cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
puslitbang.siap@gmail.com
Phone
+628123216803
Journal Mail Official
comphijournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Simpang Dirgantara II B3/13 Malang u.p. Dr. dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal
ISSN : -     EISSN : 27228169     DOI : https://doi.org/10.37148/comphijournal
Core Subject : Health,
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal merupakan Jurnal Ilmiah bidang Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dikelola dan diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia. CoMPHI Journal terbit 3 (tiga) kali dalam 1 tahun yaitu setiap bulan Juni, Oktober dan Pebruari. Cakupan dan Fokus Jurnal ini pada Bidang Ilmu Kedokteran Komunitas, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan atau yang serumpun dengannya seperti Kedokteran Keluarga, Kedokteran Industri, Biostatistik, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Gizi, Farmasi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Promosi Kesehatan, Rekam Medik dan lainnya yang masih serumpun dengan bidang Ilmu Kesehatan.
Articles 138 Documents
Kesiapsiagaan Pedagang Kaki Lima Malioboro dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 Shevani, Alya Yudhistisa; Jamil, Nur Aisyah
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i1.94

Abstract

Latar Belakang: Malioboro merupakan pusat ekonomi dan pariwisata di Yogyakarta yang banyak dikunjungi wisatawan. Kesiapsiagaan pedagang kaki lima Malioboro diperlukan dalam menghadapi pandemi COVID-19. Tujuan : Mengetahui bagaimana kesiapsiagaan pedagang kaki lima malioboro dalam menghadapi pandemi COVID-19. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 8 informan yang dipilih dengan purposive sampling dan variasi maksimal. Informan merupakan pedagang kaki lima, pengelola pasar, dan pengunjung Malioboro. Wawancara mendalam dan observasi dilakukan dalam rentang Maret-April 2021. Data yang didapatkan dibuat transkrip verbatim dan dianalisis dengan open code. Hasil: Berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan, kesiapsiagaan pedagang kaki lima dalam menghadapi COVID-19 meliputi upaya untuk melindungi diri yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga kekebalan tubuh dan vaksinasi serta upaya untuk melindungi pembeli yaitu menyediakan hand sanitizer. Terdapat beberapa pedagang yang tidak tertib memakai masker dan menjaga jarak fisik terutama saat kondisi ramai. Pengetahuan tentang bahaya COVID-19 dan pencegahannya, persepsi bahaya, sikap yang mendukung, stressor atas penurunan pendapatan, dukungan sarana prasarana, adanya kebijakan dan pengawasaan menjadi pendukung kesiapsiagaan pedagang. Akan tetapi, beredarnya hoax menghambat kesiapsiagaan pedagang. Simpulan: Kesiapsiagaan dalam menghadapi COVID-19 ditunjukkan oleh sebagian pedagang walaupun belum optimal. Diperlukan upaya edukasi, memberantas hoax, penegakan disiplin dan pelibatan masyarakat secara konsisten dalam rangka menghadapi COVID-19.
ANALISIS FAKTOR RISIKO LOW BACK PAIN PADA PEKERJA INDUSTRI Andriani, Anin; Rohmatillah, Damas Tsaniyah Min; Syahputro, David
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i1.136

Abstract

Latar Belakang: Sektor Industri di Indonesia turut berkontribusi cukup besar pada perekonomian nasional dengan persentase sumbangannya mencapai 20%. Perkembangan industri di Indonesia tidak hanya berimbas pada perekonomian, namun meningkatkan risiko timbulnya permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seperti masalah ergonomi. Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) adalah salah satu masalah ergonomi yang sering ditemukan pada pekerja. LBP terkait pekerjaan dikaitkan dengan paparan stressor ergonomis di tempat kerja. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan LBP yaitu mengnangkat dan membawa benda berat, postur tubuh yang tidak ergonomis, beban kerja statis, lama jam kerja, dan lama masa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis faktor risiko Low Back Pain (LBP) pada pekerja industri. Metode: Pencarian dilakukan melalui Google Scholars, PubMed, Cochrane Library dengan batas waktu publikasi dalam 5 tahun terakhir. Didapatkan 26 jurnal yang memuat topik faktor risiko LBP pada pekerja industri. Hasil: Berdasarkan jurnal yang didapatkan faktor yang menyebabkan terjadinya Low Back Pain terbagi atas faktor pekerjaan dan non pekerjaan. Diskusi: Faktor risiko akibat pekerjaan seperti: lama jam kerja, lama masa kerja, posisi ergonomis dan beban kerja. Faktor risiko non-pekerjaan atau yang bukan disebabkan karena pekerjaan seperti: jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh (BMI), dan merokok. Kesimpulan: Faktor risiko terjadinya Low Back Pain (LBP) Pada pekerja industri bisa dibedakan menjadi faktor pekerjaan dan non-pekerjaan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO TINEA PEDIS PADA PENGGUNA SEPATU BOOTS Arizandy, Rizka; Rahmawati, Yuniar Tri; Sandhi, Tamzilla Akbar Nila
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i1.138

Abstract

Tinea pedis atau infeksi jamur pada kaki adalah masalah umum yang sering terjadi pada pengguna sepatu boots. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian tinea pedis pada individu yang sering mengenakan sepatu boots. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi literatur melalui beberapa jurnal nasional dan internasional yang diperoleh dari 30 sumber referensi melalui penelusuran di PubMed, Science Direct, ResearchGate, dan Google Scholarship. Hasil dari tinjauan pustaka ini adalah terdapat hubungan antara Pengguna sepatu boots denagn kejadian Tinea Pedis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengguna sepatu boots, berisiko tinggi mengalami tinea pedis. Untuk mencegahnya, disarankan untuk memperhatikan kebersihan kaki, pemilihan ukuran sepatu yang sesuai, dan perawatan sepatu boots yang baik.
Gambaran Faktor Resiko Hygiene Terhadap Demam Tifoid Sharacel, Dhea; Setyawan, Febri Endra Budi; Pratama, Proboyudha; Fauziah, Ika Fibrin
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i1.142

Abstract

Latar Belakang : Demam tifoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh Salmonella enterica serovar Typhi (Typhi). Manusia adalah satu-satunya inang dan reservoir untuk Typhi, dan penularan terjadi melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi tinja. Secara global, ada sekitar 12 juta kasus dan 128.000 kematian setiap tahun, dengan hampir semua beban terkonsentrasi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di Indonesia, sebuah penelitian yang dilakukan di daerah kumuh Jakarta memperkirakan angka kejadian tifus sebesar 148,7 per 100.000 orang-tahun pada kelompok usia 2–4 ​​tahun, 180,3 pada kelompok usia 5–15 tahun dan 51,2 pada kelompok usia di atas 16 tahun. tahun, dengan usia rata-rata onset 10,2 tahun. Metode : Pencarian dilakukan melalui PubMed, Cochrane, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan kata kunci seperti gambaran faktor hygiene terhadap demam tifoid. 30 jurnal yang diterbitkan setidaknya 5 tahun yang lalu diperoleh. Kriteria jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terakreditasi Scopus maupun non Scopus. Hasil : Berdasarkan 30 Jurnal yang dianalisis oleh penulis dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 gambaran faktor hygiene terhadap demam tifoid meliputi air bersih sebanyak 22 jurnal, pola hidup bersih sebanyak 18 jurnal, makanan sebanyak 14 jurnal, dan sanitasi sebanyak 17 jurnal Kesimpulan : Dari literature riview artikel yang didapatkan, terdapat 4 gambaran faktor hygiene terhadap demam tifoid. Insiden tersebut meliputi air bersih, pola hidup bersih, makanan, dan sanitasi. Keyword : “Tifoid”, “Hygiene terhadap tifoid”, ‘’the effect of cleanliness on typhoid”, ‘’Prevention of Typhoid’’, ‘’Risk Factors for Typhoid’’.
Identifikasi Faktor Risiko Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja Industri Tahu Nur, Saafitri; Ali, Rizma Azizah; Yudhawati, Donna Dwi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i1.146

Abstract

Latar Belakang : Dermatitis kontak merupakan suatu peradangan pada kulit karena suatu bahan yang menempel pada kulit. Salah satu pekerjaan yang beresiko untuk mengalami dermatitis kontak ialah pekerja pembuat tahu. Pada proses produksi, pekerja industri tahu dapat kontak langsung dengan zat kimia pembuatan tahu. Kontak langsung dengan asam cuka inilah yang dapat memicu iritasi pada kulit serta munculnya gejala-gejala dermatitis kontak. Metode : Desain penelitian ini berupa literature review dengan dilakukan Pencarian melalui Google Scholars, PubMed, Cochrane Library, ResearchGate dan Science Direct. Berdasarkan hasil pencarian kami memilih 30 artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Diskusi: Dampak dermatitis akibat kerja sangat besar khususnya pada pekerja industri. Pekerja dengan penyakit ini mungkin menderita baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional mereka. Adapun faktor risiko dermatitis kontak iritan pada pekerja produksi tahu yaitu jenis kelamin perempuan, kontak dengan whey/cuka, personal Hygiene, penggunaan APD yang kurang tepat, kelembaban, lama Kontak. Kesimpulan: Faktor risiko dermatitis kontak iritan pada pekerja produksi tahu yaitu jenis kelamin perempuan, kontak dengan whey/cuka, personal hygiene, penggunaan APD yang kurang tepat, kelembaban,dan lama kontak dengan paparan.
IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA INDUSTRI KATERING Zakky, Dandy; Lufthansyahrizal, Fauzi; Yudhawati, Donna Dwi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i1.147

Abstract

Background: Low back pain is pain that is felt in the affected anatomical area with various variations in the duration of pain. This pain is felt in the lumbar or lumbo-sacral region. Occupational diseases caused by non-ergonomic conditions include musculoskeletal disorders. Food industry workers are at risk of low back pain due to their activities such as bending, lifting and carrying heavy loads for a long time and repetitively. The purpose of this systematic review is to determine the relationship of position and length of work of ketring business workers to the incidence of LBP. Methods: searches are conducted through Google Scholars, PubMed, Cochrane Library, ResearchGate and Science Direct. Obtained 30 journals that contain the topic of low back pain in catering industry workers. Results: from 30 journals, 12 cross-sectional studies, 7 systematic Reviews, 4 literature reviews, 5 cohort studies, 1 meta-analysis, and 1 case-control study were obtained. Discussion: LBP occurs due to the biomechanics of the lumbar vertebrae due to changes in body weight points with compensation for changes in body position and will cause pain. Muscle strain and spinal ligament sprain are among the main causes of LBP. lifting positions that are less ergonomic and repetitive in the long term are causing complaints of low back pain in ketring workers. Conclusion: the risk factors for low back Pain (LBP) in workers in the mining industry are caused by several factors such as position and posture when working which tend to be static and repetitive, old age workers, workers with excess weight. Keywords: Risk factor, LBP, worker, kitchen, catering
Keefektifan Sistem Pendaftaran dan Antre Online Terhadap Pelayanan Kesehatan Kharismatus Ikhyana, Firania; Setyawan, Febri Endra Budi; Pratama, Proboyudha; Iswanti, Yani
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i1.148

Abstract

Antrean dan pendaftaran pasien pada pelayanan kesehatan mengalami banyak masalah, salah satunya adalah waktu tunggu yang melebihi batas waktu yang telah ditentukan. Sehingga berimplikasi pada alokasi sumber daya untuk diferensiasi layanan. Penelitian ini menggunakan metode sistematis (systematic review). Pencarian jurnal penelitian diakses dari penelusuran database internet, yaitu: Sinta Ristekbrin, Garuda Ristekbrin dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci seperti Keefektifan Sistem Pendaftaran, Antre Online, dan Pelayanan Kesehatan. Dari pencarian jurnal di temukan 30 jurnal yang membahas mengenai system pendaftaran dan antrean online. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit seperti seperangkat alat yang membantu rumah sakit mengelola segalanya mulai dari janji temu pasien hingga penagihan dan tes laboratorium. Sistem ini bisa menjadi rumit untuk dikelola ketika banyak pasien membutuhkan bantuan pada waktu yang sama, sehingga beberapa rumah sakit mulai menggunakan sistem khusus yang disebut Sistem Manajemen Antrean (QMS) untuk memastikan pasien tidak perlu menunggu terlalu lama. Tetapi selain terdapat kemanfaatan yang tinggi, system online ini masih terdapat hambatan di beberapa sektor. Kesimpulannya penggunaan system pendaftaran dan antrean online (dalam jaringan) terbukti menawarkan keefektifan bagi pelayanan kesehatan.
Identifikasi Masalah Kesehatan Berdasarkan Faktor yang Berpengaruh pada Kesehatan Pekerja Pabrik Accu Ikhyana, Firania Kharismatus; Dewi, Lolita Redhy Kusuma; Fahriansyah, Anhas; Ditsi, Errini Sabilla Lilhawa
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i2.151

Abstract

The development of industries that is engaged in battery manufacturing cannot be separated from occupational safety and health problems because the used materials are chemicals. Every day, there are 6000 cases of work accidents which result in fatalities. The chemicals that needed to make batteries can cause poisoning or are allergens for humans. Searches were carried out via Google Scholars, PubMed, Cochrane Library, ResearchGate and Science Direct. There were 46 journals containing health problem based on factors that influence battery factory workers topics. From 46 journals, there were 16 cross-sectional studies, 7 systematic reviews, 10 literature reviews, 8 cohort studies, 1 meta-analysis, and 4 case-control studies. In this study, it was found that health problems among battery factory workers consisted of several health problems based on influencing factors, there are physical factors, chemical factors, biological factors, and ergonomic factors. In these factors, there are risks that can result in occupational diseases. In terms of physical factors, there are problems with noise, radiation, vibration, and electric current. In chemical factors, there are problems with dust, irritants, and gases. Biological factors that play a role in this problem are pollutants. As well as ergonomic factors related to the occurrence of Low Back Pain. Battery factory workers have many health risk problems that they will contract. Health problems in battery factory workers are based on influencing factors consisting of physical factors, chemical factors, biological factors, and ergonomic factors. These factors can result in occupational diseases.
Hubungan Hand Hygiene Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Ivanda, Muhammad
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i2.159

Abstract

Dermatitis adalah gangguan peradangan epidermis yang terkait dengan provokasi fisik atau imunologi. Dermatitis kontak adalah masalah yang sering terjadi dan merupakan 95% dari semua penyakit kulit akibat kerja. Dermatitis kontak iritan menyumbang 80% dari semua kasus dermatitis kontak. Prevalensi DKI pada populasi pekerja adalah 7 dari 10.000 pekerja, tertinggi ditemukan pada pekerja basah, terutama tenaga kesehatan. Metode penelitian menggunakan studi literatur melalui beberapa jurnal nasional dan internasional yang diperoleh dari 30 sumber referensi melalui pencarian di PubMed, Science Direct, ResearchGate, dan Google Scholar yang terpublikasikan dalam rentang 5 tahun terakhir Dari 30 jurnal ditemukan menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara hand hygiene dengan terjadinya dermatitis kontak iritan. Kebersihan tangan adalah istilah umum yang mengacu pada tindakan membersihkan tangan. Kebersihan tangan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya dermatitis kontak iritan. Penggunaan sabun sebagai media cuci tangan lebih memberikan efek buruk ke kulit dibandingkan menggunakan alkohol. Semakin sering mencuci tangan juga memberikan efek buruk ke kulit.
Analisis Faktor Resiko Sebagai Upaya Pencegahan terhadap Kejadian Kasus Infeksi Saluran Kemih Ramadhan, Cahya; Astuti, Dwi; Widyastuti, Riana; Sulistyorini, Mufita
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i2.160

Abstract

Urinary tract infection (UTI) is a collective term that describes infections involving any part of the urinary tract, namely the kidneys, ureters, bladder and urethra. UTIs can affect patients of all ages from newborns to adults and the elderly. In general, women experience UTI episodes more often than men, this is because women's urethra is shorter than men's. However, neonatal UTIs are more prevalent in male infants (2.7%) who do not undergo circumcision than female infants (0.7%). This research uses a literature study method through several national and international journals obtained from 31 reference sources through searches on PubMed, Science Direct, ResearchGate, and Google Scholar that have been published in the last 5 years. The results of the review show that there are several risk factors that can trigger UTIs such as age, type of abnormality, genetics, gender, behavioral factors, and catheter use. The discovery of several factors that play a role in the occurrence of UTIs. This is used to help patients to know what risk factors must be controlled so that they are more aware of the incidence of UTI cases.

Page 7 of 14 | Total Record : 138