cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
puslitbang.siap@gmail.com
Phone
+628123216803
Journal Mail Official
comphijournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Simpang Dirgantara II B3/13 Malang u.p. Dr. dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal
ISSN : -     EISSN : 27228169     DOI : https://doi.org/10.37148/comphijournal
Core Subject : Health,
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal merupakan Jurnal Ilmiah bidang Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dikelola dan diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia. CoMPHI Journal terbit 3 (tiga) kali dalam 1 tahun yaitu setiap bulan Juni, Oktober dan Pebruari. Cakupan dan Fokus Jurnal ini pada Bidang Ilmu Kedokteran Komunitas, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan atau yang serumpun dengannya seperti Kedokteran Keluarga, Kedokteran Industri, Biostatistik, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Gizi, Farmasi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Promosi Kesehatan, Rekam Medik dan lainnya yang masih serumpun dengan bidang Ilmu Kesehatan.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025): Februari" : 14 Documents clear
Pengaruh Intervensi Psikososial terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien dengan Skizofrenia Nur, Saafitri; Ali, Rizma Azizah; Zakky, Dandy; Lufthansyahrizal, Muhammad Fauzi; Rosyidah, Qonita; Indrawanto, Iwan Sis; Cakrawati, Hanna
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental yang kompleks, dengan gejala khas yang muncul pada masa remaja akhir atau awal masa dewasa. Gejala psikotik akibat skizofrenia dapat ditangani dengan intervensi farmakologis dan psikososial. obat antipsikotik pada umumnya digunakan untuk pengobatan pada kasus skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Meskipun antipsikotik memainkan peran dominan dalam pengobatan skizofrenia, terdapat beberapa masalah dan keterbatasan dalam penggunaannya. Hal inilah yang dapat menyebabkan penurunan angka kepatuhan pengobatan pada pasien. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Science direct, dan Google Scholar menggunakan kata kunci peran intervensi psikososial dalam kepatuhan minum obat pasien skizofrenia. 31 jurnal yang diterbitkan setidaknya 5 tahun yang lalu diperoleh. Dari 61 artikel yang ditelaah didapatkan 31 artikel yang di review diketahui terdapat pengaruh faktor psikososial terhadap peningkatan angka kepatuhan minum obat pada pasien dengan skizofrenia. Beberapa bentuk terapi psikososial pada skizofrenia yang dapat berperan dalam meningkatkan status fungsional dan perbaikan gejala antara lain perawatan komunitas asertif, lingkungan, remediasi kognitif, FEP, intervensi keluarga, manajemen diri penyakit, psikoedukasi, pelatihan keterampilan sosial, dan terapi suportif. Mengingat keengganan dalam kepatuhan minum obat psikotik yang dipicu oleh insight yang buruk, jenis obat yang bermacam-macam, efek samping yang ditimbulkannya serta stigma yang ditimbulkan oleh konsumsi obat antipsikotik sehingga diperlukan intervensi psikososial untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan antipsikotik oral. Dari literature review artikel yang didapatkan, intervensi psikososial berperan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan antipsikotik oral. Terapi psikososial mempengaruhi keterlibatan (membangun hubungan saling percaya), fokus (menentukan target perilaku untuk perubahan), membangkitkan (memunculkan motif baik pasien dalam mendukung perubahan: “perubahan pembicaraan”), dan perencanaan (membantu untuk bergerak menuju perubahan yang sebenarnya).  
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke yang Mendapatkan Terapi Rehabilitasi Medik Anisya; Pasenda, Muhammad Jefri Pasenda; Fauzan, Nabil Ikraam; Aina, Qory; Barokah, Vernita; Bahrudin, Moch.; Nur Fajri, Devi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan neurologis yang disebabkan oleh terganggunya suplai darah ke bagian otak. Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di banyak negara.  Terjadinya disabilitas pasca stroke berhubungan dengan aktivitas sehari-hari pasien stroke, gejala fisik yang tiba-tiba berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari, dan pasien mengalami masalah psikologis yang signifikan akibat pengalaman tersebut, seperti depresi, pesimisme, dan kecemasan Rehabilitasi sangat penting untuk meminimalkan gejala sisa setelah stroke, dan pasien yang menjalani rehabilitasi profesional dan sistematis terus menerus setelah fase akut cenderung pulih dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien pasca stroke yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Cochrane, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan kata kunci gambaran kualitas hidup pasien pasca stroke post terapi rehabilitasi medik. 30 jurnal yang diterbitkan setidaknya 5 tahun yang lalu diperoleh. Jurnal memuat topik berbagai faktor risiko terjadinya kualitas hidup pasien pasca stroke post terapi rehabilitasi medik. Kriteria jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terakreditasi Scopus maupun non Scopus. Dari 30 artikel yang di review diketahui prosedur rehabilitasi yang diterapkan sejak dini setelah stroke secara signifikan meningkatkan hasil fungsional dan kualitas hidup terkait kesehatan bagi para penyintas stroke. Dari literature review artikel yang didapatkan, prosedur rehabilitasi yang diterapkan sejak dini setelah stroke secara signifikan meningkatkan hasil fungsional dan kualitas hidup terkait kesehatan bagi para penyintas stroke.
Karakteristik Pasien Kusta di RSUD Sumberglagah periode Januari - Agustus 2023 Lukito, Cynthia Deby; Wibowo , Prajogo; Prameswari, Renata; Hersana, I Dewa Made Widi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hansen disease atau yang lebih sering dikenal dengan penyakit kusta merupakan penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan sering dikenal sebagai “The Great Immitator Disease” karena gejalanya susah dibedakan dengan penyakit kulit lainnya. Menurut World Health Organization (WHO) penyakit kusta utamanya menyerang kulit, saraf perifer, mukosa saluran pernafasan bagian atas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien kusta di RSUD Sumberglagah periode Januari - Agustus 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Sampel dalam penelitian merupakan semua pasien kusta di RSUD Sumberglagah Mojokerto berdasarkan data yang tercatat di rekam medis periode Januari 2023- Agustus 2023. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebagian besar pasien kusta adalah laki-laki (67.70%), berusia > 15thn (98.39%), menjalani pekerjaan berat (64.50%) berpendidikan sampai tingkat SD (45.16%) masih menjalani pengobatan sampai saat ini (51.6%), tipe MB (100%) tidak mengalami reaksi kusta (46.8%) memiliki keluhan utama berupa luka di ekstremitas (24.2%) dan berasal dari kota Mojokerto (59.7%). Sesuai dengan 62 sampel dari data yang telah diambil, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien kusta adalah laki-laki, berusia lebih dari 15 tahun, mengerjakan pekerjaan berat, menjalani pendidikan sampai tingkat SD, masih menjalani pengobatan,tipe kusta MB, datang dengan keluhan utama luka di ekstremitas dan berasal dari kota Mojokerto.
Knowledge-Attitude Health Behaviour And Vitamin D Status During Epidemic Covid-19 Lorensia, Amelia; Septinellya, Cinthya Farah; Suryadinata, Rivan Virlando
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin D deficiency or vitamin D deficiency can increase the incidence of respiratory diseases. The of individuals have less knowledge and attitudes towards health problems. The objective was determine relationship vitamin D status and knowledge-attitudes health Behaviour about vitamin D. This type of research was a cross-sectional research design. The research location used in this study was around the Surabaya area starting in March-July 2022. The research location was carried out in Rungkut District, Surabaya, Indonesia. The variables were vitamin D status and knowledge and attitudes on smoking health Behaviour about vitamin D. The relationship between vitamin D status and knowledge-attitudes on smoking health Behaviour about vitamin D using a contingency coefficient. There was no significant relationship with vitamin D status and knowledge on smoking health Behaviour about vitamin D (p=0.685), but there was a significant relationship with vitamin D status and attitude on smoking health Behaviour about vitamin D, but the relationship was low or weak (p=0.000). A positive attitude will reduce the risk of vitamin D deficiency which can boost the immune system during the COVID-19 pandemic.
Sekolah IBU PINTAR (Pembangun Keluarga agar Anak Tumbuh Sehat dan Religi) Berbasis Keluarga di Desa Kadubelang Kecamatan Mekar Jaya Kabupaten Pandeglang Dini widianti; Widianti, Dini; Mahardhika, Zwasta Pribadi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu mempunyai peran yang dominan dan multi peran,baik sebagai Ibu, Ibu rumah tangga, pembimbing dan pembina anak dalam melindungi setiap anggota keluarga dari berbagai hal yang tidak diinginkan terjadi dalam keluarga, dalam pemenuhan kebutuhan dan keuangan keluarga Ibu mempunyai peran ganda yaitu sebagai penopang ekonomi keluarga. Tujuan sekolah ibu PINTAR diadakan agar PKK yang ada di desa Kadubelang dapat melakukan pemberdayaan dengan 10 program pokok PKK, masyarakat khususnya ibu mendapatkan edukasi dan pengetahuan sebagai bekal dalam pemberdayaan keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu a) FGD (Focus Grup Discussion) dengan mitra b) pelatihan kader, c) Penyuluhan kepada ibu, d) pengisian kuesioner pretest dan postest, e) kader peserta pelatihan praktek langsung. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari pada hari Selasa-Rabu 4-5 Juni 2024 pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai di balai desa Kadubelang. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner pretest dan postest untuk kegiatan pelatihan kader dan penyuluhan ibu pintar yang dilakukan oleh kader terlatih, dilanjutkan pengisian kepuasan oleh peserta. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Jumlah peserta kegiatan FGD sebanyak 15 orang, peserta pelatihan kader 10 orang yang berasal dari 5 pos dan peserta penyuluhan sebanyak 27 orang. Hasil analisis pelatihan kader dengan uji Wilcoxon adalah nilai p = 0,780 yang menunjukkan bahwa pelatihan kader tidak signifikan dengan peningkatan pengetahuan kader, dan nilai p =0,094 pada penyuluhan ibu pintar juga menunjukkan tidak signifikan dengan pengetahuan. Hasil kepuasan peserta menunjukkan mitra, kader dan peserta penyuluhan merasa puas terhadap materi dan juga narasumber.
Analysis of Sensitive Interventions through Drinking Water Supply and Access to Sanitation in Accelerating the Reduction of Stunting in Sempung Polling Village, Lae Parira Subdistrict, Dairi Regency, 2023 nolia, helfi; Harnat , Robert
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poor quality of clean water and sanitation is a significant risk factor for stunting, a condition where a child's height is not appropriate for their age. Globally, 149.2 million children (22%) were stunted in 2020, with Asia contributing the highest number of cases (79 million). Southeast Asia has the second-highest prevalence (27.4%) after South Asia. According to the Asian Development Bank (ADB), Indonesia ranks second in Southeast Asia for stunting prevalence (31.8%). The Indonesian Ministry of Health reported that as of November 2018, Indonesia's sanitation coverage was 73.9%, and by 2020, 94% of drinking water facilities had been monitored. In Dairi Regency, the prevalence of stunting in 2022 was 13.53%, with 3,025 stunted children. Research Objective is to analyze risk factors related to access to water and sanitation. The study uses a cross-sectional method, with purposive sampling techniques, involving a research sample of 60 children under five. Bivariate analysis was conducted using the chi-square test with ἀ=0.05, and multivariate analysis was performed using logistic regression. Results: The variable that most significantly contributes to the incidence of stunting in Sempung Polling Village, Dairi Regency, is poor drinking water management. The positive beta (β) coefficient contribution of 3.115 with an Exp (β) of 3.627 indicates that poor drinking water management at the household level increases the risk of stunting in toddlers by 3.7 times.
Pelatihan Kader Remaja, Edukasi Dan Skrining Kesehatan Siswa SMK Di Kabupaten Tangerang Komalasari, Rita; Maulidya, Siti; Yusnita; Evry, Nur Isnaeni
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent girls have a higher risk of developing anemia due to increased iron needs during puberty and menstruation. Anemia has a bad impact on physical and cognitive health, so it can reduce the productivity and learning achievement of adolescents. The long-term impact of anemia has the potential to have a high-risk pregnancy, including an increased risk of stunting in the child born. The purpose of this community service is to provide health training for adolescent cadres, screening and health education for vocational school students in Tangerang Regency. This Community Service is in collaboration with health centers and schools in Kresek District, Tangerang Regency on August 2 and 9, 2024. Ten medical students were involved in this program from coordination with the district health office and related stakeholders to the implementation of the event. The program consisted of training for 10 vocational school youth cadres, followed by nutritional status screening activities including measuring Height, Weight, Haemoglobin, Blood Sugar, Upper Arm Circumference,, then education related to anemia in adolescents was given which was attended by 127 vocational school students. ). The results of this screening emphasize the importance of educational initiatives in improving the health of adolescents that are directed at forming healthy adolescents and reducing long-term risks, such as stunting.
Characteristics of Knee Osteoarthritis Patients Undergoing TKR Surgery at the Hospital Orthopedic and Traumatology Hospital in 2022-2023 Putri, Fernita Naomi; Prima Arundani; Andi Abdullah; Lena Wijayaningrum
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoartritis (OA) didefinisikan sebagai kerusakan progresif tulang rawan artikular yang sering terjadi pada populasi geriatri. Faktor resiko OA dapat dibagi menjadi dua kategori : faktor tingkat individu (usia, jenis kelamin, obesitas, genetika, dan diet) dan faktor tingkat sendi (cedera, ketidaksejajaran, dan pembebanan abnormal pada sendi). Prevalensi OA mencakup 50% pasien berusia 65 tahun atau lebih tua yang menunjukkan tanda-tanda radiografi OA, namun hanya 10% pria dan 13% wanita lansia yang menunjukkan adanya gejala klinis dari OA, dan sekitar 10% di antaranya menderita kecacatan yang berhubungan dengan OA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien osteoarthritis lutut yang menjalani operasi TKR di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya pada tahun 2022 – 2023. Desain penelitian deskriptif dengan menggunakan metode purposive sampling dari data sekunder rekam medis pasien OA lutut yang menjalani operasi TKR di Rumah Sakit Orthopedi dan Traumatologi Surabaya. Didapatkan data sebanyak 120 data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dideskripsikan dalam bentuk frekuensi, persentase, grafik, dan juga table menggunakan software Microsoft Excel. Kesimpulan penelitian didapatkan sebanyak 120 kasus yang secara sosiodemografi memiliki mayoritas usia ≥ 65 tahun dengan rata – rata usia 67,25 tahun, berjenis kelamin Perempuan, dan memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Distribusi berat badan berdasarkan IMT mayoritas memiliki kategori obesitas I, dan rata – rata berat badan pasien adalah 67,53 kg. Sedangkan untuk derajat OA yang diderita mayoritas pasien mengidap OA derajat 4. Osteoarthritis (OA) is defined as the progressive destruction of articular cartilage that often occurs in the geriatric population. Risk factors for OA can be divided into two categories: individual-level factors (age, gender, obesity, genetics, and diet) and joint-level factors (injury, misalignment, and abnormal loading of the joint). The prevalence of OA includes 50% of patients aged 65 years or older who show radiographic signs of OA, but only 10% of elderly men and 13% of elderly women show clinical symptoms of OA, and about 10% of them suffer from OA-related disability. This study aims to determine the characteristics of knee osteoarthritis patients who underwent TKR surgery at the Surabaya Orthopedic and Traumatology Hospital in 2022 - 2023. Descriptive research design using purposive sampling method from secondary data of medical records of knee OA patients undergoing TKR surgery at Surabaya Orthopedic and Traumatology Hospital. Data were obtained from 120 patient medical records that met the inclusion criteria. Data were described in the form of frequencies, percentages, graphs, and tables using Microsoft Excel software. The conclusion of the study was obtained as many as 120 cases whose sociodemographics had a majority age ≥ 65 years with an average age of 67.25 years, were female, and had jobs as housewives. The distribution of body weight based on BMI, the majority had an obesity category I, and the average patient weight was 67.53 kg. As for the degree of OA suffered, the majority of patients have grade 4 OA.
Identification Insidence Of Premature Rupture Of The Membranes Risk Factors Rahardjo, Abdi Malik; Tunjungsari, feny
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premature rupture of membranes can cause several problems for the mother and for the fetus. Significantly causing neonatal and maternal deaths in countries with high and low incomes, besides that the burden of PROM itself is not limited to maternal and neonatal but also a decrease in the country's economic power due to the need for drugs, hospital care, and burdens for health workers. Failure to increase birth attempts by 2035 will result in around 116 million deaths and 99 million living with disabilities , moreover complications from PROM namely low birth weight, asphyxia, neonatal infection , sepsis, chorioamnionitis . Therefore, paying attention to pregnant women with risk factors for premature rupture of membranes and looking for possibilities that underlie these risks is very important in preventing and early detection of premature rupture of membranes. The research method uses literature studies from several national and international journals obtained from 30 reference sources through searches on PubMed and Google Scholar which were published within the last 5 years. A total of 30 full-text articles were obtained that met the inclusion criteria and contained several risk factors associated with premature rupture of membranes (PROM). Risk factors for premature rupture of membranes include age, parity, smoking, anemia, history of BV, occupation, antenatal care , vaginal dysbiosis , history of CS, history of premature rupture of membranes, history of premature birth, history of abortion, spacing of pregnancies, history of HIV, group infection B streptococcus (GBS), amniotic fluid volume, urinary tract infection. Identification of risk factors for premature rupture of membranes can reduce the incidence and associated mortality of the disease. So that it can reduce the level of mortality and morbidity in mothers and children. Keywords : premature rupture of membranes, PROM, risk factors.
Perbandingan Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) dan Open Nephorlithotomy Pada Pasien dengan Batu Staghorn : Systematic Review Ramadhan, Ilham; Wibisono, Wibisono
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i3.286

Abstract

Introduction: Staghorn stones are one of the most severe forms of urinary lithiasis. They have a nuclear body and at least one calyceal branch. Untreated staghorn stones are associated with recurrent infections, stone growth, significant morbidity, and progressive loss of renal function. This requires further development of appropriate management, both open surgical and endourological. Objective: to compare percutaneous nephrolithotomy (PCNL) and open nephrolithotomy in patients with staghorn stones. Methods: This review was conducted in accordance with the requirements outlined in PRISMA 2020. A systematic search for studies to be included in the review was conducted from 20 February 2025 using GoogleScholar, PubMed and SagePub databases using the words: "percutaneous nephrolithotomy", "open nephrolithotomy", and "staghorn". Results: We found six studies comparing PCNL and open stone removal procedures between 2021 and 2025. All of these studies were obtained from Asian countries, one of which was Indonesia. Conclusion: Both open surgery and PCNL are effective options. Although, patients with PCNL generally have a shorter hospital stay, postoperative complications are lower in the open surgery group.

Page 1 of 2 | Total Record : 14