cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Khazanah : Journal of Islamic Studies
ISSN : 28298225     EISSN : 28280458     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Fokus penerbitan artikel riset pada jurnal Khazanah : Journal of Islamic Studies : 1. Ilmu-Ilmu Keislaman 2. Pendidikan Islam 3. Pemikiran Islam 4. Hukum Islam 5. Islam politik 6. Ekonomi Islam 7. Ilmu dakwah 8. Komunikasi Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 167 Documents
Sejarah dan Perkembangan Pemikiran Ilmu Kalam Siregar, Ihsan Riadi; Harahap, Efridawati
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4 Nomor 3 Agustus (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i3.2999

Abstract

Ilmu Kalam, sebagai teologi rasional dalam tradisi Islam, berkembang sejak abad ke-2 Hijriah untuk menjawab berbagai tantangan teologis, filosofis, dan sosial yang dihadapi umat Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka untuk mengkaji perkembangan ilmu kalam dari masa awal hingga kontemporer. Dalam periode awal, pemikiran kalam dipengaruhi oleh aliran-aliran seperti Mu'tazilah yang menekankan rasionalitas dan Ahl al-Sunnah wal Jama'ah yang lebih mengutamakan wahyu. Perdebatan antara aliran ini berkisar pada hubungan antara akal dan wahyu. Tokoh-tokoh seperti al-Asy'ari dan al-Maturidi berusaha menyeimbangkan kedua sisi tersebut dalam pemahaman teologi Islam. Pada abad modern, ilmu kalam menghadapi tantangan baru dari pengaruh filsafat Barat, sains, dan pluralisme agama, mendorong pemikir Muslim untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan kebutuhan zaman. Kajian ini mengungkapkan bahwa ilmu kalam tetap relevan dalam konteks globalisasi dan hubungan antaragama. Dengan demikian, ilmu kalam menjadi disiplin penting dalam mempertahankan relevansi ajaran Islam di tengah perubahan sosial dan intelektual.
Konsep Ma’rifat dalam Tasawuf dan Implementasinya dalam Pendidikan Karakter Modern Fadil, Achmad; Alghifari, Ahmad Zaki; Aabidah, Athifa; Damayanti, Arini; Andini, Dwi; Auliya, Gita Nur
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4 Nomor 3 Agustus (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i3.3073

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep ma’rifat dalam tasawuf irfani serta relevansinya bagi pengembangan pendidikan karakter di era globalisasi yang ditandai tantangan moral pada generasi muda. Penelitian menggunakan metode library research dengan analisis isi dan pendekatan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ma’rifat sebagai pengetahuan intuitif-spiritual yang diperoleh melalui penyucian jiwa, kasyf, dan pengalaman batin memberikan landasan filosofis yang lebih mendalam dibanding pendekatan karakter konvensional yang cenderung menitikberatkan pada aspek perilaku. Nilai-nilai sufistik seperti kesadaran diri, pengendalian hawa nafsu, kedamaian batin, dan akhlak ilahiah dapat diintegrasikan dalam pendidikan karakter melalui pembiasaan moral, refleksi spiritual, serta keteladanan guru. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis ma’rifat berpotensi membentuk peserta didik yang tidak hanya berperilaku etis, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual, integritas, dan kematangan emosional untuk menghadapi dinamika kehidupan abad ke-21 secara humanis dan bertanggung jawab.
Efektifitas Program Dakwah Podcast di IAIDU Asahan Ilham, Ilham; Sari, Eysa Mita; Wijaya, Andika Parta; Manurung, Aulil Arham; Ilham, Mhd Yusuf Arifin; Nasution, Khoharuddin
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 4 (2025): Volume 4 Nomor 4 November (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i4.3105

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi metode dakwah dari konvensional menuju media berbasis digital, salah satunya melalui podcast. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran umum program dakwah podcast di Institut Agama Islam Darul Ulum (IAIDU) Asahan Sumatera Utara, menganalisis efektivitas program tersebut, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dakwah podcast di IAIDU Asahan Sumatera Utara merupakan inovasi dakwah digital yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern, khususnya mahasiswa dan generasi muda. Program ini diselenggarakan secara berkala melalui berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube, dan media sosial kampus, dengan konten yang mencakup kajian akidah, ibadah, akhlak, motivasi keislaman, serta isu-isu keagamaan kontemporer. Pengelolaan program melibatkan dosen, mahasiswa, dan tim media kampus, dengan narasumber yang kompeten dan kredibel di bidang keilmuan Islam Dari aspek efektivitas, program dakwah podcast IAIDU dinilai cukup efektif dalam menyampaikan pesan dakwah. Hal ini ditunjukkan oleh luasnya jangkauan audiens, kualitas materi yang relevan dan kontekstual, respon pendengar yang positif, serta dampak terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran keagamaan. Dari aspek pesan dakwah, materi disampaikan secara sistematis, komunikatif, dan persuasif dengan pendekatan dakwah bil hikmah, sehingga mudah dipahami dan diterima oleh audiens dengan latar belakang yang beragam Dampak program dakwah podcast terlihat pada peningkatan pemahaman keislaman, tumbuhnya kesadaran religius, serta perubahan perilaku keagamaan audiens secara bertahap, seperti meningkatnya motivasi beribadah dan pengamalan nilai-nilai akhlak. Adapun faktor pendukung program ini meliputi dukungan institusional, ketersediaan narasumber yang kompeten, serta pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, faktor penghambatnya antara lain keterbatasan sumber daya manusia, kualitas teknis produksi yang belum optimal, kurangnya konsistensi jadwal tayang, dan promosi yang belum maksimal.
Nilai Pendidikan Islam Tentang Keadilan dalam Perspektif Al Qur'an Surat Al Hujurat Ayat 9 Udiyono, Udiyono; Syam, Robingun Suyud El; Faisal, Vava Imam Agus
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 4 (2025): Volume 4 Nomor 4 November (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i4.3182

Abstract

This study aims to: (1) analyze the concept of justice in the perspective of the Qur’an, particularly in Surah Al-Hujurat verse 9, as interpreted by classical and contemporary mufassirun; (2) identify the values of Islamic education related to justice embedded in the verse; (3) explain the relevance of these educational values to educational practices in Indonesia; and (4) describe the implementation of the value of justice in Islamic educational institutions in Indonesia. This research employs a qualitative approach using a library research method, drawing upon Qur’anic exegesis (tafsir), Islamic education literature, and modern educational studies. The findings indicate that mufassirun such as Ibn Kathir, Al-Tabari, and M. Quraish Shihab emphasize that Surah Al-Hujurat verse 9 commands the fair, objective, and impartial resolution of conflicts among Muslim groups. Justice in this verse is viewed as a manifestation of Allah’s attribute Al-‘Adl, making human justice a reflection of divine values. The mufassirun assert that the guidance of this verse is not limited to large-scale conflicts but is also applicable to social, familial, organizational, and educational contexts. The Islamic educational values derived from the verse include deliberation (shura), reconciliation (islah), honesty, objectivity, social responsibility, and the enforcement of justice. These values are highly relevant to Indonesia’s national education principles, particularly those emphasizing character education, non-violence, and a culture of peace. The implementation of justice values in Islamic educational institutions is reflected in character-based curricula, institutional governance, disciplinary policies, and teacher training in conflict management. Surah Al-Hujurat verse 9 contains fundamental Islamic educational values, including justice (al-‘adl), social responsibility, peace-building, anti-violence (anti-bullying), truth enforcement, dialogue and deliberation, and brotherhood (ukhuwwah). These values serve as a moral and ethical foundation for Islamic education in shaping learners who are just, peaceful, and civilized. The study concludes that the values of justice articulated in the verse are strongly relevant to educational practices in Indonesia, particularly in strengthening character education, managing school conflicts, fostering an equitable and anti-bullying school culture, developing value-based curricula, and nurturing teachers as role models of justice and professionalism. The study recommends strengthening justice-oriented policies in Islamic educational institutions, enhancing teachers’ competencies in conflict resolution, expanding future research on practical implementations of justice values, and utilizing these findings as a reference for formulating value-based educational policies.
Problematika Guru dalam Melaksanakan Sistem Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar di SD Takhassus Al-Qur`An Wonosobo Putri, Yeslin Tania; Nasokah, Nasokah; Astina, Chairani
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 4 (2025): Volume 4 Nomor 4 November (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i4.3183

Abstract

The implementation of the Merdeka Learning Curriculum is a national policy that requires teachers’ readiness to plan, implement, and evaluate learning in a more flexible and student-centered manner. In the context of Islamic-based elementary schools, the implementation of the Merdeka Curriculum also demands teachers’ ability to integrate Qur’anic values into the learning process without eliminating the institution’s distinctive characteristics and identity. This study focuses on the issues surrounding the implementation of the Merdeka Learning Curriculum at SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. The research problems are formulated as follows: (1) how the Merdeka Learning Curriculum is implemented at SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo, (2) what problematics are faced by teachers in implementing the Merdeka Learning Curriculum, and (3) what efforts are made by teachers to overcome these problematics. This study employs a qualitative approach with a field research design. The research subjects consist of the school principal and teachers of SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The results of the study indicate that the implementation of the Merdeka Learning Curriculum at SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo has been carried out gradually in accordance with national policies by applying student-centered learning, learning flexibility, and character strengthening through the integration of Qur’anic values. However, several problematics remain, including teachers’ limited understanding of the Merdeka Curriculum, difficulties in preparing instructional planning documents, challenges in implementing differentiated learning, administrative workload, and the suboptimal use of formative assessment. To address these problematics, teachers have undertaken various efforts, such as improving professional competence through training and self-directed learning, collaborating in the preparation of instructional documents, simplifying administrative tasks, strengthening formative assessment, and integrating Qur’anic values into the learning process. Overall, the implementation of the Merdeka Learning Curriculum at SD Takhassus Al-Qur’an Wonosobo has not yet been fully optimal, but it has been moving in the right direction with the active role of teachers as the main implementers of the curriculum.
Penggunakan Metode Tanya Jawab Dalam Meningkatkan Keterampilan Bertanya Siswa Pada Pokok Bahasan Salat Kewajibanku Kelas III Sds Delima Sintuban Makmur Tahun Ajaran 2021/2022 Sulastri, Ayu; Manik, Nurpikasari
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 4 (2025): Volume 4 Nomor 4 November (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i4.3214

Abstract

Subjek dalam penelitian ini siswa kelas III SDS Delima Sintuban Makmur sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan mengetahui persentase tingkat keterampilan siswa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Instrument Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Sebelum dilaksanakan tindakan, keterampilan siswa dalam bertanya siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam masih rendah, yaitu 17 orang (70,8%) kurang terampil dan 7 orang (29,2%) yang cukup terampil dalam bertanya. Hal ini berarti sebelum pembelajaran menggunakan metode tanya jawab masih kurang terampil dalam bertanya. Kemudian dilaksanakan tindakan pada siklus I pertemuan I dan terjadi peningkatan tingkat keterampilan bertanya siswa menjadi 24 siswa atau 100% cukup terampil dalam bertanya selanjutnya siklus I pertemuan II dan di peroleh peningkatan tingkat keterampilan siswa terjadi peningkatan tingkat keterampilan bertanya siswa menjadi menjadi 17 siswa atau 70,8% cukup terampil dan 7 orang siswa atau (29,2%) terampil bertanya. secara keseluruhan siswa sudah memenuhi deskriptor kemampuan bertanya hanya tinggal beberapa orang, kemudian dilaksanakan kembali tindakan pada siklus II pertemuan II dan di peroleh peningkatan tingkat keterampilan siswa bertanya 8 orang siswa atau 33.3% Terampil bertanya dan 16 orang siswa atau (66,7%) sangat terampil dalam bertanya. Akhirnya disimpulkan menggunakan metode Tanya jawab pada pokok bahasan Salat Kewajibanku kelas III SDS Delima Sintuban Makmur Tahun ajaran 2021/2022 dapat meningkatkan keterampilan bertanya siswa.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Toleran dan Inklusif di Era Multikultural Saripuddin B, Muhammad
Khazanah : Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 Februari (2026) IN PRESS
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v4i4.3229

Abstract

The multicultural context of contemporary society presents both challenges and opportunities for Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) in shaping students’ tolerant and inclusive character. Indonesia’s socio-cultural diversity requires educational institutions not only to transmit religious knowledge but also to cultivate ethical and social values that strengthen social cohesion and harmonious coexistence. This study aims to analyze the role of PAI in fostering tolerant and inclusive character in the multicultural era. The research employs a qualitative approach using a library research design. Data were collected from scholarly books, national and international journal articles, and official policy documents related to religious moderation and multicultural education. The data were analyzed through content analysis, involving data reduction, thematic categorization, and inductive conclusion drawing. The findings reveal that PAI possesses strong normative and pedagogical foundations for character formation through the internalization of universal Islamic values such as compassion (rahmah), justice (‘adl), brotherhood (ukhuwah), and respect for human dignity. The integration of religious moderation principles, multicultural approaches, dialogical learning, contextual case studies, and digital religious literacy emerges as effective strategies for nurturing inclusive attitudes among students. However, the implementation of multicultural-based PAI still faces challenges related to teachers’ pedagogical competence, curriculum design, and institutional culture. Therefore, pedagogical transformation and institutional commitment are essential to ensure that PAI functions as a strategic instrument in developing religious yet humanistic generations capable of living peacefully within diverse societies.