Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB PRODUK UNGGULAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA SEMARANG Kristiyanti, Mariana; Rahmasari, Lisda
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.959 KB)

Abstract

On his way, found that the development of Micro, Small and Medium Enterprises in Semarang city impressed slow.This is due to failed in adopting information technology in its efforts to. When compared with large companies, theyalways have concern for the use of new technologies in support of its business. The system used by Micro, Small andMedium Enterprises (UMKM) in Semarang still utilize the traditional system, While this has become moresophisticated and the existence of modern technology. It is the lack of opportunities to be able to compete in theglobal effort if this system to be. Because of that, to increase the capacity of Micro, Small and Medium Enterprises(UMKM) in technology Semarang, Web based which is expected to be able to resolve some of the problems faced byMicro, Small and Medium Enterprises (UMKM) in Semarang in the introduction of the superior productsKey words : Information Sistem, Website, Superior Products, UMKM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR PANTAI MELALUI PENDEKATAN ICZM (INTEGRATED COASTAL ZONE MANAGEMENT) Kristiyanti, Mariana
Proceeding SENDI_U 2016: SENDI_U
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.962 KB)

Abstract

Wilayah pantai merupakan suatu bagian yang kaya akan potensi sumber daya pesisir, kelautan dan perikanan.Wilayah pesisir pantai juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagain wilayah wisata bahari. Masyarakatyang tinggal di wilayah pesisir pantai, sejak dahulu juga telah menggantungkan hidupnya dari pemanfaatan sumberdaya alam yang terdapat di sekitar pesisir pantai. Seiring dengan berjalannya waktu, kehidupan masyarakat disekitarpesisir pantai mengalami keterpurukan. Masyarakat belum dapat mengelola sumber daya pantai secara optimal.Sentuhan pengetahuan akan pemanfaatan pengembangan Sumber daya di wilayah pesisir pantai sangat minimsekali. Masyarakat tidak mengenal cara lain yang lebih efektif dan inovatif untuk mengelola sumber daya pantaiyang mereka hasilkan. Dengan melihat permasalahan tersebut diatas, maka dibutuhkan model baru untukpemberdayaan masyarakat pesisir pantai, agar masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya menjadi lebih baik.ICZM (Integrated Coastal Zone Management) adalah pendekatan yang akan digunakan dalam mengoptimalisasipemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir pantai. Diharapkan dengan pendekatan ICZM, tidak hanyapertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir pantai saja yang akan membaik, tetapi juga menjamin pertumbuhanekonomi yang dapat dinikmati secara adil dan proposional oleh segenap pihak yang terlibat (stakeholders), dandapat memelihara daya dukung serta kualitas lingkungan pesisir yang baik sehingga dapat melestarikan wilayahpantai. Pendekatan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif berdasarkan kajiankepustakaan serta observasi secara langsung.Kata Kunci : Pemberdayaan, Masyarakat Pesisir Pantai, Pendekatan ICZM
PENINGKATAN KEMAMPUAN KELOMPOK NELAYAN DESA BANDENGAN, JEPARA DALAM BERBAHASA INGGRIS GUNA TERWUJUDNYA "DESA WISATA BANDENGAN" Kristiyanti, Mariana; Siswadi, Siswadi
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2743.293 KB)

Abstract

Salah satu potensi wisata yang dimiliki oleh kota Jepara adalah pantai Prawehan yang ada Desa Bandengan. Dimana pantai Prawehan di desa Bandengan selama ini sudah dikenal karena wisata pantainya yang memiliki pemandangan pantai yang indah dan bersih. Saat ini wisata pantai di desa Bandengan, Jepara, banyakdikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan asing maupun domestik. Permasalahan yang muncul adalahbanyaknya kunjungan wisatawan asing ke pantai Prawehan desa Bandengan, hal ini mengakibatkan sulitnya komunikasi antara kelompok nelayan yang ada di wilayah pantai Prawehan dengan wisatawan asing. Komunikasi yang selama ini berjalan dilaksanakan dengan cara menulis di pasir laut atau dengan menggunakan fasilitas alat komunikasi (menulis di HP) maupun dengan bahasa isyarat. Untuk itu Tim pelaksana kegiatan Pengabdian Masyarakat Semarang, berinisiatif memberikan ketrampilan bahasa Inggris, terutama English Conversation . Tujuan khusus yang ingin dicapai pada program Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan kemampuan kelompok nelayan agar mampu berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Untuk mencapai tujuan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat STIMART "AMNI" Semarang menyelenggarakan pelatihan berbahasa Inggris dengan baik dan benar dengan metode "Belajar sambil Bekerja". Untuk keperluan pembelajaran tersebut, kelompok nelayan di beri buku ajar yang sudah disiapkan Tim pelaksana kegiatan pengabdian untuk dipelajari terlebih dahulu. Dengan pembelajaran bahasa inggris, diharapkan kelompok nelayan dapat berkomunikasi dengan wisatawan asing. Hal ini akan meningkatkan minat wisatawan asing untuk berkunjung di pantai Prawehan desa Bandengan Jepara.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KELOMPOK NELAYAN DESA BANDENGAN, JEPARA DALAM BERBAHASA INGGRIS GUNA TERWUJUDNYA "DESA WISATA BANDENGAN" Kristiyanti, Mariana; Siswadi, Siswadi
Proceeding SENDI_U 2018: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2743.293 KB)

Abstract

Salah satu potensi wisata yang dimiliki oleh kota Jepara adalah pantai Prawehan yang ada Desa Bandengan. Dimana pantai Prawehan di desa Bandengan selama ini sudah dikenal karena wisata pantainya yang memiliki pemandangan pantai yang indah dan bersih. Saat ini wisata pantai di desa Bandengan, Jepara, banyakdikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan asing maupun domestik. Permasalahan yang muncul adalahbanyaknya kunjungan wisatawan asing ke pantai Prawehan desa Bandengan, hal ini mengakibatkan sulitnya komunikasi antara kelompok nelayan yang ada di wilayah pantai Prawehan dengan wisatawan asing. Komunikasi yang selama ini berjalan dilaksanakan dengan cara menulis di pasir laut atau dengan menggunakan fasilitas alat komunikasi (menulis di HP) maupun dengan bahasa isyarat. Untuk itu Tim pelaksana kegiatan Pengabdian Masyarakat Semarang, berinisiatif memberikan ketrampilan bahasa Inggris, terutama English Conversation . Tujuan khusus yang ingin dicapai pada program Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan kemampuan kelompok nelayan agar mampu berbahasa Inggris dengan baik dan benar. Untuk mencapai tujuan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat STIMART "AMNI" Semarang menyelenggarakan pelatihan berbahasa Inggris dengan baik dan benar dengan metode "Belajar sambil Bekerja". Untuk keperluan pembelajaran tersebut, kelompok nelayan di beri buku ajar yang sudah disiapkan Tim pelaksana kegiatan pengabdian untuk dipelajari terlebih dahulu. Dengan pembelajaran bahasa inggris, diharapkan kelompok nelayan dapat berkomunikasi dengan wisatawan asing. Hal ini akan meningkatkan minat wisatawan asing untuk berkunjung di pantai Prawehan desa Bandengan Jepara.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR PANTAI MELALUI PENDEKATAN ICZM (INTEGRATED COASTAL ZONE MANAGEMENT) Kristiyanti, Mariana
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pantai merupakan suatu bagian yang kaya akan potensi sumber daya pesisir, kelautan dan perikanan.Wilayah pesisir pantai juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagain wilayah wisata bahari. Masyarakatyang tinggal di wilayah pesisir pantai, sejak dahulu juga telah menggantungkan hidupnya dari pemanfaatan sumberdaya alam yang terdapat di sekitar pesisir pantai. Seiring dengan berjalannya waktu, kehidupan masyarakat disekitarpesisir pantai mengalami keterpurukan. Masyarakat belum dapat mengelola sumber daya pantai secara optimal.Sentuhan pengetahuan akan pemanfaatan pengembangan Sumber daya di wilayah pesisir pantai sangat minimsekali. Masyarakat tidak mengenal cara lain yang lebih efektif dan inovatif untuk mengelola sumber daya pantaiyang mereka hasilkan. Dengan melihat permasalahan tersebut diatas, maka dibutuhkan model baru untukpemberdayaan masyarakat pesisir pantai, agar masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya menjadi lebih baik.ICZM (Integrated Coastal Zone Management) adalah pendekatan yang akan digunakan dalam mengoptimalisasipemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir pantai. Diharapkan dengan pendekatan ICZM, tidak hanyapertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir pantai saja yang akan membaik, tetapi juga menjamin pertumbuhanekonomi yang dapat dinikmati secara adil dan proposional oleh segenap pihak yang terlibat (stakeholders), dandapat memelihara daya dukung serta kualitas lingkungan pesisir yang baik sehingga dapat melestarikan wilayahpantai. Pendekatan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif berdasarkan kajiankepustakaan serta observasi secara langsung.Kata Kunci : Pemberdayaan, Masyarakat Pesisir Pantai, Pendekatan ICZM
Pengaruh Kinerja Pelayanan Jasa Keagenan Terhadap Kepuasan Pelanggan di Perusahaan Pelayaran PT. PCP Supriyanto; Mariana Kristiyanti
Meteor STIP Marunda Vol 12 No 2 (2019): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36101/msm.v12i2.112

Abstract

Pengelolaan terhadap sumber daya manusia merupakan hal yang penting dalam pencapaian tujuan. Umumnya pimpinan perusahaan mengharapkan kinerja yang baik dari masing-masing karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sebuah perusahaan untuk mencapai kepuasan pelanggan. Banyak faktor yang menyebabkan kinerja karyawan kurang maksimal, faktornya adalah semangat kerja dan motivasi karyawan. Pemecahan masalah yang berkaitan dengan hal tersebut adalah memberikan bonus tahunan bagi karyawan yang memiliki hasil kerja yang baik dan memberikan bonus tahunan bagi karyawan dengan tujuan karyawan akan termotivasi untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan maksimal. Pemecahan masalah selanjutnya yaitu manajer turun langsung ke lapangan untuk melihat hasil kerja bawahan atau karyawannya, maka karyawan akan termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kinerja pelayanan jasa keagenan terhadap kepuasan pelanggan di PT PCPdengan teknis analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Variabel independent pada penelitian ini yaitu variabel kinerja pelayanan jasa keagenan, sedangkan variabel dependent yaitu variabel kepuasan pelanggan. Hasil regresi dengan menggunakan program SPSS 20 membuktikan bahwa variabel kinerja jasa keagaenan (X) mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan, dengan koefisien regresi sebesar 1.714 menunjukkan bahwa apabila Kinerja Jasa Keagenan meningkat sebesar 1 persen maka kepuasan pelanggan akan meningkat sebesar 0,71 persen dengan asumsi variabel bebas yang lain konstan.
SERVICE DEVELOPMENT MODEL OF RECRUITMENT HONORARY WORKERS AT BKD (BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH) DISTRICT BANJARNEGARA Mariana Kristiyanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: PROSIDING IMPLEMENTASI PENELITIAN PADA PENGABDIAN MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERKEMAJUAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.551 KB)

Abstract

Recruitment is a series of the activity of looking and lure applicants working with motivation, the ability, expertise, and knowledge needed to cover of the identified in planning employmen. In the recruitment process for and selection employees in the region, having standardization different adjusted to the needs of their respective regions. Planning in the management of civil servants is one of the main function of human resources management that contains systematic about demand and supply employees to the future. Procurement employees in the management of civil servants is process of activities to fill formation empty of the quota removal of CPNS (a candidate civil servants) in the kabupaten banjarnegara, Make the district government raised honorer workers to able to meet a need employees in the district Banjarnegara. Problems appear due to the interest of the community to function in honorary workers in the district Banjarnegara. The practice of corruption in the appointment of honorary workers cpns dyeing process recruitment banjarnegara candidates in the district. From trouble recruitment honorary workers above, it was needed model service recruitment useful to anticipate problems in the service of recruitment honorary workers in district banjarnegara.An analysis of the used was qualitative data analysis, and object research taken is in district Banjarnegara, while the data technique uses the interview, observation and kuisioner. Keywords : Recruitment , Honorary Workers , Civil Servant Candidates (CPNS) , Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
Pemberdayaan Kelompok Nelayan Desa Bandengan Jepara Melalui Pengolahan Hasil Laut Mariana Kristiyanti; Siswadi Siswadi
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 1, No 1: September 2018
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v1i1.1611

Abstract

Abstract Bandengan are the village in addition to north of Jepara, where the majority people are fishermen fullfil life need to find fish in the sea .By being a fisherman, the rural communities Bandengan Jepara do not have skill other than look for fish .When fish catch up, so the sale of fish rose, but it was with increasing fish catch will not only fisher incomes are rising, but also the problems increasing fish catch not sold out.The majority of fishermen throw the catch the fish not salable sold. This is because fish decaying, although it is stored in cool box. For that the implementation team devotion the STIMART “AMNI” Semarang, an initiative to give management skills fish catch instant for products to minimize loss caused by membusuknya fish not salable sold. Some of these programs developed for fishing groups bandengan village in anticipation of the problem.Including by giving skills make “nuggets” of fish at once a method omnipresence through the online system. A special purpose is to be achieved in the community devotion this is given the faculty fishing groups to be able to offer the fish not actually sold, instant for products and marketing it through some media based on line. Keywords: fishing communities , bandengan village , process fisheries products , ready to eat products Abstrak Desa Bandengan merupakan desa yang berada di samping utara kota Jepara, dimana mayoritas penduduknya adalah nelayan yang memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mencari ikan di laut. Dengan menjadi seorang nelayan, masyarakat di desa Bandengan Jepara tidak memiliki keahlian lain selain mencari ikan. Pada saat hasil tangkapan ikan meningkat, maka hasil penjualan ikan juga meningkat, tetapi ternyata dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan maka tidak hanya pendapatan nelayan saja yang meningkat, tetapi juga adanya permasalahan mengenai meningkatnya hasil tangkapan ikan yang tidak habis terjual. Mayoritas nelayan membuang hasil tangkapan ikannya yang tidak laku terjual. Hal ini dikarenakan ikan membusuk, walaupun sudah di disimpan dalam cool box. Untuk itu tim pelaksana kegiatan Pengabdian Masyarakat STIMART ”AMNI” Semarang, berinisiatif memberikan ketrampilan pengolahan hasil tangkapan ikan menjadi produk siap saji untuk meminimalkan kerugian yang diakibatkan oleh membusuknya ikan yang tidak laku terjual. Beberapa program telah disusun untuk kelompok nelayan desa Bandengan dalam mengantisipasi permasalahannya. Diantaranya adalah dengan memberikan ketrampilan membuat ‘nugget’ dari ikan sekaligus metode pemasarannya melalui media on line system. Tujuan khusus yang ingin dicapai pada program Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan kemampuan kelompok nelayan agar mampu mengolah hasil ikan yang tidak terjual, menjadi produk siap saji dan dapat memasarkannya melalui berbagai media berbasis On Line. Kata Kunci : Kelompok Nelayan, Desa Bandengan, Pengolahan Hasil Laut, Produk Siap Saji
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Trimulyo Semarang Melalui Program Gerbang Hebat Mariana Kristiyanti
Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1: Maret 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/patria.v3i1.2835

Abstract

The city of Semarang is currently improving to actualize the saying of 'Moving Together Building the City of Semarang to Be Better and Great' both physically and non-physically. One of them is through Gerbang Hebat program. It is an activity in reducing poverty and unemployment, improving public services, gender equality and improving education also health as stated in the Sapta program (Reducing poverty and unemployment, Handling Floods, Improving Infrastructures, Improving Public Services and Gender Equality). UNIMAR AMNI Semarang carried out community service activities at Trimulyo village to support the government of Semarang program. It is not only students/cadets and lecturers who carry out community service activities but also the surrounding community. They are very enthusiastic in participating in implementing various program activities carried out at  Trimulyo village. The activity begins with planting mangrove trees, socializing healthy living in an unhealthy environment, training in cooking and tidying up the environment.The method of implementing the activities used is the method of observation, interviews and literature studies. The observation was held in Trimulyo village, sub-district of Genuk. The data collection was carried out through interview methods and as a reference for implementing community service activities was using the literature study method. With UNIMAR AMNI Semarang Gerbang Hebat program at Trimulyo village of Subdistrict Genuk hoped that it can improve the healthy lifestyles and increase the income of the Trimulyo village community.
Rancang Bangun Prototype Berbasis WEB Sebagai Implementasi Praktik Wirausaha Mahasiswa di Kota Semarang Mariana Kristiyanti
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 17 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.744 KB) | DOI: 10.24914/jeb.v17i2.266

Abstract

In Semarang, college growth offers the entrepreneurial traits for educative competitor of expanding very fast. Mostly, college has used the information system to market result of practice entrepreneurial all its student, but on the way, growth practice the entrepreneurial among student impress tardy and product and also service which they yield, not yet optimal of its information spreading. Designedly develop build the in wrought prototype system accomodating all result practice the wirausaha competitor educated by which is gone the round of in various college in Semarang, expected can give the information widely hit result of practice entrepreneurial in web. And indirectly, the web can become the individuality of Semarang providing information of result of child masterpiece nation passing the Website. Design to develop, build the prototype base on the Web to find the product yielded by all students in Semarang, representing picture of Information System to be made later. Research method used by Observation to College offering program of entrepreneurial and interview, while designing to develop build the Prototype of result of this practice entrepreneurial use the Flowchat System.