cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2021)" : 15 Documents clear
Dampak adanya pandemi bagi Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) L. R. Madhani; K. A. Sari; D. K. Rahmawati; Desy Santi Rozakiyah
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.26 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p399-407

Abstract

Covid-19 spreads so fast and has various impacts in society, one of which is in the world of formal education. The existence of a pandemic has resulted in learning to be carried out over a long distance network. This also has an impact on non-formal education such as the Tutoring Institution. LBB is an example of a non-formal education institution that guides students in academic lessons by adjusting their needs. The author tries to find the impact of a pandemic on LBB, what is felt by LBB and parents and students. This study aims to see the impact of the Pandemic Tutoring Institution, both formal and informal. This type of research is qualitative research using cognitive learning theory. Technique informants using purposive sampling technique. Sources of data used are interviews, observations, and literature studies. The results of the study explained that it would be healthy if LBB was kept open by implementing the Covid-19 health protocol, dividing students into several groups, and still maximizing courageous learning. The result of the research is that LBB must remain open because face-to-face learning is still needed by students who still need direct guidance such as kindergarten, elementary, and junior high school students/equivalent. Covid-19 menyebar begitu cepat dan menimbulkan berbagai dampak di masyarakat, salah satunya pada dunia pendidikan formal. Adanya pandemi mengakibatkan pembelajaran harus dilakukan melalui jaringan jarak jauh. Hal ini juga berdampak pada pendidikan non formal seperti Lembaga Bimbingan Belajar. LBB merupakan salah satu contoh lembaga pendidikan non formal yang membimbing peserta didik terkait pelajaran akademis dengan menyesuaikan kebutuhan. Penulis berusaha mencari dampak adanya pandemi bagi LBB, apa saja yang dirasakan oleh pihak LBB maupun orang tua dan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak adanya pandemi bagi Lembaga Bimbingan Belajar baik formal maupun informal. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan teori belajar kognitif. Teknik pengumpulan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa alangkah baiknya jika LBB tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, membagi peserta didik dalam beberapa kelompok, dan tetap memaksimalkan pembelajaran daring. Dengan begitu kesimpulan dari hasil penelitian adalah LBB harus tetap dibuka karena pembelajaran tatap muka masih dibutuhkan oleh peserta didik yang masih membutuhkan bimbingan secara langsung seperti siswa TK, SD maupun SMP/sederajat.
Makna simbolik Tradisi Dawuhan Dusun Ngiliran Desa Ngiliran Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Aprillia Setianingsih; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.418 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p408-418

Abstract

Suatu tindakan manusia yang dilakukan secara turun temurun yang berasal dari setiap aspek kehidupan manusia serta merupakan suatu usaha untuk meringankan kehidupan manusia bisa dikatakan sebagai "tradisi ". Hal ini berarti bahwa tradisi juga merupakan bagian dari kebudayaan. Tradisi Dawuhan adalah salah satu tradisi bersih desa yang wajib dilaksanakan setahun sekali di bulan Desember sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Teori dalam penelitian ini yaitu Teori Interaksionisme Simbolik. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun hasil dari penelitian adalah Mind (pemikiran) pemikiran yang bertujuan sebagai sarana komunikasi yang dilakukan kepada Sang Maha Kuasa. Self (diri) masyarakat dapat mengaplikasikan makna simbolik yang terdapat dalam Tradisi Dawuhan dan masyarakat dapat mempercayai terkait makna simbolik yang terdapat dalam tradisi tersebut. Society (masyarakat) masyarakat bersama-sama membentuk suatu konstruksi untuk membangun suatu makna simbolik dalam ritual.
Dampak adanya Kampung Warna–Warni Malang bagi perubahan sosial dan dinamika masyarakat setempat B. F. Sanah; I. W. Nafisah; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.301 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p419-424

Abstract

Social change becomes a necessity in people's life. Social change also has an impact on the dynamics of society. The existence of Colorful Village in Malang City also has an impact on social change and community dynamics. This study used a descriptive qualitative method. The data techniques used were interviews and observation. The research location was conducted in Jodipan Colorful Village, Malang City, East Java, Indonesia. The research informants selected were 7 informants from the traders who were the original inhabitants of the village. The results showed that the existence of Jodipan Colorful Village had a significant impact on the lives of the local community. The existing social change process is social change and desired social change. Where the community can feel the positive impact of the Jodipan Colorful Village. Over time, the existence of the village also has an influence on community dynamics, such as the use of technology and the development of community knowledge. Perubahan sosial menjadi sebuah keniscayaan dalam kehidupan masyarakat. Perubahan sosial turut memberikan dampak bagi dinamika masyarakat. Keberadaan Kampung Warna-Warni di Kota Malang turut memberikan dampak bagi perubahan sosial serta dinamika masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Lokasi penelitian dilakukan di Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Informan penelitian yang dipilih sebanyak 7 informan dari para pedagang yang merupakan penduduk asli kampung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Kampung Warna-Warni Jodipan memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan masyarakat setempat. Proses perubahan sosial yang ada yaitu perubahan sosial dan perubahan sosial yang dikehendaki. Dimana masyarakat dapat merasakan dampak positif dari adanya Kampung Warna-Warni Jodipan. Seiring berjalannya waktu, keberadaan kampung tersebut juga memberikan pengaruh pada dinamika masyarakat, seperti pada penggunaan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan masyarakat.
Dekolonialisasi: Menuju pembebasan materi pembelajaran Sejarah di Indonesia abad 21 Gita Lorensia Dannari; Maria Ulfa; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.502 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p425-436

Abstract

To foster a sense of Indonesian youthful nationalism, the materials presented in history learning in schools are always decolonized, as a form of retaliation against colonial historiography which is only seen from a colonial point of view. However, the material taught in learning in schools is also the same, only different from the point of view used. According to the author, this is not the right step to be used in fostering a sense of nationalism in the younger generation, because history must be viewed as neutral, presented as it is, so that there is no mutual revenge in writing history. Therefore, it is necessary to have decolonization in history learning. The purpose of writing this article is to describe the forms of decolonization and their impact on learning history in Indonesia. Based on the impact of writing history that is too Indonesian centric, but does not have a significant impact in cultivating a sense of nationalism for the younger generation, it is necessary to have a decolonialization effort in learning history. The research method used in writing this article is the library method. Untuk menumbuhkan rasa nasionalisme generasi muda Indonesia, maka materi-materi yang disajikan dalam pembelajaran sejarah di sekolah selalu bersifat dekolonisasi, sebagai bentuk pembalasan terhadap historiografi kolonial yang hanya dilihat dari sudut pandang kolonial. Akan tetapi, materi-materi yang diajarkan dalam pembelajaran di sekolah juga bersifat sama, hanya berbeda pada sudut pandang yang digunakan. Hal tersebut menurut penulis bukanlah langkah yang tepat untuk digunakan dalam menumbuhkan rasa nasionalisme generasi muda, karena sejarah harus dipandang netral, disajikan apa adanya, sehingga tidak timbul sikap saling balasdendam dalam menulis sejarah. Oleh karena itu, diperlukan adanya dekolonialisasi dalam pembelajaran sejarah. Adapun tujuan penulisan artikel ini, yaitu untuk menguraikan bentuk-bentuk dekolonisasi dan dampaknya dalam pembelajaran sejarah di Indonesia. Berdasarkan pada dampak dari penulisan sejarah yang terlalu Indonesiasentris, tetapi tidak memberikan dampak signifikan dalam penanaman rasa nasionalisme generasi muda maka diperlukan adanya upaya dekolonialisasi dalam pembelajaran sejarah. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu metode kepustakaan.
Implementasi penguatan pendidikan karakter religius Hamidah Ulfa Fauziah; Edi Suhartono; Petir Pudjantoro
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.752 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p437-445

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi penguatan pendidikan karakter religius. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi dilakukan melalui pembiasaan, penerapan, pembelajaran dan peraturan, serta kebijakan. Dampak yang diperoleh yaitu implikasi positif dari peserta didik, komitmen dan konsistensi dari pihak sekolah dan wali murid.
Karakteristik dan interaksi sosial Yamaha-Vixion Club Indonesia Chapter Jombang guna mempererat solidaritas Ruci Rahmanda; Siti Awaliyah; Didik Sukriono
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.216 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p446-458

Abstract

Artikel ini berupaya untuk mengeksplorasi karakteristik dan interaksi sosial yang terjadi pada komunitas motor yamaha vixion club Indonesia chapter Jombang. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode penelitian. Sumber data menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan penggabungan ketiganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik dan interaksi sosial yang terjadi pada yamaha vixion club Indonesia chapter Jombang terjalin dengan baik antar anggotanya hal ini ditunjang oleh beberapa kegiatan-kegiatan yang dapat membuat kedekatan antar anggotanya dapat terbentuk. Namun tetap diingat bahwa segala sesuatu pasti ada sisi positif dan juga sisi negatifnya. Bahkan tak jarang muncul hambatan-hambatan yang dapat memicu terjadinya konflik dan kesenjangan antar anggota. Tetapi selalu ada solusi untuk membuat keputusan yang terbaik sehingga tiap-tiap anggota dapat menjaga rasa solidaritasnya.
Nangkring khas millennial: Studi komparatif gaya hidup dan interaksi pemuda di Cafe Sudimoro dan Rowoklampok Alifia Putri Azahra; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.209 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p459-469

Abstract

Berbagai kajian mengenai pedesaan masih terfokuskan pada berbagai proses pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang tertinggal dibandingkan perkotaan. Sampai saat ini masih jarang yang membahas mengenai gaya hidup dan proses interaksi antar pemuda di wilayah pedesaan. Gaya hidup dan interaksi sering sekali menjadi tolak ukur tingkat kesejahteraan ekonomi yang dimiliki para pemuda. Oleh karena itu, gaya hidup dan proses interaksi sosial akan menjadi hal yang sangat menarik untuk diteliti yang dilakukan di wilayah pedesaan yakni Rowoklampok, Senggreng. Disisi lain gaya hidup dan interaksi merupakan cara seorang pemuda untuk melakukan berbagai aktivitas nongkrong di cafe. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan antara gaya hidup dan interaksi pemuda di cafe Sudimoro dan Rowoklampok dalam memanfaatkan waktu luang yang mereka miliki. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka dimana data diperoleh dari artikel, jurnal, skripsi, tesis dan sejenisnya. Dari hasil penelitian ini mengantarkan pada kesimpulan mengenai gaya hidup nangkring dan proses interaksi sosial pemuda sudah ada sejak mereka kecil. Namun, jika dahulu banyak sekali pemuda yang nangkring di pinggiran desa sekarang menjadi lebih suka nongkrong di cafe dan akhirnya memunculkan inovasi pendirian cafe agar menarik para pemuda nangkring disana. Selain itu, cafe di pedesaan lebih identik dengan wisata keluarga, sedangkan di perkotaan lebih identik dengan nangkring bersama teman untuk berkumpul dan membahas banyak hal.
Akulturasi budaya Tembang Lir-ilir sebagai media dakwah Sunan Kalijaga Rori Amelya Rumpaka; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.124 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p470-476

Abstract

Islam is mostly embraced by Indonesians. The majority of Indonesians adhere to the largest religion in the world. Islam entered the archipelago through peaceful channels in accordance with the religious mission, namely rahmatan li al-'ālamīn. Which is Islam as a religion that embraces or protects all people and other things. Likewise with the culture in Indonesia. Indonesian culture has existed since time immemorial. Various cultures passed on from their ancestors to their successors. Indonesia has a variety of cultural features that need to be preserved and maintained. This is what makes Indonesian society thick with culture. Islam entering Indonesian territory is not easy. Because the majority of people still adhere to and are thick with culture. Therefore, the figures who spread the religion of Islam must know the character of Indonesian society. Using the method of acculturating existing cultures in Indonesia with Islamic religious values is the right way to spread Islam. Agama Islam dianut sebagian besar oleh masyarakat Indonesia. Mayoritas masyarakat Indonesia menganut agama yang dianut terbesar di dunia ini. Islam masuk ke wilayah Nusantara melalui jalur damai sesuai dengan misi agama yakni rahmatan li al-‘ālamīn. Yang mana Islam sebagai agama yang merangkul atau mengayomi semua umat dan hal lainnya. Begitu pula dengan kebudayaan yang ada di Indonesia. Kebudayaan Indonesia sudah ada sejak dahulu kala. Beragam kebudayaan diwariskan para leluhur kepada penerusnya. Indonesia memiliki beragam corak kebudayaan yang perlu dilestarikan dan dijaga keberadaannya. Hal tersebut yang menjadikan masyarakat Indonesia kental akan budaya. Agama Islam masuk ke wilayah Indonesia tidak mudah. Dikarenakan mayoritas masyarakat masih menganut dan kental akan budaya. Maka dari itu, para tokoh penyebar agama Islam harus mengetahui karakter masyarakat Indonesia. Menggunakan cara mengakulturasi budaya yang ada di Indonesia dengan nilai-nilai agama Islam merupakan cara yang tepat untuk penyebaran agama Islam.
Analisis kerentanan penduduk Desa Pulungdowo terhadap Covid-19 Purwanto Purwanto; Krisma Sari; Maylinda Maghfiroh; Mira Ayu Pratiwi; Muchammad Ryan Pratama; Muhammad Ikmal; Musnizar Zulaiha Umami; Novy Aulia Istighfary; Raka Erditama Nurahman; Rizky Fitra Sanjaya; Zahrina Fatmala
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.451 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p477-487

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis rasio kerentanan masyarakat terhadap kesadaran dalam menggunakan alat pelindung diri pada kasus Covid-19 di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan perspektif spasial sebagai dasar melakukan analisis. Data dikumpulkan melalui survey, wawancara, dan data sekunder dari web resmi pemerintah. Survei kesadaran masyarakat dilakukan dengan menggunakan survey 123 dari ESRI yang meliputi wilayah Malang raya dan Jawa Timur. Survey dilakukan di 197 titik di wilayah jawa Timur. Rasio kerentanan diperoleh dengan membandingkan rasio jumlah penduduk usia lanjut dengan jumlah penduduk total menurut kementerian dalam negeri Indonesia. Untuk melihat lebih dalam rasio kerentanan dilihat berdasarkan jenis gender. Hasil penelitian menunjukkan rasio kerentanan desa Pulungdowo dalam kategori sedang dengan skor 0.1875, dengan menempatkan rasio kerentanan perempuan lebih tinggi dari pada laki-laki. Berdasarkan hasil tersebut perempuan memiliki tingkat kesadaran spasial lebih tinggi daripada laki-laki.
Pengaruh model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada kompetensi atmosfer siswa kelas X MIA SMAN 3 Batu Tria Arta Violina; Budi Handoyo; Djoko Soelistijo
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.706 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p488-493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada kompetensi atmosfer siswa kelas X MIA SMAN 3 Batu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan Nonequivalent Group Design. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X MIA 1 sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X MIA 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes esai yang terdiri dari 5 butir soal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software SPSS 16.0 for windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis uji-t. Hasil perhitungan hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05.

Page 1 of 2 | Total Record : 15