cover
Contact Name
Andang Firmansyah
Contact Email
andang.firmansyah@fkip.untan.ac.id
Phone
+6281802745388
Journal Mail Official
swadesi@untan.ac.id
Editorial Address
Kampus FKIP Universitas Tanjungpura Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Swadesi: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
ISSN : 27742857     EISSN : 27742830     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/swadesi.vi.id
Jurnal Swadesi adalah jurnal yang dibentuk oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tanjungpura pada tahun 2017. Awal mula dibentuknya jurnal ini karena terinspirasi untuk mengembangkan dan membagikan ilmu pengetahuan yang telah ditulis oleh para penulis di bidang pendidikan dan ilmu sejarah. Kami mengundang kepada para penulis untuk memasukkan artikelnya di Jurnal Swadesi Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tanjungpura. Fokus kajian dari jurnal ini adalah pendidikan sejarah dan ilmu sejarah. Tulisan yang masuk akan direview oleh mitra bestari dari perguruan tinggi di Indonesia. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka dengan rumpun Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah.
Articles 37 Documents
Migrasi Pasca DI/TII: Adaptasi dan Kontribusi Orang Bugis di Banten dan Kalimantan Selatan (1965-2024) Subair, Ahmad
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 1 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i1.91275

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi migrasi masyarakat Bugis pasca-konflik DI/TII (1950"“1965) dari Sulawesi Selatan ke Banten dan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dipicu trauma kekerasan, tradisi sompe (merantau), dan peluang ekonomi. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor pendorong migrasi, strategi adaptasi budaya, tantangan lingkungan, dan transformasi generasi muda. Menggunakan metode penelitian sejarah, data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil menunjukkan migrasi Bugis berkontribusi pada dominasi sektor maritim di Banten (industri kayu dan perikanan) serta perkebunan karet dan batubara di Kalsel. Populasi Bugis meningkat menjadi 7.000 jiwa di Banten dan 5.000 jiwa di Kalsel (KKSS). Tantangan utama meliputi degradasi lingkungan (pendangkalan Teluk Banten, kerusakan lahan tambang) dan penurunan identitas generasi muda (78% pemuda di Banten lebih fasih bahasa Indonesia/Sunda). Selain itu, inovasi seperti ekowisata mangrove dan agroforestri karet-aren meningkatkan pendapatan masyarakat.
Peran ORIDA (Oeang Repoeblik Indonesia Daerah) dalam Perekonomian Masa Revolusi Fisik di Sumatera Selatan 1945-1949 Susetyo, Berlian; Lagut, Lagut; Rizal, Rizal
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 1 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i1.91792

Abstract

Mata uang sebagai alat pembayaran yang sah sangat penting bagi masa perjuangan digunakan untuk logistik dalam revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan. Penelitian ini membahas peran ORIDA (Oeang Repoeblik Indonesia Daerah) dalam perekonomian Sumatera Selatan selama Revolusi Fisik 1945-1949. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis latar belakang penerbitan ORIDA serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan politik di Sumatera Selatan. Menggunakan metode penelitian sejarah, penelitian ini menelusuri bagaimana kebijakan moneter darurat yang diterapkan melalui ORIDA menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah keterbatasan distribusi mata uang dari Jawa ke Sumatera. Pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mencetak mata uang sendiri, yang dilakukan oleh berbagai otoritas, baik sipil maupun militer. Beberapa entitas yang terlibat dalam penerbitan mata uang ini antara lain Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Karesidenan Palembang, dan Kewedanaan Lintang IV Lawang, serta pihak militer seperti Brigade Garuda Dempo dan Sub Teritorial Palembang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerbitan ORIDA berperan penting dalam menopang perekonomian daerah, sekaligus mencerminkan dinamika perjuangan ekonomi dalam menghadapi ketidakstabilan akibat perang dan tekanan dari pihak Belanda.
Outing Class: Upaya Meningkatkan Kemampuan Historical Thinking dan Cinta Budaya pada Siswa Jenjang Sekolah Menengah Istantiani, Meinita; Murliana, Murliana
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 2 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i2.100750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan historical thinking dan rasa cinta budaya bagi siswa jenjang sekolah menengah. Penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti memperoleh data berdasarkan hasil wawancara dan didukung dengan artikel ilmiah yang relevan. Wawancara dilakukan dengan 3 guru mata pelajaran Sejarah dan 2 guru mata pelajaran Bahasa Jawa di beberapa daerah. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dengan tahapan 1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan/verifikasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outing class mampu meningkatkan historical thinking dan rasa cinta budaya siswa di sekolah. Outing class mendorong siswa lebih antusias dan bersemangat untuk mengikuti pelajaran Sejarah dan Bahasa Jawa. Siswa diajak untuk melakukan pembelajaran di alam terbuka dan situs-situs bersejarah seperti museum, keraton, pasar, serta stasiun televisi sehingga jiwa kritis siswa akan terbangun secara natural. Kegiatan ini mendukung siswa untuk belajar berbasis pengalaman. Upaya untuk memahami situs-situs bersejarah dapat dilatih dengan berpikir historis. Pengalaman tersebut juga mengilhami munculnya rasa cinta terhadap budaya dengan menyaksikan secara langsung keberagaman budaya yang ada di lingkungan sekitar. Outing class menjadi mediator yang relevan untuk meningkatkan kemampuan historical thinking dan cinta budaya.
Pengaruh Model Pembelajaran TPS dan Model TSTS terhadap Keterampilan Sosial Siswa Kelas X SMK N 4 Bangli pada Mata Pelajaran PPKn Adi Wisesa, I Made Pasek Anom Sarwa; Supriana, I Gede Angga
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 2 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i2.100763

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya keterampilan sosial dan sikap siswa di kelas X SMK N 4 Bangli. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model TPS dan model TSTS terhadap keterampilan sosial siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimen semu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan keterampilan sosial siswa yang menggunakan model TPS dengan model TSTS pada mapel PPKN, (2) keterampilan sosial siswa yang menggunakan model TSTS lebih efektif dibandingkan menggunakan model TPS pada siswa yang memiliki sikap negatif, (3) keterampilan sosial siswa yang menggunakan model TPS lebih efektif dibandingkan menggunakan model TSTS pada siswa yang memiliki sikap positif, dan (4) ada interaksi antara penggunaan model pembelajaran dan sikap siswa terhadap keterampilan sosial siswa pada Mata Pelajaran PPKn.
Penerapan Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Presentation History (CIRPH) untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Prasetiyo, Eko; Deden Mutakin, Mohamad
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 2 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i2.100687

Abstract

Cooperative Integrated Reading And Presentation History (CIRPH) is the development of a learning model from Cooperative Integrated Reading Compotition (CIRC) and the concept of historical literacy. The purpose of developing the CIRPH model in this study is to improve learning activities and learning outcomes. This research is a classroom action research design (PTK) with a qualitative approach of the Kurt Lewin Model model with 2 cycles consisting of four components (planning, treatment, observation and reflection). This research was conducted in XII MIA 1 (IPA 1) class of 31 students at Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Data collection using documentation, observation, and evaluation tests to measure learning outcomes after the application of CIRPH. Data validity was carried out through informant review and data reliability by compiling and storing data base and thick description. The results showed that the use of the CIRPH method development was able to improve students' creativity and learning outcomes. CIRPH is a learning method development that combines cooperative learning, integrated reading, and presentation in the context of history education. This development aims to improve students' understanding of historical literacy through cooperation in groups, in-depth reading analysis, and the ability to present findings or student learning outcomes.
Makna Simbolik Tradisi Hajat Laut di Pantai Karapyak Pangandaran Agustina, Deden Dendi; Silviani, Pani; Mulyadi, Febi; Wijayanti, Yeni
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 2 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i2.89922

Abstract

This research aims to analyse the meaning of the hajat laut tradition in Pangandaran. The research method used is the historical research method which consists of four stages, namely heuristics, verification and criticism, historiography. The results showed that Hajat laut at Karapyak beach Pangandaran is a tradition that is carried out for generations. This tradition is often carried out by the Pangandaran community once a year, namely in the month of Suro or Muharram. Hajat Laut is a preservation of the arts, because it includes music and dance. This ceremony is held to preserve the existing culture of the community and as an expression of gratitude to Allah SWT. In the beginning, the tradition of Hajat Laut was a form of offering from the coastal community of Pangandaran to the ruler of the southern sea that the community believed at that time. However, today the belief is straightened into a form of gratitude to God Almighty.
Jejak Akulturasi Kebudayaan Islam pada Kompleks Makam Sunan Giri Fitriyah, Lailatul; Sutejo, Szakila Rosyalyn
SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol 4, No 2 (2025): SWADESI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/swadesi.v4i2.92639

Abstract

Akulturasi merupakan representasi dari proses perpaduan budaya tanpa menghilangkan budaya asli. Kebudayaan Islam yang berkembang dalam kehidupan masyarakat saat ini merupakan bagian dari akulturasi budaya dengan budaya-budaya sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terkait jejak akulturasi kebudayaan Islam di sekitar kompleks makam Sunan Giri yang hingga saat ini masih tetap eksis dan memiliki bentuk akulturasi khas dengan budaya-budaya lokal masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan lima tahapan penelitian yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya agama Islam melalui berbagai proses salah satunya melalui akulturasi budaya. Dengan adanya akulturasi budaya agama Islam mudah diterima oleh kalangan masyarakat sehingga hal ini membentuk masyarakat yang beragam. Akulturasi budaya memberikan nilai-nilai kearifan lokal dan nilai toleransi yang tinggi di kalangan masyarakat sehingga jejak akulturasi kebudayaan Islam sebagai simbol dari perjalanan dan kejayaan Islam di masa silam.

Page 4 of 4 | Total Record : 37