cover
Contact Name
Dhanan Abimanto
Contact Email
dhananabimanto@gmail.com
Phone
+6289667747299
Journal Mail Official
unitech@unimar-amni.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.180, Palebon, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50246
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Universal Technic
ISSN : 29626900     EISSN : 29626897     DOI : https://doi.org/10.58192/unitech
Jurnal yang menjadi wadah publikasi tentang wawasan terkini dan utama yang berhubungan dengan ilmu teknik baik teknik mesin, teknik industri, teknik, lingkungan, teknik transportasi, dan teknik lainnya.
Articles 66 Documents
PENGEMBANGAN MARITIME LEADERSHIP BERBASIS HUMAN FACTOR MELALUI INTEGRASI KOMPETENSI TEKNIK MARITIM DAN MARITIME HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT PADA PENDIDIKAN TINGGI MARITIM DI INDONESIA Rahindra Bayu Kumara; Fitri Suprapti; Renny Hermawati; Ade Irma Sagala
Jurnal Universal Technic Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v5i1.5237

Abstract

The modern maritime industry faces increasingly complex challenges due to advances in navigation technology, the digitalization of ship operations, and growing demands for maritime safety. These developments require maritime higher education institutions not only to produce graduates with strong technical maritime competencies but also to develop effective maritime leadership supported by human factors and maritime human resource management. This study aims to analyze the development of human factor-based maritime leadership through the integration of technical maritime competency and Maritime Human Resource Development within Indonesian maritime higher education institutions. A qualitative approach with a multiple-case study design was employed involving three public maritime higher education institutions. Data were collected through in-depth interviews, field observations, bridge simulator observations, and document analysis, and were analyzed using thematic analysis. The findings reveal that maritime leadership is developed through the integration of three key components: Technical Maritime Competency, Human Factor Competency, and Maritime Human Resource Development. Technical maritime competency serves as the foundation of professional competence for prospective ship officers, while human factors strengthen communication, situational awareness, teamwork, and decision-making during ship operations. Furthermore, human resource development through classroom learning, Bridge Resource Management training, navigation simulators, sea practice, and character development programs reinforces leadership competencies in a sustainable manner. This study proposes the Integrated Maritime Leadership Development Model, which explains how the integration of technical competency, human factors, and maritime human resource development contributes to effective maritime leadership, safe ship operations, and a strong maritime safety culture. The findings provide practical implications for designing integrated maritime education curricula that better align with the competency requirements of the global shipping industry.
Integrasi Teknik Komputer dan Manajemen Pembelajaran dalam Meningkatkan Kompetensi Navigasi Elektronik Taruna Iwan Mahendro; Mariana Kristiyanti
Jurnal Universal Technic Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v5i1.5334

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi mendorong institusi pendidikan kemaritiman untuk mengintegrasikan teknologi komputer dengan manajemen pembelajaran guna meningkatkan kompetensi taruna dalam pengoperasian peralatan navigasi elektronik. Perkembangan teknologi seperti Learning Management System (LMS), sistem informasi akademik, dashboard pembelajaran, dan media pembelajaran digital memberikan peluang untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan terukur. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan penerapan manajemen pembelajaran yang terencana, terorganisasi, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi praktik taruna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi teknik komputer dan manajemen pembelajaran terhadap kompetensi navigasi elektronik taruna Universitas Maritim AMNI Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 taruna yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknik komputer berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi navigasi elektronik taruna, demikian pula manajemen pembelajaran memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi tersebut. Secara simultan kedua variabel mampu menjelaskan sebagian besar variasi kompetensi navigasi elektronik, sehingga penerapan pembelajaran berbasis teknologi yang didukung oleh manajemen pembelajaran yang efektif mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan operasional, serta kemampuan pengambilan keputusan taruna dalam penggunaan peralatan navigasi elektronik.
Analisis Dan Perbaikan Kerusakan Propeller Pada Kapal Batulayar Untuk Meningkatkan Kinerja Propulsi Santhi Wilastari; Titik Istirokhatun
Jurnal Universal Technic Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v5i1.5405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta melakukan upaya perbaikan terhadap kerusakan kerja propeller kapal yang disebabkan oleh kondisi unbalance, fouling, dan erosi. Kerusakan propeller diketahui dapat menurunkan kinerja sistem propulsi serta menimbulkan getaran yang berdampak pada efisiensi dan keselamatan operasional kapal. Metode penanganan yang dilakukan meliputi pembersihan fouling pada permukaan propeller, perbaikan kerusakan akibat kavitasi dan erosi melalui proses pengelasan menggunakan material sejenis (kuningan), serta proses balancing untuk mengembalikan keseimbangan dinamis propeller. Setelah dilakukan perbaikan, propeller dipindahkan ke area pengujian untuk dilakukan inspeksi oleh surveyor class guna memastikan kelayakan operasionalnya. Proses pemindahan didukung oleh penggunaan alat berat seperti forklift dan crane di dok apung. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketidakseimbangan propeller dapat menyebabkan gangguan signifikan pada sistem penggerak kapal, terutama berupa peningkatan getaran. Kerusakan propeller umumnya disebabkan oleh faktor operasional, seperti benturan dengan benda asing di perairan dangkal, serta faktor keausan akibat interaksi mekanis dengan air laut dalam jangka panjang. Selain itu, keterlambatan perawatan akibat penundaan jadwal docking turut memperparah tingkat erosi yang berdampak pada ketidakseimbangan propeller
Analisis Kegagalan Self Moving Steering Akibat Degradasi Sensor Potensiometer Pada Kawasaki Rexpeller Thruster Untuk Operasi Kapal Harbour Tug Fajar Pujiyanto; Annisa Kesy Garside
Jurnal Universal Technic Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v5i1.5406

Abstract

Keandalan sistem olah gerak kapal modern adalah kendali yang mengintegrasikan sensor, pengendali elektronik, aktuator hidrolik, serta unit propulsi thruster. Komponen penting pada sistem rexpeller adalah potensiometer, berfungsi sebagai feedback sensor untuk mendeteksi posisi sudut thruster. Penurunan performa sensor ini menyebabkan penyimpangan sinyal umpan balik, sehingga mengurangi akurasi pengendalian arah sudut thruster dan memicu terjadinya self moving steering. Penelitian ini bertujuan menganalisis kegagalan sistem kendali thruster akibat degradasi potensiometer dengan menggunakan pendekatan Engineering Failure Analysis. Metode penelitian dilakukan observasi langsung di kapal, pengukuran karakteristik resistansi, tegangan luaran, evaluasi respons sistem kendali, dan perbandingan terhadap spesifikasi dasar. Analisis teknik diperkuat mengidentifikasi hubungan antara degradasi sensor dengan performa sistem thruster. Dampak degradasi tehadap sistem yaitu penurunan akurasi pengendalian arah kapal, efisiensi propulsi, keandalan komponen hidrolik, keterlambatan respons dan unstabil steering, serta bahaya keselamatan navigasi. Hasil observasi menunjukkan penyimpangan karakteristik linier thruster pada sudut 50°, 70°, 90°, dan 110°. Lonjakan tegangan maupun penurunan resistansi menyebabkan ECU menerima informasi yang tidak sesuai dengan kondisi aktual, sehingga menghasilkan koreksi berulang dan munculnya fenomena self moving steering thruster. Analisis menunjukkan bahwa degradasi jalur resistif potensiometer, ketidakstabilan kontak internal, data ECU merupakan faktor dominan penyebab kegagalan sistem. Penelitian ini menegaskan bahwa degradasi sensor potensiometer berpengaruh langsung terhadap keandalan sistem kendali steering thuster dan kemampuan manuver kapal. Sebagai solusi rekayasa direkomendasikan tindakan lanjut yaitu kalibrasi berkala, inspeksi diagnostik, dan penggantian komponen sebelum terjadi kegagalan fungsional thruster.
Pengaruh Green Knowledge Terhadap Implementasi Green Port dan Keberlanjutan Lingkungan Rahmat Rahmat; Ade Irawan; Maulita Maulita
Jurnal Universal Technic Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v5i1.5428

Abstract

Penerapan konsep green port menjadi salah satu strategi penting dalam mewujudkan pelabuhan yang ramah lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam implementasinya, pengetahuan dan kesadaran lingkungan atau green knowledge menjadi faktor penting karena keberhasilan praktik ramah lingkungan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan regulasi, tetapi juga oleh pemahaman serta keterlibatan sumber daya manusia dan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green knowledge terhadap implementasi green port serta keberlanjutan lingkungan (sustainability) pada konteks pelabuhan di Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Jurusan Kemaritiman, dengan 100 kuesioner yang disebarkan dan 84 kuesioner yang dikembalikan serta dapat digunakan dalam analisis. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 1–5. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui aplikasi SmartPLS 3.0. Pengujian model pengukuran menunjukkan bahwa konstruk Green Knowledge, Green Port, dan Sustainability memiliki reliabilitas dan validitas yang memenuhi kriteria, dengan nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability di atas 0,70 serta nilai AVE di atas 0,50. Hasil pengujian struktural menunjukkan bahwa green knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap green port dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,713 dan p-value 0,000. Selain itu, green knowledge juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap sustainability dengan koefisien sebesar 0,718 dan p-value 0,000. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan kesadaran lingkungan dapat memperkuat penerapan konsep green port sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, penguatan green knowledge melalui pendidikan, pelatihan, kolaborasi, dan peningkatan kesadaran pemangku kepentingan perlu menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan pelabuhan berkelanjutan di Samarinda.
Integrasi Teknik Kapal Dan Sistem Komando Terpadu Dalam Mendukung Efektivitas Penegakan Hukum Maritim Indonesia Faresh Emha
Jurnal Universal Technic Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v5i1.5472

Abstract

Penegakan hukum maritim Indonesia menghadapi persoalan koordinasi karena pengawasan dan penindakan di laut melibatkan banyak institusi dengan dasar kewenangan sektoral. Artikel ini mengembangkan gagasan komando operasional terpadu dengan memasukkan perspektif teknik kapal, sehingga kapal patroli tidak hanya dipandang sebagai sarana transportasi, tetapi sebagai platform operasional yang mendukung deteksi, komunikasi, pemeriksaan, pengejaran, pengamanan bukti, dan koordinasi lintas institusi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-konseptual berbasis studi dokumen dan pengembangan gagasan dari kajian hukum maritim, kemudian menerjemahkannya menjadi kebutuhan teknis kapal. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas penegakan hukum tidak cukup ditentukan oleh pembagian kewenangan, tetapi juga oleh kesesuaian karakteristik kapal dengan profil misi. Kapal patroli untuk sistem komando terpadu perlu memiliki keseimbangan antara kecepatan, endurance, stabilitas, kemampuan manuver, kapasitas personel, ruang komando, sistem komunikasi, sistem navigasi, dan fasilitas boarding. Konsep yang ditawarkan adalah kapal patroli multi-misi yang terhubung dengan pusat komando dan pangkalan data bersama. Integrasi tersebut memungkinkan informasi hasil patroli diteruskan secara cepat untuk menentukan tindakan dan jalur perkara. Model ini mempertahankan kewenangan teknis instansi sektoral, tetapi memperkuat kapal dan sistem operasinya sebagai simpul awal penegakan hukum yang terintegrasi.