cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2022)" : 58 Documents clear
PENGARUH KUALITAS TIDUR DAN MANAJEMEN WAKTU TERHADAP PERFORMA AKADEMIK MAHASISWA PRE-KLINIK SELAMA PEMBELAJARAN DARING Citra Evelyn Ramilla Ainiyah; Sri Fauziyah; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Selama pembelajaran daring, mahasiswa kedokteran mengalami siklus tidur yang tidak teratur karena adanya stresor akademik serta ketidakteraturan jadwal akademik. Hal tersebut berdampak pada kualitas tidur dan manajemen waktu mahasiswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh kualitas tidur dan manajemen waktu terhadap performa akademik mahasiswa pre-klinik selama pembelajaran daring.Metode: Studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 256 responden Mahasiswa Pre-klinik FK UNISMA yang terdiri dari mahasiswa tingkat 1, 2, dan 3. Penilaian kualitas tidur diukur dengan kuesioner Sleep Quality Scale sedangkan manajemen waktu diukur dengan kuesioner Time Management Questionnaire. Performa akademik mahasiswa menggunakan nilai blok Patologi Sistem Urinari, Fisiologi Sistem Urinari 1 & KCEAB, dan Biologi Molekuler Sel dan Genetika pre-remidi yang dianalisis dengan uji regresi logistik ordinal, jika didapatkan nilai p-value < 0.05 dianggap signifikan.Hasil: Pada mahasiswa tingkat 1 didapatkan adanya pengaruh signifikan pada kualitas tidur dan manajemen waktu terhadap performa akademik (nilai p-value < 0.05). Namun pada mahasiswa tingkat 2 dan 3 tidak didapatkan adanya pengaruh signifikan antara kualitas tidur terhadap performa akademik (nilai p-value >0.05). Hasil uji manajemen waktu didapatkan adanya pengaruh signifikan terhadap performa akademik (nilai p-value < 0.05).Kesimpulan: Kualitas tidur hanya berpengaruh positif terhadap performa akademik mahasiswa tingkat 1, hal ini terjadi adanya perbedaan stressor akademik yang mempengaruhi siklus tidur mahasiswa. Manajemen waktu berpengaruh positif terhadap performa akademik mahasiswa semua tingkat kelas, hal ini terjadi karena adanya ketidakteraturan jadwal akademik yang mempengaruhi pengelolaan waktu mahasiswa. Faktor yang paling berpengaruh terhadap performa akademik yaitu manajemen waktu.Kata kunci: Performa akademik, kualitas tidur, manajemen waktu, pembelajaran daring
PENGARUH BURNOUT DAN KONSENTRASI TERHADAP PERFORMA AKADEMIK SAAT PEMBELAJARAN DARING MAHASISWA PRE-KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNISMA Marlena Ayu Windasari; Fenti Kusumawardhani Hidayah; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pembelajaran daring mengharuskan mahasiswa belajar dan beraktivitas dirumah yang berakibat perkuliahan menjadi monoton, merasa mudah bosan saat mengikuti pembelajaran dan dirasa kurang interaktif sehingga menyababkan penurunan konsentrasi pada mahasiswa. Burnout dan tingkat konsentrasi pada mahasiswa merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran daring selama pandemi COVID 19 terhadap performa akademik. Penelitian mengenai pembelajaran daring di FK UNISMA sudah ada, namun perlu dilakukan penelitian lagi untuk menilai tingkat burnout dan konsentrasi pada pembelajaran daring serta pengaruh terhadap performa akademik mahasiswa pre-klinik di FK UNISMA.Metode: Studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan responden mahasiswa FK UNISMA sejumlah 284 mahasiswa. Penilaian burnout diukur dengan kuisioner Maslach Burnout Inventory dan konsentrasi diukur menggunakan kuisioner The Mindfull Attention Awareness Scale. Data sekunder berupa performa akademik mahasiswa didapatkan dari bagian akademik. Data statistik dianalisa menggunakan regresi logistik dengan SPSS versi 2.5. dan p < 0.05 dianggap signifikan.Hasil: Hasil uji regresi logistik ordinal pada mahasiswa didapat adanya pengaruh signifikan konsentrasi terhadap performa akademik (nilai p-value < 0.05). Namun, pada burnout tidak didapatkan adanya pengaruh signifikan terhadap performa akademik (nilai p-value >0.05).Kesimpulan: Burnout tidak berpengaruh terhadap performa akademik dan konsentrasi adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap performa akademik mahasiswa FK UNISMA.Kata kunci: Performa akademik, burnout mahasiswa, konsentrasi mahasiswa, pembelajaran daring.
KEBIASAAN BELAJAR DAN AKTIVITAS FISIK BERPENGARUH SIGNIFIKAN PADA PERFORMA AKADEMIK MAHASISWA PRE-KLINIK SELAMA PEMBELAJARAN DARING DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG Syifa Aurora Azzahra; Anggi Gilang Yudiansyah; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kebiasaan belajar dan aktivitas fisik mahasiswa dapat berpengaruh pada performa akademik terutama saat pembelajaran daring selama Pandemi Covid-19. Namun peran kedua hal tersebut pada mahasiswa FK UNISMA belum diketahui, sehingga perlu diteliti.Metode: Penelitian dilakukan secara observasional analitik cross sectional dengan responden mahasiswa FK UNISMA sejumlah 269 orang. Kebiasaan belajar diukur dengan kuesioner Palsane and Sharma Study Habits Inventory (PSSHI) yang dibagi dalam kategori baik, sedang, dan buruk. Aktivitas fisik diukur dengan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) yang dibagi dalam kategori ringan, sedang, dan berat. Performa akademik mahasiswa berupa nilai blok didapatkan secara sekunder dari mahasiswa tingkat 1, 2, dan 3. Data dianalisa dengan regresi logistik multivariat dan p < 0.05 dianggap signifikan.Hasil: Tingkat kebiasaan belajar sedang pada tingkat 1 sejumlah 67 mahasiswa (73%), tingkat 2 sejumlah 65 mahasiswa (76%), dan tingkat 3 sejumlah 61 mahasiswa (67%). Hasil uji regresi logistik didapatkan adanya pengaruh signifikan pada mahasiswa tingkat 2 dan 3, namun tidak pada mahasiswa tingkat 1. Tingkat aktivitas fisik ringan pada tingkat 1 sejumlah 37 mahasiswa (40%), tingkat 2 sejumlah 29 mahasiswa (34%), dan tingkat 3 sejumlah 38 mahasiswa (43%). Hasil uji regresi logistik didapatkan adanya pengaruh signifikan pada mahasiswa tingkat 1, 2, dan 3. Hal ini terjadi karena aktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan perhatian atau fokus yang lebih baik dalam proses belajar.Kesimpulan: Kebiasaan belajar dan aktivitas fisik berpengaruh signifikan pada performa akademik mahasiswa pre-klinik FK UNISMA. Kata kunci: Performa akademik, kebiasaan belajar mahasiswa, aktivitas fisik mahasiswa, pembelajaran daring
INTERAKSI ANTAGONIS SIPROFLOKSASIN DENGAN FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI AIR UMBI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP Escherichia coli Fatma Kartika Aryanti Mursid; Zainul Fadli; Reza Hakim
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Escherichia coli adalah salah satu flora normal yang dapat berubah menjadi patogen yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Dilaporkan bahwa E. coli mengalami resistensi terhadap siprofloksasin dengan kasus tertinggi di Italia sebesar 40,5%. Penggunaan kombinasi antibiotik dan tanaman herbal dapat digunakan sebagai metode penanganan resistensi. Namun, belum tersedia data yang cukup tentang interaksi kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air umbi Allium sativum L. terhadap E. coli.Metode: Penelitian eksperimental laboratoris secara in vitro menggunakan kombinasi siprofloksasin dengan fraksi-fraksi dari ekstrak etanol umbi Allium sativum L. terhadap E. coli. Pengujian dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer Disk Difussion Susceptibility Test dan hasil interaksinya dianalisa berdasarkan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Hasil analisa diuji dengan Kruskall WallisHasil: Fraksi n-Heksana, etil asetat, dan air tunggal maupun ganda tidak mampu menghambat E. coli. Zona hambat kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana 24,92±1,88 mm dan tidak didapatkan perbedaan signifikan dengan siprofloksasin tunggal ataupun ganda. Zona hambat kombinasi siprofloksasin dengan fraksi etil asetat dan fraksi air masing-masing 25,40±0,52 mm dan 24,33±1,15 mm. Zona hambat tersebut lebih kecil dibandingkan dengan siprofloksasin tunggal ataupun ganda serta didapatkan perbedaan yang signifikan.Kesimpulan: Interaksi kombinasi siprofloksasin dengan fraksi n-Heksana bersifat not distinguishable, sedangkan dengan fraksi etil asetat dan air bersifat antagonis.Kata kunci: Siprofloksasin, Escherichia coli, Kombinasi antibiotik dan fraksi Allium sativum L., Daya hambat
PENGARUH PERILAKU BELAJAR MAHASISWA SEBELUM UJIAN KOGNITIF TERHADAP PRESTASI AKADEMIK Risalatul Khoirotunisa; Dewi Martha Indria; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Perubahan sistem ujian dimasa pandemi COVID-19 kerap menimbulkan dampak pada mahasiswa. Bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring  menyebabkan  adanya kekhawatiran kompetensi tidak tercapai dan proses belajar yang mengalami penyesuaian diri terutama dalam menghadapi ujian. Mahasiswa berorientasi persepsi mereka terkait model ujian  untuk pemilihan perilaku belajar mereka dalam mencapai tujuannya. Penerapan dalam perilaku belajar khususnya sebelum ujian nantinya akan mempengaruhi kompetensi dari mahasiswa dalam hal ini berupa prestasi akademik. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti ingin melihat secara diskripsi jenis perilaku belajar yang digunakan mahasiswa sebelum ujian pada masa pandemi dan apakah ada pengaruh perilaku belajar  sebelum ujian terhadap prestasi akademik pada mahasiswa kedokteran.Metode: Penelitian ini menggunakan survei deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Perilaku belajar diukur menggunakan kuesioner adaptasi yaitu Motivated Strategies for Learning Questionnaire, Study Process Questionnaire  Manual, serta kuesioner tema-tema dalam perilaku belajar. Analisa data menggunakan jalur Partial Least Squares dengan teknik Structural Equation Model menggunakan aplikasi Warp Partial Least Square  7.0.Hasil: Perilaku belajar dibentuk oleh variabel kualitas belajar ( P-value=0.041; Path Coefficient=0.114) dan variabel regulasi belajar (P-value=0.153; Path Coefficient=-0.067).Perilaku belajar berpengaruh terhadap prestasi akademik dengan Q2 =0.027 dan dijelaskan sebesar 1% dengan R2 = 0.01.Kesimpulan: Kualitas belajar memiliki pengaruh paling dominan terhadap prestasi akademik. Prestasi akademik dipengaruhi oleh  variabel kualitas belajar dan variabel regulasi belajar dengan kekuatan prediksi yang lemah. Kata kunci: Perilaku belajar, kualitas belajar, regulasi belajar, prestasi akademik
Piper betle L. SEBAGAI PEWARNA BAKTERI : UJI AKURASI DAN PRESISI WARNA PADA Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Annur Affin Niswah; Yoni Rina Bintari; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Tanaman Piper betle L.(PB) memiliki kandungan pigmen antosianin dan tannin warna hijau kecoklatanyang dapat digunakan sebagai zat warna pada pewarnaan bakteri sederhana untuk mengurangi dampak negatifpenggunaan pewarna sintesis. Namun, tingkat efektivitas PB sebagai pewarnaan sederhana bakteri belum diketahuisehingga perlu dilakukan uji akurasi dan presisi PB sebagai pewarnaan sederhana bakteri.Metode: Penelitian eksperimental in vitro menggunakan bakteri S. aureus dan E. coli yang dilakukan pewarnaansederhana dengan ekstrak metanol PB (2,5%, 5%, 10%)v/v, methylene blue (kontrol positif) dan metanol (kontrolnegatif). Hasil pewarnaan diamati secara deskriptif kualitatif oleh tiga pengamat pada lima lapang pandang dari gambarmikroskop cahaya. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan imageJ yang dihitung nilai akurasi dan presisinya secaramatematis. Hasil dianalisa dengan Mann-Whitney dan signifikasi ditetapkan pada p<0.05.Hasil: Pewarna methylene blue (MB) memberikan hasil pewarnaan kualitatif 100% sedangkan metanol 0%. Pewarnaanekstrak metanol PB konsentrasi 2,5%, 5%, 10% menunjukkan hasil pengamatan deskriptif kualitatif yaitu 2,40, 5,38,3,22 pada S. aureus dan 2,77, 4,94, 2,68 pada E. coli. Hasil kuantitatif didapatkan nilai akurasi S. aureus yakni 240,51%,158,49%, 160,91% dan 81,22%, 107,02%, 63,01% pada E. coli dengan nilai presisinya yaitu 35,21%, 26,28%, 31,51%pada S. aureus dan 42,14%, 23,78%, 26,23% pada E. coli. Hasil analisa kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwaekstrak metanol PB 5% memiliki kualitas lebih baik daripada 2,5% dan 10%. Adanya bias berupa genangan minyak(micelles) diperkirakan mengganggu perhitungan bakteri dengan imageJ dan kelemahan dalam pemilihan metodepenelitian.Kesimpulan: Ekstrak metanol PB mengandung pigmen zat warna. Namun, uji akurasi dan presisi menunjukkan lebihrendah daripada kontrol positif.Kata Kunci: Daun sirih, pewarnaan sederhana, S. aureus, E. coli, akurasi, presisi
ANALISIS FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN PULUTAN (Urena lobata) Putri Endrawati; Aris Rosidah; Yudi Purnomo
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Senyawa antioksidan berperan dalam menghambat kerusakan oksidatif akibat radikal bebas dan banyak ditemukan pada tumbuhan. Daun pulutan (Urena lobata) adalah salah satu tumbuhan herbal yang menunjukkan aktivitas antioksidan tetapi belum diketahui secara pasti kandungan senyawa aktifnya. Salah satu upaya untuk mengetahuinya dengan menggunakan metode fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenol total fraksi etil asetat daun pulutan dan aktivitas antioksidannya.Metode: Eksperimental laboratorium untuk menganalisa kandungan senyawa aktif yang terdapat pada fraksi etil asetat daun pulutan dengan metode skrining fitokimia, kadar fenol total menggunakan metode Folin-Ciocalteu, dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan vitamin E sebagai standart. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan pengulangan sebanyak tiga kali, kemudian data dinyatakan dengan persen inhibisi ( ) dan nilai IC50 yang dihitung dari persamaan linier. Hasil: Fraksi etil asetat daun pulutan mengandung senyawa alkaloid, steroid, triterpenoid, flavonoid, dan fenolik. Kadar fenol total fraksi etil asetat daun pulutan adalah 493,33 mg GAE/g. Fraksi etil asetat daun pulutan memiliki aktivitas antioksidan (IC50 = 8,43 μg/mL) lebih rendah dibandingkan vitamin E (IC50 = 2,55 μg/mL) namun keduanya memiliki aktivitas antioksidan kategori sangat kuat.Kesimpulan: Fraksi etil asetat daun pulutan memiliki kandungan zat aktif alkaloid, steroid, triterpenoid, flavonoid, dan fenolik serta aktivitas antioksidan lebih rendah bila dibandingkan dengan vitamin E namun keduanya memiliki nilai yang masuk dalam kategori sangat kuat.Kata Kunci: pulutan; antioksidan; total fenol; DPPH. 
Systematic Literature Review: Pengaruh Penggunaan Proton Pump Inhibitor Jangka Panjang Terhadap Kadar Vitamin B12 Dicky Firmansyah; Hardadi Airlangga; Helmin Elyani
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Proton Pump Inhibitor (PPI) merupakan obat yang secara luas digunakan untuk penyakit yang berkaitan dengan lambung. Penggunaan PPI jangka panjang biasanya dilakukan pada penyakit-penyakit kronis seperti gastritis kronis. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan PPI jangka panjang dapat menyebabkan gastritis atrofik dengan penurunan kadar vitamin B12 serum yang signifikan. Terdapat juga data yang bertentangan dimana tidak terjadi defisiensi vitamin B12. Tujuan dari review ini adalah mengetahui efek dari penggunaan obat PPI jangka panjang terhadap kadar vitamin B12.Metode: Penelitian ini merupakan Systematic Literature Reviews (SLR). Penelitian menggunakan pencarian data menggunakan 3 database yaitu PUBMED, GOOGLE SCHOOLAR, WEB OF SCIENCE dengan memasukan keyword: PPI use, longterm, vitamin B12, cobalamin.Hasil: Dari 11 artikel, terdapat 10 jurnal yang menyebutkan PPI dapat menurunkan kadar vitamin B12 dan 1 jurnal tidak terdapat pengaruh antara PPI dengan kadar vitamin B12. Sepuluh jurnal tersebut, 5 diantaranya tidak valid.Kesimpulan: Penggunaan Proton Pump Inhibitor (PPI) jangka panjang berpengaruh dalam menurunkan kadar Vitamin B12. Kata Kunci : Proton Pump Inhibitor (PPI), vitamin B12, jangka Panjang, kobalamin
PENGARUH PEMBERIAN PERASAN DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) PADA KADAR TNF-∝ DALAM SERUM DAN EKSPRESI TNF-∝ JARINGAN KULIT LUKA SAYAT PUNGGUNG TIKUS WISTAR Yovita Alviana; Rima Zakiyah; Diah Andriana
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan:Perlukaan pada kulit punggung hewan coba menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit. Fase inflamasi luka sayat pada kulit dapat dideteksi pada serum dan jaringan. TNF-∝ (Tumor Necrosis Factor-∝) adalah sitokin inflamasi (penyembuhan). Lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung berbagai zat seperti glucomannan, acemannan yang berperan sebagai anti-inflammatory. Namun, masih jarang dilakukan penelitian untuk membuktikan zat aktif pada lidah buaya (Aloe vera L.) yang berpengaruh pada penurunan sitokin pro-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap kadar TNF-∝(Tumor Necrosis Factor) dalam serum dan ekspresi TNF-∝(Tumor Necrosis Factor-∝) jaringan kulit luka sayat.  Metode:Penelitian ini menggunakan tikus wistar dengan jenis kelamin jantan, berusia 2-3 bulan, penelitian dilakukan pada empat kelompok; kelompok positif (KP), kelompok perlakuan 1 (P1), kelompok perlakuan 2 (P2) serta kelompok perlakuan 3 (P3). Tikus dilakukan insisi pada daerah punggung dengan panjang 2 cm, kedalaman 0,2 mm. Pengobatan kelompok positif (KP) pemberian Povidone Iodine 10%, kelompok P1 pemberian perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.) dengan konsentrasi 20%, kelompok P2 dengan konsentrasi 40%, dan kelompok P3 dengan konsentrasi 80% dalam waktu 6 hari. Pembedahan dilakukan pada hari ke-7 untuk tahap pengambilan sampel. Penelitian kadar TNF-∝ dalam serum menggunakan ELISA (Enzyme-linked immunosorbent assay) Indirect, ekspresi TNF-∝ (Tumor Necrosis Factor-∝) jaringan kulit menggunakan pewarnaan IHK (Imunohistokimia) secara mikroskopik perbesaran 400x. Dianalisis menggunakan One Way ANOVA.  Hasil:Perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.) dengan konsentrasi 80% mendapatkan hasil paling besar dalam menurunkan kadar TNF-∝ dalam serum walaupun tidak signifikan (p= 0,029) sebesar 39.3% dan ekspresi TNF-∝ (Tumor Necrosis Factor-∝) jaringan kulit dapat menurun secara signifikan sebesar 29.1 % dibandingkan dengan kelompok positif (KP) dengan pemberian  Povidone Iodine 10%.  Kesimpulan:Perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.) memiliki pengaruh dalam mempercepat fase inflamasi (penyembuhan) dengan menurunkan kadar TNF-∝(Tumor Necrosis Factor-∝)  dalam serum dan jaringan kulit.  Kata Kunci:Luka sayat, zat aktif perasan daun lidah buaya (Aloe vera L.), kadar TNF-∝ dalam serum, ekspresi TNF-∝ jaringan kulit
PENGGUNAAN GAWAI DENGAN INTENSITAS TINGGI OLEH REMAJA DI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG MEMPENGARUHI PERILAKU PERUNDUNGAN SIBER DAN KEPERCAYAAN DIRI Muhammad Refky Habibie; Erna Sulistyowati; Amelia Aziz Daeng
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Tingginya intensitas penggunaan gawai saat ini semakin meningkat setiap harinya karena tuntutan pekerjaan, pendidikan, komunikasi daring pasca pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan permasalahan terutama pada remaja karena bebasnya informasi yang mereka bisa dapatkan melalui media gawai. Pengaruhnya antara lain meningkatnya kasus perundungan siber dan paparan informasi yang menstimulasi gangguan kepercayaan diri pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan gawai terhadap perilaku perundungan siber dan kepercayaan diri pada remaja di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada responden siswa di 4 (empat) sekolah menengah pertama di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Sebanyak 135 siswa yang kami rekrut sebagai responden, semuanya memenuhi kriteria inklusi. Kami menggunakan Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) untuk mengukur intensitas penggunaan gawai, Cyberbullying Questionnaire untuk mengukur perilaku perundungan siber, dan skala kepercayaan diri (SKD) untuk mengukur tingkat kepercayaan diri.  Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan teknik Structural Equation Model menggunakan aplikasi Warp Partial Least Square 7.0. Dikatakan signifikan apabila p-value kurang dari 0.05. Hasil: Responden penelitian siswa laki-laki sejumlah 37% dan 63% siswa perempuan. Jumlah gawai yang digunakan yakni satu buah gawai sebanyak 48.8% responden dan lebih dari satu buah 51.2% responden. Seluruh responden tinggal bersama orang tua. Jumlah pengguna gawai dengan intensitas tinggi sebanyak 48.8%. Semua responden memiliki kecenderungan perilaku perundungan siber yang rendah. Tingkat kepercayaan diri sedang didapatkan sebanyak 80.74% dan sisanya kepercayaan diri tinggi. Intensitas penggunaan gawai berpengaruh baik terhadap variabel perundungan siber (p-value 0.001; path coefficient 0.249), maupun variabel kepercayaan diri (p-value <0.001; path coefficient -0.319). Intensitas penggunaan gawai berpengaruh kuat terhadap perundungan siber (Q2 0.068 dan R2 0.062) dan juga pada kepercayaan diri (Q2 0.104 dan R2 0.102).Kesimpulan: Tingginya intensitas penggunaan gawai pada remaja di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang menyebabkan tingginya perilaku perundungan siber dan penurunan kepercayaan diri.Kata kunci: Intensitas penggunaan gawai; usia remaja; perundungan siber; kepercayaan diri