cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 220 Documents
PENGARUH BERSIWAK DAN MENYIKAT DENGAN PASTA GIGI TERHADAP FLORA NORMAL ANAEROB TAHAN ASAM (FNATA) TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT SANTRI AR-RAZI Fakhry Setiawan Haryadi; Arif Yahya; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Penyakit gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan dengan angka kejadian pada tahun 2018 yaitu 51,9% pada orang dengan usia 15-24. Angka ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri, salah satunya adalah kelompok bakteri Flora Normal Anaerob Tahan Asam (FNATA). Siwak diketahui memiliki efek berupa antibakteri, antiplaque, mengurangi deminerlisasi, dan memperbaiki jaringan yang rusak pada gigi dan rongga mulut. Hal ini menjadi alasan peneliti menggunakan kombinasi siwak dan pasta gigi untuk mengurangi pertumbuhan FNATA sehingga dapat meninkatkan kesehatan gigi dan mulut.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Klinis Non-Terapeutik dengan desain pre dan post group only. Pada penelitian digunakan sampel berupa hasil swab dari gusi dan saliva santri Pondok Pesantren Ar-Razi FK UNISMA dengan rentang usia 19-21 tahun yang akan menyikat gigi dengan pasta gigi dan siwak selama 10 hari. Selanjutkan dilakukan kultur bakteri pada media sukrosa agar dengan Phenol red untuk melihat pertumbuhan Koloni bakteri FNATA. Setelah didapat jumlah koloni FNATA, dilakukan uji signifikansi dan kompartif dengan SPSS.Hasil : Penggunaan pasta gigi menghasilkan perbedaan signifikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada gusi (p = 0,041) dan saliva ( p = 0,00). Penggunaan pasta gigi dan siwak menghasilkan perbedaan signikan terhadap penurunan pertumbuhan FNATA pre dan post perlakuan pada saliva ( p = 0,00).Kesimpulan : Penggunaan kombinasi Pasta gigi dan Siwak tidak menghasilkan perbedaan pengaruh terhadap pertumbuhan koloni bakteri FNATA dibandingkan dengan penggunaan Pasta gigi saja pada sampel gusi dengan p = 0,406 dan saliva dengan p =.0,143. Kata Kunci : Siwak, Pasta gigi, bakteri anaerob, normal flora, gigi dan mulut.
Efek Kombinasi Fraksi Akuades, Metanol, dan Etil Asetat Senyawa Fenolik Meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan Amoxicillin atau Chloramphenicol terhadap Daya Hambat pada Pertumbuhan Staphylococcus aureus Isna Aulia Zamzamy; Arif Yahya; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Kombinasi herbal-antibiotik adalah salah satu upaya untuk mengatasi infeksi. Ekstrak kasar meniran (Phyllanthus niruri L.) yang diduga mengandung fenolik diketahui dapat meningkatkan efektivitas antibiotik pada bakteri S. aureus, sehingga berpotensi digunakan sebagai ajuvan terhadap antibiotik. Namun, isolasi kelompok senyawa fenolik tersebut belum dilakukan. Penelitian ini melakukan fraksinasi ekstrak fenolik dari meniran dan melihat interaksi kombinasi dengan Amoxicillin dan Chloramphenicol terhadap bakteri S. aureus.Metode: Isolasi fenolik meniran melalui maserasi menggunakan metanol, kemudian dilakukan pemisahan ekstraksi cair-cair dengan heksana dan mengumpulkan residunya. Residu diuapkan pada 55oC lalu dioven sampai menjadi pasta. Hasil ekstraksi difraksinasi dengan dilarutkan menggunakan akuades, metanol, dan etil asetat untuk mendapatkan tiga fraksi. Kemurnian dari hasil fraksi tersebut dilakukan uji fitokimia secara kualitatif. Untuk mengukur daya hambat terhadap S. aureus dilakukan menggunakan metode Kirby-Bauer. Sedangkan interaksi diukur dengan metode AZDAST (Ameri-Ziaei Double Antibiotic Sinergism Test).Hasil: Isolasi fenolik dari meniran menunjukkan adanya senyawa fenolik dan tidak terdeteksi kelompok senyawa lain yang diuji (alkaloid, terpenoid, dan steroid). Setelah fraksinasi, fenolik ditemukan pada fraksi akuades dan metanol, namun tidak ditemukan pada fraksi etil asetat. Uji daya hambat tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada semua fraksi dengan konsentrasi 1000 ppm (0­±0 mm). Penambahan fraksi akuades (F1), metanol (F2), etil asetat (F3) dengan Amoxicillin menunjukkan diameter zona hambat sebesar 18,45±0,80; 17,89±2,62; 17,62±3,10. Sedangkan dengan Chloramphenicol sebesar 31,33±0,58; 29,58±0,54; 26,24±1,49. Zona hambat Amoxicillin adalah 19,54±0,81 dan pada Chloramphenicol adalah 28,16±1,59. Kesimpulan: Interaksi fraksi akuades dari ekstrak fenolik dengan Chloramphenicol menunjukkan interaksi potensiasi.Kata Kunci: Fenolik Phyllanthus niruri L., Amoxicillin, Chloramphenicol, Staphylococcus aureus.
EFEK PAPARAN JAMU TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L.) PADA EFEKTIVITAS KLORAMFENIKOL TERHADAP Staphylococcus aureus Nina Oktavia; Zainul Fadli; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tanaman tapak liman (Elephantopus scaber L.) diketahui memiliki aktifitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Kombinasi ekstrak  tapak liman dengan kloramfenikol didapatkan hasil antagonis dan not distinguisable. Namun, belum diketahui apakah hasil yang sama akan didapatkan bila menggunakan jamu yang terjual secara bebas dan dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi kombinasi jamu tapak liman dengan kloramfenikol terhadap Staphylococcus aureus. Metode: Dilakukan pengujian fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa aktif jamu tapak liman. Untuk mengetahui daya hambat dilakukan pengukuran zone of inhibition antara kombinasi tapak liman dan kloramfenikol, dengan konsentrasi jamu tapak liman sesuai dengan dosis tinggi dan dosis rendah dari dosis yang dianjurkan. Dilakukan pengukuran zona bening untuk mengetahui daya hambat antibiotik menggunakan jangka sorong. Interaksi antibiotik dengan jamu tapak liman diinterpretasikan menggunakan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergsm Test (AZDAST) dan berdasarkan data statistik (p<0.05).Hasil: Kombinasi jamu tapak liman konsentrasi 166,67 ppm dengan antibiotik kloramfenikol dosis 30 µg menghasilkan ZOI 14,78 ± 0,61 mm lebih besar dibandingkan konsentrasi 83,33 ppm yang menghasilkan ZOI 14,20 ± 0,14 mm. Interaksi kombinasi jamu tapak liman pada konsentrasi 166,67 ppm dan 83,33 ppm dengan antibiotik kloramfenikol dosis 30 µg tidak dapat dibedakan (not distinguishable).Kesimpulan: Interaksi kombinasi jamu tapak liman konsentrasi 166,67 ppm dan 83,33 ppm dengan antibiotik kloramfenikol 30µg tidak dapat dibedakan (not distinguishable). Kata Kunci: Elephantopus scaber L., Kloramfenikol, Kombinasi Herbal dan Antibiotik, Zone of inhibition.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI (MASERASI, DIGERASI, SOKHLEKTASI) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa Muhammad Dimas Taufandi Astra; Noer Aini; Yoni Rina Bintari
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Gracilaria verruccosa merupakan rumput laut merah yang diduga memiliki aktivitas antioksidan. Perbedaan metode ekstraksi dapat menghasilkan hasil aktifitas antikosidan yang berbeda pula. Penelitian ini menggunakan variasi metode ekstraksi maserasi, digerasi, dan sokhletasi, dan diuji aktivitas antioksidannya.  Penelitian ini melakukan variasi metode untuk mendapatkan aktifitas antioksidan yang tertinggi.Metode: Penelitian secara eksperimental in vitro, menggunakan ekstraksi. Variasi metode ekstraksi maserasi, digerasi, dan sokhletasi menggunakan pelarut etanol. Pengukuran rendementasi dengan pengulangan sebanyak 3 kali pada setiap metode ekstraksi. Untuk mengetahui metabolit sekunder dilakukan uji skrining fitokimia. . Uji aktivitas antioksidan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis panjang gelombang (λ) 517 nm menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidradrazil (DPPH). Uji One Way ANOVA digunakan untuk menganalisa data yang dinyatakan bermakna apabila hasil least signifikan difference (LSD) adalah p<0.05. Hasil: Metode digerasi memperoleh hasil rendemen terbesar yaitu 21,3% dibandingkan dengan maserasi (19,7%) dan sokhletasi (20,3%). Hasil uji fitokimia didapat metabolit sekunder golongan flavonoid dan alkaloid. Uji One way ANOVA didapatkan p>0.05 tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada variasi metode ekstraksi terhadap aktifitas inhibisi radikal DPPH. Uji aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 metode maserasi 60,59±4,15 ppm, digerasi 104,34±2,06 ppm, dan sokhletasi 75±5,06 ppm.Kesimpulan dan Saran: Metode ekstraksi yang paling optimal adalah metode maserasi yang ditunjukkan dari hasil IC50 paling kuat daripada metode ekstraksi digerasi dan sokhletasi. Variasi metode ekstraksi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap aktifitas antioksidan. Kata Kunci: Gracilaria verrucosa, Fitokimia, DPPH, Antioksidan.
INTERAKSI OBAT HERBAL TERSTANDAR MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) DENGAN AMOKSISILIN TERHADAP PENGHAMBATAN Staphylococcus aureus Faiqo Nabila; Noer Aini; Rio Risandiansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Meniran (Phyllanthus niruri L.) memiliki senyawa aktif yang bersifat antibiotik dari golongan flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan saponin serta tersedia dalam bentuk Obat Herbal Terstandarisasi (OHT). Penelitian sebelumnya melaporkan interaksi sinergistik antara ekstrak metanolik meniran dengan amoksisilin terhadap bakteri S.aureus, namun kombinasi OHT meniran dengan amoksisilin terhadap S.aureus belum ada sehingga perlu diteliti.Metode: Penelitian ekperimental in vitro dengan tujuh kali pengulangan dalam dua waktu berbeda. Kandungan bahan dalam OHT meniran diukur dengan metode fitokimia. Efek antibiotik diuji dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer dan jenis interaksi antar kelompok dinilai dengan metode Ameri-Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Hasil dianalisa dengan  One-way ANOVA dan p <0.05 dianggap signifikan.Hasil: Uji fitokimia larutan OHT menunjukkan adanya senyawa flavonoid, tannin, phenolic, dan saponin. Pada OHT meniran tidak didapatkan zona bening pada S. aureus. Kombinasi amoksisilin dengan OHT meniran konsentrasi 220, 440, dan 880 ppm menghasilkan zona hambat sebesar 28.96±1.48; 31.42±2.07 dan 26.39±0.64 mm, sedangkan pada amoksisilin tunggal adalah 27.84±1.91, dan amoksisilin double disk 28.07±0.44. Hal ini menunjukkan peningkatan secara signifikan pada konsentrasi 440 ppm, dan penurunan signifikan daya hambat pada dosis konsentrasi 880 ppm.Kesimpulan: Interaksi OHT meniran dengan amoksisilin not distinguishable pada 220 ppm, potensiasi pada 440 ppm, dan antagonis pada 880 ppm.Kata Kunci: Phyllanthus niruri L., Amoksisilin, OHT, AZDAST, Hasil interaksi.
PENGARUH INTENSITAS MEMBACA AL-QUR’AN TERHADAP STABILITAS EMOSI DAN KECENDERUNGAN STRES Ma’rifatul Asiah; Amelia Daeng Aziz; Muhammad Zainul Fadli
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Peningkatan angka kematian akibat kasus terkonfirmasi Covid-19 menyebabkan munculnya masalah psikologis seperti ketidakstabilan emosi dan kecenderungan stres. Di tengah polemik Covid-19 pengasuh pondok pesantren kembali menetapkan para santri di dalam lingkungan pesantren dan mengikuti kegiatan rutin pondok pesantren bersama-sama. Penelitian terdahulu telah banyak membahas manfaat Al-Qur’an terhadap kesehatan mental. Dalam penelitian ini berusaha menghubungkan apakah terdapat pengaruh rutinitas santri yaitu intensitas membaca Al-Qur’an dengan kualitas kesehatan mental di tengah polemik Covid-19.Metode : Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional untuk melihat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Penelitian ini menggunakan alat ukur berupa angket untuk mengukur intensitas membaca Al-Qur’an, kuisioner WWQ mengukur kecenderungan stres dan tes kraepelin mengukur stabilitas emosi. Analisa data hasil menggunakan metode regresi logistik dengan sig t < 0,05 dianggap signifikan, uji indepedensi T dan uji ANOVA.Hasil : Sebesar (90,8%) membaca Al-Qur’an  ≥2x/hari, (93%) santri membaca Al-Qur’an selama 15-30 menit dan (60,5%) santri cukup faham makna ayat Al-Qur’an.  Signifikansi frekuensi membaca Al-Qur’an  ≥  0,05 (0,930; 0,225) dan tidak berpengaruh terhadap stabilitas emosi dan kecenderungan stres. Signifikansi durasi membaca Al-Qur’an ≥  0,05 (0,683; 0,574) dan tidak berpengaruh terhadap stabilitas emosi dan kecenderungan stres. Signifikansi durasi membaca Al-Qur’an ≥  0,05 (0,082; 0,731) dan tidak berpengaruh terhadap stabilitas emosi dan kecenderungan stres.Simpulan : Intensitas membaca Al-Qur’an tidak berpengaruh terhadap stabilitas emosi dan kecenderungan stres karena signifikansi frekuensi, durasi dan pemahaman membaca Al-Qur’an ≥ 0,05.Kata Kunci : Membaca Al-Qur’an, stabilitas emosi, kecenderungan stres, dampak Covid-19.
PENGARUH EDUKASI BUKU ILUSTRASI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU HIGIENE DIRI SERTA PHBS SANTRI DI PONPES Baharudin Hadi Mustofa; Sasi Purwanti; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pelaksanaan PHBS di pondok pesantren kurang terlaksana dengan baik, terutama pada aspek higiene diri santri. Jika hal tersebut dibiarkan dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi parasit, diare, penyakit kulit, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan suatu promosi kesehatan dengan harapan adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku santri terhadap higiene diri dan PHBS santri di pondok pesantren.Metode: Desain studi menggunakan quasi eksperimental dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi dengan edukasi kesehatan melalui Buku Ilustrasi KREASI. Sedangkan untuk penilaian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pada pretest dan posttest untuk mengukur hal yang sama. Kemudian, hasil tersebut dianalisa menggunakan uji beda (Uji Wilcoxon), uji beda lanjut (Uji Post Hoc LSD), dan uji korelasi (Uji Chi-Square)Hasil: Pada kelompok intervensi, variabel pengetahuan dan sikap mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan intervensi dengan hasil uji Wilcoxon kurang dari nilai p-value (≤ 0.05). Pada uji Post Hoc LSD, variabel pengetahuan dan sikap antar kelompok terdapat perbedaan yang siginifikan Sedangkan pada hasil analisa uji Chi-square yang dilakukan pada kelompok intervensi didapatkan variabel pengetahuan memiliki hubungan dengan sikap dengan nilai p-value ≤ 0.05.Kesimpulan: Pemberian intervensi Buku Ilustrasi KREASI tentang higiene diri dan PHBS hanya dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap responden. Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor seperti usia, kebiasaan, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Sebaliknya, pada perilaku responden tidak didapatkan adanya perubahan setelah diberikan intervensi dikarenakan ada beberapa faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Higiene diri, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pondok Pesantren
PENGARUH ANTROPOMETRI BAYI BARU LAHIR DAN PREMATURITAS DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BATURETNO Gita Dwi Karisma; Sri Fauziyah; Sri Herlina
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Permasalahan gizi kronis terkait stunting pada balita di Indonesia tahun 2021 masih tinggi. Februari 2020, Desa Baturetno ditetapkan sebagai lokus stunting sehingga diperlukan penelitian terkait faktor yang mempengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini difokuskan mengetahui antropometri (berat badan, panjang badan) bayi baru lahir dan prematuritas terhadap kejadian stunting di Desa Baturetno.Metode : Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data berat badan lahir, panjang badan lahir, usia kehamilan didapatkan dari KMS Balita dengan kriteria inklusi responden balita yang terdata stunting sejumlah 55 balita dari Laporan Tahunan Puskesmas Ardimulyo Periode Agustus 2021. Pengambilan data dilakukan di 6 posyandu Desa Baturetno dan dilakukan door to door apabila responden tidak menghadiri posyandu. Dilakukan pengukuran ulang tinggi badan per usia (TB/U) balita stunting sehingga diperoleh data primer dengan hasil 27 balita masih stunting dan 28 balita sudah normal. Analisa data menggunakan uji chi-square  dan regresi logistik p<0,05.Hasil : Balita stunting yang berjumlah 55 balita, terdapat 41(74,5%) balita memiliki berat badan lahir normal dan 14 (25,5%) balita dengan berat badan lahir rendah, 40 (72,7%) balita dengan panjang badan lahir normal dan 15 (27,3%) balita dengan panjang badan lahir rendah, serta 40 (72,7%) balita lahir cukup bulan, dan 15 (27,3%) balita lahir prematur. Didapatkan pengaruh signifikan berat badan lahir (p 0,025), panjang badan lahir (p 0,012), dan usia kehamilan (p 0,002) terhadap kejadian stunting di Desa Baturetno. Dari ketiga variabel tersebut, yang paling berpengaruh adalah usia kehamilan (aPOR 14.678).Kesimpulan : Kejadian stunting di Desa Baturetno dipengaruhi oleh berat badan lahir, panjang badan lahir, dan usia kehamilan. Dari ketiga faktor tersebut, usia kehamilan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting. Kata Kunci : Stunting; Berat Badan Lahir; Panjang Badan Lahir; Usia Kehamilan
PENGARUH ASI EKSKLUSIF, PENGETAHUAN IBU TENTANG PERBAIKAN STATUS GIZI, DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA BATURETNO Teddy Panhardyka; Yeni Amalia; Sri Herlina
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Tingkat stunting secara global Indonesia masih dalam kategori tinggi termasuk wilayah Provinsi Jawa Timur. Desa Baturetno menjadi wilayah lokus stunting baru pada tahun 2020di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, sehingga diperlukan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor postnatal (ASI ekslusif, pengetahuan ibu tentang perbaikan status gizi, dan pendapatan keluarga) sehingga beberapa tindakan dapat diambil untuk mengatasi kondisi ini di masa depan. Metode: Peneliti menggunakan observasional analitik dengan metode cross sectional dan total sampling sebagai pendekatan penelitian. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dengan responden ibu yang memiliki balita terdata stunting mengenai pemberian ASI eksklusif, pengetahuan ibu tentang perbaikan status gizi, dan pendapatan keluarga. Kemudian dilakukan pengukuran ulang balita stunting dan normal, diperoleh hasil 27 dan 28 balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik yang memiliki signifikansi p<0,05.Hasil: Analisis chi-square menunjukkan beberapa faktor penting seperti ASI eksklusif, pengetahuan ibu tentang perbaikan status gizi, dan pendapatan keluarga (masing- masing p 0.015, p 0.007, p 0,025). Uji multivariat menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan adalah pemberian ASI eksklusif.Simpulan: Berdasarkan penelitian tersebut, pemberian ASI ekslusif berpengaruh paling dominan pada kejadian stunting, diikuti pengetahuan ibu untuk meningkatkan status gizi anak dan juga status ekonomi masyarakat sekitar.Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Pengetahuan Ibu, Pendapatan Keluarga.
KOMBINASI POLYVINYLPYRROLIDONE DAN OMEGA-3 MEMPERBAIKI HASIL TES SCHIRMER YANG MENURUN AKIBAT PENGGUNAAN GAWAI Ega Rinestu Pramulandani; Ariani Ratri Dewi; Muhammad Zainul Fadli
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Terjadinya pandemi COVID-19 mengubah pola pembelajaran menjadi pembelajaran dalam jaringan. Menatap layar gawai terlalu lama saat pembelajaran daring mengakibatkan penguapan air mata berlebihan yang merupakan salah satu penyebab terjadinya mata kering pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi polyvinylpyrrolidone dan suplemen Omega-3 terhadap mata kering yang dialami mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISMA dan mengetahui hubungannya dengan jumlah jam penggunaan gawai yang diukur menggunakan Tes Schirmer.Metode: Responden penelitian ini adalah 16 orang mahasiswa tingkat 2, 3 dan 4 yang menderita dry eye. Responden menggunakan kombinasi Polyvinylpirrolindone tetes mata enam kali sehari satu tetes pada kedua mata dan Omega-3 dua kali satu tablet per hari selama 2 minggu. Tes Schirmer dan pengisian kuesioner penggunaan gawai dilakukan sebelum dan setelah penelitian. Hasil dianalisis menggunakan software SPSS dengan tingkat signifikansi p<0.05.Hasil: Rata-rata Tes Schirmer sebelum perlakuan adalah 6,06±1,80 mm dan setelah perlakuan sebesar 13,09±4,34 mm dengan hasil uji T berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,000). Hasil uji korelasi Spearman mendapatkan hubungan yang signifikan (p=0,024) berkekuatan sedang (rho=-0,561) antara durasi penggunaan gawai dengan hasil tes Schirmer.Simpulan: Pemberian kombinasi polyvinylpyrrolidone tetes mata dan Omega-3 selama dua minggu dapat memperbaiki hasil Tes Schirmer dan berhubungan dengan jumlah jam penggunaan gawai pada mahasiswa peserta pembelajaran daring.Kata Kunci: Polyvinylpirrolindone, Omega-3, dry eye, pembelajaran daring, durasi penggunaan gawai, tes Schirmer