cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 368 Documents
Upacara Jamasan Pusakan Kanjeng Kyai Upas di Tulungagung dalam perspektif Islam Fastrana Arya Syah Musyaffa; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.53 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p720-725

Abstract

Culture is a thing related to human mind and mind. In anthropological studies, culture is considered to be an abbreviation of culture so there is no difference based on its definition. Culture is a way of life that is formed from many complex elements (religion, politics, customs, language, art, etc.) and develops in a group of people or society. Culture is often considered a legacy from generation to generation and an integral part of human beings so many people tend to consider it genetically inherited. The term culture comes from the basic word culture so that it has a connection of meaning. While Islamic culture is a concept of a culture with the entry of elements smelling of Islam. But many people are mistaken in placing a culture with Islam, so there are various public opinions that can bring down a certain culture. In writing this article, will discuss how the form of local cultural acculturation Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas with Islamic culture. Kebudayaan dan budaya merupakan hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam kajian Antropologi, budaya dianggap merupakan singkatan dari kebudayaan sehingga tidak ada perbedaan berdasarkan definisinya. Budaya merupakan suatu cara hidup yang terbentuk dari banyak unsur yang rumit (agama, politik, adat istiadat, bahasa, seni, dll) dan berkembang pada sebuah kelompok orang atau masyarakat. Budaya sering kali dianggap warisan dari generasi ke generasi dan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Istilah kebudayaan berasal dari kata dasar budaya sehingga memiliki keterkaitan makna. Sedangkan kebudayaan Islam merupakan suatu konsep suatu budaya dengan masuknya unsur-unsur berbau Islam. Namun banyak masyarakat yang keliru dalam menempatkan sebuah budaya dengan Islam, sehingga muncul berbagai opini-opini masyarakat yang dapat menjatuhkan budaya tertentu. Dalam penulisan artikel ini, akan membahas bagaimana bentuk akulturasi budaya lokal Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas dengan kebudayaan Islam.
Kebudayaan Tabuik sebagai upacara adat di Kota Pairaman Sumatra Barat Febri Rachmad Arifian; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.061 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p726-731

Abstract

Culture is the result of the development of human life, and the two things cannot be separated because they are related. The Tabuik culture in Pairaman City, West Sumatra is one of the creations of the development process of human life. Tabuik is a culture that is held every 10th of Muharram, this Tabuik ceremony aims to commemorate the death of the grandson of the Prophet Muhammad S.A.W, namely Hussein bin Ali. This research method is library research with five stages, namely topic selection, source collection, verification, interpretation: analysis and synthesis, then writing. The Tabuik ceremony certainly has a meaning and value that is contained in the ceremony. The meaning of the Tabuik culture itself can be seen from the form of the Tabuik itself, such as the burqa is a symbol of an angel carrying the body of Husein flying, the peak of the tabuik has two meanings, namely as a news carrier and as a protector for all Muslims. The values of the culture are a picture of a combination of custom and religion, so that the values that exist in Tabuik are still not far from religious values. Kebudayaan adalah hasil dari perkembangan hidup manusia, dan kedua hal itu tidak dapat dipisahkan karena saling berhubungan. Kebudayaan Tabuik yang berada pada Kota Pariaman Sumatera Barat adalah salah satu cipataan dari proses perkembangan hidup manusia. Tabuik ialah kebudayaan yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram, upacara Tabuik ini bertujuan untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad S.A.W yaitu Hussein bin Ali. Metode penelitian ini adalah library research dengan lima tahapan yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi: analisis dan sintesis, lalu penulisan. Dalam upacara Tabuik pastinya memiliki sebuah makna dan nilai yang terkandung dalam upacara tersebut. Makna dari kebudayaan Tabuik sendiri dapat dilihat dari bentuk Tabuik itu sendiri seperti burqa adalah simbol dari malaikat yang membawa jasad Husein terbang, puncak tabuik memiliki dua makna yaitu sebagai pembawa berita dan sebagai pelindung bagi seluruh umat islam. Adapun nilai-nilai dari kebudayaan tersebut adalah gambaran perpaduan antara adat dan agama, sehingga nilai-nilai yang ada pada dalam Tabuik masih tidak jauh dalam nilai-nilai agama.
Islam dalam hegemoni Majapahit: Interaksi Majapahit dengan Islam abad ke-13 sampai 15 Masehi Isna Roikhatul Janah; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.157 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p732-740

Abstract

Islam has existed in Indonesia since the time of traditional kingdoms, and the emergence of Islam on the Java island and growing very rapidly occurred at the end of the Hindu Buddhist era, exactly the Majapahit era. We can see the proof of this with the discovery of the ancient Troloyo Islamic Tomb complex in Mojokerto, which is close to the location of the capital city of Majapahit.. The freedom in Majapahit government system caused Islamization well progressed and increased the moslem population, even more in the coast. This cannot be separated from the services of the preachers, especially Syekh Jumadil Kubro and Maulana Malik Ibrahim. Furthermore, one of the queen was a princess came from Campa. Then born a prince from a chineses queen in Majapahit, and he came back to Majapahit to take his throne and change Majapahit to Islamic kingdom by build a kingdom named Kesultanan Demak. Islam sudah ada di Indonesia sejak zaman kerajaan tradisional, dan munculnya Islam di Pulau Jawa serta berkembang sangat pesat terjadi saat akhir zaman Hindu Buddha yaitu zaman Majapahit. Buktinya dapat kita lihat dengan penemuan kompleks Makam Islam kuno Troloyo di Mojokerto, berdekatan dengan lokasi ibukota Majapahit. Bebasnya sistem pemerintahan di Majapahit menyebabkan Islamisasi berjalan lancar dan masyarakat muslim terus bertambah, terutama di daerah pesisir. Ini tidak lepas dari jasa para pendakwah, terutama Syekh Jumadil Kubro dan Maulana Malik Ibrahim. Selain itu juga istri salah satu raja Majapahit adalah seorang putri dari Negeri Campa. Kemudian lahir Raden Patah dari seorang istri raja yang merupakan seorang Putri Cina, dan ia kembali ke Majapahit demi menuntut takhta dan mengubah Majapahit menjadi kerajaan Islam dengan mendirikan Kesultanan Demak.
Perspektif bagi masyarakat muslim tentang adanya tradisi upacara adat Siraman Gong Kyai Pradah di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur Kristina Jala Gita; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.507 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p741-749

Abstract

The existence of the traditional ceremony of Siraman Gong Kyai Pradah is a traditional ceremony that develops through generations in the community in Sutojayan Subdistrict, Blitar Regency. Carried out annually on the date of Maulud set with the commemoration of Maulid Prophet Muhammad SAW on the 12th of the Rabiul Awal. Therefore, this warning is very strong by the values of Islamic diversity that blend with Javanese culture and customs in Sutojayan Subdistrict. On this matter, often the surrounding community associates the existence of the ceremony of siraman gong kyai pradah with the tradition of Islam-kejawen (kejawaan). Especially in the Muslim community who visit this traditional ceremony, believing the benefits of the former water flush gong which is believed to provide benefits for anyone who consumes it. Adanya Upacara Adat Siraman Gong Kyai Pradah adalah suatu upacara adat yang berkembang secara turun temurun di lingkungan masyarakat di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Dilakukan setiap tahun pada penanggalan Maulud yang ditetapkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal. Oleh karenanya, peringatan ini sangat kental oleh nilai-nilai keagaman Islam yang berbaur dengan budaya dan adat istiadat jawa di Kecamatan Sutojayan. Mengenai hal ini, seringkali masyarakat sekitar mengaitkan dengan adanya Upacara Siraman Gong Kyai Pradah tersebut dengan tradisi Islam-kejawen (kejawaan). Terutama pada masyarakat muslim yang mengunjungi upacara adat ini, mempercayai adanya manfaat dari air bekas siraman gong yang dipercaya memberikan manfaat bagi siapa saja yang mengonsumsinya.
Pengaruh minuman keras terhadap nilai-nilai kebudayaan Jawa sebagai fenomena patologi sosial di Kota Malang Altlya Elok Yearmil Shiona; Daniel Johannes Lintang; Firli Maulidyah Hartono; Ilham Salim Iqfatul Faris; Lely Rara Renaningtyas; Nilnada Munikha; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.54 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p750-756

Abstract

Culture came and was brought by the ancestors of the Indonesian nation. Hereditary inheritance from one generation to another is related to the way of outlook and life guidance of a nation. Javanese culture has a value of politeness and simplicity that is still upheld in Javanese society. However, as times are getting more advanced, the existence of these cultures is fading and disappearing. This study focuses on how the influence of alcohol on Javanese cultural values as a social pathology phenomenon in Malang City. This study used a descriptive qualitative method with primary and secondary data collection. In analyzing research problems, Emile Durkheim's anomie theory and Emile Durkheim's concept of social solidarity. The results showed that drinking-alcoholic behavior could not be separated from several factors that influence it. This behavior is inversely proportional to the existing culture. Javanese culture upholds a sense of simplicity and politeness. Kebudayaan datang dan dibawa oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Warisan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain berkaitan dengan cara pandangan dan tuntunan hidup suatu bangsa. Kebudayaan Jawa mempunyai nilai kesopanan dan kesederhanaan yang masih terus dijunjung tinggi dalam masyarakat Jawa. Namun, jaman yang semakin maju, keberadaan budaya tersebut semakin luntur dan menghilang. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pengaruh minuman keras terhadap nilai-nilai kebudayaan Jawa sebagai fenomena patologi sosial di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data secara primer dan sekunder. Dalam menganalisis permasalahan penelitian teori anomie dari Emile Durkheim serta konsep solidaritas sosial dari Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan perilaku minum-minuman keras tidak dapat dapat terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya. Perilaku tersebut berbanding terbalik dengan kebudayaan yang ada. Kebudayaan Jawa menjunjung tinggi rasa kesederhanaan dan kesopanan.
Dinamika peran ganda perempuan dalam keluarga petani di Indonesia Amelia Susanto Putri; Prawinda Putri Anzari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.569 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p757-763

Abstract

Peran atau Role merupakan aspek dinamis dari status, sehingga individu akan dikatakan berperan apabila telah memenuhi tugas yang melekat pada status dirinya baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun masyarakat. Peran ganda perempuan didasarkan pada keharusan perempuan untuk menjalankan role (perannya) sebagai ibu rumah tangga dan peran perempuan dalam pemenuhan ekonomi atau membantu ekonomi keluarga. Kentalnya budaya patriarki di masyarakat mengakibatkan perempuan memiliki beban kerja yang tinggi karena tuntutan pemenuhan perannya dalam keluarga. Pada kasus pekerja tani perempuan di wilayah pedesaan, peran perempuan dalam pertanian juga dilihat dari 2 aspek, yaitu aspek perempuan sebagai ibu rumah tangga dan aspek pekerjaan pokok. Perempuan dengan tingkat ekonomi rendah akan memiliki beban kerja yang lebih tinggi hingga mencapai 11,15 jam/hari. Tingginya partisipasi perempuan dalam kegiatan pertanian tidak lantas menjadikan perempuan berstatus sebagai petani. Kebanyakan perempuan di pedesaan menganggap bahwa perannya dalam pengolahan lahan pertanian merupakan bentuk dalam membantu suami. Kurang sadarnya kaum perempuan akan urgensi dari perannya dalam pertanian membuat perempuan masif dilibatkan dalam berbagai keputusan di pertanian seperti pada pemilihan tanaman, hak menjadi anggota kelompok tani, distribusi hasil panen, dan sebagainya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literasi. Peneliti melakukan penelitian dengan tujuan melihat dinamika peran ganda perempuan dalam keluarga petani di Indonesia.
Analisis penggunaan e-learning berbasis Multimedia Cognitive Theory Approach pada pembelajaran Geografi di masa pandemi COVID-19 Robby Hilmi Rachmadian; Rachel Michellia; Leni Fitrianingsih; Dhella Widy A; Alfyananda Kurnia Putra
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.81 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p764-772

Abstract

The use of multimedia in the learning process, especially geography learning, has the aim of increasing students' understanding of the material provided, increasing learning motivation in students and creating meaningful learning. The activeness of students is an indicator in the implementation of meaningful learning. The cognitive activity of students is very necessary during learning, but the cognitive level of each student has a different capacity. In this case, educators must create a learning innovation that is easily accepted by students, one of which is the use of multimedia in geography learning. The use of multimedia in the learning process has sensitivity to the cognitive load of each learner. The use of e-learning in the geography learning process during the COVID-19 pandemic presents its own challenges for teachers to provide effective learning so that students can use their cognitive processes to the fullest. Thus, further analysis is needed regarding the use of e-learning with a multimedia cognitive theory approach in current geography learning. The research methodology used in this research is qualitative research. The type of data obtained is qualitative data. The data analysis technique used a qualitative descriptive analysis. The result of this study is to provide a new understanding and analysis of the use of e-learning by using a multimedia cognitive theory approach in geography learning during the COVID-19 pandemic. Penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran geografi memiliki tujuan meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan, meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik dan menciptakan pembelajaran yang bermakna. Keaktifan peserta didik menjadi indikator dalam pelaksanaan pembelajaran bermakna. Aktivitas kognitif peserta didik sangat diperlukan selama pembelajaran berlangsung, namun tingkat kognitif setiap peserta didik memiliki kapasitas yang berbeda. Dalam hal ini, tenaga pendidik harus menciptakan sebuah inovasi pembelajaran yang mudah diterima oleh peserta didik, salah satunya pemanfaatan multimedia dalam pembelajaran geografi. Penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran memiliki sensitivitas pada beban kognitif setiap peserta didik. Penggunaan e-learning pada proses pembelajaran geografi di masa pandemi COVID-19 memberikan tantangan tersendiri bagi pengajar untuk memberikan pembelajaran yang efektif agar siswa dapat menggunakan proses kognitifnya dengan maksimal. Dengan demikian, diperlukan analisis lebih lanjut mengenai penggunaan e-learning dengan pendekatan teori kognitif multimedia pada pembelajaran geografi saat ini. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman baru serta analisis tentang penggunaan e-learning dengan menggunakan pendekatan teori kognitif multimedia pada pembelajaran geografi di masa pandemi COVID-19.
Analisis reseliensi pembelajaran daring berbasis problem based learning di masa pandemi COVID-19 Tasya Khairunisa; Selfiana Dhenti; Ilmia Pratiwi; Nadia Mustikasari; Robby Hilmi R; Alfyananda Kurnia Putra
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.381 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p773-779

Abstract

In the current era of big data, the development of technology and communication has given a very complex influence on the learning paradigm. Now, learning has become an important instrument as a space for interaction between teachers and students in developing the cognitive, psychomotor, and affective potential of learners. Based on the theory of constructivism, it is explained that meaningful learning requires the active role of students in reconstructing understanding on the basis of the experiences they have experienced. Seeing these facts, the delivery of learning substance must be based on effective learning methods and media, so that students can improve their knowledge comprehensively. One of the learnings with these criteria can be implemented through the Problem Based Learning method, namely learning based on problems as a context for critical thinking and problem solving skills. Meanwhile, the COVID-19 pandemic, which currently requires online learning, has hampered the delivery of the essence of learning. Thus, a more detailed analysis of the resilience of online learning based on Problem Based Learning is needed during the COVID-19 pandemic. The research methodology used in this research is qualitative research. The type of data obtained is qualitative data. The data analysis technique used qualitative descriptive analysis. The result of this study is that online learning based on Problem Based Learning during the COVID-19 pandemic has resilience and effectiveness that can support student understanding on an ongoing basis. Pada era big data saat ini, perkembangan teknologi dan komunikasi telah memberikan pengaruh yang sangat kompleks terhadap paradigma pembelajaran. Kini, pembelajaran menjadi instrumen penting sebagai ruang interaksi antara guru dengan siswa dalam mengembangkan potensi kognitif, psikomotorik, dan afektif pebelajar. Berdasarkan Teori Konstruktivisme, dijelaskan bahwa pembelajaran yang bermakna memerlukan peran aktif siswa dalam merekonstruksi pemahaman atas dasar pengalaman yang pernah dialaminya. Melihat fakta tersebut, maka penyampaian substansi pembelajaran harus didasarkan pada metode dan media pembelajaran yang efektif, sehingga siswa dapat meningkatkan pengetahuannya secara komprehensif. Salah satu pembelajaran dengan kriteria tersebut, dapat diimplementasikan melalui metode Problem Based Learning yaitu pembelajaran yang didasarkan atas permasalahan sebagai konteks berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah. Sementara itu, adanya pandemi COVID-19 yang saat ini mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring, menyebabkan penyampaian esensi pembelajaran tersebut menjadi terhambat. Dengan demikian, diperlukan analisis lebih detail mengenai resiliensi pembelajaran daring berbasis Problem Based Learning di masa pandemi COVID-19. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran daring berbasis Problem Based Learning di masa pandemi COVID-19 memiliki resiliensi dan keefektifan yang dapat mendukung pemahaman siswa secara berkelanjutan.
Invisible ground water machine sebagai forest fire risk mitigation di Gunung Arjuno Tasya Khairunisa; Eva Indra Sofiana; Runing Fikriyah Asyarifah; Robby Hilmi Rachmadian; Alfyananda Kurnia Putra
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.44 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p780-791

Abstract

Forest fires are a phenomenon of spreading fire that causes disruption of ecosystems in forest areas. The phenomenon of forest fires often occurs in Indonesia today. This can be indicated through BNPB data which shows that in 2019 there were 1,592,010 hectares of forest and burned land, most of which occurred in mountainous areas and were included in the category of protected forest and conservation forest. One of the mountains hit by forest fires is Mount Arjuno. Mount Arjuno is a mountain located on the border of Batu City, Malang and Pasuruan Regencies. From July to October 2019, the Mount Arjuno Forest experienced fires in the Seriti Curah area, the Sawahan Ringgit Block and the Gumandar Block, most of which were located at an altitude of 2,800 meters above sea level and had a slope of 70°, so it took a long time to extinguish the fire in the area. The purpose of the preparation of this idea is to create a technological innovation that is able to overcome forest fires on Mount Arjuno. The methodology used in the preparation of this paper is a research and development method. In this method, the authors collect data, design ideas, validate designs, and compile the paper. The types of data used are quantitative and qualitative. Based on these problems, the authors propose appropriate technological innovations in the form of: “Invisible Ground Water Machine” which consists of a groundwater water pumping component that can be used to extinguish fires quickly and remote sensing that can detect forest fires in real time, so as to minimize the risk posed by forest fires in mountainous areas. Kebakaran hutan ialah fenomena menjalarnya api yang menyebabkan terganggunya ekosistem di kawasan hutan. Fenomena kebakaran hutan kerap terjadi di Indonesia saat ini. Hal tersebut dapat diindikasikan melalui data BNPB yang menunjukkan bahwa pada tahun 2019 terdapat 1.592.010 hektar hutan dan lahan terbakar yang sebagian besar terjadi di daerah pegunungan dan masuk dalam kategori hutan lindung maupun hutan konservasi. Salah satu pegunungan yang dilanda kebakaran hutan yaitu Gunung Arjuno. Gunung Arjuno merupakan gunung yang terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Pasuruan. Pada bulan Juli hingga Oktober 2019, Hutan Gunung Arjuno mengalami kebakaran di kawasan Curah Seriti, Blok Sawahan Ringgit dan Blok Gumandar yang sebagian besar berada di ketinggian 2.800 mdpl dan memiliki kemiringan lereng sebesar 70°, sehingga membutuhkan waktu lama untuk memadamkan api di kawasan tersebut. Tujuan dari penyusunan gagasan ini adalah untuk menciptakan suatu inovasi teknologi yang mampu mengatasi kebakaran hutan di Gunung Arjuno. Metodologi yang digunakan dalam penyusunan makalah ini berupa metode research and development. Pada metode ini, penulis melakukan pengumpulan data, desain gagasan, validasi desain, dan menyusun pada makalah. Jenis data yang digunakan bersifat kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis mengusulkan inovasi teknologi tepat guna berupa “Invisible Ground Water Machine” yang terdiri dari komponen water pumping air tanah yang dapat digunakan untuk memadamkan api dengan cepat dan penginderaan jauh yang dapat mendeteksi kebakaran hutan secara real time, sehingga dapat meminimalisir risiko yang ditimbulkan dari kebakaran hutan di daerah pegunungan.
Kajian karakteristik petani dan potensi pemanfaatan lahan pertanian hortikultura Desa Sumber Brantas Kota Batu Robby Hilmi Rachmadian; Sefhia Dwi Pitaloka; Sonia Nabailah; Shinta Dea; Theresya Yozha; Toni Tanto; Wenni Wulandhari; Yunita Eka; Zur’ata Asykurian; Satti Wagistina; Ifan Deffinika
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.862 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p792-802

Abstract

Sumber Brantas Village is one of the villages located in Bumiaji District, Batu City. This village is one of the villages that is a buffer area for the R. Soerjo People's Forest Park (Tahura) area. The use of land around Tahura is used as horticultural agricultural land which can cause damage to protected areas. However, using this land can create jobs for local people. This can be seen from the livelihoods of the residents of the area, as farmers. The purpose of this research is to examine the characteristics of farmers, productivity of farm, and the potential use of horticultural agricultural land in Sumber Brantas Village and determine the level of productivity of the local farmers. The research methodology used is descriptive quantitative. The types of data obtained are qualitative and quantitative data. The sampling technique used was accidental sampling which then obtained 40 samples. The data analysis technique used descriptive statistical analysis. The results of this study indicate that the characteristics of farmers in Sumber Brantas Village has special characteristics, namely agricultural activities carried out using superior seeds and land processing is still carried out using traditional technology. Sumber Brantas merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Desa ini merupakan salah satu daerah penyangga bagi kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) R. Soerjo. Pemanfaatan lahan sekitar Tahura dijadikan sebagai lahan pertanian hortikultura dapat menimbulkan kerusakan pada kawasan lindung. Namun, dari pemanfaatan lahan tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Hal ini, dapat ditinjau dari mata pencaharian penduduk daerah tersebut yakni sebagai petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik petani, produktivitas pertanian, dan potensi pemanfaatan lahan pertanian hortikultura Desa Sumber Brantas. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling yang kemudian diperoleh 40 sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik petani di Desa Sumber Brantas memiliki karakteristik khusus yaitu kegiatan pertanian yang dilakukan menggunakan bibit unggul dan proses pengolahan lahan masih dilaksanakan dengan menggunakan teknologi tradisional.

Page 9 of 37 | Total Record : 368