cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
puslitbang.siap@gmail.com
Phone
+628123216803
Journal Mail Official
comphijournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Simpang Dirgantara II B3/13 Malang u.p. Dr. dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal
ISSN : -     EISSN : 27228169     DOI : https://doi.org/10.37148/comphijournal
Core Subject : Health,
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal merupakan Jurnal Ilmiah bidang Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dikelola dan diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia. CoMPHI Journal terbit 3 (tiga) kali dalam 1 tahun yaitu setiap bulan Juni, Oktober dan Pebruari. Cakupan dan Fokus Jurnal ini pada Bidang Ilmu Kedokteran Komunitas, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan atau yang serumpun dengannya seperti Kedokteran Keluarga, Kedokteran Industri, Biostatistik, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Gizi, Farmasi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Promosi Kesehatan, Rekam Medik dan lainnya yang masih serumpun dengan bidang Ilmu Kesehatan.
Articles 138 Documents
Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Kresna, iqbal; Pratama, Proboyudha; Triastuti, Nunung; Sudarmaji
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i2.168

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan yang sering dialami oleh balita, di mana mereka mengalami hambatan pertumbuhan dengan tinggi badan lebih pendek dari standar usia. Di Indonesia, angka kejadian stunting menempati urutan ke-4 tertinggi di dunia dan urutan ke-2 tertinggi di Asia. Metode pada kajian literatur ini adalah Systematic Review. Pada kajian literatur ini pencarian artikel menggunakan framework PICO.Jurnal terbitan 5 tahun terakhir. Menggunakan data base Pubmed, Scient direct, Proquest. Dari 30 jurnal yang di dapatkan, faktor risiko yang mempengaruhi stunting pada balita dapat dikelompokkan menjadi 4 tema, faktor anak, faktor ibu, faktor nutrisi, dan faktor lingkungan. Faktor risiko yang mempengaruhi stunting pada balita dapat dikelompokkan menjadi 12 faktor: Faktor riwayat bblr pada anak, riwayat infeksi, usia anak, Imunisasi, faktor pendidikan ibu, tinggi badan ibu, riwayat ANC, Asi ekslusif, pemberian MPASI dini, pemberian makan pada anak, lingkungan tempat tinggal, dan anggota keluarga merokok. Stunting saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan bagi balita yang membutuhakan penangganan terbaik sehingga diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan upaya promotif dan preventif terkait faktor penyebab stunting
An Analysis of Factors Influencing Hypertension Occurrence Maharani, Shintya Devina; Tunjungsari, Feny; Sudarmaji; Triastuti, Nunung; Pratama, Proboyudha
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i2.169

Abstract

The number of hypertension sufferers is expected to continue to increase to reach 1.5 billion individuals in 2025, with deaths reaching 9.4 million individuals. Basic Health Research (Riskesdas) 2013 resulted in the prevalence of hypertension in people aged ≥ 18 years in Indonesia reaching 25.8%, of those diagnosed by health workers and/or having a history of taking medication was only 9.5%, indicating that the majority of hypertension cases in the community have not yet been diagnosed. diagnosed and reached by the health care team. Factor risk hypertension increase on population rural And urban . Factor risk This including smoking , consuming alcohol , and style life that doesn't Lots move . Therapy line First For hypertension is modification style life that consists from decline heavy body , reduction sodium And supplementation potassium , pattern Eat healthy , activity physical and _ restrictions consumption alcohol.  A search was conducted via PubMed, Cochrane, Web of Science, and Google Scholar using the keywords varicella risk factors. 30 journals published at least 5 years ago were obtained. The journal contains topics on various risk factors for varicella. Criteria for accredited national journals and international journals accredited by Scopus and non-Scopus. From 30 articles reviewed there are 2 types factors that become reason happening hypertension . Factors that can changed including diseases _ comorbid , style life , nutritional status , and level worry or depression . Whereas factors that don't can changed including types _ sex And age. From the literature review articles obtained, there are 7 risk factors that cause hypertension, including diseases comorbid , style life , nutritional status , and level worry or depression , type gender , and age .
Peran Dehidrasi Terhadap Terbentuknya Kristal Urin Eddy Prasetyo, Yohanes; Ulfah; Naima
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.176

Abstract

Pesatnya perkembangan industri akan memicu munculnya berbagai dampak negatif untuk manusia dan lingkungan. Paparan panas yang intens pada pekerja dan kurangnya konsumsi air minum, dapat menyebabkan pekerja jatuh pada kondisi dehidrasi. Dehidrasi yang berulang pada pekerja meningkatkan resiko terbentuknya kristal urin dan pada akhirnya akan terbentuk batu ginjal. Metode dalam penelitian ini adalah sistematika/literature review yaitu peneliti meninjau beberapa jurnal yang diperoleh dari sumber referensi melalui pencarian di google scholar, PubMed, researchgate dan science direct yang diterbitkan minimal 5 tahun yang lalu (2018-2023). Jurnal yang termasuk pada penelitian ini berjumlah 31 jurnal.  Didapatkan jurnal dengan materi yang sesuai tujuan penelitian ini dan lolos seleksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa paparan panas yang intens dan kurangnya konsumsi air minum pada pekerja dapat menyebabkan pekerja jatuh pada keadaan dehidras. Dehidrasi yang berulang meningkatkan resiko terbentuknya kristal urin hingga pada akhirnya terbentuk batu ginjal. Paparan suhu tinggi dan kurangnya  air minum pada pekerja dapat menyebabkan  dehidrasi. Dehidrasi membuat urin  pekat dan asam. Kristalisasi urin dipengaruhi oleh  konsentrasi urin dan pH urin. Kesimpulan: Paparan panas yang intens pada pekerja dan kurangnya konsumsi air minum dapat menyebabkan terbentuknya kristal urin, apabila terjadi berulang akan terbentuk batu ginjal.
Kumpulan Menu Masakan Untuk Kejar Tumbuh Bagi Anak Di Desa Pasir Karag Kabupaten Pandeglang Dini widianti; Nurasiah; Yusnita; Bellatria Kentsyai
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.178

Abstract

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim stunting Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi didapatkan mayoritas ibu berpendidikan Sekolah Dasar sebanyak 42,8% dan ibu yang bekerja sebanyak 89,5%. Hasil ini menunjukkan mayoritas ibu mengalami kesibukan karena bekerja. Penelitian MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) oleh Yusnita, Dini Widianti didapatkan hasil adanya hubungan antara perilaku ibu dengan pemberian MP ASI, hal ini menunjukkan bahwa perilaku ibu mempengaruhi status gizi anaknya. Pendidikan rendah ibu ditambah dengan kesibukan bekerja dapat berdampak pada status gizi anak, dibutuhkan penyuluhan terkait pemenuhan gizi anak tanpa banyak memakan waktu, simple tetapi mudah dilakukan. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian masyarakat mengenai edukasi kesehatan adalah ibu dengan Balita di desa Pasirkarag, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Selain itu sasaran kegiatan juga untuk para kader di 5 Posyandu yang ada di desa Pasirkarag, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kegiatan di laksanakan di Posyandu Jambu Air 1 dengan jumlah khalayak sasaran 50 ibu yang mempunyai balita dan 25 orang kader yang ada di setiap posyandu di desa Pasirkarag, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kegiatan yang akan dilakukan berupa penyuluhan tentang status gizi pada anak, pemenuhan gizi anak pada makanan serta pentingnya gizi didalam tumbuh kembang anak, pelatihan kader dalam pengolahan bahan makanan untuk pemenuhan gizi anak, pemberian buku menu masakan kejar tumbuh bagi anak untuk kader dan ibu di desa Pasirkarag. Didapatkan 36 data lengkap yang dapat diproses menggunakan aplikasi SPSS, dari uji normalitas didapati data terdistribusi normal dan pada hasil pre dan post test sebanyak 18 orang (44,4%) meningkat, sebanyak 16 orang (33,3%) hasil pre dan post sama/tetap, dan sebanyak 8 orang (22,2%) mengalami penurunan. Hasil akhir berdasarkan mean dari uji Paired Samples Statistics menyatakan hasil pre test ke post test meningkat dari 6.9 ke 7.3 tetapi hasil tidak signifikan karena banyak hasil yang memiliki nilai tetap antara pretest dan post test sebesar 33%. Berdasarkan mean dari uji Paired Samples Statistics menyatakan hasil pre test ke post test meningkat dari 6.9 ke 7.3 tetapi hasil tidak signifikan karena banyak hasil yang memiliki nilai tetap antara pretest dan post test sebesar 33%.
Analisis Pengetahuan K3 pada Pegawai Tenaga Kesehatan di IGD RS Muhammadiyah Gresik Haryanto, Ricky; Febrianti, Delima Puspita; Prasetyo, Nafia; Aprinia, Aqni; Ramadhan, Muhammad Faradian; Tunjungsari, Feny; Sumarauw, Pamela Andria Putri Kusuma
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.182

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit yang selanjutnya disingkat K3RS adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakan kerja dan penyakit akibat kerja di rumah sakit. Data global berdasarkan international Labour Organization (ILO) memperkirakan sekitar 2,3 juta perempuan dan laki-laki di seluruh dunia meninggal karena kecelakaan Kerja (KK) atau penyakit akibat kerja (PAK) setiap tahunnya. Analisis situasi dilakukan dengan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) melalui interview pada tenaga kesehatan yang bekerja di IGD RS Muhammadiyah Gresik. Berdasarkan hasil analisis situasi didapatkan peningkatan pengetahuan dan sikap karyawan tersebut berdasarkan perhitungan n-gain masuk dalam kategori sedang yaitu rentang 0,3 - 0,7. Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan  hasil  evaluasi  dan  pembahasan dapat disimpulkan secara umum pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan dan keselamatan kerja bagi pegawai tenaga kesehatan di IGD rumah sakit dapat dipahami oleh pegawai walaupun waktu yang dilaksanakan  cukup  singkat. Hasil dari komparasi antara pretest dan posttest menunjukan hasil yang baik.
Identification Of Dry Eye Syndrome Risk Factors In Workers Who Use Visual Display Terminals (VDT) Rahardjo, Abdi Malik; Ramdhany, Fikri Krisda; Putrinahrisyah, Muthia; Widyawati, Eva Zerlina; Khaulah, Mauhibah; Tunjungsari, Feny; Sumarauw, Pamela Andria Putri Kusuma
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.183

Abstract

Dry eye syndrome is a multifactorial disease of the eye air and eye surface which causes symptoms of discomfort, visual disturbances, and instability of the eye air layer which has the potential to damage the eye surface. This condition has an impact on productivity, activities in the work environment, apart from that it also has an impact on lower employment opportunities, decreased working hours and increases a person's inability to work. Using visual display terminals for 5-7 hours/day can significantly increase the incidence of dry eye syndrome. Therefore, paying attention to the risk factors of visual display terminal workers is very important in preventing the occurrence of dry eye syndrome. The research method uses literature studies from several national and international journals obtained from 18 reference sources through searches on PubMed and Google Scholar published in the last 5 years. There were 18 articles with full text that met the inclusion criteria and contained several risk factors associated with the incidence of dry eye syndrome. Risk factors for dry eye syndrome in workers who use visual display terminals include age, gender, screen exposure time, psychological stress, work environment, use of contact lenses, use of drugs and history of surgery, refractive disorders, and length of work. Identification of risk factors for dry eye syndrome in workers who use visual display terminals can reduce the incidence and morbidity associated with this disease. So it can improve the quality of life of workers
Faktor Resiko Nyeri Muskuloskeletal Akibat Masalah Ergonomis Pada Dokter Yang Bekerja di Instalasi Ruang Operasi ilma, fatihatul; Hartono, Faigah Diva; Madinah, Fatihatul Ilma Min Aqshal; Yusmar, Muhammad Raffy; Prastama, Tio Fernanda Surya
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.185

Abstract

Penyakit akibat kerja adalah penyakit akibat paparan faktor risiko yang timbul dari aktivitas kerja yang menurut World Health Organization (WHO) diperkirakan terjadi sekitar 120 juta kecelakaan kerja dengan 200.000 kematian dan setiap tahunnya di seluruh dunia diperkirakan ada 68-157 juta kasus baru karena PAK. Prevalensi lebih dari 80% kejadian gangguan muskuloskeletal telah dilaporkan di kalangan fisioterapis, tukang pijat, perawat, bidan, dokter gigi dan ahli bedah. Tingginya angka kejadian ini berhubungan langsung dengan praktik kerja yang memerlukan tugas bervariasi dan beban fisik yang tinggi, sejumlah penelitian telah menyoroti penggunaan postur buruk terjadi secara berulang yang seringkali bersifat statis, khususnya di kalangan ahli bedah dan fisioterapis. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka sistematis (systematic review) dari beberapa sumber jurnal yang diperoleh melalui beberapa mesin pencari, yaitu cochrane dan pubmed. Hasil dari tinjauan pustaka sistematis yang menyebabkan terjadinya nyeri muskoloskeletal pada dokter yang bekerja pada instalasi bedah posisi kerja yang kurang ergonomis, jam kerja yang berlebihan dan penggunaan APD.
Kepuasan Antenatal Care terhadap Kunjungan Ulang Ibu Hamil Puskesmas Simomulyo Shalzabila, Tiara Cahya Novia; Wartiningsih, Minarni; Sekarputri, Cempaka Harsa
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.187

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) pada negara Indonesia masih tergolong tinggi. Pelayanan kesehatan yang berkualitas berpengaruh terhadap tingkat kepuasan ibu hamil dan berhubungan dengan kunjungan ulang ibu hamil untuk melakukan antenatal care. Puskesmas Simomulyo Surabaya khususnya Poli KIA menyediakan layanan kesehatan antenatal care yang wajib dilakukan minimal 4 kali selama masa kehamilan. Tujuan peneliti untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan ibu hamil pada antenatal care dan kunjungan ulang ibu hamil di Puskesmas Simomulyo Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan pengkajian analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel sebanyak 62 orang sebagai responden adalah ibu hamil yang pernah melakukan antenatal care di Poli KIA Puskesmas Simomulyo Surabaya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam lembar kertas. Analisis yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan jumlah terbanyak responden berumur 17-25 tahun (46,8%) dan tidak/belum bekerja 59.7%, sedangkan pendidikan SMA/sederajat 54.8%. Ibu hamil dengan kunjungan ulang lebih dari 1 kali sebesar 91,9%. Dimensi kualitas pelayanan sebagian besar menunjukkan hasil yang baik. Reliability puas (46,8%), responsiveness sangat puas (58,1%), assurance puas (46,8%), empathy puas (48,4%), dan tangible sangat puas (45,2%). Disarankan untuk menjaga tingkat kunjungan ulang ibu hamil di poli KIA Puskesmas Simomulyo Surabaya.
Faktor Risiko Obesitas Dengan Low Back Pain Kronis : Tinjauan Sistematik Achsan, Barra Natasya; Widjaya, Jessica Alda Cahyani; Ekie, Nurfirah Dzakiratushiddiqah; Abada, Hanif Azin; Rabbani, Rifqi Yunus; Prabawati, Risma Karlina; Abdullah, Maryam
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.188

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kronis global yang mempengaruhi sistem muskuloskeletal dan sebagai penyebab utama disabilitas menahun yang dapat dialami oleh siapa saja. Faktor risiko terjadinya LBP antara lain usia, obesitas, jenis kelamin, faktor psikologi, cedera/ trauma, faktor pekerjaan dapat menyebabkan LBP. Sekitar 65% orang dengan obesitas mengalami keluhan LBP kronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas sebagai faktor resiko penyebab terjadinya low back pain kronis. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka sistematis (systematic review) dari beberapa sumber jurnal yang diperoleh melalui beberapa mesin pencari, yaitu cochrane dan pubmed. Kriteria jurnal internasional terakreditasi Scopus. Berdasarkan pencarian dari artikel didapatkan 23 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dari 23 artikel, didapatkan 21 artikel menyebutkan bahwa obesitas berkaitan erat dengan risiko kejadian low back pain kronis, sedangkan 2 artikel lainnya obesitas atau indeks massa tubuh yang tinggi tidak mempengaruhi kejadian nyeri punggung bawah. Selain itu, dalam beberapa literatur didapatkan bahwa obesitas berkaitan dengan faktor lain seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan dan aktvitas fisik yang menimbulkan kronisitas gejala dan keparahan pada Low back pain.
Identifikasi Faktor Resiko Hipertensi pada Masyarakat Pesisir Pantai Isbandiyah; Mandiricha, Tara; Rahmanda, Risha Ayu; Permadi, Fauzi Jati; Anugrah, Dimas Fajar; Amalia, Risky; Cahya, Linggar Dwi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.189

Abstract

Penyakit hipertensi diperkirakan meningkat sekitar 60% pada tahun 2025 dengan hampir 1,5 juta kematian (9,4% dari total kematian) setiap tahunnya. Kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir pantai akibat terbiasa mengkonsumsi makanan tinggi garam terutama dari hasil tangkapan atau pengasinan ikan. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui faktor resiko hipertensi masyarakat pesisir pantai. Menggunakan studi literatur melalui beberapa jurnal nasional dan internasional yang diperoleh dari 30 sumber referensi melalui pencarian di PubMed dan Google Scholar yang terpublikasikan dalam rentang 5 tahun terakhir. Diperoleh sebanyak 30 jurnal dengan teks lengkap yang memenuhi kriteria inklusi serta memuat faktor resiko yang signifikan berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat pesisir pantai. Berdasarkan studi literatur 30 jurnal didapatkan bahwa faktor resiko hipertensi masyarakat pesisir pantai terbagi menjadi faktor resiko yang tidak dapat dimodikfikasi, meliputi usia, jenis kelamin, genetik dan faktor yang dapat dimodifikasi, berhubungan dengan gaya hidup dan sosioekonomi. Faktor resiko hipertensi masyarakat secara umum sama dengan masyarakat pada umumnya. Beberapa faktor gaya hidup seperti konsumsi garam, pekerjaan, pengetahuan dan sosioekonomi masyarakat pesisir berperan terhadap kejadian hipertensi lebih besar daripada masyarakat umumnya.    Kata Kunci: hipertensi, faktor resiko, masyarakat pesisir

Page 8 of 14 | Total Record : 138