cover
Contact Name
Moh. Ashif Fuadi
Contact Email
moh.ashiffuadi@iain-surakarta.ac.id
Phone
+6285645920566
Journal Mail Official
spi.fab@iain-surakarta.ac.id
Editorial Address
Published by Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168 Website: https://uinsaid.ac.id/
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
ISSN : 2798186X     EISSN : 27983110     DOI : https://doi.org/10.22515/isnad.v3i1
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities aims to serve research report of various topic relating to Islamic Civilization History and Humanities. The articles published would refer not only directly to the Islamic Civilization History itself, but also to the various perspectives, in terms of social sciences and humanities. Embodies research articles including: History of Islamic Civilization and its development Humanities studies and its development Teaching of the Islamic Civilization History
Articles 74 Documents
VERNAKULARISASI FIKIH SALAT: Studi Atas Kitab-Kitab Fasalatan di Jawa Abad XX Jamaluddin Jamaluddin; Ansori Ansori; Affaf Mujahidah
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7661

Abstract

Artikel ini berusaha mengungkapkan kitab-kitab fasalatan yang tersebar luas dan dipelajari oleh umat Islam di Jawa pada abad XX. Abad XX menjadi periode penting, saat mana teknologi cetak digunakan secara masif oleh muslim Indonesia, termasuk Jawa, untuk mencetak dan menerbitkan karya-karya tulis mereka. Salah satu karya yang banyak dicetak adalah kitab fasalatan. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari sumber-sumber primer, seperti fasalatan karya kiai Raden Asnawi (Kudus), Fasalatan Lengkap Sabil al-Najah karya Kiai Ahmad Sakhawi Amin Pekalongan, fasalatan karya Kiai Musyawwir bin Haji Anwar Purworejo, Fasalatan al-Nur al-Mubin fi Adab al-Mushallin karya Kiai Misbah Mustofa Bangilan Tuban, Fasalatan Kiai ‘Alawi Shafwan dan Syiir Fasalatan Kiai Sya’rani bin Haji Shalih Magelang. Berdasarkan analisis historis, terungkap bahwa kitab fasalatan merupakan usaha yang dilakukan oleh kiai-kiai di Jawa dalam membumikan fikih salat sesuai dengan bahasa mereka (bahasa Jawa). Penyesuaian dari bahasa Arab ke dalam bahasa Jawa merupakan bentuk vernakularisasi. Dengan cara ini, akhirnya fasalatan menjadi mudah dipahami dan memainkan peran penting dalam membimbing umat Islam di Jawa dalam melaksanakan ibadah salat yang baik dan benar. Kitab-kitab fasalatan lahir dari ketekunan kiai-kiai yang kental dengan tradisi keilmuan pesantren, sehingga tuntunan salat yang disusun sesuai dengan fikih madzab Syafii, sebagaimana fikih arus utama yang berkembang dan dilestarikan di pesantren-pesantren di Jawa. Kata Kunci: Vernakularisasi; fasalatan; fikih salat; kitab.
Upaya Abdul Karim Oey dalam Pembauran Orang Tionghoa di Indonesia, 1926-1988 Sekar Nur Astuty; Muhamad Shoheh; Angga Pusaka Hidayat
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7668

Abstract

Etnis Tionghoa adalah etnis yang telah lama menjadi bagian dari penduduk Nusantara. Orang Tionghoa menjalin interaksi dengan etnis lainnya sejak lama. Salah satu isu terkait etnis Tionghoa di Indonesia yang masih perlu diteliti adalah isu pembauran. Penelitian ini bermaksud untuk membahas upaya pembauran etnis Tionghoa yang dilakukan oleh Abdul Karim Oey pada 1926-1988. Abdul Karim Oey (Oey Tjeng Hien) adalah seorang Tionghoa peranakan yang muslim dan terlibat dalam upaya pembauran etnis Tionghoa di Indonesia sejak masa kolonial hingga Orde Baru. Metode sejarah digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa Abdul Karim Oey berupaya membuka jalan pembauran bagi etnis Tionghoa di Indonesia melalui beberapa cara, yakni: Pertama, Abdul Karim Oey bergabung dengan organisasi Islam, Muhammadiyah. Kedua, dia terlibat dalam Penolong Korban Perang (PEKOPE) ketika terjadinya Perang Dunia II. Ketiga, dia mengambil peran dalam dunia politik dengan bergabung dalam partai Masyumi dan terlibat dalam pemerintahan. Keempat, dia berdakwah melalui organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Kata Kunci: Abdul Karim Oey; Etnis Tionghoa; Islam; Pembauran.
KEDIRISCHE AFDEELINGSBANK: Sejarah Bank hingga Perubahan Menjadi Algemeene Volkscredietbank Tahun 1908-1934 Fitriasari, Natasya; Zamzami, Rizal
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.7703

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Kedirische Afdeelingsbank 1908-1934. Kedirische Afdeelingsbank merupakan lembaga keuangan yang didirikan oleh pemerintah Belanda dengan tujuan untuk menyediakan pinjaman dan tempat penyimpanan uang bagi masyarakat Kediri. Adanya Kedirische Afdeelingsbank bertindak sebagai bank daerah yang dapat membantu memenuhi kebutuhan kredit masyarakat. Kemampuan Kedirische Afdeelingsbank dalam memberikan pinjaman mengalami peningkatan hingga masa depresi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah pendirian Kedirische Afdeelingsbank, perkembangan bank hingga perubahan menjadi Algemeene Volkscredietbank serta pengaruh adanya Kedirische Afdeelingsbank pada tahun 1908-1934. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang menurut Kuntowijoyo terdapat empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, Kedirische Afdeelingsbank didirikan sebagai bank kredit rakyat di wilayah Kediri. Kedua, Kedirische Afdeelingsbank mengalami perkembangan dengan adanya kantor cabang di Pare yang menandai peningkatan kegiatan operasi bank dan perubahan menjadi Algemeene Volkscredietbank yang merupakan masa kemunduran Kedirische Afdeelingsbank. Ketiga, Kedirische Afdeelingsbank memberikan pengaruh yang baik bagi peningkatan ekonomi wilayah Kediri.   Kata Kunci : Afdeelingsbank; Kediri; Lembaga Keuangan
Tradisi Jembaran: Analisis Teori Fungsional Malinowski Dalam Tradisi Santri Al Falah Kebumen di Bulan Muharram Mokhammad Fadhil Musyafa; Ahmad Arif Kurniawan
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7767

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sebuah tradisi jembaran di kalangan santri Pondok Pesantren Al Falah Kebumen. Dalam menguraikan pembahasan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif-analitis. Penelitian ini di dukung oleh teori fungsional Malinowski sebagai pisau analitisnya. Melalui studi pustaka (library research) dan wawancara, penelitian ini menghasilkan beberapa poin pembahasan. Pertama, mengenai hakikat pondok pesantren yang merupakan bagian kecil dari miniatur kehidupan masyarakat yang mampu menciptakan suatu tradisi. Kedua, memberikan penegasan mengenai tradisi Islam yang merupakan hasil olah pikiran sekelompok orang yang mumpuni terhadap keagamaannya, dan bukan merupakan hasil ciptaan Tuhan. Ketiga, memberikan alur historis kemunculan tradisi jembaran. Keempat, analisa teori fungsional Malinowski dalam tradisi jembaran. Adapun kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian ini ialah penegasan bahwa tradisi jembaran lahir sebagai perwujudan rasa syukur mereka (santri) terhadap segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Tidak hanya itu, tradisi jembaran ini juga memiliki fungsi untuk meningkatkan kereligiusan santri. Adapun fungsi yang dimaksudkan disini diantaranya adalah sebagai sarana untuk menambah keimanan dan ketakwaan, sarana berjiwa sosial, dan bersyukur. Kata Kunci : fungsi, jembaran, pondok pesantren, tradisi.
Simbolisasi Wanita Jawa Utama dari Perspektif Pakubuwono X: Tinjauan Kritis pada Serat Wulang Reh Putri Bagus Wahyu Setyawan
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7818

Abstract

Serat merupakan salah satu karya sastra Jawa yang memuat ajaran dan nilai adiluhung. Salah satu serat yang memuat tentang ajaran wanita adalah Serat Wulang Reh Putri karya Pakubuwono X. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan simbolisasi wanita Jawa utama dalam serat wulang reh putri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah teks Serat Wulang Reh Putri yang tersimpan di Museum Reksa Pustaka Pura Mangkunegaran. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik studi dokumen dan pembacaan intensif. Data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan ilmu semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil analisis data ditemukan Pakubuwono X memberikan contoh beberapa tokoh wanita dalam beberapa kisah, diantaranya adalah Dewi Adaninggar dan Dewi Citrawati. Pakubuwono X juga mengajarkan tentang simbolisasi hati yang menjadi bekal utama yang harus dimiliki dalam sebuah pernikahan. Terakhir, Pakubuwono X memberikan pemahaman tentang 3 bekal yang harus dimiliki oleh seorang istri, yaitu berbakti, melayani, dan menghormati suami dengan sepenuh hati. Serat Wulang Reh Putri ini juga bisa dijadikan alternatif pembelajaran untuk membentuk karakter wanita Jawa utama di era globalisasi. Utamanya penekanan tentang pentingnya penerimaan, pengabdian, dan pemahaman posisi wanita dalam keluarga. Kata kunci: pandangan Pakubuwono X; semiotika Charles Sanders Pierce; Serat Wulang Reh Putri; simbolisasi wanita Jawa utama.
Pasang Surut Islam dalam Arus Sejarah Timor Leste: dari Mayoritas hingga Minoritas Novia Rahmadani
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.7917

Abstract

Timor Leste ialah negara paling muda di Asia Tenggara yang merdeka pada tanggal 20 Mei 2002 silam. Jika dibandingkan dengan negara keanggotaan ASEAN lainnya, Timor Leste yang baru bergabung pada tahun 2022 kemarin dapat dikatakan sebagai negara termiskin. Timor Leste seolah merangkak berkembang sedikit demi sedikit untuk mewujudkan negara yang ideal. Namun, terlepas dari ketertinggalan tersebut, Islam sempat mencapai puncak kejayaannya di Timor Leste bahkan sebelum Portugis datang. Pasang surut dinamika Islam terus berjalan beriringan dengan plot-plot historis yang terjadi di Timor Leste hingga era kontemporer saat ini. Secara umum terdapat tiga pembabakan perkembangan Islam di Timor Leste, yakni masa imperialisme bangsa Portugis, masa integrasi dengan Indonesia, dan pasca merdeka hingga saat ini. Untuk menjabarkan hal tersebut digunakan metode penelitian heuristik dan studi kepustakaan. Merujuk pada penelitian yang telah dilakukan ditemukan fakta bahwa terdapat tiga pula alur perkembangan Islam di Timor Leste berdasarkan pembabakan sejarah tersebut. Masa imperialisme Portugis agama Islam nyaris terkikis habis lewat upaya kristenisasi. Kemudian masa integrasi dengan Indonesia membawa angin segar bagi perkembangan Islam yang difasilitasi oleh pemerintah. Pasca kemerdekaan hingga saat ini Islam seperti terlahir kembali dengan perkembangan yang lebih terarah dan terstruktur meski mengalami degradasi populasi. Kata Kunci: Islam; Minoritas; Mayoritas; Timor Leste
Kearifan Lokal Tuna Satak Bathi Sanak dalam Transaksi Perdagangan Komunitas Muslim Pedagang Ngruki Sukoharjo Muh. Fajar Shodiq; Nur Husniyatul Adyani; Dwi Ratna Sari; Nafisah Nur Aini
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 4 No. 02 (2023): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v4i02.8155

Abstract

Dalam proses transaksi perdagangan konvensional yang melibatkan penjual dan pembeli dalam satu tempat, seringkali mendapati kearifan lokal didalamnya. Salah satu kearifan local dari perdagangan Jawa adalah konsep tuna satak bathi sanak. Konsep ini memiliki arti ‘berkorban sedikit namun untung mendapat banyak relasi’ yang mulai dilirik sebagai kearifan lokal dalam berdagang yang bisa menyelesaikan masalah-masalah perdagangan era kini. Penelitian ini mengkaji sejauh mana konsep perdagangan Jawa tuna satak bathi sanak pada muslim pedagang Ngruki yang juga menerapkan konsep berdagang secara Syar’i dapat berjalan selaras hingga menghasilkan kesuksesan atau sustainabilitas dalam perdagangan mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan jika konsep berdagang tuna satak bathi sanak pada muslim pedagang Ngruki bukan sekedar politik dagang orang Jawa. Namun mereka berupaya melanggengkan hubungan dengan pelanggan (social bonding) juga mengikat secara emosional dengan pelanggan (emotional bonding) agar bisa melakukan pembelian berulang (repurchase). Kedermawan para pedagang itu mereka anggap sebagai sedekah, meski demikian mereka tetap memperoleh keuntungan secara ekonomi (financial bonding). Namun, menariknya konsep ini hanya berlaku pada mayoritas pedagang berskala kecil, pada pedagang skala menengah sebagian saja yang melakukan. Sedang pedagang skala besar hanya sebagian kecil saja yang melakukan konsep ini, karena mereka professional dalam jalankan usaha. Kata Kunci : Tuna satak bathi sanak; muslim pedagang; politik dagang Jawa.
Tradisi Kesusastraan dalam Masyarakat Arab Yang Menjadi Pola Dasar Penulisan Sejarah Historiografi Arab Pra Islam Nur Anisah Hasibuan; Danil Muahmud Chainago; Lukmanul Hakim
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.8496

Abstract

Penelitian ini meluaskan pemahaman terhadap tradisi kesusastraan dalam masyarakatArab sebelum Islam, yang memiliki peran penting dalam pembentukan historiografi Arab Pra Islam. Data yang digunakan berasal dari berbagai sumber sekunder yang ditemukan melalui penelitian kepustakaan, melibatkan berbagai jenis literatur, jurnal ilmiah, dan publikasi yang terkait dengan warisan sastra masyarakat Arab sebelum masa Islam. Metode penelitian melibatkan tahap pengumpulan sumber, kritik, interpretasi, dan penulisan sejarah. Masyarakat Arab pra Islam, dikenal sebagai Arab Jahiliyah, meskipun sebagian besar tidak buta huruf, namun keterampilan membaca dan menulis belum umum. Perkembangan di bidang kesusastraan memberikan dukungan kepada individu untuk merinci sejarah mereka secara unik, terutama mengingat konteks sosial yang ada pada periode tersebut kurang mendukung berkembangnya kebudayaan. Kehadiran penulisan sejarah atau historiografi masyarakat Arab sebelum masa Islam menjadi topik yang menarik untuk diselidiki. Historiografi Arab pra Islam, terutama Al-Ayyam, memberikan wawasan tentang kehidupan sosial, meskipun bersifat subjektif. Meskipun tidak dianggap catatan sejarah formal, dampaknya pada perkembangan kesusastraan dan historiografi Islam tetap signifikan hingga abad ke-8 M. Al-Ayyam juga memberikan inspirasi bagi sejarawan Islam berikutnya. Selain itu, tradisi Al-Anshab menyoroti perhatian masyarakat Arab terhadap silsilah, berperan penting dalam pemahaman sejarah keturunan mereka. Kata Kunci: Historiografi, Masyarakat Arab Pra Islam, Tradisi Kesusastraan
Konflik Mangkubumi Wargadireja dengan Daendels Dalam Pembangunan Pangkalan Armada Perang di Teluk Meeuwen Banten Tahun 1808 Sunandar, Muhamad Nandang; Didin Saepudin; Yasmin Ikhdan Safitri
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.8602

Abstract

Kajian ini membahas tentang konflik Mangkubumi Wargadireja yang berkonflik dengan Daendels dalam pembangunan pangkalan perang di Teluk Meeuwen tahun 1808-1809. Konflik ini sebagai salah satu penyebab yang timbul karena adanya tuntutan kepada Sultan Banten untuk menyediakan pekerja sebanyak 1500 orang tiap harinya untuk dipekerjakan di pembangunan benteng, Mangkubumi Wargadireja menyatakan tidak mungkin mengabulkan hal itu, namun Mangkubumi dianggap telah membangkang. Berdasarkan kajian lebih lanjut dari beberapa sumber yang relevan. Berdasarkan gerak sejarah menurut Braudelian politik Braudel menyebutnya sejarah peristiwa yang cenderung mengalami perubahan atau berfluktuasi secara cepat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan empat tahapan meliputi heuristik, verifikasi sumber sejarah, interpretasi, dan historiografi. Dengan demikian, Wargadireja merupakan patih dari Kesultanan Banten pada masa pemerintahan Sultan Abul Mafakhir, Wargadireja merupakan paman dari Sultan Muhammad Ishak. Alasan dibangun pangkalan armada perang adalah karena upaya Daendels dalam menjaga Pulau Jawa dari serangan Inggris. Konflik Wargadireja terhadap Daendels disebabkan oleh pertentangan antara Banten dan Batavia untuk membangun kompleks pertahanan yang strategis di Teluk Meeuween, sultan ingin mengakhiri pengiriman pekerja, sehingga Daendels marah dan menyerang Keraton Surosowan. Banten harus menerima tuntutan dari penguasa kolonial yaitu ekonomi dan politik. Hal ini menjadi tugas Wargadireja untuk menyelesaikannya dengan tujuan akhir menjaga kehormatan dan kebebasan rakyat Banten. Kata Kunci: Armada Perang; Konflik; Mangkubumi; Politik
FAKTOR MIGRASI ORANG MADURA KE KALIBARU WETAN TAHUN 1968-2000AN -, Hervina Nurullita; Iqomatur Risalatil Mu'awanah
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.8612

Abstract

Migrasi yang dilakukan oleh Orang Madura tersebar di salah satu wilayah yang ada di Banyuwangi, yaitu Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru. Migrasi tersebut telah berlangsung sejak lama dan hingga saat ini para migran masih bertahan di wilayah Kalibaru Wetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya migrasi Orang Madura ke Kalibaru Wetan. Guna mengungkan hal tersebut penelitian menggunakan metode penelitian sejarah. Ada 4 faktor penyebab terjadinya migrasi tersebut, yakni (1) memperbaiki taraf kehidupan, dari yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan dan pendapatan kini mampu mencukupi kebutuhan keluarga dan juga berkecukupan (2) tidak tersedianya lapangan pekerjaan, sempitnya lapangan kerja menyebabkan banyak masyarakat Madura memilih bermigrasi untuk menemukan pekerjaan (3) pernikahan, banyak sekali migrasi karena alasan pernikahan sebagai alasan seseorang berpindah tempat tinggal (4) hubungan sosial dengan masyarakat sekitar yang kurang baik, lingkungan yang toxic menyebabkan seseorang melakukan migrasi untuk memperoleh kenyamanan.   Kata Kunci: Faktor; Migrasi; Madura