cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
Publisher@um.ac.id
Phone
+6282124960909
Journal Mail Official
admin.jolla@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang no. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA)
ISSN : 27970736     EISSN : 27974480     DOI : https://doi.org/10.17977/um064
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts is a double-blind peer-reviewed journal published monthly (pISSN 2797-0736 eISSN 2797-4480). This journal publishes scientific articles on language, literature, library information management, and arts. It publishes empirical and theoretical studies in the form of original research and case studies from various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, and other foreign languages.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 10 Documents clear
Problematika Guru Seni Budaya dalam Pelaksanaan Pembelajaran Seni Tari di SMP Negeri Ainurianata, Ilfarika; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p299-311

Abstract

Guru memiliki peran penting dalam pembelajaran, termasuk menganalisis kebutuhan siswa, merancang pembelajaran yang efektif, serta mengaktifkan siswa agar terbimbing dan terlatih. Namun, dalam praktiknya, guru menghadapi berbagai kendala, terutama dalam pembelajaran Seni Tari. Problematika ini dapat berasal dari faktor internal guru, siswa, lingkungan, serta aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan dokumentasi langsung di SMP Negeri 1 Tarik. Narasumber utama adalah guru Seni Budaya, serta delapan siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala pembelajaran Seni Tari terbagi menjadi dua aspek utama, yaitu problematika instruksional yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta problematika non-instruksional yang meliputi faktor guru, siswa, lingkungan, dan kurikulum. Salah satu temuan utama adalah kesulitan guru dalam mengajarkan Seni Tari karena latar belakang pendidikan yang lebih berfokus pada Seni Musik. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya guru dengan kompetensi khusus di bidang Seni Tari. Kajian lebih lanjut diharapkan dapat memperdalam analisis dan memperkaya referensi mengenai tantangan serta strategi pembelajaran Seni Tari di SMP.
Kompleksitas Pola Permainan Drum pada The Dance of Eternity Karya Dream Theater Natanael, Octaviolyn; Rahayuningtyas, Wida
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p253-265

Abstract

Lagu The Dance of Eternity merupakan komposisi bergenre progresif metal yang terkenal dengan struktur kompleks dan 104 perubahan sukat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik permainan drum yang digunakan dalam lagu tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan beberapa ahli dalam bidang permainan drum, serta observasi terhadap partitur lagu dan video permainan drum. Analisis ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai teknik dan gaya permainan drum yang diterapkan dalam lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan drum dalam The Dance of Eternity sangat beragam dan memerlukan penguasaan berbagai teknik yang kompleks. Teknik-teknik yang diterapkan mencakup match grip, heel up, triplet, single stroke linear sixtuplet, herta, flam, paradiddle combination, rock swing, syncopated accents variation, serta hi-hat cross hand. Selain itu, posisi duduk yang diterapkan, dengan sudut antara paha dan betis lebih dari 90 derajat, juga turut mendukung kelancaran teknik-teknik tersebut. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa permainan drum dalam The Dance of Eternity tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis yang tinggi, tetapi juga ketepatan dalam mengatur dinamika dan karakteristik ritmis lagu, yang membuatnya menjadi salah satu komposisi instrumental yang sangat kompleks.
Makna Simbolik Gerak Tari Pedhanyangan Kapal Kandas pada Ritual Bersih Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Cahyaningrum, Puspita Nur; Wahyuningtyas, Tri; Pristiati, Tutut
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p285-298

Abstract

Tari Pedhanyangan merupakan tari yang wajib ditampilkan saat acara ritual bersih Desa Jatiguwi. Desa Jatiguwi merupakan salah satu desa yang masih melestarikan ritual setiap tahunnya. Pada ritual tersebut terdapat Tari Pedhanyangan yang digunakan sebagai sarana ritual dengan tujuan untuk mengucapkan rasa syukur atas nikmat Tuhan dan mengharapkan agar Desa Jatiguwi terhindar dari bencana serta diberikan kesejahteraan, dan kerukunan pada setiap warganya. Setiap gerakan yang terdemonstrasikan dalam Tari Pedhanyangan mengandung makna yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan makna simbolik gerakan pada Tari Pedhanyangan Kapal Kandas selama ritual bersih Desa Jatiguwi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa makna simbolik Tari Pedhanyangan Kapal Kandas yang terdiri dari beberapa ragam gerak yang memiliki makna bahwa seorang pemimpin harus berani mengambil tindakan apapun meskipun beresiko agar mencapai kesuksesan dalam pemerintahannya. Keberanian seorang pemimpin digambarkan dalam gerak Gobesan atau dalam filosofi Tari Malang terdapat pada teknik Mapak (Menghadap atau ngadep).
Pemanfaatan Limbah Batang Tembakau sebagai Alternatif Penghasil Warna Coklat di Rumah Produksi Batik Tulis Anggraini, Septa Rarasati; Ratnawati, Ike; Anggriani, Swastika Dhesti
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p312-325

Abstract

Pemanfaatan limbah tanaman sebagai pewarna alami pada Rumah Produksi Batik Tulis Labako UD Bintang Timur merupakan inovasi pertama dalam bidang pewarnaan batik. Penggunaan limbah batang tembakau sebagai pewarna alami bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sisa produksi pabrik rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan proses pengolahan limbah batang tembakau yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alternatif berwarna coklat pada kain batik serta mengevaluasi hasil pewarnaan kain melalui proses ekstraksi limbah batang tembakau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses memperoleh zat pewarna alami dari limbah batang tembakau dilakukan menggunakan metode ekstraksi panas. Tahapan pertama adalah mordan awal pada kain dengan menggunakan TRO, dilanjutkan dengan proses pencantingan kain, ekstraksi limbah batang tembakau (meliputi persiapan limbah, pencacahan, perendaman dengan larutan cuka, penjemuran, perebusan untuk menghasilkan pewarna, dan penyaringan), proses pewarnaan dengan perendaman kain selama satu hari, proses fiksasi menggunakan fiksator tawas, tunjung, dan kapur, serta tahap terakhir yaitu pelorodan. Warna yang dihasilkan dengan fiksator tawas adalah coklat cerah atau krem (Milk Glass), fiksator tunjung menghasilkan coklat tua (Bayberry Wax), sedangkan fiksator kapur menghasilkan coklat muda (Steamboat Geyser).
Proses Kreatif Penulisan Novel Fantasi Whispers of Sacrifice Addarani, Jihan Sabilla; Karkono, Karkono
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p266-276

Abstract

Novel genre fantasi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang merefleksikan kehidupan nyata dengan menyajikan ketimpangan aturan dari realitas itu sendiri. Proses penulisan novel fantasi ini melewati rangkaian tahapan kreatif dengan menggunakan metode pengembangan Four-D, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (development), dan penyebaran (disseminate). Tahap pendefinisian (define) mencakup pemerolehan dan pengembangan ide serta penentuan topik. Tahap perancangan (design) merupakan tahap perencanaan produk novel. Tahap pengembangan (development) berisi proses pengerjaan naskah beserta revisi yang dilakukan oleh penulis. Tahap penyebaran (disseminate) melibatkan ulasan dari verifikator serta revisi akhir yang diperlukan. Penelitian ini bersifat reflektif karena naskah telah selesai ditulis. Tujuan dari proses kreatif penulisan novel Whispers of Sacrifice adalah (1) mengeksplorasi genre novel sebagai karya sastra, (2) merangsang serta mentransfer ide fantasi ke dalam bentuk kreativitas, dan (3) menghasilkan produk berupa novel Whispers of Sacrifice. Berdasarkan hasil penciptaan, novel Whispers of Sacrifice terdiri atas 13 bab dan satu bab epilog, yang ditulis dalam kurun waktu sekitar tiga tahun hingga tahun 2024. Novel ini telah divalidasi oleh dua verifikator, yaitu satu akademisi dan satu praktisi.
Transformasi Tokoh dalam Cerita Rakyat Kebo Kicak: Inspirasi Penciptaan Karya Seni Scribble Manual Latifah, Ikhda Nur; Rini, Denik Ristya
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p326-350

Abstract

Cerita rakyat merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun melalui bahasa lisan maupun tulisan. Salah satu cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur, adalah Kebo Kicak. Cerita rakyat ini dipercaya mengisahkan asal-usul berdirinya Kabupaten Jombang. Seiring dengan perkembangan zaman, warisan cerita rakyat semakin terlupakan, sehingga perlu dihidupkan kembali melalui berbagai bentuk media. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat Kebo Kicak melalui karya seni gambar dengan teknik scribble manual. Teknik ini, yang dikenal juga sebagai chicken scratch, merupakan metode menggambar dengan membuat coretan tidak beraturan secara manual untuk membentuk objek visual. Dalam proses penciptaan karya, peneliti menggunakan metode penciptaan Alma Hawkins yang meliputi tiga tahapan: eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Selain itu, penciptaan karya ini didasarkan pada teori seni rupa dari Edmund Burke Feldman yang mencakup aspek kritik seni, serta teori representasi visual dari Stuart Hall sebagai dasar dalam memahami bagaimana visualisasi tokoh dalam cerita rakyat dapat dikomunikasikan melalui seni. Hasil dari proses ini menghasilkan tujuh karya seni teknik scribble yang menggambarkan tokoh-tokoh utama dalam cerita rakyat Kebo Kicak.
Kritik Seni terhadap Lukisan Berjudul Macari Oase Tengah Kota Karya Ardiansyah Prainhantanto Arifin, Samsul; Anggriani, Swastika Dhesti
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p351-362

Abstract

Lukisan merupakan sarana ekspresi yang merefleksikan ide dan gagasan seseorang, termasuk fenomena alam yang sering menjadi inspirasi dalam karya seni. Salah satu contoh adalah lukisan Macari Oase Tengah Kota karya Ardiansyah Prainhantanto, yang merepresentasikan hubungan antara alam dan kehidupan urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna, nilai, serta pesan dalam lukisan tersebut dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan kritik holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lukisan ini mencerminkan respons seniman terhadap perubahan lingkungan perkotaan melalui penggunaan warna yang ekspresif dan komposisi yang dinamis. Karya ini mengandung berbagai nilai, antara lain nilai sosial (gotong royong, guyub rukun, tepo seliro), nilai kehidupan (memberikan manfaat, sikap memaafkan, perbuatan baik, rendah hati), dan nilai budaya (akulturasi). Melalui Macari Oase Tengah Kota, seniman tidak hanya menyajikan estetika visual, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara alam dan pembangunan kota. Karya ini menjadi refleksi kritis terhadap perubahan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan ekologi di tengah perkembangan urbanisasi.
Inovasi Desain Kemasan PT Beema Boga Arta: Meningkatkan Daya Saing di Pasar Lokal dan Global Imanadia, Anisah; Sudarmanto, Joni Agung
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p363-388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain kemasan produk baru PT Beema Boga Arta, khususnya Beema’s Junior Honey, guna memenuhi kebutuhan pemasaran lokal dan ekspor. Kemasan yang dirancang tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika tetapi juga fungsionalitas, keberlanjutan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini mencakup wawancara dengan pemangku kepentingan perusahaan, observasi langsung terhadap produk sejenis di pasar, serta analisis dokumen, termasuk profil perusahaan, data produk, dan peraturan terkait kemasan pangan. Data yang diperoleh dianalisis untuk memahami kebutuhan pasar dan preferensi konsumen. Proses perancangan mengadopsi metode Design Thinking, yang terdiri atas lima tahapan utama: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Tahapan ini memungkinkan pengembangan desain kemasan yang berorientasi pada pengguna, inovatif, dan adaptif terhadap dinamika pasar. Hasil penelitian menghasilkan desain kemasan Beema’s Junior Honey yang mencakup kemasan primer, sekunder, dan tersier dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan ergonomis. Desain ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk serta memperkuat strategi pemasaran PT Beema Boga Arta di pasar domestik maupun internasional. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan desain kemasan yang strategis dan berdaya saing.
Penggunaan Media Pintar Permasoya (Pembelajaran Interaktif Permasalahan Sosial Budaya) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII SMP Wulandari, Stevi; Perguna, Luhung Achmad
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p241-252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada materi Permasalahan Sosial Budaya di kelas VII B SMPN 17 Malang melalui penggunaan media Pintar Permasoya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penerapan media Pintar Permasoya, yang berisi berbagai materi pembelajaran, seperti teks penjelasan materi, gambar ilustratif, video pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan soal tes. Data dikumpulkan menggunakan tes berupa pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman peserta didik sebelum dan setelah penerapan media. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, banyak peserta didik yang mendapatkan nilai di bawah KKM (75) karena belum memahami materi secara optimal. Namun, setelah penerapan media Pintar Permasoya pada siklus II, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan, yang ditunjukkan dengan meningkatnya nilai posttest peserta didik. Dengan demikian, media Pintar Permasoya terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Permasalahan Sosial Budaya di kelas VII.
Functional and Aesthetic Qualities of The Visual Arts in Public Spaces Okeke, Josiah
Journal of Language Literature and Arts Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um064v5i32025p277-284

Abstract

One of the inherent attributes of the Visual Arts lies profoundly in the realm of aesthetics, which defines its uniqueness. Nevertheless, it is not devoid of functional qualities; rather, it combines both beauty and utility, making it a discipline with remarkable potential. The field of Visual Arts thus encompasses both functional and aesthetic characteristics, contributing significantly to the visual appeal of public spaces. However, despite these dual qualities, it is unfortunate that few scholars have thoroughly examined their core values in public spaces. This paper specifically aims to critically explore the functional and aesthetic dimensions of the Visual Arts within such spaces. To achieve this, it is first necessary to provide an overview of the role of Visual Arts in society, which serves as the foundation of this study. In conclusion, this research seeks to enhance the appreciation of art in public spaces. It is therefore recommended that governments and communities commission artists to create works that enrich public spaces while considering their emotional and therapeutic significance. Additionally, artists should be encouraged to produce more monumental works as commemorative structures and as a means of enhancing the aesthetic experience of public environments.

Page 1 of 1 | Total Record : 10