cover
Contact Name
Flavia Aurelia Hidajat
Contact Email
jurnaljrpmjjakarta@gmail.com
Phone
+6287712981371
Journal Mail Official
jurnaljrpmjjakarta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rawamangun Muka Raya No.11, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta
ISSN : 26214768     EISSN : 26214768     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta (JRPMJ) E-ISSN:2621-4768, DOI Prefix is a peer-reviewed open-access international journal that aims to the sharing, dissemination, and discussion of current trends research results, experience, and perspectives across a wide range of mathematics education, teaching mathematics, development in mathematics instruction, innovations in mathematics learning, and current trends issue in mathematics education research. This journal will be published four-issue per year in March, June, September, and December published by the Universitas Negeri Jakarta Press. Given that the journal prioritizes research reports in mathematics education, viewpoint articles in the same field will be considered for publication. Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta (JRPMJ) welcomes research articles, literature reviews, book reviews from various countries in the world that have high-quality on all topics related to current trends issue in mathematics education research to publish in this journal. Submitted papers must be written in English dan Bahasa Indonesia for the initial review stage by editors and further review process by international reviewer
Articles 109 Documents
Efektivitas Desain Didaktis Materi Lingkaran Berbasis Realistic Mathematics Education terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Ellis Salsabila; Hajizah, Mimi Nur; Pinta Deniyanti Sampoerno
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 7, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v7i2.61476

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of a didactical design-based teaching material grounded in Realistic Mathematics Education (RME) on the topic of circles in improving students’ conceptual understanding of mathematics. The study employed a quasi-experimental approach with a nonequivalent control group design. The participants consisted of 60 eighth-grade students from a junior high school, divided into the experimental group using RME-based learning modules and the control group receiving conventional, teacher-centered instruction. The main instrument was a conceptual understanding test developed based on six indicators: restating concepts, providing examples and non-examples, classifying, representing, explaining relationships among concepts, and applying procedures meaningfully. Results revealed that the experimental group achieved a higher mean N-gain (0.74, high category) compared to the control group (0.30, low–moderate category). The t-test showed a significant difference (p < 0.001) with a large effect size (Cohen’s d = 1.47). Analysis by indicator indicated significant improvements across all aspects, particularly in explaining conceptual relationships and mathematical representation. These findings confirm that RME-based didactical design materials effectively enhance students’ conceptual understanding of circles by facilitating meaningful rediscovery through real-world contexts and progressive mathematical modeling. Practically, the study suggests that mathematics teachers can adopt RME designs as an alternative instructional approach to promote deeper, contextual, and communicative learning in geometry.
The Student–AI Interaction in the Formation of Artificial Memory in Statistics Learning Aliffillahi Raudhotul Adawiyah Assulton; Fuat; Keto Susanto
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.65701

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah memengaruhi proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang menuntut kemampuan analisis dan pemahaman prosedural seperti statistika. Pemanfaatan AI sebagai alat bantu belajar tidak hanya menyediakan jawaban instan, tetapi juga memengaruhi cara siswa memproses informasi dan membangun pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara memori manusia dan AI dalam pembelajaran statistika serta kontribusinya terhadap pembentukan memori buatan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif studi kasus pada satu kelas siswa kelas X di SMAN 1 Kota Pasuruan. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, observasi, dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan pengkodean tematik berbantuan perangkat lunak NVivo dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melalui delapan tahapan interaksi dalam penggunaan AI yang membentuk tiga tipe memori buatan, yaitu pasif, kolaboratif, dan reflektif. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pembentukan memori buatan sangat dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan kognitif siswa dalam memverifikasi dan mengolah output AI. Oleh karena itu, efektivitas penggunaan AI dalam pembelajaran statistika lebih ditentukan oleh kualitas interaksi siswa dengan AI dibandingkan sekadar akses terhadap jawaban yang dihasilkan.
Integrasi Computational Thinking dalam Pembelajaran Matematika SMP – SMA: Systematic Literature Review HIKMATUL Khusna; Poni Saltifa
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.66093

Abstract

Computational thinking (CT) merupakan salah satu kemampuan penting abad ke-21 karena dianggap relevan dalam pembelajaran matematika, terutama pada jenjang SMP dan SMA. Integrasi CT pada pembelajaran matematika diyakini mampu memperkuat higher order thinking skill (HOTS), pemecahan masalah, literasi matematis, dan  capaian hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bentuk integrasi CT dalam pembelajaran matematika di jenjang SMP dan SMA, menganalisis fokus dimensi CT yang dikembangkan, dan mensintesis dampak terhadap berbagai hasil pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap artikel empiris yang terindeks dalam basis data Scopus dan dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025. Proses seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA dengan kriteria inklusi yang menekankan CT sebagai fokus utama, konteks pembelajaran matematika, dan jenjang SMP atau SMA. Terdapat 15 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis secara tematik terhadap identifikasi pendekatan integrasi, dimensi computational thinking, teknik penilaian, serta hasil pembelajaran yang dilaporkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi CT dalam pembelajaran matematika SMP–SMA dilakukan melalui beragam pendekatan, meliputi pembelajaran berbasis perangkat digital, robotik, pembelajaran tanpa perangkat digital, dan pendekatan campuran. Dimensi CT yang paling dominan dikembangkan adalah dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, dan berpikir algoritmik, dengan debugging muncul terutama pada konteks pemrograman dan media interaktif. Secara umum, integrasi CT menunjukkan dampak positif yang relatif konsisten terhadap HOTS dan pemecahan masalah, sementara pengaruh terhadap capaian hasil pembelajaran bersifat lebih variatif dan dipengaruhi oleh konteks implementasi, topik matematika, durasi  penelitian, serta kualitas instrumen penilaian. Kajian ini menyimpulkan bahwa CT berperan penting sebagai kerangka berpikir dalam pembelajaran matematika di jenjang SMP dan SMA. Temuan ini menegaskan perlunya perancangan aktivitas pembelajaran yang terstruktur, kontekstual, dan reflektif, serta standarisasi operasional dan pengukuran CT guna mendukung implementasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Tren Penelitian Kemampuan Representasi Matematis dalam Jurnal Pendidikan Matematika Berorientasi Sustainable Living di Indonesia: Tinjauan dari Desain Penelitian sampai Analisis Data Dini Andiani; Darhim; Elah Nurlaelah; Fadli Azis
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.66105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tren penelitian pendidikan mengenai kemampuan representasi matematis yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal pendidikan matematika di Indonesia pada periode 2014 sampai 2022. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif, penelitian ini menelaah berbagai pola yang meliputi desain penelitian, jenjang pendidikan subjek penelitian, topik matematika yang dikaji, teknik analisis data yang digunakan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta keterkaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Hasil kajian menunjukkan bahwa jumlah publikasi mengalami perkembangan yang tidak stabil, dengan peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2018 setelah terjadi penurunan tajam pada tahun 2017. Dari sisi metodologi, desain penelitian kuantitatif masih sangat mendominasi, khususnya penelitian yang menggunakan statistik deskriptif dan metode inferensial dasar, seperti uji t dan ANOVA. Ditinjau dari subjek penelitian, peserta didik tingkat sekolah menengah pertama merupakan kelompok yang paling sering dijadikan objek kajian. Sementara itu, materi geometri menjadi topik yang paling banyak diteliti, sedangkan domain bilangan masih relatif jarang mendapatkan perhatian. Dalam aspek pemanfaatan teknologi, sebagian besar penelitian belum mengintegrasikan teknologi secara eksplisit dalam proses pembelajaran, meskipun terdapat peningkatan yang cukup terlihat pada masa pandemi COVID-19. Selain itu, meskipun sebagian besar penelitian secara tidak langsung mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, keterkaitan secara eksplisit dengan kerangka keberlanjutan global masih sangat terbatas. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kajian selanjutnya yang lebih beragam dari sisi metodologi, lebih luas dalam cakupan materi matematika, serta lebih terarah dalam mengaitkan penelitian pendidikan matematika dengan agenda pendidikan global dan pembangunan berkelanjutan.
P Pengembangan Media Pembelajaran Jamburi (Jam Bunga Matahari) Pada Materi Pengukuran Waktu Kelas II di Sekolah Dasar : Pengembangan Media Pembelajaran Jamburi (Jam Bunga Matahari) Pada Materi Pengukuran Waktu Kelas II di Sekolah Dasar Yoni Yoniza; Risnina Wafiqoh; Yorenza Meifinda
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.66186

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi pengukuran waktu kelas II Sekolah dasar akibat keterbatasan media konkret yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Media JAMBURI (Jam Bunga Matahari) yang valid, praktis, dan efektif terhadap hasil belajar peserta didik. Metode penelitian digunakan Research and Development (R&D) model ADDIE dengan subjek guru dan 73 orang peserta didik kelas II SD Negeri 10 Pangkalpinang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, angket, dan tes. Teknik analisis data menggunakan Uji Normalitas dan Uji Wilcoxon. Hasil kevalidan media mendapatkan kategori “Sangat Valid”, dengan skor ahli materi 92,5% dan ahli media 82,5%. Kepraktisan media dengan kategori “Sangat Praktis” memperoleh skor 98,8%. Efektivitas ditunjukkan melalui uji Wilcoxon dengan Asymp. Sig= 0,000, sehingga penggunaan media JAMBURI (Jam Bunga Matahari) dikatakan efektif terhadap hasil belajar peserta didik kelas II SD Negeri 10 Pangkalpinang.
Analisis Motivasi Siswa terhadap Penggunaan Aplikasi Kahoot dalam Evaluasi Pembelajaran Matematika Dewi Rosmala Sari
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.66199

Abstract

Kahoot diidentifikasi sebagai platform pembelajaran berbasis game yang menggunakan gamifikasi untuk tujuan pengajaran, evaluasi, tinjauan, dan merangsang diskusi di kelas. Sifat visualnya berfungsi untuk menarik perhatian, mengarahkan konsentrasi siswa melalui materi visual dan tekstual yang menarik. Kahoot! adalah aplikasi yang cukup efektif untuk meningkatkan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar siswa terhadap penggunaan aplikasi kahoot dalam evaluasi pembelajaran matematika. Hasil analisis menunjukkan motivasi belajar siswa terhadap penggunaan aplikasi kahoot dalam evaluasi pembelajaran matematika memperoleh rata-rata sebesar 77,80. Median sebesar 78 yang mengandung arti bahwa 50% sampel memiliki motivasi belajar 78 ke atas dan 50% sampel memiliki motivasi belajar 78 ke bawah. Motivasi belajar yang paling sering muncul adalah 70 dengan standar deviasi adalah 9,21 dan varians adalah 84,93 yang menunjukkan tingkat keragaman data. Sebanyak 40 siswa kelas IV E dan IV G Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan UIN Jakarta yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan motivasi belajar siswa terhadap penggunaan aplikasi kahoot dalam evaluasi pembelajaran matematika diperoleh 90% siswa memiliki motivasi yang tinggi dan 10% siswa memiliki motivasi belajar sedang. Faktor penghambat dalam penelitian ini sudah tidak ada yaitu keterbatasan perangkat dan akses internet sudah memadai. Jadi penggunaan kahoot bisa terus digunakan dan dapat disimpulkan motivasi belajar siswa tinggi terhadap penggunaan aplikasi kahoot dalam evaluasi pembelajaran matematika
Pengembangan Media Digital Articulate Storyline pada Materi SPLDV Dinar; Risnina Wafiqoh; Iis Juniati Lathiffah
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.66245

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi SPLDV. Hasil tes siswa kelas VIII menunjukkan bahwa sebanyak 90,91% siswa memperoleh hasil belajar yang rendah. Oleh karena itu, media pembelajaran digital digunakan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, penggunaan media digital yang mengintegrasikan konteks kehidupan sehari-hari, umpan balik otomatis, dan interaktivitas pembelajaran masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik media digital articulate storyline yang valid dan praktis serta mengatahui efektivitas penggunaannya pada materi SPLDV di kelas VIII SMP Negeri 4 Simpangkatis ditinjau dari hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek penelitian terdiri atas 66 siswa kelas VIII yang terlibat pada tahap pengembangan dan implementasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket respon, dan tes. Teknik analisis data menggunakan kriteria pensekoran untuk menilai kevalidan dan kepraktisan media, sedangkan efektivitas media dianalisis melalui uji Shapiro–Wilk untuk normalitas data dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk membandingkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sangat valid dengan persentase 90,31% dan cukup praktis dengan persentase 79,69%. Media memiliki karakteristik berupa penyajian materi berbasis konteks kehidupan sehari-hari, umpan balik otomatis, serta interaktivitas secara menyeluruh. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan effect size −1,00 yang termasuk kategori sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa media digital articulate storyline efektif digunakan dalam pembelajaran materi SPLDV di SMP.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 2 SENDANA Marlian; Sartika Arifin; Herna
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.66262

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Sendana. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes hasil belajar matematika. Analisis data menggunakan teknik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam kategori aktif dan hasil belajar matematika ke dalam kategori tinggi. Analisis inferensial melalui independent sample t-test bahwayang menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) lebih tinggi dibandingkan dengan keaktifan belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Selanjutnya,  yang menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 2 Sendana.
Implementasi Problem Based Learning untuk Meningkatkan HOTS Matematis Trisna Rukhmana; Hesti Noviyana
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v8i1.66125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas implementasi model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) matematis siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari dua kelas XI SMA yang berjumlah 30 ssiwa, yakni kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran PBL dan kelas kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes HOTS matematis berbentuk uraian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan Analysis of Covariance (ANCOVA) menggunakan SPSS 25 untuk mengontrol pengaruh kemampuan awal (pretest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kemampuan awal dikontrol, terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada peningkatan HOTS matematis antara kedua kelompok (F=45,128; Sig.=0,000). Kelompok PBL mencapai peningkatan N-Gain dengan kategori sedang (0,65), sementara kelompok kontrol hanya mencapai kategori rendah (0,40). Simpulan penelitian ini adalah bahwa model Problem Based Learning secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan HOTS matematis siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Model PBL menciptakan lingkungan belajar yang menuntut keterampilan analisis, evaluasi, dan kreasi melalui penyelesaian masalah autentik.

Page 11 of 11 | Total Record : 109


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 8, Nomor Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 7, Nomor 2, Tahun 2025 Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 7, Nomor 1, Tahun 2025 Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 6, Nomor 2, Tahun 2024 Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 6, Nomor 1, Tahun 2024 Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 5, Nomor 2, Tahun 2023 Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 5, Nomor 2, Tahun 2023 Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 5, Nomor 1, Tahun 2023 Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 5, Nomor 1, Tahun 2023 Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 4, Nomor 2, Tahun 2022 Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 4, Nomor 2, Tahun 2022 Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 4, Nomor 1, Tahun 2022 Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 4, Nomor 1, Tahun 2022 Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021 Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 3, Nomor 1, Tahun 2021 Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 2, Nomor 2, Tahun 2020 Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 2, Nomor 1, Tahun 2020 Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta. Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018 More Issue