya secara intens. Pada masa kegaduhan 1950-1965, NU fokus berpolitik dengan menggunakan media budaya, mereka juga aktif membendung suara-suara nasionalis dan komunis. Kata Kunci: Dinamika; Cabang Blambangan; Nahdlatul Ulama;  Politik.
KSATRIA SORBAN BUMIWIJAYAKUSUMA: Rekam Jejak K.H Sufyan Tsauri Di Majenang Tahun 1898-1948 Diana Trisnawati; Safira Tirtasari; Wahyu Pambudi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v3i2.5745

Abstract

Penelitian tentang KH Sufyan Tsauri membahas mengenai seorang tokoh ulama yang berasal dari daerah Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, beliau merupakan seorang ulama yang menjadi sentra penyebaran agama Islam di daerah Kecamatan Majenang. Penelitian ini adalah penelitian mengenai sejarah biografi tokoh ulama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah yaitu Pemilihan Topik, Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Data yang digunakan dalam mengungkap fakta sejarah berupa data primer seperti arsip, foto, wawancara dengan para saksi sejarah kehidupan tokoh, serta didukung oleh daftar pustaka dan beberapa penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai riwayat kehidupan tokoh ulama bernama KH Sufyan Tsauri yang lahir pada tahun 1989 yang berasal dari keluarga dengan nafas Islam yang kuat dengan paham Ahlu Sunnah Wal Jamaah dan beliau adalah putra asli dari Daerah Cilacap. Dalam perjalanan hidupnya beliau menempuh ilmu di pondok pesantren selama 19 tahun yang kemudian hidupnya didedikasikan untuk mengembangkan pondok pesantren tertua di Majenang yaitu Pondok Pesantren Cigaru karena amanat dari KH Abdulmajid sebagai pendiri pondok tersebut serta memperjuangkan tanah air dengan terlibat pada beberapa peristiwa penting ketika masa revolusi fisik. Akan hal demikian menjadikan beliau sebagai tokoh sentral dan berpengaruh masa itu di daerah Majenang baik dalam bidang sosial, agama ataupun pendidikan. Pengaruh KH Sufyan Tsauri yang dirasakan oleh masyarakat Majenang adalah mengenai ajaran ilmu agama, perjuangan dan toleransi antar sesama manusia. Kata Kunci: Islam; KH Sufyan Tsauri; Majenang; Perjuangan.
HISTORIOGRAFI AL-QUR’AN AKBAR GAGASAN KH. MUNTAHA AL-HAFIDZ DI PONDOK PESANTREN AL-ASY’ARIYYAH TAHUN 1991-1994 Muniful Ichsan Al Hafizi; Adelia Intan Ardiani
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v3i2.5967

Abstract

Penelitian tentang terciptanya al-Qur’an Akbar membahas mengenai al-Qur’an yang berbentuk raksasa yang terdapat di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah Kalibeber, Wonosobo yang digagas oleh KH. Muntaha al-Hafidz. Adapun mengenai tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkap sejarah pembuatan al-Qur’an Akbar, memperkenalkan al-Qur’an Akbar kepada khalayak umum, dan mengungkap prestasi lokal daerah Kabupaten Wonosobo.Penelitian ini adalah penelitian mengenai sejarah penulisan al-Qur’an akbar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yaitu Pemilihan Topik, Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Data yang digunakan dalam mengungkap fakta sejarah berupa data primer seperti arsip, foto, wawancara dengan para saksi sejarah selama proses penulisan al-Qur’an akbar, serta didukung oleh daftar pustaka dan beberapa penelitain terdahulu yang relevan. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai proses pembuatan al-Qur’an akbar di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah Kalibeber, Wonosobo yang digasas oleh seorang ulama yang kharismatik yaitu KH. Muntaha al-Hafidz. Alasan beliau ingin menggagas al-Qur’an akbar dikarenakan ingin melanjutkan tradisi sang kakeh yaitu KH. Abdurrahim bahwasanya dahulu beliau sempat menulis al-Qur’an dengan tanganya sendiri selama perjalanan menunaikan ibadah haji. Namun sangat disayangkan sekali al-Qur’an tersebut dihancurkan oleh tentara Belanda yang pada saat itu mengepung pondok dan membakar perpustakaan. Proses pembuatan al-Qur’an akbar gagasan KH. Muntaha ini memakan waktu 3 tahun yaitu dari tahun 1991-1994. Kemudian pembuatan al-Qur’an akbar ini mendapat dukungan penuh dari pemerintahan yang pada saat itu di pimpin oleh Presiden Soeharto. Kata Kunci: Al-Quran Akbar; Historis; KH. Muntaha al-Hafidz
PERLAWANAN DARI DALAM KRATON: Ajaran Kepemimpinan Asthabrata Dalam Serat Sruti Jarwa Pada Masa Pakubuwana IX 1865 – 1871 Adrian Perkasa; Wahyu Angga Fahrizal
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v3i2.5986

Abstract

Studi ini merupakan kajian sejarah karya sastra Jawa yang merekontruksi tentang kepemimpinan Pakubuwana IX 1865-1871. Melalui salah sastra yang berjudul Serat Sruti Jarwa Pakubuwana IX melalukan sebuah perlawanan secara pasif terhadap keberadaan kolonial di dalam kraton Surakarta Hadiningrat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mencangkup tahap pencarian topik, tahap pengumpulan sumber data, verifikasi atau kritik sumber, tahap intepretasi atau penafsiran, dan yang terakhir yaitu tahap historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Serat Sruti Jarwa pada masa Pakubuwana IX berhasil menjadi penguat kedudukan Pakubuwana IX dan menjaga kewibawaan kraton Surakarta Hadiningrat. secara garis besar melalui salah satu ajaran yang termuat di dalam Serat Sruti Jarwa yaitu ajaran Asthabrata Pakubuwana IX secara batiniah melakukan sebuah perlawanan terhadap segala pengaruh yang dibawa oleh pemerintah Belanda sejak berakhirnya Perang Jawa 1830, Pakubuwana IX sebagai penguasa tertinggi berhasil mengembalikan sikap kstria para abdi dalem kraton Surakarta, disamping itu Pakubuwana IX juga berhasil membawa perkembangan di pemerintahannya, diantaranya di bidang politik, ekonomi, hukum, agama, pembangunan, dan kesusatraan Jawa. Kata Kunci: Asthabrata; Pakubuwana IX; Serat Sruti Jarwa.
EKSISTENSI TQN AL-UTSMANI SRAGEN: Kajian Historis Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Al-Utsmaniyah di Sukodono Sragen Tahun 1999 – 2009 Dawam Multazamy Rohmatullah; Alfi Zakiyatun
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v3i2.5987

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Sejarah masuknya Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Al-Utsmaniyah di Sragen pada tahun 1999 – 2009. Permasalahan yang penulis bahas ialah mengenai awal mula masuknya tarekat, dinamika tarekat dan ajaran-ajaran Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Al-Utsmaniyah di Sragen. Berdasarkan permasalahan yang ada, penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang dimulai dari pemilihan topik, pengumpulan sumber sejarah, memverivikasi sumber, interpretasi dan penulisan sejarah. Penulisan ini menitik beratkan pada sumber primer berupa kitab Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Al-Utsmaniyah, wawancara, arsip foto dan didukung oleh peneliti terdahulu. Pesatnya perkembangan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Al-Utsmaniyah, menjadikannya memiliki banyak pengikut dari berbagai daerah. K.H. Zubair Al Macca merupakan tokoh pertama yang membawa dan menyebarkan ajaran tarekat tersebut di Sragen. Pada tahun 1996 K.H. Zubair Al Macca mulai mengenal Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Al-Utsmaniyah dan tahun 1999 tarekat mulai masuk Sragen dengan diadakannya Majelis Haul Akbar yang bertempatan di Masjid Besar Kauman Sragen, dan kemudian pada tahun 2000 dilaksanakan Majelis Mubaya’ah Akbar yang dihadiri langsung oleh mursyid. Hadirnya tarekat tersebut di Sragen mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama dalam hal spiritualitas. Walaupun terdapat Dinamika perkembangan dan penurunan dalam proses penyebaran, akan tetapi tarekat tersebut mampu bertahan dan masih eksis sampai saat ini, dengan kesetiaan para jamaah yang istiqomah mengamalkan ajaran tarekat. Kata Kunci: Dinamika; Tarekat; Sejarah; TQN Al-Utsmaniyah.