cover
Contact Name
Andang Firmansyah
Contact Email
andang.firmansyah@fkip.untan.ac.id
Phone
+6281802745388
Journal Mail Official
swadesi@untan.ac.id
Editorial Address
Kampus FKIP Universitas Tanjungpura Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Swadesi: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
ISSN : 27742857     EISSN : 27742830     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/swadesi.vi.id
Jurnal Swadesi adalah jurnal yang dibentuk oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tanjungpura pada tahun 2017. Awal mula dibentuknya jurnal ini karena terinspirasi untuk mengembangkan dan membagikan ilmu pengetahuan yang telah ditulis oleh para penulis di bidang pendidikan dan ilmu sejarah. Kami mengundang kepada para penulis untuk memasukkan artikelnya di Jurnal Swadesi Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tanjungpura. Fokus kajian dari jurnal ini adalah pendidikan sejarah dan ilmu sejarah. Tulisan yang masuk akan direview oleh mitra bestari dari perguruan tinggi di Indonesia. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka dengan rumpun Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah.
Articles 37 Documents
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH MELALUI MODEL LISTENING TEAM PADA SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH Trisnawati Trisnawati
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 1, No 1 (2020): SWADESI, Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.793 KB) | DOI: 10.26418/swadesi.v1i1.43266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran listening team terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X Madrasah Aliyah Darul Ulum Kuala Dua kecamatan Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental design type nonequivalent control group design. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil post test kelas kontrol 66,32 dan rata-rata hasil post test kelas eksperimen 78,09 diperoleh thitung 5,8037 dan ttabel (α = 5%). sebesar 1,6809 yang berarti thitung> ttabel, maka Ha diterima. Pada perhitungan effect size (ES) diperoleh 1,41 (kriteria tinggi). Artinya model pembelajaran tim menyimak yang digunakan memiliki pengaruh yang tinggi terhadap hasil belajar siswa kelas X Madrasah Aliyah Darul Ulum Kuala Dua Kecamatan Kubu Raya. Kata kunci: Efek, Model Tim Mendengarkan, Hasil Belajar
PEMANFAATAN VIRTUAL TOUR MUSEUM MULTATULI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI SISWA MENENGAH ATAS (SMA) M, Revina Amelia; Nurhasanah, Ana; Hadi Wibowo, Tubagus Umar Syarif
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 3, No 1 (2022): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v3i1.49940

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Museum Multatuli sebagai sumber belajar sejarah. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahapan wawancara, studi dokumentasi, observasi serta kuesioner/angket dengan metode analisis yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemanfaat Museum Multatuli sebagai sumber belajar sejarah siswa SMA Negeri 3 Rangkasbitung sudah dilaksanakan dengan metode belajar secara daring (dalam jaringan)/e-learning yang dilakukan oleh guru dan pihak Museum Multatuli dapat membantu siswa dalam pembelajaran sejarah, hal ini dapat dilihat dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada silabus mata pelajaran sejarah. Dalam melakukan pengamatan, kendala yang dialami oleh guru dan siswa adalah kurangnya koleksi-koleksi yang ditampilkan oleh Museum Multatuli, selain itu mengenai informasi dan keterangan koleksi yang tersimpan di Museum Multatuli masih ada yang kurang lengkap dan terbatasnya kuota internet/jaringan yang dialami oleh siswa. Upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kendala tersebut yaitu dengan cara pada proses pembelajaran guru akan menjelaskan kembali beberapa informasi yang belum dapat dipahami oleh peserta didik sebagai info tambahan.
PEMIKIRAN HASAN TIRO TENTANG NEGARA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBENTUKAN GERAKAN ACEH MERDEKA TAHUN 1976-2005 reka umi jaya
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 2, No 2 (2021): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v2i2.48182

Abstract

ABSTRACT : The process of forming Hasan Tiro's thoughts about the state is based on historical awareness and the injustice of the central government (Jakarta) towards Aceh. This study aims to examine Hasan Tiro's thoughts about the state and its influence on the formation of the Free Aceh Movement. This study uses historical methods which include heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Based on the results of this study, it can be concluded that, according to Hasan Tiro, the appropriate country for the Indonesian archipelago, including Aceh, is an Islamic federation state. The factors that influence Hasan Tiro's thoughts about the state are education, politics, socio-culture, economy, and the history of Aceh's sovereignty. As for the influence of Hasan Tiro's thoughts on the state and its influence on the formation of GAM, namely, the ideals of establishing an Islamic state, the ideals of establishing Aceh's autonomy and resistance to the central government (Jakarta).  Keywords: Thought, Hasan Tiro, State, GAM
KESETARAAN GENDER PADA ABAD XIX DI INDONESIA DALAM KARYA RA KARTINI Ari Hermawan; Budi Purnomo; Anny Wahyuni
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 2, No 1 (2021): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.385 KB) | DOI: 10.26418/swadesi.v2i1.46509

Abstract

Abstrak: Munculnnya gender di Indonesia pada abad XIX di tandai dengan pergerakan para kaum perempuan. Dalam artikel ini penulis telah melakukan penelitian dengan judul yang diangkat adalah “Kesetaraan Gender Pada Abad XIX Di Indonesia Dalam Karya RA Kartini. Penelitian inipun  bertujuan guna untuk mendeskripsikan dan mendapatkan gambaran secara rinci berkenaan dengan kesetaraan gender yang digaungkan oleh RA Kartini. Dalam artikel ini penulis mengunakan metode penelitian sejarah dengan pendekatan studi pustaka. Pergerakan kaum perempuan pada abad XIX sangat terbatas sekali  dikarenakan pemikiran masyarakat kala itu yang mempertahankan adat istiadat nenek moyang secara turun termurun sehingga dikenallah istilah “the second sex” anggapan itu melekat baik dari pribumi maupun pihak penjajah. Para kaum perempuan merasakan tidak adilnya budaya masyakarat kala itu. Maka dari itu, muncullah pemberontakan oleh kaum perempuan untuk mengahncurkan persepsi yang menyebabkan ketidakadilan itu. Sehingga muncullah RA Kartini sang penggaung kesetaraan gender dan sebagai pelopor emansipasi wanita dalam pendidikan di Indonesia pada abad XIX.
PENGEMBANGAN MODUL BAHAN AJAR SEJARAH BERBASIS PERJUANGAN MASYARAKAT TENGARAN SELAMA REVOLUSI FISIK UNTUK MENINGKATKAN NASIONALISME Dimas Anggoro; Wasino Wasino; Sariyatun Sariyatun
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 1, No 1 (2020): SWADESI, Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.639 KB) | DOI: 10.26418/swadesi.v1i1.35944

Abstract

Bahan ajar sejarah lokal yang berhasil dikembangkan adalah sebuah modul berjudul “Sejarah Perjuangan Masyarakat Tengaran selama Revolusi Fisik 1947-1949”. Desain pengembangan modul menggunakan model ADDIE yang meliputi lima langkah : analisis kebutuhan, desain produk, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pakar pembelajaran dari Universitas Sebelas Maret Surakarta dan guru mata pelajaran sejarah Indonesia dari SMA Negeri 1 Tengaran memberi nilai terhadap modul pada aspek media sebesar 51 atau 92,72% (sangat baik) dan aspek materi sebesar 46,5 atau 93% (sangat baik). Modul diujicobakan kepada 35 siswa terbukti dapat dibelajarkan sebagai materi sejarah Indonesia pada pembahasan tentang Revolusi Nasional Indonesia. Uji efektifitas modul terhadap peningkatan nasionalisme menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen melalui uji pretest dan posttest pada dua kelompok berbeda (kelompok eksperimental dan kontrol). Hasil uji beda (independent sample t test) menunjukan adanya perbedaan efek penggunaan bahan ajar terhadap peningkatan nasionalisme siswa mencapai 25,17% dengan nilai probabilitas = 0,00 lebih kecil daripada alpha = 0,05. Modul terbukti memberi pengaruh lebih besar terhadap peningkatan nasionalisme siswa dibanding bahan ajar konvensional (handout) dengan skor rerata posttest nasionalisme kelas eksperimen sebesar 85,53 (sangat baik) sedangkan kelas kontrol 77,00 (baik). Kata Kunci: Bahan Ajar, Modul, Sejarah Lokal, Nasionalisme Siswa
SEJARAH MADRASAH IBTIDAIYAH NAJAHIYAH SEBAGAI SALAH SATU PENDIDIKAN ISLAM TERTUA DI PALEMBANG Sari, Silvia Eka
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 3, No 1 (2022): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v3i1.50637

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk menganalisis seputar sejarah dari salah satu dari deretan madrasah tertua yang ada di Kota Palembang, Sumatera Selatan yaitu Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan dimana data-data yang termaktub diambil dari perpustakaan seperti buku, artikel jurnal, skripsi, tesis, arsip, paper, disertasi, ensikopedia, dan berbagai jenis literatur lainnya. Perkembangan madrasah di Indonesia dimulai pada abad ke-20 dipelopori oleh para pelajar Indonesia yang baru pulang dari Timur Tengah. Perkembangan madrasah ini menyebar ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Kota Palembang. Di Palembang sendiri terdapat deretan madrasah ibtidaiyah tertua, salah satunya Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah.   Setelah melakukan penelusuran perpustakaan didapatlah bahwa Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah dibangun pada tahun 14 Januari 1965. Madrasah ini dibangun diatas tanah milik keluarga Kyai Demang Jayalaksana yaitu seorang Kyai yang berjasa dalam penyebaran Agama Islam di Palembang. Selama perkembangannya, madrasah ini mengalami beberapa perbaikan dan perubahan.
FILOLOGI SEBAGAI ILMU BANTU SEJARAH: TELAAH TEORITIS-PRAKTIS Arditya Prayogi
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 2, No 2 (2021): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v2i2.48695

Abstract

In general, philology is the study of various things contained in old texts. On the other hand, the science of history is the study of events in the past. The relationship between the two (including with other sciences) is reciprocal and requires each other. This article aims to describe theoretically and practically, the position of philology as an auxiliary science for other sciences. In addition, it also tries to discuss how philology is specifically used by the science of history as a science to help in uncovering various historical events that occurred in the past. This article was written using a descriptive analytic method with a qualitative approach, as well as literature research. In this article, it can be seen that the position of philology as an auxiliary science is realized by its function as a science that is able to process the content of manuscripts and texts to be easier to study, where philology provides text edits that can be used by various sciences based on the remains of the past. In relation to the science of history, philology helps to study the remains of the past in the form of manuscripts which are one of the historical sources.
URGENSI PENANAMAN NILAI-NILAI BUDAYA BERBASIS TRADISI SAPRAHAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI KOTA PONTIANAK Emusti Rivasintha Marjito; Karel Juniardi
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 2, No 1 (2021): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.282 KB) | DOI: 10.26418/swadesi.v2i1.46356

Abstract

This study entitled Urgency in Cultivating Cultural Values Based on Saprahan Traditions in Learning History in Pontianak City. This study aims to find out the tradition of saprahan in Pontianak City, cultural values in the tradition of the saprahan in Pontianak City, and the cultivation of cultural values based on the saprahan in learning local history in the city of Pontianak. This study uses the literature or literature method by reviewing books, journals, and other written sources related to the research theme. The results of the study recommend that the saprahan tradition is very important to be preserved in Pontianak City because it contains cultural values such as religious values, togetherness, hospitality, and brotherhood; cultural values in the saprahan tradition in Pontianak City can be implemented in learning local history; and the cultivation of cultural values based on the saprahan in learning local history in Pontianak City can be done through contextual learning.
TEMON (TAMPLE MONOPOLY) : PENGENALAN CANDI BERBASIS GAMES AUGMENTED REALITY UNTUK TUNA DAKSA Sidqi Alfarez; Nurcholis Joko Prakoso; Wahyu Sari Dewi Septianingsih
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 2, No 1 (2021): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.788 KB) | DOI: 10.26418/swadesi.v2i1.44984

Abstract

Tuna daksa merupakan kelainan pada sistem otot, tulang, persendian dan saraf. Hal tersebut menyebabkan kesulitan tuna daksa untuk mengakses beberapa Candi di Indonesia. sebuah inovasi tersebut dirancang dengan media game sebagai pengenalan candi-candi di Indonesia. Salah satu inovasi pembelajaran mengenai candi-candi di Indonesia dirancang untuk anak-anak yang berkubutuhan khusus (ABK). Maka dari itu, peneliti membuat sebuah media pengenalan candi untuk tuna daksa yakni TEMON ( Tample Monopoly ) media edukasi interaktif yang dapat digunakan oleh penyandang tuna daksa menikmati candi yang dilengkapi dengan game augmented reality . Adapun metode penelitian yang kami gunakan yakni ADDIE oleh Dick and Carry. Teknik Pengambilan data dilakukan dengan data primer maupun sekunder. Cara bagaimana data dilakukan dengan penyebaran angket melalui formulir google dan studi literatur. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat menambah ilmu dan wawasan bagi masyarakat baik dalam lingkup akademisi maupun non akademisi. Penelitian khususnya ini dapat bermanfaat bagi penyandang tuna daksa.Kata Kunci: Tuna Daksa, TEMON ( Tample Monopoly ), Game Augmented Reality
Pembredelan Majalah Tempo Pada Masa Orde Baru Tahun 1994 Rosyada, Nuresa Febriasti
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 3, No 1 (2022): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v3i1.51696

Abstract

ABSTRAK  Tujuan dari penelitian ini membahas tentang pembredelan Majalah Tempo pada masa Orde Baru tahun 1994. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah, meliputi: heuristik, kritik sumber, intepretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan kondisi pers sebelum tahun 1994 merupakan era keterbukaan yang di gemborkan oleh Presiden Soeharto pada pidato pengantar HUT RI ke-46 tanggal 16 Agustus 1991, hampir seluruh media massa terlihat bergairah dalam meliput atau menyuarakan fakta dalam masyarakat. Majalah Tempo bersifat informatif dan artikulatif menyajikan berita Menteri Keuangan (Mar"™ie Muhammad) dengan Menteri Riset dan Teknologi (B.J Habibie). Konflik tentang pembelian 39 kapal perang bekas milik Jerman Timur dengan harga USD 319 juta yang kondisinya rusak berat. Akibat pemberitaan tersebut, Presiden Soeharto memberikan ancaman keras pada Tempo. Pemerintah mengeluarkan SK NO 123/KEP/MENPEN/1994 sebagai surat keputusan pemberedelan majalah Tempo. Dampak dari pemberedelan majalah Tempo pada tahun 1994, muncul aksi solidaritas dari rahim industri pers lahir organisasi Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) pada tanggal 7 Agustus 1994.Kata kunci: Orde Baru, Pemberedelan Majalah Tempo, Deklarasi Sirnagalih

Page 2 of 4 | Total Record : 37